Beranda blog Halaman 56

Kelompok Tani Wanita Binaan Tani Merdeka Aceh Tengah Terbentuk

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah membentuk Kelompok Tani Wanita sebagai bagian dari program pemberdayaan petani perempuan di wilayah tersebut.

Pembentukan kelompok ini disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan.

Kelompok ini dibentuk setelah melalui proses identifikasi dan pendataan yang dilakukan secara berjenjang oleh pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah.

Perempuan petani dari berbagai kecamatan di Aceh Tengah yang selama ini aktif dalam kegiatan pertanian, kini difasilitasi untuk berkumpul dalam satu wadah organisasi yang legal dan produktif.

Wakil Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah, Nurhilal, menyampaikan proses administrasi kelompok tani wanita ini sudah berjalan sudah sesuai ketentuan Kementerian Pertanian. Pihaknya telah memastikan bahwa kelompok ini sudah tercatat resmi melalui sistem milik pemerintah.

“Insyaallah kelompok tani wanita binaan kami sudah terdaftar di Simluhtan Kementerian Pertanian,” ujar Nurhilal.

Ia menegaskan pembentukan kelompok ini bukan hanya bersifat simbolis. Tujuannya agar perempuan petani memiliki ruang gerak yang jelas dan terstruktur dalam mengakses program pertanian, pelatihan, maupun bantuan dari pemerintah.

“Kelompok ini akan fokus pada aktivitas pertanian, kopi, dan yang berbasis rumah tangga, seperti hortikultura, pengolahan hasil pertanian, dan ekonomi kreatif berbasis pertanian,” tambah Nurhilal.

Menurutnya, pembentukan kelompok tani ini juga bagian dari strategi DPD Tani Merdeka Aceh Tengah untuk memperluas jaringan petani hingga kelompok-kelompok yang selama ini kurang tersentuh oleh kebijakan. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan memberikan arahan tentang kelembagaan dan pentingnya legalitas dalam pengelolaan kelompok tani wanita.[]

 

Ketemu Wali Kota Binjai, Tani Merdeka Sumut Ajak Pengembangan Penangkaran Benih Unggul

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Binjai bertemu Wali Kota Binjai, Amir Hamzah. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wali Kota, pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Pertemuan ini membahas rencana menjadikan Binjai sebagai kota penangkaran benih dan bibit unggulan. Beberapa komoditas yang dibahas meliputi rambutan, kakao, kopi, kelapa, alpukat, aren, cempedak guling, jambu madu, serta ikan air tawar.

Ketua Harian DPW Tani Merdeka Sumut, Muhammad Misbah, mengatakan pentingnya kesiapan lahan dan kolaborasi lintas sektor agar program ini berjalan efektif.

“Binjai memiliki potensi besar untuk menjadi kota penangkaran benih unggulan. Kami siap mendampingi, mulai dari pendataan hingga pembinaan teknis petani,” kata Misbah.

Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap visi Pemkot Binjai dalam mendorong pertanian berbasis bibit unggulan yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan nasional.

Sementara itu Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, menyambut baik inisiatif Tani Merdeka. Ia menilai kerja sama ini bisa memperkuat identitas Kota Binjai sebagai pusat pertanian modern dan mandiri.

“Kami akan siapkan lahan dan sarana penunjang lainnya. Saya ingin Binjai tidak hanya dikenal sebagai kota rambutan, tapi juga sebagai kota penghasil benih unggul dari berbagai komoditas,” ujar Amir Hamzah.

Amir juga mendorong perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam program ini.

Menurutnya, pertanian modern harus dibangun dari kolaborasi yang konkret, bukan hanya wacana.[]

Pengurus Tani Merdeka Buol Resmi Dilantik, Bupati: Petani Harus Jadi Ujung Tombak Pangan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, resmi dilantik.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua DPW Tani Merdeka Sulawesi Tengah, Hasriadi Hatta. Kegiatan berlangsung di Aula Setdakab Buol, Selasa, 5 Agustus 2025.

Pelantikan ini berlangsung khidmat. Bupati Buol, Triwibowo Timumun, hadir langsung. Sejumlah pejabat daerah, forkompimda, organisasi masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat ikut hadir.

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Buol, Ishak Yakup, menyampaikan tekadnya untuk bekerja nyata demi petani Buol dan memajukan pertanian di wilayah tersebut.

“Kami siap bergerak. Bukan hanya bicara program, tapi juga mengawal sampai ke tingkat petani. Kami ingin memastikan petani benar-benar mendapatkan manfaat,” kata Ishak Yakup.

Ia juga menegaskan DPD Tani Merdeka Bual akan membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait. Menurutnya, kerja kolaboratif jadi kunci mengangkat kesejahteraan petani.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Sulawesi Tengah, Hasriadi Hatta, meminta seluruh pengurus aktif bergerak dan menjaga semangat juang petani di lapangan. Ia menekankan pentingnya peran petani dalam menjaga stabilitas pangan.

“Petani bukan pelengkap. Petani harus jadi pilar utama pembangunan nasional, khususnya ketahanan pangan. Karena itu, peran Tani Merdeka sangat strategis,” tegas Hasriadi.

Selain itu Bupati Buol, Triwibowo Timumun, menyambut baik kehadiran Tani Merdeka Indonesia di daerahnya.

Ia berharap organisasi ini bisa berkontribusi langsung bagi petani dan pembangunan daerah.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi. Petani harus jadi ujung tombak pembangunan pangan. Saya ingin pengurus Tani Merdeka turun langsung ke sawah, ke ladang, bersama petani,” ucap Triwibowo.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung gerakan Tani Merdeka Indonesia agar dapat mendorong perubahan nyata di sektor pertanian.[]

Merdeka Berpikir, Mandiri di Pangan

0
Zulkarnaini Pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia
Zulkarnaini Pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia

Menjelang 17 Agustus, kita kembali diingatkan kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga soal kemampuan berpikir sendiri dan bertindak demi kepentingan rakyat.

Di tengah dunia yang makin cepat berubah, Indonesia butuh keberanian untuk menentukan arah langkahnya sendiri.

Yang kita butuhkan saat ini bukan hanya sumber daya alam, bukan pula infrastruktur besar semata. Kita butuh keberanian melihat kenyataan secara jernih.

Kita perlu menyusun gagasan dari akar, lalu bertindak dengan keyakinan dan tujuan yang jelas.

Petani memegang peran penting dalam arah masa depan itu. Kedaulatan pangan tak bisa dibangun tanpa mereka. Karena itu, kemajuan bangsa harus dimulai dari desa, dari sawah, dari para petani yang selama ini menjaga kehidupan dari balik lumpur dan hujan.

Tani Merdeka Indonesa percaya kemandirian berpikir adalah kunci. Bukan hanya untuk pertanian, tapi juga untuk ekonomi dan budaya.

Trisakti Bung Karno dimulai dari sini, berdikari di bidang ekonomi, berdaulat di bidang pertanian, di bidang politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Presiden Prabowo Subianto pun telah menyatakan hal yang sama. Pemerintah ke depan akan memprioritaskan ketahanan pangan. Negara tak boleh bergantung pada impor. Petani harus diberdayakan. Lahan harus dimanfaatkan secara optimal. Teknologi harus hadir di desa, bukan hanya di kota.

Data pemerintah menunjukkan saat ini Indonesia masih mengimpor beberapa komoditas utama. Padahal, tanah kita subur. Petani kita tangguh. Yang kurang hanya keberpihakan dan dukungan nyata. Maka, saatnya negara benar-benar hadir di tengah para petani.

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tani Merdeka Indonesia pada 26-28 Agustus ini menjadi momentum penting. Dari forum ini, suara petani dari seluruh Indonesia dikumpulkan. Gagasan disusun. Jalan baru dirumuskan. Semua demi satu tujuan: kedaulatan pangan dan kemerdekaan berpikir untuk bangsa yang lebih kuat.

Kemerdekaan tidak cukup dirayakan. Ia harus diperjuangkan setiap hari. Dimulai dari tanah, dari benih, dari keringat petani, dan dari keberanian untuk berpikir dan bertindak secara merdeka.[]

Penulis 

Zulkarnaini
Pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia

Tani Merdeka Indonesia Kirim Pengurus ke Kampus UPM Malaysia, Don Muzakir: Petani Harus Berkembang

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia mengirim sejumlah pengurus ke Universiti Putra Malaysia (UPM) untuk belajar khusus bidang pertanian.

UPM merupakan kampus riset publik ternama di Serdang, Selangor, yang dulunya dikenal sebagai Universiti Pertanian Malaysia. Kampus ini fokus pada ilmu pertanian dan bidang terkait lainnya.

Pengurus yang dikirim ke UPM antara lain Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Timur Riki Septiadi, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor H. Cecep Gogom, dan Pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia Ainnurrahim.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Utara, Muhammad Husni, ikut mendampingi rombongan. Mereka berangkat bersama Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, yang langsung mengantarkan para peserta ke kampus UPM.

Rombongan Tani Merdeka Indonesia ini disambut baik oleh petinggi kampus UPM. Pihak universitas menyampaikan dukungan terhadap kerja sama pendidikan pertanian ini.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyebutkan tugas belajar ini bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengurus dan petani di seluruh Indonesia.

“Mereka khusus kita utuskan untuk belajar di UPM sehingga mendapat ilmu sehingga bisa aplkasikan ke seluruh pengurus Tani Merdeka se Indonesia dan petani,” kata Don Muzakir, pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Ia menegaskan pengiriman pengurus ke luar negeri akan terus dilakukan agar petani Indonesia semakin terampil, khususnya dalam menguasai teknologi pertanian dan pengolahan pupuk.

“Nanti ada banyak lagi kirim ke luar negeri untuk belajar dan menerapkan ilmu pertanian,” tegas Don Muzakir.

Menurutnya, peningkatan kapasitas ini merupakan bagian dari perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, terutama untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Petani kita harus bisa bersaing bertani secara teknologi dan mengolah pupuk,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir mengaku program ini menjadi langkah konkret Tani Merdeka Indonesia dalam mendukung agenda besar pemerintah di sektor pertanian.[]

Pelantikan DPD Tani Merdeka Mamasa, Wabup: Ini Langkah Nyata untuk Petani

0

TANIMERDEKA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Mamasa resmi dilantik pada Senin, 4 Agustus 2025. Pelantikan berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Mamasa.

Wakil Bupati Mamasa, Drs. H. Sudirman, hadir langsung dalam acara tersebut. Pelantikan ini menjadi penutup rangkaian pembentukan kepengurusan TMI tingkat kabupaten di Sulawesi Barat.

Ketua DPW Tani Merdeka Sulawesi Barat, H. Suwanto, menyampaikan apresiasi atas semangat pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Mamasa.

Ia menyebutkan pelantikan di Mamasa ini butuh persiapan yang sangat matang, agar semuanya bisa hadir.

“Meski pelantikan Mamasa yang terakhir, tapi persiapannya sangat matang. Saya salut karena bisa menghadirkan Wakil Bupati sebagai bentuk dukungan nyata untuk petani,” kata Suwanto.

Ia juga mendorong pengurus DPD Tani Merdeka Mamasa segera menyusun program kerja.

Menurutnya, salah satu hal penting yang harus diajukan adalah bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) agar bisa terealisasi tahun ini.

Suwanto itu juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendorong kesejahteraan petani di Mamasa.

Sementara itu Wakil Bupati Mamasa Drs. H. Sudirman, dalam sambutannya, menyambut baik terbentuknya DPD TMI. Ia berharap kehadiran organisasi ini bisa memperjuangkan hak-hak petani di daerahnya.

“Warga Mamasa harus bersyukur bisa ikut ambil bagian dalam program ketahanan pangan melalui Tani Merdeka Indonesia,” kata Sudirman.

Ia juga mengingatkan pentingnya semangat dan komitmen seluruh pengurus dalam mengawal perjuangan petani ke depan.

Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Mamasa yang dilantik yaitu Daud Demmappapa sebagai Ketua, Junedi sebagai Sekretaris, dan Oktovianus sebagai Bendahara.

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Barat telah merampungkan seluruh pelantikan kepengurusan tingkat kabupaten yakni sebanyak 6 DPD Tani Merdeka Indonesia, diantaranya DPD Kabupaten Mamuju, DPD Kabupaten Majene, DPD Kabupaten Polewali Mandar, DPD Kabupaten Mamasa, DPD Kabupaten Pasangkayu, dan DPD Kabupaten Mamuju Tengah.[]

 

Wamentan Sudaryono: Bibit Unggul Jadi Kunci Swasembada Susu Nasional

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan komitmen pemerintah memperkuat sektor peternakan. Fokus diarahkan pada pengembangan sistem pembibitan sapi dan kambing perah unggul.

Langkah ini dinilai penting untuk mendukung swasembada protein hewani dan program prioritas nasional.

“Balai ini memiliki peran strategis dalam mencetak bibit ternak unggul nasional. Kita ingin memperkuat ekosistem pembibitan dari hulu ke hilir, termasuk menjamin ketersediaan pakan berkualitas yang menjadi fondasi utama produktivitas peternakan,” kata Sudaryono saat meninjau BBPTU HPT Baturraden, Banyumas, pada Minggu, 3 Agustus 2025.

Sudaryono menyebutkan pembibitan ternak perah akan jadi tulang punggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui.

Ia yakin peternak bisa menghasilkan susu berkualitas jika didukung bibit unggul dan pengelolaan yang tepat.

“Dengan kualitas bibit dan pengelolaan ternak yang tepat, peternak akan mampu menghasilkan susu dalam jumlah dan mutu tinggi, membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Wamentan meninjau Farm Manggala dan Farm Tegalsari. Ia menyaksikan pelepasan 70 ekor sapi bibit perah unggul produksi BBPTU HPT. Sebanyak 50 ekor dikirim ke Bandung dan 20 ekor ke Malang untuk memperkuat kelompok peternak binaan.

Sapi-sapi tersebut telah melalui seleksi genetik, reproduksi, dan kesehatan. Pemerintah berharap distribusi ini mempercepat pemerataan bibit unggul ke berbagai daerah dan mendorong industrialisasi susu dari hulu hingga konsumen.

BBPTU HPT Baturraden kini disiapkan menjadi Center of Excellence bidang persusuan nasional. Balai ini memiliki kapasitas produksi susu 7.000 liter per hari dan pembibitan 600 ekor ternak per tahun. Balai juga menyediakan pelatihan teknis, pemuliaan genetik, dan penyediaan pakan berkualitas.

“Kegiatan ini hanya akan berhasil jika seluruh pihak terlibat, dari pemerintah, koperasi, hingga peternak. Mari kita pastikan bahwa bibit unggul ini menjadi awal kebangkitan industri susu nasional. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat dari susu peternak lokal, dan peternak hidup sejahtera dari hasil usahanya sendiri,” kata Sudaryono.

Sementara itu Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda mendampingi kunjungan tersebut. Ia menyebut Banyumas kini menjadi sentra pembibitan ternak nasional.

“Kami akan terus mendukung pengembangan infrastruktur, kelembagaan, dan kapasitas SDM di unit-unit strategis seperti BBPTU HPT Baturraden,” ujar Agung.[]

Kelompok Tani Binaan Tani Merdeka Jambi Teken Kerja Sama Program Irigasi

0

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan Tani Merdeka Provinsi Jambi di Kabupaten Merangin menandatangani perjanjian kerja sama program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Penandatanganan ini salah satu untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, Candra Andika, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian PU yang telah mendukung program ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui Tani Merdeka Provinsi Jambi,” kata Candra.

Menurut Candra, kerja sama ini merupakan hasil dari komunikasi yang baik antara kelompok tani, organisasi, dan pemerintah pusat.

Ia menegaskan perbaikan tata guna air sangat dibutuhkan oleh petani, khususnya di daerah-daerah yang rawan kekeringan.

Candra Andika mengaku, petani di Merangin menyambut baik kerja sama ini. Mereka berharap pembangunan irigasi bisa segera dilakukan agar tidak lagi bergantung pada musim hujan untuk mengolah lahan.

DPW Tani Merdeka Jambi menyatakan akan terus mengawal program ini hingga pelaksanaannya selesai. Mereka juga menargetkan agar lebih banyak kelompok tani binaan yang bisa mendapatkan akses program irigasi ke depan.[]