Beranda blog Halaman 72

Pengurus DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang dan Kota Langsa Dilantik, Cut Muhammad: Petani Butuh Infrastruktur dan Alsintan

0

TANI MERDEKA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa, pada Minggu, 15 Juni 2025.

Acara pelantikan berlangsung di Gedung SKB Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, dengan suasana penuh khidmat.

Pelantikan ini dihadiri berbagai tokoh penting daerah, antara lain Sepriyanto (Staf Ahli Bupati Aceh Tamiang Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Kerjasama), Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH, Dandim 0117/Aceh Tamiang, Kapolres Aceh Tamiang, kepala dinas terkait, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai kecamatan di Aceh Tamiang dan Kota Langsa.

Dalam sambutannya, Cut Muhammad menyampaikan harapannya agar DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang dan Langsa dapat menjadi motor penggerak perubahan di sektor pertanian.

Ia menilai kedua daerah ini memiliki potensi pertanian yang besar, namun tantangan yang dihadapi petani juga tidak sedikit.

“Aceh Tamiang dan Langsa ini punya lahan yang subur, punya petani-petani yang tangguh. Tapi persoalannya, sampai sekarang kita masih terkendala infrastruktur yang kurang memadai dan alat-alat pertanian yang terbatas. Ini yang harus jadi perhatian kita bersama. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga kabupaten dan kota harus hadir untuk memperbaiki ini,” tegas Cut Muhammad.

Menurutnya, Tani Merdeka Indonesia hadir bukan hanya sebagai organisasi seremonial, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan petani.

“Tani Merdeka harus aktif di lapangan, hadir bersama petani, mendengar keluhan mereka, dan menjadi jembatan untuk mencarikan solusi bersama pemerintah dan semua pihak terkait. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujar pria yang akrab disapa Mukim Amad.

Ia juga mengingatkan sinergi antara petani, pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam membangun pertanian yang mandiri, kuat, dan modern.

“Petani kita harus sejahtera. Kalau petani makmur, maka negara ini kuat. Prinsip kita sederhana: perjuangkan kesejahteraan petani, karena dari situlah ketahanan pangan terbangun,” tambahnya.

Sementara itu, Sepriyanto Staf Ahli Bupati Aceh Tamiang Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Kerjasama, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka di dua daerah ini.

Menurutnya, keberadaan organisasi Tani Merdeka di Aceh Tamiang dan Kota Langsa diharapkan bisa memperkuat posisi petani di tengah tantangan zaman.

“Organisasi Tani Merdeka Indonesa ini harus menjadi mitra strategis pemerintah. Jangan hanya berhenti di acara seremonial, tapi bergerak nyata mendampingi petani, mengedukasi petani, dan membawa aspirasi petani ke meja kebijakan. Pemerintah siap mendukung upaya-upaya yang memperkuat sektor pertanian kita, karena petani adalah tulang punggung daerah ini,” ujar Sepriyanto.

Ia berharap Tani Merdeka Indonesia dapat menjadi pusat inovasi pertanian dan menggerakkan regenerasi petani muda di Aceh Tamiang dan Langsa.

Di sisi lain, M. Prawira Haji, selaku Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang yang baru dilantik, menyatakan siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab.

“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah daerah, dinas teknis, TNI, Polri, dan semua pihak untuk memajukan pertanian Aceh Tamiang. Fokus utama kami adalah mendampingi petani agar mereka mudah mengakses program bantuan, alat, pupuk, hingga pasar. Kami ingin petani Aceh Tamiang lebih sejahtera, lebih mandiri, dan tidak tertinggal,” kata Prawira Haji.

Ia menegaskan komitmennya untuk aktif turun ke lapangan, mendengarkan langsung aspirasi para petani dan mengawal berbagai program pertanian.

Sementara itu, M. Permata Sakti, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Langsa, menyampaikan hal serupa. Ia menyebut pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi awal dari kerja nyata.

“Kami ingin Tani Merdeka Langsa menjadi rumah besar perjuangan petani. Kita akan aktif turun ke sawah, ke kebun, mendengar suara petani, dan menyusun program yang benar-benar menjawab kebutuhan mereka. Kami juga akan mendorong regenerasi petani muda agar pertanian Langsa tetap kuat di masa depan,” ujar Permata Sakti.[]

Wakil Bupati Sintang Serahkan Bantuan Alsintan untuk Empat Kelompok Tani di Sintang

0
Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) I Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sintang

Sintang, — Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) I Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sintang yang digelar di Balai Praja, Kantor Bupati Sintang, pada Minggu (15/6/25).

Dalam agenda tersebut, turut dilaksanakan penyerahan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) secara simbolis dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan. Bantuan tersebut kemudian langsung diserahkan oleh Wakil Bupati Sintang kepada empat kelompok tani di wilayah Kabupaten Sintang.

Adapun daftar kelompok tani penerima bantuan alsintan adalah sebagai berikut:

  1. Kelompok Tani Ingin Maju, Desa Paribang Baru, Kecamatan Tempunak, menerima bantuan Combine Harvester.

  2. Kelompok Tani Temawai, Desa Ransi Dakan, Kecamatan Sungai Tebelian, menerima bantuan handtractor roda empat.

  3. Kelompok Tani Tunas Harapan, Desa Repak Sari, Kecamatan Tempunak, menerima bantuan handtractor roda empat.

  4. Kelompok Tani Ketupung Laki, Desa Emparu Baru, Kecamatan Dedai, menerima bantuan handtractor roda dua.

Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi tani dalam mendukung penguatan sektor pertanian di Kabupaten Sintang. Ia berharap bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas para petani dan mempercepat modernisasi pertanian di daerah.

Kegiatan RAKERDA I Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sintang ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan penguatan program-program kerja Tani Merdeka ke depan dalam mendukung kedaulatan pangan di Kabupaten Sintang.

Ketua DPD TMI Serang: Bertani Adalah Ladang Amal dan Pengabdian untuk Negeri

0

Serang — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Serang, H. Sibli, mengajak para petani dan anggota organisasi untuk menanamkan semangat pengabdian melalui sektor pertanian. Dalam sambutannya saat pelantikan DPD TMI Kabupaten Serang, Sabtu (14/6/2025), ia mengutip salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan pentingnya bertani sebagai amal jariah.

“Selain manfaat langsung dari hasil tani, Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk bertani. Hasilnya yang bermanfaat untuk kehidupan juga bisa menjadi amal jariah di Yaumil Akhir,” ujar Sibli.

Lebih lanjut, Sibli menceritakan pengalamannya sebelum bergabung dengan Tani Merdeka. Ia mengaku telah lama berkecimpung sebagai petani, namun melalui organisasi ini, ia berharap dapat berkontribusi lebih luas.

“Dulu saya hanya petani biasa. Kini, bersama TMI, saya ingin lebih memahami sistem dan program yang berjalan, agar bisa menjadi jembatan antara aspirasi petani dengan pemerintah, dan sebaliknya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar TMI Kabupaten Serang, Dr. Ir. H. Suherna, M.Si, yang juga dosen di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), menyampaikan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan petani di daerah. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah penelitian terkait kondisi pertanian di Banten, termasuk tentang kualitas lahan dan potensi pertanian lokal.

“Kami sudah melakukan beberapa kajian soal pertanian di wilayah Banten. Ke depan, saya mengajak seluruh anggota TMI untuk berkunjung ke laboratorium Untirta. Di sana kita bisa berdiskusi sekaligus belajar soal teknologi dan inovasi pertanian,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Banten turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus DPD Kabupaten Serang yang telah resmi dilantik.

“Pertama, saya ucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Saya juga berterima kasih, karena kehadiran pengurus baru ini tentu akan sangat membantu meringankan beban kerja kami di DPW,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka memiliki tanggung jawab besar sebagai pelaksana langsung program-program ketahanan pangan nasional, khususnya yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“TMI adalah organisasi penggerak program swasembada pangan Presiden. Maka ke depan, seluruh pengurus harus benar-benar serius dalam menjalankan tugasnya,” tegasnya.

Pelantikan DPD Tani Merdeka Kabupaten Serang ini diharapkan menjadi awal pergerakan nyata bagi kemajuan pertanian di daerah, sekaligus penguatan sinergi antara petani, pemerintah, dan akademisi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

DPD Tani Merdeka Kabupaten Serang Resmi Dilantik, Siap Kawal Program Pertanian dan Swasembada Pangan

0

Serang — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Serang resmi dilantik oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Banten. Kegiatan pelantikan ini berlangsung di Tasikardi, Kecamatan Kramat Watu, Kabupaten Serang, pada Sabtu (14/06/25).

Pelantikan tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka seperti Yusuf, Abid, dan Hambali. Selain itu, hadir pula mahasiswa dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa beserta dosennya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten yang mewakili gubernur, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Dinas Perikanan Kabupaten Serang, Kepala Bulog Cilegon, Kapolsek Kecamatan Kasemen, serta tokoh masyarakat setempat.

Melalui wawancara, Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Banten, Lim Ibrahim, menyampaikan bahwa setelah dilantik, pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Serang harus segera bergerak cepat membantu petani di lapangan.

“Setelah dilantik, DPD beserta jajarannya TMI Kabupaten Serang harus segera mendata petani-petani yang perlu dibantu, terutama terkait alsintan, pupuk, dan kebutuhan lainnya. Program Astacita-nya Pak Prabowo ini harus dikawal dengan percepatan yang serius,” ujar Ibrahim.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini DPD Tani Merdeka Kabupaten Serang sudah mulai berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dan dinas-dinas terkait.

“Saya melihat DPD ini sudah mulai menjalin komunikasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan. Ke depan, mereka harus segera membangun kerjasama dengan berbagai elemen untuk mensukseskan program swasembada pangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ibrahim menegaskan pentingnya langkah konkret di lapangan.

“Teman-teman di DPD harus langsung turun menemui kelompok-kelompok tani, mendengarkan aspirasi mereka, lalu segera menindaklanjuti, khususnya soal pupuk yang dibutuhkan petani,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa DPD TMI Kabupaten Serang siap memfasilitasi kebutuhan para petani di daerahnya.

Dalam kesempatan itu, Ibrahim juga menyinggung pernyataan dari Kepala Dinas Pertanian yang menyebutkan bahwa saat ini Provinsi Banten mengalami surplus beras hingga 4 juta ton. Meski demikian, menurutnya hal itu bukan alasan untuk berhenti bergerak.

“Kalau mendengar sambutan Kepala Dinas, memang sudah surplus sampai 4 juta ton padi. Tapi bukan berarti kita diam. Maka setelah pelantikan, mereka dan kita DPW langsung melakukan audiensi ke berbagai pihak terkait untuk membahas langkah ke depan,” ungkapnya.

Ibrahim berharap, kehadiran dan pergerakan DPD Tani Merdeka bisa membawa dampak positif bagi pertanian di Kabupaten Serang dan Provinsi Banten.

“Semoga pertanian di Kabupaten Serang dan Provinsi Banten bisa terus maju,” tutupnya.

Pelantikan Pengurus Tani Merdeka se-Kalimantan Selatan, Don Muzakir: Organisasi Ini Harus Jadi Mata dan Telinga di Lapangan

0

Banjarbaru — Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) tingkat provinsi dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Pelantikan tersebut berlangsung di Sekretariat DPRD Kota Banjarbaru pada Sabtu, (14/06/25).

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran organisasi ini dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian. Ia meminta para pengurus yang baru dilantik untuk aktif menyampaikan program-program Presiden Prabowo Subianto kepada para petani di desa-desa terpencil.

“Tugas Tani Merdeka adalah menyampaikan apa yang sudah diprogramkan oleh Presiden Prabowo ke para petani di desa-desa terpencil. Selamat berjuang dan bertugas di lapangan. Kita harus mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan. Mudah-mudahan ini menjadi mata dan telinga kita untuk benar-benar membangun pertanian di daerah-daerah,” ujar Don Muzakir.

Selain itu, Don Muzakir juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi pupuk di daerah. Ia meminta jajaran Tani Merdeka di daerah untuk segera melaporkan apabila terjadi kelangkaan atau permasalahan terkait pupuk di lapangan.

“Masalah pupuk tidak ada yang langka, ini harus kita awasi dan laporkan jika terjadi masalah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalankan program kerja Tani Merdeka di wilayahnya. Ia optimistis petani di Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Tani memiliki potensi besar mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi program Presiden Prabowo. Kami berkomitmen menjadikan petani yang cerdas, maju, dan sejahtera,” ucap Alin Wijaya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan Pemprov Kalimantan Selatan, Adi Santoso, menyambut baik kehadiran Tani Merdeka di daerahnya. Ia berharap organisasi ini mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memajukan sektor pertanian.

“Petani saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dalam menyusun langkah-langkah strategis. Kami harapkan Tani Merdeka menjadi mitra yang kritis sekaligus mendorong kemajuan petani yang tangguh, cerdas, dan sejahtera,” kata Adi Santoso.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, pengurus Tani Merdeka, serta para petani dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

 

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Silaturahmi dengan Kelompok Tani di Kabupaten Banjar, Soroti Masalah Pupuk dan Bantuan Pertanian

0
Sambutan Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia dalam acara silahturahmi dengan kelompok tani Berkat Sulasih

Banjar, — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, melakukan silaturahmi dengan Kelompok Tani Berkat Sulasih di Kabupaten Banjar. Kegiatan ini berlangsung di Sungai Arfat dan dihadiri sejumlah pejabat daerah pada Sabtu (14/06/25).

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Banjarbaru, Kepala Dinas Pertanian, Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP), Kapolres, Dandim, Kepala Bulog Banjar, serta Ketua DPRD Kota Banjarbaru.

Dalam kesempatan itu, Don Muzakir menyoroti persoalan distribusi pupuk dan bantuan pertanian yang selama ini masih banyak dikeluhkan petani. Ia menegaskan pentingnya peran organisasi tani untuk menjadi pengawal dan penghubung langsung aspirasi petani ke pemerintah pusat.

“Masalah pupuk, masalah bantuan-bantuan yang mungkin tahun-tahun lalu banyak terjadi penyimpangan. Kita ditugaskan untuk menjadi mata dan telinga Pak Prabowo di daerah-daerah mengenai swasembada pangan,” ujar Don Muzakir di hadapan para petani.

Ia juga mengingatkan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat, khususnya petani, diminta turut aktif mengawasi dan mendukung program-program pertanian di daerah masing-masing.

Acara silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi dan penguatan jaringan Tani Merdeka di tingkat akar rumput, sekaligus mendengarkan langsung aspirasi petani terkait berbagai persoalan di lapangan.

 

DPW Tani Merdeka Kalsel Resmi Dilantik, Don Muzakir Tegaskan Isu Sengketa Lahan dan Dukungan Program Prabowo

0
Momen penyerahan SK Kepengurusan DPW Tani Merdeka Kalsel oleh Don Muzakir selaku Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia

Banjarbaru, — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Kalimantan Selatan resmi dikukuhkan. Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, dalam sebuah acara pelantikan yang digelar di Gedung DPRD Kota Banjarbaru pada (14/06/25).

Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Aji Santoso, Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala BIN Daerah Kalsel, Kepala Bulog Kalsel, Pj Wali Kota Banjarbaru Subhan Nor Yaumil, Forkopimda Kota Banjarbaru, Kapolresta Banjarbaru, sejumlah kepala perangkat daerah provinsi dan kota, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), penyuluh pertanian, serta sejumlah organisasi tani seperti Poktan dan Pokdatan.

Dalam sambutannya, Don Muzakir menyoroti isu sengketa lahan yang selama ini kerap terjadi di berbagai daerah. Ia mengingatkan tentang pentingnya menjaga keharmonisan antara petani dan pengusaha, khususnya di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kita ketahui bahwa banyak lahan-lahan yang diserobot. Sekarang ada Satgas Garuda yang kemudian menjelma menjadi Agrinas Palma. Mereka fokus menangani lahan-lahan sengketa, kita ikut fokus juga gimana caranya kita memastikan jangan sampai pemerintah Pak Prabowo bersama Mas Gibran ini ada konflik antara petani dengan pengusaha kita harus memastikan  itu makanya kita namakan Tani Merdeka,” tegas Don Muzakir.

Selain itu, Don juga menyampaikan pentingnya dukungan terhadap program pemerintah, khususnya dalam hal distribusi langsung pupuk, pestisida, dan benih ke tangan petani. Ia menekankan bahwa petani harus memperoleh akses yang lebih mudah terhadap sarana produksi pertanian.

“Kita harus mendukung setiap kebijakan pemerintah Pak Prabowo yang betul-betul serius bagaimana caranya pupuk, pestisida, dan benih bisa langsung ke petani,” ujarnya.

Don Muzakir juga memperkenalkan program Koperasi Merah Putih yang kini mulai didirikan di sejumlah daerah. Menurutnya, koperasi ini akan dibiayai melalui pinjaman bank sebesar Rp 3 miliar, bukan hibah atau dana cuma-cuma. Skema ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi petani.

“Banyak yang bertanya, apakah koperasi ini dibiayai pemerintah? Ya, sebesar Rp 3 miliar, tapi itu bukan uang cuma-cuma, melainkan modal pinjaman dari bank. Jadi harus dikelola secara profesional dan bertanggung jawab,” jelas Don.

Acara pelantikan DPW Tani Merdeka Kalimantan Selatan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi bagi kelompok tani di wilayah tersebut dalam menghadapi tantangan dan peluang sektor pertanian ke depan.

 

Muslem Marzuki Dilantik Jadi Ketua DPD Tani Merdeka Pidie Jaya, Siap Majukan Pertanian Bersama Petani

0

TANI MERDEKA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, resmi melantik Muslem Marzuki sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie Jaya. Pelantikan ini digelar di aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, pada Kamis, 12 Juni 2025.

Selain pelantikan DPD Tani Merdeka Pidie Jaya, pada acara yang sama juga dilakukan pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe.

Pelantikan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh daerah, di antaranya Wakil Bupati Bireuen Razuardi, Dandim 0111/Bireuen, Kapolres Bireuen, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen Mulyadi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, menyampaikan keberadaan DPD Tani Merdeka di Pidie Jaya sangat penting untuk mendukung kemajuan sektor pertanian.

Cut Muhammad menilai Pidie Jaya memiliki potensi yang besar di bidang pertanian, terutama di sektor padi, jagung, dan kedelai. Potensi ini, menurutnya, harus dikelola secara baik dan terarah.

“Pidie Jaya ini punya lahan sawah, lahan jagung, dan lahan kedelai yang cukup luas. Ini aset penting yang harus kita dorong pengembangannya. Tentu harus dilakukan melalui kerja sama yang baik antara petani, organisasi, dan pemerintah daerah,” ujar Cut Muhammad.

Ia menekankan, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie Jaya di bawah kepemimpinan Muslem Marzuki harus mampu menjalin kolaborasi yang erat dengan pemerintah daerah, dinas teknis, dan juga TNI/Polri untuk memperkuat program pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Tani Merdeka hadir untuk menjadi mitra pemerintah, bukan sekadar organisasi. Kita ingin membangun kekuatan bersama, mendampingi petani, mempermudah akses bantuan, dan mendorong program ketahanan pangan di daerah,” tambahnya.

Cut Muhammad juga mengingatkan agar DPD Tani Merdeka Pidie Jaya aktif dalam mendengar aspirasi petani dan turun langsung ke lapangan.

“Kita harus hadir di tengah petani, mendengar langsung apa yang dibutuhkan petani, dan mencari solusi bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Muslem Marzuki usai dilantik menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang telah diberikan kepadanya.

Ia menegaskan komitmennya untuk memajukan pertanian di Kabupaten Pidie Jaya dengan melibatkan seluruh elemen petani dan mitra kerja.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan ini. Ini amanah yang berat, tetapi insya Allah dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, kita akan berusaha sebaik mungkin untuk memajukan pertanian Pidie Jaya,” kata Muslem.

Muslem menyebut, sebagai langkah awal, pihaknya akan fokus memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan pendampingan dan edukasi kepada kelompok tani, serta memperjuangkan akses bantuan dari pemerintah.

“Kami ingin DPD Tani Merdeka Pidie Jaya menjadi wadah perjuangan petani. Kita akan bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, dinas pertanian, dan semua pihak untuk mewujudkan pertanian yang lebih maju, mandiri, dan modern,” ujarnya.

Muslem juga mengatakan pentingnya perhatian terhadap harga hasil panen dan ketersediaan sarana produksi bagi petani. “Petani butuh kepastian harga, butuh pupuk, alat, dan akses pasar. Ini akan jadi fokus kerja kami ke depan agar petani lebih sejahtera,” pungkasnya.

Pertanian Regeneratif: Solusi Bertani Ramah Alam untuk Masa Depan Indonesia

0

Isu krisis iklim, kerusakan tanah, dan penurunan hasil panen menjadi tantangan nyata bagi sektor pertanian di Indonesia. Banyak lahan mulai kehilangan kesuburannya karena praktik pertanian yang hanya berorientasi hasil tanpa memperhatikan kelestarian alam. Di tengah situasi ini, konsep pertanian regeneratif muncul sebagai solusi alternatif yang tidak hanya produktif, tapi juga merawat keseimbangan ekosistem.

Pertanian regeneratif adalah pendekatan bertani yang fokus pada pemulihan dan peningkatan kesehatan tanah, keanekaragaman hayati, serta keseimbangan ekosistem. Berbeda dari pertanian konvensional yang sering mengandalkan bahan kimia dan sistem monokultur, pertanian regeneratif justru menempatkan alam sebagai mitra.

Praktik ini tak hanya bertujuan menghasilkan hasil panen, tapi juga memperbaiki kondisi lingkungan sekitar, seperti kualitas tanah, udara, air, dan habitat alami.

Beberapa prinsip yang biasa diterapkan dalam sistem pertanian regeneratif antara lain:

  1. Mengurangi atau menghindari olah tanah (no-till/minimum-till)
    Agar struktur tanah tetap terjaga dan mikroorganisme dalam tanah tidak terganggu.

  2. Diversifikasi tanaman (polikultur)
    Menanam berbagai jenis tanaman dalam satu area untuk meningkatkan kesuburan alami dan mencegah hama penyakit.

  3. Penanaman tanaman penutup tanah (cover crops)
    Seperti kacang-kacangan atau tanaman hijau lain yang menjaga kelembaban tanah dan menambah unsur hara.

  4. Penggunaan pupuk organik
    Mengandalkan kompos, pupuk kandang, dan bahan alami lain untuk menjaga kesuburan tanpa bahan kimia sintetis.

  5. Agroforestri
    Menggabungkan tanaman pangan, tanaman kayu, dan ternak dalam satu sistem terpadu.

  6. Manajemen air yang bijak
    Memanfaatkan air secara efisien dan menjaga area resapan alami.

Pertanian regeneratif tentu saja memiliki manfaat bagi alam dan bagi masa depan Indonesia. Berikut beberapa manfaat dari Pertanian regeneratif:

  1. Meningkatkan Kesuburan Tanah Secara Alami

Dengan memanfaatkan kompos, tanaman penutup, dan tanpa olah tanah berlebihan, struktur tanah tetap terjaga, kandungan bahan organik meningkat, dan mikroorganisme penting tetap hidup.

2. Mengurangi Ketergantungan Pupuk dan Pestisida Kimia

Praktik ini membantu petani lebih mandiri karena bisa memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk pemupukan dan pengendalian hama.

3. Ketahanan terhadap Perubahan Iklim

Sistem pertanian yang regeneratif lebih adaptif terhadap cuaca ekstrem karena tanahnya lebih mampu menyimpan air dan tanaman lebih kuat terhadap penyakit.

4. Menekan Biaya Produksi Jangka Panjang

Meski di awal memerlukan adaptasi, dalam jangka panjang biaya operasional lebih ringan karena mengurangi belanja pupuk kimia, pestisida, dan perawatan tanah.

5. Menjaga Keanekaragaman Hayati

Polikultur dan agroforestri mendukung keberagaman tanaman, serangga, burung, dan organisme lain yang ikut menjaga keseimbangan ekosistem.

Konsep ini cocok untuk diterapkan oleh petani muda Indonesia yang mulai peduli terhadap isu lingkungan dan pasar pangan sehat. Bahkan, tren konsumen urban yang mencari produk organik dan ramah lingkungan bisa menjadi peluang bisnis bagi pelaku pertanian regeneratif.

Di berbagai daerah seperti di Kulon Progo, Gunungkidul, dan Lombok, beberapa komunitas petani sudah mulai beralih ke praktik ini dengan hasil yang menjanjikan.

Pertanian regeneratif bukan sekadar tren, tapi sebuah kebutuhan. Di tengah ancaman degradasi lahan dan perubahan iklim, model pertanian yang merawat tanah dan alam justru menjadi solusi untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia di masa depan.

Jika lebih banyak petani dan komunitas lokal menerapkan prinsip ini, Indonesia tak hanya bisa menjaga produktivitas pertanian, tapi juga warisan alamnya untuk generasi berikutnya.

 

Cut Muhammad: Bireuen Punya Potensi Besar Kembangkan Jagung, Tapi Harga Masih Rendah

0
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad

TANI MERDEKA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menilai Kabupaten Bireuen memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi daerah penghasil jagung unggulan di Aceh.

Hal itu disampaikan saat mengunjungi lahan jagung milik kelompok petani binaan Tani Merdeka Aceh di Desa Blang Gandai, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, usai acara pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya dan Kota Lhokseumawe, pada Kamis, 12 Juni 2025.

Acara pelantikan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, TNI/Polri, serta para petani dari wilayah sekitar.

Usai pelantikan, Cut Muhammad Bersama pengurus DPD Tani Merdeka Bireuen menyempatkan diri turun langsung ke lapangan untuk melihat secara dekat aktivitas pertanian jagung yang digeluti oleh kelompok petani di bawah binaan Tani Merdeka Aceh.

Cut Muhammad mengatakan bahwa lahan jagung di Kabupaten Bireuen sangat luas dan subur, sehingga sangat layak dikembangkan lebih serius.

“Bireuen punya lebih dari 3.000 hektare lahan jagung. Ini potensi yang sangat besar. Selain sebagai lumbung padi, Bireuen juga bisa kita dorong jadi sentra jagung Aceh,” kata Cut Muhammad.

Menurutnya, kualitas jagung dari Bireuen sangat baik dan sudah terkenal di Aceh. Namun, ia menyayangkan masih rendahnya harga jual jagung di tingkat petani.

“Saat ini harga jual jagung masih di kisaran Rp4.800 per kilogram. Harga ini belum layak, belum cukup untuk membuat petani sejahtera. Padahal biaya tanam, pupuk, dan tenaga kerja terus naik,” ujarnya.

Cut Muhammad menekankan pentingnya peran pemerintah dalam membantu petani. Ia berharap Kementerian Pertanian dan Pemerintah Aceh bisa memberikan perhatian lebih untuk mendukung pengembangan pertanian jagung di Bireuen, baik dari segi alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan infrastruktur irigasi, maupun akses pasar.

“Kami harap ada bantuan alsintan, akses pembiayaan, dan juga infrastruktur jalan tani yang layak. Selain itu, perlu juga perhatian serius dari pemerintah agar harga jual bisa distabilkan atau bahkan dinaikkan,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar petani jagung bisa dilibatkan dalam program ketahanan pangan nasional.

“Jagung itu penting untuk pakan ternak, bahan makanan, bahkan bioenergi. Ini strategis. Kalau petani kita kuat, negara pasti kuat,” tambah Cut Muhammad.

Sementara itu, Ediwan, Ketua Kelompok Tani Makmu yang mendampingi kunjungan tersebut, mengatakan hampir seluruh warga di desa itu adalah petani jagung. Mereka rutin menanam dan memanen dua kali dalam setahun. Namun, tantangan utama yang mereka hadapi adalah harga jual yang rendah dan keterbatasan alat produksi.

“Di Blang Gandai ini hampir semua petani tanam jagung. Kami panen dua kali setahun, tapi harga jualnya sekarang cuma sekitar Rp4.000 per kilogram. Ini masih belum cukup untuk menutupi biaya produksi,” kata Ediwan.

Ia berharap pemerintah daerah dan pusat bisa memperhatikan nasib petani jagung di Bireuen.

“Kami butuh bantuan alat mesin pertanian, pupuk yang cukup, dan harga yang lebih adil. Kalau ini semua diperhatikan, saya yakin petani bisa lebih sejahtera,” ungkapnya.

Ediwan juga menyampaikan apresiasi kepada Tani Merdeka Aceh yang telah aktif mendampingi para petani. Ia berharap organisasi ini bisa terus menjadi jembatan antara petani dan pemerintah.

“Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari Tani Merdeka. Mereka sering turun ke lapangan, beri edukasi, dan bantu kami berorganisasi. Harapannya, ke depan Tani Merdeka bisa semakin kuat dan menjadi mitra strategis bagi petani dan pemerintah,” pungkas Ediwan.[]