Beranda blog Halaman 32

Wamentan Sudaryono: Generasi Muda Harus Minat Teknologi Pertanian

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengapresiasi inovasi teknologi pertanian yang ditampilkan ESHA PLANT dalam pameran pertanian di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, pada Minggu 26 Oktober 2025.

Ia menilai pendekatan berbasis digital dan ramah lingkungan yang dikembangkan ESHA PLANT sejalan dengan arah transformasi pertanian nasional.

Sudaryono meninjau langsung stan ESHA PLANT yang menampilkan teknologi smart farming, sistem hidroponik modern, dan produk hortikultura berkelanjutan. Kehadirannya menarik perhatian pengunjung yang memadati arena pameran.

“Inovasi seperti yang dilakukan ESHA PLANT ini sangat penting untuk mendorong transformasi pertanian nasional menuju sistem yang lebih efisien, berkelanjutan, dan diminati generasi muda,” ujar Sudaryono.

Ia menambahkan, sektor pertanian perlu terus beradaptasi dengan teknologi agar mampu menjawab tantangan regenerasi petani dan kebutuhan pangan masa depan.

Pameran pertanian di ICE BSD diikuti pelaku industri dari berbagai daerah. Peserta meliputi perusahaan benih, produsen pupuk, penyedia alat pertanian, hingga startup digital. Kegiatan ini menjadi ruang temu antara pemerintah, pelaku usaha, dan inovator muda.

Pemilik ESHA PLANT, Santi, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan dukungan dari Kementerian Pertanian. Ia menegaskan komitmen perusahaannya dalam mengembangkan teknologi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan.
“Kunjungan ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam modernisasi sektor pertanian Indonesia,” tutur Santi.

Pameran berlangsung selama tiga hari dan menampilkan berbagai sesi diskusi, demo teknologi, serta jejaring bisnis antar pelaku pertanian.[]

Tani Merdeka OKU Timur Jalin Sinergi dengan Dinas Pangan dan Peternakan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menjalin silaturahmi dengan Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Timur. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara organisasi petani dan pemerintah daerah.

Ketua DPD Tani Merdeka OKU Timur, M. Daud. Rombongan diterima oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muhammad Yani, dan Sekretaris Dinas Perikanan dan Peternakan, Sentika Susantina.

Pertemuan membahas strategi penguatan ketahanan pangan dan swasembada nasional. Fokus diskusi mencakup peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan sumber daya lokal, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program pemerintah pusat.

Ketua DPD Tani Merdeka OKU Timur, M. Daud, menegaskan komitmen Tani Merdeka Indonesia untuk menjadi mitra aktif pemerintah.

“Tani Merdeka hadir sebagai wadah bagi para petani untuk bersama-sama membangun pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam setiap langkah menuju swasembada pangan,” ujar M. Daud.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan OKU Timur, Muhammad Yani, menyambut baik komitmen tersebut. Ia menilai kerja sama dengan organisasi petani sangat penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kami sangat mengapresiasi semangat Tani Merdeka yang terus berperan aktif mendukung program pemerintah. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat mempercepat terwujudnya ketahanan pangan yang tangguh di OKU Timur,” katanya.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Peternakan, Sentika Susantina, menambahkan bahwa sektor peternakan dan perikanan juga berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dan memberikan pendampingan teknis agar pelaku usaha peternakan dan perikanan di OKU Timur semakin maju,” ujarnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan organisasi petani. Kolaborasi diharapkan mampu mempercepat pencapaian target kemandirian pangan di tingkat lokal.[]

Begini Persiapan Pelantikan DPW Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia, Provinsi Papua Tengah tengah mematangkan persiapan menjelang pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2025 di Nabire.

Sejumlah baliho dukungan telah terpasang di titik-titik strategis. Panitia juga menata lokasi acara dan menyiapkan penyambutan tamu. Pelantikan akan digelar di ruang terbuka dan direncanakan melibatkan ribuan warga dari berbagai kabupaten.

Ketua Tani Merdeka Papua Tengah, Aser Yogi, mengatakan pelantikan ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi antarorganisasi ekonomi rakyat di wilayah tersebut.

“Kami bersama jajaran DPD dan DPW sedang menyiapkan segala sesuatu, termasuk penjemputan pengurus pusat yang akan hadir dalam acara pelantikan. Ini adalah langkah besar untuk memperkuat peran petani, pedagang, dan pelaku ekonomi kerakyatan di wilayah ini,” ujar Aser di Nabire, pada Minggu malam, 26 Oktober 2025.

Ia menegaskan pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari sinergi antara petani, pedagang, dan pelaku usaha lokal menuju kemandirian ekonomi yang berkeadilan.

“Pelantikan ini akan melibatkan tiga organisasi besar yang memiliki visi memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kecil, khususnya di sektor pertanian dan perdagangan rakyat,” kata Aser.

Acara pelantikan dijadwalkan berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah dan akan dirangkai dengan panggung rakyat, pasar murah, serta dialog publik bersama tokoh petani dan pedagang.[]

Jufri Budiman Dilantik Jadi Ketua Tani Merdeka Kalimantan Utara, Ribuan Warga Hadir

0

TANIMERDEKA – Jufri Budiman dilantik menjadi Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, pada Minggu pagi 26 Oktober 2025. Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, di halaman Stadion Datu Adil, Kota Tarakan.

Ribuan warga memadati lokasi sejak pagi. Acara pelantikan dirangkai dengan jalan santai, panggung hiburan, dan pembagian doorprize. Panitia menyediakan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor, sepeda listrik, serta paket bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng.

Setelah pembacaan surat keputusan dari pengurus pusat, Don Muzakir memimpin prosesi pelantikan dan menyerahkan SK pengurus dan pataka kepada Jufri Budiman sebagai simbol kepemimpinan baru di wilayah Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Don Muzakir menegaskan kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Kalimantan Utara bertujuan memperkuat pelaksanaan program ketahanan pangan nasional yang dijalan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Tani Merdeka Indonesia hadir di Kaltara untuk mengawal program ketahanan pangan Presiden RI Prabowo Subianto. Memajukan pertanian dan manfaat program dapat dirasakan seluruh masyarakat,” ujar Don Muzakir.

Ia berharap pengurus baru dapat menjalankan peran strategis sebagai penghubung antara petani dan pemerintah pusat.

“Saya berharap pengurus yang dilantik menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di daerah, advokasi program pertanian di daerah seperti program pertanian dan perikanan di daerah,” katanya.

Sementara itu Jufri Budiman menyampaikan komitmennya menjalankan amanah sebagai ketua wilayah. Ia menekankan pentingnya kerja kolektif dalam memperjuangkan kepentingan petani di Kalimantan Utara.

“Saya siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab Tani Merdeka Indonesia di Kalimantan Utara,” tegas Jufri.

Acara berlangsung hingga siang hari. Warga tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pembagian hadiah dan hiburan rakyat yang digelar di area stadion.[]

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai Pelantikan Tani Merdeka Kalimantan Utara

0

TANIMERDEKA – Sekitar 6.000 warga mengikuti jalan santai dalam rangka pelantikan pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Utara. Acara berlangsung di Stadion Datu Adil Kota Tarakan, pada Minggu 26 Oktober 2025.

Acara itu dibuka oleh Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is, dan Ketua DPW Tani Merdeka Kalimantan Utara Jufri Budiman.

Kegiatan dimulai pukul 06.30 WITA. Jalan santai ini menjadi bagian dari rangkaian pelantikan pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, sekaligus ajang konsolidasi organisasi di wilayah tersebut.

Don Muzakir menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat. Ia menilai antusiasme warga sebagai bukti bahwa gerakan Tani Merdeka Indonesia diterima dan dirasakan manfaatnya oleh petani.

“Jalan sehat ini luar biasa. Antusias warga menunjukkan bahwa gerakan Tani Merdeka diterima dan dirasakan manfaatnya,” ujar Don Muzakir.

Ia menambahkan, Kalimantan Utara memiliki potensi besar dalam sektor perikanan. Menurutnya, kehadiran organisasi petani yang kuat di daerah ini penting untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh lapisan terbawah.

“Kita tidak boleh tertinggal. Kita harus pastikan masyarakat, petani mendapat akses terhadap pupuk, bibit, alat pertanian, dan pendampingan yang layak,” kata Don Muzakir.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Kalimantan Utara, Jufri Budiman, mengatakan pelantikan pengurus ini guna memperkuat struktur organisasi di tingkat provinsi. Ia menekankan pentingnya konsolidasi dan pendampingan petani di lapangan.

“Ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin memastikan Kalimantan Utara mendapat ruang untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam pembangunan,” ujar Jufri.

Ia juga menyampaikan komitmen DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Utara untuk membentuk posko pengaduan di setiap kabupaten dan kota, kecamatan dan desa. Posko ini akan menjadi saluran informasi dan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi serta program pertanian lainnya.

“Kami akan bentuk posko pengaduan di setiap daerah agar petani bisa menyampaikan keluhan langsung. Ini bagian dari upaya kami mengawal kebijakan pemerintah,” tambah Jufri.
Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, dalam sambutannya menyatakan dukungan terhadap gerakan Tani Merdeka Indonesia.

Ia mengatakan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi petani penting untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian.

“Pemerintah daerah siap mendukung program Tani Merdeka. Kita ingin petani di Tarakan dan Kalimantan Utara lebih mandiri dan sejahtera,” kata Ibnu.

Acara pelantikan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia dan penyerahan bendera organisasi.

Sejumlah tokoh politik, TNI-Polri, tokoh masyarakat, perwakilan kelompok tani, dan pelajar juga turut hadir.

Di akhir kegiatan, panitia membagikan doorprize kepada peserta jalan santai. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian acara.[]

Kementan Dorong Swasembada Gula Lewat Bongkar Ratoon dan Hilirisasi

0

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mempercepat langkah menuju swasembada gula nasional. Dua agenda strategis digelar di Jawa Timur, yakni tanam perdana program bongkar ratoon di Kebun Karangasem, Mojokerto, dan rapat koordinasi hilirisasi tujuh komoditas perkebunan di Kantor PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Surabaya, pada Kamis 24 Oktober 2025.

Tanam perdana dilakukan bersama PT SGN (PG Gempolkrep) sebagai bagian dari revitalisasi tanaman tebu 2025. Program ini menyasar peremajaan tanaman yang menurun produktivitasnya dan perluasan areal tanam.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, mengatakan program bongkar ratoon sebagai langkah penting untuk meningkatkan produksi gula nasional.

“Tanaman yang sudah tua harus diganti. Kita dorong perluasan dan mekanisasi lahan agar produksi meningkat dan efisien,” ujar Roni di Mojokerto.

Ia mengingatkan pentingnya penggunaan benih bersertifikat. “Benih yang digunakan harus memiliki label biru dan sertifikasi resmi. Jika tidak memiliki label, maka jangan ditanam. Ini penting untuk menjaga mutu dan hasil panen,” tegasnya.

Roni juga meminta aparat daerah dan TNI memastikan seluruh benih yang ditanam telah tersertifikasi. Pemerintah, kata dia, tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada hilirisasi hasil perkebunan.

“Fokus kami bukan hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada industrialisasi hasil perkebunan agar petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” katanya dalam rapat koordinasi di Surabaya.

Ia menambahkan, percepatan program hilirisasi melibatkan banyak pihak. “Kami gandeng TNI, BUMN, akademisi, mahasiswa, ormas, dan kejaksaan agar pengawasan dan sinergi di lapangan berjalan optimal,” ujar Roni.

Kementan juga menyalurkan bantuan 126.000 mata tunas kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Nira Farmer sebagai bagian dari dukungan teknis.
Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Nuryadi, mewakili Bupati Mojokerto, menyampaikan apresiasi atas program tersebut.

Ia menyebutkan tanam perdana sebagai momentum strategis untuk meningkatkan produksi tebu di daerah.

“Tanam perdana ini menjadi ujung tombak peningkatan produksi perkebunan. Kami atas nama pemerintah daerah menyampaikan terima kasih karena program ini memberi semangat baru bagi petani tebu,” kata Nuryadi.

Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan PT SGN, Rizal H. Damanik, mengatakan PTPN III Holding ditetapkan sebagai motor penggerak swasembada pangan dan energi terbarukan, termasuk bioetanol berbasis tebu.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi, Brigjen TNI Ito Hediarto, menegaskan peran TNI dalam mendukung program pertanian. Ia meminta koordinasi antara Ditjen Perkebunan, SGN, dan Kodam setempat diperkuat.

“Jangan ada persoalan yang dianggap tidak bisa diselesaikan. Pimpinan memiliki banyak cara dan pengalaman untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.[]

Tani Merdeka Sukabumi Apresiasi Penurunan Harga Pupuk

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sukabumi menyambut positif kebijakan pemerintah yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah yang telah lama ditunggu petani.

Ketua DPD Tani Merdeka Sukabumi, Nurkosim, mengatakan kebijakan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

“Atas nama seluruh petani Sukabumi, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Prabowo Subianto, selaku Presiden Republik Indonesia, atas perhatian dan kebijakan beliau yang berpihak pada petani. Penurunan harga pupuk subsidi ini memberikan angin segar dan semangat baru bagi kami untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Nurkosim, pada Kamis 24 Oktober 2025.

Ia menegaskan kesiapan Tani Merdeka Sukabumi dalam mendukung penyaluran pupuk subsidi secara tepat sasaran dan transparan.

“Kami berharap kebijakan ini dapat diikuti dengan pengawasan yang baik, sehingga tidak ada lagi kelangkaan pupuk maupun penyimpangan distribusi di tingkat bawah,” tambahnya.

Penurunan harga pupuk bersubsidi diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pertanian dan mendorong kemandirian petani.

Pemerintah menyebutkan kebijakan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.[]

Ombudsman: Sawit Rawan Konflik Lahan dan Kerugian Triliuna

0

TANIMERDEKA – Ombudsman RI menyatakan pembentukan Badan Sawit Nasional berpotensi memperkuat tata kelola industri sawit. Lembaga ini dinilai mampu mengatasi tumpang tindih kelembagaan, perizinan, dan konflik lahan yang masih terjadi.

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengatakan badan tersebut dapat mengintegrasikan fungsi dari 15 lembaga, termasuk kewenangan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Ia juga menekankan pentingnya membangun satu data sawit nasional.

“Karena itu, Ombudsman merekomendasikan pembentukan Badan Sawit Nasional,” ujar Yeka dalam peluncuran buku Sawit: Antara Emas Hijau dan Duri Pengelolaan, pada Kamis 23 Oktober 2025, di Jakarta.

Kajian Ombudsman menemukan potensi kerugian negara hingga Rp279 triliun akibat tata kelola sawit yang belum tertata. Persoalan paling krusial berada pada tumpang tindih lahan sawit di kawasan hutan. Data pemerintah menunjukkan sekitar 3,2 juta hektare lahan sawit berada di kawasan tersebut.

Yeka menilai persoalan itu perlu diselesaikan secara adil. Ia mempertanyakan apakah kesalahan terletak pada pengusaha atau pada peta kawasan hutan yang belum akurat.

“Untuk menyelesaikan hal ini tidak bisa hanya dengan pendekatan kekuasaan, tapi harus mengedepankan rasa keadilan. Bagi pengusaha yang melanggar, silakan ditindak,” tuturnya.

Selain konflik lahan, Yeka menyoroti masalah perizinan, sertifikasi, dan kebijakan harga yang belum menjamin kesejahteraan petani.

Buku Sawit Antara Emas Hijau dan Duri Pengelolaan merupakan hasil kajian selama enam bulan. Prosesnya melibatkan lebih dari 52 institusi dan ratusan dokumen.

Yeka menyebutkan kajian tersebut bukan pekerjaan mudah. Ia menyatakan komitmen Ombudsman untuk menjadikan hasil kerja sebagai warisan pengetahuan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya kolaborasi dan kesatuan data dalam pembenahan sektor sawit.

“Tata kelola sawit nasional harus kita selesaikan bersama. Jika Badan Sawit Nasional terbentuk, nanti tugas pertamanya menyusun satu data sawit nasional,” ujar Rachmat.

Sebelumnya, Ombudsman telah melakukan kajian sistemik terhadap tata kelola industri sawit pada 2024 dan menyampaikan rekomendasi perbaikan kepada pemerintah.

Informasi mengenai manfaat dan persoalan sawit dinilai perlu disampaikan kepada publik secara luas.[]

Harga Pupuk Subsidi Turun, Tani Merdeka Jambi: Pemerintah Mulai Dengarkan Jeritan Petani

0
Ketua DPW Tani Merdeka Jambi, Candra Andika
Ketua DPW Tani Merdeka Jambi, Candra Andika

TANIMERDEKA – Pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai Oktober 2025. Kebijakan ini disambut positif oleh petani di berbagai daerah, termasuk DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi.

Ketua DPW Tani Merdeka Jambi, Candra Andika, menyebut penurunan harga pupuk sebagai “angin segar” bagi petani kecil yang selama ini terbebani biaya produksi.

“Ini bukan sekadar potongan harga, tapi sinyal bahwa pemerintah mulai mendengar jeritan petani. Kami berharap kebijakan ini berlanjut dan diikuti dengan perbaikan sistem distribusi di lapangan,” ujar Candra, Rabu 22 Oktober 2025.

Ia menjelaskan pupuk merupakan komponen penting dalam budidaya tanaman. Penurunan harga diharapkan meningkatkan daya beli petani dan mendorong produktivitas, terutama menjelang musim tanam akhir tahun.

“Petani kita bukan hanya butuh pupuk murah, tapi juga kepastian stok dan distribusi yang adil. Jangan sampai harga turun, tapi barangnya langka,” tegasnya.

Candra mengimbau anggota Tani Merdeka di tingkat desa dan kecamatan ikut mengawal pelaksanaan kebijakan. Ia menekankan pentingnya transparansi penyaluran agar pupuk bersubsidi benar-benar sampai kepada petani yang berhak.

“Ini momentum bagi kita untuk memperkuat solidaritas petani dan memastikan kebijakan pro-rakyat tidak berhenti di atas kertas,” kata Candra.

Penurunan harga pupuk bersubsidi merupakan bagian dari program Ketahanan Pangan Nasional. Pemerintah juga berencana memperluas akses kredit usaha tani dan memperkuat kelembagaan petani di daerah sentra produksi.[]

Tani Merdeka Banokeling Bahas Lahan Tidur dan Posko Pengaduan

0

TANIMERDEKA – Rapat kerja Tani Merdeka Indonesia Wilayah Adat Banokeling digelar di rumah Ritam, Bendahara organisasi, Rabu 22 Oktober 2025.

Sebanyak 30 pengurus hadir, dibantu puluhan panitia pelantikan pengurus wilayah.

Acara dibuka oleh Bagus, Sekretaris Wilayah Adat Banokeling, yang memaparkan visi dan misi organisasi. Ia menekankan pentingnya gotong royong dalam mewujudkan kemandirian petani adat di Kabupaten Banyumas dan Cilacap.

Rapat membahas sejumlah usulan program kerja periode 2025–2026. Salah satu fokus utama adalah pembukaan lahan tidur seluas 50 hektare. Lahan akan dikelola secara kolektif oleh masyarakat adat untuk ditanami palawija sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Ketua Tani Merdeka Indonesia Wilayah Adat Banokeling, Aris Munandar, menyoroti pentingnya kesiapan alat dan fasilitas pendukung.

“Pembukaan lahan ini memerlukan alat yang memadai, seperti mesin pemotong rumput dan traktor pegunungan. Kita juga harus memastikan kesiapan Tani Merdeka Indonesia Wilayah Khusus Adat dalam memfasilitasi masyarakat untuk mengelola lahan tidur tersebut,” ujar Aris.

Ia juga menginstruksikan pembentukan Posko Pengaduan Tani Merdeka Indonesia di setiap komunitas adat.

“Posko ini kita jadikan mata dan telinga Bapak Presiden Prabowo Subianto. Selama satu tahun masa jabatannya, beliau sudah terbukti berpihak kepada kaum tani,” tambahnya.

Pengurus mendorong percepatan pengajuan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) agar masyarakat adat segera mendapat akses program Kementerian Pertanian.

“Segera ajukan CPCL ke dinas pertanian sesuai kebutuhan masyarakat adat,” tegas Aris.

Rapat juga mengusulkan pendirian Koperasi Tani Merdeka Wilayah Adat Banokeling. Koperasi ini diharapkan menjadi pengelola lumbung padi tingkat RT sekaligus penyalur pupuk dan bibit.

“Koperasi ini nantinya menjadi tempat bernaung bagi petani Banokeling, karena meskipun harga pupuk sudah turun, di sini masih ada oknum yang mempermainkan distribusi pupuk,” ujar Bagus.

Darno, peserta rapat, menyampaikan harapan agar organisasi bisa membantu mengatasi kelangkaan pupuk.

“Kami berharap Tani Merdeka Banokeling bisa menjadi jembatan dalam mengatasi kelangkaan pupuk di wilayah ini,” ucapnya.

Rapat ditutup dengan pernyataan bersama seluruh peserta. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan penurunan harga pupuk subsidi yang dinilai sangat membantu petani adat Banokeling.[]