Beranda blog Halaman 66

Peluang dan Tantangan Promosi Agribisnis Lewat Media Sosial di Era Digital

0

Media sosial menjadi hal yang tidak terpisahkan dari dunia modern. Menurut catatan Data Reportal, pada Januari 2025 tercatat ada 143 juta pengguna media sosial di Indonesia, atau setara dengan 50,2 persen dari total populasi. Tidak bisa dipungkiri, banyak aspek kehidupan kini sangat bergantung pada penggunaan media sosial, mulai dari komunikasi, hiburan, hingga aktivitas bisnis.

Kehadiran media sosial ini juga membuka banyak peluang baru di berbagai sektor, termasuk di bidang agribisnis. Dulu, petani dan pelaku agribisnis hanya bisa mengandalkan pasar tradisional atau agen untuk memasarkan hasil pertaniannya. Kini, mereka bisa menjual produk langsung ke konsumen, membangun komunitas, hingga mengedukasi pasar lewat media sosial.

Melalui media sosial, petani dapat dengan mudah meraup informasi terkini tentang teknik budidaya, harga komoditas pertanian, hingga penggunaan pupuk dan pestisida yang efektif. Selain itu, media sosial juga mampu meningkatkan produktivitas dalam menjalankan aktivitas pertanian melalui berbagai referensi dan jejaring yang tersedia secara online.

Lebih jauh, media sosial memberikan peluang besar bagi sektor agribisnis untuk memperluas jangkauan pasar. Produk-produk pertanian seperti sayuran organik, hasil olahan pangan, pupuk, hingga bibit tanaman kini bisa dipasarkan tidak hanya ke lingkungan sekitar, tapi juga ke kota-kota besar bahkan ke pasar ekspor. Petani dan pelaku agribisnis dapat membangun relasi dengan petani lain, komunitas petani milenial, konsumen langsung, hingga mitra bisnis melalui platform-platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp Business.

Konten yang menarik dan autentik seperti video panen, proses produksi, hingga kisah sukses petani muda bisa menjadi daya tarik tambahan yang meningkatkan minat beli masyarakat urban yang kini semakin peduli dengan produk segar dan sehat.

Namun demikian, di balik peluang tersebut, tantangan tetap ada. Tidak semua petani memiliki akses terhadap internet dan perangkat digital yang memadai. Selain itu, masih banyak petani yang belum memahami cara memanfaatkan media sosial secara optimal untuk promosi dan pemasaran. Keterbatasan literasi digital dan jaringan internet di beberapa wilayah pedesaan menjadi hambatan utama yang perlu mendapat perhatian.

Banyak petani juga belum familiar dengan konsep branding, konten menarik, hingga strategi penjualan digital. Padahal, di era modern ini, kemampuan tersebut sangat penting agar produk agribisnis bisa bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Melihat besarnya potensi media sosial dalam mendorong kemajuan agribisnis, sudah saatnya pelaku usaha di sektor ini mulai memanfaatkan platform digital sebagai salah satu strategi pemasaran. Pemerintah, komunitas petani, dan lembaga pendidikan juga perlu berperan aktif dalam memberikan pelatihan digital bagi para petani agar mereka tidak tertinggal di era ekonomi digital.

Dengan adaptasi dan strategi promosi yang tepat, sektor agribisnis Indonesia bisa lebih maju, produk petani bisa menjangkau pasar yang lebih luas, dan kesejahteraan petani pun ikut meningkat.

 

Sekjen DPN Tani Merdeka Tegaskan Kedaulatan Pangan Kunci Ketahanan Nasional di Pelantikan DPW Sulteng

0
Sambutan Nandang Sudrajat selaku Sekretaris Jendral DPN Tani Merdeka Indonesia

Sulawesi Tengah  — Acara pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah digelar di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (5/7/2025). Pelantikan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, H. Nandang Sudrajat, yang hadir mewakili Ketua Umum DPN.

Dalam sambutannya, Nandang Sudrajat menegaskan pentingnya kedaulatan pangan sebagai fondasi utama ketahanan nasional. Menurutnya, selama kebutuhan pangan rakyat dan prajurit terpenuhi, negara akan lebih siap menghadapi ancaman dari pihak manapun.

“Kalau pangan swasembada, perut rakyat kenyang, perut prajurit kenyang, diserang siapapun kita tenang. Karena cadangan pangan ada. Tapi kalau tentaranya lapar, rakyatnya lapar, diserang bisa saja berbalik lalu berkiblat ke musuh hanya demi kepentingan perut,” ungkap Nandang di hadapan peserta pelantikan.

Ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah saat ini yang dinilai mampu mengalirkan anggaran langsung ke masyarakat bawah melalui berbagai program padat karya dan bantuan sosial. Salah satunya dengan mengerahkan pekerjaan irigasi desa serta program makan bergizi gratis.

“Pak Bu, inilah yang harus disyukuri. Presiden yang ada sekarang memang betul-betul membagi uang ke bawah. Contohnya, pekerjaan irigasi dikerahkan, uangnya dikelola di bawah, program makan bergizi gratis uangnya langsung diserahkan ke rakyat,” jelasnya.

Lebih jauh, Nandang mengingatkan kembali tentang prinsip ekonomi kerakyatan yang menjadi ruh konstitusi Indonesia sebelum amandemen. Ia menyebutkan bahwa Pasal 33 UUD 1945 yang awalnya terdiri dari tiga ayat, sejatinya menjadi dasar sistem perekonomian nasional yang berbasis kekeluargaan.

“Ayat 1 menyebutkan, sistem perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berasaskan kekeluargaan. Asas kekeluargaan inilah yang coba dikonkritkan oleh Tani Merdeka. Pemerintah tentu punya keterbatasan, jadi harus ada kolaborasi. Kehadiran Tani Merdeka jangan jadi beban, tapi justru harus menjadi partner utama pemerintah daerah,” tegas Nandang.

Seraya mengajak hadirin untuk berkomitmen bersama, Nandang memimpin deklarasi kesiapan para pengurus dan peserta pelantikan.

“Sanggup?” serunya.
“Sanggup!” jawab hadirin kompak.

Ia juga mengingatkan bahwa cabang-cabang produksi penting dan yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara sesuai amanat konstitusi.

“Ayat 2 menyebutkan, cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Frasa ini menjadi kunci yang harus bermuara pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Acara pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Tani Merdeka di Sulawesi Tengah sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ketahanan pangan dan mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah tersebut.

DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Tengah Resmi Dilantik, Siap Kawal Hak Petani

0
Foto bersama jajaran pemerintah, DPN Tani Merdeka, dan DPW Tani Merdeka Sulteng

Sulawesi Tengah — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Sulawesi Tengah resmi dilantik di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (5/7/2025). Pelantikan ini menjadi momentum penguatan peran organisasi tani dalam mengadvokasi kepentingan petani serta mendorong inovasi pertanian di daerah.

Pelantikan dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda dan pejabat daerah. Gubernur Sulawesi Tengah diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sulteng, Rudi Dewanto. Kapolda Sulteng diwakili oleh pejabat Krimsus, Komandan Resor Militer diwakili oleh Ajen, Komandan Polisi Militer, Kepala Dinas Pertanian Hortikultura, dan Kabinda Sulteng Letkol Muis.

Dalam sambutannya, Ketua DPW TMI Sulawesi Tengah, Hasriadi Hatta, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus memperjuangkan hak-hak petani dan menjadi wadah inovasi di bidang pertanian.

“Tani Merdeka adalah organisasi yang dikawal langsung oleh Bapak Don Muzakir sebagai Ketua Umum, dengan Bapak Sudaryono sebagai Pembina, dan Bapak Prabowo Subianto sebagai Penasehat Utama. Kami hadir untuk mengadvokasi hak-hak petani serta mendorong inovasi pertanian,” ujar Hasriadi.

Sementara itu, Asisten II Setda Sulteng, Rudi Dewanto, berharap kehadiran Tani Merdeka dapat menjadi solusi nyata bagi persoalan petani, bukan sekadar perantara birokrasi.

“Tani Merdeka harus hadir memberi solusi konkret bagi petani, bukan sekadar jembatan birokrasi. Organisasi ini harus bisa memberi dampak langsung ke lapangan,” tegas Rudi.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Nandang Sudrajat, yang hadir mewakili Ketua Umum DPN, dalam sambutannya menekankan pentingnya kembali kepada semangat ekonomi kerakyatan yang menjadi dasar perekonomian nasional.

“Undang-Undang Dasar 1945 sebelum amandemen terdiri dari tiga ayat dalam Pasal 33, yang menjadi ruh ekonomi kerakyatan Indonesia. Ayat 1 menegaskan sistem perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berasaskan kekeluargaan. Asas kekeluargaan inilah yang coba dikonkritkan oleh Tani Merdeka,” jelas Nandang.

Ia menambahkan bahwa pemerintah memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh kebutuhan petani. Karena itu, peran organisasi seperti Tani Merdeka sangat penting untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Kehadiran Tani Merdeka jangan jadi beban, tetapi harus menjadi partner utama pemerintah daerah. Sanggup?” tanya Nandang, yang disambut serentak oleh hadirin, “Sanggup!”

Pelantikan ini diharapkan menjadi awal dari penguatan peran petani dalam pembangunan daerah, sekaligus mempererat sinergi antara organisasi tani dan pemerintah di Sulawesi Tengah.

Bupati Mamuju Tengah Apresiasi Kehadiran Tani Merdeka Indonesia

0
Sambutan Bupati Mamuju Tengah dalam acara Pelantikan DPD Tani Merdeka Indonesia Mamuju Tengah

Mamuju Tengah — Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, memberikan apresiasi atas kehadiran organisasi Tani Merdeka Indonesia di wilayahnya. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan saat pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Mamuju Tengah, Rabu (2/7/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arsal menyatakan bahwa keberadaan Tani Merdeka Indonesia akan menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Mamuju Tengah.

“Saya menyampaikan apresiasi atas hadirnya salah satu wadah untuk membantu pemerintah sebagai mitra dalam mengurusi urusan pertanian di Mamuju Tengah,” ujar Bupati Arsal.

Selain itu, ia juga mengucapkan selamat kepada para pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia yang baru saja dilantik. Bupati berharap ke depan akan terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, petani, dan nelayan melalui ruang-ruang diskusi yang difasilitasi Dinas Pertanian setempat.

“Sekali lagi saya sampaikan selamat atas pelantikannya. Tentu saya apresiasi telah hadir di Mamuju Tengah, dan kami berharap Pak Kadis bisa menggelar ruang-ruang diskusi agar urusan petani, hak-hak petani, nelayan, dan perikanan itu bisa terwadahi melalui Tani Merdeka,” tambahnya.

Pelantikan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Barat, serta tokoh masyarakat dan pengurus organisasi, sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat sektor pertanian dan perikanan di Mamuju Tengah.

DPD Tani Merdeka Indonesia Mamuju Tengah Resmi Dilantik, Siap Sinergi Bangun Pertanian dan Perikanan

0
Foto bersama Bupati dan Pengurus TMI Mamuju Tengah dalam acara pelantikan DPD Tani Merdeka Mamuju Tengah

Mamuju Tengah — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Mamuju Tengah resmi dilantik pada Rabu, 2 Juli 2025. Pelantikan berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju Tengah. 

Pelantikan ini dihadiri Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras dan Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Barat H. Suwanto yang mengukuhkan Sujarno, S.I.Kom sebagai Ketua DPD TMI Mamuju Tengah. 

Dalam sambutannya Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, menyampaikan dukungan penuh terhadap kehadiran Tani Merdeka Indonesia di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan organisasi ini akan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan perikanan.

“TMI hadir sebagai mitra strategis dalam membangun sektor pertanian dan perikanan. Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah sangat terbuka untuk bersinergi,” ujar Bupati Arsal dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Barat, H. Suwanto, menyebut bahwa Mamuju Tengah kini menjadi kabupaten keempat di Sulawesi Barat yang telah memiliki kepengurusan resmi TMI.

“Setelah Pasangkayu, Polewali Mandar, dan Majene, kini Mamuju Tengah menjadi kabupaten keempat di Sulbar yang resmi memiliki kepengurusan TMI,” ungkap H. Suwanto.

Dengan terbentuknya DPD TMI di Mamuju Tengah, diharapkan sinergi antara petani, nelayan, dan pemerintah daerah dapat semakin kuat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

 

Wamentan Sudaryono Serahkan Alsintan di Ketapang, Dorong Produktivitas Pertanian Kalbar

0

Ketapang, Kalimantan Barat — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Sudaryono, menyerahkan langsung bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu (22/06/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungan kerja Wamentan dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan petani di daerah. Ia berharap bantuan alsintan ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Wamen. Bantuan alsintan ini sangat berarti bagi petani kami. Kalau alat ini dimanfaatkan dengan baik, hasil panen bisa meningkat tajam. Jangan hanya satu kali panen dalam setahun. Kita ingin bisa dua, bahkan tiga kali panen,” ujar Norsan.

Senada dengan itu, Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa kunjungannya ke Ketapang memiliki tujuan khusus untuk mendorong petani meningkatkan frekuensi tanam dan panen dalam setahun.

“Tujuan saya ke sini cuma satu: kita cari cara agar petani bisa tanam lebih sering, panen lebih banyak. Kalau dulu hanya tanam sekali setahun, sekarang kita kejar bisa tiga kali,” tegasnya.

Ia menambahkan, penerapan alsintan menjadi kunci efisiensi di sektor pertanian. Dengan teknologi pertanian modern, petani diharapkan dapat mempercepat proses olah tanah hingga tanam ulang dalam waktu singkat.

“Kita butuh efisiensi. Panen hari ini, besok pagi olah tanah, sorenya sudah bisa tanam lagi. Itu hanya bisa dicapai kalau kita pakai alsintan,” tambahnya.

Sudaryono juga menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan organisasi Tani Merdeka dalam mendorong pertanian berkelanjutan di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat.

“Pak Presiden Prabowo sangat serius soal ini. Urusan rakyat itu prioritas utama beliau,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyambut hangat kunjungan Wamentan dan Gubernur Kalbar. Ia menyebut kehadiran kedua pejabat tersebut merupakan kehormatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Selamat datang di Ketapang, Wakil Menteri Pertanian dan Gubernur Kalbar. Kehadiran ini merupakan kehormatan bagi kami,” ujar Bupati Alexander.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian Ketapang dan Kalimantan Barat, sekaligus mendukung target ketahanan pangan nasional yang berbasis daerah.

Wamentan Sudaryono Lantik Pengurus Tani Merdeka Kayong Utara, Dorong Organisasi Jadi Saluran Aspirasi Petani

0
Wamentan Sudaryono dan Pengurus Tani Merdeka dalam pelantikan pengurus Tani Merdeka Kayong Utara

Kayong Utara — Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI), Sudaryono, secara resmi melantik pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, pada Minggu (21/06/25). Dalam pelantikan tersebut, Sudaryono berpesan agar organisasi Tani Merdeka dapat menjadi saluran bagi petani dalam menyampaikan persoalan dan kebutuhan mereka.

“Manakala petani ada yang kesusahan, Tani Merdeka harus menjadi salah satu saluran untuk membantu petani menyelesaikannya,” ujar Sudaryono di hadapan para petani dan jajaran pengurus yang hadir.

Ia menekankan pentingnya respons cepat terhadap keluhan petani di lapangan, khususnya soal harga hasil panen.

“Kalau ada petani yang mengeluhkan harga gabah murah, cepat laporkan ke saya melalui Tani Merdeka dan seterusnya. Jangan sampai petani dibiarkan sendirian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sudaryono menegaskan bahwa Tani Merdeka bukanlah organisasi yang berorientasi bisnis. Ia menekankan bahwa tujuan organisasi ini murni untuk pengabdian kepada petani dan pembangunan sektor pertanian di daerah.

“Organisasi ini bukan organisasi bisnis. Kalau organisasi bisnis kumpul-kumpul dapat duit, kalau Tani Merdeka ini kumpul-kumpul habiskan duit. Duitnya habis untuk apa? Untuk mengabdi,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Sudaryono juga berharap agar setelah pelantikan ini, DPD Tani Merdeka Kayong Utara tidak berhenti di tingkat kabupaten saja, melainkan segera membentuk kepengurusan hingga ke tingkat kecamatan.

“Saya berharap Tani Merdeka di Kayong Utara tidak hanya cukup dikukuhkan atau dilantik, tapi ketua DPD punya tanggung jawab membentuk organisasi sampai tingkat kecamatan,” pesannya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum baru bagi petani di Kayong Utara untuk memiliki wadah perjuangan yang kuat, serta memperkuat sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam membangun ketahanan pangan nasional.

Sudaryono Dorong Produktivitas Pertanian Kayong Utara demi Ketahanan Pangan Nasional

0
Sambutan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Daerah Kayong Utara

Kayong Utara — Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI), Sudaryono, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Hal tersebut disampaikan Sudaryono saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah tersebut pada Sabtu (21/06/25).

Dalam keterangannya, Wamentan menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah di Kayong Utara adalah meningkatkan jumlah tanam dan panen dalam setahun. Sudaryono menilai, potensi lahan di wilayah tersebut sangat mendukung untuk pengembangan sektor pertanian yang lebih maksimal.

“Target kita di Kayong Utara adalah bagaimana meningkatkan jumlah yang ditanam dan jumlah yang dipanen. Lahannya saya lihat sudah bagus, sudah subur, maka apapun yang diperlukan masyarakat untuk bisa panen lebih banyak, nanam lebih banyak, itu akan kita dukung,” ujar Sudaryono.

Ia menambahkan, pemerintah pusat siap memberikan berbagai dukungan untuk memenuhi kebutuhan petani. Mulai dari penyediaan bibit, perbaikan infrastruktur irigasi, hingga fasilitas alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung produktivitas di tingkat petani.

“Kalau butuh bibit, kita berikan bibit. Irigasi akan kita bantu perbaiki. Butuh alat, kita fasilitasi. Karena tujuannya hanya dua, yaitu meningkatkan produktivitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan petaninya,” tegasnya.

Kunjungan kerja Wamentan RI ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari, Anggota DPD RI Daud Yordan, Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia serta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat. Atas kedatangan Wamentan RI sekaligus Dewan Pembina Tani Merdeka Sudaryono Bupati Kayong Utara mengapresiasi.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Pak Wamentan yang menjadi motivasi sekaligus semangat baru bagi petani dan pemerintah daerah dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju,” ujar Romi.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Kayong Utara.

Petani Lampung Barat Sambut Bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian

0

Lampung Barat — Dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian terus mengalir. Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui DPD Tani Merdeka Indonesia Lampung Barat kembali menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di wilayah Lampung Barat. Bantuan ini disambut antusias oleh para petani setempat, yang menilai program tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas serta efisiensi kerja di lapangan.

Ketua DPD Tani Merdeka Lampung Barat menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani di daerahnya.

“Kelompok tani menyambut baik bantuan Alsintan dari pemerintah melalui DPD Tani Merdeka Indonesia Lampung Barat. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu, (18/06/2025).

Salah satu jenis alat yang disalurkan dalam program ini adalah combine harvester, mesin pemanen padi modern yang dinilai mampu mempermudah proses panen sekaligus menekan biaya produksi.

“Combine harvester memberi kemudahan serta lebih mengurangi biaya produksi. penggunaan biaya panen pun menjadi lebih murah,” tambahnya.

Para petani pun meyakini bahwa kehadiran Alsintan ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi aktivitas pertanian di Lampung Barat. Selain mempercepat proses kerja di sawah, bantuan ini juga diharapkan mampu mendukung program ketahanan pangan nasional. 

“Bantuan ini memberi dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja petani,” pungkas Ketua DPD Tani Merdeka Lampung Barat.

Sementara itu, kelompok tani Semaka IV Bandar Negeri Suoh, salah satu penerima bantuan, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Alat Alsintan berupa combine harvester sudah diterima oleh kelompok tani Semaka IV Bandar Negeri Suoh, binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Lampung Barat, diserahkan langsung di hadapan utusan Kementerian Pertanian,” ujar perwakilan kelompok tani tersebut.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan produktivitas pertanian di Lampung Barat dapat terus meningkat, sekaligus mempercepat proses modernisasi pertanian demi tercapainya ketahanan pangan nasional.

Sudaryono Cetak Rekor Serapan Beras Saat Pimpin Dewas Bulog, Kini Ditunjuk Jadi Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia

0
Wamentan Sudaryono ditunjuk menjadi Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia

Jakarta — Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog, Sudaryono, berhasil mencatatkan sejarah baru dalam hal penyerapan beras nasional. Capaian tersebut sekaligus menjadi akselerasi signifikan bagi target besar swasembada beras, yang selama ini menjadi cita-cita bangsa.

Kini, Sudaryono dipercaya memegang amanah baru sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero). Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Sosok muda yang dikenal visioner dan memiliki rekam jejak kuat di sektor pertanian ini dinilai sukses membuktikan kapasitasnya dalam mengawal berbagai program strategis ketahanan pangan nasional.

Sepanjang semester pertama 2025, Perum Bulog di bawah pengawasan langsung Sudaryono berhasil menyerap beras petani dalam jumlah besar. Tercatat, Bulog telah menyerap sebanyak 2.000.524 ton setara beras sepanjang tahun ini. Dengan tambahan serapan tersebut, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kini mencapai 3,7 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah pengadaan beras dalam negeri.

“Ini hasil kerja keras semua pihak, terutama para petani yang produksinya luar biasa. Semua petugas Bulog, dari pimpinan hingga petugas di lapangan, juga bekerja sangat keras,” ujar Sudaryono saat meninjau Sentra Penggilingan Padi Modern (MRMP) Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/5/2025).

Pengamat kebijakan dari Indeks Data Nasional(IDN), Syifak Muhammad Yus, turut mengapresiasi keputusan pemerintah menunjuk Sudaryono sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia. 

“Kepercayaan yang diberikan Pak Presiden ini sangat tepat. Wamentan Sudaryono tentu sangat memahami persoalan pupuk, dan sekarang dipercaya memimpin Pupuk Indonesia, ini portofolio komisaris yang paling pas. Kita berharap semua BUMN strategis ke depan diisi oleh orang yang benar-benar paham sektornya, seperti Wamentan Sudaryono dengan Pupuk Indonesia” ujar Syifak.

Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Sudaryono menegaskan bahwa PT Pupuk Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. 

“So far, pupuk hampir dipastikan tidak banyak kendala, tapi memang masih ada 1-2 hal yang perlu segera dibereskan,” tuturnya 

Penunjukan Sudaryono di posisi strategis ini diharapkan mampu memperkuat sinergitas. Sebab, keberhasilan ketahanan pangan bukan hanya soal produksi dan serapan hasil panen, tetapi juga ditentukan oleh ketersediaan input produksi yang stabil, mulai dari pupuk, benih, hingga alat mesin pertanian (alsintan).

Ke depan, sidaryono yang biasa disapa Mas Dar berkomitmen untuk memperkuat tata kelola distribusi pupuk nasional, mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi ke seluruh sentra produksi, dan memastikan seluruh kebutuhan petani terpenuhi tepat waktu.

Dengan pencapaian rekor serapan beras terbesar sepanjang sejarah serta komitmen kuat dalam memperbaiki tata kelola ekosistem pupuk nasional, Sudaryono dinilai siap mengawal fase penting Indonesia menuju swasembada beras berkelanjutan dan kemandirian pangan nasional.