TANIMERDEKA – Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Bireuen, Aceh, menerima bantuan pupuk organik cair untuk mendukung pemulihan lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas hasil panen.
Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh dengan PT Bio Energi Rimba.
Pupuk organik cair Pembenah Tanah Organik Cair (PTOC) disalurkan kepada DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menyerahkan langsung bantuan tersebut di Sekretariat DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen, pada Rabu, 8 Juli 2026.
Penyaluran bantuan itu difokuskan untuk membantu petani yang sedang memulihkan lahan pertanian setelah terdampak bencana. Lahan yang kembali produktif diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan mendukung ketersediaan pangan di daerah.
Cut Muhammad mengatakan, pupuk organik cair memiliki peran penting dalam memperbaiki kualitas tanah yang mengalami penurunan kesuburan akibat bencana maupun penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.
Menurutnya, penggunaan pupuk organik tidak hanya meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi juga memperbaiki struktur tanah sehingga petani dapat mengelola lahan secara lebih baik dan berkelanjutan.
“Pupuk organik cair PTOC ini kami hadirkan sebagai bentuk dukungan nyata bagi petani, khususnya dalam mempercepat pemulihan lahan pascabencana. Kami ingin pertanian Aceh kembali bangkit dengan hasil panen yang lebih baik, tanah yang lebih subur, dan kesejahteraan petani yang semakin meningkat,” ujar Cut Muhammad.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan demplot atau lahan percontohan budidaya jagung yang dikelola kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen.
Program percontohan itu diharapkan menjadi contoh penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan. Hasilnya juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani lain dalam meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan pupuk organik.
Menurut Cut Muhammad, kolaborasi antara organisasi petani dan dunia usaha perlu terus diperkuat agar petani lebih mudah mengakses inovasi dan teknologi pertanian.
Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga kualitas lahan pertanian dalam jangka panjang.
Kegiatan penyerahan bantuan turut dihadiri Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen Azhar, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Lhokseumawe Muzammil, serta Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie Jaya Muslem.
Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai kebutuhan petani di lapangan, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pemanfaatan teknologi pertanian yang lebih efisien.
Cut Muhammad menegaskan, DPW Tani Merdeka Indonesia Aceh akan terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PT Bio Energi Rimba, untuk menghadirkan inovasi yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh petani.
Menurutnya, sinergi antara organisasi petani, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di Aceh.
Ia berharap program serupa dapat diperluas ke daerah lain sehingga semakin banyak petani yang memperoleh manfaat dan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian secara berkelanjutan.[]
