Beranda blog Halaman 52

Ketua DPW Tani Merdeka Aceh Apresiasi Program Presiden Prabowo untuk Petani

0
Cut Muhammad, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh.

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesi Provinsi Aceh menyampaikan apresiasi terhadap program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mampu menjawab tantangan sektor pertanian.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menegaskan kebijakan Presiden Prabowo di bidang pertanian sejalan dengan kebutuhan petani di lapangan. Menurutnya, langkah pemerintah untuk memperkuat kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani patut mendapat dukungan penuh.

“Kami melihat program Presiden Prabowo ini bukan hanya konsep di atas kertas. Ada aksi nyata yang dirasakan petani, seperti bantuan benih, pupuk, akses pasar, hingga penguatan teknologi pertanian. Ini langkah maju yang perlu kita kawal bersama,” ujar Cut Muhammad, Minggu, 10 Agustus 2025.

Ia menilai, perhatian Presiden terhadap petani tidak hanya fokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga pada pembenahan infrastruktur pertanian, modernisasi alat dan mesin pertanian, serta penguatan kelembagaan petani. Hal ini, kata Cut, akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

Cut Muhammad menambahkan, Tani Merdeka Aceh siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan program-program tersebut. Organisasi ini akan menggerakkan jaringan petani hingga ke tingkat gampong untuk memastikan bantuan dan kebijakan tepat sasaran.

“Kami akan mengawal implementasi di lapangan. Jangan sampai ada program yang terhambat birokrasi atau tidak sampai ke tangan petani yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan program pelatihan dan pendidikan bagi petani agar mampu mengelola lahan secara berkelanjutan menjadi penting. Menurutnya, program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang memadukan teknologi modern dengan pengetahuan lokal adalah formula tepat untuk membangun kemandirian pangan.

Cut Muhammad menegaskan, Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian, mulai dari padi, jagung, hingga komoditas perkebunan seperti kopi dan kelapa sawit. Potensi itu akan maksimal jika didukung program dan kebijakan yang terarah.

“Dengan dukungan penuh Presiden Prabowo, kami optimistis Aceh bisa menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Tugas kami di Tani Merdeka adalah memastikan petani siap berproduksi, pasar tersedia, dan kesejahteraan meningkat,” pungkasnya.[]

Ketua DPW Tani Merdeka Kalsel: Berhasil, Kerja Nyata Presiden Prabowo Sudah Dirasakan Petani

0
Alin Wijaya Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.
Alin Wijaya Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, menilai kebijakan Presiden Prabowo Subianto selama 10 bulan memimpin sudah menunjukkan hasil nyata.

Menurutnya, arah kebijakan tersebut membawa Indonesia ke jalur kemajuan, terutama di sektor kemandirian pangan dan energi.

Ia menyebutkan program yang dijalankan Presiden masuk kategori luar biasa. “Program-program kebijakan yang amat-amat sangat super strategis. Extraordinary. Katakanlah kemandirian pangan dan energi. Ini luar biasa, ini yang dibutuhkan rakyat dan negeri ini,” ujarnya.

Bagi Alin Wihaya, penegasan target kemandirian pangan adalah langkah yang tepat untuk Indonesia saat ini.

“Nah ini bukan masalah yang mudah dan mungkin juga kemandirian pangan. Negeri-negeri agraris, bukan hal yang tidak mungkin kita mencapai kemandirian pangan itu. Kontur, struktur tanah kita, iklim, amat memungkinkan kita untuk kemandirian itu,” katanya.

Ia menilai, komitmen masyarakat dan petani untuk mendukung kebijakan ini memberi pengaruh besar. “Komitmen dan dukungan kita itu juga memberikan sesuatu arti yang lebih berarti atas tekad daripada Presiden Prabowo untuk menegaskan program strategis tadi,” ujarnya.

Menurut Alin Wijaya, sejumlah kebijakan sudah langsung dirasakan petani. Bantuan alat mesin pertanian, pupuk subsidi, hingga kebijakan harga gabah membuat kehidupan petani lebih terjamin.

“Masyarakat dan petani kita sudah menikmati itu. Bantuan alat mesin pertanian dan pupuk subsidi, harga gabah atas kebijakan Presiden Prabowo harus dibeli Rp6.500, dan di lapangan malah lebih. Itu yang ditunggu-tunggu sudah tercapai. Presiden Prabowo hadir di tengah-tengah petani,” kata Alin.

Ia menegaskan, harga gabah yang stabil di atas Rp6.500 membuat petani tidak lagi khawatir saat panen. Di sisi lain, keberadaan pupuk subsidi yang lebih mudah diakses membantu meningkatkan produktivitas.

Alin Wijaya juga mengingatkan bahwa pencapaian ini bukan akhir, melainkan awal dari proses panjang menuju kemandirian penuh. Menurutnya, diperlukan kesinambungan kebijakan, pengawasan distribusi bantuan, dan dorongan untuk hilirisasi hasil pertanian di daerah.

“Kita tidak hanya bicara tentang panen, tapi juga tentang bagaimana hasil itu bisa diolah, dikemas, dan dipasarkan sehingga nilai tambahnya kembali ke petani,” katanya.

Don Muzakir: Presiden Prabowo Berhasil Jalankan Kebijakan Pertanian Pro-Petani

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil menerapkan kebijakan pertanian yang berpihak pada petani dan berkontribusi besar pada ketahanan pangan nasional.

Kebijakan ini tidak hanya mengatur di tingkat pusat, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar petani, mulai dari pemenuhan pupuk, penyerapan hasil panen, hingga kemudahan akses teknologi.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menegaskan, keberhasilan itu perlu dijaga melalui pengawasan langsung di lapangan. Menurutnya, masih ada potensi kebijakan pemerintah tidak sampai ke desa-desa karena berbagai hambatan distribusi dan birokrasi.

Hal ini ia sampaikan usai melantik pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, Sabtu, 9 Agustus 2025. Acara pelantikan berlangsung di tengah dukungan petani dan tokoh masyarakat setempat yang berharap kehadiran Tani Merdeka Indonesia membawa solusi nyata bagi masalah pertanian di daerah.

“Harapan Tani Merdeka Indonesia, kita akan memantau mungkin ada program pemerintah tidak sampai ke desa-desa. Kita ditunggaskan adalah untuk mengawasi program pemerintah, dan mengadvokasi para petani. Banyak persoalan-persoalan petani yang terjadi sekarang di bawah,” ujar Don Muzakir.

Ia menjelaskan, masalah petani saat ini beragam. Ada kelangkaan pupuk bersubsidi, harga gabah yang tidak stabil, dan keterbatasan alat pertanian modern. Tani Merdeka Indonesia ingin memastikan petani di wilayah terpencil harus tersentuh program pemerintah.

Tani Merdeka Indonesia, kata Don, akan memposisikan diri sebagai penghubung antara petani dan pemerintah. Organisasi ini akan mengumpulkan data persoalan di desa, melaporkannya secara langsung ke Presiden Prabowo Subianto, serta memastikan setiap program benar-benar terlaksana sesuai tujuan awal.

“Presiden Prabowo tidak hanya bicara di atas kertas. Tapi kerja nyata memastikan memastikan bantuan sampai ke petani,” kata Don Muzakir.[]

Petani Kopi Aceh Tengah Bergerak, Hilirisasi Jadi Target Baru

0
Eka Saputra Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah.
Eka Saputra Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah.

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah membentuk kelompok petani kopi di Desa Kepala Akal, Kecamatan Atu Lintang. Pembentukan kelompok ini menjadi memperkuat posisi petani dalam mengelola dan memasarkan hasil panen.

Aceh Tengah dikenal sebagai salah satu sentra kopi terbesar di Indonesia. Mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari perkebunan kopi. Potensi ini dinilai besar, tetapi belum sepenuhnya diolah secara maksimal.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, Eka Saputra, mengatakan langkah hilirisasi hal yang sangat penting saat ini bagi petani kopi.

“Sudah saatnya hilirisasi kopi dilakukan. Petani harus menikmati hasil yang lebih besar dari kerja keras mereka, bukan hanya menjual biji mentah,” ujarnya.

Eka menjelaskan, hilirisasi akan membuka peluang baru bagi petani. Proses pengolahan pascapanen, pengemasan, hingga pemasaran langsung ke pasar konsumen akan memberi nilai tambah yang signifikan.

“Kalau kita hanya menjual biji kopi mentah, keuntungan terbesar akan dinikmati pihak lain. Hilirisasi membuat petani memiliki kendali lebih,” katanya.

Kelompok petani yang dibentuk akan mendapatkan pendampingan dalam teknik pengolahan, manajemen usaha, dan pemasaran produk. DPD Tani Merdeka Aceh Tengah bergerak untuk pengembangan kopi di Aceh Tengah agar lebih maju.

Menurut Eka Saputra, peran Tani Merdeka Indonesia sangat penting dalam mendorong petani beradaptasi dengan pasar.

“Kopi Aceh Tengah sudah dikenal di dunia. Kita punya kualitas, tinggal mengatur strategi agar hasilnya lebih menguntungkan untuk petani,” ujarnya.

Targetnya kata Eka Saputra, Aceh Tengah tidak hanya dikenal sebagai penghasil kopi, tetapi juga sebagai pusat industri kopi rakyat yang mandiri dan berdaya saing.[]

DPW Tani Merdeka Kalsel Ubah Lahan Tidur Jadi Kebun Jagung 5 Hektare

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan mengubah lahan tidur seluas 5 hektare di Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, menjadi kebun jagung produktif. Langkah ini wujud nyata mendukung program ketahanan pangan dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Pembukaan lahan dilakukan bersama DPD Tani Merdeka Kabupaten Kotabaru, Tani Merdeka Kecamatan Kelumpang Hilir, PT JBA, dan PT TUL. Polri, anggota Polsek Kelumpang Hilir, ikut terjun membantu di lapangan.

Pembersihan lahan dimulai dengan penebasan semak dan pembuatan bedengan. Setelah itu, tanah diolah agar siap tanam.

Ketua DPW Tani Merdeka Kalsel, Alin Wijaya, mengatakan keterlibatan banyak pihak sangat membantu percepatan pengolahan lahan.

“Kegiatan ini perwujudan untuk mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Menurut Alin Wijaya, lahan tidur ini sebelumnya dibiarkan kosong bertahun-tahun. Potensinya besar karena memiliki struktur tanah yang cocok untuk tanaman jagung.

“Kalau dibiarkan terbengkalai, lahan ini tidak memberi manfaat. Dengan ditanami jagung, hasilnya bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, lahan ini akan terus dimanfaatkan untuk komoditas pangan lain. Rencana ini sejalan dengan target pemerintah memperkuat ketersediaan pangan di daerah.

Sementara itu, DPD Tani Merdeka Kabupaten Tabalong telah mendapatkan lahan seluas 3.000 hektare dari Hutan Tani Sosial (HTS). Lahan tersebut dibagi di empat titik dan sudah disahkan. Pelaksanaannya tinggal menunggu waktu.

Don Muzakir Lantik Ketua DPW Tani Merdeka Jambi

0
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir

Pelantikan Tani Merdeka Jambi, Don Muzakir Minta Jaga Integritas, Wali Kota Maulana Dorong Kolaborasi Turunkan Kemiskinan

0
Don Muzakir beserta jajaran DPN Tani Merdeka Indonesia, Budiman Sujatmiko, Walikota Jambi, dan seluruh penurus DPW Tani Merdeka Jambi

JAMBI – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Provinsi Jambi resmi dilantik di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, (9/8/2025). Acara pelantikan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wali Kota Jambi Maulana, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI Budiman Sudjatmiko, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Anggota DPRD Provinsi Jambi Zulkifli Linus, Anggota DPRD Kota Jambi Joni Ismed dan Djokas Siburian, Anggota DPD RI Elviana, Ketua DPW Tani Merdeka Jambi Candra Andika, Ketua Kelompok Tani Kasturi Supri Supramasi, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengingatkan agar seluruh pengurus dan anggota menjaga integritas organisasi. Ia menegaskan agar bantuan dari pemerintah pusat tidak diperjualbelikan.

“Jaga baik-baik organisasi ini. Kalau ada bantuan dari pusat jangan dijual. Jangan sampai saat turun bantuan seperti combine, traktor, atau alat pertanian lainnya malah dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Kalau ada oknum yang melakukan itu, akan ditindak oleh pihak berwenang,” tegas Don Muzakir.

Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi atas pelantikan ini dan berharap keberadaan Tani Merdeka dapat berdampak positif bagi pemberdayaan petani di Jambi.

“Insyaallah ini membawa dampak luas, terutama untuk memberdayakan petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Hari ini kami bangga karena dihadiri langsung oleh Pak Budiman Sudjatmiko. Setelah ini kami akan berdiskusi untuk mengkolaborasikan program-program pusat dengan pemerintah Kota Jambi dalam menurunkan angka kemiskinan,” ujar Maulana.

Sementara itu, Ketua DPW Tani Merdeka Jambi Candra Andika memaparkan sejumlah program yang akan disalurkan ke tingkat kelompok tani atau gabungan kelompok tani (gapoktan) desa di Provinsi Jambi. Program tersebut di antaranya irigasi dan rumah pompa dari Kementerian Pertanian.

“Harapannya, kelompok tani dapat bersinergi dan mengikuti prosedur agar bantuan benar-benar dirasakan hingga ke masyarakat desa,” kata Candra.

Dengan pelantikan ini, diharapkan Tani Merdeka Jambi semakin solid dalam memperjuangkan kepentingan petani dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

DPD Tani Merdeka Samosir: Presiden Prabowo Berhasil Wujudkan Swasembada Pangan

0
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir (kiri) Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Samosir (kanan)
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir (kiri) Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Samosir (kanan)

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Samosir, Asnita Era Ariesta Sinaga, mengapresiasi program ketahanan pangan Presiden Prabowo yang fokus pada peningkatan produksi pangan dalam negeri dan pengurangan ketergantungan impor.

“Ini adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan kemandirian pangan dan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Ia mengajak masyarakat mendukung program tersebut. Menurutnya, dukungan bisa diwujudkan dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan, mengoptimalkan sumber daya alam, dan mengembangkan infrastruktur pertanian.

“Bersama-sama, kita dapat mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Asnita yakin di bawah kepemimpinan Prabowo, swasembada pangan akan menjadi salah satu pencapaian besar Indonesia.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, swasembada pangan akan menjadi salah satu pencapaian besar bagi Indonesia,” katanya, Sabtu 9 Agustus 2025.

Ia juga mendorong peran generasi muda Samosir dalam sektor pertanian.

“Petani muda milenial harus menjadi pelopor dalam mensukseskan swasembada pangan,” harapnya.

Asnita optimistis kemandirian pangan akan terwujud di Kabupaten Samosir dan Indonesia jika semua pihak terlibat aktif. Ia menilai hal itu akan membawa kemakmuran bagi masyarakat. Tak lupa, ia menyampaikan doa untuk Presiden Prabowo.

“Semoga Presiden Prabowo selalu diberikan kesehatan dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan sukses dan membawa kemakmuran bagi masyarakat Indonesia, khususnya petani,” ujar Asnita.[]

Begini Cerita Wamentan Sudaryono Terima Ribuan Pesan WA dari Petani

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengaku sering dihujani keluhan para petani, terutama soal pupuk. Semua bermula ketika ia memutuskan membagikan nomor ponselnya saat berkunjung ke daerah.

“Ketika saya datang berkunjung ke daerah, petani itu bertanya, keluhan soal pupuk dan lain-lain. Banyak yang tidak bisa saya respons, saya share nomor telepon saya,” ujar Sudaryono dalam sambutannya pada HUT ke-2 Garuda TV di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Jumat, 8 Agustus 2025 malam.

Keputusan itu langsung berdampak. Hanya dalam semalam, ponselnya dipenuhi ribuan pesan WhatsApp dari berbagai daerah.

“Immediately, dalam satu malam, besoknya saya terima ribuan WA, ini WA saya ribuan, banyak sekali,” katanya.

Alih-alih terganggu, Sudaryono menyebutkan banjir pesan itu sebagai “anugerah”. Baginya, pesan-pesan itu adalah pintu masuk untuk memahami langsung permasalahan di lapangan.

Ia kemudian menyaring setiap keluhan, merangkumnya, lalu menyampaikan temuan itu kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Dari ribuan pesan yang diterimanya, Sudaryono menemukan empat masalah utama yang berulang di hampir semua daerah diantaranya, ketersediaan bibit atau benih, kelangkaan pupuk, pasokan air, dan harga hasil pertanian.

“Dari situ saya merasa itu anugerah setelah kita cek dari ribuan itu. Rata-rata ya secara statistik, ada empat hal yang menjadi persoalan petani,” ucapnya.

Menurut Sudaryono, keempat masalah itu langsung dilaporkan kepada Presiden. Arahan Presiden, kata dia, tegas: semua persoalan harus diselesaikan secepat mungkin.

“Itu kami laporkan ke Presiden, semua empat-empatnya diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” katanya.[]

Lantik DPD Tani Merdeka Jambi, Don Muzakir Minta Jaga Nama Baik Organisasi

0
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Don Muzakir dan Pengurus DPW Tani merdeka Provinsi Jambi di acara pelantikan
Don Muzakir dan Pengurus DPW Tani merdeka Provinsi Jambi di acara pelantikan

JAMBI – Dewan Pimpinan Wilaya (DPW) Tani Merdeka Provinsi Jambi resmi dilantik di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Sabtu pagi (09/08/2025). Acara ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi petani yang berada di bawah naungan Tani Merdeka.

Pelantikan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka, Don Muzakir. Kehadirannya sekaligus menjadi ajang untuk memberikan arahan dan penegasan mengenai arah perjuangan organisasi, termasuk menjaga marwah dan integritas Tani Merdeka di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Don Muzakir menegaskan bahwa Tani Merdeka memiliki hubungan historis yang erat dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia menyampaikan, nama organisasi ini diberikan langsung oleh Presiden Prabowo, bukan oleh dirinya maupun pihak lain.

“Logo kita adalah Pak Prabowo Subianto. Nama yang diberikan Tani Merdeka ini bukan saya yang memberikan nama, bukan Pak Sudaryono. Tapi Tani Merdeka ini diberikan oleh Pak Prabowo Subianto,” ujarnya di hadapan para pengurus dan anggota yang hadir.

Don Muzakir kemudian menceritakan sejarah lahirnya nama Tani Merdeka. Ia menyebut, awalnya organisasi ini berdiri di Jawa Tengah dengan nama “Petani Pejuang”. Setelah dilaporkan kepada Prabowo Subianto, presiden yang kala itu masih menjadi calon kepala negara tersebut menegaskan bahwa jika dirinya diberi mandat rakyat untuk memimpin Indonesia, maka petani harus benar-benar merdeka.

“Waktu itu nama ini adalah lahir di Jawa Tengah, pertama adalah Petani Pejuang, kita laporkan ke Pak Prabowo. Saat itu Bapak Prabowo menyampaikan disaat beliau menjadi presiden, disaat beliau diberi mandat oleh rakyat Indonesia menjadi presiden maka petani wajib merdeka, makanya Pak Prabowo beri nama Tani Merdeka,” jelasnya.

Selain menyampaikan sejarah nama organisasi, Don Muzakir juga memberikan instruksi tegas terkait penyaluran bantuan pertanian yang berasal dari pemerintah pusat. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak memperjualbelikan bantuan tersebut.

“Jaga baik-baik organisasi ini, kalau ada bantuan-bantuan nanti dari pusat jangan dijual. Ini diingat, jangan dijual-belikan. Jangan sampai saat turun combine, bantuan-bantuan traktor, tahu-tahu petani disuruh tebus. Jangan sampai ada seperti itu, kita disuruh tangkap oknum semacam itu sama polisi,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi sorotan penting dalam pelantikan ini, mengingat selama ini sering muncul keluhan di kalangan petani terkait praktik jual beli bantuan, baik berupa alat maupun sarana produksi pertanian. Tani Merdeka, kata Don Muzakir, harus menjadi garda terdepan dalam memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan petani.