Beranda blog Halaman 12

Bulog Bersama Polri Targetkan Serapan Jagung 1 Juta Ton Tahun 2026

0
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah) memimpin Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah) memimpin Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026).

TANIMERDEKA – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan target penyerapan jagung nasional 1 juta ton pada 2026 akan ditempuh dengan bersinergi bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Target kami adalah pencapaian penyerapan jagung juga 1 juta ton (di 2026). Ini kami akan bersinergi dengan teman-teman Polri dalam hal ini untuk kaitan dengan jagung untuk penyerapannya,” kata Rizal di sela Rapat Kerja Nasional bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, pada Minggu 11 Januari 2026.

Rizal menegaskan rapat yang dihadiri seluruh pimpinan wilayah Bulog digelar untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. Arahan itu muncul setelah Indonesia dinyatakan swasembada beras dan jagung berkat kolaborasi lintas sektor.

Menurut Rizal, Bulog tidak bekerja sendiri. Dukungan kuat dari pemerintah pusat, daerah, aparat, dan petani lapangan menjadi kunci penyerapan jagung secara optimal.

Bulog menyiapkan perencanaan sejak dini, mengintensifkan koordinasi lapangan, serta mempercepat proses serapan hasil panen. Rizal menekankan sinergi dengan Polri sangat krusial.

“Kehadiran aparat di lapangan membantu pengawasan, pendampingan petani, serta kelancaran distribusi sehingga penyerapan jagung dapat berjalan efektif,” ujarnya.

Melalui Rakernas, Rizal berharap strategi terbaik segera diterapkan agar target 2026 tercapai. Ia menekankan swasembada pangan harus berlanjut dan kesejahteraan petani jagung meningkat signifikan.

Bapanas mencatat produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen di 2025 mencapai 16,11 juta ton. Angka itu naik 6,44 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 15,14 juta ton.

Dalam proyeksi Neraca Pangan Nasional, kebutuhan konsumsi jagung 2025 berada di angka 15,65 juta ton. Surplus tercatat 463,9 ribu ton, meningkat 23,2 persen dibandingkan surplus 2023 yang hanya 307,4 ribu ton.

Kontribusi Polri terhadap produksi jagung mencapai 3,5 juta ton atau 20 persen dari produksi nasional 2025. Arahan Presiden Prabowo menekankan Polri ikut menanam jagung sebagai bagian dari sistem pangan yang tangguh, efisien, dan berpihak pada petani.

Target penyerapan jagung 1 juta ton menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan. Setelah beras, jagung diproyeksikan menjadi komoditas strategis yang menopang ketahanan pangan nasional.[]

Rakerda Tani Merdeka Boyolali Bahas Konsolidasi, Dukungan Swasembada Pangan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai forum konsolidasi dan evaluasi program kerja organisasi di tingkat daerah. Agenda ini menjadi wadah menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat koordinasi, serta menyerap aspirasi petani dari bawah.

Acara berlangsung dengan dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono, Kepala Dinas Ketahanan Kabupaten Boyolali Joko Suhartono, Kepala Dinas Pertanian Boyolali Suyanta, forkopimda, TNI, Polri, serta tokoh masyarakat, pada Minggu 11 Januari 2026.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali, Oki Surya, menegaskan pentingnya arah kebijakan organisasi disesuaikan dengan kondisi daerah.

“Menyelaraskan arah kebijakan dan strategi organisasi dengan kebutuhan dan kondisi daerah. Mengevaluasi pelaksanaan program kerja sebelumnya serta mengidentifikasi tantangan dan capaian,” kata pria yang akrab disapa Oki.


“Selain itu menyusun dan menetapkan rencana kerja daerah yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi anggota dan masyarakat. Memperkuat koordinasi antar pengurus DPW dan DPD serta mendorong partisipasi aktif dalam pelaksanaan program. Menyerap aspirasi dari tingkat bawah sebagai dasar pengambilan keputusan organisasi ke depan,” ujar Oki.

Oki menambahkan, Boyolali sebagai salah satu sentra pangan di Jawa Tengah memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Ia menekankan perlunya dukungan infrastruktur irigasi, akses pupuk, serta penerapan teknologi pertanian modern agar produksi tetap stabil.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menekankan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat daerah.

“Rakerda ini menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan petani. Kita ingin memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan konsolidasi, koordinasi antarwilayah bisa lebih solid, sehingga program nasional dapat diterjemahkan secara efektif di daerah,” kata Wawan.

Wawan menegaskan, Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah siap mendukung kebijakan Presiden Prabowo dalam memperkuat swasembada pangan. Ia menilai keberhasilan swasembada beras harus diikuti dengan penguatan produksi jagung, kedelai, dan komoditas lain agar ketahanan pangan semakin kokoh.

Selain it Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung kebijakan pangan nasional. Tani Merdeka Indonesia siap garda terdepan mendukung kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk menwujudkan swasebada pangan.

“Kita ingin memastikan Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai mitra strategis pemerintah. Rakerda di Boyolali ini menjadi contoh bagaimana organisasi bekerja dari bawah, menyerap aspirasi, lalu menyusun langkah konkret. Petani harus menjadi subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir menambahkan, program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo sudah berhasil dan tahun 2025 swasembada pangan tercapai, maka ini membutuhkan dukungan penuh dari petani di seluruh daerah agar kedepan semua program Prabowo berhasil.

Ia menekankan solidaritas organisasi sangat penting, agar kebijakan nasional dapat berjalan efektif hingga ke tingkat desa.

Program swasembada pangan Presiden Prabowo ini butuh kerja sama yang erat antara pemerintah, organisasi petani, dan masyarakat.

Menurut Don Muzakir konsolidasi Tani Merdeka Indonesia di Boyolali ini menjadi bukti bahwa dukungan terhadap kebijakan nasional tidak berhenti di tingkat pusat, tetapi diterjemahkan langsung di daerah dengan langkah konkret.[]

Swasembada Beras Tercapai, Pengamat Dorong Penggunaan Teknologi Pertanian

0

TANIMERDEKA – Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Kusnan, mengapresiasi capaian swasembada beras nasional. Ia menilai produksi beras yang mencapai sekitar 44 juta ton dipengaruhi kondisi iklim yang mendukung.

Namun, Kusnan mengingatkan ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada faktor iklim. Teknologi pertanian adaptif dibutuhkan untuk menghadapi ancaman kekeringan mendatang.

Kusnan menekankan pendekatan agroekologi dapat menjaga produktivitas sekaligus ekosistem.

“Agroekologi meningkatkan efisiensi sumber daya dan menjaga keseimbangan ekosistemnya,” katanya.

Ia menjelaskan agroekologi tidak membutuhkan banyak air karena mengandalkan beragam sumber daya. Sistem ini memanfaatkan mikrobiologi tanah dan pemantauan kondisi lahan secara presisi.

“Teknologi ini membantu petani bagaimana memahami kondisi lahan secara detail. Sehingga penggunaan air dan bumbu organiknya menjadi sangat efisien,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan Ekonomi Pertanian, Bustanul Arifin, menilai capaian swasembada beras penting secara strategis. Meski demikian, ia menekankan keberhasilan harus diukur dari dampaknya terhadap kesejahteraan petani dan masyarakat.

Bustanul menyebutkan data BPS per Senin 5 Januari 2026 menunjukkan produksi beras 2025 mencapai 34,61 juta ton. Angka itu melebihi kebutuhan konsumsi nasional sekitar 31 juta ton.

“Jadi masih lebih dibanding konsumsi CK. Jadi boleh diklaim menjadi swasembada,” katanya.

Menurut Bustanul, capaian produksi sangat dipengaruhi cuaca bersahabat sepanjang 2025. Ia mengingatkan pemerintah perlu bersiap menghadapi potensi bulan kering 2026.

“Sehingga sistem pengairan yang untuk men-support produksi padi kita tetap akan terus berjalan dengan baik,” kata Bustanul.[]

Lawan Pangan Ilegal, Amran Turun ke Lapangan

0
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

TANIMERDEKA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya memberantas impor pangan ilegal yang merugikan petani dan mengancam ekosistem pertanian nasional.

Salah satu komoditas yang disorot adalah bawang bombai selundupan yang berpotensi membawa penyakit berbahaya.

Penegasan itu disampaikan Amran saat turun langsung ke Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 10 Januari 2026. Ia mengecek ribuan karung bawang bombai ilegal yang diduga masuk tanpa dokumen perizinan.

Dalam pemeriksaan, Amran mengatakan bawang bombai tersebut tidak memiliki izin resmi, tidak membayar pajak, dan berpotensi membawa bakteri berbahaya.

“Pajak-pajaknya tidak masuk. Barangnya diselundupkan, lalu merusak ekosistem kita karena membawa bakteri dan penyakit. Kami minta Polisi Militer mendampingi, Kapolres turun, diusut dan dibongkar sampai ke akar-akarnya. Harus diberi efek jera,” tegasnya.

Barang bukti yang diamankan mencapai 6.172 karung dengan total berat sekitar 133,5 ton.

Amran menekankan besaran volume bukan satu-satunya indikator bahaya.

“Bukan soal tonnya. Satu ton dengan seribu ton sama bahayanya kalau membawa penyakit. Satu kilo dengan satu juta kilo sama dampaknya besar karena menyangkut psikologi dan semangat petani,” ujarnya.

Ia menilai praktik impor ilegal pangan ancaman serius bagi produksi nasional dan kesejahteraan petani.

“Masa mau mengorbankan 100 juta orang hanya karena 10 atau 20 orang? Ini tidak benar. Tidak boleh ada ampun,” katanya.

Indonesia saat ini telah mencapai swasembada beras. Pemerintah tengah memperkuat produksi pangan strategis lain seperti jagung, kedelai, dan bawang putih.

Masuknya pangan ilegal, meski kecil, dapat menurunkan motivasi petani, menimbulkan dampak psikologis, dan membuka kembali ketergantungan impor.

Amran menekankan perlunya tindakan tegas agar petani terlindungi. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut jaringan penyelundupan hingga tuntas.

Langkah ini diharapkan memberi kepastian bagi petani bahwa hasil produksi mereka dihargai dan dilindungi negara.[]

Tani Merdeka Kebumen Gelar Konsolidasi dan Pelatihan Bioteknologi

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah menggelar konsolidasi organisasi sekaligus pelatihan bioteknologi pertanian bagi petani Wilayah Kedu Raya.

Kegiatan berlangsung di Mexolie Hotel Kebumen, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Agenda ini menjadi upaya memperkuat kelembagaan petani dan menyiapkan mereka menghadapi tantangan pertanian modern.

Peserta terdiri dari jajaran pengurus DPW serta DPD Tani Merdeka Indonesia se-Wilayah Kedu Raya. Wilayah itu meliputi Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Magelang Kota dan Kabupaten, Purworejo, Purbalingga, dan Kebumen. Hadir Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, serta Dewan Penasihat DPW, Dhimas Driessen, petani muda inspiratif asal Jawa Tengah yang menjadi narasumber pelatihan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menegaskan kegiatan ini bagian dari program strategis Tani Merdeka Indonesia dalam mendukung penguatan sektor pangan nasional melalui penerapan teknologi bioteknologi.

“Ini adalah agenda DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah untuk menguatkan sektor pertanian pangan sekaligus mengedukasi petani agar mampu beradaptasi dengan pertanian modern. Kami telah mendapatkan inventaris alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Presiden, sehingga petani bisa mulai menerapkan sistem bioteknologi. Harapannya, ilmu yang didapat bisa ditularkan ke wilayah masing-masing dan masyarakat luas,” ujar Wawan.

Ia menambahkan, organisasi Tani Merdeka Indonesia di Jawa Tengah telah terbentuk di 35 kabupaten dan kota hingga tingkat koordinator desa. Kondisi itu dinilai sebagai modal besar dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Tani Merdeka sebagai pendukung program Presiden Prabowo diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan. Selain lahan, petani juga harus dibekali ilmu. Terlebih sekarang banyak inovasi dan teknologi modern yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas,” tambahnya.

Wawan mengajak seluruh anggota Tani Merdeka Indonesia untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan.

“Kita semua adalah satu keluarga besar. Dengan solidaritas dan kebersamaan, saya yakin pertanian Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, akan semakin maju dan mandiri,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kebumen, Parjono, menyoroti persoalan pertanian di wilayahnya. Ia menekankan kebutuhan infrastruktur irigasi sebagai kendala utama.

“Kendala utama pertanian di Kebumen adalah kebutuhan saluran irigasi yang memadai karena kondisi geografisnya yang beragam. Untuk pupuk alhamdulillah relatif aman, dan sebagian petani juga sudah mendapatkan bantuan alsintan,” ungkapnya.[]

Don Muzakir Terima Satya Lencana, Sekjen DPW Tani Merdeka Riau: Petani Jadi Pilar Swasembada

0
Nila D. Pane Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau.
Nila D. Pane Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau.

TANIMERDEKA – Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Nila D Pane, menilai penganugerahan Satya Lencana kepada Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, memiliki makna besar bagi petani di seluruh Indonesia.

Menurut pria yang akrab disapa Pane, penghargaan tersebut sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada pangan, makan bergizi gratis, dan perlindungan lahan pertanian.

Pane mengatakan penghargaan negara kepada Don Muzakir bukan hanya simbol, melainkan pengakuan atas kerja nyata Tani Merdeka Indonesia dalam mendampingi petani di akar rumput.

“Satya Lencana yang diberikan kepada Ketua Umum Don Muzakir adalah bukti bahwa perjuangan petani mendapat perhatian serius. Program Presiden Prabowo tentang swasembada pangan, makan bergizi gratis, dan perlindungan lahan pertanian tidak bisa berjalan tanpa kekuatan petani. Tani Merdeka hadir sebagai mitra strategis pemerintah untuk memastikan kebijakan itu benar-benar sampai ke desa,” ujar Pane.

Lebih lanjut Pane mengatakan posisi Tani Merdeka Indonesia kini semakin penting dalam mengawal kebijakan pangan nasional. Organisasi ini tidak hanya menjadi wadah aspirasi, tetapi juga jembatan antara petani dan pemerintah.

“Tani Merdeka Indonesia selama ini menjadi penghubung. Kalau ada masalah pupuk, kalau ada masalah bibit, kalau harga gabah turun, maka organisasi ini bersuara, membela petani. Tani Merdeka sudah menjaga semangat petani agar swasembada pangan tetap terwujud,” katanya.

Pemerintah melalui Presiden Prabowo telah menegaskan komitmen untuk tidak melakukan impor beras pada 2025. Produksi beras nasional bahkan sudah mencapai 34,7 juta ton, melampaui target 32 juta ton. Kondisi ini menunjukkan bahwa swasembada pangan bukan sekadar janji, melainkan capaian nyata.

Pane menekankan bahwa penghargaan Satya Lencana kepada Don Muzakir harus menjadi dorongan bagi seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia di daerah. Ia berharap konsolidasi organisasi semakin kuat sehingga petani di Riau dan seluruh Indonesia dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan pangan nasional.

“Kalau petani kuat, kalau petani sejahtera, maka bangsa ini juga kuat. Itu pesan yang harus kita jaga bersama,” pungkas Nila.

Sebelumnya diberitakan, Don Muzakir, menerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada saat pengumuman swasembada pangan dan panen raya 1 tahun pemerintahan Prabowo Subianto di Cilebar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.

Penghargaan diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi Don dalam memperjuangkan swasembada pangan berkelanjutan dalam negeri.[]

Begini Candaan Presiden Prabowo untuk Wamentan Sudaryono

0

TANIMERDEKA – Momen terjadi dalam acara Panen Raya dan Peninjauan Tanam Padi di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2025.

“Wakil Menteri Pertanian Saudara Sudaryono, yang merangkap Ketua Umum HKTI. Ketua Umum APPSI masih? Ketua Umum Tani Merdeka. Banyak sekali kau ketua umumnya,” kata Presiden Prabowo, disambut tawa peserta acara.

Candaan muncul di sela pidato Presiden Prabowo yang menegaskan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan pada 2025. Ia menyebutkan capaian itu sebagai tonggak penting bagi kedaulatan bangsa.

“Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau urusan pangan masih tergantung pada bangsa lain,” ujar Presiden Prabowo.

Selain banyak pasukan di setiap provinsi hingga desa, Sudaryono dinilai mampu menjalankan tugas dengan baik.

Presiden Prabowo juga melemparkan candaan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia menilai Amran sangat cocok berpasangan dengan Sudaryono yang merupakan anak petani dan kerap turun ke lapangan.

“Ini cocok. Cocok kalau berjalan itu serasi. Sama-sama hitam kalau malam, gelap tidak kelihatan. Yang kelihatan hanya giginya,” ujar Prabowo, kembali disambut tawa hadirin.

Presiden Prabowo menilai kolaborasi Menteri dan Wakil Menteri Pertanian menjadi salah satu kunci keberhasilan pemerintah dalam mendorong swasembada pangan. Ia menekankan capaian tidak hanya beras, tetapi juga jagung dan komoditas lain.

Menutup pidato, Presiden Prabowo secara resmi mendeklarasikan keberhasilan swasembada pangan nasional.

“Pada Rabu, 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” tuturnya.

Acara panen raya di Karawang dihadiri ribuan petani dan jajaran pemerintah. Hamparan sawah menguning menjadi latar pengumuman resmi swasembada. Kehadiran Presiden di tengah petani memberi pesan bahwa capaian bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata di lapangan.[]

Presiden Prabowo Beri Hormat untuk Petani Indonesia, Ini Sebabnya

0

TANIMERDEKA – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta seluruh petani atas keberhasilan mencetak swasembada pangan tercepat dalam sejarah bangsa.

Dalam waktu satu tahun, Indonesia berhasil berdiri di atas kaki sendiri dan lepas dari ketergantungan impor.

“Saudara-saudara sekalian, izinkanlah saya mengikuti naluri saya, mengikuti kebiasaan saya dari sejak muda. Izinkan saya hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang mengabdi sehingga kita swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu 7 Januari 2026.

Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangga atas pencapaian swasembada yang lebih cepat dari target empat tahun. Ia menilai capaian ini bukti solidnya Kabinet Merah Putih.

“Waktu saya dilantik saya beri target swasembada empat tahun. Terima kasih seluruh komunitas pertanian. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, hasilkan dari yang empat tahun tapi saudara berikan kepada bangsa dan negara satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” tegasnya.

Presiden Prabowo secara khusus memuji kinerja Mentan Amran.

“Banyak tokoh-tokoh ini sebenarnya mereka sudah mapan. Menteri Amran pengusaha sukses, beliau jadi menteri adalah pengorbanan. Dia tidur 3-4 jam sehari. Saya kadang-kadang prihatin tapi saya dalam hati juga merasa bangga,” ucapnya.

Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada petani. Ia mengingatkan peran petani sejak masa perjuangan kemerdekaan.

“Saya masuk tentara tahun 1970. Tapi saya merasakan setiap saya latihan di desa-desa, petani memberi minuman dan makanan kepada kami. Waktu kita menyatakan kemerdekaan 17 Agustus 1945, tidak ada anggaran, tetapi ada petani yang beri makan tentara. Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani,” ungkapnya.

Di hadapan ribuan petani dan jajaran pemerintah, Prabowo secara resmi mengumumkan Indonesia kembali swasembada pangan.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya umumkan Indonesia telah berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” tegasnya.

Prabowo menegaskan swasembada pangan bukan sekadar capaian teknis, melainkan tonggak penting dalam sejarah kemerdekaan. Ia menekankan tidak ada negara yang benar-benar merdeka jika kebutuhan pangannya bergantung pada bangsa lain.

Badan Pusat Statistik melalui Kerangka Sampel Area November 2025 memprediksi produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi domestik. Laporan USDA menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN, melampaui Thailand dan Vietnam.

Prabowo menegaskan pencapaian ini lahir dari keberanian mengambil keputusan besar dan keberpihakan nyata kepada petani. Kebijakan meliputi penyederhanaan regulasi pupuk, penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, modernisasi alat mesin pertanian, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, serta penyerapan gabah langsung oleh BULOG dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas.

Presiden menekankan swasembada pangan bukan akhir, melainkan awal dari lompatan besar sektor pertanian. Setelah beras, pemerintah menargetkan swasembada jagung, singkong, bawang putih, serta penguatan sektor peternakan dan perikanan agar rakyat mendapatkan protein cukup dan terjangkau.

“Kalau ada yang nyinyir, kita jawab dengan kerja dan bukti. Tahun ini swasembada, tahun-tahun ke depan kita swasembada lagi,” kata Presiden disambut tepuk tangan petani.

Sementara itu Mentan Amran menegaskan capaian ini buah dari kepemimpinan Presiden Prabowo yang tegas dan berpihak kepada petani.

“Atas nama petani Indonesia, kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Bapak Presiden. Harga gabah naik, harga pupuk turun, pupuk tersedia. Swasembada ini adalah kerja kolektif seluruh petani Indonesia dengan dukungan penuh Presiden,” ujar Amran.[]

Bertemu Tani Merdeka Indonesia, Gubernur NTB: Kami Siap Sukseskan Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal menegaskan mendukung penuh program Presiden RI Prabowo Subianto, terutama swasembada pangan. Ia menyatakan siap bekerja sama dengan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi NTB untuk memperkuat peran petani di daerah.

Hal itu disampaikan saat Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi NTB, M. Haerul Ar, bersama pengurus bertemu gubernur di ruang kerjanya, pada Kamis, 8 Januari 2026.

“Dari awal kami sangat mendukung dan sudah menjalankan dengan sungguh program Presiden Prabowo, dan saya siap mendukung Tani Merdeka Indonesia di NTB,” ujar Lalu Muhammad Iqbal.

Lalu Muhammad Iqbal menilai kehadiran Tani Merdeka Indonesia di NTB sangat membantu petani dan program pemerintah daearah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk menyukseskan seluruh program Presiden Prabowo di daerah.

“Kita siap berkolaborasi untuk menyukseskan semua program Presiden Prabowo di NTB,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Lalu Muhamad Iqbal menerima SK sebagai Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi NTB. SK diserahkan langsung oleh M. Haerul Ar. Penunjukan gubernur sebagai penasehat diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi petani.

Lalu Muhammad Iqbal menegaskan dukungan terhadap program swasembada pangan bukan hanya sebatas kebijakan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan. Ia berharap Tani Merdeka Indonesia menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi NTB, M. Haerul Ar, menegaskan perlunya kerja sama untuk mewujudkan kesejahteraan petani.

“Kita perlu berkolaborasi untuk mewujudkan kesejahteraan petani seperti yang diharapkan oleh Presiden Prabowo,” kata Haerul.

Ia menambahkan komitmen Tani Merdeka Indonesia untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah.

“Kita sukses program Presiden Prabowo agar petani kita bisa hidup makmur dan sejahtera,” ujarnya.

Lebih lanjut Haerul Ar mengatakan, dukungan pemerintah daerah terhadap Tani Merdeka Indonesia diharapkan memperkuat posisi NTB sebagai sentra pertanian strategis untuk Indonesia.

Haerul menambahkan, kehadiran Tani Merdeka Indonesia di NTB akan menjadi wadah aspirasi petani. Organisasi ini menjadi jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah pusat, sehingga kebijakan yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan di desa.[]

Mentan Amran: Swasembada Jagung Jadi Instrumen Cegah Kemiskinan dan Kejahatan

0

TANIMERDEKA – Upaya pencegahan kejahatan, kemiskinan, dan pengangguran harus dimulai dari hulu. Salah satunya melalui penguatan sektor pertanian.

Penegasan itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, pada Kamis, 8 Januari 2026.

Menurut Amran, swasembada jagung tidak boleh dipahami semata sebagai target produksi. Program ini menjadi instrumen strategis negara dalam menyentuh akar persoalan sosial.

“Kami ingin menyampaikan swasembada jagung jangan kita lihat berdiri sendiri. Swasembada jagung menurunkan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, menurunkan pengangguran,” ujar Amran.

Ia menegaskan, ketika kemiskinan dan pengangguran ditekan sejak awal, potensi kejahatan dapat dicegah sebelum terjadi.

“Kalau tiga-tiganya ini terjadi, ini sama dengan preventif untuk mencegah kejahatan. Jadi kita cegat di hulu, bukan di hilir. Bukan setelah dia berbuat kejahatan. Ini adalah operasi bagian mencegah kejahatan, mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan yang hasilnya nanti mengurangi kejahatan,” tegasnya.

Amran menjelaskan kebijakan percepatan tanam dan penguatan produksi jagung telah menunjukkan hasil konkret. Dalam satu tahun terakhir, produksi jagung nasional melonjak signifikan.

“Hasilnya luar biasa. Bapak Presiden apresiasi kemarin. Hasilnya meningkat sampai 20 persen pada semester pertama di tahun 2025, dengan total produksi Januari–Desember 16,11 juta ton,” kata Amran.

Data Badan Pusat Statistik mencatat produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton. Angka itu naik 6,44 persen atau sekitar 974 ribu ton dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi didukung oleh peningkatan luas panen jagung nasional yang mencapai 2,72 juta hektare, naik 6,73 persen secara tahunan.

Amran menyinggung kesiapan Indonesia memasuki pasar ekspor jagung seiring melimpahnya produksi di sejumlah sentra.

“Kami hitung tadi totalnya 700 ribu hektare. Kalau dikali 5 ton saja, itu 3,5 juta ton setengah. Kita siap-siap ekspor, dan Bulog dari sekarang harus siap untuk serapannya,” ujarnya.

Data BPS menunjukkan potensi produksi jagung Januari–Februari 2026 diperkirakan mencapai 3,14 juta ton dengan potensi luas panen sekitar 0,53 juta hektare. Tren produksi nasional masih terus menguat di awal 2026.

Amran menegaskan kebijakan pertanian, khususnya jagung, bukan hanya urusan pangan. Program ini bagian dari strategi besar negara dalam membangun kesejahteraan dan ketertiban sosial.

Menanam jagung, menurutnya, bukan sekadar menanam komoditas. Menanam jagung berarti menanam solusi sejak hulu, membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan mencegah kejahatan sebelum tumbuh.[]