Beranda blog Halaman 57

Kelompok Tani Binaan DPD Tani Merdeka Kubu Raya Terima Bantuan Traktor Roda 4

0

TANIMERDEKA – Dua unit traktor roda empat diserahkan kepada kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bantuan ini berasal dari Kementerian Pertanian diserahan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya.

Penyaluran alat dan mesin pertanian ini bertujuan mendukung percepatan pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi produksi di tingkat petani.

Kelompok tani ini merupakan binaan DPD Tani Merdeka yang selama ini aktif mengelola pertanian di wilayah Kubu Raya.

Sekretaris DPD Tani Merdeka Kubu Raya, Endi Suryadi, turun mendampingi langsung proses serah terima bantuan itu.

Endi Suryadi mengatakan, bantuan ini salah satu hasil kerjasama antara kelompok tani dengan Tani Merdeka Indonesia, dan pemerintah.

“Syukur, kelompok tani binaan kami menerima bantuan traktor dari Kementerian Pertanian. Ini hasil dari komunikasi yang terus kami bangun dengan dinas terkait dan kementerian. Kami kawal sejak awal proses pengajuan sampai disalurkan langsung ke petani,” ujar Endi.

Endi menegaskan DPD Tani Merdeka Indonesia berperan aktif mengusulkan kebutuhan petani kepada pemerintah. Tidak hanya soal alat, tetapi juga menyangkut pupuk, benih, pelatihan, dan akses pembiayaan.

“Kami tidak hanya mendorong petani agar produktif, tapi juga membantu mengatasi hambatan-hambatan teknis di lapangan. Bantuan traktor ini menjadi contoh nyata bahwa perjuangan organisasi tidak berhenti di wacana, tapi sampai ke tindakan nyata,” tegas Endi.

Ia juga berharap petani yang menerima traktor bisa merawat dan memanfaatkannya secara maksimal.

“Traktor ini bukan untuk diparkir. Harus digunakan sebaik-baiknya demi kepentingan bersama. Kami juga mendorong sistem bergiliran antaranggota agar semua petani merasakan manfaatnya,” kata dia.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, yang membantu kelompok tani,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Awalludin, menegaskan pihaknya terus berupaya mendukung peningkatan kapasitas petani.

“Penyaluran alat dan mesin pertanian ini adalah salah satu bentuk konkret dukungan kami terhadap kelompok tani yang aktif. Kami melihat Tani Merdeka sebagai organisasi yang serius membina petani. Maka, ketika ada usulan dari mereka, kami respons cepat,” ujar Awalludin.

Ia menjelaskan, bantuan traktor ini menjadi bagian dari program nasional untuk meningkatkan mekanisasi pertanian. Pemerintah daerah hanya bertugas menyalurkan secara tepat kepada petani yang memang aktif di lapangan.

“Kami ingin alat ini tidak hanya dimiliki, tapi benar-benar digunakan. Kami harap bisa meningkatkan luas olah lahan dan efisiensi tenaga kerja di desa-desa,” lanjutnya.

Awalludin juga membuka ruang kerjasama dengan berbagai organisasi petani.

“Kami terbuka terhadap kerja sama dengan siapa pun yang mau turun tangan membina petani. Selama itu untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani, kami akan dukung,” tegasnya.

Bantuan traktor ini disambut antusias oleh kelompok tani penerima. Para petani menyatakan siap mengelola alat tersebut dengan sistem pinjam pakai antaranggota agar bisa digunakan secara bergilir.

“Kami tidak berhenti di bantuan ini. Kami akan lanjut dengan program pelatihan, pendampingan, bahkan akses permodalan dan pemasaran. Kami ingin petani Kubu Raya bisa mandiri dan punya daya saing,” pungkas Endi.[]

Don Muzakir: Tani Merdeka Jangan Terprovokasi, Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo untuk Rakyat

0
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menginstruksikan seluruh pengurus dan kader Tani Merdeka Indonesia dari tingkat pusat hingga desa untuk tidak terpengaruh dengan gerakan kelompok yang mencoba mengganggu stabilitas pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Don Muzakir menegaskan Tani Merdeka Indonesia ini lahir dan bergerak untuk membela petani, bukan menjadi alat politik untuk menggoyang pemerintahan sah hasil Pemilu 2024.

“Jangan terprovokasi dengan manuver kelompok-kelompok yang sengaja memainkan isu negatif untuk menggiring opini publik agar menjatuhkan Presiden Prabowo. Mereka yang mencoba mengacaukan situasi hanyalah sekelompok elite yang kecewa dan haus kekuasaan. Mereka tidak pernah peduli pada nasib petani, mereka hanya peduli pada kepentingan pribadi,” tegas Don Muzakir, di Jakarta, pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Don Muzakir menyebutkan, Tani Merdeka Indoesia akan tetap solid mendukung program-program strategis pemerintah, terutama yang menyentuh langsung kehidupan petani dan rakyat kecil.

Ia menilai komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam urusan ketahanan pangan, pembangunan pertanian berbasis teknologi, dan peningkatan kesejahteraan petani adalah langkah konkret yang harus dikawal bersama oleh seluruh elemen bangsa, termasuk Tani Merdeka Indonesia.

“Tugas kita bukan ikut-ikutan gaduh. Tugas kita menjaga agar program ketahanan pangan Presiden berjalan. Kita kawal agar petani mendapatkan akses teknologi, modal, pupuk, dan pasar. Kita bantu pemerintah memberantas mafia pangan dan menjamin ketersediaan pangan nasional. Itu garis perjuangan kita,” ujar Don dengan nada tegas.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus Tani Merdeka di seluruh Indonesia untuk tetap fokus bekerja mendampingi petani. Menurutnya, saat ini bukan waktunya membuang energi untuk meladeni narasi provokatif yang tidak berpijak pada kepentingan rakyat.

“Kami tidak akan ikut dalam gerakan-gerakan politik yang tidak berpihak pada rakyat. Kami lahir bukan untuk kepentingan elit, tapi untuk memperjuangkan hak-hak petani, nelayan, buruh tani, dan masyarakat akar rumput. Siapa pun yang mencoba mengganggu pemerintahan pak Prabowo, secara langsung juga mengganggu cita-cita besar Tani Merdeka dalam menciptakan keadilan pangan,” tambah Don.

Don juga menyatakan bahwa struktur Tani Merdeka Indonesia saat ini sudah terbentuk di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Bahkan hingga level kecamatan dan desa, kader-kader Tani Merdeka telah aktif mendampingi kelompok tani, mengedukasi petani tentang teknologi pertanian, dan mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Ia menegaskan kembali Tani Merdeka Indonesia adalah pasukan terdepan dalam revolusi pangan Indonesia, bukan bagian dari orkestra elite yang ingin menggagalkan perubahan.

“Kita ini petarung. Kita pejuang pangan. Kita bukan pion dalam permainan elit-elit politik yang sedang frustrasi. Kita akan terus bergerak bersama Presiden Prabowo membangun negeri ini dari sawah, ladang, dan kebun. Tidak ada waktu untuk ikut-ikutan gaduh,” pungkas Don Muzakir.[]

Tani Merdeka Tanggamus Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kota Agung Barat

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Tanggamus, Lampung, menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Pekon Negara Batin, Kecamatan Kota Agung Barat, pada Kamis, 31 Juli 2025.

Banjir yang terjadi beberapa hari sebelumnya telah menyebabkan kerusakan fisik pada rumah warga dan infrastruktur lingkungan.

Sejumlah rumah terendam air dan akses jalan terganggu. Masyarakat terdampak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, terutama bahan pangan.

Bantuan yang disalurkan DPD Tani Merdeka berupa beras, telur, dan mi instan. Bantuan ini dibawa langsung ke Posko Kesehatan Darurat Bencana di UPTD Puskesmas Negara Batin.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPD Tani Merdeka Tanggamus, Isralludin, dan diterima langsung oleh Kepala Pekon Negara Batin, Mirza YB.

“Kami datang untuk menyerahkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Ini bentuk tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa petani juga hadir saat masyarakat membutuhkan,” ujar Isralludin saat berada di lokasi, pada Kamis, 31 Juli 2025.

Isralludin menambahkan bantuan ini bukan hanya wujud kepedulian organisasi, tetapi juga bentuk nyata kehadiran Tani Merdeka di tengah masyarakat.

“Banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memengaruhi semangat mereka. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang mereka rasakan,” lanjutnya.

Selain Isralludin, pengurus lain yang turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Bendahara DPD Tani Merdeka Tanggamus, Bonar Margian.

Ia menyampaikan harapan agar bantuan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

“Kami memahami bahwa dalam situasi seperti ini, kebutuhan utama adalah pangan. Kami datang membawa apa yang kami bisa. Kami juga berharap masyarakat segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Bonar.

Ia menyebutkan DPD Tani Merdeka Tanggamus akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pekon dan tim relawan, untuk memantau situasi dan memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.

Sementara itu, warga terdampak banjir menyambut baik kehadiran Tani Merdeka. Mereka mengaku masih sangat membutuhkan bantuan, terutama dalam bentuk logistik, obat-obatan, dan perbaikan fasilitas umum.

Kepala Pekon Negara Batin, Mirza YB, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengakui saat ini bantuan masih terbatas dan belum mencakup seluruh kebutuhan warga.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Tani Merdeka. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang dalam masa sulit,” ucap Mirza.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan secara lebih luas. Menurutnya, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dari lembaga swadaya masyarakat.

Ia meminta perhatian lebih dari instansi terkait, terutama untuk membantu proses pemulihan rumah-rumah warga dan fasilitas umum yang rusak.[]

Don Muzakir: Petani Harus Ramah Teknologi, Ini Masa Depan Pertanian Indonesia

0
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan transformasi pertanian nasional hanya bisa dicapai bila para petani siap dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Don Muzakir menyebutkan, era pertanian konvensional yang hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun kini harus beriringan dengan pendekatan ilmiah, data, dan pemanfaatan teknologi digital secara aktif di lapangan.

“Petani ramah teknologi bukan lagi pilihan, tapi sebuah keharusan. Jika kita ingin bicara soal swasembada pangan, efisiensi produksi, hingga daya saing global, maka kita tidak bisa lepas dari keterlibatan teknologi secara menyeluruh di sektor pertanian,” kata Don Muzakir, Kamis, 31 Juli 2025.

Ia menambahkan, Tani Merdeka Indonesia melihat langsung bagaimana petani yang mulai menggunakan teknologi, mulai dari aplikasi pemantauan cuaca, sensor kelembaban tanah, drone pemetaan lahan, hingga platform digital pemasaran hasil panen mengalami peningkatan hasil panen dan keuntungan yang signifikan.

“Kami mendatangi langsung para petani binaan di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Kami melihat perubahan pola pikir yang luar biasa. Ketika petani sudah paham manfaat teknologi, mereka mulai mengurangi ketergantungan pada cara-cara lama yang tidak lagi efektif. Ini yang kami dorong terus,” ujar Don Muzakir.

Menurutnya, teknologi pertanian kini hadir dalam bentuk yang lebih mudah dijangkau oleh petani kecil. Ia mencontohkan penggunaan irigasi tetes berbasis sensor yang dapat menghemat air dan pupuk secara signifikan, atau aplikasi manajemen pertanian yang bisa memberikan notifikasi waktu tanam dan panen terbaik berbasis data cuaca dan kondisi tanah.

“Teknologi pertanian kini tidak harus mahal dan rumit. Yang dibutuhkan adalah komitmen bersama untuk mengenalkan dan mendampingi petani agar tidak takut mencoba hal baru. Di sinilah peran organisasi seperti Tani Merdeka, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha,” jelas Don Muzakir.

Ia juga menyebutkan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah untuk mempercepat digitalisasi pertanian. Mulai dari subsidi teknologi tepat guna, pelatihan berkelanjutan, hingga integrasi program bantuan dengan platform digital.

“Kami sangat berharap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono bisa terus memperkuat program-program yang menyasar pada pemanfaatan teknologi di kalangan petani. Bukan hanya alat dan aplikasi, tapi juga ekosistem yang mendukung seperti infrastruktur internet di desa, pelatihan operator teknologi lapangan, dan pembukaan akses pasar berbasis digital,” tegasnya.

Don Muzakir mengaku Tani Merdeka Indonesia terus menjadi garda terdepan dalam mendorong petani melek teknologi melalui berbagai program edukasi dan kemitraan. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan kampus pertanian dan startup agritech untuk membuat program inkubasi bagi petani muda.

“Kami ingin lahir generasi petani baru yang bukan hanya paham cara bertani, tapi juga bisa membaca data, menggunakan perangkat cerdas, dan tahu bagaimana mengekspor produknya lewat platform digital. Ini masa depan yang harus kita bangun bersama,” pungkas Don Muzakir.[]

Petani Jangan Khawatir Lagi soal Gagal Panen, Jasindo Tanggung Risiko

0

TANIMERDEKA – Musim tanam tak selalu berakhir panen. Bagi banyak petani, masa tanam bisa jadi ujian berat saat cuaca ekstrem dan hama menyerang. Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dari Jasindo menjadi penyelamat.

Hingga Juni 2025, Jasindo membayar klaim sekitar Rp15,18 miliar kepada petani yang terdampak.

Klaim ini mencakup petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, dan wilayah lain di Indonesia.

Pemberian klaim ini membuktikan bahwa asuransi pertanian bukan formalitas. Ini jadi solusi nyata menjaga usaha tani dari risiko cuaca dan hama.

“Kami memahami betul bahwa petani adalah tulang punggung pangan nasional. Maka dari itu, Jasindo berkomitmen hadir memberikan perlindungan nyata melalui penyelesaian klaim yang cepat dan tepat sasaran,” ujar Brellian Gema, Sekretaris Perusahaan Jasindo, di Jakarta, pada Kamis, 31 Juli 2025.

Data Jasindo menunjukkan, kekeringan jadi penyebab utama klaim (48,54%). Banjir menyusul dengan 19,06%. Sisanya akibat serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), seperti tikus (25,05%), penggerek batang (5,52%), wereng batang cokelat (0,70%), dan OPT lainnya (1,13%).

“Dengan tantangan pertanian yang semakin kompleks akibat perubahan iklim dan dinamika lingkungan, keberadaan AUTP menjadi instrumen penting untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia,” tambah Brellian.

Jasindo terus mengajak petani mendaftarkan lahannya ke program ini. AUTP memberi perlindungan usaha tani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.[]

Pemerintah Serahkan Penyaluran Pupuk ke Koperasi Desa

0

TANIMERDEKA – Pemerintah mengalihkan penyaluran pupuk nasional ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kebijakan ini menghapus 27.000 distributor dari rantai distribusi pupuk.

Langkah tersebut bagian dari reformasi sistem distribusi pupuk yang lebih efisien dan tepat sasaran.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan di Kemenko Perekonomian, Tatang Yuliono, mengatakan, kebijakan dimulai sejak terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025. Perpres ini menyederhanakan distribusi pupuk dengan memangkas rantai pasok dan memasukkan koperasi sebagai aktor utama.

“Pada saat itu keluarlah Perpres yang memang betul-betul memotong prosesnya, dan di salah satu Perpres itu ada koperasi. Waktu itu memang belum ada yang bisa membentuk KDMP,” ujar Tatang dalam Diskusi Redaksi bertema Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Menggerakkan Ekonomi Desa, Menjaga Ketahanan Pangan Bangsa, pada Senin, 28 Juli 2025.

Ia menjelaskan, sistem lama rawan penyimpangan. Banyak ketidaksesuaian antara data petani, luas lahan, dan jumlah pupuk. Hal ini menimbulkan potensi pidana dan sering melibatkan penyuluh pertanian. Permainan dalam distribusi menjadi persoalan serius.

“Memang betul-betul penuh dengan potensi pidana, antara angka, hektarnya, dengan petaninya, dengan penyuluhnya, itu gak nyambung, gak nyambung sama sekali,” ungkap Tatang.

Setelah Perpres Nomor 6 diterbitkan, tidak ada penolakan dari distributor lama. Pemerintah menetapkan KDMP sebagai distributor baru untuk pupuk subsidi dan non-subsidi. KDMP dianggap lebih dekat dengan petani dan dapat memangkas jalur distribusi yang selama ini rumit dan mahal.

Program ini sejalan dengan agenda nasional penguatan ekonomi desa. Pemerintah meluncurkan KDMP secara resmi pada 21 Juli 2025. Peran koperasi diharapkan mampu memperbaiki distribusi pupuk dan memberdayakan desa secara ekonomi.

“Mereka ya sudah memang kondisinya mereka harus dipotong. Jika pada saat munculkan KDMP, di manakah KDMP ini menjadi distributor pupuk, tidak ada isu lagi, karena dia sudah diselesaikan dengan kebijakan yang awal terkait Perpres,” kata Tatang.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara Silaturahmi ke Kapolres, Bahas Kemitraan untuk Petani

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara bersilaturahmi ke Polres Aceh Tenggara, Kamis, 31 Juli 2025.

Kunjungan ini dilakukan untuk membangun sinergi antara Tani Merdeka Aceh Tenggara dan kepolisian dalam memperkuat sektor pertanian.

Pengurus DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara diterima oleh Kasat Samapta Iptu Syafrizal Amri yang mewakili Kapolres AKBP Yulhendri di Mapolres Aceh Tenggara.

Pertemuan itu membahas isu strategis seputar pertanian, mulai dari kondisi petani hingga rencana kemitraan jangka panjang antara Tani Merdeka dan institusi Polri.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara, Jeri Alastra, menegaskan pentingnya penguatan komunikasi lintas sector, agar program Persiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan bisa berlangsung dengan baik.

“Kami datang ke Polres Aceh Tenggara untuk menjalin silaturahmi, sekaligus menyampaikan pentingnya sinergi dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan. Petani tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari lintas sektor, termasuk kepolisian,” ungkap Jeri.

“Kami ingin program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo bisa sampai ke akar rumput. Untuk itu, butuh dukungan semua pihak. Kami percaya Polres bisa jadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan sektor pertanian,” kata Jeri.

Ia juga menegaskan DPD Tani Merdeka siap mengawal program pertanian, tidak hanya membuat agenda.

Jeri turut menyampaikan pembentukan kepengurusan Satgas Tani Merdeka Indonesia di tingkat pusat, wilayah, dan daerah. Satgas ini akan berkolaborasi dengan Satgas Pangan Polri, Bulog, dan dinas terkait untuk mengawal program pertanian dari Kementerian Pertanian.

Kasat Samapta Polres Aceh Tenggara, Iptu Syafrizal Amri, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Tani Merdeka Indonesia. Ia menyebut Aceh Tenggara kaya potensi pertanian yang harus dijaga bersama.

Iptu Syafrizal menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dengan generasi muda. Ia berharap semua elemen masyarakat ikut berperan menyukseskan program ketahanan pangan yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan.[]

Tani Merdeka NTB Temui Dinas Pertanian Lombok Utara, Bahas Sinergi Program Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Lombok Utara menggelar pertemuan dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Utara, Rabu, 30 Juli 2025.

Pertemuan berlangsung di kantor Dinas Pertanian dan diterima langsung oleh Kepala Dinas, Trisna Hadi.

Pertemuan ini membahas berbagai isu strategis sektor pertanian di daerah, terutama menyangkut pengembangan komoditas unggulan, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), dan peningkatan infrastruktur irigasi yang selama ini menjadi keluhan utama petani.

Ketua DPW Tani Merdeka NTB, M. Haerul AR, mengatakan pertemuan ini menjadi bagian dari langkah awal Tani Merdeka untuk membangun sinergi bersama pemerintah daerah dalam menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto di bidang pertanian.

“Kami ingin bersinergi menyukseskan program Presiden Prabowo. Fokus pada pengembangan jagung, perbaikan irigasi, dan penyediaan alat mesin pertanian untuk petani,” ujar Haerul.

Ia menambahkan, petani di NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Utara, memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, terutama keterbatasan akses terhadap bantuan alat pertanian modern dan infrastruktur dasar pertanian.

“Kami mendengar langsung keluhan petani di lapangan. Banyak yang menginginkan perbaikan sistem irigasi, bantuan pupuk, serta akses ke pasar. Tani Merdeka hadir untuk menjembatani komunikasi antara petani dan pemerintah,” kata Haerul.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Utara, Trisna Hadi, menyambut baik kehadiran Tani Merdeka. Ia menyatakan kesiapan Dinas Pertanian untuk bekerja sama dengan organisasi petani yang memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kebutuhan dan kepentingan petani di daerah.

“Kami siap bekerja sama. Selama untuk petani, kami dukung. Banyak hal yang bisa dikerjakan bersama, terutama penguatan produksi dan infrastruktur pertanian,” kata Trisna.

Ia juga mengakui tantangan sektor pertanian di Lombok Utara cukup kompleks, mulai dari fluktuasi harga hasil panen, keterbatasan lahan produktif, hingga dampak perubahan iklim.

Menurutnya, dibutuhkan kerja kolaboratif antara pemerintah dan komunitas petani agar program pusat bisa berjalan efektif di daerah.

Setelah pertemuan di kantor Dinas Pertanian, pengurus Tani Merdeka NTB dan Lombok Utara meninjau langsung lahan pertanian milik petani pisang di salah satu desa sentra produksi.

Dalam kunjungan itu, mereka berdialog dengan petani, mendengar langsung berbagai keluhan dan harapan, serta melihat dari dekat kondisi lahan dan proses produksi.

Beberapa petani menyampaikan kendala yang mereka alami, mulai dari ketersediaan bibit unggul, serangan hama, hingga rendahnya harga jual pisang di tingkat petani.

Mereka juga meminta agar ada pelatihan khusus terkait budidaya pisang yang berorientasi ekspor dan pengolahan pascapanen.

Ketua DPD Tani Merdeka Lombok Utara Tawadi, yang ikut mendampingi dalam kunjungan ini, menyebutkan hasil kunjungan lapangan ini akan dirangkum sebagai rekomendasi kebijakan untuk didiskusikan lebih lanjut bersama pemerintah daerah.

“Hasil dialog dengan petani ini sangat penting. Kami ingin aspirasi petani benar-benar sampai ke pengambil kebijakan. Tani Merdeka akan menjadi jembatan agar suara petani tidak lagi terabaikan,” katanya.[]

Wah Keren, Petani Kini Bisa Cek Keaslian Produk Lewat QR Code

0

TANIMERDEKA – Petani Indonesia kini memiliki cara baru untuk memastikan keaslian produk perlindungan tanaman.

Melalui program loyalitas digital bernama SETIA, petani cukup memindai kode QR pada kemasan untuk mengecek apakah produk itu asli.

Program ini diperkenalkan dalam kegiatan PIJAR (Plinazolin Maju dan Bersinar) yang digelar oleh Syngenta Indonesia. Acara itu telah berlangsung di 20 kota pada Mei hingga Juni 2025 lalu.

Lebih dari 1.600 petani dan 20 penyuluh pertanian ikut serta dalam kegiatan ini. Selain sosialisasi program, acara juga membahas manajemen resistensi hama.

“SETIA adalah jawaban atas kekhawatiran petani terhadap produk palsu yang kerap beredar di pasaran,” kata Tracy, Portfolio Manager Syngenta Indonesia.

“Dengan QR code, petani bisa langsung tahu apakah produk yang mereka pegang asli atau tidak.”

Program SETIA juga memberi insentif. Petani yang menggunakan produk resmi berbasis teknologi Plinazolin akan mendapat poin loyalitas. Poin ini bisa ditukar dengan potongan harga.

Produk palsu dianggap merugikan petani. Selain kerugian ekonomi, produk ilegal juga menurunkan efektivitas pengendalian hama. Jika terus digunakan, bisa mempercepat munculnya resistensi.

Kegiatan PIJAR bertujuan mengedukasi petani tentang pentingnya manajemen resistensi. Strategi ini membantu menjaga efektivitas pengendalian hama dalam jangka panjang.

Syngenta juga memperkenalkan dua produk baru berbasis Plinazolin, yaitu INCIPIO® dan SIMODIS. Keduanya ditujukan untuk melawan hama utama seperti penggerek batang kuning, Spodoptera exigua, dan thrips.

Pendekatan ini diharapkan membantu petani mempertahankan hasil panen. Juga mengurangi pemborosan pestisida dan mendorong pertanian yang lebih bertanggung jawab.

QR code dalam program SETIA jadi langkah konkret menuju digitalisasi layanan untuk petani. Sistem ini juga memperkuat transparansi distribusi produk di lapangan. Penyelenggara berharap cara ini bisa menekan peredaran produk ilegal yang selama ini meresahkan petani.

Pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Melawi Resmi Dilantik, Siap Bergerak

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat resmi dilantik pada Rabu, 30 Juli 2025. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kantor Bupati Melawi.

Pelantikan ini dihadiri sejumlah tokoh penting. Hadir Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat yang juga anggota DPD RI, Daud Yordan. Bupati Melawi, Dadi Sunarya, ikut menyambut langsung kehadiran Tani Merdeka Indonesia. Sejumlah kepala dinas, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan unsur organisasi masyarakat turut hadir.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat, Erman Morolu. Dalam sambutannya, Erman menyatakan komitmen organisasi untuk terus mengembangkan kerja-kerja nyata di tingkat kabupaten dan desa.

“Tani Merdeka hadir bukan untuk seremoni. Kami ingin membantu menyelesaikan persoalan riil petani di lapangan. Kami akan kawal program-program pertanian agar berpihak pada petani,” ujar Erman Morolu.

Selain ituKetua DPD Tani Merdeka Kabupaten Melawi, Hermanus, menyatakan kesiapan organisasinya untuk langsung bekerja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan semua pihak, terutama pemerintah daerah.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, OPD, dan semua pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan petani di Melawi. Kami ingin memastikan petani mendapatkan akses pupuk, benih, dan pasar yang adil,” ujar Hermanus S.Pd dalam sambutannya.

Sementara itu Dewan Pembina Tani Merdeka Kalimantan Barat, Daud Yordan, menyatakan kehadiran Tani Merdeka Indonesia ini harus berdampak langsung pada kehidupan petani. Ia menekankan pentingnya ketahanan pangan berbasis desa dan partisipasi generasi muda.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan. Kita harus dorong regenerasi petani dan pastikan pertanian menjadi sektor yang menjanjikan. Tani Merdeka harus jadi rumah besar perjuangan petani,” kata Daud Yordan yang juga petinju dunia.

Bupati Melawi, Dadi Sunarya, mengapresiasi kehadiran Tani Merdeka. Ia berharap organisasi ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sektor pertanian daerah.

“Kami membuka ruang kerja sama dengan Tani Merdeka. Pemerintah daerah butuh mitra yang punya jaringan kuat dan visi jelas seperti Tani Merdeka. Kita ingin petani Melawi makin mandiri dan sejahtera,” ujar Bupati Dadi Sunarya.

Menurutnya pelantikan ini menjadi momentum awal bagi DPD Tani Merdeka Melawi untuk menjalankan program pemberdayaan petani. Organisasi ini juga harus berkomitmen membangun kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program pertanian nasional dan lokal.[]