Beranda blog Halaman 33

BMKG Gandeng Tani Merdeka Indonesia Kembangkan Platform Digital Cuaca untuk Petani

0

TANIMERDEKA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat menjalin kerja sama dengan Tani Merdeka Indonesia. Kolaborasi ini guna mengembangkan sistem pertanian cerdas berbasis cuaca dan iklim (Weather and Climate-Smart Agriculture).

Program ini menjadi proyek percontohan di Provinsi Jawa Barat. Wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Sistem yang dikembangkan akan membantu petani menghadapi perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca.

Platform digital “Cuaca Tani” dirancang untuk mengintegrasikan data prakiraan BMKG dengan sistem pertanian berbasis teknologi. Informasi cuaca akan disajikan secara real-time hingga tingkat desa.

Hal tersebut disampaikan Direktur Meteorologi Publik BMKG, Dr. Andri Ramdhani, M.Si, dalam pertemuan dengan pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia, Selasa, 7 Oktober 2025.

“BMKG tidak sekadar menyampaikan prakiraan hujan, tapi juga menginformasikan dampaknya terhadap sektor pangan, sehingga para petani dan instansi terkait dapat mengambil langkah antisipatif,” ujar Andri.

Selain itu BMKG tengah mengembangkan konsep Impact-Based Forecasting (IBF). Sistem ini tidak hanya memprediksi cuaca, tetapi juga menganalisis dampaknya terhadap pertanian, pangan, dan ekonomi masyarakat.

Nantinya akan memberikan rekomendasi waktu tanam, curah hujan, dan potensi risiko iklim. Informasi disampaikan secara langsung kepada petani melalui kanal digital yang mudah diakses.

Saat ini BMKG memiliki 38 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia. Unit tersebut siap mendukung sosialisasi, pelatihan, dan diseminasi informasi cuaca di tingkat daerah. Dukungan ini akan dilakukan bersama Tani Merdeka Indonesia.

Hasil dari proyek percontohan akan menjadi model nasional. Tujuannya membangun sistem pertanian adaptif terhadap perubahan iklim.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan pendekatan FAO (Food and Agriculture Organization). Organisasi tersebut mendorong sistem pertanian berbasis sains, adaptif, dan ramah lingkungan.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Sarana, Prasarana, dan Investasi DPN Tani Merdeka Indonesia, Munip Ariyadi, mengatakan petani sangat membutuhkan informasi cuaca yang akurat, sehingga tidak mengalami kerugian akibat perbubahan cuaca bisa mengalami gagal panen.

“Banyak petani masih mengalami kerugian karena salah menentukan waktu tanam akibat perubahan cuaca ekstrem. Kami ingin petani Indonesia menjadi cerdas cuaca dan iklim, agar mampu mengantisipasi risiko gagal panen dan meningkatkan produktivitas,” kata Munip.

Dalam pertemuan itu, Tani Merdeka Indonesia juga mengusulkan pembentukan Sekolah Pangan Cuaca dan Iklim. Sekolah ini ditujukan bagi petani milenial dan pemuda desa.

Menurut Munip, kolaborasi akan diperkuat dengan dukungan lintas kementerian. Kementerian Pertanian, Kementerian Desa PDTT, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan turut dilibatkan.

“Dukungan lintas lembaga pemerintah ini, nantinya kita bisa melahirkan petani yang cerdas dan petani kita bisa mengambil keputusan tepat. Hasil pertanian pun lebih terukur dan berkelanjutan,” kata Munip.

BMKG dan Tani Merdeka Indonesia berkomitmen memperkuat peran petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional. Teknologi, sains, dan inovasi menjadi fondasi menuju sistem pertanian masa depan yang tangguh dan adaptif.[]

Siap Kembangkan Agrowisata, Tani Merdeka Aceh Tamiang Temui Disporapar

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang melakukan kunjungan ke Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) pada Senin, 6 Oktober 2025. Pertemuan berlangsung di kantor dinas setempat.

Agenda utama membahas peluang pengembangan agrowisata berbasis pertanian dan perkebunan lokal.

Kabupaten Aceh Tamiang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Komoditas seperti kelapa sawit, karet, dan kakao menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Potensi palawija dan tanaman pangan lainnya juga terbuka untuk dikembangkan dalam konsep wisata edukatif.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, menyampaikan kesiapan organisasinya untuk terlibat langsung dalam pembentukan desa-desa agrowisata.

Ia menegaskan pengembangan agrowisata harus melibatkan petani sebagai pelaku utama. Tani Merdeka Aceh Tamiang siap menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Sementara itu Kepala Disporapar Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai agrowisata bisa menjadi sektor strategis yang berdampak langsung pada ekonomi lokal.

Koordinasi ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem wisata yang berkelanjutan dan berbasis kekuatan lokal.

Dengan potensi yang dimiliki, agrowisata di Aceh Tamiang berpeluang menjadi daya tarik baru. Gerakan ini tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat desa.[]

Tani Merdeka OKU Timur Perkuat Struktur Desa, Petani Jadi Penggerak

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, terus memperluas jaringan organisasi. Pengurus aktif menyasar kader di kecamatan dan desa.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur dari bawah dan memastikan organisasi hidup di tengah komunitas petani.

Konsolidasi dilakukan bertahap. Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia OKU Timur mendatangi langsung wilayah pertanian aktif. Mereka mengidentifikasi tokoh lokal, kelompok tani, dan pemuda desa yang bisa bergabung dalam struktur organisasi.

Fokus utama membentuk Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) yang memahami kondisi lapangan.
Kader yang direkrut tidak hanya mengisi struktur. Mereka juga menjalankan fungsi pendampingan. Tugas mereka menjaring aspirasi dan melaporkan dinamika pertanian di wilayah masing-masing.

Ketua DPD Tani Merdeka OKU Timur, M. Daud, menyampaikan gerakan organisasi harus dimulai dari desa, petani tidak boleh hanya menjadi penerima program, tetapi harus menjadi penggerak.

“Kita tidak ingin petani hanya menunggu bantuan. Kita ingin mereka terlibat langsung, menyusun agenda, dan mengawal pelaksanaan program. Kita bangun struktur dari bawah, kita siapkan kader di desa, kita dorong agar petani bisa bicara dan menentukan arah,” ujar M. Daud.

Ia juga menyampaikan struktur Kordes sudah terbentuk di Kecamatan Belitang Mulya. Wilayah lain akan menyusul dalam waktu dekat.

Daud menekankan sinergi antara Korcam dan Kordes sangat penting agar program kerja bisa dijalankan secara efektif.

“Kita tidak bisa kerja sendiri. Korcam harus tahu apa yang dibutuhkan Kordes. Kordes harus tahu apa yang dibutuhkan petani. Semua harus terhubung. Kalau struktur ini kuat, maka program bisa jalan. Kalau program jalan, maka petani bisa maju,” tegas Daud.

Menurut M. Daud Tani Merdeka OKU Timur ingin membangun sistem kerja yang partisipatif dan berbasis komunitas. Petani tidak lagi diposisikan sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai subjek utama perubahan.[]

Cara Bisnis Hidroponik di Rumah dan Menguntungkan

0

TANIMERDEKA – Kesadaran masyarakat terhadap sayuran sehat dan ramah lingkungan terus meningkat. Hidroponik menjadi pilihan menarik bagi calon pebisnis yang ingin memulai usaha dengan modal terbatas.

Sistem ini tidak membutuhkan tanah. Tanaman tumbuh dengan air bernutrisi. Hidroponik cocok untuk lahan sempit, bahkan bisa dilakukan di dalam rumah.

Dengan teknologi sederhana dan kreativitas, bisnis hidroponik bisa dimulai dari skala kecil.

Berikut langkah-langkah praktis untuk memulainya.

Langkah Memulai Bisnis Hidroponik

1. Pahami Konsep Dasar
Hidroponik adalah teknik menanam tanpa tanah. Air diberi nutrisi khusus. Tanaman yang umum ditanam antara lain selada, bayam, dan kangkung. Sistem ini cocok untuk ruang terbatas.

2. Pilih Sistem yang Sesuai
Tentukan sistem berdasarkan ruang dan anggaran. Beberapa pilihan:
– Sistem Wick: Air diserap melalui sumbu. Cocok untuk pemula.
– Sistem NFT: Air mengalir tipis di saluran. Nutrisi terus tersedia.
– Sistem Kratky: Tanaman terendam air nutrisi tanpa pompa. Praktis dan murah.

3. Siapkan Peralatan Dasar
Peralatan yang dibutuhkan:
– Wadah atau rak tanaman
– Nutrisi hidroponik
– Lampu tumbuh (untuk indoor)
– Pompa air (jika diperlukan)
– Benih tanaman

4. Tentukan Jenis Tanaman
Pilih tanaman yang mudah tumbuh. Selada, bayam, dan kangkung cepat panen dan laku di pasar. Bisa juga menanam basil dan mint.

5. Pemasaran dan Penjualan
Gunakan media sosial untuk promosi. Jual ke pasar lokal, restoran, atau supermarket. Jaga kualitas dan kemasan agar pelanggan puas.

Keuntungan Bisnis Hidroponik
– Tidak butuh lahan luas
– Hemat air dan bebas pestisida
– Cocok untuk daerah perkotaan
– Sayuran sehat makin diminati

Tantangan yang Perlu Diantisipasi
– Teknik hidroponik perlu dipelajari
– Peralatan awal tetap butuh investasi
– Pencahayaan harus cukup, terutama untuk indoor

Bisnis hidroponik bisa dimulai dari rumah. Dengan sistem yang tepat, peralatan yang sesuai, dan tanaman yang cocok, usaha ini berpotensi berkembang.

Pemasaran yang baik dan produk berkualitas akan memperkuat posisi di pasar. Jika sudah siap, jangan tunda. Belajar hidroponik bukan hanya soal tanam, tapi juga soal cuan.

Tani Merdeka Kendal Gelar Rakerda, Rozikin: Korcam dan Kordes Harus Jadi Energi Positif

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Minggu, 5 Oktober 2025.

Kegiatan berlangsung di Johorejo, Kecamatan Gemuh, dan dihadiri seluruh pengurus serta Koordinator Kecamatan (Korcam).

Rakerda membahas penataan struktur organisasi sesuai arahan Dewan Pimpinan Nasional (DPN). Fokus utama adalah pembentukan kepengurusan baru, termasuk perubahan di tingkat ketua bidang.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kendal, Rozikin, menyampaikan struktur organisasi sudah tersusun dan dilengkapi.

Ia menambahkan perubahan juga akan dilakukan di tingkat kecamatan dan desa akan diperkuat agar mampu menyerap aspirasi petani secara langsung.

Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kendal akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Fokus kerja mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan tambak.[]

Tani Merdeka Magelang Konsolidasi Korcam dan Kordes, Gerakan Kecamatan Makin Solid

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggelar konsolidasi pengurus pada Minggu, 5 Oktober 2025. Kegiatan berlangsung di Magelang dan dihadiri oleh 21 Koordinator Kecamatan (Korcam) dari berbagai wilayah.

Pertemuan ini fokus pada penguatan struktur organisasi dari kecamatan hingga tingkat desa. Pengurus membahas pembentukan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes), perekrutan anggota baru, dan pemetaan kelompok tani aktif.

Ketua DPD Tani Merdeka Magelang, Imam Susanto, menegaskan organisasi harus bergerak dari bawah. Ia menyampaikan bahwa Tani Merdeka Indonesia bukan sekadar nama, tetapi gerakan yang hidup di lapangan.

“Kita tidak ingin Tani Merdeka hanya ada di atas. Kita ingin organisasi ini hadir sampai ke desa-desa. Kita harus punya struktur yang aktif, bukan hanya nama. Kita harus punya gerakan yang nyata, bukan hanya rapat dan seremonial,” ujar Imam.

Ia menekankan pentingnya peran Korcam dan Kordes sebagai penghubung langsung antara petani dan program kerja organisasi.

“Kita harus bisa menjangkau petani. Kita harus tahu apa yang mereka butuhkan. Kita harus hadir saat mereka panen, saat mereka kesulitan, dan saat mereka butuh pendampingan. Itu tugas kita,” tegas Imam.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang menargetkan seluruh desa di Magelang memiliki Kordes aktif sebelum akhir tahun. Struktur ini dianggap penting untuk mempercepat pelaksanaan program kerja dan memperkuat komunikasi antarwilayah.

Konsolidasi juga menjadi ruang evaluasi. Pengurus membahas strategi perekrutan anggota akar rumput, pembentukan kelompok tani binaan, dan penguatan koordinasi lintas kecamatan.

“Kita tidak bisa tunggu program datang dari atas. Kita harus siapkan diri. Kita harus siapkan struktur. Kita harus siapkan gerakan. Kalau kita kuat di bawah, kita bisa bicara di atas,” pungkas Imam.[]

 

 

Tani Merdeka OKU Timur Konsolidasi Struktur dan Hilirisasi Tebu

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menggelar konsolidasi pembentukan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes).

Pertemuan itu berlangsung di Desa Taraman, Kecamatan Semendawai Suku III, pada Sabtu, 5 Oktober 2025.

Pertemuan ini membahas penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa. Agenda utama juga menyoroti program hilirisasi pertanian tebu sebagai komoditas unggulan daerah.

Ketua DPD Tani Merdeka OKU Timur, M. Daud, menyampaikan program hilirisasi tebu menargetkan pengembangan lahan seluas 1.000 hektare di wilayah OKU Timur.

“Kita ingin petani tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi juga mampu mengolah dan menikmati hasil dari rantai nilai tebu itu sendiri,” ujar M. Daud.

Ia menekankan hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah produk, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi desa. Petani diharapkan terlibat aktif dalam seluruh proses, dari budidaya hingga pengolahan.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan juga pembentukan Korcam di beberapa wilayah. Struktur Korcam telah terbentuk di Semendawai Barat, Semendawai Timur, dan Belitang II. Wilayah lain ditargetkan menyusul paling lambat 30 Oktober 2025.

Pertemuan ini dihadiri anggota Kelompok Tani Merdeka OKU Timur dan perwakilan desa yang terlibat dalam program hilirisasi.

DPD Tani Merdeka OKU Timur berharap seluruh pengurus dapat bersinergi. Struktur organisasi yang solid dianggap penting untuk mempercepat realisasi program hilirisasi tebu dan menjawab kebutuhan petani secara langsung.[]

Perkuat Akar Rumput, Tani Merdeka Lampung Kukuhkan Korcam dan Kordes

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat menggelar pengukuhan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) pada Minggu, 5 Oktober 2025. Acara berlangsung di Sekretariat Korcam, wilayah Komplek Perkantoran Kabupaten Lampung Barat.

Pengukuhan ini guna memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa memastikan program kesejahteraan petani bisa dijalankan secara langsung dan tepat sasaran.

Ketua DPD Tani Merdeka Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, menegaskan pengurus di tingkat bawah harus aktif dan responsif terhadap kondisi petani.

“Kita tidak bisa hanya bicara di atas. Kita harus bergerak dari desa. Korcam dan Kordes adalah ujung tombak. Mereka harus tahu persoalan petani, harus hadir di lapangan, dan harus mampu menjembatani program ke masyarakat,” ujar Haris.

Ia menyampaikan bahwa pengukuhan ini harus menjadi alat kerja nyata, bukan hanya daftar nama.

“Kita ingin organisasi ini hidup. Jangan hanya ada di papan nama. Harus ada gerak, ada pendampingan, ada hasil. Petani butuh dukungan yang konkret,” tegas Haris.

Pengurus yang baru dikukuhkan diminta segera menjaring kelompok tani aktif di wilayah masing-masing. Mereka juga diminta membangun komunikasi dengan Dinas Pertanian, BUMD, dan pihak lain yang relevan.

“Petani kita tidak hanya butuh alat. Mereka butuh pendampingan, butuh kepastian harga, dan butuh perlindungan dari permainan pasar. Itu tugas kita,” kata Haris.

Ia juga mengingatkan agar pengurus tetap waspada terhadap isu provokasi yang bisa memecah konsolidasi petani.

“Jangan mudah terpengaruh. Kita harus jaga soliditas. Kita harus fokus pada kerja, bukan pada isu yang tidak jelas,” pungkas Haris.[]

Wah, Keren Petani Purbalingga Rayakan HUT Ke-80 TNI dengan Balap Traktor

0

TANIMERDEKA – Puluhan petani dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti lomba balap traktor di Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Lomba digelar di atas lintasan sawah sepanjang 335 meter.

Warga berdesakan di tepi pematang, menyaksikan para petani memacu traktor dengan penuh semangat.

Ajang ini digelar untuk memperingati HUT TNI ke-80, HUT Kodam IV/Diponegoro ke-75, dan Hari Tani Nasional 2025. Acara dibuka dengan penyerahan piala bergilir Bupati Purbalingga oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan kepada panitia lomba.

Lomba dilepas secara resmi oleh Dandim 0702 Purbalingga, Letkol Inf Untung Iswahyudi. Ia hadir bersama jajaran Pemkab, Dinas Pertanian, panitia, dan Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Purbalingga.

“Lomba balap traktor ini merupakan event perdana yang kami selenggarakan untuk memperingati momen penting bagi TNI dan petani Indonesia,” ujar Letkol Inf Untung Iswahyudi.

Sebanyak 51 peserta dari Purbalingga, Banjarnegara, dan Banyumas ikut berlaga. Mereka berasal dari berbagai kelompok tani aktif. Dukungan datang dari Pemkab Purbalingga, Gapoktan, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Purbalingga, serta sejumlah OPD terkait.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Purbalingga, Zulhasdi, menyampaikan lomba ini bukan sekadar hiburan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang ekspresi petani sekaligus ajang silaturahmi antarwilayah.

“Kami ingin petani punya ruang untuk tampil. Traktor bukan hanya alat kerja, tapi juga simbol ketangguhan petani. Lomba ini jadi cara kami menyatukan semangat, menyambung komunikasi, dan menunjukkan bahwa petani bisa kreatif,” ujar Zulhasdi.

Ia menambahkan kegiatan ini akan terus dikembangkan. DPD Tani Merdeka berencana menjadikan lomba balap traktor sebagai agenda tahunan.

“Kami akan evaluasi dan kembangkan. Kalau bisa, tahun depan kita buat lebih besar, lebih banyak peserta, dan lebih banyak hadiah. Tapi tetap fokus pada petani,” tegas Zulhasdi.

Salah satu peserta, Wawas Sutriono, mengaku senang bisa ikut. Ia menyiapkan traktornya sejak jauh hari, mulai dari pengecekan mesin hingga setelan gas.

Lomba berlangsung meriah. Sorakan warga terdengar sepanjang lintasan. Traktor berlumpur melaju cepat, beberapa peserta tergelincir, beberapa lainnya melaju mulus hingga garis akhir. Juara satu, dua, dan tiga mendapat trofi, uang pembinaan, dan sertifikat penghargaan.

DPW Tani Merdeka Riau Lantik 8 Korcam dan 12 Kordes, Oksi: Kita Terus Bergerak ke Desa

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau melantik delapan Kordinator Kecamatan (Korcam) dan dua belas Kordinator Desa (Kordes) pada Sabtu, 5 Oktober 2025. Pelantikan berlangsung khidmat di hadapan tokoh politik, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Oksi Saputra Malay. Ia menegaskan pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi memperluas struktur organisasi hingga ke tingkat desa.

Ia menyebutkan bahwa Provinsi Riau memiliki 169 kecamatan yang tersebar di 10 kabupaten dan 2 kota. Menurutnya, kerja organisasi harus menjangkau seluruh wilayah tersebut secara bertahap dan terukur.

Korcam yang dilantik di antara lain Pusako, Lubuk Dalam, Kerinci Kanan, Srigading, Simpang Perak, Kerinci Kiri, Seminai, dan Buatan Baru. Mereka akan bertugas menjaring kelompok tani, menyerap aspirasi, dan menyusun agenda kerja sesuai arahan organisasi.

Oksi juga menyampaikan pelantikan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya peran organisasi dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam aksi nyata di lapangan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung dan berkontribusi membangun wilayah Provinsi Riau.

Oksi mengaku, DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau akan melanjutkan pelantikan di kabupaten, kecamatan dan desa lain dalam waktu dekat. Fokus utama tetap pada pembentukan struktur desa dan penguatan kelembagaan petani.[]