Beranda blog Halaman 19

Aksi di Polda Metro Jaya, Tani Merdeka Desak Polisi Tangkap Feri Amsari

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia bersama Aliansi Masyarakat Petani menggelar aksi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 17 April 2026. Massa menyampaikan tuntutan terkait pernyataan Feri Amsari soal swasembada pangan.

Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menilai pernyataan Feri Amsari tidak berdasar. Mereka menyebut narasi itu menyesatkan dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Koordinator aksi, Aiman Adnan, menegaskan pernyataan Feri Amasri tidak boleh dibiarkan. Ia menilai ucapan itu berpotensi menimbulkan keresahan dan merusak kepercayaan publik terhadap upaya menjaga ketahanan pangan.

“Pernyataan seperti ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga merendahkan kerja keras petani dan pedagang di seluruh Indonesia. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas,” ujar Aiman Adnan.

Ia menambahkan, tudingan yang tidak berbasis data dapat memecah belah masyarakat. Informasi yang tidak akurat, kata dia, bisa memengaruhi persepsi publik.

“Jangan sampai opini yang tidak berdasar justru memicu keresahan publik dan merusak persatuan bangsa. Kami meminta Kepolisian segera menangkap Feri Amsari dan pihak yang diduga menyebarkan hoaks tersebut,” tegasnya.

Tani Merdeka Indonesia bersama Aliansi Masyarakat Petani juga mendesak aparat penegak hukum menindak dugaan penyebaran informasi yang dinilai merugikan publik. Mereka meminta kepolisian mengambil langkah hukum terhadap pihak yang dianggap menimbulkan keresahan.

Massa aksi menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk provokasi. Mereka khawatir narasi itu dapat memicu kegaduhan dan menurunkan kepercayaan terhadap sektor pangan.

Dalam orasinya, massa juga menyampaikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan itu terkait upaya mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.

Aliansi memaparkan data dari Badan Pangan Nasional. Data tersebut menunjukkan produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,71 juta ton. Angka itu meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi tersebut menghasilkan surplus beras sekitar 3,52 juta ton. Kondisi ini membuat Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025.

Cadangan beras juga meningkat. Stok di Perum Bulog tercatat mencapai 3,24 juta ton pada akhir tahun. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah.

“Ini bukan sekadar klaim. Ini fakta di lapangan. Produksi meningkat, stok tersedia, dan masyarakat bisa mengakses pangan dengan baik,” kata Aiman.

Aiman meminta aparat penegak hukum tidak ragu mengambil tindakan. Ia menilai isu swasembada pangan merupakan hal strategis yang berdampak luas.

Ia juga mengajak petani dan pedagang tetap solid. Ia mengingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar.

Aiman menilai kerja keras petani dan peran pedagang harus dihargai. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pendapat.

“Petani akan terus berada di garis depan menjaga pangan negeri. Kami tidak akan diam ketika kerja keras kami direndahkan oleh informasi yang tidak benar,” pungkas Aiman.[]

Swasembada Pangan Nyata, Tani Merdeka Desak Polisi Tangkap Feri Amsari

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menyampaikan sikap tegas atas pernyataan Feri Amsari yang menyebut keberhasilan swasembada pangan sebagai “kebohongan publik”.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menilai pernyataan tersebut tidak berdasar, menyesatkan, serta berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Narasi tersebut juga dinilai melukai petani dan pedagang, sekaligus merusak kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Koordinator Aksi, Aiman Adnan, menegaskan pernyataan tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ia menilai, pernyataan Feri Amsari tidak berdasar, itu berpotensi menyesatkan publik, memicu keresahan, serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap upaya bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Pernyataan seperti ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga merendahkan kerja keras petani dan pedagang di seluruh Indonesia. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas,” ujar Aiman Adnan.

Ia menambahkan, tudingan yang tidak berbasis data berpotensi memecah belah bangsa dan menyesatkan informasi yang diterima oleh masyarakat.

“Jangan sampai opini yang tidak berdasar justru memicu keresahan publik dan merusak persatuan bangsa. Kami meminta Kepolisian segera menangkap Feri Amsari dan pihak yang diduga menyebarkan hoaks tersebut,” tegasnya.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas dugaan penyebaran informasi hoaks yang merugikan publik.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani juga meminta Kepolisian segera menangkap Feri Amsari dan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menilai pernyataan Feri Amsari sebagai bentuk provokasi yang berpotensi menciptakan kegaduhan publik. Aliansi juga menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan adalah nyata dan dirasakan langsung oleh petani serta pedagang di seluruh Indonesia.

Selain itu, Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. Masyarakat juga diajak untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta tetap menjaga persatuan.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani memaparkan data Badan Pangan Nasional yang menunjukkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025 dengan produksi mencapai 34,71 juta ton. Angka tersebut meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian itu menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025. Selain itu, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,24 juta ton pada akhir tahun, menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah cadangan beras nasional.

“Ini bukan sekadar klaim. Ini fakta di lapangan. Produksi meningkat, stok tersedia, dan masyarakat bisa mengakses pangan dengan baik,” kata Aiman.

Aiman menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk tidak ragu dalam mengambil tindakan terhadap penyebaran informasi yang tidak benar, khususnya terkait isu strategis seperti pangan.

Aiman juga mengajak seluruh petani dan pedagang di Indonesia untuk tetap solid dan tidak terprovokasi oleh narasi yang menyesatkan. Kerja keras petani dalam meningkatkan produksi serta peran pedagang dalam menjaga distribusi pangan harus dihargai dan dijaga bersama.

Selain itu, Aiman mengingatkan bahwa setiap pernyataan di ruang publik harus disampaikan secara bertanggung jawab dan berbasis data, agar tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Kepada pemerintah, Aiman menyatakan dukungan penuh untuk melanjutkan program-program strategis di sektor pangan demi menjaga kedaulatan pangan nasional dan kesejahteraan rakyat.

“Petani dan pedagang akan terus berada di garis depan menjaga pangan negeri. Kami tidak akan diam ketika kerja keras kami direndahkan oleh informasi yang tidak benar,” pungkas Aiman.[]

Tani Merdeka Kalsel dan Polda Bahas Kolaborasi Ketahanan Pangan, Bahas Produksi Jagung

0

TANIMERDEKA – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di Kalimantan Selatan.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menggelar audiensi dengan Polda Kalimantan Selatan untuk membahas kerja sama di sektor pertanian, pada Kamis, 17 April 2026.

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka. Fokus utama pembahasan adalah penguatan produksi dan distribusi pangan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, hadir langsung pada audiensi itu. Ia didampingi Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga N. Hutapea serta jajaran Satgas DPW.

Rombongan diterima Kapolda Kalimantan Selatan, Rosyanto Yudha Hermawan, bersama jajaran. Pertemuan membahas langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pembahasan menitikberatkan pada komoditas jagung. Komoditas ini menjadi salah satu unggulan yang didorong oleh Polda Kalimantan Selatan.

Pihak kepolisian menyampaikan sejumlah program yang sudah berjalan. Program tersebut antara lain penanaman jagung dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan. Program ini juga mendukung kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Polda Kalimantan Selatan tidak hanya fokus pada produksi. Upaya menjaga stabilitas harga juga menjadi perhatian.

Kebijakan pembelian hasil panen jagung dari petani dilakukan untuk menjaga harga tetap stabil. Langkah ini juga bertujuan melindungi petani dari tekanan tengkulak.

Wilayah Pelaihari disebut sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar. Daerah ini memiliki kontribusi penting dalam mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

Sejumlah kendala juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Distribusi pupuk menjadi salah satu masalah yang sering dikeluhkan petani.

Keterlambatan pupuk dinilai mengganggu masa tanam. Kondisi ini berdampak langsung pada produktivitas hasil panen.

Peserta audiensi menilai perlu ada solusi bersama. Koordinasi lintas sektor dianggap penting untuk mengatasi persoalan tersebut.[]

Wamentan Pastikan Stok Pupuk Aman di Tengah Gangguan Distribusi Global

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

DETIKMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk nasional tetap aman. Pernyataan itu disampaikan di tengah gangguan distribusi global akibat konflik yang memengaruhi rantai pasok pupuk dunia.

Pernyataan disampaikan usai menerima kunjungan Roderick Brazier di Jakarta, pada Rabu, 15 April 2026 malam. Pertemuan juga membahas kerja sama sektor pertanian.

“Jadi untuk kebutuhan pupuk kita, para petani kita, jutaan petani kita yang membutuhkan pupuk dan pupuk subsidi ini aman dalam negeri tanpa ada gangguan apa pun,” kata Sudaryono.

Ia menjelaskan gangguan distribusi global salah satunya terjadi di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi salah satu rute utama perdagangan pupuk dunia.

Gangguan di kawasan tersebut berdampak pada suplai pupuk internasional. Sebagian besar distribusi pupuk global melewati jalur itu.

Indonesia dinilai relatif stabil. Produksi urea dalam negeri berbasis gas alam masih mampu memenuhi kebutuhan petani.

Ketergantungan terhadap impor bahan baku utama disebut tidak signifikan. Kondisi ini membantu menjaga pasokan tetap terjaga.

Pemerintah tetap mengantisipasi kebutuhan komponen lain. Fosfat dan kalium dipenuhi melalui diversifikasi impor dari berbagai negara.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan pasokan. Stabilitas sektor pertanian menjadi perhatian utama pemerintah.

Total produksi pupuk nasional mencapai sekitar 14,5 juta ton. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“(Produksi) kita cukup. Total kebutuhan pupuk urea (secara nasional sekitar) 6,8 juta ton,” kata Sudaryono.

Ia menilai tingginya serapan pupuk oleh petani menjadi indikator positif. Kondisi ini menunjukkan aktivitas tanam meningkat.

Permintaan pupuk yang tinggi terkadang memicu jeda distribusi di lapangan. Kondisi ini bersifat sementara.

“Jadi kalau misalnya ada petani nyari pupuk di kios barangkali belum ada, tunggu 1-2 hari insya Allah nanti barang itu akan ada. Jadi bukan pupuknya nggak ada, pupuknya ada, tersedia dan cukup. Saya pastikan itu. Hanya ini karena distribusi ini jadi kejar-kejaran antara produksi dan kebutuhan pupuk,” jelasnya.

Pemerintah terus memantau kebutuhan pupuk secara rutin. Data dikumpulkan dari laporan penyuluh pertanian di berbagai daerah.

Pemantauan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan distribusi. Kebutuhan petani diharapkan tetap terpenuhi.

“Ini sinyal yang positif. Kenapa? Artinya petani kita menebus pupuk berarti banyak nanam. Jadi kalau banyak nebus pupuk itu artinya banyak nanam,” tambah Sudaryono.[]

Kementan Siapkan Aturan soal Nilai Ekonomi Karbon Sektor Pertanian

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat implementasi nilai ekonomi karbon (NEK) di sektor pertanian. Aturan di tingkat kementerian saat ini sedang dirumuskan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan regulasi tersebut akan melengkapi aturan yang sedang disusun pemerintah. Aturan itu berkaitan dengan tata kerja NEK dan pengendalian emisi gas rumah kaca.

“Di Kementan, juga sedang menyusun dalam proses Permentan tentang penyelenggaran instrumen NEK dan pengendalian efek gas rumah kaca pada sektor pertanian. Diharapkan dengan dua instrumen tersebut, perdagangan karbon di sektor pertanian segera dapat diimplementasikan dengan baik di Indonesia,” kata Sudaryono dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Selasa, 14 April 2026.

Kementan juga menyiapkan kerangka kerja untuk mempercepat implementasi program tersebut. Kerangka ini mencakup peta jalan nilai ekonomi karbon di sektor pertanian.

Selain itu, Kementan menyusun metodologi untuk menilai kesiapan Indonesia dalam beralih ke varietas padi rendah emisi. Langkah ini dinilai penting untuk menekan emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian.

Sejumlah peta jalan tengah disusun untuk mendukung implementasi NEK. Peta jalan tersebut meliputi Net Zero Emission (NZE) sektor pertanian, Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC), Second Nationally Determined Contribution (NDC), serta peta jalan khusus NEK.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menurunkan emisi karbon. Sektor pertanian dinilai memiliki peran penting dalam mencapai target tersebut.

Sudaryono menyebut Kementan sudah memiliki data terkait emisi karbon di sektor pertanian. Perhitungan ini dilakukan oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

“Di Kementan ada BRMP atau Litbang yang terletak di Pati yang memang tugasnya menghitung terkait emisi ini. Berapa emisi yang dilepas, berapa yang bisa ini, betul-betul kami bisa menghitung,” ujarnya.

Data tersebut menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan. Pemerintah berharap implementasi NEK bisa berjalan efektif dan memberi manfaat bagi sektor pertanian.[]

Zulfan Awenk Dilantik Jadi Ketua DPD Tani Merdeka Abdya

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, melantik Zulfan Awenk sebagai Ketua Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pada Sabtu, 11 April 2026.

Pelantikan pengurus berlangsung di aula kantor Bappeda Abdya. Kegiatan dihadiri unsur pemerintah daerah dan organisasi.

Safaruddin hadir langsung dalam acara tersebut. Wakil Bupati Zaman Akli serta sejumlah kepala dinas juga ikut menghadiri pelantikan.

Safaruddin meminta Dinas Pertanian memperkuat koordinasi dengan Tani Merdeka Indonesia.

Ia menilai organisasi ini menjadi mitra strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Dinas pertanian saya minta untuk mempermudah urusan dari Tani Merdeka Indonesia. Bangun komunikasi yang baik. Pemerintah Abdya mendukung penuh kehadiran TMI di Abdya,” kata Safaruddin.

Ia menegaskan sektor pertanian memiliki prospek yang baik. Kehadiran Tani Merdeka Indonesia dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap petani.

“Kami harapkan Tani Merdeka Indonesia kedepan terus mendorong sektor pertanian Abdya terus membaik, baik itu terkait ketersediaan Alsintan, bibit unggul, pupuk maupun irigasi sehingga dapat meningkatkan hasil panen para petani di Abdya,” sebutnya.

Safaruddin juga meminta pengurus aktif berkoordinasi dengan DPW hingga pusat. Langkah itu dinilai penting untuk mendapatkan dukungan program dan fasilitas pertanian.

“Bagun komunikasi yang baik. Kami yakin dibawah kepemimpinan Zulfan Awenk dan seluruh pengurus sektor pertanian Abdya kedepan akan lebih baik,” katanya.

Zulfan Awenk menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menilai dukungan dari berbagai pihak menjadi modal awal untuk menjalankan organisasi.

“Tani Merdeka Indonesia adalah harapan bagi kabupaten Abdya. Terimakasih atas amanah yang telah diberikan kepada saya,” kata Zulfan Awenk.

Ia mengingatkan pengurus agar bekerja secara profesional. Organisasi diminta tidak dijadikan tempat mencari keuntungan pribadi.

“Tani Merdeka Indonesia adalah mitra pemeintah, mengawal visi-misi Persiden Prabowo dan Pemkab Abdya di sektor pertanian,” ujarnya.

Zulfan menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah. Ia ingin program pertanian berjalan lebih terarah dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita bersinergi dengan pemerintah soal kemajuan pertanian Abdya kedepan. Buktikan bahwa, ada perubahan, ada pergerakan dari 2026-2030 ini,” tegasnya.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk mengakses program dari pemerintah pusat. Upaya ini dilakukan untuk mendorong peningkatan sektor pertanian di Abdya.

“Kita siap menjemput program-program pertanian di pusat untuk kemajuan sektor pertanian di Abdya kedepannya,” katanya.[]

Panen Raya Jagung 100 Hektare di Indrapuri, Cut Muhammad Apresiasi Kinerja Petani Binaan

0

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar menggelar panen raya jagung di lahan seluas 100 hektare. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Indrapuri, pada Rabu, 8 April 2026.

Panen raya ini melibatkan dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Agro Nusantara Maju dan Kelompok Tani Agro Sentosa Mandiri Tani. Keduanya berada di Gampong Cot Kareung.

Acara tersebut dihadiri Bupati Aceh Besar Syeh Muharram, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Cut Muhammad, unsur TNI-Polri, kepala dinas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka se-Aceh.

Kegiatan ini menjadi bukti hasil pembinaan yang dilakukan kepada petani. Produksi jagung dinilai meningkat dan lahan pertanian dimanfaatkan secara optimal.

Cut Muhammad menyampaikan apresiasi atas kerja keras petani dan pendamping di lapangan. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan program pembinaan berjalan efektif.

“DPW Tani Merdeka Indonsia Provinsi Aceh kata Cut Muhammad telah bekerja sama dengan Bulog Wilayah guna menyerap hasil panen padi, jagung milik petani di Aceh,” ujarnya.

Ia menjelaskan kerja sama dengan Bulog bertujuan menjaga stabilitas harga hasil panen. Langkah ini juga memberi kepastian pasar bagi petani.

Menurut Cut Muhammad, peningkatan produktivitas lahan harus diikuti dengan sistem penyerapan hasil panen yang baik. Petani membutuhkan jaminan agar hasil kerja mereka terserap dengan harga yang layak.

Panen raya ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Produksi jagung yang meningkat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan lokal sekaligus mendukung program nasional.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi antara petani, pemerintah daerah, dan organisasi Tani Merdeka Indonesia. Sinergi ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program pertanian di Aceh Besar.

Petani berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Dukungan dari pemerintah dan organisasi dinilai sangat membantu dalam meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan mereka.

Halal Bihalal di Sepatan Timur, Don Muzakir: Bantuan Alsintan Bukti Dukungan Pemerintah ke Petani

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kecamatan Sepatan Timur menggelar acara halal bihalal yang dirangkai dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 9 April 2026.

Acara ini sekaligus menjadi momen memperkuat silaturahmi antara pemerintah, petani, dan berbagai unsur masyarakat. Bantuan yang diserahkan berupa tiga unit traktor dari Presiden Prabowo Subianto kepada kelompok tani Desa Gempol Sari. Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, unsur Forkopimcam, prngurus DPW, dan DPD Tani Merdeka Indonesia, organisasi kepemudaan, PGRI, kepala desa, BPD, penyuluh pertanian, kelompok tani, pelaku UMKM.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, mengatakan bantuan alsintan ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Dengan luasnya lahan dan target swasembada pangan, pemerintah mendorong modernisasi pertanian melalui bantuan alsintan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para petani.

Ia juga optimistis sektor pertanian di Kabupaten Tangerang akan semakin berkembang.

Sementara itu Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari rangkaian acara halal bihalal yang digelar pemerintah kecamatan.

“Bantuan tiga unit traktor dari bapak Presiden Prabowo Subianto melalui DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang diberikan untuk kelompok tani Desa Gempol Sari Kecamatan Sepatan Timur,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan produksi pertanian di wilayah Sepatan Timur.

“Program ketahanan pangan dari bapak Presiden sudah mulai dijalankan oleh kelompok tani di Desa Gempol Sari,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa alsintan sangat dibutuhkan petani untuk mendukung aktivitas pertanian sehari-hari.

Di sisi lain, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang, Kurniawan DJ, mengatakan penyaluran tiga unit traktor ini menjadi bukti nyata program pemerintah sampai ke masyarakat bawah.

“Ini bukan untuk kepentingan kelompok atau pribadi, tapi untuk masyarakat. Kami akan terus konsisten memperjuangkan kepentingan petani,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan alsintan ini sejalan dengan program Presiden dalam mendorong modernisasi pertanian guna meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.[]

Panen Jagung 100 Hektare di Aceh Besar, Don Muzakir: Tani Merdeka Harus Jadi Solusi Nyata

0
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar menggelar panen raya jagung di lahan seluas 100 hektare, Kecamatan Indrapuri, pada Rabu, 8 April 2026.

Acara panen dihadiri Bupati Aceh Besar Syeh Muharram, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, pejabat TNI-Polri, kepala dinas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka se-Aceh.

Panen raya ini digerakkan dua kelompok tani binaan, yakni Kelompok Tani Agro Nusantara Maju dan Kelompok Tani Agro Sentosa Mandiri Tani di Gampong Cot Kareung.

Bupati Syeh Muharram menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pembinaan yang dilakukan Tani Merdeka Indonesia.

Ia menilai capaian ini mampu mendorong produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi tani mampu menghadirkan solusi konkret bagi peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan pihaknya mendukung pengembangan sentra jagung di Aceh Besar.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia terus menjadi penghubung antara petani dan pemerintah pusat, khususnya dalam menyampaikan kebutuhan serta kendala di lapangan.

Panen raya ini diharapkan menjadi motivasi bagi petani lain untuk meningkatkan produktivitas. Jagung disebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan bisa memperkuat upaya swasembada pangan nasional.

Selain itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar, Tgk Bahagia, menegaskan capaian tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto sebagai pembina, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Ketua Umum Don Muzakir, serta jajaran DPW Tani Merdeka Aceh aktif melakukan pendampingan di lapangan.

Menurut Tgk Bahagia, program budidaya jagung yang dijalankan merupakan langkah strategis membangun kemandirian ekonomi petani. Kebijakan pemerintah terkait penetapan harga gabah Rp6.500 per kilogram dan jagung Rp5.500 per kilogram memberi kepastian pasar.

“Program ini bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan petani memiliki kepastian harga dan keberlanjutan usaha,” ungkapnya.

Suasana panen raya berlangsung meriah. Petani bersama aparat desa ikut turun ke lahan, menyaksikan hasil kerja keras mereka. Panen ini menjadi harapan baru bagi petani Aceh Besar untuk terus maju dengan dukungan organisasi dan pemerintah.[]

Tani Merdeka Aceh Gandeng Bulog, Petani Tak Lagi Khawatir Panen

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh mengajak bersinergi dengan Perum Bulog Kanwil Aceh untuk menyerap hasil panen petani, terutama padi dan jagung.

Pertemuan berlangsung di kantor Bulog Kanwil Aceh, pada Selasa, 7 April 2026.

Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, bertemu langsung dengan Kepala Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika. Suasana pertemuan berlangsung akrab menjelang panen raya jagung di Indrapuri, Aceh Besar, seluas 100 hektar.

Cut Muhammad mengatakan kerja sama ini sangat penting, agar hasil panen petani tidak menumpuk di gudang atau jatuh ke tengkulak dengan harga rendah.

Menurutnya Bulog punya peran besar dalam menjaga harga tetap stabil.

“Petani butuh kepastian. Kalau hasil panen bisa langsung diserap Bulog, mereka tidak lagi khawatir soal harga,” ujarnya.

Sementara itu Budi Sultika menyambut baik ajakan tersebut. Ia menegaskan Bulog siap mendukung penyerapan hasil panen petani Aceh.

Menurutnya, kolaborasi dengan Tani Merdeka Indonesia akan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga pasokan nasional.

“Bulog selalu terbuka untuk kerja sama. Kita ingin hasil panen petani Aceh bisa terserap maksimal,” kata Budi.

Sinergi antara Tani Merdeka dan Bulog di Aceh diharapkan mampu mengurangi praktik tengkulak yang sering merugikan petani. Dengan adanya kepastian penyerapan, petani bisa lebih fokus meningkatkan kualitas produksi.[]