Beranda blog Halaman 58

Bertemu dengan Dinas Ketahanan Pangan, Tani Merdeka Semarang Bahas Harga Pangan dan Keamanan Makanan

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Semarang menggelar pertemua dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Rabu, 30 Juli 2025.

Pertemuan ini membahas sejumlah isu krusial terkait ketahanan pangan kota, termasuk harga pangan di tingkat pasar, kebersihan dan keamanan makanan, serta pemanfaatan makanan sisa yang masih layak konsumsi.

Pertemuan berlangsung di kantor Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang dan diterima langsung oleh Kepala Dinas, Endang Sarwiningsih. Dari Tani Merdeka Indonesia, hadir langsung Ketua DPD Tani Merdeka Semarang, Tera Anggrea Cita, didampingi jajaran pengurus lainnya.

Dalam pertemuan itu, Tani Merdeka menyampaikan komitmennya untuk ikut mengawal stabilitas harga pangan, terutama produk-produk lokal di pasar-pasar tradisional. Selain itu, mereka juga mendorong adanya kerjasama dalam mengawasi kebersihan dan keamanan makanan yang dijual di toko-toko dan pasar rakyat.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Semarang, Tera Anggrea Cita mengatakan masyarakat tidak hanya membutuhkan bahan pangan yang terjangkau, tetapi juga harus aman dan sehat.

“Kami ingin mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap kebersihan dan keamanan makanan yang beredar di pasar maupun toko. Makanan yang dikonsumsi masyarakat harus benar-benar sehat dan layak,” kata Tera.

Tera juga menyampaikan isu penting lain, yaitu soal pemanfaatan makanan sisa yang masih sangat layak konsumsi, terutama yang berasal dari restoran, hotel, katering, dan tempat usaha makanan lainnya.

“Masih banyak makanan dari restoran, hotel, dan katering yang belum tersentuh dan sangat layak konsumsi. Kami mendorong agar ini bisa dimanfaatkan dengan sistem yang baik, disalurkan ke panti asuhan atau masyarakat yang membutuhkan,” ujar Tera.

Menurutnya, sistem ini harus disiapkan bersama, sehingga distribusi makanan sisa layak konsumsi bisa berjalan teratur, terjamin kebersihannya, dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Ia juga menambahkan, program ini sekaligus merupakan bentuk nyata pengurangan limbah makanan (food waste) yang kini menjadi isu global.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, menyambut baik masukan dari Tani Merdeka. Ia mengakui isu harga pangan, keamanan makanan, dan pengelolaan makanan sisa merupakan tantangan yang perlu ditangani secara bersama-sama.

“Kami sangat apresiasi langkah Tani Merdeka. Apa yang disampaikan sangat sejalan dengan misi kami untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Semarang. Kami siap bekerja sama dalam mengawasi pasar dan mengembangkan program distribusi makanan sisa yang layak konsumsi,” kata Endang.

Ia menambahkan, pihaknya juga terbuka untuk membangun sistem pengawasan berbasis komunitas, di mana organisasi seperti Tani Merdeka bisa berperan aktif melakukan pengawasan di tingkat pasar dan lingkungan.

Selain itu, pertemuan juga membahas upaya pengendalian inflasi dari sektor pangan. Endang menyebutkan, produk lokal harus terus diberdayakan dan dipromosikan agar masyarakat lebih memilih hasil pertanian lokal, sehingga dapat menekan ketergantungan terhadap produk luar daerah.[]

Don Muzakir: Kebijakan Pupuk Subsidi Pemerintah Menjawab Keresahan Petani

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam menjamin ketersediaan pupuk subsidi di tengah lonjakan harga pupuk global. Ia menilai kebijakan yang ditempuh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian merupakan jawaban atas keresahan petani terkait tingginya biaya produksi.

“Kita tahu harga pupuk dunia sedang tidak stabil, dan ini sangat berdampak ke petani di lapangan. Tapi sekarang pemerintah sudah ambil langkah yang tepat, bahwa ketersediaan pupuk subsidi tidak lagi dibatasi anggaran, melainkan volume,” ujar Don Muzakir, Selasa (29/7/2025).

Menurutnya, pendekatan berbasis volume yang diterapkan pemerintah adalah bentuk keberpihakan nyata kepada petani.

“Ini bentuk keberanian pemerintah dalam mendengar dan menindaklanjuti keluhan petani. Kita mendukung penuh kebijakan ini, karena sangat realistis dan memang dibutuhkan,” ujarnya.

Don juga menekankan pentingnya pengawasan dalam distribusi pupuk agar benar-benar sampai ke tangan petani.

“Pemerintah sudah memberi ruang dan kepastian. Sekarang tinggal bagaimana distribusinya diawasi bersama, agar tepat sasaran,” pungkas Don Muzakir.

Dorong Percepatan Program Normalisasi Lahan, Tani Merdeka Aceh Tenggara Bertemu dengan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara bersama Kepala Dinas Pertanian setempat bertemu Kepala Badan Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian Provinsi Aceh, Dr. Rachman Jaya, S.Pi., M.Si. Pertemuan berlangsung di sela kunjungan kerja BRMP ke wilayah pertanian Aceh Tenggara, Senin, 28 Juli 2025.

Diskusi fokus pada percepatan program normalisasi lahan yang menjadi kebutuhan mendesak petani di Aceh Tenggara.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara, Jeri Alastra, menyampaikan langsung kondisi lapangan kepada BRMP. Ia menekankan perlunya dukungan teknis dan percepatan implementasi program.

“Kami berharap pemerintah melalui BRMP bisa mempercepat normalisasi lahan, khususnya di wilayah yang terdampak banjir dan sedimentasi. Petani butuh lahan produktif agar panen tidak terus merugi. Ini penting untuk ketahanan pangan lokal,” kata Jeri.

Sementara itu Kepala BRMP Provinsi Aceh, Dr. Rachman Jaya, menanggapi langsung harapan tersebut. Ia menyatakan BRMP siap menindaklanjuti hasil kunjungan ini.

“Kami akan menurunkan tim untuk melakukan verifikasi teknis. Data dan masukan dari Tani Merdeka sangat penting. Kami tidak ingin program ini hanya berhenti di rapat, tapi harus sampai ke petani,” ujar Rachman.

Ia juga menegaskan bahwa program modernisasi dan normalisasi lahan akan diarahkan sesuai dengan kebutuhan daerah.[]

Petani Kesulitan Air, Tani Merdeka Bireuen Tinjau Lahan Sawah di Peusangan Siblah Krueng

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen turun langsung ke lahan sawah tadah hujan di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen. Mereka ingin memastikan kebutuhan air irigasi bagi petani terpenuhi.

Petugas dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen ikut mendampingi. Kelompok tani juga hadir dalam kunjungan ini.

Ketua DPD Tani Merdeka Bireuen, Azhari, meninjau langsung ke lokasi lahan sawah petani. Ia bersama pengurus mendengar langsung keluhan para petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan.

“Kami temui petani langsung di sawah. Mereka mengaku sudah beberapa kali gagal panen karena tidak cukup air,” kata Azhari.

Menurutnya, para petani berharap pemerintah dan semua pihak memberi perhatian serius terhadap masalah air irigasi ini.

“Mereka minta bantuan sumur dalam, sumur bor, dan jaringan pipa. Ini harapan mereka agar ke depan bisa bercocok tanam dengan tenang,” ujar Azhari.

Ia menegaskan, Tani Merdeka Indonesia terus mengawal aspirasi petani dan menyampaikan kebutuhan itu kepada instansi terkait.

“Ini bukan soal proyek. Ini soal kebutuhan dasar petani yang tidak boleh diabaikan,” ucapnya.

Azhari menilai solusi air yang permanen sangat mendesak. Dengan air yang cukup, petani bisa menanam tepat waktu dan hasil panen akan lebih terjamin.[]

Pemerintah Pangkas 145 Aturan Distribusi Pupuk, Produksi Beras Naik Signifikan

0

Tani Merdeka – Pemerintah terus mendorong penguatan sektor pertanian dengan melakukan langkah strategis melalui deregulasi kebijakan distribusi pupuk. Sebanyak 145 aturan yang selama ini dinilai menghambat distribusi dipangkas demi mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi langsung ke tangan petani.

“Pemerintah melakukan deregulasi dengan memangkas 145 aturan yang meningkatkan kendala dalam distribusi pupuk. Dengan demikian, distribusi pupuk bersubsidi dapat berjalan langsung ke petani, tepat waktu dan tepat waktu tanam,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III, Senin (28/7/2025).

Langkah ini terbukti berdampak positif terhadap sektor pangan. Produksi beras nasional tercatat mengalami peningkatan signifikan sebesar 13,2 persen secara kuartalan, mencapai 19,09 juta ton pada periode Januari hingga Juni 2025.

“Hal ini menopang produksi beras yang meningkat hingga 13,2 persen secara kuartalan (c-to-c), hingga mencapai 19,09 juta ton pada periode Januari hingga Juni 2025,” lanjut Sri Mulyani.

Tak hanya itu, pertumbuhan sektor pertanian khususnya pada subsektor tanaman pangan juga menunjukkan performa yang kuat. Pada triwulan pertama 2025, sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,52 persen secara tahunan (year-on-year).

“Dengan kinerja di sektor tanam panganan beras tersebut maka pertumbuhan sektor pertanian agrikultur di triwulan 1 2025 mencapai 10,52 persen year on year,” tambahnya.

Sebagai dampak dari lonjakan produksi dan distribusi yang lebih efisien, cadangan beras nasional yang dikelola oleh Perum Bulog pun mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. “Cadangan beras di Bulog juga mencatatkan tertinggi dalam sejarah,” tutup Sri Mulyani.

Langkah deregulasi ini menjadi sinyal positif bahwa upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus berlanjut dan menunjukkan hasil yang nyata.

 

Harga Pupuk Dunia Menggila, Sudaryono: Pupuk Subsidi Kini Berdasarkan Volume, Bukan Anggaran

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjamin ketersediaan pupuk subsidi. Langkah ini diambil saat harga pupuk non-subsidi melonjak di pasar global.

Ia merespons kekhawatiran petani yang terbebani biaya produksi akibat harga pupuk yang tak terkendali. Kenaikan ini dipicu sejumlah faktor dari negara-negara produsen pupuk.

Harga pupuk naik karena kondisi dunia tidak stabil. Konflik antarnegara, fluktuasi harga gas alam, dan pembatasan ekspor pupuk jadi penyebab utamanya.

Sudaryono menegaskan, kebijakan baru di bawah Presiden RI Prabowo Subianto memberi kepastian bagi petani. Pupuk subsidi akan tersedia dalam jumlah memadai, tidak lagi dibatasi anggaran.

“Presiden Prabowo telah memutuskan bahwa untuk pengadaan pupuk dalam rangka kepentingan petani seluruh Indonesia, pupuk subsidi itu tidak berdasarkan anggaran, tapi berdasarkan volume,” ujar Sudaryono yang juga Pembina Tani Merdeka Indonesia, pada Selasa, 29 Juli 2025.

“Jadi, harga bahan baku di dunia naik atau turun itu tidak menjadi masalah, karena anggarannya akan menyesuaikan dengan volume yang diberikan kepada petani. Dengan demikian, jaminan mendapatkan pupuk subsidi dalam kuantitas atau volume yang cukup sudah menjadi komitmen pemerintah,” tegasnya.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tengah Gelar Rapimda, Bahas Potensi Kopi hingga Hortikultura

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) pada Senin 29 Juli 2025 malam.

Seluruh pengurus DPD Tani Merdeka Aceh Tengah hadir. Agenda ini menjadi momen konsolidasi organisasi dan pembahasan arah kerja ke depan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, memimpin langsung jalannya rapimda tersebut.
Ia menilai Aceh Tengah memiliki potensi besar di sektor pertanian.

“Kita ingin Tani Merdeka jadi motor perubahan. Petani di Aceh Tengah butuh dukungan nyata, bukan sekadar janji,” kata Cut Muhammad di hadapan peserta rapimda.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani.

“Petani jangan dibiarkan bergerak sendiri. Harus ada organisasi yang mengarahkan, seperti Tani Merdeka. Kita siap kawal,” tegasnya.

Cut Muhammad juga mengapresiasi semangat para pengurus di Aceh Tengah. Ia mengingatkan bahwa ini bagian dari cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan program ketahanan pangan yang kemudian menjadi kepentingan dan mensejahterakan petani juga.

“Kita melihat energi luar biasa dari pengurus di sini. Ini modal kuat untuk memperjuangkan hak-hak petani,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, Eka Saputra, mengatakan rapimda ini membahas program kerja dan potensi pertanian local yang bisa dikembangkan untuk menwujudkan kesejahteraan petani.

“Rapimda ini kami gunakan untuk menyusun arah kerja ke depan. Kami bahas pengembangan kopi Gayo yang sudah terkenal di dunia,” kata Eka.

Menurutnya, kopi Gayo bukan satu-satunya potensi di Aceh Tengah, banyak potensi lain yang bisa dikembangkan dan digarap di Aceh Tengah.

“Selain kopi, kami juga punya komoditas lain seperti alpukat, tomat, dan berbagai jenis tanaman hortikultura. Semua ini punya peluang besar jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Eka menegaskan, petani lokal masih menghadapi banyak tantangan.

“Masih banyak lahan produktif yang belum optimal. Petani juga masih kesulitan akses ke pasar dan modal,” jelasnya.

DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, lanjut Eka, siap bekerja sama dengan pemerintah daerah dan investor yang ingin terlibat secara adil dan berkelanjutan.

“Tujuan kita satu: meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Eka.[]

Petani Sulit Air Irigasi, Tani Merdeka Polewali Mandar Usulkan Pembangunan ke Pusat

0

TANIMERDEKA – Pengurus Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, turun langsung ke lapangan bersama aparat dan pemerintah kelurahan. Mereka mendata dan memotret titik koordinat calon lokasi pembangunan irigasi tersier.

Lokasi yang diusulkan berada di wilayah Sulewatang, kawasan irigasi di bawah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Assamaleuang. Rencana ini akan diajukan ke pemerintah pusat sebagai bagian dari perbaikan infrastruktur pertanian.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Polewali Mandar, Muchlis Syukur, menyatakan usulan ini telah diteruskan ke tingkat pusat.

“Usulan pembangunan irigasi ini sebenarnya telah sampai ke tingkat pusat, tepatnya di DPN (Dewan Pimpinan Nasional) TMI. Kini, harapan besar datang dari masyarakat agar proses tersebut segera ditindaklanjuti,” kata Muchlis.

Para petani di Sulewatang mengeluhkan kondisi saluran air yang belum permanen. Saat musim hujan tiba, pematang sawah kerap jebol. Air meluap dan merendam lahan pertanian. Banjir terjadi berulang. Petani gagal panen.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar. Ketahanan pangan warga terancam. Ekonomi petani terpukul.

Masyarakat berharap pembangunan irigasi tersier permanen bisa segera terwujud. Petani ingin hasil panen meningkat dan kerugian akibat banjir tak lagi terulang.[]

DPD Tani Merdeka Langkat Hadiri Rakerwil Sumut, Don Muzakir Dorong Konsolidasi dan Kolaborasi Petani

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Langkat mengikuti Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Acara digelar di Inna Grand Hotel, Sabtu, 26 Juli 2025.

Rakerwil dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir. Turut hadir Ketua DPW Tani Merdeka Sumut, jajaran Wanita Tani Merdeka Indonesia, dan pengurus DPD dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Hadir pula Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, Bobby O Zulkarnain. Kadis Ketapang Provinsi Sumut mewakili Gubernur. Perwakilan dari Wali Kota Medan juga turut hadir. Selain itu, hadir pengurus HIPTANI, Pemuda Tani Indonesia, HKTI, KTNA, dan Perum Bulog Wilayah Sumut.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumut, Muhammad Husni, menyampaikan Tani Merdeka hadir untuk memperjuangkan kesejahteraan petani. Organisasi ini bertujuan menciptakan petani yang inovatif dan berkembang.

“Konsolidasi dari tingkat provinsi hingga desa sangat penting. Rakerwil ini adalah bentuk nyata konsolidasi untuk mengawal dan mewujudkan program Presiden RI Prabowo Subianto tentang ketahanan pangan. Tujuannya untuk menciptakan petani yang sejahtera,” ujar Husni.

Ia menambahkan, Tani Merdeka Sumut memiliki pengurus yang kuat, terdiri dari akademisi dan praktisi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi dan jabatan di tingkat DPD kabupaten/kota.

“Tinggal bagaimana kita jalankan ini dengan tulus dan kerja keras. Kita tahu ini tidak mudah, tapi kalau dikerjakan bersama, pelan-pelan bisa terwujud,” ujarnya.

Husni juga mengajak seluruh pengurus bersinergi dengan pemerintah untuk menjalankan program hilirisasi komoditas pertanian. Ia menutup sambutan dengan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir.

Sambutan Gubernur Sumatera Utara dibacakan oleh Kadis Ketapang Provinsi. Dalam sambutannya, Pemprov Sumut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Rakerwil ini. Pemerintah provinsi menyatakan siap bersinergi dengan Tani Merdeka untuk mewujudkan ketahanan pangan di Sumatera Utara.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menekankan pentingnya percepatan kolaborasi dengan kelompok tani. Tujuannya untuk menampung aspirasi petani secara langsung.

“Semua ini akan kita bahas di Rapat Pimpinan Nasional yang mungkin akan kita laksanakan bulan depan. Organisasi harus pro aktif ke masyarakat untuk membuat permohonan-permohonan apa-apa saja yang diperlukan atau dibutuhkan sesuai wilayah masing-masing,” ujar Don Muzakir.

Ia juga mengingatkan pentingnya gerak bersama. Menurutnya, organisasi bukan hanya soal struktural, tetapi menyangkut keberpihakan kepada nasib petani.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tengah Resmi Dilantik, Cut Muhammad: Aceh Tengah Pusat Kopi di Aceh

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah resmi dilantik, Senin, 28 Juli 2025. Pelantikan berlangsung khidmat di Aceh Tengah dan dipimpin langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad.

Pelantikan dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah Drs. H. Haili Yoga, Wakil Bupati Muchsin Hasan, Kapolres Aceh Tengah, Dandim Aceh Tengah, unsur Forkopimda, sejumlah kepala dinas, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh politik, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Cut Muhammad dalam sambutannya menekankan pentingnya Aceh Tengah sebagai salah satu lumbung pangan di Aceh. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terhadap pelantikan ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, dan Dandim yang telah hadir dan memberikan dukungan penuh. Ini bukti bahwa petani di Aceh Tengah tidak bekerja sendiri,” ujar Cut Muhammad.

Cut Muhammad menyebutkan potensi unggulan daerah, terutama di sektor kopi, yang sudah mendunia. Selain kopi, Aceh Tengah juga memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas lain seperti kentang dan hortikultura.

“Kopi Gayo sudah dikenal dunia. Kami memandang ini harus terus dikembangkan melalui kolaborasi yang terencana. Selain itu, Aceh Tengah juga kaya dengan komoditas lain seperti kentang, sayuran dataran tinggi, dan hortikultura. Ini kekuatan besar bagi daerah,” kata Cut Muhammad.

Cut Muhammad juga menyampaikan pelantikan ini adalah bagian dari konsolidasi organisasi dalam mendukung agenda besar ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sepakat mendukung pengembangan potensi daerah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Tani Merdeka menjadi bagian dari kekuatan rakyat untuk wujudkan kedaulatan pangan dari daerah,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Tengah yang baru dilantik, Eka Saputra, menyampaikan komitmennya dalam menggerakkan organisasi berbasis petani. Ia menegaskan pengurus yang dilantik berasal dari latar belakang yang benar-benar paham kondisi pertanian di lapangan.

“Kami tidak akan sekadar jadi organisasi seremonial. Kami akan turun ke sawah, ke kebun, berdiskusi dengan petani. Kami ingin menjadi perpanjangan tangan bagi petani Aceh Tengah agar suara mereka didengar,” kata Eka Saputra.

Ia menyebutkan program prioritas yang akan dijalankan meliputi pendampingan petani kopi, pengembangan pertanian organik, dan peningkatan akses pasar hasil pertanian lokal.

“Petani harus naik kelas. Itu target kami. Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk membuka akses teknologi, permodalan, dan pasar,” ujarnya.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dalam sambutannya menyambut baik keberadaan Tani Merdeka di wilayahnya. Ia menilai Tani Merdeka bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai tantangan di sektor pertanian.

“Petani adalah pilar ekonomi daerah. Jika Tani Merdeka hadir dengan semangat membangun, kami siap bersinergi. Kami ingin Aceh Tengah tidak hanya dikenal karena kopinya, tapi juga sebagai pusat inovasi dan ketahanan pangan,” tutur Haili Yoga.

Ia juga menyampaikan harapan agar Tani Merdeka bisa menjadi ruang belajar, diskusi, dan kerja nyata bagi generasi muda agar mau kembali ke sektor pertanian.

“Pertanian jangan hanya dilihat sebagai masa lalu. Pertanian adalah masa depan. Kita butuh anak muda untuk hadir sebagai petani masa kini yang cerdas dan berdaya saing,” pungkasnya.[]