Beranda blog Halaman 12

Bigini Cara Kelola Hasil Panen Agar Bernilai Tinggi

0

TANIMERDEKA – Hasil panen menjadi aset penting bagi petani. Panen yang baik mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Namun, hasil panen tidak cukup hanya ditanam lalu dipanen. Petani harus mengelolanya agar tetap segar, berkualitas, dan bernilai tinggi.

Mengelola hasil panen bagian dari manajemen pertanian. Tujuannya menjaga kualitas dan kuantitas sekaligus memaksimalkan nilai ekonomi.

Manfaatnya antara lain meningkatkan pendapatan, mengurangi kerugian akibat kerusakan, menjaga ketersediaan pangan sehat, serta memperkuat daya saing produk di pasar lokal maupun global.

1. Kebersihan Tempat Penyimpanan
Tempat penyimpanan harus bersih dan bebas kotoran. Debu, serangga, tikus, jamur, atau bakteri bisa merusak kualitas panen. Ventilasi udara juga harus baik agar sirkulasi lancar. Tempat penyimpanan yang sehat menjaga hasil panen tetap segar.

2. Sorting dengan Benar
Sorting memisahkan hasil panen berdasarkan ukuran, bentuk, warna, atau tingkat kematangan. Panen yang rusak atau terinfeksi penyakit harus dipisahkan agar tidak mencemari panen lain. Sorting juga menentukan harga dan kelas produk. Panen berkualitas tinggi bisa dijual lebih mahal, sementara panen berkualitas rendah dapat diolah menjadi produk lain.

3. Pengemasan Tepat
Pengemasan melindungi hasil panen selama penyimpanan dan perjalanan. Buah-buahan perlu dikemas dengan bahan lembut dan berlubang agar tidak terhimpit. Biji-bijian bisa dikemas dengan bahan kuat dan rapat agar tidak tumpah atau terpapar air. Pengemasan yang tepat mencegah kerusakan fisik maupun biologis.

4. Penyimpanan Sesuai Kondisi
Sayuran harus disimpan di tempat dingin dan lembab agar tidak cepat busuk. Rempah-rempah perlu disimpan di tempat kering dan gelap agar aroma tetap terjaga. Penyimpanan yang sesuai mampu memperpanjang umur simpan dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

5. Transportasi Tepat
Transportasi harus aman dan sesuai jenis panen. Bunga perlu kendaraan berpendingin agar tidak layu. Ubi memerlukan kendaraan kuat agar tidak rusak. Ketepatan waktu pengiriman juga penting agar panen sampai sesuai jadwal dan tidak kehilangan nilai jual.

Manajemen Panen

Mengelola hasil panen dengan baik bukan hanya soal keuntungan petani. Panen yang terjaga kualitasnya memberi kontribusi pada kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan. Petani yang mampu menjaga kualitas panen akan lebih siap menghadapi persaingan pasar sekaligus memastikan produk pertanian tetap bernilai tinggi.

Langkah-langkah sederhana seperti kebersihan, sorting, pengemasan, penyimpanan, dan transportasi menjadi penentu apakah hasil panen bisa bertahan lama atau justru cepat rusak. Petani yang konsisten menerapkan manajemen panen akan merasakan manfaat langsung, baik dari sisi ekonomi maupun keberlanjutan usaha.[]

Gebyar Tani untuk UMKM, DPW Tani Merdeka Jambi Dorong Perkuat Ekonomi Rakyat

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan langkah memperkuat kebangkitan UMKM agar naik kelas dan berdaya saing.

Salah satunya melalui Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro bertema Gebyar Tani untuk UMKM. Acara direncanakan berlangsung di GOR Kota Baru, Jambi, pada 26 April 2026.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, Candra Andika, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sector guna mempermudah akses pelaku UMKM dan petani untuk meningkatkan usaha dan promosi.

“Inilah cara agar semua pihak bisa berkoordinasi dan berkolaborasi, mencari jalan cepat serta solusi efektif. Tujuannya agar UMKM bangkit, naik kelas, dan maju bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Lebih lanjut Candra mengatakan penguatan UMKM harus dilakukan sistematis dan berkelanjutan. Pertama, mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas diri. Kedua, memfasilitasi UMKM agar mampu naik kelas melalui pelatihan, pendampingan, dan kemudahan akses usaha. Ia menambahkan dukungan infrastruktur, transportasi, dan sektor pariwisata yang terintegrasi akan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan UMKM daerah.

“Tidak ada hari tanpa kolaborasi. UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung ekonomi rakyat sekaligus solusi dalam menghadapi tantangan ekonomi. Karena itu, kita harus sungguh-sungguh hadir membantu UMKM mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi,” tegasnya.

Festival ini direncanakan melibatkan sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian UMKM dan Kementerian Pertanian. Candra berharap Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, selaku Ketua Pembina Tani Merdeka Indonesia, dapat hadir bersama Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir.

Candra menegaskan gagasan program ini tidak lepas dari arahan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza. Ia menilai Helvi sebagai sosok inspiratif dan kolaboratif yang memberi ruang bagi putra-putri Jambi menyelenggarakan program strategis untuk penguatan UMKM daerah.

“Mari kita teruskan kolaborasi ini. Mari kita wujudkan kemajuan Jambi dengan sungguh-sungguh. Kita doakan para pemimpin daerah senantiasa sukses dalam memajukan kesejahteraan masyarakat,” tutup Candra.

Festival ini diharapkan jadi momentum mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah, dan masyarakat. Dengan kolaborasi, UMKM Jambi diharapkan mampu naik kelas, memperkuat sektor pertanian, dan membuka peluang usaha baru yang lebih berdaya saing.[]

DPW Tani Merdeka Kalteng Dilantik, Aspirasi Petani Siap Disuarakan

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah resmi dilantik oleh Sekjen DPN Tani Merdeka Indonesia, Nandang Sudrajat.

Pelantikan berlangsung di Hotel Luwansa, Palangka Raya, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Nandang Sudrajat mengatakan, kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Kalimantan Tengah diharapkan mampu mengimplementasikan program nasional yang telah disusun di tingkat pusat.

“Program-program tersebut telah melalui Kongres dan Rapat Pimpinan Nasional, sehingga dapat diterapkan di daerah dengan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah,” ujarnya.

Ia menekankan salah satu program prioritas nasional adalah swasembada pangan, termasuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini sejalan dengan harapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat serta kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Nandang, Kalimantan Tengah memiliki potensi pertanian besar yang perlu terus dikembangkan. Komoditas unggulan seperti semangka, perkebunan, dan padi dinilai memiliki prospek menjanjikan.

“Di Kalimantan Tengah juga ada hasil pertanian yang sudah bertahan lebih dari lima tahun, meskipun berada di lahan rawa. Hal ini tentu perlu didukung dengan pemilihan varietas yang tepat,” katanya.

Ia menegaskan kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Kalteng diharapkan menjadi solusi atas persoalan dan keluhan petani di tingkat bawah.

“Keberadaan Tani Merdeka diharapkan mampu menjadi jembatan aspirasi petani, serta memperkuat sektor pertanian di daerah,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Kalimantan Tengah, Sumiasih, menyatakan siap memperjuangkan kepentingan petani melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

“Kami bertekad memperjuangkan kesejahteraan petani. Program-program dari pusat akan kami manfaatkan untuk mendukung program pemerintah daerah sekaligus membantu program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan,” katanya.

Sumiasih menambahkan potensi pertanian Kalimantan Tengah sangat luar biasa.

“Harapan kami, melalui Tani Merdeka, petani-petani di Kalimantan Tengah bisa merasakan langsung manfaat program-program Presiden RI,” ujarnya.

Ia berharap meski DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Tengah baru dikukuhkan pada 2026, hal itu tidak menjadi hambatan untuk memberikan dukungan nyata bagi petani. Fokus diarahkan pada kesejahteraan dan peningkatan produksi, khususnya hortikultura dan tanaman pangan padi.

Pelantikan turut dihadiri tamu undangan dari unsur pemerintah daerah, perwakilan TNI dan Polri, serta para ketua dan anggota Tani Merdeka kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.[]

Petani Harus Tahu, Sains Jadi Kunci Produktivitas

0

TANIMERDEKA – Pertanian berbasis sains menjadi kunci peningkatan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan. Inovasi benih unggul melalui pemuliaan berbasis bioteknologi menghasilkan varietas tahan hama, penyakit, dan perubahan iklim.

Pemanfaatan teknologi digital semakin meluas. Smart farming, sensor IoT, drone, dan big data membantu petani mengelola lahan lebih efisien. Data yang terkumpul memberi gambaran akurat tentang kondisi tanah, cuaca, hingga kebutuhan tanaman.

Pengelolaan sumber daya alam juga lebih terarah. Sains pertanian mendukung penggunaan air, pupuk, dan energi secara optimal. Efisiensi ini penting di tengah keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan.

Teknologi pascapanen berperan mengurangi kehilangan hasil. Ilmu pangan dan rekayasa pengolahan memperpanjang daya simpan sekaligus menjaga kualitas produk. Pertanian presisi memastikan input seperti air, pupuk, dan pestisida digunakan tepat sasaran.

Penerapan sains dalam pertanian membawa manfaat strategis. Produktivitas meningkat melalui teknologi inovatif. Kualitas dan keamanan pangan terjamin sesuai standar internasional. Kapasitas produksi dalam negeri bertambah sehingga ketergantungan impor berkurang.

Lingkungan lebih terjaga dengan praktik ramah lingkungan. Petani memperoleh nilai tambah melalui efisiensi produksi.

Jika teknologi diterapkan dengan benar, hasil panen bisa meningkat tanpa merusak lingkungan.

Indonesia lebih siap menghadapi dinamika pasar global dengan kombinasi inovasi dan keberlanjutan. Ketersediaan pangan dalam negeri terjaga, sementara posisi petani diperkuat sebagai garda terdepan ketahanan pangan.

Penerapan sains di sektor pertanian bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak.

Tantangan iklim, keterbatasan lahan, dan fluktuasi pasar menuntut solusi berbasis ilmu pengetahuan agar pangan tetap tersedia bagi masyarakat.[]

Pelatihan Bioteknologi di Kudus, Tani Merdeka Jawa Tengah Perkuat Jaringan Petani

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar konsolidasi DPD se-Karesidenan Pati di Hotel Kenari Asri, Kudus, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Forum ini diisi pelatihan Bioteknologi Petani dengan narasumber dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dhimas Driessen.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, menegaskan pentingnya kemandirian petani Muria Raya.

“Konsolidasi ini kita lakukan agar petani Muria Raya bisa mandiri dan lebih sejahtera. Kita ingin jaringan Tani Merdeka semakin kuat, sehingga aspirasi petani bisa tersampaikan dengan jelas,” ujarnya.

Sementara itu Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Sri Hartini, menekankan pelatihan bioteknologi sebagai bekal penting bagi kader.

“Para anggota Tani Merdeka harus bisa mengakomodir kepentingan-kepentingan para petani. Karena dari keluhan para petani tersebut, berbagai persoalan bisa diketahui dan kemudian bapak Presiden Prabowo hadir memberikan solusi,” katanya.

Sri Hartini mencontohkan kebijakan Presiden Prabowo yang berpihak kepada petani, seperti kemudahan pupuk bersubsidi, penyerapan hasil panen padi oleh Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, serta pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di berbagai daerah.

“Sekarang ini kita adakan pelatihan Bioteknologi Petani. Tujuannya agar para petani punya bekal ilmu, supaya ke depan para petani bisa membuat pupuk sendiri,” bebernya.

Ia menambahkan, petani adalah garda terdepan dalam program ketahanan pangan.

“Terobosan-terobosan tersebut harus kita tempuh. Supaya hasil panen petani makin banyak. Ketika hasil panen melimpah, maka akan berdampak pada kesejahteraan petani dan sekaligus mensukseskan program ketahanan pangan,” jelasnya.

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Kudus, Ahmad Fatkhul Aziz, menyambut antusias pelatihan bioteknologi.

“Supaya para petani punya ilmunya untuk membuat pupuk sendiri. Sehingga ke depan para petani bisa mandiri, tidak menggantungkan subsidi dari pemerintah. Serta hasil panennya juga bisa lebih meningkat,” ujarnya.

Konsolidasi ini momentum memperkuat jaringan Tani Merdeka di Jawa Tengah. Para petani Muria Raya diharapkan mampu mengembangkan inovasi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat peran mereka dalam mendukung ketahanan pangan nasional.[]

Gerindra Minta Anggaran Riset Pertanian Diperkuat

0

TANIMERDEKA – Fraksi Partai Gerindra ikut bersuara di DPR RI terkait pentingnya penguatan regulasi dan anggaran riset untuk menopang political will Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endang Setyawati Thohari, mengatakan dukungan pendanaan terhadap inovasi teknologi pertanian masih lemah. Banyak hasil riset lembaga penelitian belum bisa disebarluaskan secara optimal kepada petani karena keterbatasan anggaran.

Endang menekankan percepatan pengesahan Undang-Undang Sumber Daya Genetik (SDG) agar kekayaan genetik nasional terlindungi.

“Bibit unggul belum tentu berhasil jika tidak sesuai dengan zona agroekologinya. Karena itu, potensi lokal harus dilindungi secara regulatif,” ujarnya, pada Sabtu, 25 Januari 2026.

Ia mengingatkan tren penurunan anggaran riset di Kementerian Pertanian. Menurutnya, riset seharusnya diperkuat sebagai fondasi utama menuju swasembada pangan. Idealnya, anggaran riset bisa mencapai 20 persen dari total anggaran kementerian.

Endang menyampaikan hal itu usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura di Bogor, Jawa Barat.

Ia menilai BRMP sebagai penerus badan litbang harus menjadi prioritas pembangunan pertanian nasional.

Fraksi Gerindra menegaskan political will Presiden Prabowo sudah terlihat kuat. Namun, langkah strategis berkelanjutan diperlukan agar kebijakan riset pertanian tidak berubah setiap kali terjadi pergantian menteri.[]

DPD Tani Merdeka Kota Magelang Latih Petani Milenial Kuasai Teknologi Perikanan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang menggelar Pelatihan dan Bootcamp Petani Milenial di Pesantren Selamat, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, 23–25 Januari 2026.

Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sektor pertanian dan perikanan, sekaligus menjawab tantangan krisis regenerasi petani.

Pelatihan diikuti kader dan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang. Mereka dibekali teknologi perikanan modern agar dapat ditularkan kepada masyarakat luas.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Wawan Pramono, membuka acara secara resmi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguasaan ilmu teknis.

“Tetapi wajib menguasai pengetahuan teknis untuk memaksimalkan hasil panen,” tegas Wawan.

Penggunaan teknologi perikanan dinilai Wawan sebagai solusi menghasilkan ikan berlimpah dengan pakan yang lebih efisien.

“Target kami di Jawa Tengah adalah memberikan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. Kami fokus menggenjot potensi komoditas yang melimpah yakni ikan seperti nila, lele, gurami, patin, bawal, hingga udang air tawar,” ujarnya, pada Jumat 23 Januari 2024.

Minimnya minat generasi muda menjadi sorotan utama dalam pelatihan ini. Berdasarkan data lapangan, mayoritas petani saat ini berusia di atas 50 tahun.

“Jika tidak ada regenerasi, ini akan menjadi masalah besar di masa depan. Petani muda sangat jarang ditemui. Maka dari itu, kami suarakan regenerasi ini lewat konsolidasi langsung hingga kampanye masif di media sosial,” beber Wawan.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Kota Magelang, Sri Sumirat, berharap masuknya pemuda ke dunia pertanian, khususnya perikanan, akan memunculkan gagasan inovatif yang mampu meningkatkan produktivitas daerah.

Ia memetakan potensi komoditas di setiap wilayah Kota Magelang. Magelang Utara dikenal sebagai sentra perikanan, Magelang Tengah memiliki lahan delta yang cukup luas untuk jagung, sedangkan Magelang Selatan menjadi sentra hortikultura perkotaan.

“Melalui pelatihan ini, Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi petani Kota Magelang agar lebih mandiri, modern, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Sri Sumirat.

Pelatihan ini jadi penting bagi pengurus Tani Merdeka Indonesia untuk memperkuat regenerasi petani. Dengan dukungan teknologi, pemuda diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.[]

Pupuk Indonesia Gandeng Perusahaan Aljazair Amankan Pasokan Fosfat

0

TANIMERDEKA – PT Pupuk Indonesia (Persero) menjalin kerja sama dengan Somiphos, perusahaan tambang fosfat asal Aljazair. Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, bersama Direktur Utama Somiphos, Mokhtar Lekhal, di Aljazair.

“Rock Phosphate merupakan bahan baku utama dari industri pupuk, dan hanya bisa didapatkan melalui tambang. Pupuk Indonesia membutuhkannya untuk memproduksi pupuk. Kerja sama dengan Somiphos ini untuk keberlanjutan suplai bahan baku tersebut, dalam rangka mengamankan kebutuhan pupuk dalam negeri, serta sebagai bentuk komitmen terhadap swasembada pangan nasional yang berkelanjutan,” kata Rahmad dalam keterangan persnya, pada Jumat, 23 Januari 2026.

Melalui kerja sama ini, Pupuk Indonesia memperoleh dukungan pasokan rock phosphate hingga 1 juta ton per tahun. Selain itu, terbuka peluang menggandeng perusahaan lain di Aljazair untuk membangun proyek industri pupuk berbasis fosfat yang terintegrasi.

Rahmad menegaskan kerja sama dengan Somiphos dan Sonarem Group dapat memastikan keberlanjutan swasembada pangan melalui pemenuhan bahan baku pupuk.

“Dengan ketersediaan dan harga gas yang terjangkau di Aljazair, kita dapat bekerja sama mengembangkan ekosistem industri pupuk terintegrasi di Aljazair yang produknya dapat digunakan untuk kebutuhan nasional,” tambahnya.

Somiphos merupakan perusahaan tambang fosfat milik negara Aljazair yang beroperasi di wilayah Tebessa, bagian timur Aljazair. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen utama fosfat dari kawasan tambang Djebel Onk, salah satu deposit fosfat terbesar di Aljazair.

Penandatanganan nota kesepahaman turut disaksikan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono; Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab; CEO Sonarem Group, Reda Belhaj; serta sejumlah pemangku kepentingan.

Sementara itu Wamentan Sudaryono mengatakan kerja sama ini bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk dan menurunkan harga pupuk.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang sangat jelas bahwa negara harus hadir memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat waktu bagi petani. Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah,” ujarnya.

“Hasil dari kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” imbuhnya.

Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab, menegaskan nota kesepahaman ini bagian dari arahan Presiden Aljazair untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan negara sahabat. Ia menyebut sektor fosfat sebagai pilar utama diversifikasi ekonomi nasional.

“Kemitraan ini penting dalam mendukung kerja sama Aljazair–Indonesia. Selain itu juga mendorong investasi produktif, serta transfer pengalaman dan teknologi demi kepentingan bersama kedua negara,” katanya.[]

Danantara Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Peternakan Ayam Terintegrasi

0

TANIMEREKA – Pemerintah akan memulai pembangunan kawasan peternakan ayam pedaging dan ayam petelur terintegrasi dengan nilai investasi sekitar Rp20 triliun pada akhir Januari 2026.

Proyek ini dibiayai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan ditargetkan menjadi solusi jangka panjang bagi stabilisasi harga ayam dan telur nasional.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran Sulaiman, mengatakan tahap awal pembangunan akan ditandai dengan peletakan batu pertama pada 28 Januari 2026.

“Insyaallah groundbreaking dilakukan 28 Januari 2026. Ini didukung penuh oleh Danantara. Mohon doanya agar berjalan lancar,” ungkap Amran dalam keterangannya di Jakarta.

Proyek ini mencakup pendirian 12 unit fasilitas peternakan terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Amran, kebijakan tersebut dilatarbelakangi tingginya volatilitas harga anak ayam umur sehari atau day old chick (DOC) yang dalam beberapa bulan terakhir melonjak signifikan. Ia mencontohkan harga DOC sempat menembus Rp14.000 per ekor, jauh di atas harga normal sekitar Rp9.000.

Meski pemerintah sempat menetapkan harga acuan Rp11.000 per ekor, langkah itu belum sepenuhnya efektif meredam gejolak di lapangan.

“Pabrik ini akan mencakup seluruh proses, mulai dari pakan, pembibitan, hingga produksi ayam dan telur. Ini adalah solusi permanen agar negara bisa hadir ketika terjadi gejolak harga,” jelas Amran.

Proyek peternakan ayam juga dirancang menopang ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan suplai yang terjaga, kebutuhan protein hewani masyarakat, khususnya untuk program MBG, diharapkan terpenuhi secara berkelanjutan.

Amran menambahkan, rencana pembangunan ini merupakan hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam rapat finalisasi percepatan hilirisasi sektor pertanian dan pangan. Selain peternakan ayam, pemerintah juga memprioritaskan investasi pada komoditas strategis lain seperti kelapa, kakao, mente, kelapa sawit, dan hortikultura.

“Untuk peternakan ayam pedaging dan telur terintegrasi, sudah disiapkan anggaran khusus sebesar Rp20 triliun,” kata Amran dalam kesempatan terpisah.

Pelaksanaan proyek akan difokuskan pada daerah yang selama ini mengalami kekurangan pasokan daging ayam dan telur. Pemerintah saat ini tengah melakukan tahap pra-studi kelayakan agar pembangunan dapat langsung berjalan sesuai jadwal.

Secara keseluruhan, proyek peternakan ayam ini menjadi bagian dari agenda besar hilirisasi pangan nasional. Amran menyebut total nilai investasi yang disiapkan pemerintah untuk sektor pertanian dan turunannya mencapai Rp371 triliun.

“Ini arahan langsung Presiden. Kita sepakat mempercepat hilirisasi bersama Kementerian Investasi, Danantara, dan seluruh pemangku kepentingan. Prinsipnya, kita sudah siap jalan,” pungkasnya.

Pembangunan peternakan ayam terintegrasi ini diharapkan mampu menekan gejolak harga sekaligus memperkuat rantai pasok pangan dari hulu ke hilir.

Pemerintah menekankan proyek ini sebagai langkah struktural agar kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam dan telur lebih terjamin.[]

BNPB Salurkan Bantuan, Tani Merdeka Kota Pekalongan Turun Tangan

0

TANIMERDEKA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan logistik dan peralatan darurat banjir kepada warga Kota Pekalongan.

Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, kepada Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid.

Total nilai bantuan mencapai Rp573.734.000, peralatan yang diberikan meliputi pompa alkon, perahu karet, mesin perahu, gergaji mesin, kaos lapangan, sepatu boots, dan jas hujan. Seluruh usulan Pemerintah Kota Pekalongan dipenuhi 100 persen oleh BNPB.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.

“Alhamdulillah, seluruh usulan bantuan yang kami ajukan kepada BNPB dipenuhi 100 persen. Ini sangat membantu kami di lapangan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang masih tinggi dan potensi banjir susulan,” ujarnya.

Banjir yang melanda Pekalongan beberapa hari terakhir membuat aktivitas warga terganggu. Pemerintah daerah bersama BNPB menekankan pentingnya kesiapan logistik agar penanganan darurat berjalan cepat.

Sementara itu DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan juga terlibat dalam aksi kemanusiaan. Relawan Tani Merdeka Indonesia membantu di dapur umum Dinsos-P2KB sejak awal bencana.

Ketua DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, mengatakan pengurus PDP Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan ikut membantu warga yang terdampak banjir sejak hari pertama banjir.

“Kita relawan yang tulus untuk kota Pekalongan,” pungkasnya.

Kehadiran relawan dari berbagai unsur memperkuat penanganan banjir di Pekalongan. Dukungan logistik BNPB dan partisipasi masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak.[]