Beranda blog Halaman 70

4 DPD Tani Merdeka NTB Lantik, Siap Awasi Distribusi Pupuk dan Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – Sebanyak empat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dilantik. Pelantikan digelar pada Sabtu, 23 Agustus 2025, dan berlangsung khidmat.

Acara pelantikan ini menjadi penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi petani di daerah.

Empat DPD yang dilantik berasal dari kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Barat, 4 wilayah tersebut memiliki potensi pertanian strategis di NTB.

Ketua DPW Tani Merdeka NTB, M. Haerul Ar, memimpin langsung prosesi pelantikan. Dalam sambutannya, ia menegaskan peran besar Tani Merdeka Indonesia sebagai jembatan antara petani dan pemerintah.

“Kita harus menjadi penggerak di lapangan. Tani Merdeka hadir untuk memperjuangkan kepentingan petani, meningkatkan hasil produksi, dan memastikan distribusi pupuk tepat sasaran,” kata Haerul.

Haerul menekankan pengurus yang baru dilantik harus fokus pada kerja nyata, bukan sekadar hadir dalam forum atau rapat.

“Organisasi ini harus hadir memberi solusi. Kita akan kawal program ketahanan pangan nasional sampai ke tingkat petani,” ujarnya.

Menurut Haerul, NTB memiliki potensi besar di sektor pertanian. Selain menjadi salah satu sentra produksi padi, NTB juga unggul dalam hortikultura, jagung, dan komoditas perkebunan.

Ia meminta pengurus Tani Merdeka di daerah memanfaatkan potensi ini untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kita punya lahan, kita punya petani. Sekarang tugas kita memastikan semua potensi ini dikelola dengan baik,” tambahnya.

Pelantikan ini dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga. Hadir Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi NTB, Dr. Mahjulan MP.

Turut hadir perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Sony. Perwakilan Kanwil Bulog, Rizal, serta perwakilan Pupuk Indonesia Wilayah NTB juga hadir.

Empat DPD yang dilantik akan segera menjalankan program kerja awal. Fokus utama adalah pengawalan program ketahanan pangan, distribusi pupuk, dan pemberdayaan petani.

Selain itu, Tani Merdeka NTB juga mendorong pengembangan urban farming, pemanfaatan lahan tidur, dan penguatan SDM petani melalui pelatihan.

Haerul menyebutkan peran generasi muda sangat penting untuk masa depan pertanian di NTB. Ia memastikan Bidang Petani Milenial akan menjadi salah satu program prioritas.

“Kita ingin anak muda melihat pertanian sebagai sektor yang modern dan menjanjikan. Kita akan latih mereka dengan teknologi baru agar tertarik terjun ke dunia tani,” katanya.

Tani Merdeka juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Bulog dan Pupuk Indonesia, untuk memastikan distribusi logistik pangan berjalan lancar.

Haerul berharap pengurus yang dilantik mampu menjadi ujung tombak perubahan di daerah masing-masing.

“Kalau kita solid, kita bisa wujudkan ketahanan pangan yang kuat, dan petani bisa lebih sejahtera,” pungkas Haerul.

Selain itu Haerul juga menyampaikan pengurus yang baru dilantik akan hadir dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tani Merdeka Indonesia di Jakarta pada 27–29 Agustus 2025.

“Rapimnas akan menjadi momentum besar. Kita akan bawa aspirasi petani NTB dan menyamakan langkah dengan pengurus dari seluruh Indonesia,” kata Haerul.

Ia menegaskan Rapimnas akan membahas strategi besar ketahanan pangan, penguatan organisasi, dan sinergi dengan program Presiden Prabowo Subianto.[]

Pengurus DPD Tani Merdeka Cilegon Resmi Dilantik, Siap Kawal Ketahanan Pangan Nasional

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Cilegon resmi dilantik pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Pelantikan berlangsung khitmad di Kota Cilegon dan dihadiri para pengurus daerah, sejumlah kepala dinas, Forkopimda, petani, serta perwakilan organisasi masyarakat.

Organisasi kumpulan para petani ini komitmen untuk mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto di bidang pertanian. Fokus utama adalah penguatan ketahanan pangan nasional.

Ketua DPD Tani Merdeka Cilegon, Sudarman, menyatakan dukungan itu bukan sekadar slogan. Ia menekankan pengawalan terhadap program pertanian pemerintah menjadi prioritas utama di wilayah Cilegon.

“Kita mendukung program ketahanan pangan dengan memaksimalkan hasil panen petani maupun kelompok wanita tani (KWT),” kata Sudarman usai pelantikan, pada Sabtu 23 Agustus 2025.

Sudarman menjelaskan sejumlah langkah konkret. Salah satunya memperluas penanaman hidroponik untuk mengoptimalkan lahan sempit. Program ini akan disertai pembiasaan warga untuk bertani dari rumah dengan memberikan pot tanaman untuk setiap keluarga.

Tani Merdeka juga membuka ruang kolaborasi dengan generasi muda. Bidang Petani Milenial akan menjadi ujung tombak dalam menarik minat anak muda di sektor pertanian.

“Kita ingin meningkatkan SDM anak muda di sektor pertanian, sekaligus bersinergi dengan program-program pemerintah,” ujar Sudarman.

Selain itu, Tani Merdeka Cilegon sedang berkoordinasi dengan Perhutani. Lahan tidur yang tidak produktif akan dimanfaatkan untuk penanaman komoditas bernilai ekonomis.

Pelantikan ini juga dihadiri perwakilan pengurus pusat. Yusuf Wibisono, pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia, mengingatkan kembali visi besar organisasi ini. Menurutnya, Tani Merdeka lahir dari gagasan Prabowo Subianto setahun lalu di Jawa Tengah.

“Hari ini Prabowo sudah memangkas 145 jalur distributor pupuk. Langkah ini dilakukan agar petani lebih sejahtera,” ungkap Yusuf.

Ia menambahkan, distribusi pupuk yang lebih singkat akan mengurangi biaya dan mempercepat akses bagi petani. Yusuf juga mendorong agar lahan-lahan tidak produktif dioptimalkan.

“Kalau ada petani yang tidak punya modal, kita bisa bagi hasil. Skemanya 60%-40% atau 70%-30% sesuai kesepakatan,” pungkasnya.

Yusuf juga mengingatkan, Tani Merdeka Indonesia akan menggelar Rapimnas pada 27-28 Agustus 2025 di Jakarta, dia mengajak para pengurus DPD Tani Merdeka Cilegon ikut partisipasi dan menyukseskan.[]

Presiden Prabowo, Politik Memeluk dan Merangkul

0
Presiden Prabowo
Presiden Prabowo

Bertemu Sudaryono, Tani Merdeka Indonesia Siap Gelar Rapimnas Hadirkan Ribuan Petani ke Jakarta

0
Sudaryono Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia yang juga Wakil Menteri Pertanian menerima silaturahmi Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia bersama pengurus di ruang pertemuan Kementerian Pertanian, pada Jumat 22 Agustus 2025.
Sudaryono Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia yang juga Wakil Menteri Pertanian menerima silaturahmi Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia bersama pengurus di ruang pertemuan Kementerian Pertanian, pada Jumat 22 Agustus 2025.

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I pada 27–28 Agustus 2025 mendatang. Acara ini menjadi penting karena mengumpulkan seluruh pengurus dari berbagai daerah.

Seluruh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hadir pada Rapimnas itu. Ribuan petani juga dipastikan datang. Rapimnas ini akan berlangsung di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta.

Sebelum Rapimnas berlangsung, Ketua Umum Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Don Muzakir bersama pengurus menemui Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Sudaryono, yang juga menjabat Wakil Menteri Pertanian, pada Jumat 22 Agustus 2025, di Kementerian Pertanian.

Dalam pertemuan itu Don Muzakir, mengatakan Rapimnas akan membahas isu strategis petani. Isu utama mencakup penguatan organisasi, dukungan program ketahanan pangan nasional, dan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian.

“Kami menyampaikan langsung rencana Rapimnas ini. Kami ingin memastikan dukungan penuh untuk program pertanian nasional. Tani Merdeka Indonesia akan membawa semangat petani dari seluruh daerah untuk negeri ini,” kata Don Muzakir.

Selain itu Rapimnas ini juga direncanakan menjadi ajang konsolidasi nasional. Menurut Don Muzakir, setiap DPW dan DPD akan memaparkan kondisi pertanian di wilayahnya, baik itu potensi pertanian yang bisa dikembangkan maupun masalah klasik seperti ketersediaan pupuk, dan pengendalian hama akan dibahas.

Don Muzakir menegaskan, Tani Merdeka Indonsia harus menjadi jembatan antara petani dan pemerintah. Ia ingin organisasi ini aktif menyuarakan kepentingan petani sekaligus mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Tani Merdeka harus hadir di tengah petani, membawa solusi nyata,” kata Don Muzakir.

“Rapimnas juga membahas dukungan terhadap program prioritas pemerintah, termasuk food estate dan konversi lahan. Tani Merdeka ingin mendorong inovasi pertanian agar lebih produktif dan ramah lingkungan,” sambung Don Muzakir.

Sementara itu Sudaryono menyambut baik Rapimnas tersebut. Ia menekankan pentingnya peran Tani Merdeka Indonesia untuk mendukung petani di lapangan.

“Tani Merdeka ini harus hadir untuk membantu petani. Kita harus sukseskan program ketahanan pangan yang sedang dijalankan Presiden Prabowo,” ujar Sudaryono.

Menurut Sudaryono, program ketahanan pangan membutuhkan kerja sama semua pihak. Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia ini tidak hanya bergerak di tingkat wacana, tetapi juga harus turun langsung membantu petani mendapatkan akses pupuk, bibit, dan teknologi.

“Kita harus pastikan petani tidak hanya bertahan, tetapi juga sejahtera. Dukungan organisasi seperti Tani Merdeka sangat penting,” pungkas pria yang akrab disapa Mas Dar itu.[]

Pengurus DPD Tani Merdeka Batola Resmi Dilantik, Ini Pesan Ketua DPW

0

TANIMERDEKA-Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan dilantik, pelantikan berlangsung di Aula Selidah, Marabahan, pada Kamis 21 Agustus 2025.

Ketua DPW Tani Merdeka Kalimantan Selatan, Alin Wijaya melantik langsung Untung Khodori sebagai ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Barito Kuala Bersama pengurus.

Untung Khodori mengatakan, Tani Merdeka Indonesia di Batola tidak hanya untuk menjalankan formalitas organisasi. Ia menegaskan Batola sebagai salah satu sentra pertanian, peternakan, dan perkebunan, sehingga perlu ada wadah yang mampu menjembatani kepentingan petani dengan kebijakan pemerintah.

“Batola merupakan sentra pertanian, peternakan, dan perkebunan. Kami hadir untuk menjembatani kepentingan petani dengan program-program pemerintah pusat maupun daerah,” ungkap Untung.

Ia juga memastikan Tani Merdeka Indonesia Batola siap mendukung kebijakan strategis ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami juga siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan mendampingi pelaksanaan kebijakan strategis nasional di bidang ketahanan pangan, termasuk yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,” tambahnya.

Setelah pelantikan, pengurus Tani Merdeka Batola akan membentuk kepengurusan tingkat kecamatan dan desa agar kerja organisasi menjangkau petani secara langsung.

“Mudah-mudahan kehadiran kami bisa memberikan manfaat nyata untuk masyarakat petani,” ujar Untung.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, menegaskan Tani Merdeka Indonesia dibentuk bukan untuk menjadi simbol, melainkan wadah yang memperjuangkan kepentingan petani di lapangan.

Ia menekankan perlu kerja konkret untuk menghadapi persoalan yang sering menekan petani, seperti perubahan iklim, harga komoditas yang tidak stabil, hingga keterbatasan akses teknologi.

Selain mendukung produktivitas, Tani Merdeka juga memiliki agenda jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan petani. Caranya melalui pelatihan praktik pertanian modern, inovasi teknologi, dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Tidak hanya itu, organisasi ini juga aktif memperjuangkan hak-hak petani. Mulai dari kepemilikan tanah, perlindungan dari praktik curang pihak tertentu, hingga pendidikan hukum agar petani memahami hak mereka.

“Pelantikan bukan hanya seremoni. Ini adalah awal dari kerja nyata kami di lapangan. Sekarang waktunya rakyat bersuara. Mungkin pemerintah pusat hanya mendengar dari kiri dan kanan. Melalui organisasi ini, suara petani akan disampaikan kepada Presiden,” tegas Alin.[]

53 Pengurus Tani Merdeka Donggala Resmi Dilantik, Hasriadi dan Bupati Vera Tekankan Peran Strategis Petani

0

TANIMERDEKA – Sebanyak 53 anggota DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Donggala Masa Bhakti 2025–2030 resmi dilantik. Acara pelantikan berlangsung di Ruang Kasiromu Kantor Bupati Donggala, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat 21 Agustus 2025.

Mereka langsung dilantik oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Tengah, Hasriadi Hatta. Suasana pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, hadir dalam acara tersebut. Turut hadir Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, sejumlah anggota DPRD Donggala, Kepala Dinas Pertanian, dan unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Hasriadi menegaskan Tani Merdeka Indonesia adalah organisasi mitra pemerintah yang memiliki peran penting dalam mendukung program percepatan swasembada pangan.

“Tani Merdeka Indonesia organisasi mitra Pemerintah yang mengawal Program Percepatan Swasembada Pangan baik sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, ini merupakan programnya Bapak Prabowo selaku Presiden RI,” ujarnya.

Hasriadi juga mengungkapkan komitmen Tani Merdeka Indonesia terus memberi dukungan nyata kepada para petani, peternak, pekebun, dan nelayan. Dukungan itu mencakup upaya mengatasi tantangan sehari-hari, seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga persoalan teknis yang berkaitan dengan usaha pertanian.

“Tani Merdeka Indonesia berkomitmen memberi dukungan kepada para petani, peternak, pekebun dan nelayan dalam mengatasi beragam tantangan sehari-hari, dengan bekerja sama dengan instansi terkait baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten,” jelas Hasriadi.

Ia juga menitipkan pesan khusus kepada jajaran pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Donggala yang baru dilantik. Hasriadi meminta seluruh pengurus agar selalu hadir di tengah petani dan responsif terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi.

“Saya berpesan kepada seluruh jajaran pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Donggala harus peka dan tanggap terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat tani dan harus siap dan sigap untuk membantu memecahkan permasalahan pertanian,” tegasnya.

Selain itu, Hasriadi mendorong pengurus baru untuk aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mengawal program-program pertanian yang selaras dengan visi dan misi Pemkab Donggala.

Sementara itu Ketua DPD TMI Donggala, Tonny Hasbi, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

“Kami mohon untuk di support agar kami bisa berkembang dalam menjalankan amanah ini. Harapan kami, Tani Merdeka Indonesia bisa hadir membawa perubahan dan solusi bagi para petani di Donggala,” ujarnya.

Tonny menegaskan komitmennya membangun kerja sama dengan pemerinta daerah dan pihak terkait agar petani di Donggala semakin maju.

“Kami akan berjuang bersama-sama, sehingga petani Donggala bisa semakin sejahtera,” pungkas Tonny.

Sementara itu, Bupati Donggala Vera Elena Laruni menegaskan kesejahteraan petani adalah pondasi bagi daerah yang bangkit dan berjaya.

Ia menilai keberadaan Tani Merdeka Indonesia di Donggala menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian.

“Kehadiran Tani Merdeka di Donggala memiliki arti penting. Sebab, sektor pertanian adalah penopang utama kehidupan masyarakat kita, sumber pangan, serta bagian dari identitas dan kemandirian bangsa,” ujar Vera.

Ia menambahkan, dengan dilantiknya pengurus baru, diharapkan tumbuh semangat baru dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Donggala.

“Dengan dilantiknya pengurus baru, kita berharap lahir semangat baru untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadikan pertanian Donggala lebih maju dan mandiri,” ungkapnya.

Bupati Vera juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Donggala untuk selalu membuka ruang kolaborasi dengan para petani.

“Pemerintah daerah akan selalu membuka ruang kolaborasi dengan para petani. Sebab kita percaya, kesejahteraan petani adalah pondasi bagi Donggala yang bangkit dan berjaya,” pungkasnya.[]

DPW Tani Merdeka Sumbar Dilantik, Don Muzakir: Sumatera Barat Punya Pertanian Unggulan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir melantik pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Barat (Sumbar) periode 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Sumbar, Selasa, 19 Agustus 2025.

Acara ini dihadiri jajaran sejumlah kepala dinas, para tokoh masyarakat, serta perwakilan petani dari berbagai kabupaten di Sumbar.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumbar, Dr. Dian Anggraini, mengatakan kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Sumbar lahir dari semangat untuk memperkuat ketahanan pangan dan swasembada di Sumbar tentunya tak lepas dari dukungan lapisan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Sumbar untuk memperkuat perjuangan ketahanan pangan dan swasembada di Sumbar tentunya tak lepas dari dukungan lapisan masyarakat Sumbar serta kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki kepengurusan DPW TMI periode 2025–2030,” ujar Dian yang juga mantan anggota DPRD Kota Padang.

Ia menambahkan, pengurus ini harus mampu membangun jejaring yang kuat. “Besar harapan ke depan bagaimana DPW TMI Sumbar untuk mampu bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama stakeholder di Sumatera Barat,” katanya.

Semenetara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan ini. Ia menilai momentum tersebut sangat berarti karena bertepatan dengan peringatan 80 tahun Indonesia merdeka.

“Kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Sumbar seiring dengan momentum penting memperingati 80 tahun Indonesia merdeka,” ujarnya.

Menurut Don Muzakir, Sumatera Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian yang harus dioptimalkan. Ia menyebutkan beras Solok sebagai salah satu produk unggulan, selain berbagai komoditas hortikultura dan sayuran yang telah dikenal luas.

“Sumatera Barat memiliki beberapa hasil pertanian unggulan seperti beras Solok, sayur, serta hortikultura. Program ini diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto demi kebangkitan ketahanan pangan dalam mencapai kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya di Sumbar. Besar harapan DPW Tani Merdeka Indonesia Sumbar sebagai pelopor, garda terdepan untuk mewujudkan cita-cita perjuangan para pejuang kemerdekaan,” tegasnya.

Menariknya dalam pengurus DPW Tani Merdeka Sumbar jumlah perempuan lebih banyak, menurut Don Muzakir perempuan juga mampu mensejahterakan petani di daerah.

“Kehadiran jumlah perempuan lebih banyak dari kaum laki-laki menunjukkan gambaran bahwa perempuan juga mampu untuk memajukan kesejahteraan petani di Sumatera Barat,” ungkapnya.

Ia menilai, keterlibatan perempuan menjadi kekuatan baru untuk menggerakkan petani. Perempuan, menurutnya, tidak hanya berperan di rumah tangga, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan sektor pertanian.

“Pengembangan organisasi Tani Merdeka Indonesia perlu dilakukan hingga terbentuknya di setiap kabupaten/kota se-Sumbar, bahkan hingga ke desa-desa. Sehingga terjalin komunikasi untuk menjaga dan mengawal program-program pertanian,” katanya.

Ia juga mengingatkan kembali semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa. “Tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, kulit, ras, bahasa, dan agama tetap dalam bingkai persatuan dan kesatuan,” ujarnya.[]

Tani Merdeka Jambi dan Bulog Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Panen

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi menjalin kerja sama dengan Perum Bulog Kanwil Jambi untuk memperkuat penyerapan hasil panen petani, ini sejalan dengan program pemerintah yang menargetkan swasembada pangan.

Kesepahaman itu terungkap dalam pertemuan silaturahmi di Kota Jambi, pada Selasa 19 Agustus 2025. Pertemuan membahas mekanisme penyerapan gabah dan jagung petani agar distribusi pangan lebih lancar dan kesejahteraan petani tetap terjaga.

Ketua DPW Tani Merdeka Jambi, Candra Andika, menegaskan Tani Merdeka Indonesia siap bersinergi dengan Bulog dalam upaya menjaga rantai pasok pangan. Ia menilai kerja sama ini akan membawa manfaat ganda, baik untuk petani maupun masyarakat.

“Ini merupakan komitmen kami untuk memperjuangkan kesejahteraan petani, sesuai arahan Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Mas Sudaryono, yang kini juga menjabat Wakil Menteri Pertanian dan Ketua Dewas Bulog,” kata Candra.

Candra menambahkan, Tani Merdeka Jambi sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak di daerah. Tujuannya memastikan Bulog berperan sebagai jembatan antara petani dan pasar.

“Dengan kerja sama ini, kami ingin memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik oleh Bulog sehingga harga dan pasokan pangan tetap stabil,” ujarnya.

Menurut dia, petani selama ini kerap menghadapi kendala pemasaran, terutama saat panen raya. Harga sering jatuh karena pasokan melimpah. Dengan intervensi Bulog, masalah itu bisa diatasi melalui pembelian langsung dari petani.

Peran Bulog dalam kerja sama ini bukan hanya menyerap hasil panen, tetapi juga mendistribusikan bahan pangan pokok kepada masyarakat. Bulog selama ini memegang tanggung jawab menjaga ketersediaan stok beras dan menjaga stabilitas harga di pasar.

Kolaborasi ini dianggap strategis untuk memperkuat cadangan pangan daerah sekaligus mengurangi potensi gejolak harga.

Candra berharap kerja sama ini berjalan konsisten. Ia menekankan sinergi antara petani, Tani Merdeka, dan Bulog jadi penting, agar target swasembada pangan nasional dapat tercapai.

“Kolaborasi ini kami dorong agar benar-benar berdampak. Tidak hanya untuk menjaga stok dan harga, tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan petani,” katanya.

Kerja sama ini juga mendukung program pemerintah pusat yang menargetkan penguatan cadangan pangan melalui sinergi antara petani dan lembaga distribusi. Bulog diharapkan menjadi mitra utama yang menjamin hasil panen petani terserap, sementara Tani Merdeka berperan sebagai penghubung antara petani dan Bulog.[]

Data Petani Ikan, DPD Tani Merdeka Semarang Jalin Kerja Sama dengan Dinas Perikanan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Semarang menggelar audiensi dengan Dinas Perikanan Kota Semarang untuk membahas pendataan petani ikan dan pelaku usaha perikanan. Pertemuan berlangsung di kantor Dinas Perikanan Kota Semarang dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Perikanan, Ir. Sih Rianung, ST, MT, bersama sejumlah kepala bidang.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Semarang, Tera Anggrea Cita, mengatakan audiensi ini untuk memperkuat sinergi antara petani ikan dan pemerintah daerah. Ia menegaskan pentingnya pendataan resmi agar pelaku usaha perikanan mendapatkan perlindungan, pembinaan, dan akses terhadap berbagai program pemerintah.

“Kami ingin petani ikan dan pelaku usaha yang tergabung di Tani Merdeka mendapat kepastian legalitas dan pendampingan. Dengan begitu, usaha mereka lebih maju dan berkelanjutan,” kata Tera, pada Selasa 19 Agustus 2025.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat dilakukan pemetaan petani ikan dan pelaku usaha perikanan yang tergabung dalam Tani Merdeka untuk didaftarkan secara resmi di Dinas Perikanan Kota Semarang.

Selanjutnya pendaftaran ini akan memberikan sejumlah manfaat, antara lain pembinaan rutin oleh penyuluh perikanan, kemudahan akses bibit unggul, legalitas usaha, dukungan pemasaran, hingga peluang mendapatkan bantuan pemerintah.

Menurut Tera, banyak pelaku usaha perikanan di tingkat daerah yang selama ini kesulitan mengakses bantuan maupun sarana produksi karena belum terdata resmi.

“Dengan terdaftar di dinas, mereka akan mendapat perlindungan hukum, akses pembinaan, dan kesempatan lebih besar untuk berkembang,” ujarnya.

Tera berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pendataan, tetapi juga berlanjut pada program nyata yang berdampak bagi kesejahteraan petani ikan.

“Kami ingin petani perikanan di Kota Semarang naik kelas. Tidak sekadar bertahan, tetapi mampu meningkatkan produksi dan membuka pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut Tera DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Semarang berkomitmen untuk mendukung program pemerintah daerah di sektor perikanan. Melalui sinergi ini, diharapkan potensi perikanan di Kota Semarang dapat dimaksimalkan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan nasional.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Ir. Sih Rianung, ST, MT, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai langkah pendataan penting untuk mempermudah pembinaan dan memastikan keberlanjutan usaha perikanan di Kota Semarang.

“Kami akan mendata para petani ikan dan pelaku usaha yang bergabung dengan Tani Merdeka. Mereka perlu masuk dalam sistem agar mudah dibina, diberi akses sarana produksi, hingga difasilitasi pemasaran,” kata Rianung.

Ia menambahkan, legalitas resmi menjadi salah satu syarat utama untuk mengakses program pemerintah.

“Dengan legalitas, pelaku usaha akan lebih mudah menerima program bantuan, baik berupa sarana produksi, pelatihan, maupun dukungan pemasaran,” katanya.

Sih Rianung juga menyebutkan pihaknya siap berkoordinasi dengan penyuluh perikanan di lapangan untuk melakukan pendampingan berkelanjutan. Menurut dia, pembinaan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha perikanan di Semarang.[]

 

Benih Padi Baru Asal Pasuruan Siap Dibuktikan di Rapimnas Tani Merdeka Indonesia

0
Winaryo Sujoko Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Pasuruan Raya.
Winaryo Sujoko Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Pasuruan Raya.

TANIMERDEKA – Dari hamparan sawah di Pasuruan, Jawa Timur, lahir sebuah inovasi yang kini bersiap melangkah ke panggung nasional. Benih padi unggul bernama Jelita, hasil temuan anggota Tani Merdeka Indonesa, akan diperkenalkan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tani Merdeka Indonesia di Jakarta, pada 27-29 Agustus 2025.

Benih Jelita bukan sekadar varietas baru. Ia lahir dari kegigihan petani yang tergabung dalam DPD Tani Merdeka Indonesia Pasuruan Raya yang ingin menjawab tantangan zaman. Setelah melalui uji coba di beberapa lahan, hasilnya menunjukkan produktivitas yang lebih tinggi dengan kualitas gabah lebih baik dibandingkan varietas sebelumnya.

“Ini bukti bahwa petani daerah juga bisa berinovasi. Jelita kami hadirkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Pasuruan Raya, Winaryo Sujoko, pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Sebagai petani berpengalaman, Winaryo tahu betul bagaimana cuaca yang kian sulit diprediksi, keterbatasan pupuk subsidi, dan harga gabah yang naik turun membuat banyak petani tertekan. Ia percaya inovasi adalah jalan keluar.

“Kalau tidak adaptif, kita bisa tertinggal,” ujarnya.

Rapimnas Tani Merdeka Indonesia menjadi panggung penting. Dari forum itu, Winaryo ingin membuktikan inovasi tidak selalu lahir dari laboratorium besar, tetapi juga dari petak sawah yang dikelola dengan hati dan tekad.

“Kesempatan ini adalah kebanggaan bagi petani Pasuruan. Kami ingin berkontribusi, bukan hanya untuk daerah, tetapi juga untuk Indonesia,” ucap Winaryo.

Dia berharap benih Jelita mendapat dukungan penuh agar bisa dikembangkan lebih luas. Jika berhasil, bukan hanya produktivitas padi yang naik, kesejahteraan petani pun akan ikut terdongkrak.[]