Beranda blog Halaman 55

DPD Tani Merdeka Probolinggo dan Situbondo Resmi Dilantik

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Probolinggo dan Kabupaten Situbondo periode 2025–2030 resmi dilantik. Acara berlangsung khidmat di Ruang Madakaripura, Kantor Pemkab Probolinggo, pada Senin, 11 Agustus 2025.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Timur, Riki Septiadi. Sejumlah pejabat daerah, tokoh pemuda, tokoh petani dan organisasi masyarakat hadir pada pelantikan itu.

Riki Septiadi menegaskan, Tani Merdeka Indonesia ini memegang peran strategis dalam menjalankan program pertanian yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto hingga ke tingkat daerah.

“Tanggung jawab ketua wilayah dan daerah sangat besar. Tani Merdeka Indonesia harus menjadi penghubung kebijakan pusat dengan kebutuhan petani di lapangan,” ujarnya.

Menurut Riki, peran itu bukan sekadar administratif. Ketua wilayah dan daerah harus mampu memastikan kebijakan pemerintah diterjemahkan menjadi langkah konkret yang dirasakan langsung petani.

Ia menekankan pentingnya koordinasi aktif antara pengurus Tani Merdeka Indonesia di daerah dan pemerintah setempat agar tidak ada kebijakan yang mandek di tengah jalan.

Sementara itu Ketua Tani Merdeka Indonesia Kota Probolinggo, Muhammad Saiz, menyampaikan komitmen organisasinya dalam menghadapi tantangan pertanian modern.

Ia menyebutkan masalah seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, dan kelangkaan pupuk sebagai isu mendesak.

“Masalah administrasi kartu tani, sistem e-RDKK yang rumit, dan tingginya harga pupuk non-subsidi menjadi hambatan serius yang perlu segera diatasi,” katanya.

Saiz menilai tantangan itu membutuhkan kerja sama erat antara Tani Merdeka Indonesia, pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Ia berharap Tani Merdeka Indonesia bisa menjadi jembatan antara petani dan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi, sekaligus menawarkan solusi berbasis kebutuhan di lapangan.[]

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar: Presiden Prabowo Berhasil Lindungi Petani

0
Nabhani Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar.
Nabhani Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar.

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar, Nabhani S.I.Kom, mengapresiasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan harga gabah Rp6.500 per kilogram dan komoditas pertanian lain.

Menurutnya, langkah ini adalah bentuk nyata perlindungan dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Kebijakan penetapan harga ini adalah bukti nyata kebijakan pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan petani,” kata Nabhani di Aceh Besar, Selasa 12 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, selama ini petani sering berada dalam posisi sulit akibat fluktuasi harga. Kondisi tersebut paling terasa saat musim panen raya, ketika harga komoditas seperti gabah dan jagung jatuh di bawah biaya produksi.

“Sebelumnya, fluktuasi harga komoditas contoh gabah dan jagung sering membuat petani berada pada posisi sulit, terutama saat musim panen raya,” ujar Nabhani.

Menurutnya, penetapan harga yang wajar dan menguntungkan akan memberikan jaminan pendapatan lebih stabil. Hal ini membuat petani lebih berani berinvestasi dalam usaha tani dan tidak lagi dihantui kekhawatiran harga jatuh.

“Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Selain menjaga daya beli, kebijakan ini memberi kepastian usaha bagi petani. Mereka lebih fokus meningkatkan produksi tanpa dihantui kekhawatiran harga jatuh,” tegasnya.

Meski demikian, Nabhani mengingatkan keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada penetapan harga di atas kertas.

Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat di lapangan untuk memastikan harga yang ditetapkan benar-benar sampai ke tingkat petani.

“Pengawasan itu penting. Harga yang telah ditetapkan harus benar-benar berlaku hingga tingkat petani. Jangan sampai dimainkan oleh pedagang besar atau tengkulak,” ujar pria yang akrab disapa Pak Bhen.

Ia menilai, tanpa pengawasan yang konsisten, kebijakan ini rawan dimanfaatkan pihak tertentu untuk meraup keuntungan besar, sementara petani tetap dirugikan.

Nabhani mengaku DPD Tani Merdeka Aceh Besar menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait, membantu memantau distribusi dan penerapan harga di lapangan, sekaligus memberi masukan langsung kepada pemerintah jika ada indikasi pelanggaran.

“Kami ingin kebijakan ini benar-benar berpihak kepada petani. Kalau pengawasan kuat, harga stabil, dan pasar terjamin, petani Aceh Besar akan mandiri dan sejahtera,” kata Nabhani.[]

Nelayan Polewali Mandar Apresiasi Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo, Ini Sebabnya

0

TANIMERDEKA – Kelompok nelayan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, memberikan apresiasi atas program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Mereka menilai kebijakan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Polewali Mandar, Muchlis Syukur, dalam kegiatan sosialisasi bersama kelompok nelayan di daerah tersebut, Senin 11 Agustus 2025. Sosialisasi ini menjadi ajang bagi para nelayan untuk memahami arah kebijakan pemerintah sekaligus menyatakan komitmen mereka untuk terlibat.

“Kami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto. Program ketahanan pangan ini adalah kebijakan yang tepat dan menyentuh kebutuhan masyarakat nelayan. Kami siap berperan aktif dan mensukseskan program ini,” kata Muchlis Syukur.

Menurut Muchlis, nelayan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketersediaan pangan nasional, khususnya melalui pasokan ikan dan hasil laut.

Ia menilai jika peran tersebut didukung oleh kebijakan yang tepat, Indonesia akan lebih siap menghadapi tantangan krisis pangan global.

“Ketersediaan pangan bukan hanya soal beras atau hasil pertanian. Hasil laut juga bagian penting. Nelayan di Polewali Mandar siap bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan pasokan ini terjaga,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah memperhatikan kesejahteraan nelayan, mulai dari peralatan tangkap, harga jual ikan, hingga akses terhadap pasar yang lebih luas.

Menurutnya, dukungan tersebut akan membuat program ketahanan pangan berjalan lebih efektif.

Muchlis Syukur mengaku, sosialisasi ini diikuti sejumlah kelompok nelayan dan tokoh masyarakat setempat. Mereka menyambut baik penjelasan terkait program pemerintah dan menegaskan kesiapan berkolaborasi demi keberhasilan ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.

DPD Tani Merdeka Aceh Tengah Dorong Kementan Peremajaan Kopi dan Buka Akses Modal

0
Penasehat DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah, Zulkifli.H (kanan) dan Pembina DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah, Sugeng, S.T (kiri)
Penasehat DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah, Zulkifli.H (kanan) dan Pembina DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah, Sugeng, S.T (kiri)

TANIMERDEKA – Penasehat DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah, Zulkifli H, menilai peremajaan dan intensifikasi tanaman kopi menjadi kunci menjaga produktivitas petani di daerah itu.

Menurutnya, banyak kebun kopi di Aceh Tengah sudah berusia tua dan produksinya menurun. Peremajaan perlu dilakukan agar hasil panen kembali maksimal. Selain itu, intensifikasi dan rehabilitasi juga harus berjalan bersamaan.

“Kopi yang sudah tua dan tidak produktif harus diremajakan. Perlu juga dilakukan perawatan intensif, mulai dari pemupukan, pengendalian hama, sampai penataan kebun. Semua itu agar hasil kopi petani tetap terjaga,” kata Zulkifli, di Takengon, pada Senin, 11 Agustus 2025.

Ia juga menyebutkan peluang besar pada kopi specialty, terutama arabika, yang menjadi andalan Aceh Tengah. Menurutnya, permintaan pasar terhadap kopi arabika berkualitas tinggi terus meningkat, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Kopi arabika dari Aceh Tengah punya nama di pasar internasional. Kalau produksi dan kualitasnya terjaga, ini bisa meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.

Zulkifli menegaskan pemerintah bersama lembaga terkait harus memperluas akses modal bagi petani. Modal itu dibutuhkan untuk peremajaan tanaman, pembelian pupuk, perawatan kebun, hingga pengolahan pascapanen.

“Petani butuh dukungan modal yang mudah diakses. Kalau modal sulit didapat, peremajaan dan peningkatan kualitas kopi akan terhambat,” kata dia.

Sementara itu, Pembina DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah, Sugeng, S.T, menyebutkan program peremajaan dan intensifikasi harus disertai pendampingan.

Menurutnya, pendampingan lapangan penting agar petani benar-benar paham teknik budidaya yang tepat.

“Petani perlu bimbingan langsung, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik tanam, sampai proses pascapanen. Tanpa pendampingan, hasilnya tidak akan maksimal,” kata Sugeng.

Sugeng menambahkan, koperasi tani bisa menjadi salah satu solusi memperkuat posisi petani. Melalui koperasi, petani dapat lebih mudah mendapatkan modal, sarana produksi, dan akses pasar.

“Kalau petani bergabung dalam koperasi, posisi tawar mereka akan lebih kuat. Mereka juga bisa menjual kopi langsung ke pembeli besar tanpa perantara,” ujarnya.

Menurutnya peremajaan kopi, peningkatan kualitas, dan penguatan kelembagaan petani jadi penting untuk menjaga dan merawat kualitas kopi lokal ke depan.

Aceh Utara Kirim 4.000 Ton Beras ke Sumatera Utara, Bukti Swasembada Pangan

0

Aceh Utara — Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara menerima tambahan pasokan beras sebanyak 4.000 ton dari Aceh. Pengiriman ini menjadi bukti nyata kemampuan Aceh mencapai swasembada pangan sekaligus berkontribusi pada kebutuhan beras di tingkat nasional.

“Kami mendapatkan 4.000 ton beras yang dikirim oleh Bulog Aceh,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, di Medan, Sabtu (9/8/2025) dikutip dari Antara.

Sekretaris Tani Merdeka Kabupaten Aceh Utara, Asnawi, menyebut capaian ini sebagai prestasi luar biasa.

Sekretaris Tani Merdeka Kabupaten Aceh Utara, Asnawi, menyebut capaian ini sebagai hal yang luar biasa. “Aceh sebagai penghasil beras kini bisa memasok provinsi tetangga. Ini menandakan kekuatan produksi petani kita,” ujarnya Senin (11/8/2025).

Asnawi juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari dukungan penuh Presiden Prabowo terhadap kegiatan petani. 

“Pak Prabowo sudah jelas berpihak pada sektor pertanian, dan hasilnya mulai kita rasakan,” tambahnya.

Pasokan beras dari Aceh ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan regional sekaligus menjadi motivasi bagi daerah lain untuk mengoptimalkan sektor pertanian.

DPD Tani Merdeka Kotabaru Gelar Rakerda, Ini yang Dibahas

0
Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda)
Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda)

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kotabaru, pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Rakerda ini membahas berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selain mendukung dan menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto, DPD Tani Merdeka juga menyiapkan agenda kerja di tingkat daerah.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru, Sujiono, mengatakan pihaknya akan fokus pada pelatihan keterampilan petani, pendampingan akses permodalan, dan membantu pemasaran hasil panen.

“Kami tidak hanya mengawal program pemerintah pusat. Kami juga menyiapkan program nyata di daerah, seperti mengadakan pelatihan teknis, membantu petani mengakses kredit usaha rakyat, serta memfasilitasi penjualan hasil panen agar harga lebih menguntungkan,” kata Sujiono.

Alin Wijaya Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.
Alin Wijaya Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementera itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, menegaskan dukungan penuh terhadap rencana kerja DPD Tani Merdeka Kotabaru.

“Kami ingin Tani Merdeka hadir langsung di tengah petani. Tidak hanya mendengar keluhan, tapi juga memberi solusi. Program ini akan dijalankan bersama pemerintah daerah dan mitra terkait,” ujar Alin.

Alin mengaku, Rakerda ini juga menjadi ajang konsolidasi organisasi, penguatan struktur kepengurusan, serta koordinasi dengan perwakilan petani di desa-desa.[]

Kementan Siapkan Hilirisasi Bawang Putih di Garut, Targetkan Petani Dapat Nilai Tambah

0
Staf Ahli Kementan, Nandang Sudrajat (tengah)
Staf Ahli Kementan, Nandang Sudrajat (tengah)

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian (Kementan) RI mendorong Garut menjadi salah satu pusat hilirisasi bawang putih nasional. Program ini diawali dengan pengembangan demplot di Desa Karya Mekar, Kecamatan Pasirwangi, yang digadang menjadi model pengelolaan bawang putih dari hulu hingga hilir.

Staf Ahli Kementan, Nandang Sudrajat, mengatakan hilirisasi akan membuat petani tidak berhenti pada tahap menanam. Mereka diarahkan mengolah dan memasarkan produk agar memiliki nilai tambah.

“Garut memiliki potensi bawang putih yang luar biasa. Hilirisasi menjadi kunci agar petani tidak hanya menanam, tetapi juga mengolah dan memasarkan produknya dengan nilai tambah yang tinggi. Kementan akan memastikan pendampingan ini berjalan berkelanjutan,” ujar Nandang, yang juga Sekjen DPN Tani Merdeka Indonesia.

Kementan, kata Nandang, memberikan pendampingan teknis, bantuan sarana produksi, hingga fasilitasi akses pasar.

Ia menegaskan dukungan ini tidak bersifat seremonial, melainkan dilakukan secara berkesinambungan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Pasirwangi, Bambang, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Garut, Mamat Acek, dan Sekretaris Dadan Nugraha. Para petani setempat mengikuti penjelasan teknis pengelolaan bawang putih, mulai dari penanaman, perawatan, panen, hingga pengolahan pascapanen.

Nandang mengatakan, program demplot ini diharapkan menjadi role model pengembangan bawang putih nasional. Hilirisasi tidak hanya ditargetkan meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan pangan, dan mengurangi ketergantungan impor bawang putih.

Nandang menegaskan Kementan siap mengawal program hingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.

“Kementan siap mengawal program ini hingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani,” kata dia.[]

Foto | Don Muzakir Gelar Temu Ramah dengan Pengurus Papera dan Tani Merdeka Bali

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPP Papera, Don Muzakir, menggelar temu ramah santai bersama pengurus Papera dan Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali. Suasana pertemuan berlangsung akrab, diisi obrolan ringan yang juga dibarengi dengan diskusi seputar perkembangan organisasi dan isu-isu terkini di daerah.

Pertemuan seperti ini menjadi agenda rutin Don Muzakir setiap kali berkunjung ke daerah, sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi langsung dari para pengurus di lapangan.[]

UGM: SMS Jadi Teknologi Paling Realistis untuk Petani Kecil

0
Ilustrasi
Ilustrasi

TANIMERDEKA – Transformasi teknologi pertanian dinilai belum bisa langsung melompat ke penggunaan aplikasi canggih.

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Dwi Apri Nugroho menyebutkan teknologi sederhana berbasis pesan singkat (SMS) lebih sesuai untuk petani kecil di Indonesia.

“Petani-petani yang memiliki luasan lahan di bawah 2 ha, dan rekomendasi teknologi paling tepat adalah pemakaian teknologi yang sederhana,” kata Bayu dikutip dari situs resmi ugm.ac.id.

Bayu menilai kondisi di lapangan masih jauh dari siap untuk penerapan teknologi berbasis internet. Banyak petani belum memiliki ponsel Android. Sebagian tinggal di wilayah 3T—tertinggal, terdepan, dan tertular—dengan jaringan seluler yang tidak stabil.

Ia mengatakan SMS dapat dijadikan solusi awal. Teknologi ini pernah digunakan dalam penelitian untuk mengirim rekomendasi bertani yang disusun dari data Field Monitoring System di lapangan.

“Terlebih bila ke lapangan, banyak kita temui petani-petani di Indonesia berusia cukup lanjut dengan tingkat pemahaman terhadap perkembangan teknologi yang cukup minim. Nampaknya penerapan teknologi sederhana ini bisa menjadi prioritas mengingat kondisi tersebut,” ujarnya.

Bayu mengatakan keberhasilan program ini bergantung pada pendampingan intensif. Informasi yang dikirim melalui SMS, jika sesuai data lapangan, dapat memengaruhi praktik budidaya.

Ia menyarankan pengembangan teknologi dimulai dari SMS sebelum beralih ke aplikasi.

“Hal ini tentunya dapat menjadi solusi dalam menghadapi kendala dari sisi sumber daya manusia. Penggunaan aplikasi saat ini masih terbatas pada kalangan anak muda, sedangkan golongan petani yang cukup lanjut usia masih mengikuti pola pikir lama,” kata Bayu.

Menurut dia, penerapan teknologi dapat dimulai dari kawasan percontohan berbasis sistem klaster atau ekosistem. Penerapan di seluruh Indonesia dinilai belum realistis karena masih ada daerah yang belum memiliki jadwal tanam dan pola budidaya yang seragam.

Program klaster, kata Bayu, dapat mendorong terbentuknya kondisi ideal untuk mengadopsi teknologi.

“Kondisi ideal dalam suatu lahan pertanian ini menjadi persyaratan mutlak yang mampu mendorong keberhasilan untuk menerapkan teknologi dalam rangka mengupayakan peningkatan produksi dan pendapatan,” ujarnya.

Bayu menekankan percontohan harus mengikuti kebiasaan petani setempat, termasuk jenis varietas dan perlakuan lahan. Pendekatan ini berguna membangun basis data karakteristik daerah.

“Sehingga apabila nanti akan dilakukan scale up dalam implementasi teknologi secara lebih luas pada berbagai daerah dapat menggunakan database berdasarkan pecontohan dari klaster yang memiliki karakteristik yang kondisinya menyerupai,” kata dia.[]