Beranda blog Halaman 20

Tani Merdeka Sumsel Sosialisasikan Hilirisasi Gula ke Petani Tebu

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan menyosialisasikan program hilirisasi gula nasional kepada petani tebu rakyat Cinta Manis. Kegiatan berlangsung di lahan tebu milik petani Desa Suka Nanti, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, pada Senin, 17 November 2025.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumsel, Medi Ahmazon, mengatakan sosialisasi bertujuan memperkenalkan program hilirisasi gula nasional. Program ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan petani tebu rakyat.

Medi menjelaskan hilirisasi mencakup pengolahan tebu menjadi gula dan produk sampingan bernilai ekonomi tinggi. Produk tersebut antara lain tetes untuk bioetanol dan pakan ternak.

“Program hilirisasi gula nasional ini dirancang untuk meningkatkan pendapatan petani tebu dan mendukung pengembangan industri gula yang berkelanjutan di Sumsel,” kata Medi.

Ia menambahkan pendampingan dari Tani Merdeka Indonesia akan membantu petani menerima program yang diinisiasi Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian.

Menurut Medi, manfaat program meliputi peningkatan nilai tambah produk, pengurangan impor gula, dan pengembangan pertanian terbarukan. Ia juga menyebut peningkatan hasil panen dan harga jual ke pabrik sebagai bagian dari skema yang ditentukan pemerintah.

Terkait program untuk petani tebu, Medi menyebutkan dua skema utama. Pertama, Bongkar Ratun. Kedua, pengembangan lahan tebu baru. Estimasi bantuan mencapai Rp 20 juta per hektar.

Ia menjelaskan bantuan mencakup biaya alat pertanian dan perawatan, termasuk pupuk dan pestisida. Bantuan akan disalurkan melalui kelompok tani atau gabungan kelompok tani yang terdaftar di Kementerian Pertanian.

“jika petani tebu di sini kelompok taninya belum terbentuk, segera berkoordinasi dengan penyuluh pertanian setempat untuk bisa diinput pada sistem menjadi CPCL (Calon Petani Calon Lahan).”

Petani Cinta Manis, Yusron, menyambut baik program ini. Ia berharap program dapat meningkatkan taraf hidup petani.

“Dengan program hilirisasi gula nasional, kami berharap dapat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup kami sebagai petani tebu,” kata Yusron.

Sosialisasi ini juga membahas rencana kedatangan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono pada pertengahan Desember 2025. Dalam kunjungan itu, dijadwalkan penanaman perdana tebu program Bongkar Ratun di lokasi yang sama.[]

 

DPW Tani Merdeka Jateng Jajaki Kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Siswanto. Pertemuan berlangsung di Semarang guna membangun kerjasama strategis dalam program “Jaksa Mandiri Pangan”.

Program ini inisiatif Kejaksaan Agung yang mendorong ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk petani di daerah.

Audiensi dihadiri para pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, antara lain Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono, Sekretaris Sigit, Humas Arifin.

Dalam pertemuan itu membahas peluang kerjasama di bidang edukasi pertanian, pendampingan petani, peningkatan produksi, dan penguatan ekosistem pangan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Siswanto, menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi ini.

“Kami menyambut baik inisiatif DPW Tani Merdeka Jawa Tengah. Program Jaksa Mandiri Pangan pada dasarnya hadir untuk mengedukasi, menggerakkan, dan menguatkan kemandirian masyarakat dalam sektor pangan. Sinergi dengan Tani Merdeka akan memperkuat efektivitas program dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh petani di Jawa Tengah,” ujar Kajati Siswanto.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi mitra pelaksana program.

“Tani Merdeka siap hadir sebagai mitra pelaksana yang siap bergerak di lapangan. Kita punya Satgas Tani yang sudah tersebar di 35 kabupaten/kota. Kolaborasi ini bukan hanya tentang program, tetapi tentang misi besar: memastikan petani mendapatkan pendampingan, edukasi, dan akses yang lebih baik. Bersama Kejaksaan, kami optimis dapat mempercepat tercapainya kemandirian pangan di Jawa Tengah,” ungkap Wawan.

Kedua pihak sepakat menyusun rencana kerja bersama. Agenda awal mencakup sosialisasi Program Jaksa Mandiri Pangan di seluruh kabupaten/kota, pembentukan tim koordinasi lapangan, penyusunan modul edukasi berbasis kebutuhan lokal, serta pelaksanaan proyek percontohan di wilayah strategis.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah dan Kejaksaan Tinggi menyatakan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Pertemuan lanjutan akan digelar untuk membahas teknis perjanjian kerjasama.[]

Audiensi dengan Dinas PUPR, Tani Merdeka Aceh Besar Bahas Akses Air dan Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar melakukan audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Besar di Jantho, pada Senin, 17 November 2025.

Pertemuan membahas kewenangan penggunaan air bagi petani serta mekanisme penyusunan usulan program ketahanan pangan tahun 2026.

Rombongan DPD Tani Merdeka disambut langsung oleh Kepala Dinas PUPR, Syahrial Aminullah, bersama sejumlah kepala bidang.

Dalam pertemuan itu, DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Besar menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang dihadapi petani. Fokus utama mencakup kebutuhan air irigasi, penguatan kelompok tani, serta implementasi Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang penguatan ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan petani, khususnya terkait ketersediaan air. Sinergi dengan PUPR menjadi kunci,” ujar Nabhani Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR, Syahrial Aminullah, menyatakan siap mendukung agenda ketahanan pangan di daerah. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan irigasi dan infrastruktur pertanian merupakan bagian dari kewenangan dinasnya.

“Kami siap bersinergi. Petani harus mendapat dukungan penuh agar ketahanan pangan yang berkelanjutan bisa terwujud,” katanya.

Audiensi ini upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung program pangan nasional. DPD Tani Merdeka menilai kolaborasi dengan PUPR penting untuk memastikan efisiensi penggunaan air dan keberlanjutan produksi pertanian.

Kedua pihak sepakat pembangunan sektor pertanian tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan infrastruktur, kelembagaan petani, dan kebijakan lintas dinas harus berjalan seiring demi kesejahteraan petani dan kemandirian pangan daerah.[]

Tani Merdeka Kalimantan Utara: Pemerintah Harus Berbenah, Kaltara Bisa Surplus Pangan

0
Jufri Budiman Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Utara.
Jufri Budiman Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Utara.

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Jufri Budiman, meminta pemerintah daerah berinovasi menciptakan peluang ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Ia menilai Kalimantan Utara masih memiliki banyak lahan tidur yang belum digarap secara maksimal.

Menurut Jufri, pengelolaan lahan di Kaltara masih tergolong manual. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan produksi dan ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah.

“Target Pemerintahan Prabowo soal ketahanan pangan sudah benar-benar harus dilaksanakan, dan Kalimantan Utara harus mulai sekarang sudah berbenah diri menjadikan Kaltara surplus produksi pangan,” kata Jufri.

Jufri Budiman yang juga Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara mendorong ada perlakuan khusus dari pemangku kebijakan agar lahan tidur bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Untuk skemanya bisa bersama masyarakat, misalkan lahan pemerintah dikelola oleh masyarakat dengan sistem bagi hasil, atau misalkan lahannya milik masyarakat dan pemerintah bisa melalui perusda membeli hasil panen untuk pendistribusian ke seluruh masyarakat Kaltara, atau skema lainnya misalkan pemerintah berkontribusi dengan peralatan pertanian modern, GPS, alat-alat pertanian lainnya, untuk memicu produksi pertanian,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya mencakup sektor pertanian, tetapi juga perikanan, perkebunan, dan peternakan.

Menurutnya, peningkatan produksi harus melibatkan masyarakat secara langsung.

“Ketahanan pangan termasuk di antaranya sektor perikanan, perkebunan, dan peternakan. Skema peningkatan produksi dapat dicapai bersama-sama dengan menjadikan masyarakat ikut ambil bagian, bahkan harus melibatkan para petani milenial dan Gen-Z,” kata Jufri.

Lebih lanjut Jufri menjelaskan skema-skema tersebut perlu dibahas lebih lanjut agar Kalimantan Utara mampu bersaing dengan daerah lain. Minimal, kebutuhan pangan dalam daerah harus terpenuhi.

Saat ini, Kalimantan Utara masih menjadi wilayah tujuan pengiriman bahan pangan dari luar. Sayuran, buah-buahan, beras, telur, dan daging sapi didatangkan dari provinsi lain. Volume masuknya pangan ke Kaltara tergolong tinggi karena produksi lokal belum mencukupi kebutuhan masyarakat.[]

Kelompok Tani Brebes Bagun Gubuk Diskusi, Ini Manfaatnya

0

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Brebes membangun Gubuk Temu Tani Gapoktan “Maju Bersama” di Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Gubuk tersebut dibangun secara swadaya anggota kelompok tani. Lokasinya berada tidak jauh dari lahan pertanian milik warga.

Pembangunan gubuk ini bertujuan memperkuat komunikasi antarpetani dan mempermudah pelaksanaan kegiatan pertanian. Gubuk digunakan sebagai tempat sosialisasi program pertanian, diskusi rutin, dan praktik langsung di lahan.

Kelompok tani berharap gubuk ini menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan aspirasi dan berbagi pengalaman.

Imam Turmudzi, Bendahara DPD Tani Merdeka Kabupaten Brebes, mengatakan inisiatif ini lahir dari kebutuhan petani akan tempat berkumpul yang dekat dengan lahan.

“Ini bentuk kepedulian untuk masyarakat petani dalam rangka mensosialisasikan program pertanian dan untuk sambung rasa serta gendu-gendu rasa tentang pertanian,” kata Imam.

Gubuk dibangun dengan dana iuran anggota kelompok tani. Petani bergotong royong menyediakan bahan bangunan. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anggota.

Gubuk ini dirancang terbuka agar mudah diakses. Luasnya cukup untuk menampung 30 orang.

“Gubuk ini diperuntukkan untuk lebih mudah sosialisasi tentang pertanian, langsung dekat dengan lahan pertanian, bisa praktik di lahan, memudahkan petani. Kalau ada sosialisasi dadakan pun, baik dari Dinas Pertanian maupun swasta, bisa langsung,” ujar Imam.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Brebes berharap gubuk ini menjadi titik temu antara petani dan pihak eksternal yang ingin menyampaikan informasi atau program.[]

Kelompok Tani Aceh Tamiang Terima Bantuan Traktor, Terima Kasih Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan dua unit traktor dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan diserahkan pada Jumat, 14 November 2025.

Serah terima berlangsung di gudang Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Rantau. Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tamiang menyerahkan bantuan mewakili Kementan RI. Acara dihadiri pengurus DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang, penyuluh pertanian, dan perwakilan kelompok tani.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam memberikan bantuan alsintan ini, khususnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Wakil Menteri Pertanian, Bapak Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, serta Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh,” ujar M. Prawira Haji.

Ia menjelaskan dua unit traktor akan segera didistribusikan kepada kelompok tani binaan. Bantuan ini diharapkan mendorong peningkatan produktivitas lahan, terutama pada sektor tanaman pangan.

“Traktor ini akan mempermudah proses olah tanah dan tanam, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan hasil produksi padi. Kami siap mendukung penuh program ketahanan dan swasembada pangan yang tengah digalakkan oleh pemerintah,” tegasnya.

DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang menegaskan alsintan tidak boleh diperjualbelikan. Alat ini harus digunakan untuk kepentingan kelompok tani.[]

DPD Tani Merdeka Indonesia Bulukumba Gelar Rapat Pengurus

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menggelar rapat silaturahmi pengurus pada Sabtu malam, 15 November 2025. Pertemuan ini bertujuan menyatukan visi dan merancang langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan serta mendorong kemandirian petani.

Ketua DPD Tani Merdeka Bulukumba, Andi Aso Syahrial, menyatakan komitmennya untuk turun langsung ke lapangan. “Kami akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan produktivitas pertanian meningkat, dan kesejahteraan petani terjamin,” ujarnya.

Organisasi ini menyiapkan sejumlah agenda kerja. Fokus utamanya pada peningkatan pendapatan petani melalui akses pasar, pelatihan, dan pendampingan. Petani didorong menghasilkan produk berkualitas dan mengelola usaha secara mandiri dengan teknologi yang tersedia.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung kesejahteraan petani. DPD Tani Merdeka Bulukumba menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan yang sehat dan cukup.

Sementara Sekretaris Umum DPD Tani Merdeka Bulukumba, Iqrar Rahim, menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak. Ia menyebut kerja sama dengan pemerintah daerah dan dunia usaha sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pertanian.

“Kami ingin Tani Merdeka Indonesia menjadi mitra strategis bagi pemerintah, serta wadah bagi petani dalam menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada mereka,” jelas Iqrar.

DPD Tani Merdeka Bulukumba juga merancang program yang menyasar kebutuhan langsung petani. Salah satunya distribusi bantuan pangan bagi petani yang membutuhkan. Selain itu, pendampingan usaha tani kecil menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi petani.[]

Petani Ranto Peureulak Keluhkan Irigasi Tersumbat dan Jalan Produksi Rusak

0

TANIMERDEKA – Sejumlah petani di Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, mengeluhkan saluran irigasi yang tersumbat dan jalan produksi tani yang rusak.

Keluhan itu disampaikan saat kunjungan lapangan Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Timur, Zubir ke Desa Alue Ie Udep dan Desa Seumali, pada Sabtu, 15 November 2025.

Zubir Yahya bersama pengurus dan petani setempat meninjau langsung sejumlah titik. Pemeriksaan dilakukan di waduk, saluran irigasi primer, dan akses jalan produksi.

Petani menyebutkan sumbatan irigasi mengganggu suplai air ke sawah. Total lahan yang terdampak di dua desa tersebut mencapai 200 hektare.

Petani Desa Alue Ie Udep mengusulkan pembangunan jalan produksi perkebunan (JPP) sepanjang 2 kilometer.

Di Desa Seumali, petani meminta pembangunan JPP sepanjang 5 kilometer. Mereka menilai jalan produksi tani (JPT) dan JPP penting untuk distribusi hasil panen dan akses alat mesin pertanian.

Melalui Tani Merdeka Indonesia, petani berharap Kementerian Pertanian dan pemerintah pusat memberi perhatian. Mereka menilai pembangunan saluran irigasi baru, perbaikan JPT dan JPP, serta bantuan alsintan akan berdampak langsung pada produktivitas.

“Harapan kami sederhana, pemerintah hadir dan mendukung penuh peningkatan produksi petani. Irigasi, jalan produksi, dan alsintan itu kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda,” ujar salah satu petani di lokasi peninjauan.[]

8 DPD Tani Merdeka Indonesia Se-Papua Dilantik, David Waromi: Ambil Kesempatan Ini untuk Kembangkan Pertanian Papua

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua, Pdt. David Waromi, melantik pengurus dari 8 DPD Tani Merdeka Indonesia kabupaten dan kota se-Papua. Pelantikan berlangsung khidmat di Graha Sara, Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, pada Kamis 13 November 2025.

Delapan daerah yang kepengurusannya dilantik meliputi Kabupaten Supiori, Waropen, Keerom, Jayapura, Biak Numfor, Mamberamo, Sarmi, serta Kota Jayapura. Pelantikan ini bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur hingga tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Pdt. David Waromi meminta seluruh pengurus DPD bergerak aktif mendampingi petani sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing.

“Pengurus DPD terus bergerak mendampingi petani. Data kebutuhan yang dibutuh oleh petani sesuai dengan kebutuhan daerah,” kata David Waromi.

Ia menegaskan perlunya pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa agar pendampingan lebih tepat sasaran.

“Kita harus kuat, maka bentuk pengurus hingga ke tingkat desa. Ambil kesempatan ini untuk kita kembangkan pertanian di Tanah Papua,” ujarnya.

Lebih lanjut David Waromi menambahkan, dorongan pada sektor pertanian harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kita wujudkan petani dan masyarakat sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan dukungan terhadap langkah konsolidasi yang dilakukan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua. Ia menilai pelantikan ini langkah untuk memperkuat peran petani Papua dalam pembangunan pangan nasional.

Don Muzakir menekankan kerja terukur dan pendataan kebutuhan petani menjadi penting agar seluruh program pemerintah dapat dijalankan dengan tepat. Tani Merdeka Indonesia memastikan petani Papua memiliki akses pada pendampingan, pelatihan, dan sarana produksi pertanian.[]

Don Muzakir Temui Petani Jayapura, Tegaskan Komitmen Presiden Prabowo terhadap Pertanian

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menggelar pertemuan dengan sejumlah petani di Jayapura, Papua. Pertemuan berlangsung pada, Kamis malam, 13 November 2025. Dialog digelar terbuka dan dihadiri pengurus Tani Merdeka Indonesia Papua serta perwakilan kelompok tani.

Don Muzakir didampingi Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua, Pdt. David Waromi, dan jajaran pengurus. Petani menyambut hangat kehadiran pimpinan pusat yang turun langsung ke Papua.

Dalam pertemuan itu, Don Muzakir menyampaikan pandangan Presiden Prabowo Subianto terkait sektor pertanian. Ia menegaskan perhatian pemerintah terhadap nasib petani bukan sekadar retorika.

“Presiden Prabowo sangat perhatian tentang nasib petani,” ujar Don Muzakir.

Ia menyebutkan kebijakan pertanian harus berpihak pada petani kecil. Menurutnya, dukungan terhadap benih, pupuk, dan alat pertanian harus dipastikan sampai ke lapangan. Ia juga menekankan pentingnya mendengar langsung keluhan petani agar kebijakan tidak hanya berbasis laporan.

“Petani tetap semangat. Kami akan bantu menyampaikan keluhan petani di Jayapura kepada Wakil Menteri Pertanian,” katanya.

Lebih lanjut Don Muzakir mengatakan kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi prioritas. Ia menilai bahwa akses terhadap alsintan akan mempercepat proses tanam dan panen serta menekan biaya produksi.

“Bantuan alsintan sangat penting. Kita akan dorong agar petani di Jayapura bisa mendapat dukungan yang layak,” ujarnya.

Ia juga mengajak petani untuk tidak menyerah menghadapi tantangan. Menurutnya, semangat dan ketekunan petani adalah fondasi utama dalam membangun kesejahteraan.

“Tetap semangat demi mewujudkan petani yang sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW Tani Merdeka Papua, Pdt. David Waromi, mengatakan petani Papua membutuhkan pendampingan yang konsisten. Menurutnya potensi lahan di wilayah timur Indonesia belum tergarap maksimal. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan tani agar petani tidak berjalan sendiri.

Pdt. Waromi menyebutkan Tani Merdeka Papua akan fokus pada advokasi kebijakan berbasis wilayah adat. Ia menilai pendekatan lokal lebih relevan untuk menjawab tantangan pertanian di Papua.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua menargetkan pembentukan tim fasilitator di distrik-distrik prioritas untuk mendampingi petani secara langsung. Organisasi juga akan menyusun agenda kerja lima tahun ke depan, dengan fokus pada peningkatan produktivitas, distribusi bantuan, dan regenerasi petani muda.

Kelompok tani yang hadir menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari keterbatasan pupuk, minimnya alat panen, hingga kesulitan akses pasar. Mereka berharap aspirasi tersebut dapat diteruskan ke pemerintah pusat dan ditindaklanjuti melalui program konkret.

Desa-desa di wilayah Jayapura memiliki lahan pertanian yang subur, namun belum seluruhnya tergarap optimal. Komoditas utama seperti jagung, padi, dan hortikultura masih dikelola secara tradisional. Petani berharap ada dukungan teknologi dan pelatihan agar hasil panen meningkat.[]