Beranda blog Halaman 26

DPW Tani Merdeka Jateng Temui Wamentan Sudaryono, Bahas Masa Depan Petani Muda

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menemui Wakil Menteri Pertanian Sudaryono usai acara “Indonesia Punya Kamu” di Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis, 13 November 2025. Pertemuan berlangsung singkat namun sarat pesan strategis.

Acara tersebut dihadiri ribuan peserta, terdiri dari mahasiswa, komunitas tani muda, dan relawan sektor pangan. Forum ini menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan gagasan segar dan membangun semangat regenerasi petani.

Wamentan Sudaryono yang juga Pembina Tani Merdeka Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap kiprah DPW Tani Merdeka Jateng. Ia menilai gerakan ini berperan penting dalam mendorong keterlibatan generasi muda di sektor pertanian.

“Saya bangga dengan langkah DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah yang terus hadir menggerakkan petani, mahasiswa, dan relawan untuk bersama membangun sektor pangan. Gerakan seperti inilah yang kita butuhkan agar regenerasi petani tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menjadi gerakan nyata,” kata pria yang akrab disapa Mas Dar.

“Tani Merdeka Indonesia harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan dan masa depan pertanian Indonesia tetap kuat. Semoga Tani Merdeka Indonesia di Jawa Tengah dibawah binaan Bapak Ahmad Luthfi bisa bersinergi dengan seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan dalam mengawal program Asta Cita Presiden Prabowo serta selaras membantu mensukseskan program intervensi Gubernur Jawa Tengah dalam hal ketahanan pangan sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan,” ujar Sudaryono.

Ia menambahkan sinergi antara pemerintah dan komunitas tani menjadi fondasi penting bagi kebijakan berkelanjutan, inovasi pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jateng, Wawan Pramono, menyampaikan kehadiran organisasinya dalam acara tersebut merupakan bentuk dukungan moral dan komitmen terhadap edukasi petani.

“Kami dari DPW Tani Merdeka Jateng merasa terhormat dapat membersamai Bapak Menteri dan Bapak Wamentan Sudaryono di acara ini. Ini menunjukkan bahwa gerakan kami mendapat tempat penting dalam ekosistem pembangunan pertanian nasional. Kami akan terus menggerakkan relawan, mendampingi petani, serta memperluas program-program regenerasi petani di seluruh Jawa Tengah,” ujar Wawan.

Ia menambahkan kampus seperti UNS memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran bertani di kalangan mahasiswa.

“UNS adalah ruang yang tepat untuk menghidupkan kembali semangat bertani di kalangan mahasiswa, sehingga pertanian tidak lagi dianggap sebagai sektor tradisional, tetapi sebagai peluang masa depan yang menjanjikan,” katanya.

DPW Tani Merdeka Indonesia Jateng menargetkan perluasan program pendampingan petani muda di 35 kabupaten/kota. Fokus kegiatan mencakup pelatihan teknis, advokasi kebijakan, dan penguatan kelembagaan tani berbasis desa.[]

Pengurus DPD Tani Merdeka Kerinci dan Sungai Penuh Dilantik, Ini Pesan Ketua DPW

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh resmi dilanik, pada Kamis, 13 November 2025. Pengukuhan berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh.

Kedua pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia ini dilantik oleh Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Jambi, Candra Andika.

Acara dihadiri Wakil Bupati Kerinci, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, unsur Forkopimda, Ketua DPRD kabupaten dan kota, serta sejumlah tokoh masyarakat dan petani.

Struktur kepengurusan DPD Tani Merdeka Kabupaten Kerinci dipimpin Edminuddin sebagai ketua, Rinaldi sebagai ketua harian, dan Bobi sebagai sekretaris. Untuk Kota Sungai Penuh, Maswan menjabat ketua dan Arifman sebagai sekretaris.

Dalam sambutannya, Candra Andika menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah mendukung keberadaan Tani Merdeka di Jambi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemda, Pemkab, dan semua tamu undangan yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu,” ujar Candra.

Ia meminta agar pengurus baru menjalankan tugas secara profesional dan membangun kerja sama lintas sektor.

“Kami mohon doa restu dan dukungannya. Semoga kami bisa mengemban amanah ini dan bersinergi di semua lini untuk membangun petani yang lebih handal dan maju,” katanya.

Candra juga menekankan pentingnya memperluas struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

“Hari ini, setelah dilantik, bapak ibu otomatis menjadi bagian dari keluarga besar Tani Merdeka Indonesia. Jalankan tugas dengan baik dan segera bentuk kepengurusan hingga ke tingkat desa,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia berharap Tani Merdeka dapat berperan aktif dalam mendukung petani di wilayahnya.

“Selamat kepada Satgas dan DPD Tani Merdeka Kerinci dan Sungai Penuh, semoga bisa mengembangkan amanah dalam mensejahterakan petani,” kata Azhar.

Ia juga mengingatkan agar organisasi tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga memberi masukan yang konstruktif kepada pemerintah.

“Kepada Tani Merdeka jangan hanya jadi pengkritik tapi pemberi solusi Pemerintah, agar petani kita bisa makmur dan sejahtera,” ucapnya.

Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh merupakan wilayah agraris dengan potensi pertanian dan perkebunan yang besar. Komoditas seperti padi, kopi, dan hortikultura menjadi andalan petani setempat. Namun, tantangan seperti akses pupuk, harga jual, dan regenerasi petani masih menjadi pekerjaan rumah.

Tani Merdeka Indonesia diharapkan dapat menjadi jembatan antara petani dan kebijakan publik. Pengurus baru akan menyusun program kerja yang fokus pada pendampingan kelompok tani, advokasi kebijakan, dan penguatan kelembagaan di tingkat desa.[]

Kelompok Tani Binaan Tani Merdeka Bireuen Terima Bantuan Combine Harvester

0

TANIMERDEKA – Bupati Bireuen H. Mukhlis bersama Dinas Pertanian dan jajaran DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen menyerahkan satu unit combine harvester kepada Kelompok Tani Maju Beusare. Penyerahan berlangsung di Desa Cot Laga Sawa, Kecamatan Kuala, Kamis, 13 November 2025.

Combine harvester tersebut merupakan bantuan dari program pemerintah pusat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat dukungan terhadap petani di daerah.

Kelompok Tani Maju Beusare merupakan kelompok binaan DPD Tani Merdeka Bireuen. Mereka mengelola lahan sawah di wilayah pesisir yang kerap menghadapi kendala panen akibat cuaca dan keterbatasan tenaga kerja.

Alat panen modern ini diharapkan mampu mempercepat proses pemanenan padi, mengurangi biaya operasional, serta menekan kehilangan hasil panen. Petani juga diharapkan dapat mengatur waktu tanam dan panen lebih efisien.

Dalam sambutannya, Bupati H. Mukhlis menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan organisasi Tani Merdeka.

“Bantuan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan organisasi Tani Merdeka dalam memperkuat sektor pertanian di daerah. Semoga petani kita semakin sejahtera dan mampu berdaulat di tanah sendiri,” ujar H. Mukhlis.

Lebih lanjut H. Mukhlis mengatakan pertanian di Bireuen masih menghadapi tantangan teknis, terutama dalam hal mekanisasi dan akses alat pertanian. Pemerintah daerah akan terus mendorong pemanfaatan alsintan agar petani tidak tertinggal secara teknologi.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Bireuen, Azhari, menyampaikan komitmen untuk mendampingi petani dalam pemanfaatan combine harvester secara berkelanjutan.

“Kami akan terus mendampingi petani binaan agar mampu mengoptimalkan pemanfaatan alsintan tersebut secara berkelanjutan,” kata Azhari.

Ia menambahkan bahwa pelatihan teknis dan pengelolaan kelompok akan dilakukan agar alat tidak hanya digunakan saat panen, tetapi juga dirawat dan dijadwalkan secara kolektif.

Kegiatan penyerahan alsintan ini dihadiri pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen, perangkat desa, dan anggota kelompok tani. Suasana berlangsung sederhana namun penuh semangat. Petani menyambut baik bantuan tersebut dan berharap dukungan serupa dapat menjangkau kelompok lain di kecamatan sekitar.

Bireuen merupakan salah satu sentra produksi padi di Aceh. Namun, sebagian besar petani masih menggunakan alat manual. Mekanisasi pertanian menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing petani di tingkat lokal.[]

DPW Tani Merdeka Papua Dilantik, Sudaryono: Petani Papua Harus Dibantu, Irigasi dan Benih Harus Sampai ke Lapangan

0

TANIMERDEKA – Pembina Tani Merdeka Indonesia Sudaryono menyampaikan dukungan penuh terhadap kepengurusan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua.

Dukungan disampaikan secara virtual saat pelantikan pengurus yang digelar di Graha Sara, Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, pada Kamis, 13 November 2025.

Sudaryono yang juga Wakil Menteri Pertanian menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Ia meminta pengurus bekerja keras untuk memajukan sektor pertanian di Papua.

“Selamat atas pelantikan. Siap bekerja keras,” ujar Sudaryono.

Ia menyebutkan Papua memiliki lahan luas dan subur, tetapi masih menghadapi banyak kendala. Petani kesulitan mengakses benih, alat pertanian, pupuk, dan jaringan irigasi. Pemerintah, menurutnya, harus hadir langsung di lapangan.

“Kita bangun pertanian kita, bahkan di daerah pegunungan yang sulit sekalipun. Kita tetap harus membawa perubahan dan kesejahteraan, khususnya bagi rakyat di Provinsi Papua,” tegasnya.

Sudaryono berjanji akan datang langsung ke Papua untuk bertemu dengan pengurus Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua dan para petani.

“Walaupun saya belum bisa hadir secara langsung, saya berjanji akan datang ke Papua untuk bertemu dengan teman-teman dan kader-kader petani di sana,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pdt. David Waromi yang kini memimpin DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua. Ia juga menyampaikan salam hormat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.

“Selamat kepada Pendeta David Waromi dan seluruh pengurus. Salam hormat saya untuk kawan-kawan semua,” ucapnya.

Sudaryono mengatakan bahwa 5 sampai 10 tahun ke depan akan menjadi masa penting bagi pembangunan pertanian nasional. Ia berharap Tani Merdeka Indonesia menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Pengabdian kita selama lima sampai sepuluh tahun ke depan, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, akan membawa kemajuan besar bagi bangsa kita,” jelasnya.

Ia menegaskan kedaulatan pangan harus dimulai dari wilayah yang selama ini terpinggirkan. Papua, menurutnya, harus menjadi bagian dari peta produksi nasional.

“Swasembada pangan, kedaulatan pangan, dan kemajuan bangsa adalah cita-cita bersama. Ini adalah kemajuan untuk seluruh rakyat Indonesia, dan secara khusus bagi rakyat di Tanah Papua,” tandasnya.

Pelantikan pengurus DPW Tani Merdeka Papua menjadi bagian dari konsolidasi organisasi petani di wilayah timur Indonesia. Papua memiliki potensi pertanian yang besar, mulai dari dataran tinggi hingga pesisir. Komoditas seperti padi, jagung, kopi, dan kakao tumbuh baik di berbagai zona agroklimat.

Namun, tantangan seperti keterbatasan akses jalan, minimnya pendampingan teknis, dan distribusi hasil panen masih menjadi hambatan. DPW Tani Merdeka Papua menargetkan pembentukan tim fasilitator di distrik-distrik prioritas untuk mendampingi petani secara langsung.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi petani, Papua diharapkan menjadi pusat pertumbuhan pangan strategis di kawasan timur Indonesia.[]

Lantik Pengurus DPW Tani Merdeka Papua, Don Muzakir: Presiden Prabowo Cinta Tanah Papua

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, melantik Pdt. David Waromi sebagai Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Graha Sara, Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, pada Kamis 13 November 2025.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan DPN Tani Merdeka Indonesia Nomor 327/SK-DPN/Tani Merdeka/XI/2025. Keputusan tersebut menandai dimulainya masa bakti kepengurusan Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua untuk periode 2025–2030.

Hadir dalam kegiatan itu Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia Pemerintah Provinsi Papua Origenes Kambuaya yang mewakili Penjabat Gubernur Papua, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para petani dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Don Muzakir menyampaikan pesan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap Papua. Ia menegaskan, Papua selalu memiliki tempat istimewa di hati Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden Prabowo Subianto cinta sama Tanah Papua. Beliau ingin masyarakat Papua sejahtera,” kata Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir, pemerintah saat ini menaruh fokus besar pada sektor pertanian di Papua. Tanah yang luas dan subur harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Masyarakat Papua harus sejahtera. Papua ini luas dan subur. Pemerintah Presiden Prabowo membantu benih jagung, padi, alat dan mesin pertanian, serta membangun irigasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian memastikan petani mudah mengakses pupuk dengan harga yang terjangkau.

“Petani harus bisa mengakses pupuk, dan harga pupuk akan turun. Presiden Prabowo menginginkan seluruh masyarakat Indonesia sejahtera, tanpa terkecuali,” ucapnya.

Sementara itu, Pdt. David Waromi, yang juga anggota DPD RI, menyebutkan pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Ia memaknainya sebagai awal kebangkitan pertanian Papua untuk Indonesia.

“Hari ini bukan sekadar seremoni. Hari ini adalah tanda lahirnya tekad untuk menjadikan Tanah Papua bukan hanya penerima bantuan pangan, tetapi penghasil, penjaga, dan penentu masa depan kedaulatan pangan Indonesia,” tegas Waromi.

Dengan tema “Tani Merdeka Indonesia: Dari Tanah Papua, Kedaulatan Pangan Dimulai”, ia menegaskan Papua memiliki potensi besar menjadi motor penggerak pertanian nasional.

Waromi menilai, kedaulatan pangan Indonesia tidak akan sempurna tanpa peran Papua.

“Kalimat itu bukan hanya slogan, tetapi seruan hati dan janji. Kami percaya kedaulatan pangan Indonesia tidak akan lengkap tanpa Papua,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekayaan alam Papua memberi harapan besar bagi masa depan pertanian Indonesia.

“Dari tanah yang kaya dan subur di Papua akan tumbuh berbagai hasil pertanian unggulan seperti padi, jagung, kopi, dan kakao. Semua itu bukan hanya memberi makan rakyat Papua, tetapi juga menghadirkan harapan bagi seluruh Nusantara,” tutur Waromi.

Pelantikan DPW Tani Merdeka Papua ini dimulainya babak baru gerakan petani di ujung timur Indonesia, sebuah langkah nyata mewujudkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan petani sebagai pilar kesejahteraan bangsa.[]

Prof Sri Puryono Ditunjuk Jadi Dewan Penasehat Tani Merdeka Jawa Tengah

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah menetapkan Prof. Sri Puryono sebagai Ketua Dewan Penasehat. Penunjukan ini dilakukan untuk memperkuat arah kebijakan organisasi, terutama dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.

Prof. Sri Puryono dikenal sebagai birokrat dan akademisi. Ia pernah menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah dan aktif di bidang pertanian, kehutanan, serta lingkungan hidup. Kiprahnya selama puluhan tahun menjadikan ia salah satu figur yang konsisten memperjuangkan keseimbangan antara ketahanan pangan dan kelestarian alam.

Menurut Prof. Sri Puryono pertanian tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial dan ekologis.

“Pertanian itu bukan sekadar urusan tanam dan panen, tetapi bagian dari sistem kehidupan yang menyangkut lingkungan, sosial, dan ekonomi. Karena itu, saya mengajak seluruh kader Tani Merdeka untuk membangun pertanian yang hijau, produktif, dan lestari. Kita tidak bisa bicara kedaulatan pangan tanpa menjaga keseimbangan alam,” ujar Prof. Sri Puryono KS.

Ia menyebutkan Tani Merdeka Indonesia harus menjadi gerakan yang mampu mendidik dan menggerakkan petani. Menurutnya, regenerasi dan inovasi harus tumbuh dari semangat gotong royong.

“Tani Merdeka harus menjadi gerakan yang mampu mengedukasi, menggerakkan, dan memberdayakan. Di dalamnya ada semangat regenerasi, inovasi, dan gotong royong yang menjadi ciri khas petani Jawa Tengah,” tambahnya.

Prof. Sri Puryono juga mengatakan pentingnya integrasi antara ilmu dan praktik lapangan. Ia menyebut bahwa petani perlu didorong untuk mengadopsi teknologi tanpa meninggalkan kearifan lokal.

“Petani kita harus naik kelas. Ilmu pertanian modern harus disinergikan dengan kearifan lokal yang sudah terbukti. Inilah tantangan sekaligus peluang bagi Tani Merdeka untuk hadir sebagai jembatan antara dunia akademik dan dunia tani,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Prof. Sri Puryono bergabung dalam jajaran pimpinan organisasi.

“Kami merasa terhormat memiliki sosok sekaliber Prof. Sri Puryono di jajaran Tani Merdeka. Beliau bukan hanya seorang pemikir besar, tetapi juga pejuang nyata di lapangan. Arahan dan pandangan beliau akan menjadi pandu strategis dalam setiap langkah Tani Merdeka Jawa Tengah untuk memastikan petani kita tidak hanya sejahtera, tetapi juga berdaya saing,” ujar Wawan Pramono.[]

Tani Merdeka Aceh Jaya Konsultasi ke Dinas PUPR, Bahas Infrastruktur Pertanian

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Jaya menggelar konsultasi teknis bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, pada Rabu, 12 November 2025. Pertemuan diikuti para Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa.

Konsultasi difokuskan pada pemahaman teknis pengajuan irigasi pertanian melalui Sistem Informasi Pusat Irigasi (SIPURI). Mekanisme ini digunakan pemerintah untuk menampung dan menilai usulan pembangunan jaringan irigasi dari daerah.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Jaya, Fitra Akhyar, menyampaikan kegiatan ini bertujuan memperkuat peran organisasi dalam menyampaikan kebutuhan petani secara terstruktur.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh Ketua DPK Tani Merdeka di Aceh Jaya memahami mekanisme dan prosedur pengajuan usulan irigasi melalui SIPURI. Dengan begitu, mereka dapat membantu petani di wilayahnya masing-masing agar aspirasi dan kebutuhannya tersampaikan dengan baik kepada pemerintah,” ujar Fitra Akhyar.

Ia menyebutkan irigasi menjadi persoalan mendasar di banyak kecamatan. Banyak petani mengandalkan tadah hujan, sementara potensi lahan belum tergarap optimal karena keterbatasan akses air.

Konsultasi ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Fitra menegaskan bahwa Tani Merdeka Aceh Jaya berkomitmen mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan lapangan.

“Langkah ini juga sejalan dengan semangat Tani Merdeka untuk mendukung program Swasembada Pangan Nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Ia menambahkan sinergi antara organisasi petani, pemerintah daerah, dan kementerian teknis menjadi kunci agar pembangunan irigasi berjalan tepat sasaran. DPD Aceh Jaya akan menyusun daftar prioritas usulan berdasarkan kondisi lapangan dan masukan dari DPK.

Dinas PUPR menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menyampaikan bahwa SIPURI dapat diakses oleh masyarakat melalui pendampingan organisasi atau perangkat desa. Usulan yang masuk akan diverifikasi berdasarkan kelayakan teknis dan ketersediaan anggaran.

Tani Merdeka Aceh Jaya menargetkan seluruh kecamatan memiliki perwakilan yang memahami proses pengajuan irigasi. Mereka juga akan mengadakan pelatihan lanjutan agar pengurus desa mampu menyusun dokumen usulan secara mandiri.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Utara Hadiri Rapat Qanun Pertanian

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara menghadiri rapat dengar pendapat umum yang digelar DPRK Aceh Utara di aula Kantor Bupati Lhoksukon, pada Rabu, 13 November 2025. Rapat membahas Rancangan Qanun tentang Perlindungan Lahan Pertanian, Pengelolaan Pertanian, dan Penyelenggaraan Irigasi.

Kehadiran DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara menjadi bentuk dukungan terhadap proses penyusunan kebijakan daerah di sektor pertanian.

Meski tidak menyampaikan pandangan langsung, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara menilai forum ini penting untuk membangun komunikasi antara legislatif dan pemangku kepentingan.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara, H. Abdul Mutaleb, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam rapat tersebut.

“Kami hadir untuk mendukung proses pembahasan qanun ini dan siap memberikan masukan apabila dibutuhkan di tahap selanjutnya. Harapan kami, qanun ini nantinya benar-benar berpihak kepada petani dan mampu memperkuat sektor pertanian Aceh Utara,” ujar H. Abdul Mutaleb.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara berharap qanun ini menjadi landasan hukum yang melindungi lahan pertanian, memperbaiki pengelolaan, dan menjamin keberlanjutan irigasi. Melalui partisipasi dalam forum ini.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara menegaskan komitmen untuk mengawal kebijakan pertanian agar sejalan dengan kepentingan petani dan pembangunan berkelanjutan di Aceh Utara.[]

Dari Dapur Kelompok Wanita Tani Brebes, Bawang Goreng Crispy Jadi Solusi Pascabanjir

0

TANIMERDEKA – Di depan rumah yang sederhana di Kabupaten Brebes, aroma bawang merah goreng menyeruak tajam. Suara gemericik minyak panas berpadu dengan tawa ibu-ibu yang sibuk mengiris, menimbang, dan mengemas. Mereka bukan sekadar memasak. Mereka sedang membangun harapan.

Kelompok Wanita Tani binaan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Brebes mengikuti pelatihan pembuatan bawang merah goreng crispy. Kegiatan ini digelar sebagai respons atas melimpahnya stok bawang merah akibat panen prematur pascabanjir yang melanda sejumlah lahan pertanian di wilayah tersebut.

Pelatihan berlangsung di salah satu rumah anggota kelompok di Dusun I Kepu Wanasari, Brebes. di depan rumah warga ibu-ibu sedang mengupas bawang. Bawang-bawang yang semula terancam membusuk kini diolah menjadi produk bernilai jual.

Imam Turmudzi, Bendahara DPD Tani Merdeka Kabupaten Brebes, mengatakan pelatihan ini langkah konkret untuk mengurangi potensi kerugian petani.

“Ini stok bawang merah akibat banjir akan melimpah ruah panen prematur,” ujarnya.

Ia menambahkan pelatihan ini bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan semangat wirausaha perempuan di desa.

“Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok ini dibina jadi sehingga punya skill dan terbangun bisnis,” kata pria yang akrab disapa Imam.

Bawang goreng crispy dipilih karena prosesnya relatif sederhana dan bahan bakunya tersedia. Produk ini juga memiliki daya simpan lebih lama dan permintaan pasar yang stabil, terutama menjelang musim libur dan hari besar keagamaan.

Setiap anggota kelompok dilatih mulai dari proses sortir bawang, teknik pengirisan tipis, penggorengan suhu rendah, hingga pengemasan higienis. Mereka juga dikenalkan pada pencatatan biaya produksi dan strategi pemasaran sederhana.

Di sela aktivitas, beberapa ibu bercerita bahwa sebelumnya mereka hanya menjual bawang dalam bentuk segar. Setelah banjir, harga anjlok dan banyak hasil panen terbuang. Kini, mereka melihat peluang baru.

“Kalau dijual mentah, harganya jatuh. Tapi kalau digoreng, bisa lebih tahan lama dan dijual ke warung-warung,” ujar Siti, salah satu peserta pelatihan.

DPD Tani Merdeka Brebes menargetkan pembentukan unit usaha mikro berbasis komunitas. Produk bawang goreng akan dipasarkan melalui koperasi tani, toko kelontong, dan jaringan komunitas di luar daerah.

Pelatihan ini juga menjadi ruang pertemuan sosial. Di sela-sela aktivitas, para ibu saling bertukar cerita, resep, dan strategi bertahan hidup pascabanjir. Mereka tidak hanya belajar mengolah bawang, tetapi juga membangun solidaritas.

Langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya lebih besar untuk memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga petani. Di tengah ketidakpastian cuaca dan fluktuasi harga pasar, dapur-dapur seperti ini menjadi ruang produksi sekaligus ruang perlawanan.

Tani Merdeka Indonesia Bandar Lampung Audiensi dengan Dinas Perikanan, Ini yang Bahas

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Bandar Lampung menggelar audiensi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bandar Lampung, pada Rabu, 12 November 2025. Pertemuan berlangsung di kantor dinas setempat dan membahas penguatan kerja sama dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan.

Pengurus DPD Tani Merdeka hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka disambut Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan, Maidasari, bersama Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Galih, serta perwakilan penyuluh dari kementerian, Bambang dan Darius.

Ketua DPD Tani Merdeka Kota Bandar Lampung, Zulkifli, menyampaikan kesiapan organisasinya untuk mendukung program pemerintah di sektor perikanan.

“Kami siap bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bandar Lampung untuk meningkatkan produksi perikanan dan kelautan di daerah tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia ingin terlibat langsung dalam penguatan kapasitas pelaku usaha perikanan, termasuk kelompok nelayan dan pembudidaya ikan skala kecil.

Audiensi membahas strategi pengembangan sektor kelautan yang berkelanjutan. Fokus pembahasan mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, dan perluasan akses pasar.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bandar Lampung, Maidasari, menyampaikan bahwa potensi sektor ini sangat besar. Ia menilai posisi geografis dan kekayaan sumber daya alam menjadi modal penting bagi pengembangan jangka panjang.

“Potensi ke depan untuk kelautan dan perikanan Kota Bandar Lampung sangat besar, mengingat lokasi geografisnya yang strategis dan sumber daya alam yang melimpah,” kata Maidasari.

Ia menyebutkan lima langkah prioritas yang dapat dilakukan pemerintah dan mitra organisasi. Pertama, pengembangan budidaya perikanan yang berkelanjutan. Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan. Ketiga, pembangunan infrastruktur perikanan yang memadai. Keempat, perluasan akses pasar bagi produk lokal. Kelima, pengembangan ekowisata berbasis kelautan yang ramah lingkungan.

DPD Tani Merdeka Indonesia Bandar Lampung menyambut baik rencana tersebut. Mereka menilai kolaborasi lintas sektor penting untuk memperkuat posisi petani dan nelayan dalam rantai produksi dan distribusi pangan laut.

Pertemuan ini awal dari rencana tindak lanjut bersama. Kedua pihak sepakat membentuk tim koordinasi teknis untuk memetakan kebutuhan lapangan dan menyusun program pendampingan yang sesuai dengan kondisi wilayah pesisir Kota Bandar Lampung.[]