Presiden Prabowo Gelontorkan Rp 9,95 Triliun untuk Pengembangan Komoditas Perkebunan

TANIMERDEKA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah menyiapkan anggaran Rp 9,95 triliun untuk pengembangan komoditas perkebunan. Kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Dana tersebut difokuskan pada komoditas bernilai tinggi. Komoditas yang menjadi sasaran antara lain tebu, kopi, kakao, mete, pala, dan kelapa. Bantuan diberikan dalam bentuk hibah, termasuk bibit tanaman dan pupuk organik gratis.

Menteri Amran menegaskan penyaluran bantuan tidak dilakukan merata ke semua daerah. Pemerintah menggunakan indikator tertentu untuk menentukan penerima.

“Enggak. Pertama potensi wilayah dulu, kemudian bupatinya respons baik. Karena kalau bupatinya tidak peduli, kasihan rakyatnya dan program bisa macet,” ujarnya usai rapat koordinasi dengan sekitar 170 bupati di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin, 20 April 2026.

Pemerintah mengundang langsung para kepala daerah dalam rapat tersebut. Langkah ini untuk memastikan kesiapan dan komitmen daerah dalam menjalankan program.

Daerah yang aktif dan terlibat dalam koordinasi akan diprioritaskan. Pemerintah ingin memastikan program berjalan efektif di lapangan.

Amran menjelaskan anggaran ini merupakan bagian dari rencana jangka menengah 2025–2027. Program ini disusun untuk memperkuat sektor perkebunan dan mendukung ketahanan pangan.

Pemerintah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp 3 triliun untuk irigasi. Dana ini digunakan untuk pembangunan dan perbaikan jaringan pengairan.

Program tersebut mencakup cetak sawah baru seluas 30.000 hektare. Pemerintah juga menargetkan pengairan untuk 1,5 juta hektare lahan pertanian.

Upaya antisipasi kekeringan akibat El Nino turut disiapkan. Kementerian Pertanian akan mendistribusikan 80.000 unit pompa air.

Pompa tersebut ditargetkan mampu mengairi sekitar 1 juta hektare lahan. Bantuan benih tahan kekeringan juga disiapkan dengan anggaran sekitar Rp 2 triliun.

Amran memastikan kondisi ketahanan pangan nasional tetap aman. Stok beras diperkirakan mencapai 5 juta ton dalam waktu dekat.

Cadangan tambahan juga berasal dari tanaman yang masih dalam masa tanam. Potensi produksi dari standing crop diperkirakan mencapai 11 juta ton.

“Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan. Sedangkan cadangan kita 11 bulan. Artinya lebih dari cukup,” imbuhnya.

Program ini diharapkan mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama antara pusat dan daerah agar target swasembada pangan tercapai.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini