Beranda blog Halaman 24

Panduan Kerja AKPSI Diluncurkan, Kementan Dorong Tata Kelola Sawit Daerah

0

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menyambut baik peluncuran Panduan Program Kerja Lima Tahun Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) periode 2025–2030.

Dokumen ini disusun sebagai pedoman strategis bagi pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola perkebunan sawit.

Panduan mencakup penguatan produktivitas, peningkatan kesejahteraan petani, dan pengembangan hilirisasi berbasis potensi lokal.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, mengatakan sawit sebagai komoditas strategis yang menyerap jutaan tenaga kerja dan menopang ekonomi di banyak daerah.

“Panduan ini menunjukkan komitmen kuat daerah dalam membangun sektor sawit yang lebih transparan, adil, dan berkelanjutan. Kementan mengapresiasi inisiatif AKPSI yang sejalan dengan agenda nasional untuk memperkuat posisi petani, memastikan keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan daya saing sawit Indonesia di pasar global,” ujar Roni.

Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar manfaat ekonomi sawit dirasakan lebih merata. Panduan ini juga disebut sebagai langkah penting dalam harmonisasi kebijakan pembangunan sawit berkelanjutan.

“Penguatan kelembagaan petani, percepatan sertifikasi ISPO, serta peningkatan replanting atau PSR menjadi fokus bersama. Dengan panduan ini, kami optimistis daerah semakin siap menjalankan tata kelola sawit yang modern dan mendukung hilirisasi sesuai potensi lokal,” tambahnya.

Panduan AKPSI mencakup enam bidang strategis. Di antaranya advokasi kebijakan publik, penguatan ekonomi daerah dan hilirisasi, pemberdayaan petani, tata kelola lingkungan, perluasan kemitraan dan diplomasi sawit, serta komunikasi publik berbasis data.

Implementasi dilakukan bertahap selama lima tahun. Tahapan dimulai dari konsolidasi internal hingga penyusunan laporan capaian nasional.

Kementerian Pertanian berharap panduan ini menjadi acuan bersama dalam memperkuat industri sawit dari hulu hingga hilir.

“Kementan siap berkolaborasi dan memastikan bahwa daerah penghasil sawit mendapatkan dukungan penuh untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” kata Roni.

Dengan panduan tersebut, AKPSI diharapkan dapat memainkan peran lebih strategis dalam pembangunan perkebunan sawit yang inklusif dan berkelanjutan, sesuai arah kebijakan nasional.

 

Petani Tebu Mojokerto Sampaikan Aspirasi, Pemerintah Dorong Swasembada Gula

0

TANIMERDEKA – Para petani tebu di Mojokerto Raya menyampaikan aspirasi pada audiensi dengan Staf Ahli Kementerian Pertanian RI, Mujiburohman.

Pertemuan itu berlangsung pada Rabu, 19 November 2024, di salah satu warung kecil di Desa Bening, Kecamatan Gondang, Jawa Timur.

Audiensi dihadiri jajaran pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Mojokerto Raya, suasana pertemuan berlangsung santai, namun membahas isu strategis.

Fokus utama diskusi mencakup swasembada gula dan hilirisasi hasil pertanian tebu. Mujiburohman menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan kemandirian gula konsumsi sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional.

“Kita dulu pernah subur di gula. Ironisnya, kita sering impor. Bahkan kemarin itu gulanya petani tidak terserap karena kebanjiran gula impor,” ujar Mujiburohman.

Ia menekankan pentingnya peningkatan produktivitas tebu lokal agar kebutuhan dalam negeri terpenuhi tanpa bergantung pada impor.

Program yang dibahas mencakup pembukaan lahan baru seluas 200 hektare, pengembangan pemeliharaan tanaman tebu pascapanen, serta hilirisasi hasil tebu. Salah satu bentuk hilirisasi yang disinggung adalah pengembangan bioetanol dari limbah tebu, meskipun kewenangannya berada di Kementerian ESDM.

Dalam sesi dialog, petani menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak. Mereka menyoroti keterbatasan alat dan mekanisasi pertanian. Permintaan Alsintan untuk panen tebu menjadi salah satu poin utama.

Petani juga mengeluhkan akses terhadap bibit dan lahan. Dinas Pertanian menyampaikan bahwa pengajuan program dapat difasilitasi melalui kelompok tani (poktan) atau gabungan kelompok tani (gapoktan), dengan batas maksimal lima hektare dan jaminan bibit bersertifikat.

Terkait pupuk subsidi, petani diarahkan untuk menghubungi balai desa guna memperoleh informasi tentang gapoktan. Selanjutnya, penyuluh pertanian lapangan (PPL) akan membantu proses pengajuan.

Sementara itu Ketua Tani Merdeka Indonesia Mojokerto Raya, Gus Hari, mengapresiasi kunjungan dan keterbukaan dialog ini.

“Kami sangat berterima kasih atas kedatangan staf ahli kementerian. Bincang santai di Mojokerto ini diharapkan bisa membawa perubahan lebih baik kepada petani di Mojokerto Raya ini,” ujar Gus Hari.

Ia menambahkan keberhasilan program sangat bergantung pada komunikasi dan koordinasi antara kelompok tani, anggotanya, dan petugas penyuluh.[]

Kementan dan Korea Selatan Perkuat Kerjasama Percepatan Pertanian Modern

0

TANIMERDEKA – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan penguatan kerjasama Indonesia dan Korea Selatan menjadi penting dalam mendorong transformasi pertanian.

Menurutnya kemitraan kedua negara memberi pijakan bagi peningkatan kapasitas teknologi dan perluasan adopsi smart farming di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan pada penutupan Proyek K-Smart Farm di kantor pusat Kementerian Pertanian, Jakarta. Acara dihadiri delegasi senior dari MAFRA Korea, pimpinan EPIS, dan perwakilan Kedutaan Besar Korea.

“Penutupan proyek ini bukanlah akhir, melainkan fondasi bagi kerja sama lanjutan dalam smart farming, transformasi digital, dan peningkatan kapasitas SDM pertanian,” ujar Idha.

Delegasi Indonesia terdiri atas jajaran pimpinan Kementan, termasuk Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, Sekretaris Badan, dan pejabat unit pelatihan. Mereka menyampaikan apresiasi atas kontribusi teknologi dan pendampingan Korea selama tiga tahun terakhir.

Kolaborasi tersebut menghasilkan 24 smart greenhouse di BBPP Ketindan dan Polbangtan Bogor. Fasilitas dilengkapi sistem irigasi otomatis, pengendalian iklim terintegrasi, dan pemantauan berbasis IoT. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperkuat kapasitas pendidikan pertanian.

Idha merinci nilai hibah proyek sebesar 4,71 juta dolar AS atau sekitar Rp 70,6 miliar. Ia menyebut investasi tersebut sebagai bukti komitmen Pemerintah Korea dalam mendukung modernisasi pertanian di Indonesia.

Pada tahap implementasi, petani milenial dan staf teknis Indonesia mengikuti pelatihan operasional smart farming bersama tim Korea. Pendampingan ini mempercepat transisi menuju kemandirian teknologi. Sebagian peserta bahkan mengembangkan prototipe smart greenhouse berbiaya rendah dengan bahan lokal melalui pendekatan amati–tiru–modifikasi.

Idha menjelaskan bahwa pengembangan Smart Farming Innovation Valley akan menjadi agenda lanjutan. Fase pilot dijalankan pada 2025–2026, dilanjutkan difusi nasional hingga 2029, dan pembangunan Smart Farm Hub pada 2030.

Program ini diharapkan memperluas dampak inovasi pertanian ke berbagai daerah dan memperkuat ekosistem teknologi yang mendukung regenerasi petani.[]

Sektor Pangan Bisa Ciptakan Lapangan Kerja di Kaltara, Jufri Budiman: Pemuda Harus Ambil Peluang

0
Jufri Budiman Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Utara
Jufri Budiman Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Utara

TANIMERDEKA – Provinsi Kalimantan Utara memiliki karakter geografis yang beragam. Kota Tarakan dikelilingi laut dengan hasil tangkapan yang melimpah. Kabupaten Nunukan, Bulungan, Tana Tidung, dan Malinau memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan.

Sektor pangan dinilai sebagai peluang strategis untuk menciptakan lapangan kerja mandiri, potensi ini penting untuk menjawab tantangan regenerasi petani dan kemandirian ekonomi lokal.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Jufri Budiman, mengatakan peran pemuda harus menjadi fokus utama dalam pengembangan sektor pangan.

“Ada banyak manfaat jika dikembangkan, para pemuda yang harus difokuskan sehingga regenerasi dapat terjadi, bila perlu kita buat dulu uji petiknya dari daerah lain seperti Jawa Timur dan Jawa Barat, pengembangannya sudah mengarah ke sana,” kata Jufri Budiman yang juga Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

Ia menilai dukungan pemerintah provinsi sangat dibutuhkan. Stimulan khusus bagi pemuda harus disiapkan agar mereka tertarik masuk ke sektor pertanian dan peternakan.

Jufri menambahkan dukungan dari Pemprov Kaltara harus terintegrasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Ia menekankan pentingnya pelibatan sektor swasta dalam proses pendampingan dan pengawasan program.

“Pangan ini penting, ini yang kita makan setiap hari. Jadi ini barang mainnya harus keroyokan, dan tetap juga pada ujung-ujungnya ketahanan pangan kita bisa mandiri sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” pungkas pria yang akrab disapa JB.

Pemerintah daerah perlu menyiapkan kebijakan yang berpihak pada petani muda. Pengembangan model uji petik dari daerah lain bisa menjadi rujukan awal untuk menyesuaikan pendekatan dengan kondisi lokal Kalimantan Utara.[]

Jelang Gebyar Tani Merdeka 2025 di Jawa Tengah, Ahmad Luthfi Serukan Soliditas Petani

0
Ahmad Luthfi Ketua Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Jawa Tengah
Ahmad Luthfi Ketua Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Jawa Tengah

TANIMERDEKA – Gebyar Tani Merdeka 2025 digelar di GOR Jati Diri, Semarang, Jawa Tengah, pada 28–30 November 2025 mendatang. Kegiatan ini menjadi agenda nasional pertama Tani Merdeka Indonesia yang dipusatkan di Jawa Tengah.

Ketua Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerukan pentingnya menjaga kebersamaan dan rasa saling memiliki di antara seluruh elemen organisasi.

“Tani Merdeka adalah gerakan besar yang lahir dari semangat kebersamaan. Saya mengajak seluruh jajaran, relawan, dan keluarga besar Tani Merdeka Jawa Tengah untuk menjaga soliditas dan saling memiliki satu sama lain. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kita dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Mari kita sukseskan Gebyar Tani Merdeka 2025 sebagai bukti bahwa Jawa Tengah adalah episentrum gerakan pertanian modern dan mandiri,” kata Ahmad Luthfi yang juga Gubernur Jawa Tengah.

Gebyar ini dirancang sebagai ruang temu antara petani, akademisi, praktisi agrikultur, dan pemangku kepentingan. Tujuannya mendorong inovasi dan memperkuat ekonomi desa melalui pertanian.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menyatakan siap menyukseskan acara Gebyar Tani Merdeka 2025. Agenda nasional ini pertama kali dilakukan oleh Tani Merdeka Indonesia.

Maka kata pria yang akrab disapa Wawan ini harus sukses, sebab ini Gebyar Tani Merdeka ini menjadi agenda tahunan Tani Merdeka Indonesia yang bakal digelar di berbagai provinsi di Indonesia.

“DPW Tani Merdeka Jawa Tengah siap all out menyukseskan acara ini. Kami telah menyiapkan rangkaian kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan memberdayakan petani dari hulu hingga hilir. Saya mengajak semua DPD, relawan, dan simpul jaringan Tani Merdeka se-Jawa Tengah untuk hadir, terlibat, dan memastikan acara Gebyar Tani Merdeka 2025 menjadi sejarah baru kebangkitan pertanian rakyat,” ujar Wawan.

“Gebyar Tani Merdeka 2025 bukan hanya acara, tetapi pergerakan kolektif untuk menunjukkan kapasitas petani Jawa Tengah sebagai motor pembangunan daerah. Kami mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas tani, mitra, akademisi, dan relawan, untuk memberikan dukungan penuh. Inilah momentum kita menampilkan kekuatan nyata petani Jawa Tengah,” tambah Humas DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Boestanoel Arifin.

Rangkaian kegiatan akan melibatkan berbagai unsur, termasuk pameran hasil pertanian, diskusi kebijakan pangan, serta pelatihan teknologi budidaya. Panitia menyebut acara ini terbuka untuk publik dan diharapkan menjadi ruang konsolidasi gerakan tani di tingkat provinsi.[]

50 Hektare Lahan Disiapkan untuk Demplot Pertanian di Aceh Tamiang

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang berkoordinasi dengan Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan setempat, Rabu, 19 November 2025. Koordinasi dilakukan sebagai tindak lanjut kerja sama antara DPW Tani Merdeka Aceh dan PT Bio Energy Medan.

Dalam kerja sama tersebut, PT Bio Energy Medan memberikan kuota awal seluas 50 hektare untuk program demplot lahan sawah di Aceh Tamiang.

Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian melalui uji tanah, penerapan teknologi, dan model budidaya yang lebih efisien.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, menyampaikan bahwa pelaksanaan tahap awal akan dimulai dengan survei lapangan dan pengambilan sampel tanah.

“Untuk tahap awal ini kita diberikan kuota mengajukan sebanyak 50 hektare lahan sawah yang akan didemplot. Awalnya kita akan turun ke lapangan bersama Dinas Pertanian dan mengambil sampel tanah untuk uji lab guna melihat kualitas kesuburan tanah,” ujar Prawira Haji.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan, Irwan Hadi, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai program ini membuka peluang peningkatan produksi dan menjembatani kebutuhan petani.

“Pada dasarnya kami sangat mendukung maksud baik dari teman-teman Tani Merdeka Aceh Tamiang yang sudah menjembatani kebutuhan petani, termasuk dengan upaya menghadirkan PT. Bio Energy Rimba. Untuk rencana program demplot, kami menyarankan agar diprioritaskan lahan-lahan ekstrem di wilayah pesisir, di mana produksi padi masih rendah dan hanya panen sekali setahun,” jelasnya.

Program demplot ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara petani, organisasi tani, pemerintah daerah, dan pihak swasta. Pelaksanaan di lapangan akan menjadi tolok ukur efektivitas pendekatan teknologi dan pengelolaan lahan dalam meningkatkan hasil pertanian di Aceh Tamiang.

Wamentan Sudaryono: Alih Fungsi Lahan Harus Dihentikan

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan sektor pertanian merupakan fondasi masa depan bangsa. Menurutnya perlindungan lahan pertanian harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.

“Input pertanian bisa kita intervensi, bisa kita tingkatkan, tapi lahan dan air tidak bisa. Kalau lahan hilang, produksi hilang, dan kalau produksi hilang, pangan akan krisis. Ini fakta yang tidak bisa ditawar,” kata Sudaryono, pada Rabu, 19 November 2025.

Ia menyebutkan alih fungsi lahan tidak boleh lagi dibiarkan. Praktik tersebut dinilai mengancam stabilitas pangan nasional.

“Mulai sekarang, alih fungsi lahan sawah harus dihentikan. Jika tidak, kita sendiri yang akan menanggung risikonya. Jika pertanian bermasalah harga pangan akan naik, kebutuhan impor meningkat, petani kehilangan lahan, dan fondasi produksi pangan nasional melemah,” ujarnya.

Lebih lanjut Sudaryono mengatakan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat akan mendorong lonjakan kebutuhan pangan. Karena itu, lahan pertanian harus dijaga dan diperluas.

Pemerintah, menurut Sudaryono, tengah menyusun langkah konkret untuk memperkuat perlindungan lahan. Langkah tersebut mencakup percepatan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta penyempurnaan regulasi agar lahan tidak mudah dialihkan untuk kepentingan non-pertanian.

“Ini bukan hanya soal aturan, ini soal komitmen bersama. Kita harus menempatkan lahan pertanian sebagai aset strategis negara,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga lahan berarti menjaga masa depan Indonesia. Tanpa lahan yang cukup, kedaulatan pangan akan terancam.

“Pertanian adalah sektor penyelamat. Di masa sulit apa pun, pertanian yang berdiri paling kuat. Kalau hari ini kita gagal mempertahankan lahan, besok anak cucu kita yang akan menanggung akibatnya,” katanya.

Sudaryono mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah, pengusaha, masyarakat, dan pengembang, untuk mengutamakan kepentingan bangsa. Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lahan produksi pangan.

“Silakan membangun, tapi jangan sentuh lahan pertanian produktif. Mari kita jadikan perlindungan lahan sebagai gerakan nasional, bukan sekadar wacana,” kata Sudaryono.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan pemerintah pusat dan daerah tengah menata ulang rencana tata ruang wilayah. Fokus penataan mencakup alih fungsi lahan, lahan baku sawah, LP2B, dan kawasan pertanian berkelanjutan.

Tito menyebutkan daerah wajib merevisi tata ruang sebagai langkah strategis untuk mencegah konversi lahan secara sembarangan. Ia menyampaikan bahwa 87 persen wilayah dalam tata ruang nasional telah diproyeksikan sebagai kawasan pertanian.

Perlindungan terhadap sawah eksisting disebut menjadi prioritas utama. Pemerintah juga menyiapkan lahan baru untuk perluasan sawah.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan menggelar pertemuan gabungan antara Kementerian ATR/BPN, Kemendagri, BIG, dan Kementerian Pertanian. Pertemuan ini bertujuan mendorong pemerintah daerah segera merevisi peraturan daerah masing-masing.

Konversi lahan tetap dimungkinkan, namun harus melalui mekanisme dan regulasi yang ketat.

“Semua ini kita lakukan untuk memastikan swasembada benar-benar tercapai. Kita lindungi sawah yang ada, kita siapkan sawah baru, dan semuanya harus disiplin,” tutup Tito.[]

 

Petani Kedungringin Terdampak Banjir, Tani Merdeka Indonesia dan Wilmar Salurkan Benih

0

TANIMERDEKA – Banjir melanda lahan pertanian di Kedungringin Tengah, Kecamatan Beji, Pasuruan, dalam beberapa hari terakhir. Aktivitas pertanian terganggu.

Banyak petani mengalami kerugian akibat bibit padi rusak dan gagal tanam.

DPD Tani Merdeka Indonesia Pasuruan Raya bersama PT Wilmar Padi Indonesia menyalurkan bantuan benih padi kepada petani terdampak. Ketua DPD Tani Merdeka Pasuruan Raya, Winaryo Sujoko menyalurkan langsung bantuan bibit padi tersebut.

Ia menekankan pentingnya dukungan cepat dan berkelanjutan bagi petani.

“Dukungan kepada petani harus dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” kata Winaryo.

Ia menyebutkan pemulihan pasca banjir harus menyeluruh agar petani bisa kembali mengolah lahan dan tidak terhambat pada musim tanam berikutnya.

Perwakilan PT Wilmar Padi Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Sudarsono (Kepala Region Jawa Timur), Nanang (Kepala Divisi HRGA), dan Faris (Kepala Divisi Kemitraan). Kehadiran mereka menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan pertanian di Pasuruan.

Sudarsono menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang hadir dan bekerja sama.

“Kami mendengar bahwa lahan di sini terdampak banjir cukup parah. Karena itu kami hadir untuk membantu dan ikut menyejahterakan petani,” ujarnya. Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa petani Kedungringin.

Ia menegaskan bahwa Wilmar mengganti bibit padi yang rusak sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. Ia berharap pengelolaan banjir di wilayah tersebut bisa lebih baik ke depan.

“Harapan kita, ke depan bisa mengelola kondisi ini dengan lebih baik dan bisa menanam beberapa musim tanam, tidak hanya satu,” tambahnya.[]

Tani Merdeka Sumsel Sosialisasikan Hilirisasi Gula ke Petani Tebu

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan menyosialisasikan program hilirisasi gula nasional kepada petani tebu rakyat Cinta Manis. Kegiatan berlangsung di lahan tebu milik petani Desa Suka Nanti, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, pada Senin, 17 November 2025.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumsel, Medi Ahmazon, mengatakan sosialisasi bertujuan memperkenalkan program hilirisasi gula nasional. Program ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan petani tebu rakyat.

Medi menjelaskan hilirisasi mencakup pengolahan tebu menjadi gula dan produk sampingan bernilai ekonomi tinggi. Produk tersebut antara lain tetes untuk bioetanol dan pakan ternak.

“Program hilirisasi gula nasional ini dirancang untuk meningkatkan pendapatan petani tebu dan mendukung pengembangan industri gula yang berkelanjutan di Sumsel,” kata Medi.

Ia menambahkan pendampingan dari Tani Merdeka Indonesia akan membantu petani menerima program yang diinisiasi Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian.

Menurut Medi, manfaat program meliputi peningkatan nilai tambah produk, pengurangan impor gula, dan pengembangan pertanian terbarukan. Ia juga menyebut peningkatan hasil panen dan harga jual ke pabrik sebagai bagian dari skema yang ditentukan pemerintah.

Terkait program untuk petani tebu, Medi menyebutkan dua skema utama. Pertama, Bongkar Ratun. Kedua, pengembangan lahan tebu baru. Estimasi bantuan mencapai Rp 20 juta per hektar.

Ia menjelaskan bantuan mencakup biaya alat pertanian dan perawatan, termasuk pupuk dan pestisida. Bantuan akan disalurkan melalui kelompok tani atau gabungan kelompok tani yang terdaftar di Kementerian Pertanian.

“jika petani tebu di sini kelompok taninya belum terbentuk, segera berkoordinasi dengan penyuluh pertanian setempat untuk bisa diinput pada sistem menjadi CPCL (Calon Petani Calon Lahan).”

Petani Cinta Manis, Yusron, menyambut baik program ini. Ia berharap program dapat meningkatkan taraf hidup petani.

“Dengan program hilirisasi gula nasional, kami berharap dapat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup kami sebagai petani tebu,” kata Yusron.

Sosialisasi ini juga membahas rencana kedatangan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono pada pertengahan Desember 2025. Dalam kunjungan itu, dijadwalkan penanaman perdana tebu program Bongkar Ratun di lokasi yang sama.[]

 

DPW Tani Merdeka Jateng Jajaki Kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Siswanto. Pertemuan berlangsung di Semarang guna membangun kerjasama strategis dalam program “Jaksa Mandiri Pangan”.

Program ini inisiatif Kejaksaan Agung yang mendorong ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk petani di daerah.

Audiensi dihadiri para pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, antara lain Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono, Sekretaris Sigit, Humas Arifin.

Dalam pertemuan itu membahas peluang kerjasama di bidang edukasi pertanian, pendampingan petani, peningkatan produksi, dan penguatan ekosistem pangan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Siswanto, menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi ini.

“Kami menyambut baik inisiatif DPW Tani Merdeka Jawa Tengah. Program Jaksa Mandiri Pangan pada dasarnya hadir untuk mengedukasi, menggerakkan, dan menguatkan kemandirian masyarakat dalam sektor pangan. Sinergi dengan Tani Merdeka akan memperkuat efektivitas program dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh petani di Jawa Tengah,” ujar Kajati Siswanto.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi mitra pelaksana program.

“Tani Merdeka siap hadir sebagai mitra pelaksana yang siap bergerak di lapangan. Kita punya Satgas Tani yang sudah tersebar di 35 kabupaten/kota. Kolaborasi ini bukan hanya tentang program, tetapi tentang misi besar: memastikan petani mendapatkan pendampingan, edukasi, dan akses yang lebih baik. Bersama Kejaksaan, kami optimis dapat mempercepat tercapainya kemandirian pangan di Jawa Tengah,” ungkap Wawan.

Kedua pihak sepakat menyusun rencana kerja bersama. Agenda awal mencakup sosialisasi Program Jaksa Mandiri Pangan di seluruh kabupaten/kota, pembentukan tim koordinasi lapangan, penyusunan modul edukasi berbasis kebutuhan lokal, serta pelaksanaan proyek percontohan di wilayah strategis.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah dan Kejaksaan Tinggi menyatakan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Pertemuan lanjutan akan digelar untuk membahas teknis perjanjian kerjasama.[]