Beranda blog Halaman 29

Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Sambas: Terima Kasih Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Pemerintah resmi menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen mulai Rabu, 22 Oktober 2025. Kebijakan ini dilakukan tanpa menambah anggaran subsidi dari APBN.
Langkah tersebut mendapat respons positif dari Dewan Pengurus Daerah Tani Merdeka Kabupaten Sambas.

Ketua DPD Tani Merdeka Sambas, Gulma Pujianto, mengatakan penurunan harga pupuk akan mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian di daerahnya.

“Kita sangat mengapresiasi hal ini, pengurangan harga pupuk bersubsidi baru kali ini terjadi, bahkan hingga 20 persen, tentu saja petani akan sangat diuntungkan akan adanya kebijakan tersebut,” kata Gulma, pada Rabu 22 Oktober 2025.

Ia menjelaskan Tani Merdeka Indonesia terus mengawal pelaksanaan program pertanian pemerintah. Organisasi ini juga mendampingi petani menghadapi tantangan produksi dan distribusi.

“Tani Merdeka juga diberikan amanah untuk mengawal ketersaluran alsintan secara tepat sasaran serta penyaluran pupuk bersubsidi. Dengan turunnya harga pupuk bersubsidi ini, saya yakin para petani akan mampu meningkatkan hasil panen mereka. Tinggal bagaimana ke depan kita bersama-sama mendorong agar tersalurkan dan terserap oleh pasar secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris DPD Tani Merdeka Sambas, Dede Slamet, mengajak petani memanfaatkan momentum ini untuk mengolah lahan secara maksimal.

“Ini adalah salah satu kebijakan pro rakyat yang patut kita apresiasi. Petani tentu saja harus bersemangat menyambut hal tersebut. DPD Tani Merdeka Sambas juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian yang sangat besar kepada para petani kita,” ucap Dede.

Ia menyoroti dampak jangka pendek terhadap distributor dan kios pupuk yang telah menyiapkan stok dengan harga lama. Menurutnya, pemerintah perlu segera menyusun skema transisi yang adil.

“Distributor dan kios resmi pupuk subsidi, diharapkan jangan panik terkait penurunan HET tersebut. Terkait dengan sisa stok yang ada ditebus dengan harga lama yang lebih tinggi, kita yakin pemerintah dan PT Pupuk Indonesia pasti sudah mempertimbangkan langkah kebijakan yang adil bagi semua pihak, baik itu distributor maupun kios. Hanya saja tinggal menunggu,” pungkasnya.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki, Rizal, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap petani.

“Kami sangat mengapresiasi Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memperhatikan petani. Harga pupuk yang sudah turun ini akan memecut semangat kami. Semoga Bapak Presiden kita selalu sehat dan terus menyayangi petani,” paparnya.

Hal serupa disampaikan Ketua Kelompok Tani Muda Berkarya, Wahyudi. Ia bersama anggotanya siap mendukung program swasembada pangan.

“Alhamdulillah, terima kasih Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menurunkan harga pupuk subsidi. Kami semua siap untuk turut berkontribusi bagi swasembada pangan Indonesia. Semoga hasil panen kita semua semakin baik dan melimpah dengan semakin terjangkaunya harga pupuk bersubsidi,” pungkasnya.[]

Ini Nomor Pengaduan Jika Harga Pupuk Subsidi Melebihi HET

0

TANIMERDEKA – Pemerintah menyediakan dua nomor pengaduan bagi masyarakat yang menemukan pupuk subsidi dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Laporan dapat disampaikan melalui 0823 1110 9690 (Pengaduan Pupuk Kementan) dan 0812 1533 557 (Hotline KPPP Pusat).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan saluran pengaduan tersebut saat menyampaikan laporan satu tahun kinerja pembangunan pertanian Kabinet Merah Putih di Jakarta, pada Rabu 22 Oktober 2025.

“Sahabatku, kalau ada yang coba-coba menaikkan dari harga yang ditetapkan pemerintah, tolong dihubungi kontak pengaduan pupuk. Jadi, hubungi ini kontak pengaduan pupuk itu pasti langsung ditindaklanjuti,” ujar Amran.

Ia mengimbau distributor dan pengecer agar tidak menjual pupuk subsidi di atas HET. Pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas bagi pelanggar, mulai dari teguran hingga pencabutan izin usaha.

“Ini penting, Seluruh distributor pengecer, kami imbau jangan coba-coba menaikkan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kalau ini dinaikkan, kita izinnya akan dicabut,” tegas Amran.

Ia menegaskan tidak ada lagi ruang bagi mafia atau praktik korupsi dalam distribusi pupuk subsidi. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pemberantasan mafia dan koruptor, serta memberikan dukungan penuh kepada petani.

“Minggu lalu, kita cabut 2.039 kios pengecer. Seluruh Indonesia. Tapi kalau masih ada yang ingin mencoba, pasti kita tindak. Pasti kita cabut izinnya,” ujar dia.

Amran juga memerintahkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Babinsa untuk ikut mengawasi distribusi pupuk di lapangan.

“Kami umumkan, tolong seluruh yang hadir pada hari ini PPL, Babinsa, seluruh yang hadir dicatat baik-baik. Dan nanti, manakala ada yang naikkan harga pupuk, akan izinnya dicabut dan diproses hukum. Ini harus kita kawal,” tegas dia.

Penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen berlaku mulai 22 Oktober 2025. Kebijakan ini tidak menambah anggaran subsidi dari APBN dan disebut sebagai langkah efisiensi.

“Ini adalah hasil efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah. Ini tidak menambah anggaran APBN, tetapi menurunkan harga 20 persen,” ujar Amran.

Penurunan harga pupuk tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram. Harga per sak turun dari Rp112.500 menjadi Rp90.000. Pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram, atau dari Rp115.000 menjadi Rp92.000 per sak. NPK kakao turun dari Rp3.300 menjadi Rp2.640 per kilogram, atau dari Rp165.000 menjadi Rp132.000 per sak.

Pupuk ZA khusus tebu turun dari Rp1.700 menjadi Rp1.360 per kilogram, atau dari Rp85.000 menjadi Rp68.000 per sak. Pupuk organik turun dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram, atau dari Rp32.000 menjadi Rp25.600 per sak.

Penurunan ini yang pertama dalam sejarah pupuk subsidi. Sebelumnya, harga pupuk cenderung naik setiap tahun atau dua tahun sekali.[]

Harga Pupuk Subsidi Turun Lagi 20 Persen, Pane: Presiden Prabowo Hadir Bersama Petani

0
Nila D. Pane Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau.
Nila D. Pane Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau.

TANIMERDEKA – Penurunan harga pupuk subsidi disambut baik oleh para petani di tanah air. Kebijakan tersebut dinilai memberi angin segar bagi sektor pertanian yang selama ini terbebani ongkos produksi tinggi.

Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Nila D. Pane, mengatakan langkah pemerintah sebagai bentuk keberpihakan yang nyata.

“Presiden Prabowo Subianto tidak sekadar membuat kebijakan teknis. Beliau memahami betul kebutuhan dasar petani. Penurunan harga pupuk ini bukan janji, tapi solusi,” ujar pria yang akrab disapa Nila saat ditemui di Pekanbaru, pada Rabu 22 Oktober 2025.

Menurut Pane, pupuk menjadi salah satu komponen paling mahal dalam proses bertani. Harga yang lebih terjangkau membuat petani bisa bernapas lega dan fokus meningkatkan hasil panen.

“Selama ini pupuk jadi beban. Sekarang petani bisa lebih tenang. Ini yang kami harapkan sejak lama,” katanya.

Ia menilai kebijakan tersebut menunjukkan keberanian Presiden Prabowo dalam mendengar suara akar rumput. Bagi Nila, kepemimpinan bukan soal panggung politik, melainkan soal keberanian bertindak.

“Kami melihat Presiden hadir di ladang, bukan hanya di podium. Kebijakan ini menyentuh langsung kehidupan petani,” ucapnya.

Pane juga mengatakan banyak petani merasa dihargai. Menurutnya, pemimpin seperti Prabowo memberi harapan baru bagi masa depan pertanian Indonesia.

“Petani senang, petani bangga. Kami optimis, era baru pertanian yang berdaulat sedang dimulai,” kata Pane.

Ia mengajak generasi muda untuk tidak memandang pertanian sebagai sektor tertinggal. Menurutnya, pertanian justru menjadi fondasi kedaulatan bangsa.

“Pertanian bukan sektor pinggiran. Ini soal ketahanan dan masa depan. Kami harap anak muda ikut terlibat,” tuturnya.

Pemerintah resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan ini mulai berlaku Rabu 22 Oktober 2025 dan menjadi penurunan pertama dalam sejarah pupuk subsidi nasional.

Keputusan tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram. Harga per sak ukuran 50 kilogram kini Rp90.000, dari sebelumnya Rp112.500.[]

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani Sambut Baik Kebijakan Pemerintah

0

TANIMERDEKA – Pemerintah resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan ini mulai berlaku Rabu 22 Oktober 2025 dan menjadi penurunan pertama dalam sejarah pupuk subsidi nasional.

Penetapan harga baru diumumkan oleh Kementerian Pertanian melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Penurunan dilakukan tanpa tambahan anggaran dari APBN, melainkan melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi.

Harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram. Harga per sak ukuran 50 kilogram kini Rp90.000. Pupuk NPK juga turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram. Harga per sak kini Rp92.000.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lebak, Ellen Herdyansyah, menyebutkan kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap petani.

“Ini hadiah ulang tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk petani,” kata Ellen Herdyansyah, Rabu 22 Oktober 2025.

Ellen mengatakan penurunan harga pupuk sebagai langkah penting yang perlu segera dimanfaatkan oleh petani di daerah.

“Bapak Presiden Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir telah berjuang dan membuktikan keberpihakan kepada para petani. Oleh karena itu, kami DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lebak berupaya semaksimal mungkin demi kemajuan petani di Lebak,” ujar Ellen.

DPD Tani Merdeka Lebak menyatakan siap mendampingi petani dalam memanfaatkan kebijakan ini. Organisasi juga akan memperkuat edukasi dan pengawasan di tingkat desa agar harga pupuk sesuai ketetapan pemerintah.

Pemerintah berharap penurunan harga pupuk berdampak langsung pada penurunan biaya produksi, peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), dan perbaikan kesejahteraan petani. Produksi pertanian nasional diproyeksikan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.[]

Pemerintah Kabupaten OKU Timur Gandeng Tani Merdeka Perkuat Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kabupaten OKU Timur mengajak DPD Tani Merdeka Indonesia memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sektor pertanian. Fokus kerja sama mencakup peningkatan kesejahteraan petani, ketahanan pangan, dan hilirisasi produk pertanian.

Hal itu disampaikan Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah dalam pertemuan bersama pengurus Tani Merdeka OKU Timur pada Selasa 20 Oktober 2025. Pertemuan berlangsung di Kantor Pemerintah Kabupaten OKU Timur.

“Pemerintah daerah sangat mendukung setiap langkah yang dilakukan Tani Merdeka Indonesia untuk memajukan sektor pertanian. Sinergi antara petani, pemerintah, dan swasta sangat penting untuk mewujudkan kemandirian pangan di OKU Timur,” ujar Bupati Lanosin.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka OKU Timur, M. Daud hadir bersama Sekretaris Jenderal Saparen dan sejumlah pengurus kecamatan.

Berbagai isu dibahas, mulai dari penguatan program Tani Merdeka di tingkat desa hingga strategi hilirisasi hasil pertanian. Diskusi berlangsung terbuka dan menekankan pentingnya peran petani dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap kerja sama ini dapat mempercepat realisasi program petani mandiri, serta membuka peluang bagi petani lokal untuk berkembang lebih maju,” ucap M. Daud.

Tani Merdeka OKU Timur menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Organisasi ini juga berkomitmen memperluas jangkauan program hingga ke tingkat desa dan kelompok tani.

Pemerintah Kabupaten OKU Timur menilai penguatan kelembagaan petani menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan daya saing produk local.[]

Harga Pupuk Subsidi Turun Lagi 20 Persen, Don Muzakir: Terima Kasih Presiden Prabowo

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (tengah)
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (tengah)

TANIMERDEKA – Pemerintah resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan ini mulai berlaku Rabu 22 Oktober 2025 dan menjadi penurunan pertama dalam sejarah pupuk subsidi nasional.

Langkah ini bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penurunan dilakukan tanpa menambah anggaran subsidi dari APBN, melainkan melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi.

Keputusan tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram. Harga per sak ukuran 50 kilogram kini Rp90.000, dari sebelumnya Rp112.500.

Pupuk NPK juga mengalami penurunan. Harga dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram. Harga per sak 50 kilogram kini Rp92.000, dari sebelumnya Rp115.000. Penurunan berlaku secara nasional dan langsung efektif.

Kebijakan ini diyakini berdampak pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), penurunan biaya produksi, dan perbaikan kesejahteraan petani. Pemerintah optimistis produksi pertanian akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Kementerian Pertanian menyebutkan penurunan harga dilakukan tanpa tambahan anggaran, tidak ada ruang bagi pihak yang menaikkan harga di atas HET. Distributor dan pengecer yang melanggar akan dicabut izinnya dan diproses hukum.

Sementara itu Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyambut kebijakan Presiden Prabowo Subianto, ini sebagai langkah penting bagi petani kecil.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah bersejarah yang diambil Presiden Prabowo Subianto dalam menurunkan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi hingga 20 persen, mulai hari ini, 22 Oktober 2025. Ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan wujud nyata keberpihakan negara terhadap petani kecil dan masa depan ketahanan pangan nasional.”

Don Muzakir menyebutkan penurunan harga pupuk sebagai bukti bahwa efisiensi dan perbaikan tata kelola bisa menghasilkan solusi konkret.

“Selama puluhan tahun, harga pupuk cenderung naik secara berkala, menambah beban produksi bagi petani. Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, harga pupuk berhasil diturunkan tanpa menambah beban APBN, melainkan melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi. Ini adalah bukti bahwa gagasan besar bisa melahirkan solusi konkret.”

Don Muzakir juga menginstruksikan seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia untuk aktif mengawasi distribusi pupuk di lapangan.

“Saya selalu menyampaikan kepada seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia di seluruh Indonesia, jika menemukan pihak atau kios yang menjual pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, segera laporkan. Kirimkan bukti berupa foto dan video kepada saya agar dapat segera ditindaklanjuti. Kita sudah membentuk posko pengawasan di setiap kecamatan dan desa, yang dipimpin oleh Ketua Koordinator Kecamatan dan Koordinator Desa Tani Merdeka Indonesia.”

Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebijakan ini dirasakan langsung oleh petani.

“Tani Merdeka Indonesia diperintahkan untuk menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di setiap desa. Kita punya tanggung jawab moral dan organisasi untuk memastikan kebijakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani di akar rumput. Jangan beri ruang bagi penyimpangan. Ini adalah momentum perubahan yang harus kita jaga bersama,” pungkas Don Muzakir.[]

Satu Tahun Pemerintah Presiden Prabowo, Tani Merdeka Bentuk 270 Posko Desa di Brebes, Don Muzakir: Laporkan Jika Ada Penyimpangan

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia membentuk Posko Pengaduan Masyarakat untuk pengawasan dan penguatan komunikasi antara petani dan pemerintah. Posko berfungsi sebagai kanal aspirasi, pusat edukasi, serta titik koordinasi untuk mengawal pelaksanaan program Presiden Prabowo Subianto dan program pertanian nasional di tingkat desa.

Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sebanyak 17 Posko tingkat kecamatan dan 290 Posko tingkat desa telah resmi beroperasi. Posko dipimpin oleh ketua Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) yang merupakan bagian dari struktur Tani Merdeka Indonesia.

Pembentukan Posko ini dilakukan dalam rangka satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tani Merdeka Indonesia menilai momentum ini sebagai titik evaluasi sekaligus konsolidasi gerakan petani untuk memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh lapisan terbawah.

Berbeda dari kantor organisasi pada umumnya, Posko tidak dibangun secara formal. Lokasinya berada di rumah para ketua yang telah ditetapkan sebagai Korcam atau Kordes. Pendekatan ini dipilih agar Posko lebih mudah diakses dan dekat dengan aktivitas harian petani.

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan Posko ini bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya program dan kebijikan Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau ada kios pupuk yang menjual di atas HET, segera laporkan. Kirim foto dan video agar bisa ditindak. Kalau ada yang memperjualbelikan alsintan atau bantuan lain dari pemerintah, laporkan ke koordinator atau langsung ke saya,” tegas Don Muzakir meresmikan Posko di Brebes, pada Minggu 19 Oktober 2025.

Ia menekankan Posko itu bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang pengawasan dan advokasi. Menurutnya, petani harus memiliki akses untuk menyampaikan keluhan dan mendapatkan informasi yang benar.

“Di Posko masyarakat dan petani bisa menyampaikan keluhan, menerima informasi, dan ikut mengawasi distribusi pupuk serta harga gabah,” ujarnya.

Lebih lanjut Don Muzakir mengatakan pembentukan Posko bagian dari arahan strategis organisasi untuk menjadi mitra aktif pemerintah. Ia menargetkan satu Posko di setiap desa di seluruh Indonesia dalam waktu dekat.

“Kami ingin satu desa punya satu Posko. Petani tidak perlu jauh-jauh ke kota hanya untuk menyampaikan masalah. Semua bisa ditangani dari desa,” katanya.

Tani Merdeka Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh program Presiden Prabowo Subianto selama lima tahun ke depan. Organisasi ini menyebutkan program pertanian pemerintah telah memberi dampak langsung, mulai dari distribusi pupuk subsidi, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga penetapan harga komoditas strategis.

Don Muzakir mengaku Tani Merdeka Indonesi ini menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di setiap desa. Ia menilai pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan pusat benar-benar sampai ke petani.

Don Muzakir menegaskan bahwa Tani Merdeka tidak akan mentoleransi praktik penyimpangan dalam distribusi bantuan pemerintah.

“Kalau ada yang main-main dengan bantuan, kita tindak. Kita tidak ingin program Presiden Prabowo tercoreng oleh oknum yang menyalahgunakan kepercayaan,” pungkas Don Muzakir.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif terlibat dalam pengawasan. Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi warga.

“Petani harus berani bersuara. Jangan diam kalau dirugikan. Posko ini tempatnya. Kita jaga bersama,” kata Don Muzakir.

Kementerian Pertanian mencatat bahwa sepanjang 2025, pemerintah fokus pada penguatan ketahanan pangan melalui modernisasi pertanian, peningkatan produktivitas, dan penguatan kelembagaan petani. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono disebut sebagai figur yang aktif mendorong pendekatan berbasis desa dan sering turun langsung ke lapangan.

Tani Merdeka Indonesia menyambut baik langkah tersebut, Sudaryono sebagai sosok yang memahami medan dan tantangan petani secara langsung. Dalam berbagai kesempatan, Sudaryono menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi petani, dan masyarakat desa.[]

Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Pupuk Indonesia Catat Perubahan Signifikan

0

TANIMERDEKA – PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat sejumlah perubahan signifikan dalam tata kelola pupuk subsidi selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Perubahan ini dinilai mempercepat distribusi dan memperkuat akses petani terhadap pupuk.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyebut dukungan pemerintah menjadi faktor utama terwujudnya reformasi sektor pupuk.

“Atas dukungan penuh dari Bapak Presiden serta seluruh jajaran pemerintahan, tahun ini kita dapat menyaksikan berbagai langkah strategis yang menjadi tonggak baru bagi sektor pupuk nasional.”

“Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tata kelola pupuk subsidi mengalami perubahan yang nyata,” ujar Rahmad.

Pemerintah menerbitkan dua regulasi baru, Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025. Melalui dua aturan ini, sebanyak 145 regulasi lama dipangkas. Rantai distribusi menjadi lebih singkat dan efisien.

Empat titik serah kini digunakan untuk mendekatkan pupuk ke petani, yaitu pengecer, koperasi, gapoktan, dan pokdakan.

“Pupuk Indonesia mengapresiasi penuh dukungan dan kebijakan pemerintah yang telah menghadirkan regulasi distribusi pupuk yang lebih akuntabel, efisien, dan berkeadilan bagi petani.”

“Kami berkomitmen untuk mengimplementasikan seluruh kebijakan dan regulasi tersebut secara konsisten dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari memastikan ketersediaan pupuk dan upaya nyata mendukung terwujudnya kedaulatan serta ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” kata Rahmad.

Penyaluran pupuk subsidi tahun ini dimulai tepat pada 1 Januari 2025. Ini pertama kali terjadi dalam sejarah. Petani menerima pupuk sesuai jadwal tanam.

Hingga 19 Oktober 2025, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 6,14 juta ton pupuk subsidi. Jumlah ini setara 64 persen dari total alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, capaian meningkat 10 persen. Jika dibandingkan dengan 2023, kenaikan mencapai 23 persen.

Kelancaran distribusi berdampak langsung pada produktivitas pertanian. Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum ke-80 PBB menyebut 2025 sebagai tonggak sejarah baru. Produksi beras dan cadangan pangan nasional mencapai titik tertinggi. Indonesia mulai mengekspor beras ke sejumlah negara.

Pupuk Indonesia menyatakan akan terus mendukung kebijakan pemerintah. Fokus diarahkan pada ketersediaan pupuk subsidi di tingkat pengecer agar penebusan oleh petani lebih mudah, terutama saat musim tanam.

“Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional, baik melalui penyediaan pupuk berkualitas untuk menjaga kedaulatan pangan Indonesia,” tutup Rahmad.[]

Riset Mahasiswa: Budaya Lokal Jadi Kunci Pengembangan Agraria

0

TANIMERDEKA – Karakter masyarakat pesisir selatan Yogyakarta yang kental budayanya dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan sektor agraria. Tradisi gotong royong, kerja kolektif, dan pengetahuan lokal menjadi fondasi yang mendukung praktik pertanian berkelanjutan di wilayah karst dan lahan pasir.

Empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengangkat isu ini dalam riset sosial bertajuk “Ngarit Jembar Nalar.” Riset dilakukan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dengan pendekatan sosio-historis berbasis kearifan lokal.

Ketua tim riset, Rendy Dwi Nugraha, menyebutkan karakter budaya masyarakat selatan Jawa bukan sekadar warisan, melainkan sumber daya sosial yang dapat memperkuat pembangunan agraria.

“Kita ingin berupaya menemukan strategi pembangunan berbasis kearifan lokal yang lebih partisipatif dan berkelanjutan bagi kawasan agraris selatan Jawa,” ujar Rendy, pada Selasa 21 Oktober 2025.

Ia menilai praktik hidup petani di wilayah tersebut bertahan karena nilai-nilai kolektif yang terus dijaga. Menurutnya, pendekatan pembangunan harus memahami struktur sosial dan sejarah lokal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kearifan lokal bukan hal kuno, tapi justru bisa menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Riset dilakukan di Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Ketiga kabupaten ini memiliki ekosistem pertanian yang beragam, mulai dari lahan pasir hingga kawasan karst. Tim memadukan survei kuantitatif, analisis spasial menggunakan GIS, dan wawancara mendalam dengan petani serta tokoh lokal.

Anggota tim, Farid Usman, menyebutkan pembangunan pertanian sering terjebak pada angka makro. Ia menekankan pentingnya mendengar suara masyarakat.

“Melalui riset ini, kami ingin menampilkan potensi ekonomi pertanian dari perspektif masyarakat sendiri,” ujar Farid.

Tim PKM-RSH UGM menemukan berbagai inovasi lokal, seperti sistem irigasi tanah, pengelolaan tumpangsari, dan adaptasi pertanian lahan pasir. Semua praktik tersebut lahir dari kebutuhan dan pengalaman masyarakat.

Hasil riset akan disusun dalam bentuk peta potensi ekonomi pertanian tingkat kalurahan. Peta dilengkapi analisis sosial, kelembagaan, dan sejarah lokal. Tim juga merumuskan model pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal sebagai referensi kebijakan daerah.

Rendy berharap riset ini dapat mengubah cara pandang generasi muda terhadap sektor pertanian.

“Kami ingin menumbuhkan kembali optimisme bahwa menjadi petani adalah bagian dari berpikir besar. Ngarit jembar nalar bukan sekadar konsep, tetapi ajakan untuk melihat pertanian dengan cara pandang yang lebih luas,” tutup Rendy.

Tani Merdeka Medan Dorong Ketahanan Pangan Kota, Urban Farming Jadi Fokus

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia Medan memperkuat komitmen mendukung ketahanan pangan di wilayah perkotaan. Organisasi ini mendorong pendekatan berbasis komunitas, edukasi publik, dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Ketua Tani Merdeka Medan, Agus Suriyono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah program yang relevan dengan kondisi Kota Medan.

“Tani Merdeka Indonesia Medan memiliki berbagai program mendukung ketahanan pangan seperti pertanian kota, pembentukan kader ketahanan pangan serta pengelolaan sampah organik menjadi produk bermanfaat,” ujar Agus, pada Senin 21 Oktober 2025.

Ia menjelaskan pelantikan 21 Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) akan dilakukan secara serentak. Struktur organisasi akan diperluas hingga kelurahan agar program berjalan efektif.

Tani Merdeka juga menyiapkan kerja sama dengan pemerintah dan pemangku kebijakan lainnya. Program yang dijalankan meliputi pengelolaan sampah organik dari pasar dan hotel menjadi pupuk serta pakan ternak. Makanan berlebih dari hotel yang masih layak konsumsi akan disalurkan kepada warga kurang mampu.

“Lahan pertanian di Medan memang terbatas karena merupakan wilayah perkotaan. Karena itu, kami akan mengembangkan urban farming dengan melibatkan seluruh pengurus di tingkat kecamatan dan kelurahan,” kata Agus.

Langkah tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang tertuang dalam Astacita Presiden.

Sementara itu Wakil Wali Kota Medan, Zakyuddin Harahap, menyambut baik inisiatif Tani Merdeka Indonesia. Menurutnya edukasi kepada masyarakat menjadi kunci agar program ketahanan pangan berjalan optimal.

“Edukasi kepada masyarakat sangat dibutuhkan agar program ketahanan pangan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata di seluruh lingkungan,” ujar Zakyuddin.

Ia berharap sosialisasi menjangkau seluruh kecamatan dan kelurahan. Pemerintah Kota Medan juga mengajak Tani Merdeka memperkuat pemahaman publik tentang pentingnya ketahanan pangan.

“Sama-sama kita mengetahui, ketahanan pangan ini juga menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, Pemkot mengajak Tani Merdeka Indonesia memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” katanya.

Tani Merdeka Indonesia Kota Medan menilai pendekatan lokal dan partisipatif menjadi kunci keberhasilan program, ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal distribusi, edukasi, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.[]