Beranda blog Halaman 21

Wamentan Sudaryono Gelar Buka Puasa Bersama Tani Merdeka, Papera, dan APPSI

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menggelar acara buka puasa bersama pengurus Tani Merdeka Indonesia, Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Kegiatan berlangsung di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian Republik Indonesia, pada Senin, 9 Maret 2026. Sekitar 800 pengurus daerah dari tiga organisasi hadir dalam acara tersebut.

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Para peserta datang dari berbagai daerah untuk menghadiri agenda silaturahmi tersebut.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, juga hadir bersama sejumlah pengurus organisasi lainnya.

Panitia tidak hanya menggelar buka puasa bersama. Kegiatan juga diisi dengan santunan kepada anak yatim.

Sudaryono yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia mengajak seluruh pengurus untuk berani menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Sudaryono juga menyinggung berbagai isu yang menyerang Presiden Prabowo Subianto di ruang publik.

“Pasukan Tani Merdeka Indonesia, Papera, dan APPSI harus berani menyampaikan kebenaran dan melawan isu fitnah yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui media apa pun. Program yang sedang dijalankan Presiden Prabowo sangat menyentuh rakyat, dan petani sudah mulai menerima manfaatnya,” ujar Sudaryono.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Dar, organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Jaringan organisasi petani dan pedagang dinilai mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat daerah.

Suasana acara semakin semarak ketika para peserta menunjukkan semangat kebersamaan. Sorakan dukungan dari para pengurus membuat ruangan auditorium terasa hidup sepanjang kegiatan berlangsung.

Di akhir acara diisi dengan Selawat Badar. Sudaryono mengajak seluruh peserta untuk berselawat bersama.

Sudaryono memimpin langsung selawat tersebut dengan penuh semangat. Ratusan peserta mengikuti selawat secara serempak.

Suara selawat bergema di seluruh ruangan auditorium. Cahaya lampu kilat dari telepon genggam peserta turut menerangi ruangan. Suasana kebersamaan terasa kuat hingga acara berakhir.[]

Produksi Jagung Nasional Digenjot, Pemerintah Gelontorkan Bantuan Benih Gratis

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan pemerintah menyiapkan bantuan benih jagung gratis untuk lahan hingga 1 juta hektare.

Program tersebut ditujukan untuk mempercepat peningkatan produksi jagung nasional sekaligus mendukung target swasembada jagung.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat menghadiri kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, paa Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional peningkatan produksi jagung yang digelar di berbagai daerah.

Sudaryono menilai pembangunan sektor pertanian harus ditopang sejumlah faktor utama. Empat komponen tersebut meliputi ketersediaan benih, irigasi, pupuk, serta kepastian harga hasil panen bagi petani.

“Dalam pertanian ada empat hal yang menjadi pokok penting, yaitu benih, air atau irigasi, pupuk, dan setelah panen harganya harus dibeli dengan harga yang baik,” ujar Wamentan Sudaryono.

Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan empat komponen tersebut terpenuhi. Penyediaan benih jagung gratis menjadi salah satu langkah yang diprioritaskan.

“Kementan menyiapkan benih jagung gratis untuk 1 juta hektare lahan dari total sekitar 2,5 juta hektare lahan jagung nasional,” jelas Wamentan dalam keterangan yang dikutip pada Senin, 9 Maret 2026.

Pemerintah juga memperkuat dukungan infrastruktur pertanian melalui revitalisasi jaringan irigasi secara nasional.

“Presiden telah menganggarkan Rp 12 triliun untuk revitalisasi jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier pada 2025, dan program ini akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.

Distribusi pupuk bersubsidi turut menjadi perhatian pemerintah. Kebijakan penyederhanaan mekanisme distribusi dilakukan agar pupuk lebih mudah diakses petani.

“Pupuk bersubsidi kuotanya dipenuhi dan mekanisme distribusinya disederhanakan. Bahkan diberikan tambahan pengurangan harga sekitar 20 persen,” katanya.

Pemerintah juga menjamin kepastian harga pembelian hasil panen. Kebijakan ini diharapkan memberikan kepastian pendapatan bagi petani.

“Pemerintah menetapkan harga pembelian panen, yaitu Rp 6.500 per kilogram untuk padi dan Rp 5.500 per kilogram untuk jagung,” ujarnya.

Dialog interaktif turut digelar dalam kegiatan tersebut. Kapolda Kalimantan Tengah, Iwan Kurniawan, menyampaikan laporan terkait pengembangan jagung di wilayahnya.

Pengembangan dilakukan melalui sistem tumpang sari di lahan perkebunan kelapa sawit. Sistem tersebut dinilai dapat memanfaatkan ruang antar tanaman pada kebun sawit.

Menurut Iwan, luas perkebunan sawit di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 2,1 juta hektare. Luasan tersebut membuka peluang pemanfaatan lahan sela untuk pengembangan tanaman jagung.

Ia juga menyampaikan kebutuhan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kebutuhan tersebut antara lain mesin pengering (dryer) serta peralatan pendukung budi daya jagung.

Peralatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas petani dan menjaga kualitas hasil panen.

Sudaryono memastikan pemerintah akan menindaklanjuti kebutuhan tersebut.

“Saya minta tenaga ahli segera mem-follow up kebutuhan alsintan, termasuk pembinaan jagung di kebun kelapa sawit. Ini salah satu upaya peningkatan produksi jagung, terutama pada kebun sawit yang masih muda,” ujar Wamentan Sudaryono.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo juga hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan penanaman jagung serentak merupakan bagian dari upaya nasional memperkuat kemandirian pangan.

“Kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam memperkuat swasembada pangan. Kita harus memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki agar Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” kata Sigit.

Program penanaman jagung secara nasional terus diperluas. Pemerintah menargetkan peningkatan luas tanam untuk memperkuat produksi dalam negeri.

“Kita telah menanam lebih dari 600 ribu hektare dengan potensi produksi sekitar 3,9 hingga 4 juta ton. Ke depan, targetnya adalah mencapai penanaman hingga 1 juta hektare bahkan lebih,” jelasnya.

Kolaborasi antara pemerintah, aparat, pemerintah daerah, serta para petani dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Program penanaman jagung serentak diharapkan mampu memperkuat produksi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.[]

MEKAR Dukung Penanaman Jagung di Padang Pariaman

0
Ilustrasi
Ilustrasi

TANIMERDEKA – Perusahaan teknologi finansial MEKAR mulai memperluas keterlibatan bisnisnya ke sektor pertanian. Perusahaan tersebut mendukung pengembangan lahan jagung di Sumatera Barat.

Dukungan dilakukan melalui inisiatif Paten Mekar Tani. Program ini ikut terlibat dalam penanaman jagung serentak kuartal I-2026 di Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan penanaman berlangsung di Posko Farm Panen Mekar Tani, Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Penanaman Jagung Serentak yang diinisiasi Mabes Polri. Program tersebut dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Chief Executive Officer MEKAR, Pandu Aditya Kristy, mengatakan keterlibatan perusahaan menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian. Langkah tersebut juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting bagi kekuatan dan kemandirian sebuah bangsa,” ujar Pandu dalam siaran pers.

Ia menjelaskan, lahan yang digunakan untuk penanaman jagung sebelumnya merupakan lahan tidur yang tidak produktif selama lebih dari tiga dekade. Kondisi lahan sempat dipenuhi semak belukar dan tidak dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Pengolahan kembali lahan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Kawasan tersebut kini mulai dikembangkan menjadi area pertanian jagung. Pengembangan ini diharapkan mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Menurut Pandu, pengembangan sektor pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan. Dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar juga perlu diperhatikan.

MEKAR selama ini dikenal sebagai platform pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perusahaan tersebut banyak menyalurkan pembiayaan bagi usaha yang dijalankan perempuan. Perusahaan kini mulai memperluas jangkauan ekosistem bisnisnya ke sektor riil, termasuk pertanian.

Program Paten Mekar Tani dikembangkan untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian. Program ini juga diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

Pengembangan lahan jagung di Padang Pariaman dinilai berpotensi membuka lapangan kerja. Kegiatan pertanian di kawasan tersebut diperkirakan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Inisiatif ini juga terhubung dengan pengembangan MEKAR Ecosystem. Jaringan ini menghubungkan berbagai pelaku usaha untuk saling mendukung dalam memperkuat aktivitas ekonomi sektor riil, termasuk agrikultur.

“Ke depan, yang ingin kami dorong bukan hanya peningkatan produksi pertanian, tetapi juga pembangunan ekosistem ekonomi berkelanjutan,” kata Pandu.

Program penanaman jagung tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah. Hadir dalam kegiatan ini antara lain perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan para petani setempat.

Pengembangan lahan pertanian yang sebelumnya tidak produktif tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi lokal. Upaya ini juga diharapkan memperkuat pasokan pangan di daerah.[]

Tingkatkan Produksi, Pemkab Buleleng Dorong Transformasi Pertanian

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong transformasi sektor pertanian. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Upaya tersebut dijalankan melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi dan produktivitas sejumlah komoditas unggulan dalam lima tahun ke depan.

Sekretaris Distankan Buleleng Ni Luh Prima Diantari Wati mengatakan, sektor pertanian di wilayah tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Masalah yang muncul antara lain degradasi lahan, rendahnya produktivitas, serta daya saing produk pertanian yang masih terbatas.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah melakukan berbagai langkah pembenahan. Pendataan potensi lahan menjadi salah satu prioritas dalam penyusunan kebijakan pembangunan pertanian.

Wilayah Buleleng memiliki potensi lahan yang cukup luas. Lahan tersebut mencakup sawah, tegalan atau abian, serta kawasan pesisir dengan garis pantai yang panjang.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan sektor pertanian dan perikanan secara bersamaan. Pemerintah daerah juga mendorong perluasan luas tambah tanam untuk komoditas pangan utama.

Prima Diantari menjelaskan kebijakan pembangunan pertanian di daerah juga dipengaruhi perubahan regulasi di tingkat nasional. Beberapa kebijakan pemerintah pusat berdampak pada sistem pengelolaan sektor pertanian di daerah.

Transformasi kelembagaan tersebut antara lain pengalihan penyuluh pertanian ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025.

Pengelolaan sumber daya air dan sistem irigasi juga dialihkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Kebijakan lain terkait penataan pupuk bersubsidi diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025.

“Saat ini, pupuk bersubsidi difokuskan pada sembilan komoditas strategis penyumbang inflasi seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, dan kakao. Meski demikian, sinergi antar instansi terus diperkuat agar target produksi tetap tercapai,” ujar Prima Diantari saat memimpin Forum Perangkat Daerah di kantor Distankan Buleleng.

Pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah program bantuan untuk mendukung kegiatan pertanian dan perikanan pada 2026. Program tersebut mencakup bantuan sarana produksi, edukasi pangan, serta dukungan untuk kelompok usaha masyarakat.

Distankan Buleleng merencanakan pemberian 20 paket bantuan untuk 18 desa. Bantuan tersebut meliputi bibit tanaman pangan serta dukungan program sekolah sehat di 10 sekolah dasar yang berada di lokasi dengan kasus stunting.

Program lain berupa edukasi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) juga akan diberikan kepada kader Posyandu di sembilan kecamatan. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola konsumsi pangan yang sehat.

Dukungan juga diberikan kepada sektor perikanan. Bantuan yang disiapkan antara lain mesin tempel, genset, dan mesin jukung bagi nelayan.

Kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan juga akan mendapatkan dukungan. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk perikanan di tingkat masyarakat.

Distankan Buleleng juga membuka kesempatan bagi desa yang belum melengkapi dokumen administrasi program. Pemerintah daerah masih memberikan ruang perbaikan proposal untuk perencanaan kegiatan pada 2027.

Rencana kerja pada tahun tersebut tetap mencakup 13 program utama. Program tersebut akan dijalankan melalui 23 kegiatan dan 53 subkegiatan yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian dan perikanan.

“Dengan integrasi kelembagaan, penguatan data, dan sinergi lintas sektor, Buleleng optimistis mampu meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan pangan, dan menyejahterakan petani serta nelayan,” tutupnya.[]

Wamentan Sudaryono: Penyuluh Jadi Garda Terdepan Swasembada Beras

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkap peran besar penyuluh pertanian dalam pencapaian swasembada beras nasional pada 2025. Sebanyak lebih dari 38 ribu penyuluh dinilai menjadi penggerak utama peningkatan produksi padi di berbagai daerah.

Hal itu disampaikan Sudaryono saat memberikan pembinaan kepada Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan Brigade Pangan di Kantor Camat Godong, Kabupaten Grobogan, pada Selasa 3 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 750 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian dan perwakilan kelompok tani.

Pertemuan itu membahas penguatan peran penyuluh dalam mendukung berbagai program strategis sektor pertanian. Diskusi juga menyoroti pencapaian produksi pangan nasional dalam beberapa tahun terakhir.

“Berkat kerja sama semua pihak, Indonesia telah swasembada pangan dan tidak lagi impor beras!” tegas Sudaryono di hadapan para penyuluh.

Sudaryono menilai keberhasilan swasembada beras tidak terjadi secara instan. Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani di lapangan.

Peran penyuluh menjadi penting karena mereka mendampingi petani secara langsung. Pendampingan dilakukan dalam berbagai tahap produksi, mulai dari pengolahan lahan hingga panen.

“Keberhasilan pangan Indonesia sangat bergantung pada performa penyuluh. Mereka adalah garda terdepan pertanian kita,” tegasnya.

Menurut Sudaryono, keberhasilan produksi beras nasional juga berdampak pada pasar global. Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai importir beras dalam jumlah besar kini tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Kondisi tersebut, kata dia, turut memengaruhi dinamika harga beras di pasar internasional.

“Penyuluh berpengaruh besar dalam membawa kesejahteraan petani Indonesia, sekaligus mempunyai andil dalam memotong harga beras dunia,” ujarnya.

Pemerintah juga melakukan langkah reorganisasi dalam sistem penyuluhan pertanian. Kebijakan tersebut diatur melalui **Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025**.

Kebijakan itu memindahkan status 38.318 penyuluh pertanian dari pemerintah daerah ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Pemindahan resmi berlaku sejak 1 Januari 2026.

Pemerintah menilai langkah tersebut penting untuk mempercepat program swasembada pangan dan meningkatkan koordinasi kebijakan pertanian secara nasional.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menjelaskan pemindahan penyuluh bertujuan memperkuat konsolidasi program serta menyatukan komando kebijakan di bawah kementerian.

“Jumlah penyuluh yang dipindahkan ke Kementerian Pertanian sejumlah 38.318 orang. Penyuluh di Jawa Tengah mencapai 3.302 orang yang tersebar di 35 kabupaten/kota,” jelasnya.

Idha mengatakan penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam menjalankan berbagai program strategis pemerintah. Tugas mereka tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga mendampingi petani dalam penerapan teknologi dan peningkatan produktivitas.

Program yang didampingi penyuluh antara lain perluasan luas tambah tanam, optimasi lahan rawa dan nonrawa, serta pengembangan padi di lahan kering.

Penyuluh juga membantu petani dalam mengakses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pendampingan tersebut diharapkan mempermudah petani mendapatkan modal usaha.

Pendampingan teknis juga dilakukan dalam penggunaan benih unggul dan penerapan pemupukan yang lebih efisien. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.

Idha menilai penyuluh pertanian harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian. Peran mereka juga berkaitan dengan pembentukan Brigade Pangan yang menjadi bagian dari upaya regenerasi petani.

“Penyuluh harus menjadi agen perubahan dan percepatan program-program utama Kementerian Pertanian,” paparnya.

Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo menyambut baik kebijakan penyatuan komando penyuluh di bawah pemerintah pusat. Menurut dia, langkah tersebut dapat mempercepat penerapan inovasi teknologi di tingkat petani.

“Kami berharap PPL memiliki arah kerja yang lebih jelas, terfokus, dan selaras dengan kebijakan nasional seperti swasembada pangan, modernisasi pertanian, serta ketahanan dan kemandirian pangan,” katanya.

Sugeng menilai pembinaan karier dan pelatihan penyuluh dapat dilakukan secara lebih terstruktur jika berada dalam satu sistem nasional. Sistem tersebut diharapkan meningkatkan profesionalisme tenaga penyuluh pertanian.

Penanggung Jawab Brigade Pangan Kabupaten Grobogan yang juga Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, R. Hermawan, mengatakan kegiatan pembinaan ini bertujuan memperkuat pemahaman penyuluh terhadap tugas di lapangan.

Diskusi dalam kegiatan tersebut juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi petani di daerah. Penyuluh diharapkan mampu menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan petani.

“Khususnya dalam menyukseskan program-program strategis Kementerian Pertanian, terutama Brigade Pangan,” ujarnya.[]

Ekspor Benih Lobster Dihentikan, Pemerintah Dorong Budidaya

0

TANIMERDEKA – Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat tata niaga lobster nasional.

Regulasi tersebut mengatur kembali pengelolaan benih lobster serta arah pengembangan budidaya di dalam negeri.

Aturan baru ini menjadi revisi dari Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024. Perubahan kebijakan difokuskan pada penghentian ekspor Benih Bening Lobster (BBL) dan mendorong ekspor lobster hasil budidaya.

Pemerintah menilai kebijakan tersebut dapat meningkatkan nilai tambah produk perikanan. Lobster yang dibudidayakan hingga ukuran konsumsi memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan benih.

Kebijakan tersebut juga disebut sebagai respons atas masukan yang disampaikan kepada Prabowo Subianto oleh pengusaha nasional asal Situbondo, Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang dikenal dengan panggilan Gus Lilur.

Gus Lilur mengatakan sejumlah poin dalam regulasi tersebut sejalan dengan gagasan yang ia sampaikan kepada Presiden melalui surat elektronik.

“Alhamdulillah, ide murni yang saya tuliskan dalam surel kepada Presiden mendapat respons positif hingga akhirnya lahir Permen KP No. 5 Tahun 2026. Ini menunjukkan Presiden Prabowo adalah pemimpin yang terbuka terhadap masukan konstruktif,” ujar Gus Lilur melalui keterangannya.

Salah satu poin utama dalam regulasi tersebut adalah perubahan arah ekspor lobster. Kebijakan sebelumnya memperbolehkan ekspor benih lobster ke luar negeri. Regulasi baru mendorong agar benih dibudidayakan terlebih dahulu di dalam negeri.

Pemerintah menetapkan lobster harus mencapai ukuran minimal 50 gram sebelum diekspor. Ketentuan tersebut diharapkan meningkatkan nilai ekonomi yang diterima nelayan dan pembudidaya.

Pasar luar negeri tetap menjadi tujuan ekspor lobster Indonesia. Salah satu negara tujuan utama selama ini adalah Vietnam, yang dikenal sebagai pusat budidaya dan perdagangan lobster di kawasan Asia.

Menurut Gus Lilur, perubahan kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha perikanan di dalam negeri. Nilai jual lobster konsumsi dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan menjual benih.

“Ini momentum baik bagi seluruh stakeholder. Nelayan dan pengusaha harus merespons secara cerdas. Mari kita perkuat budidaya dan ekspor lobster ukuran 50 gram ke Vietnam agar nilai ekonominya dinikmati di dalam negeri,” tambah alumni Pondok Pesantren Denanyar tersebut.

Gus Lilur juga menyampaikan apresiasi kepada Sakti Wahyu Trenggono dan jajaran Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya yang telah mengkaji usulan tersebut secara teknis.

Menurut dia, keselarasan antara kebijakan pemerintah pusat dan pelaksanaan di kementerian menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

Pemerintah menilai kebijakan ini dapat membuka peluang investasi baru di sektor budidaya lobster. Penguatan budidaya di dalam negeri diharapkan menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang, mulai dari nelayan penangkap benih hingga pelaku usaha pembesaran lobster.

Gus Lilur juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Regulasi yang baik, menurut dia, harus diikuti dengan pengawasan yang ketat di lapangan.

Praktik penyelundupan benih lobster selama ini masih menjadi persoalan dalam tata niaga komoditas tersebut. Aktivitas ilegal itu dinilai merugikan negara karena menghilangkan potensi nilai tambah di dalam negeri.

“Kebijakan ini bukan hanya menguntungkan Balad Grup, tetapi seluruh pelaku usaha budidaya dan nelayan. Ini adalah kontribusi pemikiran saya sebagai anak bangsa untuk memperkuat ekonomi maritim Indonesia,” pungkasnya.[]

Swarm Drone Jadi Solusi Pemantauan Pertanian Presisi

0

TANIMERDEKA – Perkembangan teknologi drone dan Artificial Intelligence membuka peluang baru dalam penerapan pertanian presisi. Inovasi ini memungkinkan proses pemantauan tanaman dilakukan lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Dua dosen Program Studi Ilmu Komputer pada Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB University, Karlisa Priandana dan Medria Kusuma Dewi Hardhienata, mengembangkan teknologi swarm drone untuk mendukung sistem pertanian cerdas.

Pengembangan teknologi swarm drone tersebut diarahkan untuk mendukung sistem indoor farming atau pertanian dalam ruangan. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pemantauan tanaman sekaligus membantu pengelolaan pertanian berbasis teknologi.

Teknologi swarm drone merupakan sekumpulan drone kecil yang dirancang bekerja secara terkoordinasi. Sistem ini meniru cara kerja kelompok serangga yang bergerak bersama untuk menjalankan satu tujuan.

“Swarm drone ini awalnya kami kembangkan untuk membantu pelaksanaan pemantauan atau surveillance untuk indoor farming. Swarm drone dirancang sebagai sekumpulan drone kecil yang mampu bekerja secara koordinatif layaknya segerombolan lebah,” kata Karlisa melalui keterangan tertulis, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Konsep indoor farming sendiri merupakan teknik budi daya tanaman yang tidak lagi bergantung pada kondisi cuaca. Seluruh faktor lingkungan seperti suhu, cahaya, dan kelembapan dapat diatur secara terkontrol melalui sistem teknologi.

Pengelolaan pertanian dalam ruangan membutuhkan pemantauan tanaman secara berkelanjutan. Kondisi tanaman harus dipantau untuk memastikan pertumbuhan berjalan optimal.

Sistem pemantauan selama ini biasanya menggunakan kamera atau sensor statis. Perangkat tersebut dipasang di beberapa titik untuk memantau kondisi tanaman.

Keterbatasan perangkat statis menjadi salah satu tantangan dalam sistem tersebut. Kamera atau sensor dapat mengalami gangguan teknis sehingga pemantauan tidak berjalan maksimal.

“Swarm drone digunakan untuk meng-cover atau menjadi backup ketika sensor statis mengalami gangguan sehingga pemantauan tetap berjalan,” katanya.

Karlisa menjelaskan setiap drone dilengkapi kamera multispektral dan sensor lingkungan. Perangkat tersebut terhubung dengan sistem Internet of Things sehingga mampu mengumpulkan data kondisi tanaman secara menyeluruh.

Drone kemudian mengirimkan berbagai data terkait tanaman, mulai dari kondisi daun, tingkat kesehatan tanaman, hingga perubahan lingkungan di sekitar area tanam.

Sementara itu, Medria Kusuma Dewi Hardhienata menjelaskan seluruh data lapangan dikirimkan secara langsung ke komputer pusat. Sistem tersebut memungkinkan proses analisis dilakukan secara real-time dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan.

“Hasil analisis ini membantu petani atau operator mengambil keputusan secara cepat, akurat, dan berbasis data sehingga produktivitas dan kualitas tanaman dapat meningkat,” ujarnya.

Drone dalam sistem ini juga berfungsi mengambil citra berbagai jenis tanaman. Citra tersebut kemudian dianalisis menggunakan algoritma cerdas untuk mengenali jenis tanaman secara otomatis.

Teknologi komunikasi berbasis AI memungkinkan drone saling berinteraksi dalam satu sistem. Setiap drone dapat menyesuaikan posisi, mengatur formasi terbang, serta menghindari tabrakan saat beroperasi.

Kemampuan tersebut menjadi penting terutama dalam ruang indoor farming yang relatif sempit. Sistem navigasi berbasis AI membuat drone tetap dapat bekerja secara efisien meski ruang geraknya terbatas.

Pengembangan teknologi swarm drone ini juga membuka peluang baru dalam modernisasi sektor pertanian. Integrasi drone, sensor lingkungan, dan sistem analisis data dinilai mampu mendukung praktik pertanian yang lebih presisi.

“Ke depan, teknologi swarm drone diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi pertanian modern, tetapi juga mendukung praktik budi daya yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi berbasis data,” ujarnya.

Kanada Minat Investasi di Jawa Tengah, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian

0
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Dubes Kanada untuk Indonesia Jess Dutton.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Dubes Kanada untuk Indonesia Jess Dutton.

TANIMERDEKA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan Pemerintah Kanada menunjukkan minat berinvestasi di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton di Semarang, pada Kamis, 5 Maret 2026.

“Realisasi investasi di Jateng tahun lalu (2025) sekitar Rp88,6 triliun. Kanada baru di urutan ke 40-an negara sumber investasi. Makanya, saya ingin Kanada meningkatkan investasi di sektor lain dan dapat membantu memajukan Jateng,” ujar Luthfi dalam siaran pers.

Data mencatat pada periode 2021–2025, Kanada menempati peringkat ke-49 sebagai negara sumber investasi di Jateng dengan total Rp4,35 miliar.

Sektor unggulan mencakup industri kimia dan farmasi (52 persen), perdagangan dan reparasi (25 persen), hotel dan restoran (1 persen), serta industri lainnya (22 persen).

Luthfi menawarkan peluang investasi di sektor pertanian dan kesehatan. Pada 2026, Pemprov Jateng memprioritaskan program penguatan ketahanan pangan untuk mendukung swasembada nasional.

Menanggapi tawaran tersebut, Duta Besar Kanada Jess Dutton membenarkan ketertarikan negaranya.

“Hubungan Kanada dan Indonesia sudah terjalin baik selama ini. Pada September 2025, Presiden Prabowo Subianto juga menandatangani kerja sama perdagangan yang akan ditindaklanjuti oleh kedua negara pada 2026. Karenanya, Kanada siap menjadi partner kerja sama,” kata Jess.

Menurut Jess, Jawa Tengah dinilai strategis. Ia memahami sektor pertanian menjadi penopang penting perekonomian provinsi tersebut.

“Sebenarnya, kami memiliki program di Jateng yang (dapat) membantu petani skala kecil untuk memastikan pertanian mereka lebih berkelanjutan dan lahan mereka benar-benar digunakan secara lebih efisien,” ucapnya.

Jess menambahkan Kanada memiliki sumber bahan baku pupuk terbaik serta teknologi pertanian yang berkembang pesat. Ia berharap kontribusi Kanada dapat memperluas pengembangan sektor pertanian di Jateng.

Selain pertanian, Jess menyoroti peluang kerja sama di bidang kesehatan. Kanada disebut memiliki teknologi kesehatan canggih.

“Kerja sama bidang kesehatan dapat mencakup pengembangan teknologi kesehatan, program pertukaran maupun pendidikan dokter, serta pemanfaatan teknologi pengobatan berbasis robotik,” katanya.

Jess menegaskan universitas di Kanada siap menjalin kerja sama dengan Jawa Tengah. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat hubungan kedua negara melalui investasi di sektor strategis.

Harga Cabai Rawit Terjangkau, Pasokan Aman Jelang Lebaran

0

TANIMERDEKA – Pergerakan harga cabai rawit merah di sejumlah daerah menunjukkan tren penurunan pada pekan kedua Ramadan. Kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat dan pedagang di Pasar Moulo Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Wanda, warga yang berbelanja di pasar tersebut, mengaku harga cabai rawit merah kini jauh lebih terjangkau.

“Saya hari ini belanja bawang, tomat, rica (cabai). Rica saya beli 30 ribu setengah kilo. Menurut saya harga murah, sudah turun harganya dari sebelum puasa. Menjelang puasa harga rica cabai rawit merah 50 ribu setengah kilo. Sekarang turun 30 ribu setengah kilo,” ujarnya, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Penurunan harga juga dibenarkan Madani, pedagang di Pasar Moulo Kwandang. Ia menyebutkan harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram, turun signifikan dari sebelumnya Rp80 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah terjangkau, bawang putih sekilo 40 ribu, bawang merah 40 ribu per kilo, cabai rawit merah 50 ribu per kg, ini sudah turun, kemarin sampai 80 ribu per kg. Untuk stok, sekarang kalau untuk lebaran alhamdulillah aman stoknya, tersedia, sampai hari raya Idulfitri,” tuturnya.

Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan mencatat harga rata-rata cabai rawit merah nasional sepekan terakhir turun 4,95 persen, dari Rp77.937 per kg pada 24 Februari 2026 menjadi Rp74.082 per kg pada 3 Maret 2026. Di Provinsi Gorontalo, penurunan mencapai 3,63 persen, dari Rp55.917 per kg menjadi Rp53.889 per kg.

Penurunan harga ini menjadi indikasi membaiknya pasokan di tingkat pasar. Ketersediaan stok yang cukup hingga Idulfitri memberi rasa tenang bagi konsumen maupun pedagang.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan ketersediaan pangan pokok menjelang Lebaran 2026 dalam kondisi aman.

“Insyaallah, jelang Lebaran 2026 kebutuhan pokok aman. Data neraca pangan menunjukkan kita dalam posisi surplus untuk komoditas utama. Beras kita sangat cukup, jagung cukup, gula konsumsi cukup, cabai cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Amran yang juga Menteri Pertanian menambahkan pengawasan intensif terus dilakukan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum puasa dan Lebaran.

“Ini kami pantau harian. Jadi, stok ada, produksi jalan, distribusi kita kawal. Target kita sederhana, Lebaran tenang, harga stabil, masyarakat tersenyum,” pungkasnya.[]

Mentan Amran: Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Tak Lagi “Berteiak”

0
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

TANIMERDEKA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tidak ada lagi keluhan petani setelah kebijakan penyesuaian harga pupuk subsidi turun 20 persen. Kebijakan ini disebut mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus keberlanjutan swasembada pangan nasional.

“Sekarang petani mana ada ‘berteriak’? Enggak ada!,” kata Mentan Amran saat dikonfirmasi mengenai perkembangan pupuk subsidi di sela kegiatan pelepasan ekspor unggas dan produk turunannya ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste di Jakarta, pada Selasa, 3 Maret 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak positif. Keluhan petani terkait pupuk semakin berkurang. Pemerintah menyelesaikan persoalan distribusi secara bertahap.

“Dan (memang masalah pertanian) tidak bisa selesai sekaligus,” tegasnya.

Amran menegaskan kebijakan penurunan harga pupuk subsidi tetap berlanjut.

“Masih lanjut lah. Itulah hebatnya Presiden kita (Prabowo Subianto), pemerintahan sekarang. Volume pupuk dipenuhi, kemudian harga turun 20 persen,” tuturnya.

Ia menambahkan pemerintah tidak hanya menurunkan harga, tetapi juga menjamin ketersediaan volume pupuk subsidi agar kebutuhan petani terpenuhi. Musim tanam di sentra produksi tidak boleh terganggu.

Penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/Kpts./SR.310/M/09/2025.

Amran menegaskan kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo.

“Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada kebocoran,” ujarnya.

Ia mangatakan langkah konkret sudah dilakukan, mulai dari revitalisasi industri, pemangkasan rantai distribusi, hingga penurunan harga tanpa menambah subsidi dari APBN.

PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kesiapan penyaluran pupuk bersubsidi tahun anggaran 2026 sebesar 9,8 juta ton senilai Rp46,87 triliun. Dari jumlah itu, alokasi untuk sektor pertanian ditetapkan 9,55 juta ton, sama dengan volume tahun 2025.

Rincian alokasi mencakup 4,42 juta ton Urea dan 4,47 juta ton NPK, serta dukungan untuk komoditas khusus seperti NPK Kakao, ZA, dan pupuk organik.

Kementerian Pertanian menyebut sembilan komoditas pangan pokok strategis saat ini telah mencapai swasembada.

Komoditas tersebut meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.[]