Beranda blog Halaman 13

Swasembada Pangan Tercapai, Don Muzakir: Kebijakan Prabowo Sentuh Petani

0
Don Muzakir Terima Satya Lencana dari Presiden Prabowo
Don Muzakir Terima Satya Lencana dari Presiden Prabowo

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyentuh dan mengerti kebutuhan petani adalah kunci swasembada pangan cepat tercapai. Setahun kepemimpinan Prabowo, banyak program pemerintah yang berpihak kepada petani.

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang langsung menyentuh petani menjadi faktor utama kegembiraan di desa-desa. Don mencontohkan penurunan harga pupuk, penyerapan gabah dan jagung, serta penghentian impor komoditas tertentu.

“Banyak program Pak Prabowo yang langsung menyentuh petani yang ada di-grassroot, yang di bawah. Ini yang dinantikan oleh para petani, oleh masyarakat yang ada di desa-desa,” ucap Don saat menghadiri pengumuman swasembada pangan dan panen raya 1 tahun pemerintahan Prabowo Subianto di Cilebar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.

Don Muzakir salah satu penerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya. Menurutnya, capaian swasembada pangan menjadi bukti nyata keberpihakan negara kepada petani.

Organisasi Tani Merdeka Indonesia lahir dari gabungan kelompok tani, pelaku usaha pertanian, perikanan, dan perkebunan yang selama ini bersentuhan langsung dengan persoalan di desa. Tani Merdeka sejak awal sudah yakin kepemimpinan Prabowo akan membawa kesejahtreraan bagi petani.

“Saya pergi ke mana-mana, mulai dari Aceh sampai ke Papua, semua petani happy dengan program-program yang dicanangkan oleh Pak Prabowo,” katanya

Don Muzakir setuju dengan pernyataan Presiden Prabowo yang menegaskan posisi petani sebagai pahlawan pangan. Petani harus terus menanam, sehingga swasembada pangan bisa terwujud.

“Kalau petani ini tidak menanam, tidak memanen, dan seterusnya, ya kita dapat pangan dari mana?,” katanya,

Seraya menambahkan kebijakan stop impor jagung dan penyerapan hasil panen membuat harga lebih adil bagi petani.

Jagung terserap di kisaran Rp5.500 per kilogram, sementara gabah padi diserap Rp6.500 hingga Rp7.000 sesuai kualitas. Sehingga, margin keuntungan petani meningkat dan harga beras tetap terjaga bagi konsumen.

Ke depan, Don Muzakir mengingatkan pentingnya modernisasi alat untuk lebih menggenjot lagi hasil pertanian. Peralatan yang modern juga harus diiringi asupan energi seperti solar yang memadai.

Don Muzakir bersama seluruh anggota dan kelompok tani memanjatkan doa untuk Presiden Prabowo agar selalu sehat. Agar bisa terus membela masyarakat bawah.

“Kalau kami sebutkan panglimanya petani, bosnya petani ya, Pak Prabowo yang membela,” ujarnya.

Terima Satya Lencana dari Presiden Prabowo, Don Muzakir: Tanpa Petani Tak Ada Kedaulatan Pangan

0
Don Muzakir Terima Satya Lencana dari Presiden Prabowo
Don Muzakir Terima Satya Lencana dari Presiden Prabowo

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penghargaan diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi Don Muzakir dalam mendorong swasembada pangan berkelanjutan, pada Rabu 7 Januari 2026.

Satya Lencana diberikan karena kontribusi Don Muzakir dalam memperkuat peran komunitas petani. Melalui Tani Merdeka Indonesia, ia dinilai berhasil menggerakkan petani di berbagai daerah untuk meningkatkan produksi beras nasional, memperkuat kemandirian, serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Tani Merdeka Indonesia selama ini aktif menjalankan program pemberdayaan di tingkat akar rumput. Program tersebut mencakup pendampingan teknis, penyediaan benih unggul, hingga pelatihan manajemen usaha tani. Gerakan ini membuat petani lebih siap menghadapi tantangan harga, iklim, dan kebutuhan pasar.

“Saat ini Tani Merdeka Indonesia sudah terbentuk di 35 provinsi, bahkan sudah sudah terbentuk 5 ribu desa di seluruh Indonesia. Petani kuat,” kata Don Muzakir, usai menerima penghargaan Satya Lencana itu.

Don Muzakir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh anggota Tani Merdeka Indonesia se Indonesia atas penghargaan tersebut. Baginya, Satya Lencana bukan sekadar simbol, melainkan amanah yang mengingatkan bahwa perjuangan mewujudkan kedaulatan pangan masih panjang.

“Penghargaan ini saya terima atas nama seluruh petani Indonesia yang selama ini bekerja dalam senyap menjaga ketahanan pangan bangsa. Tanpa petani, tidak akan ada kedaulatan pangan,” ujar Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir swasembada pangan tidak dapat dicapai secara instan. Kebijakan yang berpihak kepada petani, dukungan teknologi, serta pendampingan berkelanjutan di tingkat akar rumput menjadi syarat utama.

“Kami di Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi petani, meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan mereka. Petani harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek,” katanya.

Selain itu kata Don Muzakir, penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Tani Merdeka Indonesia untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah. Kolaborasi dianggap penting agar kebijakan pangan nasional benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan.

“Selama petani kuat dan sejahtera, saya yakin Indonesia akan berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat dan hebat,” katanya.

Penghargaan Satya Lencana diberikan di tengah momentum pencatatan swasembada beras dan jagung pada akhir 2025. Pemerintah menegaskan capaian tersebut sebagai tonggak penting menuju kemandirian pangan. Ribuan petani di berbagai daerah kini menanti kebijakan lanjutan agar capaian itu berkelanjutan.

Kehadiran Tani Merdeka Indonesia di banyak daerah menjadi faktor pendukung. Organisasi ini tidak hanya fokus pada produksi beras, tetapi juga mendorong diversifikasi pangan, termasuk jagung, hortikultura, dan peternakan rakyat.

Penghargaan Satya Lencana kepada Don Muzakir ini simbol pengakuan negara terhadap kerja keras petani. Momentum ini diharapkan memperkuat semangat kolektif agar swasembada pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud di lapangan.[]

Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Nasional

0

TANIMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan tahun 2025. Pengumuman disampaikan saat Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari tahun 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan swasembada pangan adalah tonggak fundamental bagi kemerdekaan bangsa.

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegas Presiden Prabowo.

Prabowo mengingatkan pengalaman masa pandemi COVID-19, ketika sejumlah negara produsen beras menahan ekspor demi kepentingan domestik. Situasi itu menjadi peringatan keras agar Indonesia tidak bergantung pada pihak lain, terutama dalam urusan pangan dan energi.

Presiden mengungkapkan saat dilantik dirinya menargetkan swasembada pangan dicapai dalam empat tahun. Namun berkat kerja keras dan kekompakan seluruh elemen pertanian, target itu terwujud hanya dalam satu tahun.

“Kalau waktu saya dilantik jadi Presiden, memang saya beri target 4 tahun swasembada beras, swasembada pangan. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, saudara hasilkan yang (tadinya) 4 tahun saudara berikan kepada bangsa dan negara, 1 tahun kita sudah swasembada, 1 tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri,” ungkap Presiden.

Prabowo menyampaikan rasa bangga kepada petani, penyuluh, dan seluruh komunitas pertanian.

“Hari ini saudara memberi kepada bangsa dan negara bukti yang nyata. Saudara telah, menurut saya, mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia,” ucap Presiden.

Sementara itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden terhadap sektor pertanian. Ia menegaskan swasembada pangan adalah buah gagasan besar Presiden yang diwujudkan melalui kerja kolektif Kabinet Merah Putih dan seluruh insan pertanian.

“Seluruh petani Indonesia ada 160 juta mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang luar biasa perhatiannya pada sektor pertanian. Sekali lagi, atas nama petani Indonesia, Bapak Presiden, mengucapkan terima kasih tak terhingga,” ujar Mentan.

Mentan menambahkan capaian swasembada pangan menjadi salah satu pencapaian terbaik Kabinet Merah Putih sejak awal pemerintahan Prabowo.

“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” pungkasnya.

Panen raya di Karawang menjadi simbol keberhasilan program swasembada. Karawang dikenal sebagai lumbung padi nasional. Hamparan sawah menguning yang siap dipanen menjadi bukti nyata capaian tersebut.

Drone pertanian yang digunakan di lokasi acara menunjukkan arah baru modernisasi pertanian. Teknologi ini diharapkan mempercepat proses tanam dan panen, sekaligus menekan biaya produksi.[]

Don Muzakir Dianugerahi Satya Lencana, Presiden Prabowo Apresiasi Perjuangan Petani

0
Don Muzakir Dianugerahi Satya Lencana Terima dari Presiden Prabowo Subianto
Don Muzakir Dianugerahi Satya Lencana Terima dari Presiden Prabowo Subianto

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penghargaan diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi Don dalam memperjuangkan swasembada pangan berkelanjutan dalam negeri.

Satya Lencana diberikan karena kontribusi Don Muzakir dalam menggerakkan komunitas petani di berbagai daerah. Melalui Tani Merdeka Indonesia, ia dinilai berhasil mendorong peningkatan produksi beras nasional, memperkuat kemandirian, serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Tani Merdeka Indonesia aktif menjalankan program pemberdayaan di tingkat akar rumput. Program tersebut mencakup pendampingan teknis, penyediaan benih unggul, pelatihan manajemen usaha tani, hingga penguatan kelembagaan kelompok tani. Gerakan ini membuat petani lebih siap menghadapi tantangan harga, iklim, dan kebutuhan pasar.

“Tani Merdeka Indonesia harus menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di setiap desa,” menjadi pesan yang selalu ia tekankan dalam setiap pertemuan dengan petani.

Don Muzakir menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Baginya, Satya Lencana bukan sekadar simbol, melainkan amanah yang mengingatkan bahwa perjuangan mewujudkan kedaulatan pangan masih panjang.

“Penghargaan ini atas nama seluruh petani Indonesia yang selama ini bekerja dalam senyap menjaga ketahanan pangan bangsa. Tanpa petani, tidak akan ada kedaulatan pangan,” ujar Don Muzakir.

Ia menegaskan swasembada pangan tidak bisa dicapai secara instan. Kebijakan yang berpihak kepada petani, dukungan teknologi, serta pendampingan berkelanjutan di tingkat akar rumput menjadi syarat utama.

“Kami di Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi petani, meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan mereka. Petani harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek,” katanya.

Don Muzakir mengaku, penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Tani Merdeka Indonesia untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah. Kolaborasi dianggap penting agar kebijakan pangan nasional benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan.

“Selama petani kuat dan sejahtera, saya yakin Indonesia akan berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat dan hebat,” katanya.[]

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya dan Umumkan Swasembada Pangan

0

TANIMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya sekaligus pengumuman swasembada pangan di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026. Acara ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam menegaskan capaian kemandirian pangan nasional.

Presiden Prabowo tiba di lokasi menggunakan helikopter pukul 11.13 WIB. Ia sempat meninjau stan pangan yang didirikan warga. Sejumlah produk beras dan benih padi dipamerkan.

Presiden Prabowo kemudian melihat spanduk paparan anggaran pangan pemerintah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tampak menjelaskan poin-poin yang tertulis dalam spanduk tersebut.

Setelah itu, Presiden Prabowo berjalan menuju hamparan sawah di dekat lokasi acara. Padi menguning siap dipanen terbentang luas. Di sekitar sawah terlihat beberapa drone pertanian yang digunakan untuk mendukung proses produksi.

Sejumlah pejabat hadir mendampingi Presiden. Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Menteri ATR BPN Nusron Wahid, Mendagri Tito Karnavian, serta Wamentan Sudaryono.

Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi, Kapolri Jenderal Listyo Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga hadir.

Panen raya di Karawang menjadi simbol keberhasilan program swasembada pangan. Karawang selama ini dikenal sebagai lumbung padi nasional. Kehadiran Presiden di sawah memberi pesan bahwa capaian swasembada tidak hanya angka, tetapi nyata di lapangan.

Drone pertanian yang digunakan di lokasi acara menunjukkan arah baru modernisasi pertanian. Teknologi ini diharapkan mempercepat proses tanam dan panen, sekaligus menekan biaya produksi.[]

Nilai Tukar Petani Naik, Hortikultura Jadi Pendorong Utama

0
Petani menyemprotkan pupuk cair ke tanaman sayurnya (ilustrasi).
Petani menyemprotkan pupuk cair ke tanaman sayurnya (ilustrasi).

TANIMERDEKA – Sektor pertanian nasional menutup tahun 2025 dengan capaian positif. Nilai Tukar Petani (NTP) Desember tercatat 125,35, naik 1,05 persen dibanding November. Angka ini menegaskan kesejahteraan rumah tangga pertanian semakin membaik.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan kenaikan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 2,08 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 1,02 persen.

“Nilai tukar petani Desember 2025 tercatat sebesar 125,35 atau naik 1,05 persen dibandingkan November 2025. Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani atau It naik sebesar 2,08 persen lebih tinggi dari indeks harga yang dibayar petani atau Ib yang sebesar 1,02 persen,” kata Pudji dalam keterangan resminya, pada Senin 5 Januari 2026.

Lonjakan NTP terutama didorong subsektor hortikultura yang mencatat kenaikan signifikan 14,48 persen. Komoditas lain juga berpengaruh, seperti gabah, cabai rawit, kakao, dan ayam ras pedaging.

“Komoditas yang dominan memengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani nasional adalah gabah, cabai rawit, kakao atau biji cokelat, dan ayam ras pedaging,” terang Pudji.

Secara kumulatif Januari–Desember 2025, NTP nasional mencapai 123,26. Angka ini naik 3,04 persen dibanding periode sama 2024. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi sektor pertanian sebagai penopang ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Sebanyak 22 dari 38 provinsi mencatat kenaikan NTP. Gorontalo menjadi yang tertinggi secara nasional, naik 5,60 persen pada Desember. Kenaikan ini menegaskan penguatan sektor pertanian dirasakan hingga ke daerah.

Petani di sejumlah wilayah mengakui harga gabah dan hortikultura lebih baik dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan harga memberi ruang bagi petani untuk menutup biaya produksi sekaligus memperbaiki pendapatan rumah tangga.

Lonjakan NTP Desember 2025 menjadi bukti sektor pertanian semakin tangguh dan produktif. Pemerintah menegaskan kebijakan akan terus diarahkan untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan produktivitas, serta memastikan pertanian tetap menjadi fondasi ketahanan pangan nasional.[]

Kementan dan PU Percepat Rehabilitasi Irigasi Pertanian

0
Ilustrasi
Ilustrasi

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian memperkuat sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi di berbagai daerah. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi penggerak utama penguatan infrastruktur air guna menopang produksi beras nasional.

Kementan bersama Kementerian PU menjalankan percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi sepanjang 2025. Upaya ini berdampak langsung pada kinerja pangan. Produksi beras nasional 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, sementara cadangan beras pemerintah diperkirakan menyentuh 3,3 juta ton pada awal 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pengelolaan air menjadi fondasi utama keberhasilan sektor pertanian.

“Faktor penentu keberhasilan ada pada peningkatan benih dan pupuk, juga dalam ketersediaan air,” kata Amran di Jakarta.

Percepatan rehabilitasi irigasi mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan nasional. Instruksi ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025. Koordinasi antarkementerian dan pemerintah daerah menjadi pilar pelaksanaan di lapangan.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, menyampaikan percepatan difokuskan pada daerah irigasi yang belum optimal menyediakan air bagi persawahan. Sekitar 60 persen jaringan irigasi nasional sebelumnya berada dalam kondisi kurang mendukung produksi.

“Dengan adanya Inpres Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah mempercepat perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada daerah irigasi yang kondisinya kurang optimal,” ujar Hermanto.

Tahap pertama pelaksanaan Inpres menargetkan rehabilitasi 280.880 hektare dengan realisasi 99,93 persen. Tahap kedua mencakup 225.775 hektare dengan capaian 83,46 persen pada jaringan utama, 98,66 persen pada jaringan tersier, serta 92,25 persen pada jaringan irigasi air tanah.

Tahap ketiga terus berjalan dengan target 146.503 hektare. Realisasi jaringan utama mencapai 67,67 persen, jaringan tersier 87,57 persen, serta rehabilitasi irigasi air tanah 93,91 persen.

Hermanto menilai capaian tersebut lahir dari koordinasi intensif antara Kementan dan Kementerian PU, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, serta dukungan Balai Besar Wilayah Sungai dan Balai Wilayah Sungai di daerah. Pemerintah daerah turut mempercepat pelaksanaan di lapangan.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, khususnya bersama Kementerian Pekerjaan Umum, serta dukungan kuat dari pemerintah daerah,” tuturnya.

Sinergi Kementan dan Kementerian PU akan terus diperkuat seiring pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025. Program lanjutan seperti optimasi lahan dan cetak sawah rakyat juga disiapkan. Langkah ini diarahkan untuk menjaga keberlanjutan irigasi pertanian sekaligus memantapkan jalan Indonesia menuju swasembada pangan.[]

Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian, Ini Tujuannya

0

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian di 33 provinsi. Balai besar ini bertugas memperkuat pendampingan teknologi pertanian daerah untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Pembentukan ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025. Seluruh balai berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

Kepala BRMP Kementan, Fadjry Djufry, menjelaskan balai besar merupakan peningkatan status dari balai penerapan yang sebelumnya sudah ada di daerah.

“Dengan peningkatan status ini, koordinasi antara pusat dan daerah diharapkan semakin kuat, terutama dalam memperluas program dan kebijakan Kementerian Pertanian hingga ke tingkat lapangan,” kata Fadjry.

Balai besar memiliki tugas melakukan identifikasi dan verifikasi kebutuhan teknologi, perekayasaan, pengujian, diseminasi, serta penerapan paket teknologi pertanian spesifik lokasi.

Balai besar juga melaksanakan produksi benih dan bibit sumber unggul tersertifikasi. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

“Balai besar ini hadir untuk memastikan ketersediaan benih dan bibit sumber bermutu sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian di daerah,” ujarnya.

Fadjry menambahkan keberadaan balai besar di setiap provinsi diharapkan mampu memfasilitasi program pembangunan pertanian sekaligus meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha.

Sementara itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya modernisasi dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

“Kita tidak boleh setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Semua harus berbasis inovasi dan teknologi agar produktivitas naik dan biaya produksi turun,” kata Andi Amran.

Pemerintah menargetkan percepatan modernisasi pertanian melalui penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi unggul, dan mekanisasi. Tujuannya mewujudkan pertanian yang produktif, efisien, dan berdaya saing.

Petani di sejumlah daerah masih menghadapi keterbatasan akses teknologi dan benih unggul. Kehadiran balai besar di setiap provinsi diharapkan menjadi solusi nyata agar inovasi pertanian bisa langsung diterapkan di lapangan. []

DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Gelar Pelatihan Bioteknologi, Ini yang Dibahas

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar konsolidasi dan pelatihan bioteknologi di Hotel C.3 Ungaran, pada Minggu 4 Januari 2026.

Kegiatan diikuti pengurus DPD, Korcam, kordes, serta kelompok tani dari wilayah eks Karesidenan Semarang, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, Kendal, dan Grobogan.

Acara dihadiri Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, Dewan Pembina Sri Hartini, serta Koordinator Wilayah Jawa Tengah eks Karesidenan Semarang, Beny.

Beny mengatakan pentingnya penguatan organisasi hingga ke tingkat desa. Menurutnya, pengurus Tani Merdeka harus mampu bersinergi dengan pemerintah dan pihak terkait demi memperjuangkan kepentingan petani.

“Pengurus harus mampu membangun sinergi yang baik dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, struktur organisasi Tani Merdeka Indonesia harus terbentuk hingga ke desa agar tetap eksis dan benar-benar berkembang di akar rumput,” tegas Beny.

Beny juga mengatakan pentingnya hilirisasi pertanian sebagai strategi peningkatan kesejahteraan petani. Hilirisasi harus dijalankan dengan skala prioritas, menyesuaikan jenis tanaman dengan karakteristik dan potensi daerah.

“Hilirisasi harus tepat sasaran. Komoditas yang dikembangkan harus sesuai dengan kondisi wilayah setempat agar produktivitas meningkat dan hasilnya benar-benar dirasakan oleh petani,” tambahnya.

Konsolidasi menjadi ruang dialog antara pengurus dan petani. Isu yang dibahas mencakup produksi, distribusi hasil panen, akses pasar, hingga permodalan. Peserta menilai penguatan organisasi petani penting agar suara petani lebih terkoordinasi dan memiliki daya tawar dalam kebijakan pertanian.

Sementara itu Wawan Pramono Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam ketahanan pangan dan ekonomi rakyat 2026. Sinergi yang dibangun diharapkan melahirkan program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan petani, khususnya di desa.

Dengan semangat kebersamaan, DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah optimistis hilirisasi berbasis potensi lokal dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Langkah ini diyakini mampu mendorong kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Tani Merdeka Indonesia Salurkan Alquran ke Masjid dan Dayah Terdampak Banjir di Aceh Utara

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh bersama DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh menyalurkan bantuan Alquran ke sejumlah masjid dan dayah yang terdampak banjir dan longsor.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, didampingi pengurus DPD Kabupaten Aceh, mengunjungi langsung lokasi penyaluran.

Baik, berikut kutipan langsung dari Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, yang bisa ditulis dalam gaya berita:

“Sejak awal musibah banjir, Tani Merdeka Indonesia sudah menyalurkan bantuan masa darurat. Hingga saat ini kami tetap hadir menyalurkan bantuan, termasuk Alquran ke masjid dan dayah yang terdampak. Ini bentuk kepedulian agar masyarakat tetap bisa beribadah dan anak-anak tetap belajar agama meski dalam kondisi sulit,” ujar Cut Muhammad.

Menurut Cut Muhammad, bantuan ini bentuk kepedulian Tani Merdeka Indonesia terhadap masyarakat yang terdampak.

Sejak awal musibah banjir, Tani Merdeka Indonesia sudah menyalurkan bantuan masa darurat. Hingga kini, bantuan terus diberikan kepada warga di Aceh.

Penyaluran Alquran dilakukan setelah sebelumnya Tani Merdeka Indonesia menyalurkan logistik darurat berupa pangan dan kebutuhan pokok. Kehadiran bantuan ini diharapkan memperkuat semangat warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.

Masjid dan dayah yang menerima bantuan sempat terendam banjir. Sebagian kitab suci rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Kehadiran Alquran baru memberi harapan agar kegiatan ibadah dan pendidikan agama tetap berjalan.

Banjir dan longsor akhir 2025 merusak ratusan rumah, fasilitas umum, serta lembaga pendidikan di Aceh. Sejumlah dayah masih digunakan sebagai lokasi pengungsian. Relawan Tani Merdeka bersama masyarakat membersihkan ruang belajar agar bisa kembali digunakan.[]