Beranda blog Halaman 9

Panen Padi di Jayapura, David Waromi: Petani Butuh Alsintan

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Jayapura bersama petani menggelar panen padi di Distrik Nimboran. Panen padi ini bukti kerja keras petani meningkatkan produksi beras di wilayah Jayapura.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua, Pdt. David Waromi, menegaskan capaian ini wujud dari sinergi banyak pihak untuk meningkatkan produksi beras di sana.

“Ini merupakan hasil kerja keras petani, pendamping lapangan, serta sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan produktivitas padi dan kesejahteraan petani lokal,” kata David.

Ia menambahkan, panen masih dilakukan secara manual, belum ada alat dan mesin pertanian (Alsintan) di sana. Petani di Jayapura sangat berharap ada bantuan Alsintan untuk meningkatkan hasil panen.

“Panen masih manual semua, kita lagi perlu alat bantu untuk memudahkan kerja-kerja petani di Provinsi Papua,” ujarnya.

Petani setempat terus berupaya meningkatkan hasil meski terkendala keterbatasan sarana produksi.

David menekankan pentingnya dukungan pemerintah dan pihak swasta dalam penyediaan alat pertanian. Menurutnya, mekanisasi menjadi kebutuhan mendesak agar produktivitas petani Papua bisa bersaing dengan daerah lain.[]

Konsolidasi Tani Merdeka Jateng, Ratusan Peserta Ikuti Pelatihan Bioteknologi

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah bersama DPD Tani Merdeka Boyolali menggelar konsolidasi organisasi yang dirangkai dengan pelatihan bioteknologi bagi petani masa depan. Kegiatan berlangsung di Kabupaten Boyolali, pada Minggu 18 Januari 2026, diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Soloraya.

Konsolidasi guna memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyamakan visi dan program kerja menghadapi tantangan sektor pertanian. Fokus kegiatan juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, mengatakan konsolidasi diikuti pengurus Tani Merdeka se-Soloraya.

“Harapannya setelah mengikuti pelatihan mereka dapat menularkan ilmunya kepada masyarakat atau para petani masa depan,” kata Wawan.

Ia menambahkan, kegiatan ini mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto dan pemerintah Jawa Tengah sebagai wilayah ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi pertanian besar yang dapat diserap pasar, seperti tebu, kakao, kopi, padi, mete, dan kelapa.

“Adapun yang sudah kami lakukan selama ini, termasuk usulan pupuk murah, harga gabah serta merangkul semua petani daerah agar sama sama mendukung pemerintah untuk ketahanan pangan. Kami juga menyerap dari bantuan pemerintah untuk para petani,” ujar Wawan.

“Petani saat ini rata rata usianya sudah 50 tahun ke atas, sedangkan petani muda jarang sekali kita temui. Terkait itu, kita buat regenerasi, kalau nggak ada regenerasi repot. Kita suarakan lewat konsolidasi,” tambahnya.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Boyolali, Oki Surya, mengatakan konsolidasi juga menjadi ajang silaturahmi antarpengurus se-Soloraya. “Kegiatan ini sekaligus untuk menguatkan karakter para pengurus,” ucap Oki.

Ia menegaskan, konsolidasi dan pelatihan bioteknologi diharapkan meningkatkan wawasan pengurus agar dapat menularkan pengetahuan kepada petani di wilayah masing-masing.

Menurut Oki, kegiatan ini penting untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan regenerasi petani.

“Konsolidasi dan pelatihan bioteknologi menjadi cara nyata agar petani muda bisa hadir dan berperan. Kita dorong agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan,” kata Oki.

Tani Merdeka Kota Pekalongan Bantu Dapur Umum Korban Banjir

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan ikut membantu dapur umum menyediakan makanan bagi warga terdampak banjir. Bantuan dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, mengatakan Tani Merdeka Indonesia ikut membantu korban banjir, melalui aksi Tani Merdeka Peduli ini bisa menyiapkan berbagai macam bantuan/

“Kami hadir untuk membantu dapur umum agar kebutuhan makanan warga terdampak banjir bisa terpenuhi,” kata Mungki.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Pekalongan sejak awal pekan membuat banyak warga harus mengungsi. Dapur umum menjadi tumpuan utama bagi korban banjir untuk mendapatkan makanan.

Mungki menambahkan, keterlibatan Tani Merdeka Indonesia tidak hanya sebatas distribusi bahan pangan. Pengurus Tani Merdeka Indonesia juga turun langsung membantu proses memasak dan pendistribusian makanan ke lokasi pengungsian.

“Kami berusaha memastikan warga yang terdampak tetap mendapatkan makanan layak setiap hari,” ujarnya.

Aksi solidaritas ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kehadiran Tani Merdeka Indonesia masyarakat di dapur umum membantu meringankan beban pemerintah daerah yang tengah berupaya menyalurkan bantuan darurat.

Ribuan warga terdampak membutuhkan pasokan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Peran organisasi seperti Tani Merdeka Indonesia menjadi penting untuk menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.[]

DPW Tani Merdeka Aceh Gelar Tanam Jagung di Blang Bintang

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh menggelar kegiatan tanam jagung di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh hadir langsung dalam kegiatan yang dipimpin Koordinator Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Blang Bintang, Om Basri.

Program ini menjadi penguatan ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Lahan yang digarap mencakup tiga lokasi dengan total luas 30 hektare.

Penanaman dilakukan kelompok tani Pusaka Nusantara binaan Tani Merdeka Indonesia. Target utama hasil panen maksimal untuk mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Para petani berharap pola tanam lebih terarah dan dukungan penuh dari berbagai pihak dapat memberi hasil optimal.

Kegiatan turut dihadiri Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar Tgk Bahagia SH, Sekcam Blang Bintang, perwakilan Kapolsek, Katimker PPL Aceh Besar, serta tokoh masyarakat.

Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Nabhani, mendorong masyarakat memanfaatkan lahan tidur agar produktif.

“Pemerintah pusat telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp550/kg, yang sangat membantu petani dalam meningkatkan pendapatan apabila produksi mencapai 8 ton per hektare,” kata Nabhani.

Semenatara itu Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, mengapresiasi komitmen kelompok tani meningkatkan produksi jagung.

“Langkah ini bukan hanya memberikan tambahan pendapatan bagi petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional. Semangat poktan di Blang Bintang patut dijadikan contoh bagi daerah lain di Aceh,” ujarnya.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh menyampaikan terima kasih kepada Pembina Tani Merdeka Indonesia Sudaryono, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, serta Ketua Tani Merdeka Aceh Cut Muhammad atas dukungan penuh yang diberikan.[]

Petani Kopi Indonesia dan Jalan Menuju Kesejahteraan

0

TANIMERDEKA – Indonesia kerap dijuluki surga kopi dunia. Dari Gayo di Aceh hingga Pegunungan Papua, kopi nusantara memikat penikmat global dengan aroma dan cita rasa khas.

Di balik harum secangkir kopi, masih tersimpan realitas petani kecil yang belum sepenuhnya merasakan kesejahteraan. Padahal, kopi Indonesia menyimpan potensi besar, bukan hanya sebagai komoditas ekspor, tetapi juga sebagai pintu masuk peningkatan pendapatan petani melalui inovasi, hilirisasi, dukungan kebijakan, serta peran koperasi dan generasi muda.

Indonesia kini menjadi produsen kopi terbesar keempat dunia. Produksi mencapai 758–794 ribu ton per tahun. Sekitar 78 persen berupa robusta dari dataran rendah Lampung dan Sumatera Selatan, sementara arabika tumbuh di dataran tinggi sejuk seperti Gayo, Toraja, dan Kintamani.

Keunggulan kopi Indonesia terletak pada keberagaman. Lebih dari 54 kopi nusantara telah terdaftar sebagai Indikasi Geografis. Hampir 99 persen produksi kopi berasal dari perkebunan rakyat, melibatkan lebih dari 1,8 juta petani di lahan sekitar 1,24 juta hektare. Kopi bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan juga identitas budaya dan kebanggaan daerah.

Ekspor kopi Indonesia pada 2022 mencapai 437,6 ribu ton senilai US$1,15 miliar atau sekitar Rp19,5 triliun. Angka itu melonjak lebih dari 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Tujuan utama ekspor antara lain Amerika Serikat, Mesir, Jepang, Malaysia, dan India. Di dalam negeri, menjamurnya kedai kopi specialty turut mendorong permintaan kopi bermutu tinggi.

Produktivitas kebun rakyat relatif rendah. Banyak tanaman kopi berusia tua dan melewati puncak produktivitas. Proses peremajaan berjalan lambat. Data BPS mencatat produksi kopi nasional turun 1,4 persen pada 2022 menjadi 775 ribu ton, lalu menyusut 2,1 persen pada 2023 menjadi sekitar 759 ribu ton.

Penurunan dipicu perubahan iklim, serangan hama, keterbatasan akses teknologi, serta minimnya regenerasi petani. Program replanting perlu dipercepat untuk mengganti tanaman tua dengan bibit unggul yang lebih produktif dan adaptif. Kementerian Pertanian sejak 2025 mendorong langkah ini melalui penyediaan benih unggul, pupuk, dan pendampingan teknis.

Penerapan Good Agricultural Practices juga diperluas. Pemangkasan teratur, pemupukan berimbang, serta panen petik merah menjadi bagian penting menjaga kualitas biji.

Selain memperkuat produksi di hulu, pemerintah mendorong hilirisasi perkebunan. “Kita tidak boleh puas hanya mencapai swasembada pangan, tetapi harus menjadi lumbung pangan dunia,” tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Hilirisasi dimaknai sebagai upaya mengolah komoditas dari hulu hingga hilir di dalam negeri. Nilai tambah tidak bocor ke luar negeri, tetapi dinikmati langsung oleh petani, pelaku usaha lokal, dan perekonomian daerah.

Kopi yang semula dijual sebagai green bean berharga rendah dapat diolah menjadi kopi sangrai, bubuk, atau produk bermerek dengan nilai 3–5 kali lebih tinggi. Dampaknya tidak hanya pada pendapatan petani, tetapi juga pada penguatan ekonomi desa melalui penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya industri kecil.

Kementerian Pertanian berkomitmen menjadikan kopi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi menjadi syarat agar kopi Indonesia kompetitif di pasar global. Standar mutu seperti SNI, sertifikasi keberlanjutan, dan Indikasi Geografis menjadi fondasi kepercayaan pasar dunia.

Kementerian Perdagangan membuka akses pasar melalui diplomasi kopi, pameran internasional, dan misi dagang. Sebanyak 50 produk kopi Indikasi Geografis Indonesia dipamerkan dalam forum WIPO di Jenewa. Pasar ekspor semakin beragam, dengan Mesir dan Aljazair muncul sebagai importir baru.

Akses pembiayaan diperkuat melalui KUR berbunga rendah, dukungan asuransi, serta investasi daerah dalam infrastruktur produksi dan logistik.

Di tingkat akar rumput, koperasi menjadi kunci. Koperasi menyatukan petani kecil agar memiliki skala ekonomi, posisi tawar, dan akses pasar lebih adil. Sejumlah koperasi kopi bahkan menembus pasar ekspor dan meningkatkan pendapatan anggota. Koperasi juga menjadi ruang regenerasi, tempat petani muda belajar bisnis kopi dari hulu hingga hilir.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan menjaga daya saing kopi Indonesia. Harapannya, setiap cangkir kopi nusantara bukan hanya kaya rasa, tetapi juga menyimpan cerita tentang petani yang hidupnya kian sejahtera.[]

Pupuk Indonesia Dukung Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Banjir Sumatera

0
Ilustrasi. Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan Pupuk Indonesia.
Ilustrasi. Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan Pupuk Indonesia.

TANIMERDEKA – Ikut mendukung rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak banjir dan lonsor di Aceh, PT Pupuk Indonesia (Persero) membantuan pupuk nonsubsidi untuk petani di wilayah itu.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui program “Kementan Peduli” yang diserahkan secara simbolis di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengaku Pupuk Indonesia Grup berkomitmen mewujudkan pertanian berkelanjutan di tanah air dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Termasuk mendukung program rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian.

“Alhamdulilah Pupuk Indonesia bisa terus berkontribusi dalam program pemulihan pasca bencana di Sumatera. Kali ini kami juga ingin membantu program rehabilitasi lahan pertanian di Sumatera yang terdampak banjir. Bantuan ini merupakan kolaborasi seluruh pihak melalui program Kementan Peduli,” kata Rahmad.

Dalam mendukung program rehabilitasi lahan pertanian, Pupuk Indonesia memberikan dukungan berupa pupuk nonsubsidi sejumlah 10 ton. Nantinya, bantuan ini akan didistribusikan di tiga daerah yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terkena dampak banjir dan lonsor.

Dikatakan Rahmad, melalui produk berkualitas Pupuk Indonesia ini diharapkan proses rehabilitasi pertanian berjalan sesuai target. Sehingga ketahanan pangan di Sumatera semakin terjaga dan petani bisa kembali memperoleh pendapatan, setelah sempat gagal akibat bencana banjir sejak akhir November 2025.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan rehabilitasi lahan pertanian di Sumatera.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memulai program rehabilitasi tersebut dari Kabupaten Aceh Utara yang kerusakannya dinilai paling parah.

Selain mengawali program rehabilitasi, melalui program Kementan Peduli mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk pemulihan masyarakat pascabencana.

Pupuk Indonesia juga berkontribusi aktif mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui Kementan Peduli ke Sumatera sebanyak 215 ton, dengan total nilai Rp5,68 miliar. Bantuan tersebut juga didistribusikan ke Aceh dengan menggunakan 80 truk.

Sebanyak 215 ton tersebut terdiri dari 120 ton beras, 5 ton gula, 24 unit tandon air, 8 truk air mineral, 8 truk makanan siap saji, 5 truk makanan ringan, 3 truk susu, dan 1 truk berisi kopi, teh, serta telur. Bantuan ini merupakan hasil koordinasi dengan stakeholder sehingga bantuan yang dikirimkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bencana di Sumatera, sudah terjadi lebih dari satu bulan lalu, tetapi hingga saat ini keadaan masyarakat terdampak belum sepenuhnya pulih dan membutuhkan bantuan dari banyak pihak. Pupuk Indonesia berkomitmen terus berkontribusi mengirimkan bantuan secara bertahap untuk masyarakat terdampak.

“Bantuan Pupuk Indonesia tidak hari ini saja. Berlangsung terus dari awal sampai hari ini. Nilainya bukan hal yang penting, saya ingin menegaskan kebersamaan kami dengan masyarakat. Tidak mungkin bencana ini diselesaikan oleh satu pihak,” pungkas Rahmad.[]

Petani Kecil, Penopang Pangan Negeri

0

TANIMERDEKA – Ketahanan pangan sering dibicarakan lewat angka besar: stok beras, harga stabil, distribusi lancar. Namun fondasi sesungguhnya ada di jutaan petani kecil yang setiap hari menjaga dapur Indonesia tetap berasap.

Data Sensus Pertanian 2023 dari BPS mencatat ada 29,4 juta usaha pertanian. Lebih dari 99 persen dikelola perorangan. Artinya, hampir seluruh pangan nasional lahir dari tangan petani rumah tangga.

Padi jadi komoditas utama. Sekitar 70 persen usaha perorangan menggarap sawah, sebagian besar menjadikan padi sebagai tumpuan. Pasokan beras nasional bergantung pada keberlanjutan mereka.

Sebagian hasil panen bahkan dipakai untuk konsumsi sendiri. Pola ini menunjukkan pertanian bukan hanya sumber pendapatan, tetapi juga penyangga pangan keluarga.

Hortikultura juga tak kalah penting. Cabai dan bawang merah yang diusahakan petani kecil langsung memengaruhi harga harian di pasar. Cuaca ekstrem atau serangan hama bisa membuat inflasi melonjak.

Peternakan rakyat punya pola serupa. Sapi potong rata-rata hanya dua hingga tiga ekor per petani. Ayam kampung dan kambing jadi tambahan. Skala kecil membuat mereka fleksibel, tetapi produktivitas masih perlu ditingkatkan.

Perkebunan dan perikanan menunjukkan pembagian peran. Perusahaan besar menguasai sawit dan udang vaname untuk ekspor. Petani kecil tetap menjaga pasokan kopi, karet, kelapa, dan ikan untuk konsumsi dalam negeri.

Pulau Jawa jadi simpul utama pangan nasional. Sekitar 85 persen usaha tanaman pangan ada di sana. Infrastruktur lengkap dan pasar luas membuat Jawa jadi lumbung pangan, meski konsentrasi tinggi menuntut pengelolaan lahan lebih cermat.

Di luar Jawa, potensi terus tumbuh. Sumatera, Sulawesi, NTB, NTT, dan Gorontalo jadi sentra beras dan jagung. Kawasan timur Indonesia menopang perikanan tangkap untuk ekspor.

Pesan dari sensus jelas: ketahanan pangan berdiri di atas jutaan petani kecil. Tantangannya adalah memperkuat mereka dengan teknologi, akses modal, dan pendampingan.

Fondasi pangan negeri ada di tangan petani perorangan. Mereka bukan sekadar penghasil, tetapi penjaga utama dapur Indonesia.

Stock Beras di Aceh Aman Menjelang Ramadan dan Iduk Fitri

0
Dirut Bulog, Letjen TNI Purn Dr. Ahmad Rizal R saat mengecek stok beras untuk menghadapi Tradisi Megang jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026 di Aceh.
Dirut Bulog, Letjen TNI Purn Dr. Ahmad Rizal R saat mengecek stok beras untuk menghadapi Tradisi Megang jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026 di Aceh.

TANIMERDEKA – Perum BULOG memastikan stok beras di Aceh dalam kondisi aman. Berdasarkan posisi per 18 Januari 2026, BULOG Aceh menguasai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 62.820 ton yang tersebar di seluruh gudang dan kantor cabang. Selain beras, BULOG juga mengelola stok minyak goreng sebanyak 191.428 liter.

Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal, menegaskan stok beras yang berlimpah menjadi fondasi kuat untuk menjalankan penugasan pemerintah.

“Hingga pertengahan Januari 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan dan CBP di Aceh juga berjalan dengan baik. Total realisasi CBP bencana mencapai 14.435 ton, sementara penyaluran Bantuan Pangan Beras tercatat sebesar 9.980 ton, dengan tingkat realisasi di berbagai kabupaten/kota mendekati bahkan mencapai 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penyaluran berjalan efektif secara keseluruhan,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan stok beras di wilayah terdampak bencana seperti Takengon tetap aman. Per 17 Januari 2026, estimasi stok fisik beras di Takengon tercatat sekitar 280 ton.

BULOG memperkuat pasokan dengan pengiriman tambahan 5.000 ton dari Gudang Cabang Lhokseumawe hingga akhir Januari 2026 untuk mencakup Kabupaten Takengon dan Bener Meriah.

BULOG Aceh juga melakukan pengiriman lintas cabang dari Aceh, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta dengan total rencana pergerakan stok mencapai 1.200 ton.

Pengiriman ditujukan untuk memastikan ketersediaan di wilayah dataran tinggi dan daerah dengan tantangan distribusi, termasuk Takengon dan sekitarnya.

“Dengan langkah-langkah tersebut, stok di Cabang Takengon dipastikan akan segera terisi secara optimal, sehingga mampu mendukung kebutuhan penyaluran, baik untuk program bantuan pemerintah maupun antisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri,” kata Rizal.

Stok pangan yang terjaga di Aceh menjadi penopang penting menghadapi periode konsumsi tinggi, termasuk tradisi Megang, Ramadan, dan Idulfitri 1447 H.

BULOG menegaskan kesiapan penuh dalam menjaga pasokan agar masyarakat tetap tenang menghadapi musim konsumsi puncak.[]

Konsolidasi Tani Merdeka Semarang, Korcam dan Kordes Jadi Prioritas Penguatan Struktur

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Semarang menggelar koordinasi bersama koordinator kecamatan dan desa. Pertemuan membahas penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa dengan fokus pada penguatan kelajutan ketahanan pangan.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Semarang, Beny, menegaskan pentingnya konsolidasi di semua lini.

“Struktur harus kuat sampai desa. Dengan begitu program presiden bisa berjalan efektif di tingkat kecamatan dan desa,” kata Beny.

Ia menekankan penting keterlibatan aktif Tani Merdeka Indonesia dalam setiap kegiatan pertanian. “Kami ikut aktif di lapangan. Semua kegiatan pertanian di kecamatan dan desa harus melibatkan Tani Merdeka agar kebutuhan petani benar-benar terjawab,” ujarnya.

Beny menambahkan koordinasi ini menjadi langkah yang tepat memetakan persoalan petani secara riil. Ia menilai pendataan kebutuhan petani penting agar distribusi pupuk, benih, dan sarana produksi tepat sasaran.

Pertemuan juga membahas strategi pendampingan teknis bagi kelompok tani. Para koordinator desa diminta aktif menjembatani komunikasi antara petani dan pemerintah daerah.

Beny menegaskan kerja sama lintas sektor harus diperkuat. “Petani tidak boleh dibiarkan sendiri. Pemerintah, penyuluh, dan organisasi tani harus bergerak bersama,” ucapnya.[]

Korcam Tani Merdeka Sumber Jaya Ikut Monitoring Program Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – Koordinator Kecamatan Tani Merdeka Indonesia Sumber Jaya, Lampung Barat, bersinergi dengan petugas kecamatan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi perkembangan desa. Fokus kegiatan diarahkan pada program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah.

Ketua Koordinator Kecamatan Tani Merdeka Indonesia Sumber Jaya, Sepri Yanti, menegaskan komitmen Tani Merdeka Indonesia untuk aktif mendukung program pertanian di tingkat kecamatan dan desa.

“Kami hadir di setiap kegiatan pertanian. Monitoring dan evaluasi harus benar-benar menyentuh kebutuhan petani agar program presiden bisa berjalan sesuai target,” kata Sepri.

Ia menambahkan keterlibatan Tani Merdeka Indonesia di lapangan penting untuk memastikan distribusi bantuan dan pendampingan teknis berjalan efektif.

“Petani tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri. Kami akan terus mendampingi agar hasil pertanian bisa meningkat,” ujarnya.

Petugas kecamatan menyambut baik kehadiran Tani Merdeka Indonesia dalam kegiatan monitoring. Sinergi ini diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan kelompok tani.

Sepri menekankan perlunya komunikasi rutin antara penyuluh, aparat desa, dan organisasi tani.

“Kita harus duduk bersama, mendengar langsung keluhan petani. Dengan begitu solusi bisa cepat ditemukan,” ucapnya.

Kegiatan monitoring di Sumber Jaya bagian dari implementasi program Tani Merdeka Indonesia di tingkat kecamatan dan desa. Tani Merdeka Indonesia menargetkan ketahanan pangan dapat diperkuat melalui kerja sama lintas sektor.[]