Beranda blog Halaman 13

Pengurus Tani Merdeka Kulon Progo Dilantik, Fokus pada Pertanian Terpadu

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi dilantik pada Rabu, 20 Januari 2026.

Kepengurusan ini berkomitmen mendorong kemajuan sektor pertanian dan perkebunan upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto.

Ketua DPD Tani Merdeka Kulon Progo, Suparta, mengatakan kondisi geografis wilayahnya memiliki potensi besar untuk pertanian terpadu. Sekitar 75 persen wilayah berupa lahan datar, sementara 25 persen lainnya perbukitan.

“Kami berkomitmen menyejahterakan petani di wilayah datar maupun perbukitan agar memiliki taraf hidup yang setara. Untuk Kulon Progo, lahan datar difokuskan pada tanaman pangan, sedangkan kawasan perbukitan dikembangkan untuk perkebunan,” ujar Suparta.

Ia menambahkan Kulon Progo telah mencapai swasembada pangan. Bahkan, pihaknya optimistis Indonesia mampu menembus pasar ekspor beras pada 2026.

Suparta menyoroti karakter sosial masyarakat Kulon Progo yang sebagian besar menggantungkan hidup di sektor pertanian. Dari total penduduk, sekitar 50 persen berprofesi sebagai petani.

“Dengan jumlah petani yang besar, Tani Merdeka Indonesia hadir untuk memastikan kesejahteraan mereka benar-benar meningkat,” katanya.

Ia berharap sinergi organisasi semakin kuat seiring peran Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY, Oscar Tri Yoga Semendawai, yang juga menjabat staf ahli di Kementerian Pertanian.

“Kita punya garis koordinasi yang jelas dari kabupaten, provinsi, hingga kementerian. Harapannya, program pertanian bisa segera mengalir dan dirasakan langsung oleh petani,” ujarnya.

Suparta mendorong adanya program khusus untuk kawasan Perbukitan Menoreh. Kawasan itu dinilai lebih sesuai dikembangkan sebagai sentra perkebunan dan buah-buahan, sementara lahan datar tetap difokuskan pada tanaman pangan, khususnya padi.

Ia menekankan pentingnya kualitas produk pertanian agar mampu bersaing di pasar global.

“Kita harus masuk ke pasar global dengan produk berkualitas. Bukan hanya mengejar jumlah, tapi bagaimana kualitas hasil pertanian kita benar-benar diakui dan bernilai tinggi,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten terhadap keberadaan Tani Merdeka Indonesia.

“Bertani adalah pekerjaan yang mulia. Dengan sumber daya petani yang luar biasa, sektor ini bisa menopang banyak aspek kehidupan,” katanya.

Ia berharap Tani Merdeka Indonesia menjadi wadah kolaborasi antara petani senior dan generasi muda yang memiliki inovasi serta penguasaan teknologi.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY, Oscar Tri Yoga Semendawai, menegaskan seluruh struktur organisasi mendukung penuh program strategis Presiden Prabowo Subianto.

“Target swasembada pangan yang semula dianggap sulit ternyata bisa tercapai pada 2025. Pada 2026, target kita meningkat, yakni ekspor satu juta ton beras dan satu juta ton jagung,” ujarnya.

Oscar mengingatkan pengurus DPD yang baru dilantik agar memaknai jabatan sebagai amanah.

“Jabatan bukan untuk dibanggakan, tapi tanggung jawab besar. Petani menunggu kerja nyata kita,” pungkasnya.[]

Kerja Sama Indonesia-Aljazair, Harga Pupuk Lebih Murah

0
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan perusahaan tambang fosfat Aljazair, yang anak usaha Grup Sonarem, Somiphos di Aljir, Aljazair, Selasa (20/1/2026).
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan perusahaan tambang fosfat Aljazair, yang anak usaha Grup Sonarem, Somiphos di Aljir, Aljazair, Selasa (20/1/2026).

TANIMERDEKA – PT Pupuk Indonesia (Persero) menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang fosfat Aljazair, Somiphos, anak usaha Grup Sonarem. Langkah ini ditempuh untuk menjamin ketersediaan bahan baku pupuk dan menekan harga di dalam negeri.

“Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah,” ujar Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam keterangannya, pada Rabu, 21 Januari 2026.

Kesepakatan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) di Aljir, Aljazair, pada Selasa 20 Januari 2026. MoU ditandatangani Direktur Utama Somiphos Mokhtar Lakhal dan Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, disaksikan Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab. Acara juga dihadiri pejabat tinggi kedua negara, termasuk Duta Besar RI untuk Aljazair serta jajaran Grup Sonarem.

Kerja sama mencakup kajian pasokan fosfat dari Aljazair untuk kebutuhan industri pupuk nasional, sekaligus penjajakan investasi bersama di bidang penambangan dan pengolahan fosfat. Fosfat merupakan bahan baku strategis dalam produksi pupuk, berperan penting meningkatkan produktivitas pertanian.

Sudaryono menilai ketergantungan pada impor bahan baku selama ini memengaruhi struktur biaya pupuk.

“Dengan memperluas sumber bahan baku dan membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan, kita tidak hanya menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional, tetapi juga menjalankan amanat Presiden untuk melindungi petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan Indonesia,” ujarnya.

Nota kesepahaman berlaku 18 bulan. Ruang lingkupnya meliputi studi pendahuluan bersama, pertukaran data, serta pengembangan peluang kerja sama tahap awal industri pengolahan fosfat.

Sudaryono menjelaskan kunjungan kerja ke Aljazair pada 19–21 Januari dilakukan bersama jajaran manajemen Pupuk Indonesia.

“Kita ingin tidak hanya membeli bahan baku, tetapi juga menguasai sumbernya di negara asal dan mengembangkan industrinya. Dengan begitu, kita bisa menyediakan pupuk dengan kualitas yang lebih baik, volume yang cukup, dan harga yang bisa ditekan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan komitmen perusahaan mendukung pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Pupuk Indonesia terus mendukung Pemerintah Indonesia dengan menjajaki kerja sama bersama mitra strategis dengan negara sahabat. Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan bahan baku sehingga pupuk dapat diproduksi dan disalurkan dengan harga yang terjangkau bagi petani Indonesia,” ujar Rahmad.[]

Dukung Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Usaha SDA, Don Muzakir: Lahan Itu Dikembalikan ke Masyarakat

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin 28 perusahaan terbukti melakukan pelanggaran dalam usaha berbasis sumber daya alam (SDA). Kebijakan ini menyasar sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan yang dinilai merusak lingkungan serta mengabaikan hak masyarakat di sekitar wilayah usaha.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk menata ulang pengelolaan sumber daya alam sesuai amanat konstitusi.

Ia menilai kebijakan tersebut penting untuk menghentikan praktik eksploitasi yang selama bertahun-tahun telah memicu konflik agraria, menyebabkan kerusakan lingkungan, serta berdampak langsung pada menurunnya kualitas hidup petani dan masyarakat desa.

“Eksploitasi berlebihan tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik agraria, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta masyarakat pedesaan. Maka penataan ulang pengelolaan SDA upaya strategis untuk menghadirkan keadilan dan keberlanjutan bagi semua,” kata Don Muzakir, pada Rabu, 21 Januari 2026.

Keputusan Presiden Prabowo upaya membenahi tata kelola SDA ini sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Konstitusi menegaskan kekayaan alam harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat, bukan dikuasai segelintir pihak.

Keseriusan Presiden Prabowo terlihat sejak awal masa jabatan. Dua bulan setelah dilantik, Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang pembentukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Satgas ini diberi mandat melakukan audit menyeluruh terhadap aktivitas ekonomi berbasis SDA.

Satgas PKH menertibkan dan menguasai kembali lahan perkebunan kelapa sawit seluas 4,09 juta hektare di kawasan hutan. Sekitar 900 ribu hektare dikembalikan sebagai kawasan konservasi, termasuk 81.793 hektare Taman Nasional Tesso Nilo di Riau.

Pasca bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Satgas PKH mempercepat audit perusahaan SDA di tiga provinsi tersebut. Berdasarkan laporan itu, Presiden Prawobo Subianto mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran serius.

Sebanyak 28 perusahaan tersebut terdiri dari 22 perusahaan merupakan Perusahaan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) hutan alam dan hutan tanaman dengan total luas 1.010.592 hektare. Enam perusahaan lainnya bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (PBPHHK).

“Ke depan, lahan-lahan yang telah dicabut izinnya dan dikuasai kembali oleh negara harus dialihkan untuk kepentingan petani dan masyarakat, melalui program reforma agraria, perhutanan sosial, penguatan pangan rakyat, serta pemberdayaan ekonomi desa,” kata Don Muzakir.[]

Pemerintah Bentuk Satgas Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Bencana

0
Ilustrasi
Ilustrasi

TANIMERDEKA – Pemerintah memastikan produksi dan cadangan pangan nasional tetap terjaga meski sebagian lahan pertanian di Sumatra terdampak bencana.

Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kemenko Pangan, Sugeng Santoso, menyebut koordinasi lintas kementerian dan lembaga telah dilakukan untuk menangani dampak tersebut.

“Jadi kita sudah koordinasi juga dengan teman-teman di Kementan, dengan teman-teman di K/L terkait, itu memang ada sekitar 102 ribu hektare lahan pertanian kita yang terdampak,” ujar Sugeng.

Dari total lahan terdampak, sebagian besar mengalami kerusakan berat. “Gradasinya macam-macam. Dari 102 ribu hektare itu, lahan yang rusak parah sekitar 98 ribu hektare, yang lainnya rusak ringan,” katanya.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah telah membentuk satuan tugas (Satgas) untuk rehabilitasi lahan pertanian di Sumatra. Satgas akan bekerja bersama pemerintah daerah dan kelompok tani untuk mempercepat pemulihan lahan.

Meski menghadapi tantangan, pemerintah tetap menargetkan penyerapan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton. “Sehingga kita targetkan penyerapan kita 4 juta ton dengan sisa stok 3,2 (juta ton) maka ada 7,2 sampai 7,3 juta ton stok cadangan beras pemerintah yang akan dikelola oleh Perum Bulog,” ujarnya.

Selain beras, pemerintah juga berfokus menyerap jagung untuk pakan hingga 1 juta ton pada tahun ini. “Jadi ada jagung nanti untuk pakan, kita juga ada target penyerapan 1 juta ton, kita tetapkan di rakortas terakhir kemarin,” beber Sugeng.

Sugeng menambahkan, pemenuhan bawang putih dalam negeri masih bergantung pada impor dari Tiongkok hingga 95 persen. Pemerintah menargetkan swasembada bawang putih pada 2029.

“Kita sekarang sedang buat roadmap dengan teman-teman di Kementan untuk tahun 2029 kita bisa swasembada bawang putih. Karena benihnya juga sedang kita siapkan dengan 3 sentra, ada di Humbang Hasundutan (Sumatra Utara), kemudian di Jawa Tengah, dan di Sembalun (NTB),” pungkasnya.[]

Tetap Panen Saat Musim Hujan, Ini Strateginya

0
Ilustrasi Petani. Simak Tips Menanam saat Musim Hujan
Ilustrasi Petani. Simak Tips Menanam saat Musim Hujan

TANIMERDEKA – Musim hujan menjadi tantangan bagi petani di Indonesia. Curah hujan tinggi sering menimbulkan genangan, erosi, hama, dan penyakit tanaman. Jika tidak diantisipasi, hasil panen bisa menurun.

Petani tetap bisa produktif dengan perencanaan matang. Kunci keberhasilan adalah adaptasi dan manajemen lahan. Pola tanam perlu disesuaikan, sistem drainase diatur, dan nutrisi tanah dijaga agar tidak rusak.

Selain itu, pemilihan tanaman tahan lembap penting dilakukan. Pencegahan hama sejak dini juga membantu menjaga produksi. Musim hujan bisa menjadi peluang jika strategi tepat diterapkan.

1. Persiapan Lahan
Drainase harus baik agar air tidak menggenang. Bedengan perlu ditinggikan untuk melindungi akar. Gulma dan sisa tanaman lama dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama. Tanah digemburkan dengan cangkul atau traktor ringan supaya pori-pori cukup menahan air dan udara tetap masuk.

2. Pemilihan Tanaman
Tanaman yang cocok ditanam saat hujan antara lain padi varietas genjah, jagung, cabai, bayam, kangkung, sawi, selada, serta umbi-umbian seperti singkong dan talas. Waktu tanam sebaiknya disesuaikan dengan pola hujan daerah.

3. Pengendalian Hama dan Penyakit
Jamur, bakteri, dan serangga mudah berkembang saat lembap. Pestisida nabati dari daun mimba, serai, atau bawang putih bisa digunakan. Rotasi tanaman perlu diterapkan agar penyakit tidak menumpuk. Jarak tanam dijaga agar sirkulasi udara cukup. Daun dan batang tanaman sebaiknya diperiksa rutin untuk deteksi dini.

4. Pemupukan
Unsur hara tanah mudah tercuci saat hujan. Pupuk nitrogen berlebih harus dihindari. Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang lebih aman menjaga struktur tanah. Pemupukan dilakukan saat cuaca cerah agar nutrisi terserap optimal.

5. Sarana dan Prasarana
Alat pertanian harus siap digunakan. Plastik mulsa bisa melindungi tanah dari percikan hujan. Penyangga diperlukan untuk tanaman seperti tomat dan cabai agar tidak roboh. Hasil panen dan benih disimpan di tempat kering dengan ventilasi baik.

6. Pencegahan Erosi dan Longsor
Tanaman penutup tanah seperti kacang-kacangan atau vetiver membantu menjaga struktur tanah. Terasering di lahan miring mengurangi aliran air. Saluran drainase harus bersih dari sisa tanaman agar tidak tersumbat.

7. Pemanfaatan Air Hujan
Air hujan bisa ditampung di embung atau kolam tadah hujan. Drum penampung air dari talang rumah juga bermanfaat. Sistem irigasi tetes dapat menghemat penggunaan air.

Musim hujan bukan hambatan bagi petani yang siap beradaptasi. Dengan strategi tepat, lahan tetap produktif dan hasil panen bisa terjaga sepanjang tahun.[]

Panen Padi di Jayapura, David Waromi: Petani Butuh Alsintan

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Jayapura bersama petani menggelar panen padi di Distrik Nimboran. Panen padi ini bukti kerja keras petani meningkatkan produksi beras di wilayah Jayapura.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua, Pdt. David Waromi, menegaskan capaian ini wujud dari sinergi banyak pihak untuk meningkatkan produksi beras di sana.

“Ini merupakan hasil kerja keras petani, pendamping lapangan, serta sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan produktivitas padi dan kesejahteraan petani lokal,” kata David.

Ia menambahkan, panen masih dilakukan secara manual, belum ada alat dan mesin pertanian (Alsintan) di sana. Petani di Jayapura sangat berharap ada bantuan Alsintan untuk meningkatkan hasil panen.

“Panen masih manual semua, kita lagi perlu alat bantu untuk memudahkan kerja-kerja petani di Provinsi Papua,” ujarnya.

Petani setempat terus berupaya meningkatkan hasil meski terkendala keterbatasan sarana produksi.

David menekankan pentingnya dukungan pemerintah dan pihak swasta dalam penyediaan alat pertanian. Menurutnya, mekanisasi menjadi kebutuhan mendesak agar produktivitas petani Papua bisa bersaing dengan daerah lain.[]

Konsolidasi Tani Merdeka Jateng, Ratusan Peserta Ikuti Pelatihan Bioteknologi

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah bersama DPD Tani Merdeka Boyolali menggelar konsolidasi organisasi yang dirangkai dengan pelatihan bioteknologi bagi petani masa depan. Kegiatan berlangsung di Kabupaten Boyolali, pada Minggu 18 Januari 2026, diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Soloraya.

Konsolidasi guna memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyamakan visi dan program kerja menghadapi tantangan sektor pertanian. Fokus kegiatan juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, mengatakan konsolidasi diikuti pengurus Tani Merdeka se-Soloraya.

“Harapannya setelah mengikuti pelatihan mereka dapat menularkan ilmunya kepada masyarakat atau para petani masa depan,” kata Wawan.

Ia menambahkan, kegiatan ini mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto dan pemerintah Jawa Tengah sebagai wilayah ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi pertanian besar yang dapat diserap pasar, seperti tebu, kakao, kopi, padi, mete, dan kelapa.

“Adapun yang sudah kami lakukan selama ini, termasuk usulan pupuk murah, harga gabah serta merangkul semua petani daerah agar sama sama mendukung pemerintah untuk ketahanan pangan. Kami juga menyerap dari bantuan pemerintah untuk para petani,” ujar Wawan.

“Petani saat ini rata rata usianya sudah 50 tahun ke atas, sedangkan petani muda jarang sekali kita temui. Terkait itu, kita buat regenerasi, kalau nggak ada regenerasi repot. Kita suarakan lewat konsolidasi,” tambahnya.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Boyolali, Oki Surya, mengatakan konsolidasi juga menjadi ajang silaturahmi antarpengurus se-Soloraya. “Kegiatan ini sekaligus untuk menguatkan karakter para pengurus,” ucap Oki.

Ia menegaskan, konsolidasi dan pelatihan bioteknologi diharapkan meningkatkan wawasan pengurus agar dapat menularkan pengetahuan kepada petani di wilayah masing-masing.

Menurut Oki, kegiatan ini penting untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan regenerasi petani.

“Konsolidasi dan pelatihan bioteknologi menjadi cara nyata agar petani muda bisa hadir dan berperan. Kita dorong agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan,” kata Oki.

Tani Merdeka Kota Pekalongan Bantu Dapur Umum Korban Banjir

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan ikut membantu dapur umum menyediakan makanan bagi warga terdampak banjir. Bantuan dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, mengatakan Tani Merdeka Indonesia ikut membantu korban banjir, melalui aksi Tani Merdeka Peduli ini bisa menyiapkan berbagai macam bantuan/

“Kami hadir untuk membantu dapur umum agar kebutuhan makanan warga terdampak banjir bisa terpenuhi,” kata Mungki.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Pekalongan sejak awal pekan membuat banyak warga harus mengungsi. Dapur umum menjadi tumpuan utama bagi korban banjir untuk mendapatkan makanan.

Mungki menambahkan, keterlibatan Tani Merdeka Indonesia tidak hanya sebatas distribusi bahan pangan. Pengurus Tani Merdeka Indonesia juga turun langsung membantu proses memasak dan pendistribusian makanan ke lokasi pengungsian.

“Kami berusaha memastikan warga yang terdampak tetap mendapatkan makanan layak setiap hari,” ujarnya.

Aksi solidaritas ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kehadiran Tani Merdeka Indonesia masyarakat di dapur umum membantu meringankan beban pemerintah daerah yang tengah berupaya menyalurkan bantuan darurat.

Ribuan warga terdampak membutuhkan pasokan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Peran organisasi seperti Tani Merdeka Indonesia menjadi penting untuk menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.[]

DPW Tani Merdeka Aceh Gelar Tanam Jagung di Blang Bintang

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh menggelar kegiatan tanam jagung di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh hadir langsung dalam kegiatan yang dipimpin Koordinator Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Blang Bintang, Om Basri.

Program ini menjadi penguatan ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Lahan yang digarap mencakup tiga lokasi dengan total luas 30 hektare.

Penanaman dilakukan kelompok tani Pusaka Nusantara binaan Tani Merdeka Indonesia. Target utama hasil panen maksimal untuk mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Para petani berharap pola tanam lebih terarah dan dukungan penuh dari berbagai pihak dapat memberi hasil optimal.

Kegiatan turut dihadiri Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar Tgk Bahagia SH, Sekcam Blang Bintang, perwakilan Kapolsek, Katimker PPL Aceh Besar, serta tokoh masyarakat.

Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Nabhani, mendorong masyarakat memanfaatkan lahan tidur agar produktif.

“Pemerintah pusat telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp550/kg, yang sangat membantu petani dalam meningkatkan pendapatan apabila produksi mencapai 8 ton per hektare,” kata Nabhani.

Semenatara itu Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, mengapresiasi komitmen kelompok tani meningkatkan produksi jagung.

“Langkah ini bukan hanya memberikan tambahan pendapatan bagi petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional. Semangat poktan di Blang Bintang patut dijadikan contoh bagi daerah lain di Aceh,” ujarnya.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh menyampaikan terima kasih kepada Pembina Tani Merdeka Indonesia Sudaryono, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, serta Ketua Tani Merdeka Aceh Cut Muhammad atas dukungan penuh yang diberikan.[]

Petani Kopi Indonesia dan Jalan Menuju Kesejahteraan

0

TANIMERDEKA – Indonesia kerap dijuluki surga kopi dunia. Dari Gayo di Aceh hingga Pegunungan Papua, kopi nusantara memikat penikmat global dengan aroma dan cita rasa khas.

Di balik harum secangkir kopi, masih tersimpan realitas petani kecil yang belum sepenuhnya merasakan kesejahteraan. Padahal, kopi Indonesia menyimpan potensi besar, bukan hanya sebagai komoditas ekspor, tetapi juga sebagai pintu masuk peningkatan pendapatan petani melalui inovasi, hilirisasi, dukungan kebijakan, serta peran koperasi dan generasi muda.

Indonesia kini menjadi produsen kopi terbesar keempat dunia. Produksi mencapai 758–794 ribu ton per tahun. Sekitar 78 persen berupa robusta dari dataran rendah Lampung dan Sumatera Selatan, sementara arabika tumbuh di dataran tinggi sejuk seperti Gayo, Toraja, dan Kintamani.

Keunggulan kopi Indonesia terletak pada keberagaman. Lebih dari 54 kopi nusantara telah terdaftar sebagai Indikasi Geografis. Hampir 99 persen produksi kopi berasal dari perkebunan rakyat, melibatkan lebih dari 1,8 juta petani di lahan sekitar 1,24 juta hektare. Kopi bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan juga identitas budaya dan kebanggaan daerah.

Ekspor kopi Indonesia pada 2022 mencapai 437,6 ribu ton senilai US$1,15 miliar atau sekitar Rp19,5 triliun. Angka itu melonjak lebih dari 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Tujuan utama ekspor antara lain Amerika Serikat, Mesir, Jepang, Malaysia, dan India. Di dalam negeri, menjamurnya kedai kopi specialty turut mendorong permintaan kopi bermutu tinggi.

Produktivitas kebun rakyat relatif rendah. Banyak tanaman kopi berusia tua dan melewati puncak produktivitas. Proses peremajaan berjalan lambat. Data BPS mencatat produksi kopi nasional turun 1,4 persen pada 2022 menjadi 775 ribu ton, lalu menyusut 2,1 persen pada 2023 menjadi sekitar 759 ribu ton.

Penurunan dipicu perubahan iklim, serangan hama, keterbatasan akses teknologi, serta minimnya regenerasi petani. Program replanting perlu dipercepat untuk mengganti tanaman tua dengan bibit unggul yang lebih produktif dan adaptif. Kementerian Pertanian sejak 2025 mendorong langkah ini melalui penyediaan benih unggul, pupuk, dan pendampingan teknis.

Penerapan Good Agricultural Practices juga diperluas. Pemangkasan teratur, pemupukan berimbang, serta panen petik merah menjadi bagian penting menjaga kualitas biji.

Selain memperkuat produksi di hulu, pemerintah mendorong hilirisasi perkebunan. “Kita tidak boleh puas hanya mencapai swasembada pangan, tetapi harus menjadi lumbung pangan dunia,” tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Hilirisasi dimaknai sebagai upaya mengolah komoditas dari hulu hingga hilir di dalam negeri. Nilai tambah tidak bocor ke luar negeri, tetapi dinikmati langsung oleh petani, pelaku usaha lokal, dan perekonomian daerah.

Kopi yang semula dijual sebagai green bean berharga rendah dapat diolah menjadi kopi sangrai, bubuk, atau produk bermerek dengan nilai 3–5 kali lebih tinggi. Dampaknya tidak hanya pada pendapatan petani, tetapi juga pada penguatan ekonomi desa melalui penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya industri kecil.

Kementerian Pertanian berkomitmen menjadikan kopi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi menjadi syarat agar kopi Indonesia kompetitif di pasar global. Standar mutu seperti SNI, sertifikasi keberlanjutan, dan Indikasi Geografis menjadi fondasi kepercayaan pasar dunia.

Kementerian Perdagangan membuka akses pasar melalui diplomasi kopi, pameran internasional, dan misi dagang. Sebanyak 50 produk kopi Indikasi Geografis Indonesia dipamerkan dalam forum WIPO di Jenewa. Pasar ekspor semakin beragam, dengan Mesir dan Aljazair muncul sebagai importir baru.

Akses pembiayaan diperkuat melalui KUR berbunga rendah, dukungan asuransi, serta investasi daerah dalam infrastruktur produksi dan logistik.

Di tingkat akar rumput, koperasi menjadi kunci. Koperasi menyatukan petani kecil agar memiliki skala ekonomi, posisi tawar, dan akses pasar lebih adil. Sejumlah koperasi kopi bahkan menembus pasar ekspor dan meningkatkan pendapatan anggota. Koperasi juga menjadi ruang regenerasi, tempat petani muda belajar bisnis kopi dari hulu hingga hilir.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan menjaga daya saing kopi Indonesia. Harapannya, setiap cangkir kopi nusantara bukan hanya kaya rasa, tetapi juga menyimpan cerita tentang petani yang hidupnya kian sejahtera.[]