Beranda blog Halaman 51

DPD Tani Merdeka Kotabaru Gelar Rakerda, Ini yang Dibahas

0
Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda)
Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda)

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kotabaru, pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Rakerda ini membahas berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selain mendukung dan menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto, DPD Tani Merdeka juga menyiapkan agenda kerja di tingkat daerah.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru, Sujiono, mengatakan pihaknya akan fokus pada pelatihan keterampilan petani, pendampingan akses permodalan, dan membantu pemasaran hasil panen.

“Kami tidak hanya mengawal program pemerintah pusat. Kami juga menyiapkan program nyata di daerah, seperti mengadakan pelatihan teknis, membantu petani mengakses kredit usaha rakyat, serta memfasilitasi penjualan hasil panen agar harga lebih menguntungkan,” kata Sujiono.

Alin Wijaya Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.
Alin Wijaya Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementera itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, menegaskan dukungan penuh terhadap rencana kerja DPD Tani Merdeka Kotabaru.

“Kami ingin Tani Merdeka hadir langsung di tengah petani. Tidak hanya mendengar keluhan, tapi juga memberi solusi. Program ini akan dijalankan bersama pemerintah daerah dan mitra terkait,” ujar Alin.

Alin mengaku, Rakerda ini juga menjadi ajang konsolidasi organisasi, penguatan struktur kepengurusan, serta koordinasi dengan perwakilan petani di desa-desa.[]

Kementan Siapkan Hilirisasi Bawang Putih di Garut, Targetkan Petani Dapat Nilai Tambah

0
Staf Ahli Kementan, Nandang Sudrajat (tengah)
Staf Ahli Kementan, Nandang Sudrajat (tengah)

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian (Kementan) RI mendorong Garut menjadi salah satu pusat hilirisasi bawang putih nasional. Program ini diawali dengan pengembangan demplot di Desa Karya Mekar, Kecamatan Pasirwangi, yang digadang menjadi model pengelolaan bawang putih dari hulu hingga hilir.

Staf Ahli Kementan, Nandang Sudrajat, mengatakan hilirisasi akan membuat petani tidak berhenti pada tahap menanam. Mereka diarahkan mengolah dan memasarkan produk agar memiliki nilai tambah.

“Garut memiliki potensi bawang putih yang luar biasa. Hilirisasi menjadi kunci agar petani tidak hanya menanam, tetapi juga mengolah dan memasarkan produknya dengan nilai tambah yang tinggi. Kementan akan memastikan pendampingan ini berjalan berkelanjutan,” ujar Nandang, yang juga Sekjen DPN Tani Merdeka Indonesia.

Kementan, kata Nandang, memberikan pendampingan teknis, bantuan sarana produksi, hingga fasilitasi akses pasar.

Ia menegaskan dukungan ini tidak bersifat seremonial, melainkan dilakukan secara berkesinambungan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Pasirwangi, Bambang, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Garut, Mamat Acek, dan Sekretaris Dadan Nugraha. Para petani setempat mengikuti penjelasan teknis pengelolaan bawang putih, mulai dari penanaman, perawatan, panen, hingga pengolahan pascapanen.

Nandang mengatakan, program demplot ini diharapkan menjadi role model pengembangan bawang putih nasional. Hilirisasi tidak hanya ditargetkan meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan pangan, dan mengurangi ketergantungan impor bawang putih.

Nandang menegaskan Kementan siap mengawal program hingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.

“Kementan siap mengawal program ini hingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani,” kata dia.[]

Foto | Don Muzakir Gelar Temu Ramah dengan Pengurus Papera dan Tani Merdeka Bali

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPP Papera, Don Muzakir, menggelar temu ramah santai bersama pengurus Papera dan Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali. Suasana pertemuan berlangsung akrab, diisi obrolan ringan yang juga dibarengi dengan diskusi seputar perkembangan organisasi dan isu-isu terkini di daerah.

Pertemuan seperti ini menjadi agenda rutin Don Muzakir setiap kali berkunjung ke daerah, sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi langsung dari para pengurus di lapangan.[]

UGM: SMS Jadi Teknologi Paling Realistis untuk Petani Kecil

0
Ilustrasi
Ilustrasi

TANIMERDEKA – Transformasi teknologi pertanian dinilai belum bisa langsung melompat ke penggunaan aplikasi canggih.

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Dwi Apri Nugroho menyebutkan teknologi sederhana berbasis pesan singkat (SMS) lebih sesuai untuk petani kecil di Indonesia.

“Petani-petani yang memiliki luasan lahan di bawah 2 ha, dan rekomendasi teknologi paling tepat adalah pemakaian teknologi yang sederhana,” kata Bayu dikutip dari situs resmi ugm.ac.id.

Bayu menilai kondisi di lapangan masih jauh dari siap untuk penerapan teknologi berbasis internet. Banyak petani belum memiliki ponsel Android. Sebagian tinggal di wilayah 3T—tertinggal, terdepan, dan tertular—dengan jaringan seluler yang tidak stabil.

Ia mengatakan SMS dapat dijadikan solusi awal. Teknologi ini pernah digunakan dalam penelitian untuk mengirim rekomendasi bertani yang disusun dari data Field Monitoring System di lapangan.

“Terlebih bila ke lapangan, banyak kita temui petani-petani di Indonesia berusia cukup lanjut dengan tingkat pemahaman terhadap perkembangan teknologi yang cukup minim. Nampaknya penerapan teknologi sederhana ini bisa menjadi prioritas mengingat kondisi tersebut,” ujarnya.

Bayu mengatakan keberhasilan program ini bergantung pada pendampingan intensif. Informasi yang dikirim melalui SMS, jika sesuai data lapangan, dapat memengaruhi praktik budidaya.

Ia menyarankan pengembangan teknologi dimulai dari SMS sebelum beralih ke aplikasi.

“Hal ini tentunya dapat menjadi solusi dalam menghadapi kendala dari sisi sumber daya manusia. Penggunaan aplikasi saat ini masih terbatas pada kalangan anak muda, sedangkan golongan petani yang cukup lanjut usia masih mengikuti pola pikir lama,” kata Bayu.

Menurut dia, penerapan teknologi dapat dimulai dari kawasan percontohan berbasis sistem klaster atau ekosistem. Penerapan di seluruh Indonesia dinilai belum realistis karena masih ada daerah yang belum memiliki jadwal tanam dan pola budidaya yang seragam.

Program klaster, kata Bayu, dapat mendorong terbentuknya kondisi ideal untuk mengadopsi teknologi.

“Kondisi ideal dalam suatu lahan pertanian ini menjadi persyaratan mutlak yang mampu mendorong keberhasilan untuk menerapkan teknologi dalam rangka mengupayakan peningkatan produksi dan pendapatan,” ujarnya.

Bayu menekankan percontohan harus mengikuti kebiasaan petani setempat, termasuk jenis varietas dan perlakuan lahan. Pendekatan ini berguna membangun basis data karakteristik daerah.

“Sehingga apabila nanti akan dilakukan scale up dalam implementasi teknologi secara lebih luas pada berbagai daerah dapat menggunakan database berdasarkan pecontohan dari klaster yang memiliki karakteristik yang kondisinya menyerupai,” kata dia.[]

Foto | Pengurus DPD Tani Merdeka Siak Dilantik

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Siak, Riau, dilantik. Pelantikan digelar di gedung serbaguna Kantor Camat Minas, Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Sabtu malam, 9 Agustus 2025.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Riau, Oki Saputra Malay.

Oki menegaskan peran Tani Merdeka di Riau harus lebih aktif menyentuh persoalan petani di lapangan.[]

 

Foto | Pengurus DPW Tani Merdeka Bali Dilantik

0

TANIMERDEKA – Zulfikar Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali dilantik. Pelantikan berlangsung di Taman Istana Jepun, Denpasar, Minggu, 10 Agustus 2025.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir berahap Tani Merdeka Bali di bawah Zulfikar mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sehingga semua program pertanian bisa terlaksana dengan baik.

“Harapan kami, bisa membantu pemerintah dengan lebih mengadvokasi, menjaga, mengedukasi petani dan memberikan semangat kepada generasi milenial agar bisa beregenerasi,” kata Don Muzakir, pada Minggu 10 Agustus 2025.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah: Presiden Prabowo Terbukti Keberpihakan pada Petani

0
Eka Saputra Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah.
Eka Saputra Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah.

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, Eka Saputra, menilai Presiden Prabowo Subianto telah membuktikan keberpihakan nyata kepada petani. Menurutnya, langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah di bidang pertanian dan ketahanan pangan bukan sekadar janji, melainkan kerja konkret.

“Presiden Prabowo berhasil. Ini bukan retorika, tapi kerja nyata yang dirasakan langsung oleh petani,” kata Eka di Takengon, Minggu 10 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir, petani di Aceh Tengah mulai merasakan dampak kebijakan pemerintah, pupuk subsidi semakin mudah diakses, dan harga gabah petani dibeli Bulog sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Baru kali ini petani harga gabah diserap Bulog setinggi itu. Presiden sebelumnya belum pernah melakukan hal ini,” ujar Eka.

Menurutnya, kebijakan ini bukan hanya membantu petani menjaga kestabilan pendapatan, tetapi juga memperkuat cadangan pangan nasional.

“Petani itu ujung tombak ketahanan pangan. Kalau mereka sejahtera, stok pangan aman, dan rakyat tidak khawatir soal kebutuhan pokok,” tambahnya.

Eka juga mengapresiasi program makan bergizi gratis yang dijalankan pemerintah. Ia menilai kebijakan ini akan berdampak besar pada kesehatan dan kualitas generasi muda.

“Program makan bergizi gratis ini adalah investasi masa depan. Anak-anak kita akan tumbuh sehat, pintar, dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia berharap, komitmen Presiden Prabowo untuk memperkuat sektor pertanian terus berlanjut.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak boleh berhenti di awal masa pemerintahan.

“Kami berharap program ini berkesinambungan, sehingga petani semakin maju dan generasi mendatang merasakan manfaatnya,” kata Eka.

Eka menegaskan, Tani Merdeka Aceh Tengah siap menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan program ketahanan pangan.

“Kami di Tani Merdeka siap mendukung penuh kebijakan Presiden dan Kementerian Pertanian. Semua demi kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan Indonesia,” tegasnya.[]

Ketua DPD Tani Merdeka Kotabaru: Presiden Prabowo Berhasil Jalankan Program Ketahanan Pangan

0
Sujiono Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru
Sujiono Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru

TANIMERDEKA – Sujiono Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan program strategis di bidang ketahanan pangan.

Ia menilai kebijakan yang dijalankan pemerintah pusat bukan sekadar janji, melainkan bukti nyata di lapangan.

“Presiden Prabowo Subianto berhasil. Ini bukan retorika saja, tapi kerja nyata,” kata Sujiono, Minggu, 10 Agustus 2025.

Menurutnya, sejumlah program yang telah berjalan menjadi bukti keseriusan pemerintah. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sudah disalurkan ke kelompok tani. Pupuk subsidi juga tetap tersedia. Selain itu, harga gabah yang mencapai Rp6.500 per kilogram kini diserap oleh Bulog.

“Ini belum pernah terjadi pada presiden sebelumnya,” ujarnya.

Sujiono menilai kebijakan tersebut menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap rakyat, khususnya petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Ia juga menilai langkah ini menunjukkan komitmen konkret pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo dan Kementerian Pertanian,” kata Sujiono.

Ia berharap, program ini bisa terus dilanjutkan agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat desa. Menurutnya, keberlanjutan program akan mendukung terwujudnya generasi berkualitas yang mampu membawa Indonesia menuju cita-cita besar di tahun 2045.

“Kami ingin program ini berkesinambungan. Dengan pangan yang berkualitas, akan lahir generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.[]

Don Muzakir Lantik Zulfikar Jadi Ketua DPW Tani Merdeka Bali, Ini Pesannya

0
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir melantik Zulfikar Wijaya sebagai Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Bali. Pelantikan berlangsung di Taman Istana Jepun, Denpasar, Minggu, 10 Agustus 2025.

Zulfikar yang juga anggota DPRD Provinsi Bali dipercaya menggerakkan program unggulan Presiden Prabowo Subianto di bidang pertanian. Ratusan kader Tani Merdeka Bali ikut dilantik. Mereka diminta bergerak hingga pelosok desa untuk mendukung kebijakan pemerintah yang menyasar kesejahteraan petani.

Don Muzakir berharap Tani Merdeka Bali di bawah Zulfikar mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sehingga semua program pertanian bisa terlaksana dengan baik.

“Harapan kami, bisa membantu pemerintah dengan lebih mengadvokasi, menjaga, mengedukasi petani dan memberikan semangat kepada generasi milenial agar bisa beregenerasi,” kata Don Muzakir, pada Minggu 10 Agustus 2025.

Don Muzakir menegaskan Tani Merdeka Indonesia berkomitmen menjangkau petani hingga pelosok. Program pemerintah harus terdengar dan berjalan sesuai harapan Presiden Prabowo. Dukungan itu mencakup pemberian alat dan mesin pertanian (alsintan), dan bantuan lain yang dibutuhkan.

“Petani ini tidak semua mengerti administrasi, jadi ini perlu kita ajarkan,” ujarnya.

Don Muzakir mencontohkan sistem pembinaan petani di luar negeri yang bisa diterapkan di Indonesia, mulai dari fasilitas hingga pelatihan yang menjaga martabat petani.

“Kita mendukung juga swasembada pangan, bukan hanya untuk memproduksi, tapi juga bisa membina secara pendidikan dan pelatihan-pelatihan,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan rencana kerja sama dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk mengembangkan teknologi pupuk dan pestisida. Targetnya, hasil pertanian memiliki nilai jual tinggi dan berkualitas. SDM menjadi tantangan utama, namun ia optimistis program Presiden Prabowo bisa berjalan selaras dan bersaing dengan negara lain.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali I Wayan Sunada menyatakan dukungan pada program pusat. Modernisasi pertanian dianggap penting agar petani Bali tidak tertinggal. Ia menilai alsintan seperti drone, traktor, dan combine bisa membuat petani Bali berdaulat di bidang pangan.

“Bali dibantu alsintan, seperti drone, traktor, combine itu sangat kita perlukan. Sehingga, kami bisa berdaulat di bidang pangan,” kata Wayan.

Ia menambahkan, alsintan akan membantu mempercepat panen serempak dan mempermudah distribusi air. Pupuk di Bali dinilai cukup. Dari 68 ribu hektare Lahan Sawah Berkelanjutan (LSB), 65 persen sudah mendapat pupuk organik.

“Kita punya Perda 8 Tahun 2019 tentang SPO, sistem pertanian organik. Mudah-mudahan, dalam waktu sesingkat-singkatnya, Bali bisa organik. Karena organik adalah pangan yang sangat sehat,” ujarnya.

Wayan menyebutkan ketahanan pangan Bali sudah baik, bahkan surplus. Hanya bawang putih yang produksinya masih kurang. Beberapa kabupaten memiliki komoditas unggulan, seperti kakao di Jembrana, kopi robusta dan kakao di Tabanan, serta beras merah Tabanan yang dikenal berkualitas tinggi.

Selain itu Zulfikar mengatakan siap menjalankan Amanah sesuai perintah organisasi.

“Ya kami mudah-mudahan dengan adanya Tani Merdeka ini, bisa membantu menjembatani program-program pusat untuk di daerah yang mana nanti saya akan berkolaborasi dengan Kadis Pertanian mengenai apa yang dibutuhkan para petani,” ujarnya.[]

Pengurus DPD Tani Merdeka Siak Dilantik, Ini Pesan Oki Saputra Malay

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Siak, Riau, resmi dilantik. Prosesi pelantikan digelar di gedung serbaguna Kantor Camat Minas, Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Sabtu malam, 9 Agustus 2025.

Acara berlangsung khidmat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Siak Tri Handro Pramono, Kapolres, Danramil, Camat Minas Nurva Octolita, tokoh masyarakat adat, tokoh pemuda, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan hadir pada pelantikan itu.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Riau, Oki Saputra Malay.

Dalam sambutannya, Oki menegaskan peran Tani Merdeka di Riau harus lebih aktif menyentuh persoalan petani di lapangan.

“Tani Merdeka harus hadir di tengah petani, mendengar keluhan mereka, dan mencari solusi bersama. Kita tidak boleh hanya menunggu, tetapi harus bergerak. Banyak masalah petani yang harus kita kawal, mulai dari ketersediaan pupuk, permodalan, sampai memastikan harga hasil panen tidak merugikan petani,” kata Oki.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Siak H. Muhammad Ruwaidan Pawa mengajak seluruh pengurus bekerja dengan fokus pada isu-isu paling mendesak.

Ia menyebutkan pupuk bersubsidi, pemasaran hasil panen, tiga ini prioritas utama. Selain itu penting juga bermitra dengan pemerintah daerah.

“Tugas kita adalah membela hak-hak petani. Banyak persoalan yang perlu kita perjuangkan, mulai dari pupuk, pemasaran hasil panen. Jangan sampai petani merasa berjalan sendiri tanpa dukungan. Kita harus hadir di setiap desa, bukan hanya di rapat-rapat,” ujarnya.

Selain itu Sekretaris DPW Tani Merdeka Riau Nila D Pane menyampaikan, pembentukan DPD di daerah merupakan bagian dari strategi memperluas jangkauan organisasi agar advokasi lebih efektif.

“Sudah ada beberapa DPD Tani Merdeka di Riau yang dilantik, di antaranya Kabupaten Siak, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Kampar. Kehadiran DPD ini diharapkan mempercepat komunikasi dan penanganan masalah petani di daerah,” kata Nila.[]