Diklat Tani Merdeka Indonesia ke 2, Siapkan Kader Kawal Program Prabowo hingga Desa

TANIMERDEKA – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Angkatan II Tani Merdeka Indonesia di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Pringsurat, Kabupaten Temanggung, menyiapkan kader untuk mengawal program Presiden Prabowo Subianto hingga ke desa-desa.

Diklat tersebut tidak hanya membahas penguatan struktur organisasi. Peserta juga mendapat materi tentang Prabowoisme, yaitu semangat keberpihakan kepada rakyat kecil, terutama petani.

Materi itu menekankan peran kader Tani Merdeka Indonesia di lapangan. Kader diminta hadir di tengah petani dan memastikan program pemerintah dapat diterima masyarakat.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengatakan kader tidak boleh hanya aktif saat membentuk kepengurusan. Kader harus bekerja dan melayani masyarakat di daerah masing-masing.

“Kita pulang menjadi kader yang berbakti kepada bangsa dan negara, serta siap melayani petani di setiap desa,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir mengatakan kader Tani Merdeka Indonesia memiliki tugas mendampingi petani dalam mengakses program pemerintah. Pendampingan diperlukan agar petani memperoleh pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin pertanian, benih, akses pasar, serta kepastian harga hasil panen.

“Kader harus menjadi mata dan telinga pemerintah di desa. Jika ada petani yang kesulitan mendapatkan pupuk, jika ada permainan harga gabah, atau jika ada program yang tidak berjalan, kader harus bergerak,” ujarnya.

Ia mengatakan program Presiden Prabowo di sektor pertanian perlu dikawal hingga tingkat desa. Program tersebut mencakup penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, peningkatan penyerapan gabah, modernisasi pertanian, pembukaan lahan sawah baru, serta percepatan swasembada pangan.

Tani Merdeka Indonesia ingin memastikan kebijakan pemerintah tidak berhenti di tingkat administrasi. Program pertanian harus dapat dirasakan langsung oleh petani di sawah dan keluarga mereka di desa.

Peserta diklat juga membahas perkembangan sektor pangan nasional pada awal 2026. Materi itu mencakup capaian produksi pangan dan Nilai Tukar Petani yang menjadi salah satu indikator kondisi ekonomi petani.

Don Muzakir menegaskan capaian tersebut perlu dijaga. Ia meminta kader Tani Merdeka Indonesia tidak diam jika menemukan persoalan yang menghambat program pangan atau merugikan petani.

“Kita harus menjaga program Presiden Prabowo. Kita harus membela petani. Jangan sampai ada mafia yang mengambil keuntungan saat petani sedang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pangan bangsa,” katanya.

Diklat Angkatan II Tani Merdeka Indonesia di Bapeltan Pringsurat diikuti kader dari 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah. Peserta mendapat materi organisasi, kepemimpinan, komunikasi publik, pendampingan petani, serta wawasan tentang ketahanan pangan.

Kader yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat membangun komunikasi dengan kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan pemerintah daerah. Mereka juga diminta mencatat persoalan petani agar dapat diteruskan kepada pihak terkait.

Tani Merdeka Indonesia menempatkan kader di desa sebagai bagian penting dalam pengawasan program pertanian. Kader diharapkan mampu membantu petani mengakses informasi, menyampaikan keluhan, dan mengawal pelaksanaan program pemerintah agar tepat sasaran.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini