Beranda blog Halaman 58

Ketua Harian DPN Tani Merdeka Indonesia: Presiden Prabowo Bawa Perubahan Cepat di Sektor Pertanian

0
Dian Supardiyanto Ketua Harian DPN Tani Merdeka Indonesia. (Tengah)
Dian Supardiyanto Ketua Harian DPN Tani Merdeka Indonesia. (Tengah)

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia menilai Presiden Presiden Prabowo Subianto membawa perubahan cepat di sektor pertanian. Sejumlah kebijakan dinilai langsung dirasakan petani di lapangan, mulai dari stabilnya harga gabah, serapan Bulog yang lancar, hingga pencapaian swasembada untuk beberapa komoditas strategis.

Ketua Harian DPN Tani Merdeka Indonesia, Dian Supardiyanto, mengatakan kondisi ini menjadi momentum kebangkitan petani yang selama ini termarginalkan.

Menurut dia, peran Tani Merdeka Indonesia menjembatani suara petani hingga sampai ke Presiden dengan cukup baik.

“Peran Tani Merdeka Indonesia sangat luar biasa untuk mendukung swasembada pangan. Support dari pemerintah saat ini juga luar biasa untuk para petani,” kata pria yang akrab disapa Dian, Jumat, 8 Agustus 2025.

Dian menyebutkan harga gabah kini stabil di kisaran Rp6.500 per kilogram dan langsung diserap Bulog, ini belum pernah dilakukan oleh siapapun.

Menurutnya, ini menjadi salah satu indikator bahwa kebijakan pemerintah berjalan di jalur yang tepat. Jagung sudah mencapai swasembada, sementara pupuk subsidi terdistribusi lebih terkontrol. Program swasembada gula pun sedang disiapkan.

Ia menegaskan, keberhasilan ini bukan semata angka di atas kertas. Petani di lapangan mulai merasakan perubahan. Selama bertahun-tahun mereka menghadapi fluktuasi harga yang merugikan, biaya produksi yang tinggi, dan distribusi pupuk yang tidak merata.

“Kita sebagai kaum petani sangat berterima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto yang saat ini benar-benar membantu para petani. Artinya, selama ini Tani Merdeka selalu menyuarakan kepentingan petani, dan itu tersampaikan ke Presiden,” ujar Dian.

Sejak berdiri, Tani Merdeka Indonesia memiliki misi mengangkat derajat dan martabat petani. Dian menilai, misi itu hanya bisa tercapai jika pemerintah mampu menata hilirisasi produksi di dalam negeri.

“Hilirisasi produksi itu wajib. Selama ini komoditas yang tidak bisa kita olah di dalam negeri langsung diekspor. Lalu kembali lagi ke Indonesia dengan harga mahal. Kami berharap di pemerintahan Pak Prabowo, program hilirisasi berjalan baik dan petani makin sejahtera,” kata Dian.

Ia mencontohkan, jika pengolahan hasil pertanian seperti jagung, gula, dan beras dilakukan di dalam negeri, nilai tambah akan langsung dirasakan petani. Lapangan kerja akan terbuka lebih luas, rantai distribusi lebih pendek, dan harga lebih terkendali.

Dian juga menilai, komitmen Presiden Prabowo pada kedaulatan pangan terlihat dari langkah cepat mengamankan pasokan, mengatur harga dasar, dan memperbaiki distribusi pupuk.

Menurutnya, kebijakan ini harus dilanjutkan dengan program pendampingan teknologi pertanian yang lebih masif.

Menurut Dian era pemerintahan Prabowo menjadi kesempatan untuk mengubah wajah pertanian Indonesia. Tani Merdeka Indonesia berharap program pemerintah tidak hanya menyentuh komoditas besar, tapi juga memperhatikan komoditas lokal yang menopang ekonomi desa.

“Kami ingin seluruh petani, dari Aceh sampai Papua, merasakan manfaat yang sama. Petani harus berada di posisi yang terhormat. Itu tujuan berdirinya Tani Merdeka Indonesia,” ujar Dian.

Dian mengaku Tani Merdeka Indonesia optimistis, jika kebijakan berjalan konsisten, Indonesia tidak hanya mencapai swasembada pangan, tetapi juga menjadi salah satu kekuatan pertanian dunia.[]

Ketua DPD Tani Merdeka Humbang Hasundutan: Program Presiden Prabowo Nyata untuk Petani

0
Hotlan Nainggolan, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Humbang Hasundutan
Hotlan Nainggolan, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Humbang Hasundutan

TANIMERDEKA – Petani di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara mulai merasakan dampak positif dari program Presiden Prabowo Subianto. Harga gabah Rp6.500 per kilogram, bantuan alat mesin pertanian, dan pupuk bersubsidi menjadi bukti nyata.

Hotlan Nainggolan, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Humbang Hasundutan, menyampaikan apresiasi tinggi.

“Kami mengpresiasi yang setinggi-tingginya atas program Presiden Prabowo Subianto tentang kedaulatan pangan Indonesia. Rencana ketahanan pangan itu ditindaklanjuti hingga terlaksana hilirisasinya. Masyarakat Humbang Hasundutan sangat menyambut riang kiranya secepatnya terealisasi di tengah-tengah masyarakat petani demi kemakmuran petani,” kata Hotlan Nainggolan, pada Jumat 8 Agustus 2025.

Ia yakin swasembada pangan dapat terwujud cepat di bawah kepemimpinan Prabowo.

“Meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Pak Prabowo Subianto, swasembada pangan akan segera terealisasi secepatnya. Meyakini juga bahwa di bawah kepemimpinan Pak Presiden Prabowo Subianto, arah pembangunan nasional akan bergerak menuju swasembada dan kemandirian pangan yang nyata,” kata Hotlan.

Selain mengapresiasi kebijakan nasional, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Kabupaten Humbang Hasundutan, agar turut aktif berperan membangun sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Para pemuda juga jangan malu jadi petani. Sudah saatnya sekarang mengubah cara pandang tentang petani. Kiranya petani muda milenial juga harus ambil peranan dalam mensukseskan swasembada pangan tersebut,” tegasnya.[]

Segelas Susu dari Lereng Puncak, Peternak Cisarua Dukung Swasembada Pangan Presiden Prabowo

0
Joe Salim Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Tani Merdeka Indonesia Cisarua
Joe Salim Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Tani Merdeka Indonesia Cisarua

TANIMERDEKA – Gerakan Minum Susu Nasional resmi dimulai. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan gizi masyarakat. Bagi peternak sapi perah di Puncak, Kabupaten Bogor, langkah ini memberi harapan baru.

Salah satu titik utama gerakan ini berada di Peternakan Sapi Perah Eriffarm, Jalan Citeko Panjang, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua. Di udara sejuk pegunungan, ratusan sapi perah dirawat untuk menghasilkan susu segar berkualitas.

Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Tani Merdeka Indonesia Cisarua, Joe Salim, menyampaikan mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto.

“Bagi kami di Cisarua, gerakan ini adalah bentuk nyata gotong royong untuk bangsa. Susu segar lokal bukan hanya menyehatkan, tapi juga menghidupi ribuan keluarga peternak. Ketahanan pangan dimulai dari hal sederhana, dan segelas susu setiap hari adalah langkah pasti menuju generasi sehat dan mandiri,” tegasnya.

Eriffarm lahir dari kolaborasi beberapa Kelompok Tani Ternak Sapi Perah (KTTSP) yang membentuk Kandang Koloni. Sistem ini menyediakan kandang layak dan terstandar untuk peternak di wilayah Puncak Cisarua.

“Dengan Kandang Koloni, para petani ternak tidak lagi terbebani biaya besar untuk membangun kandang sendiri. Mereka bisa fokus merawat sapi, meningkatkan kualitas susu, dan menambah populasi ternak. Inilah wujud nyata kemandirian pangan berbasis gotong royong,” ujar Joe.

Gerakan ini juga melibatkan kelompok tani dari 9 desa dan 1 kelurahan di Cisarua.

“Kita ingin pergerakan ini bukan hanya milik satu desa, tapi menjadi kebanggaan seluruh Kecamatan Cisarua. Dengan jaringan Poktan yang kuat, suplai susu segar akan stabil, pemasaran lebih luas, dan kesejahteraan peternak merata,” tambahnya.

Kecamatan Cisarua dikenal sebagai sentra susu segar di Jawa Barat. Kehadiran Eriffarm dan peternakan rakyat diyakini dapat meningkatkan suplai susu lokal, apalagi jika masyarakat menjadikannya bagian dari kebiasaan harian.

Gerakan Minum Susu Nasional tahun ini akan diisi dengan kegiatan seperti minum susu serentak di sekolah, edukasi gizi lewat program Susu Goes to School, Festival Kampung Susu, dan kampanye media sosial dengan tagar #SegelasSusuSejutaKetahanan.

“Kalau bukan kita yang membantu mensukseskan, mau tunggu dan berharap sama siapa lagi? Kita yang harus bekerja sama dalam menciptakan ketahanan pangan yang mampu menjaga stabilitas dan kemakmuran negara demi mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045 – Indonesia swasembada, petani sejahtera,” ujarnya.

Segelas susu dari Cisarua kini menjadi simbol perjuangan menuju Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaulat di bidang pangan.[]

Stafsus Wamentan Tinjau Pertanian dan Dengar Aspirasi Petani

0

TANIMERDEKA – Staf Khusus Wakil Menteri Pertanian RI, Nandang Sudrajat, berkunjung ke Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Kunjungan ini sekaligus menegaskan suara petani sebagai garda depan ketahanan pangan.

Ia meninjau penggunaan mesin Combine Harvester di lahan seluas sekitar 800 hektare. Lahan tersebut tersebar di lima desa yakni, Desa Mancagahar, Mandalakasih, Paas, Pameungpeuk, dan Sirnabakti.

Dalam kunjungan itu Nandang Sudrajat didampingi oleh Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Garut, H. Mamat Acek.

“Petani bukan sekadar pelaku tanam dan panen. Petani adalah penjaga peradaban pangan bangsa. Di Pameungpeuk ini, kami sudah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan gotong royong, petani mampu menjaga keberlanjutan pangan dari desa,” ujar H. Mamat.

Dia menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Terutama kepada Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, yang mengutus Staf Khusus untuk hadir langsung di tengah petani.

“Kehadiran Pak Nandang adalah tanda bahwa suara petani di Garut mulai didengar. Tapi perjuangan belum selesai. Yang kami butuhkan hari ini adalah alat, air, harga yang adil, dan perlindungan atas lahan. Dan itu hanya bisa dicapai jika semua pihak bergerak bersama,” tambahnya.

Mamat Acek menegaskan kedaulatan petani harus menjadi agenda utama negara.

“Kedaulatan petani adalah kunci kedaulatan pangan nasional. Maka dorongan, perlindungan, dan energi dari semua pihak harus disalurkan sekuat tenaga, bukan hanya janji, tapi aksi nyata,” tegasnya.

Ia meminta agar pemerintah tidak membiarkan petani berjuang sendirian. Terutama menghadapi tantangan perubahan iklim, kelangkaan pupuk, dan keterbatasan alat serta teknologi.

Kunjungan ini juga diisi dialog terbuka dengan petani dan tokoh masyarakat Garut Selatan. Aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan rekomendasi strategis di Kementerian Pertanian.[]

Janji Prabowo Terbukti, Jalan Serius Menuju Swasembada Pangan

0

Swasembada pangan selama ini hanya jadi slogan. Tiap pemerintahan bicara soal ketahanan pangan. Namun, kenyataan di lapangan masih jauh. Impor beras, gula, kedelai, dan daging tetap tinggi. Petani tetap menghadapi masalah klasik: pupuk langka, harga anjlok, dan lahan menyempit.

Kini, arah berubah. Presiden Prabowo Subianto tidak sekadar menjanjikan swasembada. Ia menunjukkan langkah konkret. Pernyataan bahwa Indonesia akan swasembada pangan dalam dua tahun bukan gimik. Ini janji politik yang sedang diwujudkan secara nyata.

Produksi beras nasional memang sempat turun. Namun, Presiden Prabowo tak mengeluh. Pemerintah justru mempercepat pencetakan lahan baru, menyiapkan teknologi pertanian modern, dan mempermudah akses pupuk bersubsidi. Volume subsidi dinaikkan menjadi 9,5 juta ton pada 2025. Regulasi rumit dipangkas. Petani bisa mengakses bantuan lebih cepat.

Program penyerapan gabah oleh Bulog diperkuat. Target dinaikkan menjadi 4 juta ton. Bulog turun langsung ke lapangan. Harga pembelian pemerintah (HPP) dinaikkan menjadi Rp6.500 per kilogram. Ini disambut gembira oleh petani. Negara benar-benar hadir.

Pemerintahan Prabowo bekerja dengan strategi. Tak lagi terjebak pada jargon politik. Pemerintah bicara melalui angka. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4 juta ton. Ini rekor tertinggi sejak Bulog berdiri. Capaian ini bukan hasil kebetulan. Ini buah dari kebijakan yang dirancang untuk hasil, bukan pencitraan.

Modernisasi pertanian menjadi fokus utama. Mekanisasi terus didorong. Teknologi tepat guna diperkenalkan ke petani. Program pelatihan diperkuat. Pemerintah paham: alat canggih tak akan berguna jika petani tidak dilibatkan sejak awal. Pendekatan teknologi harus disertai komunikasi.

Tani Merdeka Indonesia ikut bergerak. Ketua Umum DPN Tani Merdeka, Don Muzakir, memerintahkan seluruh kadernya turun ke lapangan. Mereka mendengar langsung keluhan petani. Laporan dari bawah disampaikan ke pusat. Tujuannya satu: memastikan program Presiden Prabowo sampai ke sawah dan ladang.

Rapat Pimpinan Nasional Tani Merdeka yang akan digelar 26–28 Agustus 2025 mendatang menjadi titik penting. Forum itu bukan sekadar rapat organisasi. Ini momen konsolidasi. Semua permasalahan pertanian akan dibedah. Tani Merdeka siap menjadi mitra kritis sekaligus pendukung setia program pangan nasional.

Petani mulai merasakan hasilnya. Mereka menerima bantuan alat mesin, bibit unggul, dan pupuk tepat waktu. Harga gabah stabil. Bulog hadir saat panen tiba. Tak ada lagi cerita gabah petani dibeli tengkulak dengan harga di bawah biaya produksi.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan bahwa setiap program harus menyentuh langsung kehidupan petani. Pemerintah membuka ruang dialog. Aspirasi petani tak dibiarkan mengambang. Kebijakan disusun berdasarkan suara dari bawah, bukan asumsi dari balik meja.

Kebijakan pangan Presiden Prabowo bukan wacana. Semua langkah diarahkan untuk satu tujuan: kemandirian. Pemerintah tahu, negara besar harus bisa memberi makan rakyatnya dari tanah sendiri. Ketahanan pangan bukan pilihan. Ini kebutuhan mutlak.

Pemerintah juga sadar, pangan bukan hanya soal angka. Ini soal keadilan sosial. Saat produksi naik dan harga menguntungkan, petani hidup lebih layak. Kemiskinan pedesaan bisa ditekan.

Data Bank Dunia menunjukkan, kenaikan 1 persen produktivitas beras menurunkan kemiskinan desa hingga 0,5 persen.

Indonesia tidak sedang membangun pencitraan. Indonesia sedang membangun sistem pangan yang tangguh. Pemerintahan Prabowo memimpin langsung. Ia tidak tinggal di balik meja. Ia turun, mengawasi, dan memastikan program berjalan.

Langkah-langkah yang dijalankan hari ini adalah pondasi. Jika konsisten, dua tahun cukup untuk membalikkan arah. Swasembada tak lagi mimpi. Ini bisa jadi kenyataan. Petani bisa sejahtera. Impor bisa dikurangi. Negara bisa berdiri dengan kepala tegak.

Pemerintahan Prabowo sedang mengubah sejarah. Untuk pertama kalinya, negara mengelola pangan dengan pendekatan lapangan, bukan retorika. Jika semua pihak bergerak bersama, dari petani hingga birokrat, maka swasembada bukan sekadar janji. Ini takdir baru yang sedang dibentuk.

Penulis

Zulkarnaini
Pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar: Kebijakan Pangan Prabowo Dukung Kesejahteraan Rakyat Kecil

0
Nahbani, S.I.Kom., Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Besar.
Nahbani, S.I.Kom., Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Besar.

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Besar, Nahbani, S.I.Kom., mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kedaulatan pangan.

Menurutnya, arah kebijakan pangan dan penentuan harga komoditas telah memberi dampak langsung bagi petani, termasuk di Aceh.

“Presiden Prabowo tahu betul keinginan para petani. Ia bukan hanya mendengar, tapi langsung bertindak dengan strategi yang konkret dan berpihak pada rakyat kecil,” ujar pria yang akrab disapa Pak Bhen, Kamis, 7 Agustus 2025.

Ia menilai program ketahanan pangan menunjukkan keseriusan pemerintah. Menurutnya, bantuan pertanian dari Kementerian Pertanian berupa Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), bibit, dan pupuk subsidi merupakan bukti nyata.

Nabhani yakin, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pembangunan nasional terus bergerak ke arah swasembada dan kemandirian pangan.

Menurutnya Presiden Prabowo sebagai sosok visioner. Prabowo dinilai memahami kedaulatan pangan menjadi kunci kemandirian bangsa.

“Beliau tahu jalannya, termasuk bagaimana mengelola sumber daya lokal dan mengintegrasikan teknologi modern ke dalam dunia pertanian,” tambahnya.

Menurut Nabhani sinergi antara pemerintah pusat dan daerah jadi sangat penting. Ia mendorong masyarakat Aceh aktif mengambil peran dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Aceh punya lahan luas, tanah yang subur, dan sumber daya manusia yang besar. Potensi ini harus dioptimalkan agar kita bisa berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Ia juga menyerukan agar generasi muda tidak menjauhi sektor pertanian. Paradigma lama, menurutnya, perlu diubah.

“Anak muda jangan malu jadi petani. Saatnya kita ubah cara pandang, karena pertanian sekarang adalah peluang besar, bukan pekerjaan kelas dua,” ujarnya dengan semangat.

Pemuda dan tokoh masyarakat di Aceh terus menunjukkan komitmen terhadap visi Presiden Prabowo. Mereka percaya Aceh mampu menjadi pusat produksi pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.[]

 

Indonesia dan Selandia Baru Teken Kerja Sama Teknologi Pertanian

0
Menteri Perdagangan, Pertanian, Investasi, dan Kehutanan Selandia Baru, Todd McClay saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (7/8/2025).
Menteri Perdagangan, Pertanian, Investasi, dan Kehutanan Selandia Baru, Todd McClay saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (7/8/2025).

TANIMERDEKA – Pemerintah Indonesia dan Selandia Baru resmi menandatangani kerja sama di bidang teknologi pertanian. Penandatanganan berlangsung di kantor Kementerian Pertanian, Kamis 7 Agustus 2025, antara dua menteri pertanian dari kedua negara.

Menteri Perdagangan, Pertanian, Investasi, dan Kehutanan Selandia Baru, Todd McClay, mengatakan Indonesia merupakan mitra utama dalam kerja sama ekonomi.

Ia menyambut kolaborasi di bidang pertukaran ide dan inovasi, terutama terkait swasembada pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami sepakat untuk bekerja sama di bidang teknologi pertanian dan pangan, untuk saling bertukar inovasi guna mendukung visi Presiden Prabowo Subianto yakni swasembada pangan dan MBG bagi pelajar serta sekolah,” kata Todd dalam konferensi pers di kantor Kementan.

Todd juga menyebutkan Selandia Baru mengagumi visi Presiden Prabowo terkait percepatan swasembada pangan.

Ia mengatakan upaya mengurangi impor produk pertanian yang sangat dibutuhkan masyarakat itu sangat penting.

“Ide tersebut menjadi suatu hal yang luar biasa dalam kepemimpinan Presiden Prabowo dan Mentan Amran terutama perubahan yang sangat cepat dalam produksi pangan sehingga masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi produktif dan juga memperkuat ketahanan pangan,” ujar Todd.

Sementera itu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan kerja sama ini dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan ini dirancang untuk menciptakan solusi yang saling menguntungkan.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan dalam perdagangan produk pertanian.

“Kami juga mendorong CPO (minyak kelapa sawit), karet, kakao, terutama kopi sehingga mereka bersedia meningkatkan ekspor produk itu,” ucap Amran.

Sebelumnya, pada 2016 lalu, hubungan pertanian Indonesia–Selandia Baru telah berjalan harmonis. Presiden Joko Widodo kala itu bertemu Perdana Menteri Selandia Baru, John Key, untuk membahas peningkatan akses pasar produk pertanian Indonesia, termasuk buah tropis seperti salak dan mangga.

“Kami membahas penguatan kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi. Yang pertama, peningkatan kerja sama investasi dan Selandia Baru menerima ekspor buah tropis, salak dan mangga untuk segera direalisasikan,” kata Presiden Jokowi saat memberi keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/7/2016) lalu.[]

Ketua DPW Tani Merdeka Aceh: Sikap Kenegarawanan Presiden Prabowo Patut Dicontoh

0
Cut Muhammad, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh.
Cut Muhammad, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh.

TANIMERDEKA – Langkah Presiden Prabowo Subianto memberi amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi ke Thomas Lembong dinilai sebagai sinyal kuat. Ia tidak menyimpan dendam politik kepada lawan-lawan di masa lalu.

Pernyataan ini disampaikan oleh Cut Muhammad, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh.

“Ini membuktikan bahwa Pak Presiden Prabwo tidak memiliki dendam politik yang dalam terhadap lawan-lawan politiknya di masa lalu. Beliau menunjukkan sikap negarawan yang sangat langka di republik ini,” ujar Cut Muhammad yang juga mantan relawan pemenangan Prabowo pada Pilpres 2024.

Menurut Cut Muhammad, keputusan itu mencerminkan kepemimpinan yang matang. Keputusan itu bukan hanya soal hukum, tapi juga pesan moral.

“Ini bukan hanya soal dua tokoh politik, tapi tentang cara negara menyembuhkan diri. Dan Pak Prabowo memberi contoh bahwa kekuasaan sejati adalah kemampuan untuk memaafkan,” lanjutnya.

Sikap Prabowo menuai respons beragam. Ada yang menyebutnya sebagai strategi politik. Ada juga yang menilai itu sebagai penguatan legitimasi moral di awal masa jabatan.

Amnesti untuk Hasto Kristiyanto, mantan Sekjen PDIP, dan abolisi bagi Thomas Lembong, ekonom yang sempat berseteru dengan kubu Prabowo, mengejutkan publik. Keduanya terjerat kasus politik yang menyita perhatian selama Pemilu 2024.

“Kami percaya, jika semangat rekonsiliasi ini diteruskan ke sektor-sektor strategis, masa depan Indonesia akan lebih solid,” pungkas Cut Muhammad.[]

Dukung Ketahanan Pangan Presiden Prabowo, DPW Tani Merdeka Kalsel Bentuk DPD Tapin, Sufian Noor Siap Pimpin

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan akan membentuk kepengurusan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tapin.

Pembentukan usai pertemuan Ketua DPW Tani Merdeka Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, dengan Sufian Noor, Wakil Bupati Tapin periode 2013–2018.

Dalam pertemuan itu, Alin Wijaya menyampaikan Sufian Noor akan dipercaya memimpin DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tapin.

“Beliau ini tokoh yang memahami kebutuhan petani di Tapin. Kami butuh pemimpin daerah yang punya pengalaman dan kedekatan emosional dengan masyarakat. Karena itu kami mengajak beliau untuk memimpin Tani Merdeka di Tapin,” ujar Alin Wijaya.

Alin menegaskan, pembentukan DPD ini menjadi bagian dari langkah strategis DPW Tani Merdeka Kalimantan Selatan dalam memperluas jejaring organisasi. Tujuannya untuk memperkuat barisan petani dan mendukung program nasional ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ke depan.

“Kami ingin Tani Merdeka hadir langsung di tengah petani. Bukan hanya di level provinsi, tapi juga sampai kabupaten dan kecamatan. Tapin adalah lumbung pangan penting, maka harus diperkuat,” ujar Alin.

Sufian Noor menyambut baik amanah yang diberikan. Ia menyatakan siap menggerakkan potensi petani di Tapin melalui Tani Merdeka.

“Petani Tapin harus naik kelas. Kita tidak bisa hanya bergantung pada pola lama. Tani Merdeka memberi ruang untuk bergerak bersama, membawa inovasi dan keberpihakan pada petani,” kata Sufian Noor.

DPW Tani Merdeka Kalimantan Selatan menargetkan pembentukan DPD di seluruh kabupaten dan kota dalam waktu dekat. Selain konsolidasi organisasi, mereka juga menyiapkan program pelatihan, peningkatan akses terhadap teknologi pertanian, dan advokasi kebijakan petani.

“Ini bukan soal organisasi semata. Ini soal masa depan pertanian dan pangan di Kalimantan Selatan. Kami ingin Tani Merdeka menjadi bagian dari solusi,” pungkas Alin Wijaya.

Direktur Eksekutif IDN: Belum Genap Setahun Prabowo Mampu Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

0
Syifak Muhammad Yus Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional
Syifak Muhammad Yus Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional

TANIMERDEKA – Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional, Syifak Muhammad Yus, menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada triwulan II 2025 yang mencapai 5,12%, ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan dari perubahan nyata di lapangan.

Hal ini disampaikan Syifak menyikapi kritik sejumlah pihak yang meragukan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

“Saya tidak masuk ke ranah debat kusir antar data. Karena kalau dasarnya tidak percaya pada BPS, lalu minta orang percaya data dia yang lembaganya tidak sekredibel BPS, ya itu kontraproduktif,” kata Syifak dalam keterangannya di Jakarta, pada Rabu, 7 Agustus 2025.

Menurut Syifak, capaian tersebut dapat dibuktikan dengan hadirnya program-program yang telah dijalankan oleh pemerintah yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurutnya berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi mikro dan kesejahteraan masyarakat bawah.

“Program MBG ini bukan cuma soal kasih makan. Ini ada dua sisi penting, memperkuat jaringan perlindungan social dibawah sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal di daerah-daerah,” jelas Syifak.

Bahkan, kata Syifak, bahan pangan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak diserap dari petani di desa dan diproses oleh dapur local di tiap daerah, dan melibatkan tenaga kerja hingga 47 orang per dapur. Hal ini tentu mempunyai dampak yang nyata bagi Masyarakat dan menciptakan efek domino ekonomi, mulai dari distribusi pangan, lapangan kerja, hingga perputaran uang di masyarakat akar rumput.

“Ini real redistribusi ekonomi. Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Jadi kalau masih bilang ekonomi kita lesu hanya karena lihat mall sepi, ya itu keliru total,” tegas Syifak.

Tak hanya itu, selain MBG, kata Syifak sektor pertanian juga sebagai bukti keberhasilan Presiden Prabowo dalam memperkuat ekonomi rakyat.

Ia menyebutkan kebijakan pembelian gabah oleh Bulog seharga Rp6.500 sebagai bentuk keberpihakan yang langsung terhadap petani dalam menaikkan nilai tukar petani (NTP).

“Jadi petani sekarang gak cuma kerja buat hari ini. Ada saving. Artinya apa? Ekonomi mereka mulai membaik. Apalagi kita sudah mencapai suasembada beras, belum lagi disektor kelautan Indonesia telah berhenti mengimpor garam untuk konsumsi rumah tangga, yang akan menjadi sinyal kuat bagi penguatan industri garam nasional, hal ini bukanlah sebagai mimpi belaka,” paparnya.

Disisi lain, lanjut Syifak, langkah pemerintah yang menghapus utang UMKM dan program subsidi upah Rp600.000 per bulan bagi pekerja dapat mendorong konsumsi rumah tangga dan mempertahankan usaha kecil agar tetap bertahan pasca-pandemi.

“Bayangkan berapa UMKM yang merasakan penghapusan utang, dan berapa banyak pekerja di Indonesia yang mendapatkan bantuan subsidi? Justru ini bentuk nyata dari pemerintah yang sangat nyata dan langsung dirasakan,” kata Syifak

Selain itu, Syifak juga mencatat nilai investasi nasional naik 6,99 tertinggi sejak 2021, menjadi bukti kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Namun lebih dari itu, ia menekankan pentingnya pemerataan sebagai tolak ukur keberhasilan.

“Ekonomi di Indonesia bukan soal di Jakarta saja. Saat ini mulai digerakkan program seperti Koperasi Desa Merah Putih, bahkan sampai ke wilayah-wilayah terpencil. Pemerataan itu nyata, bukan jargon semata, namun ini menjadi instrumen efektif untuk menghubungkan produksi lokal dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Syifak.

Namun, Syifak menyayangkan, dengan setumpuk program dan segudang gebrakan pemerintah dibawah komando Presiden Prabowo tersebut masih ada pihak-pihak yang kerap menuduh Presiden Prabowo tanpa dasar.

Ia menyebutkan mereka sebagai “antek-antek kapitalis” yang terganggu oleh kebijakan ekonomi yang kini lebih berpihak pada rakyat kecil, bukan korporasi besar.

“Indonesia bukan negara kapitalis. Kita jalan menuju ekonomi Pancasila yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945. Sangat jelas jika dilihat beberapa kinerja diatas, justru pemerintah hari ini bukan bekerja untuk konglomerat, tapi untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” kata Syifak.

Sebelumnya, BPS merilis pertumbuhan ekonomi triwulan II mencapai 5,12%, naik dari 4,87% pada triwulan I. Beberapa pengamat menyoal angka tersebut karena tidak adanya momentum besar seperti Lebaran pada kuartal II.

Padahal kenaikan angka tersebut seiring dengan berjalannya program-program prioritas dan strategis pemerintah yang sangat menyasar dan berpihak rakyat. Khususnya rakyat ditingkat ekonomi bawah. Jadi, kemajuan ekonomi bukan hanya soal angka-angka semata.[]