Beranda blog Halaman 22

Dari Dapur Kelompok Wanita Tani Brebes, Bawang Goreng Crispy Jadi Solusi Pascabanjir

0

TANIMERDEKA – Di depan rumah yang sederhana di Kabupaten Brebes, aroma bawang merah goreng menyeruak tajam. Suara gemericik minyak panas berpadu dengan tawa ibu-ibu yang sibuk mengiris, menimbang, dan mengemas. Mereka bukan sekadar memasak. Mereka sedang membangun harapan.

Kelompok Wanita Tani binaan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Brebes mengikuti pelatihan pembuatan bawang merah goreng crispy. Kegiatan ini digelar sebagai respons atas melimpahnya stok bawang merah akibat panen prematur pascabanjir yang melanda sejumlah lahan pertanian di wilayah tersebut.

Pelatihan berlangsung di salah satu rumah anggota kelompok di Dusun I Kepu Wanasari, Brebes. di depan rumah warga ibu-ibu sedang mengupas bawang. Bawang-bawang yang semula terancam membusuk kini diolah menjadi produk bernilai jual.

Imam Turmudzi, Bendahara DPD Tani Merdeka Kabupaten Brebes, mengatakan pelatihan ini langkah konkret untuk mengurangi potensi kerugian petani.

“Ini stok bawang merah akibat banjir akan melimpah ruah panen prematur,” ujarnya.

Ia menambahkan pelatihan ini bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan semangat wirausaha perempuan di desa.

“Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok ini dibina jadi sehingga punya skill dan terbangun bisnis,” kata pria yang akrab disapa Imam.

Bawang goreng crispy dipilih karena prosesnya relatif sederhana dan bahan bakunya tersedia. Produk ini juga memiliki daya simpan lebih lama dan permintaan pasar yang stabil, terutama menjelang musim libur dan hari besar keagamaan.

Setiap anggota kelompok dilatih mulai dari proses sortir bawang, teknik pengirisan tipis, penggorengan suhu rendah, hingga pengemasan higienis. Mereka juga dikenalkan pada pencatatan biaya produksi dan strategi pemasaran sederhana.

Di sela aktivitas, beberapa ibu bercerita bahwa sebelumnya mereka hanya menjual bawang dalam bentuk segar. Setelah banjir, harga anjlok dan banyak hasil panen terbuang. Kini, mereka melihat peluang baru.

“Kalau dijual mentah, harganya jatuh. Tapi kalau digoreng, bisa lebih tahan lama dan dijual ke warung-warung,” ujar Siti, salah satu peserta pelatihan.

DPD Tani Merdeka Brebes menargetkan pembentukan unit usaha mikro berbasis komunitas. Produk bawang goreng akan dipasarkan melalui koperasi tani, toko kelontong, dan jaringan komunitas di luar daerah.

Pelatihan ini juga menjadi ruang pertemuan sosial. Di sela-sela aktivitas, para ibu saling bertukar cerita, resep, dan strategi bertahan hidup pascabanjir. Mereka tidak hanya belajar mengolah bawang, tetapi juga membangun solidaritas.

Langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya lebih besar untuk memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga petani. Di tengah ketidakpastian cuaca dan fluktuasi harga pasar, dapur-dapur seperti ini menjadi ruang produksi sekaligus ruang perlawanan.

Tani Merdeka Indonesia Bandar Lampung Audiensi dengan Dinas Perikanan, Ini yang Bahas

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Bandar Lampung menggelar audiensi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bandar Lampung, pada Rabu, 12 November 2025. Pertemuan berlangsung di kantor dinas setempat dan membahas penguatan kerja sama dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan.

Pengurus DPD Tani Merdeka hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka disambut Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan, Maidasari, bersama Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Galih, serta perwakilan penyuluh dari kementerian, Bambang dan Darius.

Ketua DPD Tani Merdeka Kota Bandar Lampung, Zulkifli, menyampaikan kesiapan organisasinya untuk mendukung program pemerintah di sektor perikanan.

“Kami siap bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bandar Lampung untuk meningkatkan produksi perikanan dan kelautan di daerah tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia ingin terlibat langsung dalam penguatan kapasitas pelaku usaha perikanan, termasuk kelompok nelayan dan pembudidaya ikan skala kecil.

Audiensi membahas strategi pengembangan sektor kelautan yang berkelanjutan. Fokus pembahasan mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, dan perluasan akses pasar.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bandar Lampung, Maidasari, menyampaikan bahwa potensi sektor ini sangat besar. Ia menilai posisi geografis dan kekayaan sumber daya alam menjadi modal penting bagi pengembangan jangka panjang.

“Potensi ke depan untuk kelautan dan perikanan Kota Bandar Lampung sangat besar, mengingat lokasi geografisnya yang strategis dan sumber daya alam yang melimpah,” kata Maidasari.

Ia menyebutkan lima langkah prioritas yang dapat dilakukan pemerintah dan mitra organisasi. Pertama, pengembangan budidaya perikanan yang berkelanjutan. Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan. Ketiga, pembangunan infrastruktur perikanan yang memadai. Keempat, perluasan akses pasar bagi produk lokal. Kelima, pengembangan ekowisata berbasis kelautan yang ramah lingkungan.

DPD Tani Merdeka Indonesia Bandar Lampung menyambut baik rencana tersebut. Mereka menilai kolaborasi lintas sektor penting untuk memperkuat posisi petani dan nelayan dalam rantai produksi dan distribusi pangan laut.

Pertemuan ini awal dari rencana tindak lanjut bersama. Kedua pihak sepakat membentuk tim koordinasi teknis untuk memetakan kebutuhan lapangan dan menyusun program pendampingan yang sesuai dengan kondisi wilayah pesisir Kota Bandar Lampung.[]

Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah Sambangi Peternak di Empat Distrik Nabire, Ini yang Disampaikan

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah melalui Bidang Peternakan Kabupaten Nabire menggelar sosialisasi pengelolaan peternakan di empat distrik, pada Selasa, 11 November 2025. Kegiatan berlangsung di Distrik Makimi, Lagari Jaya, Kimi, Nabire Barat, dan Wanggar.

Ketua Bidang Peternakan Kabupaten Nabire, Yusuf Kudiai bersama jajaran pengurus turun langsung ke masyarakat. Sosialisasi ditujukan kepada kelompok masyarakat yang memiliki usaha ternak skala kecil dan menengah.

Materi difokuskan pada pengelolaan peternakan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi. Peserta mendapat penjelasan teknis tentang manajemen kandang, pakan, kesehatan hewan, serta potensi pasar lokal.

Yusuf Kudiai mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan peternakan secara profesional.

“Peternakan bukan hanya sekadar kegiatan sampingan, tetapi bagian penting dari pembangunan ekonomi rakyat. Kami ingin masyarakat Nabire, khususnya di empat distrik ini, mampu mengembangkan potensi peternakan yang ada secara mandiri,” ujar Kudiai.

Ia menambahkan Bidang Peternakan akan terus melakukan konsolidasi dengan kelompok tani, peternak, dan aparat distrik. Tujuannya agar program tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan teknis dan pelatihan lanjutan.

Sementara itu Ketua Tani Merdeka Papua Tengah, Aser Yogi, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja lapangan yang dilakukan pengurus Bidang Peternakan Kabupaten Nabire.

“Saya memberi apresiasi kepada Ketua Bidang Peternakan, Bapak Yusuf Kudiai, dan seluruh pengurus atas kerja-kerja lapangan yang konkret. Sosialisasi ini membuktikan komitmen mereka dalam memberdayakan masyarakat peternak di Nabire,” ujar Aser Yogi.

Aser menegaskan Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah siap mendukung penuh seluruh program peternakan. Fokus dukungan diarahkan pada pemberdayaan dan peningkatan kapasitas peternak di tingkat distrik.

Empat distrik yang menjadi lokasi kegiatan merupakan wilayah dengan populasi ternak rakyat yang cukup tinggi. Tantangan utama di daerah ini meliputi akses pakan, keterbatasan tenaga teknis, dan minimnya informasi pasar.

Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah menargetkan pembentukan tim pendamping di setiap distrik. Langkah ini diambil agar peternak mendapat akses langsung terhadap pelatihan, pendataan, dan penguatan kelembagaan.[]

Tani Merdeka Indonesia Humbang Hasundutan dan PT Pupuk Indonesia Sosialisasi Pemupukan Kopi

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Humbang Hasundutan bersama PT Pupuk Indonesia menggelar sosialisasi penggunaan pupuk untuk tanaman kopi. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Sosialisasi diikuti kelompok tani dari beberapa desa. Materi difokuskan pada teknik pemupukan yang sesuai dengan karakter tanah dan kebutuhan tanaman kopi. PT Pupuk Indonesia memperkenalkan metode aplikasi pupuk yang efisien dan ramah lingkungan.

Ketua DPD Tani Merdeka Humbang Hasundutan, Nainggolan, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi manfaat langsung bagi petani kopi di wilayahnya.

“Ini gerakan yang sangat bermanfaat bagi petani kopi,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa lahan seluas dua hektare telah ditanami kopi. Rencana perluasan akan dilakukan di tujuh hektare tambahan. Menurutnya, pembinaan teknis seperti ini sangat dibutuhkan oleh petani.

“Di area lahan dua hektare akan ditanami lagi tujuh hektare kopi. Tani Merdeka Indonesia butuh pembinaan yang seperti ini,” katanya.

DPD Tani Merdeka Humbang Hasundutan menilai bahwa kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas petani. Mereka berharap pendampingan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi berlanjut hingga panen dan pascapanen.

Kecamatan Paranginan dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kopi di dataran tinggi Sumatera Utara. Tantangan utama petani di daerah ini adalah pengelolaan pupuk dan peningkatan produktivitas tanaman.

Tani Merdeka Indonesia berkomitmen mendorong pelatihan teknis di tingkat kelompok tani. Mereka menargetkan pembentukan tim pendamping lapangan agar petani mendapat akses informasi dan teknologi secara langsung.[]

Tani Merdeka Indonesia Batanghari Dampingi Kementerian Tinjau Percetakan Sawah Baru

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Batanghari mendampingi Staf Ahli Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan, Nandang Sudrajat, meninjau lokasi percetakan sawah baru di Kecamatan Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Jambi, Selasa, 11 November 2025.

Kunjungan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program strategis nasional berjalan sesuai rencana. Pemerintah pusat menargetkan perluasan lahan tanam sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada pangan, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Ketua DPD Tani Merdeka Batanghari, Reza Fahlevi, turut mendampingi kunjungan tersebut. Ia mengatakan kehadiran perwakilan kementerian menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendengar aspirasi petani di daerah.

“Alhamdulillah, meski baru dilantik kita langsung tancap gas untuk membantu dan mendorong program nasional yakni ketahanan pangan dan swasembada pangan, dan ini adalah komitmen dari DPD Tani Merdeka Batanghari, agar petani diperhatikan oleh pemerintah pusat,” ucapnya.

Reza menyampaikan kunjungan ini menjadi awal kerja organisasi setelah pelantikan. Ia menegaskan pentingnya koordinasi dengan pemerintah pusat agar kebutuhan petani di Batanghari dapat ditindaklanjuti secara konkret.

“Ini baru awal kerja kita setelah dilantik kemarin lalu. Ke depan kita akan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk bagaimana petani di Batanghari bisa dibantu dalam semua hal. Doakan saja DPD Tani Batanghari bisa membantu petani yang di Batanghari khususnya,” tutup Reza.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Batanghari akan terus mengawal pelaksanaan program di lapangan. Mereka menargetkan pendampingan teknis dan advokasi kebijakan agar petani lokal mendapat dukungan yang sesuai dengan kondisi wilayah.[]

Pengurus Tani Merdeka Kota Jambi Dilantik, Dorong Inovasi dan Kemitraan Strategis

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Jambi resmi dilantik, pada Senin, 10 November 2025. Pelantikan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Jambi dan dihadiri sejumlah pejabat daerah.

Sekretaris DPN Tani Merdeka Indonesia Nandang Sudrajat hadir bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Aljosha, Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Jambi Candra Andika, unsur Forkopimda Kota Jambi, perwakilan Kejaksaan Negeri, Staf Ahli Wali Kota, dan para camat se-Kota Jambi.

Ketua DPD Tani Merdeka Kota Jambi, Muhammad Andriyan, menyampaikan komitmen organisasi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan sektor pertanian.

“Hadirnya Tani Merdeka Indonesia harus bisa menjadi mitra pemerintah dalam membantu petani, khususnya di wilayah Kota Jambi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya inovasi sebagai kunci kemajuan pertanian. Menurutnya, organisasi harus mampu mendorong perubahan di tingkat lokal.

“Tani Merdeka Indonesia Kota Jambi akan menjadi garda terdepan untuk mendorong inovasi di bidang pertanian di Kota Jambi,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Jambi, Candra Andika, mengapresiasi terhadap komposisi pengurus yang didominasi generasi muda. Ia menilai kehadiran pemuda memberi energi baru dalam mendekatkan organisasi dengan petani.

“Kota Jambi menjadi DPD dengan pengurus pemuda. Dengan komposisi ini, diharapkan pemuda menjadi semangat baru yang mampu mendengar petani,” ungkapnya.

Candra juga menegaskan Tani Merdeka Indonesia Kota Jambi harus berperan sebagai penghubung antara petani dan pemerintah. Ia menyebutkan komunikasi dua arah penting untuk memastikan program berjalan sesuai kebutuhan lapangan.

“Tani Merdeka Indonesia Kota Jambi harus menjadi mata dan telinga pemerintahan, serta mendukung program-program yang memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat, khususnya para petani,” katanya.

Selain itu Candra mengatakan Tani Merdeka Indonesia Jambi menargetkan penguatan struktur kerja hingga ke tingkat desa agar pendampingan petani lebih terarah dan responsif.[]

Konsolidasi Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad: Program Ketahanan Pangan Harus Menyentuh Petani di Tingkat Desa

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh menggelar pertemuan koordinasi dengan seluruh ketua DPD se-Aceh. Pertemuan berlangsung di Aceh Utara, Senin, 10 November 2025.

Agenda utama membahas penguatan program internal, konsolidasi organisasi, dan pelaksanaan kerjasama lintas sektor untuk mendukung kebijakan ketahanan pangan nasional.

Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, menyampaikan pengurus wilayah terus bekerja mengembangkan pertanian lokal. Ia menekankan pentingnya konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa agar program kerja dapat dijalankan secara efektif.

“Kita bersama pemerintah Presiden Prabowo untuk mewujudkan dan menyukseskan program ketahanan pangan. Bergerak hingga ke tingkat desa. Bentuk segera struktur desa,” ujar Cut Muhammad.

Lebih lanjut Cut Muhammad menambahkan pembentukan struktur desa menjadi langkah strategis agar pendampingan petani berjalan langsung di lapangan.

Menurutnya, penguatan kelembagaan dari bawah akan mempercepat pelaksanaan program dan memperkuat posisi petani dalam sistem pangan nasional.

Pertemuan tersebut juga menjadi evaluasi pelaksanaan program kerja tahun berjalan. Para ketua DPD Tani Merdeka Indonesia se Aceh menyampaikan laporan kegiatan dan hambatan yang dihadapi di lapangan, termasuk soal distribusi pupuk, akses pasar, dan pendampingan teknis.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh menargetkan pembentukan struktur desa rampung sebelum akhir tahun, ini dilakukan agar koordinasi lapangan lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan petani.

Cut Muhammad menegaskan Tani Merdeka Indonesia di Aceh bukan hanya organisasi pendamping, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam pelaksanaan program nasional. Ia menyebutkan organisasi ini harus dibangun melalui kerja nyata dan keberpihakan terhadap petani.

Ia menambahkan program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto harus dijalankan dengan pendekatan lokal. Menurutnya, petani Aceh memiliki karakter dan tantangan tersendiri yang harus dipahami secara utuh.

DPD Tani Merdeka Indonesia se-Aceh menyatakan komitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra swasta. Mereka menilai kerjasama lintas sektor diperlukan untuk menyelesaikan persoalan mendasar petani, seperti akses pupuk, irigasi, dan pasar hasil panen.

Pertemuan juga membahas rencana pelaksanaan program unggulan di musim tanam berikutnya. DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh telah menyiapkan tim teknis untuk mendampingi petani di desa-desa prioritas, termasuk wilayah pesisir dan dataran tinggi yang selama ini kurang terjangkau program pemerintah.

“Tani Merdeka Indonesia organisasi yang aktif, terbuka, dan siap menjadi penghubung antara petani dan kebijakan publik. Keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada struktur kerja yang rapi dan partisipasi petani secara langsung,” pungkas pria yang akrab disapa Mukim Amad.[]

Wamentan Sudaryono: Ketahanan Pangan Menentukan Martabat Bangsa

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan ketahanan pangan bukan sekadar urusan teknis. Menurutnya, pangan adalah pilar utama pembangunan nasional yang menentukan martabat bangsa.

“Presiden Prabowo Subianto selalu menegaskan bahwa pangan adalah kekuatan nasional,” kata Sudaryono dalam kegiatan Hands-On Audit Training in Cross-Cutting Issues of Food Security yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Bali, sebagaimana keterangan di Jakarta, dikutip pada Selasa, 11 November 2025.

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengatakan kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci membangun sistem pangan nasional yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada petani.

“Bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya adalah bangsa yang berdiri dengan kehormatan,” ujarnya.

Ia mengaku kerap menerima puluhan ribu pesan dari petani melalui media sosial. Dari komunikasi langsung itu, ia menangkap aspirasi mengenai kebutuhan benih unggul, irigasi yang cukup, pupuk tepat waktu, dan harga panen yang stabil.

“Begitu laporan ini sampai ke Presiden, beliau langsung memerintahkan untuk bertindak cepat,” tegasnya.

Sudaryono menyebutkan pemerintah telah menambah volume pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Mekanisme distribusi disederhanakan, dan harga pupuk subsidi diturunkan sekitar 20 persen.

Pemerintah juga menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) minimum untuk gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. BUMN ditugaskan menyerap hasil panen petani untuk menjaga stabilitas harga.

“Tahun ini Indonesia telah mencapai swasembada beras, jagung, dan gula untuk kebutuhan dalam negeri. Tidak ada lagi impor untuk konsumsi domestik,” tegas Wamentan.

Sudaryono menjelaskan bahwa peningkatan produksi pertanian dilakukan melalui dua strategi: intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi dilakukan dengan meningkatkan produktivitas lahan eksisting melalui benih unggul, pupuk berkualitas, dan perbaikan irigasi. Ekstensifikasi dilakukan dengan membuka lahan baru, terutama di wilayah rawa seperti Kalimantan dan Papua.

“Presiden berpikir jauh ke depan. Untuk memberi makan generasi 100 tahun mendatang, kita harus mulai menyiapkan 1,5 hingga 3 juta hektare lahan baru sejak sekarang,” jelasnya.

Menurutnya pertanian adalah keunggulan alami Indonesia. Dengan iklim tropis, tanah subur, dan tenaga kerja yang tangguh, Indonesia berpotensi menjadi produsen utama komoditas unggulan dunia.

“Tidak banyak negara yang bisa menanam kelapa seperti Indonesia. Komoditas ini bisa menjadi kekuatan ekspor dan sumber nilai tambah yang besar bagi petani,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga menyoroti peran auditor BPK dalam memastikan tata kelola yang bersih. Ia menyebut bahwa proses audit memiliki nilai korektif yang penting dalam pelaksanaan program dan realisasi anggaran.

“Kami di Kementerian Pertanian sangat terbuka terhadap proses audit. Para auditor adalah mitra kami dalam memperbaiki kebijakan dan memastikan program berjalan tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu Ketua BPK RI Isma Yatun menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga audit dunia untuk memperkuat akuntabilitas sektor publik, termasuk di bidang pangan. Ia menyebut bahwa auditor kini tidak hanya mengawasi keuangan, tetapi juga memberi rekomendasi strategis yang memperkuat kebijakan pemerintah.

“Auditor berperan penting untuk memastikan kebijakan pangan berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat,” kata Isma.[]

Tani Merdeka Aceh dan PT Bio Energy Rimba Medan Sepakat Kerjasama Peningkatan Produktivitas Petani

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bio Energy Rimba Medan. Kesepakatan ini bertujuan meningkatkan hasil panen dan produktivitas kelompok tani di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Aceh.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, di Aceh Utara, pada Senin, 10 November 2025. Para ketua DPD Tani Merdeka Indonesia se-Aceh turut hadir menyaksikan prosesi tersebut.

Kerjasama ini bagian dari dukungan terhadap visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan pertanian berbasis teknologi.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh menyatakan komitmen untuk menjadikan sektor pertanian sebagai pilar ekonomi rakyat. Pendekatan kolaboratif antara petani, pemerintah daerah, dan mitra swasta menjadi strategi utama.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menegaskan kerjasama ini akan memberi dampak langsung bagi kelompok tani.

“Kerja sama ini fokus pada peningkatan hasil panen melalui dukungan teknologi pertanian modern dan distribusi pupuk cair organik dari PT Bio Energy Rimba Medan. Kami ingin petani Aceh menjadi pelopor pertanian produktif dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu Pimpinan PT Bio Energy Rimba Medan, Ridwan, menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendistribusikan pupuk cair ke seluruh kabupaten di Aceh. Target awal ditetapkan 50 hektare per kabupaten.

“Kami ingin mendukung petani Aceh agar hasil panen meningkat secara signifikan dan dapat menciptakan kesejahteraan berkelanjutan,” tegas Ridwan.

Selain itu Plt Sekretaris DPW Tani Merdeka Aceh, Nabhani, menyampaikan pihaknya sedang menyiapkan sistem administrasi dan koordinasi terpadu. Sistem ini akan melibatkan pemerintah daerah, Dinas Pertanian, dan penyuluh lapangan.

“Kami ingin memastikan program ini berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran. Semua elemen harus bekerja sama untuk keberhasilan petani Aceh,” katanya.

Para ketua DPD Tani Merdeka se-Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama ini. Mereka menyampaikan komitmen untuk mengembangkan program unggulan pertanian di wilayah masing-masing.

“Mari kita bertani dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan teknologi modern agar hasil panen meningkat, taraf hidup membaik, dan petani Aceh menjadi makmur serta mandiri,” tutur Nabhani.

Kesepakatan ini menjadi dalam penguatan sistem pertanian lokal. DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh menargetkan pelaksanaan program dimulai pada musim tanam berikutnya, dengan pendampingan teknis di lapangan.[]

Pengurus Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Kampar Dilantik, Fokus Penguatan Basis Petani

0

TANIMERDEKA – Dewan Pengurus Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Kampar, Riau dan sejumlah desa resmi dilantik. Prosesi berlangsung di Aula Kantor Camat Kampar, Air Tiris, Senin, 10 November 2025.

Pelantikan ini dihadiri Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau Oksi S. Malay, Sekcam Kampar Zun Nasri Masur, perwakilan Kapolsek Air Tiris, Kepala Desa Koto Tibun Hasbirullah, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kampar Bayu Amra Yuhmadi, serta tokoh masyarakat dan ratusan petani.

Pembacaan Surat Keputusan dilakukan oleh perwakilan DPD Kampar. Ismail Kasio ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Kecamatan (Korcam) Kampar untuk masa bakti 2025–2030.

Ismail menyampaikan komitmennya dalam menjalankan visi dan misi organisasi. Ia menekankan pentingnya penguatan struktur hingga tingkat desa.

“Kami siap bekerja dan merealisasikan program kerja Tani Merdeka Indonesia hingga tingkat basis. Penguatan di tingkat kecamatan dan desa adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sekcam Kampar Zun Nasri Masur menyambut baik kehadiran Tani Merdeka Indonesia. Ia berharap organisasi ini dapat menjadi penghubung antara petani dan pemerintah.

“Kami berharap pengurus Tani Merdeka Indonesia yang baru dilantik dapat berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah untuk mempercepat program swasembada pangan dan meningkatkan taraf hidup petani kita,” tutur Zun Nasri Masur.

Sementara itu Ketua DPW Riau Oksi S. Malay menyampaikan Tani Merdeka Indonesia terus memperjuangkan aspirasi petani. Ia mencontohkan isu harga gabah dan distribusi pupuk.

“Tani Merdeka Indonesia telah memperjuang aspirasi para petani, contohnya harga gabah, pupuk langsung ke petani, harga pupuk subsidi turun,” kata Oksi.

Selain itu Ketua DPD Kampar Bayu Amra Yuhmadi menambahkan bahwa pihaknya akan mengawal hasil panen agar sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

“Kami akan mengawal nantinya hasil panen dan harganya sesuai program di tempat. Kami upayakan dan sesuaikan juga di tempat harga panen raya jika Bulog membelinya sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan,” ujar Bayu.

Pelantikan pengurus ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi di tingkat kecamatan. Tani Merdeka Indonesia menargetkan penguatan basis petani sebagai langkah awal menuju kemandirian pangan di daerah.[]