Beranda blog Halaman 14

Pemerintah Siapkan Pemulihan Ternak dan Sawah Pascabencana Sumatera

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan negara hadir menangani ternak terdampak bencana di Sumatra. Pendataan menyeluruh dilakukan sebagai langkah awal pemulihan berkelanjutan bagi peternak setempat.

Kementerian Pertanian mengidentifikasi seluruh jenis ternak terdampak, meliputi ayam, sapi, dan kambing. Tujuannya memastikan bantuan sesuai kondisi lapangan serta mencegah kerugian lebih besar.

“Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi. Ya, kita kan dari sisi peternakan, kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana gitu,” kata Sudaryono yang juga Ketua Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia.

Sudaryono menyampaikan pendataan masih berlangsung. Penyaluran bantuan dilakukan setelah tahap kedaruratan selesai.

“Kalau sekarang ini kan masih kedaruratan jadi orang masih butuh bantuan (kedaruratan seperti logistik dan lainnya),” ujarnya.

Saat ini penanganan difokuskan pada kebutuhan dasar warga terdampak. Bantuan logistik menjadi prioritas sebelum masuk ke fase pemulihan.

Pada tahap pemulihan, Kementerian Pertanian menyiapkan program bantuan, termasuk “Ayam Merah Putih” bagi peternak yang kehilangan usaha akibat bencana.

“Pada pemulihan pascabencana, salah satu yang ada (program) Ayam Merah Putih. Negara kita mampu, anggaran ada. Jadi rakyat yang terdampak, kedaruratannya dibereskan,” ucapnya.

“Nah pemulihan pascabencana nanti siapa yang kemudian merasa hancur, misalnya peternakan yang hancur kita perbaiki, kita kasih bantuan peternakan,” tambah Sudaryono.

Selain peternakan, pemerintah berkomitmen memulihkan sektor pertanian. Sawah rusak akan diperbaiki, termasuk pencetakan sawah baru bagi petani terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kementerian Pertanian mencatat sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian terdampak bencana. Dari jumlah itu, 11 ribu hektare mengalami puso akibat kerusakan berat.

Pemulihan sawah dilakukan bertahap seiring pembersihan dan rehabilitasi wilayah. Pendataan rinci terhadap kondisi lahan rusak dimulai awal Januari 2026.

Sudaryono menambahkan komitmen negara tidak hanya pada sektor pangan. Pemulihan kehidupan masyarakat juga mencakup pembangunan kembali rumah warga yang hancur.

“Yang sawahnya hancur kita cetakan sawah. Jadi negara komit untuk itu. Termasuk rumah yang hancur, itu kemudian juga akan dibangunkan rumah,” kata Sudaryono.[]

Tani Merdeka Indonesia Gelar Pembersihan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Aceh Tamiang

0

TANIMERDEKA – Pembersihan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi korban banjir digelar di lokasi Sekolah TK belakang Posko Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Relawan ASN Aceh dan RSUD Sigli.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, mengatakan komitmen organisasi dalam mendampingi masyarakat terdampak.

“Alhamdulillah pembersihan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi korban banjir lokasi Sekolah TK belakang Posko Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang berkolaborasi dengan Relawan ASN Aceh dan RSUD Sigli,” kata M. Prawira Haji, pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia terus bergerak membantu masyarakat.

“Tani Merdeka Indonesia terus bergerak membantu masyarakat korban banjir di Aceh Tamiang berkolaborasi dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah,” ujarnya.

Kegiatan ini bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Relawan ASN Aceh dan tenaga medis RSUD Sigli turun langsung memberikan layanan kesehatan. Warga memanfaatkan pemeriksaan gratis untuk memastikan kondisi tubuh tetap terjaga setelah banjir.

Selain pemeriksaan kesehatan, relawan bersama warga membersihkan ruang kelas TK yang sebelumnya terendam lumpur. Pembersihan dilakukan agar sekolah bisa kembali digunakan anak-anak.

Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang sejak akhir Desember 2025 merendam ratusan rumah dan fasilitas umum. Sejumlah rumah dan sekolah masih dipenuhi lumpur dan material kayu. Kehadiran relawan dan organisasi masyarakat mempercepat proses pemulihan.

Warga menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap dukungan serupa terus berlanjut hingga seluruh fasilitas pendidikan dan kesehatan kembali normal.

Kolaborasi Tani Merdeka Indonesia dengan ASN dan RSUD Sigli kerja bersama yang sangat baik dalam penanganan bencana. Kehadiran layanan kesehatan gratis dan pembersihan sekolah menjadi langkah nyata agar masyarakat bisa segera bangkit.[]

Kementan Siapkan Pemulihan Sawah dan Peternakan Pascabencana di Aceh

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian menyiapkan langkah strategis untuk memulihkan lahan sawah dan sektor peternakan yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan hal itu saat melepas bantuan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk korban bencana.

Sudaryono menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara, sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian terdampak bencana. Dari jumlah itu, 11 ribu hektare mengalami puso akibat kerusakan berat.

“Lahan yang mengalami puso ini sudah tidak berbentuk sawah lagi. Kementan akan melakukan perbaikan melalui program cetak sawah, termasuk penyediaan benih dan alat mesin pertanian agar lahan bisa kembali produktif,” kata Sudaryono yang juga Ketua Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia.

Pemulihan dilakukan bertahap seiring proses pembersihan dan rehabilitasi wilayah terdampak. Pendataan rinci terhadap kondisi lahan rusak akan dimulai awal Januari 2026.

Lahan yang tidak mengalami gagal panen, seperti hanya terendam banjir sementara atau terganggu distribusi, akan mendapat pendampingan. Kementan menargetkan aktivitas produksi bisa kembali berjalan normal.

Kementan juga menyiapkan program pemulihan sektor peternakan.

“Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing. Kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana, termasuk bantuan ternak, pakan, dan sarana pendukung lainnya agar usaha peternakan masyarakat bisa bangkit kembali,” jelas Sudaryono.

Sudaryono menegaskan penanganan sektor pertanian pascabencana bagian dari komitmen negara melindungi sumber penghidupan petani dan peternak.

“Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pada masa darurat harus berjalan, tetapi negara juga harus memastikan lahan dan usaha pertanian bisa segera pulih agar petani dan peternak dapat kembali berproduksi,” tegasnya.

Sudaryono menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam penanganan bencana.

“Pemulihan pertanian tidak bisa dilakukan sendiri. Kementerian Pertanian akan bekerja sama dengan pemerintah daerah serta organisasi petani seperti HKTI agar perbaikan sawah dan peternakan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Melalui langkah-langkah tersebut, Wamentan berharap pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak bencana di Sumatra berjalan optimal. Ia menekankan pemulihan ini penting untuk menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional.

Bencana banjir dan longsor di Sumatra sejak Desember 2025 telah merusak ribuan rumah, lahan pertanian, dan usaha peternakan. Ribuan keluarga masih bertahan di lokasi pengungsian. Kehadiran program pemulihan diharapkan memberi kepastian agar petani dan peternak bisa segera bangkit.

Swasembada Pangan Tani Merdeka Aceh Besar Tanam Jagung 100 Hektare

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar melaksanakan kegiatan tanam jagung seluas 100 hektare pada lahan milik Kelompok Tani Hasil Bumi Seulawah.

Lokasi kegiatan berada di Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Penanaman dilakukan bersama Dinas Pertanian Aceh Besar, Danramil Lembah Seulawah, Kapolsek Lembah Seulawah, BPP Lembah Seulawah, keuchik, serta pengurus kelompok tani. Benih jagung ditanam di beberapa titik lahan yang telah disiapkan.

Program tanam jagung 100 hektare digagas Tani Merdeka Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan pangan Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan dihadiri Pelaksana Tugas Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar, Tgk Bahagia, bersama pengurus. Turut hadir Dinas Pertanian Aceh Besar, Sri Novita, Ketua DPK Tani Merdeka Kecamatan Lembah Seulawah, Keuchik Baihaqi, Kapten Arm Darmawan dari Danramil Lembah Seulawah, Pak Tri dari Kapolsek Lembah Seulawah, Miswar Sekcam Lembah Seulawah, serta pengurus Poktan Hasil Bumi Seulawah.

“Ucapan Terima Kasih Kami Kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Wamentan RI Sudaryono, Komandan Don Muzakkir, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Cut Muhammad, serta Sekjend DPW Aceh Nabhani, S.Ikom (Pak Bhen) yang sudah membina serta mendukung program tanam jagung ini,” ujar Tgk Bahagia.

Tgk Bahagia mengakui perlu kerja keras dari seluruh jajaran, baik pemerintah daerah, Dinas Pertanian, BPP, keuchik, maupun unsur terkait untuk menyamakan data pertanian agar hasil maksimal.

“Kita harus terus kerja cerdas, kemudian bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh Pihak Terkait agar Program Ketehanaan Pangan Bapak Presiden Prabowo ini bisa tercapai,” katanya.

Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI melalui Wamentan Sudaryono atas bantuan benih kepada kelompok tani binaan. Bantuan itu mendukung keberhasilan program tanam jagung tahun ini.

Penanaman jagung dilakukan di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh. Kehadiran program ini memberi harapan baru bagi petani untuk kembali berproduksi dan menjaga ketahanan pangan daerah.[]

Fokus Tangani Bencana, Pemerintah Tunda Umumkan Swasembada Beras dan Jagung

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan)
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan)

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan pengumuman swasembada beras dan jagung diundur. Presiden Prabowo Subianto masih memusatkan perhatian pada penanganan kedaruratan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Sudaryono menyampaikan penjelasan itu seusai pelepasan bantuan kemanusiaan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Tahap II senilai Rp2,4 miliar untuk Sumatra, di Jakarta

Agenda pengumuman tidak dilakukan pada malam 31 Desember 2025 karena pemerintah masih fokus pada penanganan dampak banjir dan longsor.

“Kalau nggak salah diundur tanggal berapa gitu, nggak tanggal 31 (Desember 2025 malam), ini sekarang kita lagi fokus (atasi bencana Sumatra), Pak Presiden dan kita semua lagi fokus kedaruratan (bencana Sumatra), Jadi nggak ada pengumuman di 31 (Desember 2025) malam,” kata Sudaryono.

Penundaan pengumuman tidak menghapus pencatatan capaian swasembada. Sudaryono menegaskan pencapaian tetap dicatat menjelang akhir 2025. Catatan itu menandai satu tahun tanpa impor beras dan jagung.

“Tapi kan catatan 31 (Desember 2025) malam itu menjadi penting, kan gitu, Kenapa? Karena swasembada 2025 itu kan dicatat, kalau tanggal 31 (Desember 2025) atau menjelang tanggal 1 (Januari 2026). Kemudian tidak ada lagi impor beras, nah itu menjadi penting,” ujarnya.

Pencatatan mencakup beras dan jagung sebagai komoditas utama pangan nasional. Produksi kedua komoditas diperkuat melalui kebijakan hulu dan penguatan sektor pertanian di sentra produksi.

“Tapi bahwa pengumumannya itu, lagi kita pertimbangkan karena lagi kedaruratan (bencana Sumatra), tapi secara pencatatan kita lakukan swasembada beras dan jagung,” katanya pula.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapan pemerintah mengumumkan swasembada beras dan jagung pada 31 Desember 2025 pukul 12.00 WIB. Target itu disusun sebagai bagian dari agenda ketahanan pangan nasional.

“Insya Allah kita berdoa, kita bisa umumkan swasembada nanti. Di tanggal 31 Desember jam 12.00 kita umumkan bahwa Indonesia swasembada,” kata Amran saat pelepasan bantuan kemanusiaan 207 truk logistik untuk wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra, di Jakarta, pada Kamis 4 Desember 2025.

Perkembangan terbaru disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Terbatas Penetapan Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 di Jakarta, Senin (29/12/2025). Stok beras nasional tercatat 3,39 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Produksi padi nasional juga melonjak tajam. Data Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik mencatat proyeksi produksi beras Januari–Desember 2025 mencapai 34,77 juta ton. Angka itu naik 13,54 persen dibanding 2024 yang berada di kisaran 30 juta ton. Target 2025 ditetapkan 32 juta ton, namun realisasi melampaui sasaran.

Penundaan pengumuman swasembada dilakukan di tengah situasi darurat. Ribuan warga di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih bertahan di pengungsian. Pemerintah menegaskan fokus utama saat ini adalah pemulihan masyarakat terdampak bencana.[]

Kementan Pastikan Petani Bisa Tebus Pupuk Subsidi 2026

0

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian memastikan petani dapat menebus pupuk bersubsidi tahun anggaran 2026 sejak Kamis 1 Januari 2026 pukul 00.00 WIB.

Kepastian itu menyusul penandatanganan Kontrak Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi 2026 oleh Kementerian Pertanian bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta PT Pupuk Indonesia (Persero).

Direktur Pupuk Kementan sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran Subsidi Pupuk, Jekvy Hendra, menegaskan seluruh tahapan strategis rampung sebelum tutup tahun.

“Tepat pada pukul 18.18 WIB pada tanggal 29 Desember 2025, seluruh tahapan strategis pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi telah diselesaikan,” katanya dalam keterangan resmi.

“Ini menjadi penanda bahwa alokasi pupuk bersubsidi dapat langsung ditindaklanjuti dan pupuk bersubsidi sah untuk ditebus mulai 1 Januari 2026 pukul 00.00 WIB.”

Jekvy menegaskan tidak ada perubahan mekanisme penebusan. Petani dengan lahan maksimal 2 hektare dan terdaftar dalam sistem e-RDKK tetap menjadi penerima pupuk bersubsidi.

“Sebanyak 14,1 juta NIK petani telah disahkan dan terdaftar dalam sistem e-RDKK, sehingga para petani ini berhak menebus pupuk bersubsidi sesuai dengan usulan e-RDKK nya,” tutur Jekvy.

Penandatanganan kontrak disebutkan mencerminkan kolaborasi lintas kementerian dan BUMN.

“Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pagu alokasi pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp46,87 triliun,” ujarnya.

“Anggaran ini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi sektor pertanian dan perikanan.”

Hasil rapat tingkat menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan menetapkan alokasi pupuk bersubsidi 2026 sebesar 9.550.000 ton untuk sektor pertanian dan 295.676 ton untuk sektor perikanan.

Pemerintah memastikan harga pupuk bersubsidi tetap terkendali. Harga Eceran Tertinggi mengacu pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117 Tahun 2025 tentang Jenis, HET, dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Petani di sejumlah daerah menyambut kepastian ini. Mereka berharap distribusi pupuk berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan. Ketersediaan pupuk bersubsidi menjadi penentu keberhasilan musim tanam awal tahun.

 

Kunjungi Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Terima Pin Tani Merdeka Indonesia

0

TANIMERDEKA – Presiden RI Prabowo Subianto menerima pin berlogo Tani Merdeka Indonesia saat berkunjung ke Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis 1 Januari 2026. Kunjungan ini untuk meninjau pemulihan pascabencana banjir dan longsor.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, bersama pengurus dan ratusan masyarakat Aceh Tamiang ikut menyambut kedatangan Presiden. Sambil memperkenalkan diri, pria yang akrab disapa Haji menyerahkan pin tersebut langsung kepada Presiden. Prabowo menerima pin itu dengan senyum.

Di Aceh Tamiang, Presiden juga menggelar rapat terbatas bersama jajaran kementerian dan pemerintah daerah. Dalam sambutannya, ia mengaku mendapat laporan dari banyak daerah terdampak bencana yang bertanya-tanya kenapa belum didatangi.

“Saya kemarin sempat ke Tapsel, dan hari ini saya kembali ke Tamiang, yang merupakan salah satu kabupaten paling besar dampak bencana tersebut. Dan saya tahu bahwa saya dapat laporan dari Mendagri, gubernur, bahwa banyak kabupaten lain bertanya, ‘kok Presiden belum sampai?’. Saya minta maaf saya belum bisa ke semua titik,” ujar Prabowo.

Presiden menjelaskan dirinya disarankan hadir ke daerah yang memiliki kegiatan penting terlebih dahulu. Namun ia menegaskan semua daerah mengalami kesulitan yang sama.

“Tetapi saya sudah sampaikan ke gubernur, Mendagri, nanti insya Allah saya coba tetap daerah-daerah yang dampaknya besar akan saya datangi,” ucapnya.

Presiden menyampaikan dirinya terbuka dengan kritik masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana Sumatera. Ia menerima kritik meski tidak semuanya benar.

Kritik yang dipermasalahkan adalah soal anggapan kunjungan pejabat ke lokasi bencana tidak bermanfaat. “Saya kira inilah memang kewajiban kita, saya berterima kasih kepada semua unsur yang saya lihat turun ke lapangan,” kata Prabowo dalam rapat dikutip dari siaran Sekretariat Kepresidenan.

Menurut Presiden, kementerian dan lembaga sudah berbagi tugas mengecek titik terdampak. Pejabat tidak hanya datang untuk melihat-lihat, tetapi juga mengidentifikasi masalah langsung di lapangan.

Meski begitu, Prabowo menyebut inisiatif itu tetap dianggap buruk oleh sejumlah pengamat.

“Kadang-kadang saya monitor ada suatu kecenderungan yang menurut saya kurang sehat dari beberapa pribadi-pribadi, komentator dan sebagainya, yang selalu melihat kegiatan bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah dari sudut yang negatif,” tuturnya.

Prabowo menilai pemerintah berada di posisi serba salah. Jika pejabat tidak turun ke lokasi, dianggap tidak peduli. “Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah,” katanya.

Ia meminta para menteri, kepala badan, hingga kepala daerah tidak patah semangat. “Semua itu kita terima sebagai koreksi juga, enggak apa-apa, walaupun itu fitnah. Walau kita tahu di hati kita bahwa itu tidak benar, tapi itu jadi waspada bagi kita ya,” tuturnya.

Masyarakat berharap kunjungan Presiden tidak berhenti pada seremoni. Mereka menunggu langkah nyata agar pemulihan pascabencana berjalan cepat, termasuk perbaikan rumah, jaringan listrik, dan akses air bersih.[]

Wamentan Salurkan Bantuan Tahap II Senilai Rp2,4 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melepas penyaluran bantuan kemanusiaan HKTI Peduli Tahap II bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra, dengan fokus utama ke Aceh. Bantuan senilai Rp 2,4 miliar itu memiliki total berat sekitar 68 ton, meningkat dua kali lipat dibanding tahap pertama senilai Rp 1,2 miliar.

Sudaryono, yang juga Ketua Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia, mengatakan bantuan ini bagian dari respons kedaruratan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pada fase awal pemulihan.

“HKTI ingin menjadi bagian dari upaya besar bangsa Indonesia dalam membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Ini bukan hanya ikhtiar negara, tetapi gotong royong yang menjadi kekuatan utama kita,” ujar Sudaryono usai pelepasan bantuan di Kantor Pusat HKTI, Jakarta, pada Rabu 31 Desember 2025.

Bantuan difokuskan pada kebutuhan yang sulit diperoleh di lokasi bencana. Beras, susu, popok, ikan kaleng, handuk, selimut, air mineral, biskuit, sosis, dan mi instan menjadi prioritas. HKTI juga menurunkan tim ke wilayah terdampak untuk membantu langsung di lapangan, termasuk mengoperasikan dapur umum.

Dalam proses pengiriman dan distribusi, HKTI berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami tidak bekerja sendiri. Seluruh bantuan dikoordinasikan dengan BNPB, dan di lokasi sudah ada tim HKTI yang tergabung dalam satuan tugas penanganan bencana,” jelasnya.

Sudaryono menambahkan, bantuan tahap II ini didukung Kementerian Pertanian serta sejumlah mitra strategis. Dana dan logistik dihimpun dari partisipasi anggota HKTI yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari petani, pelaku usaha, pedagang, hingga pegawai.

Sudaryono menegaskan komitmen HKTI tidak berhenti pada tahap kedaruratan.

“Sebagai organisasi petani, kami ingin berperan dalam pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana. Bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, HKTI siap mendukung rehabilitasi sawah dan sarana produksi pertanian,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergotong royong membantu korban bencana, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BNPB, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga masyarakat dan relawan.

Banjir dan longsor di Aceh sejak Desember 2025 merusak ribuan rumah, lahan pertanian, serta fasilitas umum. Ribuan warga masih bertahan di pengungsian. Kehadiran bantuan tahap II diharapkan mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.[]

Kaleidoskop 2025: Tani Merdeka Indonesia Perkuat Struktur Hingga Sukseskan Program Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia sepanjang 2025 berkembang pesat. Struktur organisasi terbentuk mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga menjangkau 50 ribu desa di seluruh Indonesia. Kehadiran pengurus di desa membuat komunikasi lebih cepat dan kuat. Petani bisa menyampaikan keluhan langsung ke pengurus, lalu diteruskan ke pusat.

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan pentingnya gerakan ini hadir di akar rumput memperkuat jaringan dan komunikasi petani seluruh Indonesia.

“Petani harus jadi garda depan. Kita tidak boleh hanya menunggu. Kita harus bergerak, kita harus kompak. Kalau petani kuat, bangsa ini juga kuat. Program Presiden Prabowo tentang swasembada pangan tidak akan berhasil tanpa petani. Karena itu Tani Merdeka Indonesia ini hadir sampai ke desa, sampai ke sawah, sampai ke ladang,” kata Don Muzakir.

Sejumlah pengurus daerah menyebutkan kehadiran Tani Merdeka Indonesia memberi semangat baru. Mereka menilai organisasi ini mampu menjembatani kebutuhan petani dengan kebijakan pemerintah.

Petani di desa berharap dukungan tidak berhenti pada tahap awal. Mereka meminta pendampingan berkelanjutan, termasuk akses pupuk, bibit, dan pasar yang lebih stabil.

Dukungan Petani untuk Program Presiden Prabowo

Program swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo mendapat dukungan penuh dari Tani Merdeka Indonesia. Petani di berbagai daerah menyatakan siap bekerja keras demi tercapainya kemandirian pangan.

Don Muzakir menekankan bahwa dukungan ini bukan sekadar simbol. Ia menyebutkan petani harus menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di desa-desa.

“Kita harus jadi mata dan telinga Presiden Prabowo di desa. Kalau pupuk kurang, kalau bibit sulit, kalau pasar tidak jelas, kita harus cari solusi. Kita tidak boleh diam. Kita harus turun langsung, dengarkan suara petani, lihat apa yang mereka butuhkan. Tani Merdeka Indonesia bukan hanya bicara, tapi bekerja,” ujarnya.

Aksi Damai Terima Kasih Presiden Prabowo

Pada 28 Agustus 2025, sebanyak 5 ribu petani dari berbagai provinsi berkumpul di kawasan Patung Kuda, Jakarta. Mereka menggelar aksi damai sebagai bentuk terima kasih kepada Presiden Prabowo.

Aksi berlangsung tertib. Petani membawa hasil panen sebagai simbol kerja keras di desa. Kehadiran ribuan petani di Jakarta menunjukkan dukungan nyata terhadap program pangan nasional.

Petani Semangat, Pemerintah Berpihak ke Petani

Tahun 2025 juga memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang semakin berpihak kepada petani. Program swasembada pangan, subsidi pupuk hingga penetapan harga gabah.

Don Muzakir menilai kebijakan Presiden Pabowo memberi ruang besar bagi petani untuk berperan aktif. Ia menekankan bahwa kebijakan pangan tidak boleh lepas dari suara petani di desa.

“Kalau pemerintah berpihak ke petani, maka rakyat akan kuat. Kalau petani sejahtera, maka bangsa ini berdiri tegak. Kita harus jaga semangat ini, jangan sampai hilang. Pemerintah sudah membuka jalan, sekarang giliran kita untuk berjalan bersama,” kata Don Muzakir.

Petani di berbagai daerah menyambut kebijakan ini dengan antusias. Mereka berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk program besar, tetapi juga pendampingan nyata di lapangan.

Aksi Tani Merdeka Peduli

Sepanjang 2025, Tani Merdeka juga menunjukkan kepedulian sosial. Saat banjir dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, organisasi ini menyalurkan bantuan langsung ke lokasi.

Bantuan berupa kebutuhan pokok, pakaian, dan perlengkapan darurat disalurkan melalui pengurus daerah. Kehadiran Tani Merdeka di tengah bencana memberi harapan baru bagi warga yang kehilangan rumah dan lahan.

Suara Tani Merdeka Soal Revitalisasi Sawah Dampak Banjir, Pemerintah Sepakat

Banjir besar yang melanda sejumlah daerah di Sumatera dan Aceh pada akhir 2025 merusak ratusan hektar sawah. Petani kehilangan lahan produktif dan terancam gagal panen.

Tani Merdeka Indonesia meminta pemerintah segera melakukan revitalisasi sawah yang rusak. Permintaan ini disampaikan langsung oleh pengurus daerah kepada kementerian terkait.

“Kalau sawah rusak, petani tidak bisa menanam. Kalau petani tidak menanam, rakyat tidak bisa makan. Karena itu kita minta pemerintah segera turun tangan. Revitalisasi sawah harus cepat, harus nyata, supaya petani bisa kembali bekerja,” kata Don Muzakir.

Pemerintah menyatakan sepakat dengan usulan tersebut. Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah menyiapkan program pemulihan lahan, termasuk perbaikan irigasi dan penyediaan bibit baru. Ini memberi harapan bagi petani yang terdampak banjir. Mereka menunggu langkah nyata agar sawah kembali bisa ditanami pada musim tanam berikutnya.[]

Sinergi Bulog dan Tani Merdeka Indonesia Kawal Bantuan Pascabanjir Aceh Tamiang

0

TANIMERDEKA – Pasca banjir besar yang melanda Aceh Tamiang, sinergi lintas sektor diperkuat untuk memastikan bantuan logistik tepat sasaran. Kantor Cabang Pembantu Bulog Langsa wilayah kerja Aceh Tamiang menggandeng DPD Tani Merdeka Indonesia dalam upaya pemulihan warga terdampak.

Langkah sigap dilakukan sejak awal bencana. Meski akses komunikasi sempat terputus, koordinasi tetap berjalan.

“Kami selalu berkoordinasi secara intensif bahkan sejak hari ketiga kejadian. Berkat bantuan teknologi Starlink milik warga, kami bisa tetap bertukar informasi krusial mengenai kondisi di lapangan dan kebutuhan mendesak masyarakat meskipun jaringan seluler biasa sedang lumpuh,” ujar M. Pratama Haji, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang.

Tani Merdeka Indonesia mengapresiasi atas kebijakan strategis Bulog dalam merespons bencana. Kebijakan ini dinilai krusial karena memangkas birokrasi penyaluran sehingga bantuan cepat dirasakan warga.

“Kami mengapresiasi kebijakan strategis dari Ka Bulog yang memastikan bahwa setiap butir bantuan pangan sampai ke sasaran yang tepat. Langkah ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk pengabdian nyata bagi masyarakat Tamiang,” tambahnya.

Kerja sama tidak berhenti saat air surut. Posko Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang menegaskan komitmen untuk mengawal masa pemulihan pascabanjir.

Pendataan dilakukan agar warga yang kehilangan stok pangan mendapat prioritas. Distribusi logistik diarahkan untuk mendukung stamina warga saat membersihkan pemukiman.

Bulog bersama Tani Merdeka Indonesia juga menjaga stabilitas harga beras di pasar. Langkah ini penting untuk mencegah inflasi lokal pasca bencana.

Banjir akhir Desember 2025 merendam ratusan rumah dan sawah di Aceh Tamiang. Ribuan warga masih bertahan di posko pengungsian. Kehadiran Bulog dan Tani Merdeka Indonesia memberi kepastian bahwa bantuan pangan tetap tersedia.