Beranda blog Halaman 25

Don Muzakir Ajak Tani Merdeka Indonesia Bireuen Sukseskan Program Pangan Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menggelar silaturahmi bersama ratusan pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Bireuen, pada Selasa 4 November 2025).

Pertemuan berlangsung di Bireuen dan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus forum diskusi terbuka mengenai arah kebijakan pertanian nasional.

Don Muzakir mengatakan peran Tani Merdeka Indonesia sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor ketahanan pangan.

“Presiden Prabowo sangat membantu petani. Banyak program langsung menyentuh masyarakat, seperti penetapan harga gabah, singkong, dan jagung. Termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan alsintan, dan bibit jagung,” ujar Don Muzakir.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program nasional sangat bergantung pada kesiapan organisasi di tingkat daerah. Karena itu, ia meminta pengurus Tani Merdeka Indonesia di Aceh memperkuat struktur hingga ke tingkat desa.

“Kita harus perkuat struktur sampai desa. Petani tidak boleh jalan sendiri. Organisasi harus hadir, mendampingi, dan memastikan program pemerintah benar-benar sampai ke tangan petani,” katanya.

Silaturahmi ini juga diisi dengan diskusi. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari distribusi pupuk bersubsidi, akses alat dan mesin pertanian, hingga penguatan kelembagaan kelompok tani.

Pengurus DPD Bireuen menyampaikan petani di beberapa kecamatan masih kesulitan mengakses pupuk bersubsidi tepat waktu. Selain itu, mereka menyoroti perlunya pelatihan teknis untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan secara efisien.

Menanggapi hal itu, Don Muzakir meminta pengurus Tani Merdeka Indonesia segera melapor jika ada kesulitan akses pupuk dan kendala di lapangan.

“Kita tidak boleh diam. Kalau ada pupuk tidak sampai, harga tidak sesuai, atau bantuan tidak tepat sasaran, laporkan. Kita akan kawal bersama,” tegasnya.

Diskusi juga menyoroti pentingnya integrasi program pertanian dengan agenda ketahanan pangan nasional. Don Muzakir mengatakan ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga distribusi, akses, dan keberlanjutan.

“Ketahanan pangan itu bukan hanya soal tanam dan panen. Kita harus pastikan hasilnya sampai ke pasar, harganya adil, dan petaninya untung. Itu baru namanya berdaulat,” ujarnya.

Don Muzakir mendorong pengurus Tani Merdeka Indonesia di Aceh untuk aktif menyusun program kerja yang konkret dan berbasis kebutuhan lokal. Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi komoditas unggulan yang bisa dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Tugas kita adalah menyusun program yang sesuai dengan kondisi petani di sini,” katanya.

“Kita harus jadi penghubung antara petani dan kebijakan. Kalau kita solid, program Presiden pasti sukses. Kita harus jadi mitra aktif, bukan hanya penonton,” pungkas Don Muzakir.[]

Bupati Lilis Nuryani Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Kebumen

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kabupaten Kebumen resmi menjalin sinergi dengan DPD Tani Merdeka Indonesia Kebumen. Kolaborasi ini ditandai dengan kesediaan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menjadi Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Kebumen.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan berlangsung di ruang kerja bupati, pada Rabu 5 November 2025, dan dihadiri Ketua DPD Tani Merdeka Kebumen, Parjono, bersama jajaran pengurus.

Turut mendampingi Bupati Lilis, Kepala Bapperida Bahrun Munawir dan Kepala Distapang Teguh Yuliono.

Parjono mengatakan pertemuan ini tindak lanjut arahan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Pusat.

“Kami datang menyampaikan arahan Bapak Wamentan agar pengurus di daerah aktif berkoordinasi dengan kepala daerah, sebagai bagian dari struktur pembinaan Tani Merdeka,” ujar Parjono.

Ia menjelaskan secara kelembagaan, Tani Merdeka Indonesia memiliki dewan pembina berjenjang dari pusat hingga kabupaten/kota. Organisasi ini menaungi gabungan kelompok tani (Gapoktan), tokoh tani, pemerhati pertanian, kelompok perikanan, dan peternakan.

Parjono menambahkan banyak program pemerintah pusat akan disalurkan melalui Tani Merdeka Indonesia, termasuk hilirisasi pertanian dan pendampingan teknis.

Ia juga menyoroti kendala lapangan yang kerap dihadapi petani, seperti kesulitan memperoleh BBM (solar) untuk alat dan mesin pertanian.

Sementara itu Bupati Lilis menyambut baik sinergi tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan Tani Merdeka Indonesia di Kebumen.

“Saya sangat mendukung Tani Merdeka Indonesia. Yang terpenting, petani di Kebumen bisa sejahtera,” tegas Bupati Lilis.

Ia memastikan bahwa Pemkab Kebumen siap bersinergi dalam menjalankan program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani dan kemandirian pangan daerah.

Diskusi juga membahas strategi penguatan ketahanan pangan melalui integrasi program pertanian, distribusi bantuan, dan perlindungan lahan produktif.

Pemkab dan Tani Merdeka Indonesia sepakat untuk menyusun agenda kerja bersama yang melibatkan dinas teknis dan kelompok tani.

Sebagai tindak lanjut, Parjono menyampaikan bahwa hasil audiensi akan dibawa ke Semarang sebagai bagian dari persiapan Gebyar Tani tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada akhir November 2025.[]

Tani Merdeka Indonesia Sulut Tinjau Persiapan Ekspor Vanili di Mitra

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Utara meninjau persiapan ekspor vanili di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), pada Selasa 4 November 2025. Vanili menjadi komoditas unggulan yang dikembangkan oleh DPD Tani Merdeka Mitra.

Ketua DPW Tani Merdeka Sulut, Daniel Palit, hadir bersama jajaran pengurus. Rombongan disambut Ketua DPD Tani Merdeka Mitra, Amelius Manoppo, beserta anggota kelompok tani.

Daniel Palit menyampaikan apresiasi atas kerja keras DPD Mitra dalam membangun kualitas vanili yang siap ekspor.

“Saya sangat bangga dengan DPD TMI Mitra yang mampu menghasilkan vanili berkualitas tinggi dan siap bersaing di pasar internasional. Ini adalah bukti nyata bahwa petani kita mampu berinovasi dan menghasilkan produk unggulan,” ujar Daniel.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran Amelius Manoppo sebagai ketua sekaligus penangkar benih rempah terbaik tingkat nasional.

“Pak Ir Amelius Manoppo, kelompok tani Loor dan petani teladan oleh Pemerintah Provinsi tahun 2021 adalah sosok inspiratif bagi petani lainnya. Penghargaan yang diraihnya dari Kementerian Pertanian pada tahun 2021 adalah bukti nyata kualitas dan komitmennya dalam mengembangkan vanili,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, turut mengapresiasi terhadap capaian DPD Mitra.

“Saya sangat bangga dengan pencapaian DPD TMI Mitra. Ini adalah contoh sukses bagaimana TMI dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengembangan komoditas unggulan,” kata Don Muzakir.

Amelius Manoppo menyampaikan terima kasih atas dukungan dari DPW Tani Merdeka Indonesia Sulut dan DPN Tani Merdeka Indonesia. Ia menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas pasar vanili.

“Kami sangat termotivasi dengan dukungan ini. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas vanili kami dan memperluas pasar ekspor,” ujar Amelius.

Ekspor vanili dari Mitra diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi daerah. Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan komoditas unggulan dan memperluas daya saing di pasar global.[]

Tani Merdeka Indonesia Mamuju Tengah Kawal Harga Gabah di Tingkat Petani

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Mamuju Tengah bersama Bulog meninjau sawah tadah hujan di Desa Polongaan, Kecamatan Tobadak, pada Selasa 4 November 2025, pukul 13.30 WITA.

Kunjungan ini bertujuan memastikan harga gabah sesuai ketetapan pemerintah dapat diterapkan di lapangan.

Kegiatan dihadiri perwakilan Bulog, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Kanit Reskrim, Babinsa, petani, dan pembeli.

Ketua DPD Tani Merdeka Mamuju Tengah, Sujarno, mengatakan pentingnya pengawasan agar harga yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterima petani.

“Harga sudah ditentukan oleh pemerintah. Jangan sampai petani dirugikan karena permainan tengkulak atau pembeli yang tidak patuh,” ujar Sujarno.

Ia menambahkan bahwa Tani Merdeka Indonesia akan terus mengawal distribusi dan transaksi hasil panen agar petani memperoleh nilai jual yang layak.

“Kami ingin petani tidak hanya panen, tapi juga untung. Harga harus adil dan transparan,” katanya.

Sujarno juga mengatakan perlunya keterlibatan semua pihak, termasuk aparat dan lembaga distribusi, dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

“Kalau ada penyimpangan, kami siap laporkan. Petani tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri,” tegasnya.[]

Pengurus Tani Merdeka Indonesia Batang Hari Dilantik, Wakil Bupati: Petani Adalah Pahlawan Pangan Sejati

0

TANIMERDEKA – Wakil Bupati Batang Hari, Bakhtiar, menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Batang Hari, pada Senin 3 November 2025.

Acara digelar di Serambi Rumah Dinas Bupati dan dihadiri Ketua DPRD Batang Hari Rahmad Hasrofi, Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Jambi, kepala organisasi perangkat daerah, perwakilan organisasi masyarakat, serta kelompok tani dari berbagai kecamatan.

Bakhtiar menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Batang Hari terhadap sektor pertanian dan menyebut petani sebagai aktor utama ketahanan pangan nasional.

“Petani adalah profesi yang mulia. Petani adalah pahlawan pangan sejati,” tegas Bakhtiar.

Ia menilai Tani Merdeka Indonesia memiliki peran strategis sebagai wadah perjuangan hak dan aspirasi petani, sekaligus mitra pemerintah dalam pengembangan sektor pertanian.
“Tani Merdeka harus menjadi jembatan aspirasi petani ke pemerintah,” ujarnya.

Bakhtiar mendorong penerapan praktik pertanian ramah lingkungan dan modernisasi yang tetap menjaga kelestarian alam. Ia juga menyoroti persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang masih menjadi tantangan di lapangan.

“Banyak petani masih kesulitan mengakses pupuk bersubsidi,” ungkapnya.

Ia menyatakan Pemkab Batang Hari akan terus memperjuangkan akses sarana produksi yang adil bagi petani. Dukungan juga diberikan terhadap program strategis pemerintah seperti pengembangan food estate dan perlindungan lahan pertanian produktif.[]

Pemerintah Kota Medan Dorong Tani Merdeka Indonesia Jadi Pelopor Urban Farming

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kota Medan mendorong Tani Merdeka Indonesia menjadi pelopor inovasi pertanian perkotaan. Hal itu disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, saat menghadiri pelantikan pengurus kecamatan Tani Merdeka se-Kota Medan, pada Senin 3 November 2025, di Thayyiba Hall, RM Wong Solo, Medan.

Rico menilai pertanian kota memiliki tantangan ruang dan sumber daya yang terbatas. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan teknologi dalam pengelolaan urban farming.

“Inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan pertanian kota sangat penting dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan,” ujar Rico.

Ia meminta Tani Merdeka Indonesia Kota Medan melakukan terobosan berbasis teknologi agar pertanian kota lebih efisien dan berkelanjutan.

“Saya minta Tani Merdeka Indonesia untuk terus berinovasi dan membangun kerja sama dengan instansi yang lain,” katanya.

Rico juga mengatakan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Menurutnya, revitalisasi pertanian membutuhkan tenaga kerja yang kuat dan pendekatan yang lebih modern.

“Ajak anak-anak muda perlu turun ke lapangan. Kita ingin petani menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton. Siapkan program kerja yang konkrit dan Pemkot Medan siap bekerja sama,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Tani Merdeka Indonesia Kota Medan, Agus Suriyono, menyatakan komitmen organisasinya untuk mendukung program pemerintah, khususnya di sektor pertanian.

“Sejak dilantik 2024. Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk senantiasa mendukung seluruh kegiatan yang telah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kelautan Kota Medan,” ujar Agus.

Ia menyebutkan bahwa pengurus Tani Merdeka di tingkat kecamatan telah memulai sejumlah kegiatan, seperti budidaya cabai, lele, maggot, dan anggur. Sistem hidroponik dan akuaponik juga mulai diterapkan. Limbah organik dari rumah tangga, hotel, dan restoran dikelola menjadi pupuk kompos dan pakan maggot.[]

Silaturahmi di Kota Langsa, Don Muzakir: Struktur Tani Merdeka Indonesia Harus Segera Dibentuk Hingga Tingkat Desa

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, meminta seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia di Aceh agar memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat desa.

Hal itu disampaikan saat silaturahmi bersama pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Timur, pada Senin 3 November 2025, di Kota Langsa.

Menurut Don Muzakir, penguatan struktur di tingkat desa penting untuk memastikan program pertanian nasional berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kita butuh pasukan yang kuat di tingkat desa. Mereka yang akan jadi penggerak utama, menyusun program, mendampingi petani, dan memastikan program pemerintah benar-benar sampai ke bawah,” ujar Don Muzakir.

Di hadapan para pengurus Tani Merdeka Indonesia itu Ia menegaskan, Tani Merdeka harus menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor ketahanan pangan.

“Kita dukung semua program Presiden Prabowo Subianto agar bisa berjalan dirasakan oleh seluruh rakyat dan petani,” katanya.

Don Muzakir juga mengatakan pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi menjadi penting. Ia meminta pengurus Tani Merdeka Indonesia di daerah ikut memantau harga pupuk di lapangan.

“Kalau ada pupuk subsidi dijual di atas harga eceran tertinggi, tolong laporkan ke saya, agar segera ditindak. Kita ingin membasmi pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari program subsidi yang seharusnya untuk petani,” tegasnya.

Sebelumnya Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak 22 Oktober 2025. Penurunan ini bertujuan meringankan beban petani dan mengurangi tekanan pada anggaran negara. Harga urea kini ditetapkan Rp1.800/kg, NPK Rp1.840/kg, NPK Kakao Rp2.640/kg, ZA Rp1.360/kg, dan pupuk organik Rp640/kg.

Kebijakan ini itu bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo. Pemerintah juga menargetkan pembangunan tujuh pabrik pupuk baru hingga 2029 untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional.

Silaturahmi di Langsa ini bagian dari konsolidasi organisasi Tani Merdeka Indonesia di Aceh. Pengurus daerah menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk kebutuhan pendampingan teknis, akses alat pertanian, dan distribusi pupuk yang lebih adil.

Don Muzakir menyatakan Tani Merdeka Indonesia terus memperkuat peran di lapangan, terutama dalam menyampaikan laporan langsung dari petani kepada pemerintah pusat.[]

Wali Kota Medan Dukung Tani Merdeka Indonesia, Ini Pesannya

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kota Medan menyatakan mendukung pengembangan pertanian perkotaan yang digerakkan Tani Merdeka Indonesia. Komitmen itu disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menghadiri pelantikan pengurus kecamatan Tani Merdeka se-Kota Medan, Minggu 2 November 2025, di Thayyiba Hall, RM Wong Solo, Medan.

Sebanyak 21 koordinator kecamatan resmi dilantik dalam acara tersebut. Pelantikan dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Ketua DPW Tani Merdeka Sumatera Utara Muhammad Husni, dan Ketua DPD Tani Merdeka Kota Medan Agus Suriyono.

Wali Kota Medan mengapresiasi semangat para pengurus yang baru dilantik. Ia menilai pertanian kota tidak lagi bergantung pada lahan luas, melainkan bisa dikembangkan melalui teknologi seperti urban farming dan vertical farming.

“Mari kita cari teknologi terbaik dan ajak anak-anak muda ikut membangun pertanian kota yang modern,” ujar Rico.

Ia menyebutkan salah satu penyebab inflasi di Medan adalah naiknya harga cabai akibat gagal panen. Karena itu, program Tani Merdeka di 21 kecamatan diharapkan menjadi cadangan produksi yang membantu menjaga kestabilan harga pangan dan mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ini peluang besar bagi Tani Merdeka untuk menjadi pemasok utama bahan pangan lokal,” tegasnya.
Ketua DPD Tani Merdeka Kota Medan, H. Agus Suriyono, menyampaikan bahwa setelah pelantikan tingkat kecamatan, kepengurusan akan dibentuk di 151 kelurahan dalam waktu tiga bulan.
“Kami siap menjadi mata dan telinga pemerintah di lapangan, membantu menekan inflasi dan memperkuat ekonomi warga,” ujar Agus.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan pertanian telah berjalan di beberapa kecamatan, seperti budidaya cabai, lele, maggot, dan anggur. Selain itu, pengembangan sistem hidroponik dan akuaponik mulai diterapkan. Limbah organik dari rumah tangga, hotel, dan restoran juga dikelola menjadi pupuk kompos, pakan ternak, dan pakan maggot.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumatera Utara, Muhammad Husni, menegaskan pentingnya struktur organisasi yang kuat hingga tingkat kelurahan.

“Kalau kita ingin petani didengar, maka organisasi harus hadir sampai ke bawah. Korcam dan pengurus kelurahan akan jadi penghubung langsung antara petani dan kebijakan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Tani Merdeka bukan hanya wadah advokasi, tetapi juga alat distribusi informasi dan program pemerintah agar tepat sasaran.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan apresiasi atas konsolidasi yang dilakukan di Kota Medan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha.

“Kita ingin Tani Merdeka benar-benar menjadi rumah besar bagi petani Indonesia. Di sinilah kita bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan dan kemandirian pangan bangsa,” ujar Don Muzakir.

Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap program Presiden Prabowo Subianto.
“Kita dukung semua program Presiden Prabowo Subianto agar bisa berjalan dirasakan oleh seluruh rakyat dan petani,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengelolaan limbah sampah organik dan makanan berlebih antara Tani Merdeka Medan, PD Pasar Medan, PHRI Sumut, dan IHGMA Sumut. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan di wilayah perkotaan.[]

21 Korcam Kota Medan Dilantik, Don Muzakir: Tani Merdeka Harus Jadi Rumah Besar Petani Indonesia

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara resmi melantik 21 Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka se-Kota Medan, pada Minggu 2 November 2025. Pelantikan dihadiri lebih dari 600 peserta dari berbagai kecamatan di Kota Medan.

Acara ini turut dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, jajaran pengurus Partai Gerindra Kota Medan, serta perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Medan.

Pelantikan Korcam ini guna memperkuat struktur hingga tingkat kecamatan dan desa. Langkah ini dinilai strategis dalam memperluas jangkauan pendampingan petani dan mempercepat distribusi program bantuan pemerintah.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumatera Utara, Muhammad Husni, mengatakan pelantikan ini sebagai tonggak penting dalam membangun gerakan petani yang lebih terorganisasi dan responsif terhadap kebutuhan lapangan.

“Korcam akan menjadi ujung tombak gerakan petani di daerah. Mereka yang akan menyampaikan aspirasi dan mengawal program sampai ke lapangan,” ujar Muhammad Husni.

Ia menambahkan bahwa struktur organisasi yang kuat di tingkat kecamatan akan memudahkan koordinasi dengan pemerintah daerah, terutama dalam hal distribusi pupuk, bibit, dan alat pertanian.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan apresiasi atas soliditas pengurus Tani Merdeka di Sumatera Utara. Ia menekankan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kita ingin Tani Merdeka benar-benar menjadi rumah besar bagi petani Indonesia. Di sinilah kita bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan dan kemandirian pangan bangsa,” kata Don Muzakir.

Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap program Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pangan sebagai prioritas pembangunan nasional.

“Kita dukung semua program Presiden Prabowo Subianto agar bisa berjalan dirasakan oleh seluruh rakyat dan petani,” tambahnya.

Selain itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Medan, Agus Suriyono, menyampaikan bahwa setelah pelantikan tingkat kecamatan, kepengurusan akan segera dibentuk di 151 kelurahan dalam waktu tiga bulan ke depan.

“Struktur organisasi harus menjangkau hingga kelurahan agar kerja-kerja pendampingan petani lebih terarah dan merata,” ujar Agus.

Ia menyebutkan bahwa pengurus kelurahan akan difokuskan pada pendataan kelompok tani, identifikasi kebutuhan dasar, serta penguatan kapasitas petani melalui pelatihan dan advokasi kebijakan.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap gerakan Tani Merdeka. Ia menilai pelantikan ini sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan sektor pertanian.

“Pemerintah Kota Medan terbuka untuk berkolaborasi. Kami ingin program pertanian menyentuh langsung kebutuhan petani, bukan hanya berhenti di atas meja,” ujarnya.

Pelantikan Korcam juga diisi dengan diskusi terbuka dengan mahasiswa. Sejumlah isu mengemuka, seperti distribusi pupuk bersubsidi, akses alat pertanian, dan perlunya pendampingan teknis di lapangan.[]

Wamentan Sudaryono: Pertanian Tak Lagi Lambat, Mekanisasi Jadi Kunci

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan transformasi pertanian Indonesia memasuki babak baru. Pola kerja konvensional mulai ditinggalkan. Mekanisasi menjadi arah baru yang lebih cepat, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan petani.

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengatakan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai lompatan besar menuju pertanian yang maju dan mandiri.

“Sekarang zamannya bukan lagi mekanisapi, tapi mekanisasi. Bedanya jauh sekali. Kalau mekanisapi itu lambat, melelahkan, dan anak muda kurang tertarik. Dengan mekanisasi, pekerjaan lebih cepat, efektif, efisien, dan hasilnya meningkat. Petani tidak lagi capek, tapi produktif,” kata Sudaryono saat menyerahkan bantuan alsintan kepada petani Sumatera Selatan di Palembang, pada Rabu 29 Oktober 2025.

Ia menjelaskan mekanisasi mampu mempercepat seluruh rantai produksi, mulai dari tanam, panen, hingga pengolahan lahan. Frekuensi panen bisa meningkat dalam satu tahun.

Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun di lahan yang sama.

“Kalau tadinya nanam dan panen manual butuh waktu lama, sekarang pakai mesin bisa dipercepat. Panen selesai hari ini, besok tanah bisa langsung diolah dan ditanami lagi. Itu kuncinya supaya hasil meningkat dan petani makin sejahtera,” ungkapnya.

Dalam kunjungan itu, Sudaryono menyerahkan bantuan alsintan berupa traktor roda empat, combine harvester, benih unggul, dan paket pengembangan pekarangan pangan. Bantuan ini bagian dari program prioritas Kementan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Apa yang dibutuhkan rakyat, Insyaallah kita penuhi. Bantuan hari ini adalah contoh nyata: ada alsintan, benih, dan paket bantuan pertanian lainnya. Semua untuk mempercepat tanam, memperbanyak panen, dan meningkatkan penghasilan petani,” ujar Sudaryono.

Ia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dinilai berhasil menjaga stabilitas dan produktivitas sektor pertanian. Berdasarkan data Kementan, produksi beras di Sumsel hingga September 2025 mencapai lebih dari 700 ribu ton. Angka ini diperkirakan menembus satu juta ton hingga akhir tahun.

“Sumatera Selatan ini luar biasa. Peningkatan
produktivitasnya signifikan. Kita ucapkan selamat kepada Pak Gubernur, Dinas Pertanian, dan seluruh pemerintah kabupaten/kota yang sudah bekerja keras di lapangan,” katanya.

Sudaryono menekankan bahwa mekanisasi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga daya tarik bagi generasi muda.

“Dengan teknologi modern, pertanian itu keren. Ini bukan pekerjaan masa lalu, tapi masa depan. Kalau dulu orang enggan jadi petani karena berat, sekarang justru anak muda bisa bangga jadi pelaku utama pertanian modern,” kata Wamentan.

Dalam dialog bersama kelompok tani dan penyuluh, sejumlah petani menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan tambahan alat panen. Sudaryono menyatakan komitmennya untuk menambah bantuan sesuai produktivitas di lapangan.

“Kalau hasilnya naik, panennya makin banyak, kesejahteraan meningkat, laporkan ke kami. Tahun depan insyaallah kami tambah bantuannya. Prinsipnya, siapa yang rajin bekerja dan terbukti berhasil, pasti kami dukung,” tegasnya disambut tepuk tangan petani.

Sudaryono menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pembangunan pertanian di Sumatera Selatan, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh, perbankan, hingga legislatif.

“Pertanian ini kerja gotong royong. Pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani semua harus jalan bersama. Tujuannya satu: supaya rakyat sejahtera dan Indonesia kuat karena pangan kita cukup,” pungkas Sudaryono.[]