Beranda blog Halaman 14

Pupuk Indonesia Dukung Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Banjir Sumatera

0
Ilustrasi. Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan Pupuk Indonesia.
Ilustrasi. Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan Pupuk Indonesia.

TANIMERDEKA – Ikut mendukung rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak banjir dan lonsor di Aceh, PT Pupuk Indonesia (Persero) membantuan pupuk nonsubsidi untuk petani di wilayah itu.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui program “Kementan Peduli” yang diserahkan secara simbolis di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengaku Pupuk Indonesia Grup berkomitmen mewujudkan pertanian berkelanjutan di tanah air dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Termasuk mendukung program rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian.

“Alhamdulilah Pupuk Indonesia bisa terus berkontribusi dalam program pemulihan pasca bencana di Sumatera. Kali ini kami juga ingin membantu program rehabilitasi lahan pertanian di Sumatera yang terdampak banjir. Bantuan ini merupakan kolaborasi seluruh pihak melalui program Kementan Peduli,” kata Rahmad.

Dalam mendukung program rehabilitasi lahan pertanian, Pupuk Indonesia memberikan dukungan berupa pupuk nonsubsidi sejumlah 10 ton. Nantinya, bantuan ini akan didistribusikan di tiga daerah yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terkena dampak banjir dan lonsor.

Dikatakan Rahmad, melalui produk berkualitas Pupuk Indonesia ini diharapkan proses rehabilitasi pertanian berjalan sesuai target. Sehingga ketahanan pangan di Sumatera semakin terjaga dan petani bisa kembali memperoleh pendapatan, setelah sempat gagal akibat bencana banjir sejak akhir November 2025.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan rehabilitasi lahan pertanian di Sumatera.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memulai program rehabilitasi tersebut dari Kabupaten Aceh Utara yang kerusakannya dinilai paling parah.

Selain mengawali program rehabilitasi, melalui program Kementan Peduli mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk pemulihan masyarakat pascabencana.

Pupuk Indonesia juga berkontribusi aktif mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui Kementan Peduli ke Sumatera sebanyak 215 ton, dengan total nilai Rp5,68 miliar. Bantuan tersebut juga didistribusikan ke Aceh dengan menggunakan 80 truk.

Sebanyak 215 ton tersebut terdiri dari 120 ton beras, 5 ton gula, 24 unit tandon air, 8 truk air mineral, 8 truk makanan siap saji, 5 truk makanan ringan, 3 truk susu, dan 1 truk berisi kopi, teh, serta telur. Bantuan ini merupakan hasil koordinasi dengan stakeholder sehingga bantuan yang dikirimkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bencana di Sumatera, sudah terjadi lebih dari satu bulan lalu, tetapi hingga saat ini keadaan masyarakat terdampak belum sepenuhnya pulih dan membutuhkan bantuan dari banyak pihak. Pupuk Indonesia berkomitmen terus berkontribusi mengirimkan bantuan secara bertahap untuk masyarakat terdampak.

“Bantuan Pupuk Indonesia tidak hari ini saja. Berlangsung terus dari awal sampai hari ini. Nilainya bukan hal yang penting, saya ingin menegaskan kebersamaan kami dengan masyarakat. Tidak mungkin bencana ini diselesaikan oleh satu pihak,” pungkas Rahmad.[]

Petani Kecil, Penopang Pangan Negeri

0

TANIMERDEKA – Ketahanan pangan sering dibicarakan lewat angka besar: stok beras, harga stabil, distribusi lancar. Namun fondasi sesungguhnya ada di jutaan petani kecil yang setiap hari menjaga dapur Indonesia tetap berasap.

Data Sensus Pertanian 2023 dari BPS mencatat ada 29,4 juta usaha pertanian. Lebih dari 99 persen dikelola perorangan. Artinya, hampir seluruh pangan nasional lahir dari tangan petani rumah tangga.

Padi jadi komoditas utama. Sekitar 70 persen usaha perorangan menggarap sawah, sebagian besar menjadikan padi sebagai tumpuan. Pasokan beras nasional bergantung pada keberlanjutan mereka.

Sebagian hasil panen bahkan dipakai untuk konsumsi sendiri. Pola ini menunjukkan pertanian bukan hanya sumber pendapatan, tetapi juga penyangga pangan keluarga.

Hortikultura juga tak kalah penting. Cabai dan bawang merah yang diusahakan petani kecil langsung memengaruhi harga harian di pasar. Cuaca ekstrem atau serangan hama bisa membuat inflasi melonjak.

Peternakan rakyat punya pola serupa. Sapi potong rata-rata hanya dua hingga tiga ekor per petani. Ayam kampung dan kambing jadi tambahan. Skala kecil membuat mereka fleksibel, tetapi produktivitas masih perlu ditingkatkan.

Perkebunan dan perikanan menunjukkan pembagian peran. Perusahaan besar menguasai sawit dan udang vaname untuk ekspor. Petani kecil tetap menjaga pasokan kopi, karet, kelapa, dan ikan untuk konsumsi dalam negeri.

Pulau Jawa jadi simpul utama pangan nasional. Sekitar 85 persen usaha tanaman pangan ada di sana. Infrastruktur lengkap dan pasar luas membuat Jawa jadi lumbung pangan, meski konsentrasi tinggi menuntut pengelolaan lahan lebih cermat.

Di luar Jawa, potensi terus tumbuh. Sumatera, Sulawesi, NTB, NTT, dan Gorontalo jadi sentra beras dan jagung. Kawasan timur Indonesia menopang perikanan tangkap untuk ekspor.

Pesan dari sensus jelas: ketahanan pangan berdiri di atas jutaan petani kecil. Tantangannya adalah memperkuat mereka dengan teknologi, akses modal, dan pendampingan.

Fondasi pangan negeri ada di tangan petani perorangan. Mereka bukan sekadar penghasil, tetapi penjaga utama dapur Indonesia.

Stock Beras di Aceh Aman Menjelang Ramadan dan Iduk Fitri

0
Dirut Bulog, Letjen TNI Purn Dr. Ahmad Rizal R saat mengecek stok beras untuk menghadapi Tradisi Megang jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026 di Aceh.
Dirut Bulog, Letjen TNI Purn Dr. Ahmad Rizal R saat mengecek stok beras untuk menghadapi Tradisi Megang jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026 di Aceh.

TANIMERDEKA – Perum BULOG memastikan stok beras di Aceh dalam kondisi aman. Berdasarkan posisi per 18 Januari 2026, BULOG Aceh menguasai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 62.820 ton yang tersebar di seluruh gudang dan kantor cabang. Selain beras, BULOG juga mengelola stok minyak goreng sebanyak 191.428 liter.

Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal, menegaskan stok beras yang berlimpah menjadi fondasi kuat untuk menjalankan penugasan pemerintah.

“Hingga pertengahan Januari 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan dan CBP di Aceh juga berjalan dengan baik. Total realisasi CBP bencana mencapai 14.435 ton, sementara penyaluran Bantuan Pangan Beras tercatat sebesar 9.980 ton, dengan tingkat realisasi di berbagai kabupaten/kota mendekati bahkan mencapai 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penyaluran berjalan efektif secara keseluruhan,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan stok beras di wilayah terdampak bencana seperti Takengon tetap aman. Per 17 Januari 2026, estimasi stok fisik beras di Takengon tercatat sekitar 280 ton.

BULOG memperkuat pasokan dengan pengiriman tambahan 5.000 ton dari Gudang Cabang Lhokseumawe hingga akhir Januari 2026 untuk mencakup Kabupaten Takengon dan Bener Meriah.

BULOG Aceh juga melakukan pengiriman lintas cabang dari Aceh, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta dengan total rencana pergerakan stok mencapai 1.200 ton.

Pengiriman ditujukan untuk memastikan ketersediaan di wilayah dataran tinggi dan daerah dengan tantangan distribusi, termasuk Takengon dan sekitarnya.

“Dengan langkah-langkah tersebut, stok di Cabang Takengon dipastikan akan segera terisi secara optimal, sehingga mampu mendukung kebutuhan penyaluran, baik untuk program bantuan pemerintah maupun antisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri,” kata Rizal.

Stok pangan yang terjaga di Aceh menjadi penopang penting menghadapi periode konsumsi tinggi, termasuk tradisi Megang, Ramadan, dan Idulfitri 1447 H.

BULOG menegaskan kesiapan penuh dalam menjaga pasokan agar masyarakat tetap tenang menghadapi musim konsumsi puncak.[]

Konsolidasi Tani Merdeka Semarang, Korcam dan Kordes Jadi Prioritas Penguatan Struktur

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Semarang menggelar koordinasi bersama koordinator kecamatan dan desa. Pertemuan membahas penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa dengan fokus pada penguatan kelajutan ketahanan pangan.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Semarang, Beny, menegaskan pentingnya konsolidasi di semua lini.

“Struktur harus kuat sampai desa. Dengan begitu program presiden bisa berjalan efektif di tingkat kecamatan dan desa,” kata Beny.

Ia menekankan penting keterlibatan aktif Tani Merdeka Indonesia dalam setiap kegiatan pertanian. “Kami ikut aktif di lapangan. Semua kegiatan pertanian di kecamatan dan desa harus melibatkan Tani Merdeka agar kebutuhan petani benar-benar terjawab,” ujarnya.

Beny menambahkan koordinasi ini menjadi langkah yang tepat memetakan persoalan petani secara riil. Ia menilai pendataan kebutuhan petani penting agar distribusi pupuk, benih, dan sarana produksi tepat sasaran.

Pertemuan juga membahas strategi pendampingan teknis bagi kelompok tani. Para koordinator desa diminta aktif menjembatani komunikasi antara petani dan pemerintah daerah.

Beny menegaskan kerja sama lintas sektor harus diperkuat. “Petani tidak boleh dibiarkan sendiri. Pemerintah, penyuluh, dan organisasi tani harus bergerak bersama,” ucapnya.[]

Korcam Tani Merdeka Sumber Jaya Ikut Monitoring Program Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – Koordinator Kecamatan Tani Merdeka Indonesia Sumber Jaya, Lampung Barat, bersinergi dengan petugas kecamatan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi perkembangan desa. Fokus kegiatan diarahkan pada program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah.

Ketua Koordinator Kecamatan Tani Merdeka Indonesia Sumber Jaya, Sepri Yanti, menegaskan komitmen Tani Merdeka Indonesia untuk aktif mendukung program pertanian di tingkat kecamatan dan desa.

“Kami hadir di setiap kegiatan pertanian. Monitoring dan evaluasi harus benar-benar menyentuh kebutuhan petani agar program presiden bisa berjalan sesuai target,” kata Sepri.

Ia menambahkan keterlibatan Tani Merdeka Indonesia di lapangan penting untuk memastikan distribusi bantuan dan pendampingan teknis berjalan efektif.

“Petani tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri. Kami akan terus mendampingi agar hasil pertanian bisa meningkat,” ujarnya.

Petugas kecamatan menyambut baik kehadiran Tani Merdeka Indonesia dalam kegiatan monitoring. Sinergi ini diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan kelompok tani.

Sepri menekankan perlunya komunikasi rutin antara penyuluh, aparat desa, dan organisasi tani.

“Kita harus duduk bersama, mendengar langsung keluhan petani. Dengan begitu solusi bisa cepat ditemukan,” ucapnya.

Kegiatan monitoring di Sumber Jaya bagian dari implementasi program Tani Merdeka Indonesia di tingkat kecamatan dan desa. Tani Merdeka Indonesia menargetkan ketahanan pangan dapat diperkuat melalui kerja sama lintas sektor.[]

DPD Tani Merdeka Kota Tarakan Dilantik, Siap Lanjutkan Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Tarakan resmi dilantik pada Jumat 16 Januari 2025 malam. Pelantikan ini bagian dari penguatan peran petani lokal sekaligus mendukung program ketahanan pangan di daerah.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Jufri Budiman, menegaskan sinergi antara Tani Merdeka Indonesia dengan pemerintah daerah sangat penting, guna mendorong percepatan kesejahteraan petani dan menyukseskan program Presiden Prabowo.

“Kami berharap Tani Merdeka Indonesia Kota Tarakan langsung melakukan konsolidasi hingga ke tingkat bawah. Petakan kebutuhan petani secara riil agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran,” ujar Jufri.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Tarakan, Simon Patino, menyatakan komitmennya menjalankan amanah organisasi dengan fokus pada pendampingan petani dan optimalisasi bantuan pemerintah.

“Tidak boleh ada lagi petani yang kesulitan mendapatkan sarana produksi. Kami akan mendata ulang kelompok tani agar program penguatan ketahanan pangan di Tarakan bisa berjalan maksimal,” tegas Simon.

Simon menambahkan pendataan kelompok tani menjadi langkah awal agar distribusi pupuk, bibit, dan sarana produksi berjalan efektif.

Ia menekankan perlunya kerja sama lintas sektor untuk memastikan kebutuhan petani terpenuhi.

Selain itu Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Kaltara, Ibnu Saud Is, mengingatkan peran strategis organisasi dalam mendukung kedaulatan pangan nasional, terutama di wilayah perbatasan.

“Melalui kolaborasi dan modernisasi pertanian, TMI diharapkan mampu menciptakan petani yang sejahtera serta menjadikan sektor pertanian sebagai kekuatan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Pelantikan ini dihadiri sejumlah tokoh daerah dan perwakilan kelompok tani. Kehadiran mereka menandai komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan pangan di Tarakan.

Dukungan terhadap petani di wilayah perbatasan dinilai penting karena menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan di Kalimantan Utara.[]

Korcam Anak Tuha Bahas Swasembada Pangan Bersama BPP, Begini Responya

0

TANIMERDEKA – Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia Anak Tuha, Lampung Tengah, melakukan silaturahmi ke Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Anak Tuha. Pertemuan membahas penguatan program swasembada pangan tahun 2026.

Pertemuan itu berlangsung di Kantor Kecamatan Anak Tuha.

Ketua Korcam Tani Merdeka Indonesia Anak Tuha, Iwan, hadir bersama jajaran pengurus. Mereka diterima langsung oleh Kepala BPP Kecamatan Anak Tuha, Ivan Bangkit.

Iwan mengatakan pentingnya kerja sama antara organisasi tani dan BPP, guna pemerintah tahu yang menjadi kebutuhan petani di desa.

“Kami berharap BPP bisa mendampingi petani secara intensif. Swasembada pangan 2026 harus berjalan dengan baik, mulai dari penyediaan benih, pupuk, hingga pendampingan teknis di lapangan,” kata Iwan.

Ia menambahkan koordinasi dengan BPP menjadi kunci agar program nasional bisa diterapkan di tingkat desa.

“Petani di Anak Tuha siap mendukung. Kami ingin semua berjalan terarah, tidak hanya wacana,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BPP Kecamatan Anak Tuha, Ivan Bangkit, menyambut baik ajakan kerja sama tersebut.

“Kami siap mendukung program swasembada pangan. BPP akan turun langsung ke desa, memastikan penyuluh bekerja mendampingi petani,” kata Ivan.

Ivan menekankan peran penyuluh sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan petani.

“Penyuluh harus hadir di sawah, di kebun, mendengar langsung keluhan petani. Dengan begitu program bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Pertemuan ini memperkuat sinergi antara Tani Merdeka Indonesia dan BPP di tingkat kecamatan. Kedua pihak sepakat membangun komunikasi rutin agar program swasembada pangan berjalan sesuai target.[]

Mentan Pastikan Rehabilitasi Lahan Banjir Berjalan Cepat di Aceh

0
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berdialog dengan petani di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/1/2026)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berdialog dengan petani di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/1/2026)

TANIMERDEKA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau pemulihan tahap awal sawah terdampak banjir dan longsor di Aceh, pada Kamis 15 Januari 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan rehabilitasi lahan, bantuan sarana produksi, serta percepatan tanam berjalan tepat waktu.

Amran bersama rombongan tiba di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, sekitar pukul 08.30 WIB. Ia meninjau langsung areal persawahan yang masih terendam lumpur pascabanjir.

Dalam peninjauan, Amran meminta jajaran Kementerian Pertanian bergerak cepat. “Jadi seluruh tim terima kasih, kami minta seluruh swakelola, kalau perlu petaninya ikut kerjakan sendiri. Dan itu dibayar pemerintah,” kata Amran.

Ia menegaskan seluruh pekerjaan rehabilitasi dilakukan secara swakelola dan padat karya. “Jadi swakelola, jadi padat karya. Jadi ini nggak kemana-mana, nggak usah pakai kontraktor besar, apalagi kecil-kecil begini,” ucapnya.

Selain perbaikan lahan, pemerintah menyalurkan bantuan benih dan pupuk. “Dan benih benihnya, pupuknya Alhamdulillah dibantu pemerintah,” tambah Amran.

Kunjungan Mentan didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, anggota Komisi IV DPR RI, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta pejabat lain. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah turut hadir.

Data Kementerian Pertanian mencatat sawah terdampak bencana di Aceh mencapai 54.233 hektare tersebar di 21 kabupaten/kota. Rinciannya, rusak ringan 23.893 hektare, rusak sedang 8.759 hektare, rusak berat 21.851 hektare.

Tahap awal rehabilitasi dilakukan seluas 13.707 hektare, terdiri atas Aceh 6.530 hektare, Sumatera Utara 6.593 hektare, dan Sumatera Barat 3.624 hektare. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,49 triliun dari APBN 2026 serta mengusulkan tambahan Rp5,1 triliun untuk mempercepat pemulihan.

Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, luapan sungai, dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Daerah terdampak antara lain Aceh Tamiang, Agam, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Data per 13 Januari 2026 menunjukkan luas sawah terdampak di tiga provinsi mencapai 107.324 hektare. Sawah rusak ringan 56.077 hektare, rusak sedang 22.152 hektare, rusak berat 29.095 hektare. Lahan padi dan jagung yang mengalami puso mencapai 44,6 ribu hektare.

Selain itu, perkebunan non-sawit seperti kopi, kakao, dan kelapa dalam terdampak seluas 29.310 hektare. Lahan hortikultura rusak 1.803 hektare, ternak mati atau hilang lebih dari 820 ribu ekor.

Kementan juga mencatat kerusakan infrastruktur pertanian, antara lain 58 Rumah Potong Hewan, 2.300 unit alsintan hilang, 74 Balai Penyuluhan Pertanian rusak, 3 bendungan rusak, jaringan irigasi rusak sepanjang 152 kilometer, serta 820 unit jalan produksi terdampak.

“Tentu data dampak bencana ini bersifat dinamis dan terus kami perbarui setiap hari melalui koordinasi intensif antara unit Eselon I Kementerian Pertanian dan dinas pertanian di daerah terdampak,” kata Amran.

Kunjungan ini menjadi langkah awal pemulihan sektor pertanian di Aceh Utara. Pemerintah menargetkan rehabilitasi berjalan cepat agar petani bisa kembali menanam pada musim tanam berikutnya.[]

Bertemu Menteri Pertanian, Ketua DPW Tani Merdeka Aceh Sampaikan Keluhan Petani Pascabanjir

0
Cut Muhammad Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh sambut kedatangan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Cut Muhammad Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh sambut kedatangan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menyambut kedatangan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Aceh Utara, pada Kamis 15 Januari 2026. Kunjungan ini dalam rangka meninjau langsung pemulihan tahap awal sawah terdampak banjir dan longsor.

Cut Muhammad menyampaikan langsung keluhan petani kepada Menteri Pertanian terkait kerusakan lahan dan irigasi.

“Banyak lahan petani yang rusak karena banjir. Irigasi juga banyak yang jebol. Kondisi ini membuat petani kesulitan untuk kembali menanam,” kata Cut Muhammad.

Ia menambahkan kebutuhan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) mendesak untuk mendukung pemulihan.

“Kami berharap pemerintah menambah bantuan alsintan agar petani bisa segera mengolah lahan kembali,” ujarnya.

Cut Muhammad menekankan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi tani harus diperkuat.

“Petani butuh kepastian. Dengan kerja bersama, sawah yang rusak bisa kembali produktif,” pungkasnya.

Sementara itu Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memastikan rehabilitasi sawah yang rusak akibat banjir.

“Sesuai perintah bapak Presiden, dahulukan Aceh dan daerah terparah. Karena itu, kita mulai di sini,” kata Amran di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.

Amran menegaskan seluruh lahan pertanian terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan direhabilitasi.

Menurut Amran, Aceh Utara dipilih sebagai lokasi pertama karena kerusakan paling parah.

Kunjungan Menteri Pertanian disambut antusias petani dan masyarakat setempat. Mereka berharap program rehabilitasi bisa segera berjalan agar produksi pangan kembali normal. Kehadiran Tani Merdeka Indonesia di daerah juga dianggap penting sebagai mitra pemerintah dalam memastikan kebutuhan petani terpenuhi.[]

Perkuat Swasembada Pangan, Satgas Tani Merdeka Indonesia Ajak Kerjasama dengan Makopussenif

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia menjalin kerja sama dengan Markas Komando Pusat Kesenjataan Infanteri (Makopussenif) untuk memperkuat program swasembada pangan.

Wakil Ketua Umum bidang Satgas Nasional Tani Merdeka Indonesia, Iwan Kurniawan, bersama jajaran Satgas DPW Tani Merdeka Indonesia Prvinsi Jawa Barat bersilaturahmi dengan Danpussenif Letjen TNI Iwan Setiawan S.E., M.M di Markas Komando Pussenif, di Jalan Supratman, Bandung, Jawa Barat.

Pada kesempatan itu Letjen TNI Iwan Setiawan mengatakan pihaknya siap mendukung dan kerja sama dengan Tani Merdeka Indonesia di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

“Kami sudah menyiapkan lahan seluas lebih kurang 200 hektare di area Pussenif untuk digarap bersama Tani Merdeka Indonesia apabila diperlukan,” kata Iwan Setiawan.

Iwan Setiawan mengaku siap menurunkan personel untuk mengarap lahan membantu Tani Merdeka Indonesia.

“Bila memerlukan bantuan untuk pengolahan lahan, kami siap menurunkan prajurit untuk membantu Tani Merdeka Indonesia di lapangan,” ujarnya.

“Kami sangat apresiasi dengan keberhasilan program yang dijalankan Tani Merdeka Indonesia, terlebih atas penghargaan Presiden kepada Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir yang disematkan Satyalencana Wirakarya atas keberhasilan mendukung swasembada pangan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum bidang Satgas Nasional Tani Merdeka Indonesia, Iwan Kurniawan, mengatakan Danpussenif Letjen TNI Iwan Setiawan menyambut baik ajakan kerja sama Tani Merdeka Indonesia.

“Bukan hanya di Jawa Barat, Tani Merdeka Indonesia di provinsi dan kabupaten lain bisa diajak kerja sama untuk memanfaatkan lahan wilayah infanteri,” kata Iwan Kurniawan.

Kerja sama antara Tani Merdeka Indonesia dan Makopussenif diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemanfaatan lahan militer untuk pertanian menjadi langkah strategis, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan.[]