Beranda blog Halaman 18

Gebyar Tani Merdeka 2025, Petani dan UMKM Jawa Tengah Gelar Panen Merdeka di Semarang

0
Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono
Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah pertama kalinya menggelar agenda besar bertajuk Panen Merdeka. Acara ini menjadi bagian dari Gebyar Tani Merdeka 2025 yang berlangsung di kompleks GOR Jatidiri, Semarang, sejak Jumat hingga Minggu, 28–30 November 2025.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, mengatakan kegiatan ini sebagai tonggak baru bagi gerakan petani.

“Kegiatan merdeka ini adalah simbol bahwa petani dan UMKM bisa bersinergi supaya bisa mengelola hulu sampai hilir. Ada UMKM di situ bukan hanya memamerkan produk, tapi juga supaya bertambah relasi inovasi. Itu supaya mengangkat ekonomi masyarakat sampai ke bawah,” ungkap Wawan, pada Sabtu, 29 November 2025.

Ia menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan pangan nasional pemerintah pusat dan daerah.

“Itu kita mendukung program Pak Presiden Prabowo di bidang pangan, dan kita juga mensupport Pak Gubernur karena Pak Gubernur ingin Jawa Tengah menjadi lumbung pangan nasional,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan bakti sosial berupa pembagian sembako dan kursi roda. Hari kedua diisi penampilan tari-tarian oleh pelajar SD dan SMP. Puncak acara akan digelar Minggu, berupa pelantikan pengurus DPW Tani Merdeka Jawa Tengah.

“Besok acara puncak yaitu pelantikan pengurus DPW Tani Merdeka Jawa Tengah. Akan dihadiri Pak Wamentan Pak Sutaryono selaku Ketua Dewan Pembina, Pak Gubernur, beberapa tokoh, dan bupati atau wakil bupati se-Jawa Tengah,” terang Wawan.

Ia menekankan Jawa Tengah dipilih sebagai jangkar nasional untuk memperkuat isu ketahanan pangan. Ajang ini juga diharapkan memberi edukasi kepada generasi muda agar tertarik melanjutkan profesi petani.

“Kita harapkan dengan acara ini kita bisa memberi edukasi kepada generasi, khususnya supaya mau melanjutkan pertanian karena kita sangat minim regenerasi,” ucapnya.

Wawan menjelaskan pihaknya akan mendampingi implementasi program pemerintah pusat agar benar-benar dirasakan petani hingga tingkat desa.

“Kita akan mendampingi program besar Pak Prabowo supaya sampai ke bawah itu realisasi. Mungkin ada kekurangan dari petani, itu bisa kita support untuk menjembatani ke pemerintah,” tegasnya.

Ia menambahkan banyak petani senior masih tradisional sehingga kesulitan memahami regulasi dan stimulus baru.

“Kita merangkul karena selama ini petani di Jawa Tengah kebanyakan tradisional. Jadi untuk menangkap program-program pemerintah pusat kadang kurang cepat atau bingung. Adanya Tani Merdeka ini kita akan jadi jembatan supaya petani bisa merasakan langsung,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, dalam kesempatan terpisah menegaskan pentingnya konsolidasi gerakan tani melalui Gebyar Tani Merdeka.

“Gebyar Tani Merdeka adalah momentum kebersamaan. Kita ingin menunjukkan bahwa petani Indonesia mampu bersatu, berpikir maju, dan berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” ujar Don Muzakir.

Ia menekankan bahwa acara ini bukan sekadar pameran, melainkan forum untuk memperkuat jaringan petani, memperluas jejaring UMKM, dan membangun gagasan baru tentang masa depan pangan Indonesia.[]

Don Muzakir Buka Expo Gebyar Tani Merdeka 2025, Ribuan Petani Padati GOR Jatidiri Semarang

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, membuka Expo Gebyar Tani Merdeka 2025 di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 28 November 2025. Expo menjadi rangkaian utama Gebyar Tani Merdeka yang berlangsung selama tiga hari hingga 30 November.

Acara dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang juga Ketua Dewan Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta ribuan petani dari berbagai daerah.

Lebih dari 10 ribu petani hadir meramaikan kegiatan ini. Mereka mengikuti pameran, diskusi, dan agenda lain yang disiapkan untuk memperkuat peran petani dalam program ketahanan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Don Muzakir menekankan pentingnya kebersamaan petani dalam menghadapi tantangan pangan.

“Gebyar Tani Merdeka adalah ruang konsolidasi. Kita ingin menunjukkan bahwa petani Indonesia mampu bersatu, berpikir maju, dan berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” ujar Don Muzakir.

Ia menambahkan expo bukan hanya ajang pameran, tetapi juga forum belajar dan bertukar pengalaman antarpetani. Diskusi yang digelar diharapkan menghasilkan gagasan baru untuk memperkuat posisi petani dalam rantai produksi pangan.

Expo menyediakan stan yang memamerkan produk UMKM hasil panen petani Jawa Tengah. Produk olahan pangan lokal ditampilkan sebagai bukti kreativitas sekaligus peluang ekonomi baru bagi petani.

Suasana expo semakin semarak dengan kehadiran kelompok tani dari berbagai daerah. Mereka membawa produk unggulan masing-masing, mulai dari beras, jagung, cabai, hingga olahan hortikultura.

Don Muzakir menegaskan Gebyar Tani Merdeka 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan petani di seluruh Indonesia.

“Kita ingin agar petani tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pelaku utama dalam pengembangan agroindustri. Expo ini adalah langkah awal menuju kemandirian pangan,” katanya.

Agenda expo mencakup pameran teknologi pertanian, diskusi kebijakan pangan, serta gelar produk lokal. Pemerintah daerah bersama DPN Tani Merdeka Indonesia menyiapkan ruang interaksi agar petani dapat menyampaikan aspirasi langsung kepada pemangku kebijakan.[]

Don Muzakir Ajak Pengurus Tani Merdeka Indonesia Salurkan Donasi untuk Korban Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (tengah)
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (tengah)

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengajak suluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia di berbagai provinsi menyalurkan bantuan dan donasi untuk membantu pemulihan warga terdampak banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia menyampaikan belasungkawa kepada warga yang kehilangan anggota keluarga, harta, maupun tempat tinggal akibat bencana.

“Rekening Tani Merdeka Indonesia yang bisa diakses masyarakat untuk mengirimkan donasi, yakni Bank Mandiri dengan nomor rekening 1010048882888 atas nama Tani Merdeka Indonesia. Bagi masyarakat yang ingin menyumbang dana, karena ini jangka panjang, silakan ke nomor rekening,” kata Don Muzakir, pada Jumat, 28 November 2025.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia siap melakukan operasi kemanusiaan jangka panjang hingga satu tahun. Upaya ini ditujukan untuk membantu pemulihan warga terdampak banjir besar di sejumlah wilayah Sumatera.

“Kami tidak hanya hadir saat bencana terjadi. Kami ingin memastikan pemulihan berjalan, rumah warga bisa kembali berdiri, anak-anak bisa kembali sekolah, dan petani bisa kembali menggarap sawahnya,” ujar Don Muzakir.

Ia menambahkan bahwa solidaritas masyarakat menjadi kunci agar korban banjir segera bangkit. Menurutnya, bantuan tidak hanya berupa sembako atau pakaian, tetapi juga dukungan dana untuk perbaikan jangka panjang.

“Bencana ini mengajarkan kita pentingnya kebersamaan. Kita harus saling menopang agar saudara-saudara kita di Sumatera bisa kembali hidup normal,” ungkapnya.

Posko Tani Merdeka Indonesia di sejumlah daerah mulai menyalurkan bantuan darurat. Relawan mengirim sembako, obat-obatan, dan pakaian ke titik pengungsian. Donasi dari masyarakat melalui rekening terus masuk dan dicatat untuk memastikan transparansi. []

Don Muzakir Serahkan Bantuan ke Kelompok Tani Takome dan Kastela, Begini Responnya

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia menyerahkan bantuan berupa dana untuk kelompok tani di Maluku Utara.
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia menyerahkan bantuan berupa dana untuk kelompok tani di Maluku Utara.

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyerahkan bantuan dana kepada kelompok tani binaan Tani Merdeka Indonesia di Kelurahan Takome dan Kelurahan Kastela, Kota Ternate, Maluku Utara, pada Sabtu 22 November 2025.

Bantuan diberikan setelah Don Muzakir melantik pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Maluku Utara. Usai pelantikan, ia bertemu langsung dengan pada petani di Kelurahan Takome dan Kelurahan Kastela.

Kelompok tani menyampaikan kebutuhan mendesak untuk pengembangan farm house dan pompa air bagi petani cabai. Bantuan yang diserahkan berupa dana ditransfer langsung kepada kelompok tani.

“Ini bantuan pribadi, tolong ini digunakan untuk kebutuhan pengembangan lahan dan kebun. Jangan dipakai untuk hal lain. Saya ingin bantuan ini benar-benar sampai ke petani, bukan berhenti di atas kertas. Saya tahu betul bagaimana sulitnya petani ketika air terbatas, ketika lahan tidak bisa diolah dengan baik. Karena itu saya berharap pompa air ini segera dibeli, segera dipakai, supaya cabai yang ditanam bisa tumbuh subur dan hasilnya bisa dinikmati keluarga petani,” ujar Don Muzakir.

Dalam dialog dengan kelompok tani, Don Muzakir menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara tepat. Ia mengingatkan bahwa petani cabai di wilayah kepulauan menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan air hingga akses pasar.

“Petani harus bergerak cepat. Kalau cabai berhasil, kalau hasil panen bagus, maka masyarakat juga ikut merasakan manfaatnya. Saya tidak ingin ada cerita bantuan berhenti di tengah jalan. Saya ingin bukti nyata di lapangan,” katanya.

“Saya datang untuk melihat langsung kondisi petani. Saya ingin dengar suara mereka, saya ingin tahu apa yang mereka butuhkan. Kalau air menjadi masalah, kita cari solusi. Kalau benih kurang, kita siapkan. Kalau pasar sulit, kita bantu membuka akses. Itu tugas kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu Kelompok tani menyambut baik bantuan tersebut. Mereka menilai dukungan yang diberikan menjadi dorongan untuk memperbaiki kondisi lahan dan meningkatkan hasil panen. Sejumlah petani menyampaikan bahwa pompa air akan segera digunakan untuk mengairi lahan cabai yang selama ini bergantung pada hujan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Petani menyampaikan harapan agar Tani Merdeka Indonesia terus hadir mendampingi mereka, terutama dalam menghadapi dinamika pertanian di wilayah kepulauan.[]

10 DPD Tani Merdeka Maluku Utara Dikukuhkan, Ini Pesan Mislan Syarif

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Maluku Utara, Mislan Syarif, mengukuhkan 10 pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia kabupaten/kota se-Maluku Utara. Pengukuhan berlangsung di Kota Ternate, pada Sabtu 22 November 2025.

Sepuluh daerah yang dikukuhkan meliputi Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Kepulauan Taliabu, dan Pulau Morotai.

Dalam sambutannya, Mislan Syarif menegaskan bahwa pengurus DPD harus segera bekerja membentuk struktur hingga ke kecamatan dan desa. Ia menekankan pentingnya memperkuat jaringan organisasi agar Tani Merdeka benar-benar hadir di tengah petani.

“Terus bekerja membentuk pengurus hingga ke kecamatan dan desa. Perkuat Tani Merdeka Indonesia agar sejalan dengan kebutuhan petani. Jangan berhenti di kota, turun ke desa, dengarkan suara mereka. Kita harus pastikan organisasi ini benar-benar menjadi wadah perjuangan petani. Kalau ada masalah pupuk, benih, atau pasar, pengurus harus hadir. Jangan biarkan petani berjalan sendiri,” ujar Mislan yang juga anggota DPRD Provinsi Maluku Utara.

Ia menambahkan bahwa pengurus baru harus menjaga kekompakan dan konsistensi. Menurutnya, Tani Merdeka Indonesia di Maluku Utara memiliki tanggung jawab besar karena wilayah kepulauan menghadapi tantangan distribusi, akses pasar, dan keterbatasan sarana produksi.

“Kita di Maluku Utara punya kondisi berbeda dengan daerah lain. Banyak desa sulit dijangkau, banyak petani menghadapi masalah distribusi. Karena itu pengurus harus kompak, harus konsisten. Kalau kita kuat, petani juga akan kuat. Kalau kita lemah, petani akan kehilangan pegangan,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengapresiasi kekompakan pengurus Tani Merdeka Indonesia di Maluku Utara. Ia menilai pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah.

“Saya melihat kekompakan pengurus di Maluku Utara sangat baik. Pemerintah daerah juga sangat mendukung ini harus dijaga. Bangun komunikasi dengan pemerintah daerah supaya program berjalan lancar. Jangan ada jarak antara organisasi dan pemerintah. Kalau komunikasi baik, maka petani akan merasakan manfaatnya. Kalau komunikasi buruk, maka program akan berhenti di tengah jalan,” kata Don Muzakir.

Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka harus menjadi jembatan antara petani dan pemerintah. Menurutnya, organisasi tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus turun langsung ke lapangan.

“Saya ingin pengurus di Maluku Utara benar-benar hadir di tengah petani. Jangan hanya rapat di kota. Lihat langsung kondisi di desa, dengarkan keluhan mereka. Kalau ada masalah pupuk, benih, atau pasar, segera laporkan. Kita harus pastikan program Presiden Prabowo sampai ke masyarakat. Kalau ada pihak yang mencoba menggagalkan program, segera laporkan. Jangan diam. Kita harus jadi mata dan telinga presiden di desa-desa,” tegasnya.

Pengukuhan 10 DPD ini diharapkan memperkuat peran Tani Merdeka dalam mendampingi petani di seluruh wilayah, termasuk desa-desa terpencil. Organisasi dituntut segera menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan lokal, mulai dari pendampingan teknis hingga advokasi kebijakan.

“Saya ingin Tani Merdeka benar-benar hadir di tengah petani. Jangan hanya bicara di forum, jangan hanya rapat di kota. Kita harus turun ke desa. Kita harus lihat langsung petani. Saya tahu petani di Maluku Utara punya semangat besar. Saya ingin semangat itu terus dijaga. Saya ingin pengurus di sini menjadi contoh bagi daerah lain. Kalau petani kuat, kalau petani sejahtera, maka bangsa ini juga kuat. Itu yang sedang kita perjuangkan,” pungkas Don Muzakir.

Diterima sebagai Warga Karo, Wamentan Sudaryono Diberi Marga Sitepu

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan)
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan)

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono resmi dinobatkan sebagai warga Karo dengan marga Sitepu. Prosesi adat berlangsung di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Minggu, 23 November 2025.

Pengetua adat memimpin jalannya acara. Pemasangan bulang-bulang, pakaian adat Karo, dilakukan oleh kalambubu. Musik tradisional mengiringi prosesi, menambah khidmat suasana.

Penganugerahan marga menjadi simbol penerimaan Sudaryono sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Karo. Bupati Karo, Antonius Ginting, menegaskan bahwa pemberian marga bukan sekadar seremoni.

“Dengan diberikannya marga Karo ini, Wamentan resmi menjadi warga Karo dan turut membawa tanggung jawab moral untuk bersama-sama memajukan Tanah Karo,” ujar Antonius Ginting.

Usai prosesi adat, Sudaryono menyampaikan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan. Ia menilai Tanah Karo memiliki potensi luar biasa dengan tanah subur dan komoditas pertanian beragam.

“Tanah Karo adalah tempat yang indah dan sangat subur, sehingga banyak komoditas pertanian dapat dikembangkan di wilayah ini. Saya datang dari tempat yang jauh, menyeberang pulau, dan diakui sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Karo. Tentu ini kehormatan besar bagi saya,” kata Sudaryono.

Ia mengaku menahan haru saat prosesi berlangsung. “Saya merasa belum bisa berbuat banyak untuk masyarakat Karo. Saya baru datang, baru akan memberikan program. Tapi masyarakat Karo telah memberi saya kehormatan marga Sitepu. Jujur, saya menahan haru, menahan tangis di hadapan saudara-saudara,” kata Wamentan.

Sudaryono berharap kunjungannya ke Karo menjadi awal dari kontribusi nyata. Ia berjanji akan membawa manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui bantuan alsintan, tetapi juga program lain yang dibutuhkan.

“Semoga kehadiran saya di sini bukan yang pertama dan bukan yang terakhir. Saya ingin membawa manfaat besar bagi keluarga besar saya di Tanah Karo ini. Bukan hanya alsintan, bukan hanya program pertanian, apa pun yang bisa saya bantu untuk masyarakat Karo, InsyaAllah akan saya maksimalkan,” katanya.

Ia menegaskan anugerah marga Sitepu bukan hanya simbol kedekatan, tetapi juga pengingat untuk bekerja lebih keras bagi Tanah Karo.

“Diberi marga artinya saya sudah dianggap keluarga. Dan kalau sudah menjadi keluarga, maka saya berkewajiban menjaga, menguatkan, dan ikut memperjuangkan kemajuan daerah ini. Saya pulang dari sini membawa amanah besar,” ujarnya.

Sudaryono menyampaikan komitmen membuka ruang lebih besar untuk mendengar aspirasi petani. Ia menekankan pentingnya memperkuat akses bantuan pertanian dan mendorong hilirisasi komoditas unggulan Karo agar nilai tambah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kalau masyarakat Karo maju, kalau petaninya sejahtera, maka itu menjadi kebahagiaan saya juga sebagai bagian dari keluarga besar Sitepu,” kata dia.

Tanah Karo dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera Utara. Wilayah ini menghasilkan komoditas hortikultura seperti sayuran, buah, kopi, dan jeruk. Namun, petani masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga, akses pasar, dan keterbatasan teknologi.

Penganugerahan marga kepada Sudaryono diharapkan memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan masyarakat Karo. Kehadiran Wamentan sebagai bagian dari keluarga besar Sitepu menjadi simbol kedekatan sekaligus dorongan bagi pembangunan pertanian di daerah tersebut.[]

DPW Tani Merdeka Maluku Utara Resmi Dilantik, Mislan Syarif Diminta Bentuk Struktur Hingga Desa

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Maluku Utara resmi dilantik, pada Sabtu, 22 November 2025. Mislan Syarif ditunjuk sebagai Ketua DPW Tani Merdeka Maluku Utara bersama ratusan pengurus yang akan segera membentuk struktur organisasi hingga ke tingkat desa.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, di Ternate. Acara dihadiri tokoh masyarakat, perwakilan kelompok tani, serta pengurus dari kabupaten/kota se-Maluku Utara.

Don Muzakir menilai Maluku Utara memiliki potensi besar di sektor pertanian. Dia menilai kelapa dan kakao sebagai komoditas unggulan yang bisa dikembangkan melalui hilirisasi dan pembangunan perkebunan di wilayah kepulauan. Menurutnya, pengurus harus segera bergerak agar potensi tersebut bisa dikembangkan guna mewujudkan kesejahteraan petani.

“Maluku Utara punya kelapa, punya kakao, yang bisa jadi komoditas unggulan bila kita dorong dengan hilirisasi. Jangan hanya berhenti di bahan mentah, tapi harus masuk ke pembangunan perkebunan dan pengolahan di wilayah kepulauan. Itu tugas kita bersama,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir menekankan pentingnya sinergi antara Tani Merdeka Indonesia dengan pemerintah daerah dan provinsi. Ia meminta pengurus menyampaikan program Presiden Prabowo Subianto secara jelas kepada masyarakat, sekaligus memastikan program tersebut benar-benar dirasakan oleh petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil.

“Bangun sinergi dengan pemerintah provinsi dan daerah. Sampaikan program Presiden Prabowo dan sukseskan. Dukung program Presiden Prabowo agar masyarakat, petani, siswa dan siswi bisa menikmati program presiden. Jangan berhenti di kota, turun ke desa, dengarkan suara mereka,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dengan lembaga pemerintah untuk memastikan program berjalan sesuai target.

“Bangun komunikasi dengan lembaga pemerintah untuk menyukseskan program. Jadi mata dan telinga Presiden Prabowo di setiap desa. Laporkan kebutuhan petani, laporkan bila ada pihak yang mencoba menggagalkan program presiden di daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut Don Muzakir menambahkan Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan membutuhkan pendekatan menyeluruh. Banyak desa yang sulit dijangkau pelayanan pemerintah, sehingga pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia harus turun langsung ke pelosok.

“Wilayah kepulauan ini banyak desa yang sulit dijangkau. Karena itu, pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia Maluku Utara tidak boleh hanya berbasis di Pulau Ternate. Harus turun hingga ke pelosok, ke desa-desa yang selama ini tidak tersentuh. Persoalan pertanian itu adanya di desa, bukan di kota,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Maluku Utara memiliki 1.198 desa pada 2024. Don Muzakir menilai angka tersebut menunjukkan betapa luasnya wilayah binaan yang harus digarap oleh Tani Merdeka.

“Banyak kelompok tani di desa yang tidak tersentuh karena imbas politik, dari kepala desa, tingkat kabupaten/kota, hingga gubernur. Maka tugas kita (Tani Merdeka Indonesia) adalah memastikan program Presiden Prabowo benar-benar sampai ke masyarakat. Jangan biarkan petani berjalan sendiri,” katanya.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Maluku Utara, Mislan Syarif, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah ini. Ia menegaskan perintah ini segera dilaksanakan.

“Perintah ini siap dilaksanakan. Menyukseskan, membentuk struktur ke desa-desa. Kami akan turun langsung, mendengar keluhan petani, memastikan program berjalan, dan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah,” kata Mislan.

Mislan yang juga Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara menambahkan pengurus DPW akan segera menyusun langkah kerja, termasuk konsolidasi dengan DPD kabupaten/kota. Struktur organisasi akan diperluas hingga ke desa agar pendampingan petani lebih efektif.

“Kami tidak ingin hanya berhenti di kota. Struktur harus sampai ke desa, karena di desa persoalan pertanian itu nyata. Kami akan pastikan setiap program benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Maluku Utara memiliki potensi besar di sektor perkebunan dan perikanan. Kelapa, kakao, dan cengkeh menjadi komoditas utama, sementara wilayah pesisir kaya hasil laut. Namun, keterbatasan akses pasar, minimnya pendampingan teknis, dan lemahnya infrastruktur masih menjadi tantangan.

Pelantikan ini diharapkan Tani Merdeka Indonesia Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat peran organisasi sebagai jembatan antara petani dan pemerintah.[]

Pastikan Harga Sesuai HET, Wamentan Sudaryono Sidak Kios Pupuk di Malang

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melakukan inspeksi mendadak ke kios pupuk di Desa Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu 22 November 2025. Sidak dilakukan untuk memastikan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru berjalan sesuai ketentuan pemerintah.

Pria yang akrab disapa Mas Dar, berdialog langsung dengan kelompok tani dan pemilik kios. Ia menanyakan harga, distribusi, serta pelayanan terhadap petani.

Sejumlah petani menyampaikan bahwa harga pupuk di kios tersebut sudah turun dan sesuai dengan HET baru.

“Saya nandur padi, Pak. Pupuknya sekarang sembilan puluh ribu. Sudah sesuai. Sekarang harganya murah, Pak. Alhamdulillah. Terima kasih Pak Prabowo,” ujar seorang petani saat membeli pupuk di Toko Tumapel Jaya.

Petani lain menambahkan proses pembelian pupuk kini lebih mudah dan biaya produksi lebih ringan.

“Biasanya kami ambil sendiri, Pak. Tapi kalau butuh diantar bisa, cuma nambah biaya. Yang penting sekarang harganya sudah turun,” tutur petani tersebut.

Menanggapi hal itu, Sudaryono menegaskan pemerintah telah resmi menurunkan harga pupuk. Ia meminta seluruh kios menerapkan harga sesuai aturan tanpa ragu.

“Mulai 22 Oktober harga pupuk resmi turun. Nanti kompensasinya kami selesaikan. Jangan khawatir, semua aman,” tegas Sudaryono, anak petani asal Grobogan, Jawa Tengah.

Ia memastikan distribusi pupuk berjalan lancar dan kelompok tani dapat membeli pupuk tanpa hambatan.

“Kelompok-kelompok tani aman. Yang penting harga sesuai aturan,” lanjutnya.

Pemilik kios yang telah lama beroperasi memastikan bahwa harga pupuk di tempatnya sudah mengikuti HET terbaru.

“Harga di sini sudah sesuai HET, Pak. Semua lancar. Kelompok tani juga ambilnya di sini. Kalau minta diantar ada tambahan biaya, Pak. Kalau ambil sendiri, ya harga HET,” ujar pemilik kios.

Melalui sidak ini, Kementerian Pertanian memastikan kebijakan penurunan harga pupuk benar-benar sampai kepada petani. Sudaryono menekankan pemerintah akan terus melakukan pengawasan agar tidak ada kios yang menjual di atas HET. Ia juga memastikan stok pupuk tetap aman.

Sudaryono menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan petani mendapatkan pelayanan pupuk terbaik. “Semua dibereskan. Pokoknya aman,” pungkasnya.

Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Jawa Timur. Petani di wilayah ini mengandalkan padi, jagung, dan hortikultura sebagai komoditas utama. Penurunan harga pupuk diharapkan meringankan beban produksi sekaligus menjaga stabilitas pangan daerah.[]

Tani Merdeka Pasuruan dan PT Wilmar Gelar Baksos Benih Padi untuk Petani Terdampak Banjir

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Pasuruan Raya bersama PT Wilmar Padi Indonesia kembali menyalurkan bantuan benih padi. Kegiatan bakti sosial berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025, sebagai tindak lanjut dari penyaluran sebelumnya pada 16 November 2025 lalu.

Program ini digelar sebagai respons cepat terhadap petani yang terdampak banjir saat masa panen. Langkah tersebut menjadi wujud konsistensi kedua lembaga dalam mendukung pemulihan produktivitas petani di wilayah Pasuruan Raya.

Acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Hadir Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Timur, Riki Septiadi, Ketua DPD Tani Merdeka Pasuruan Raya, Winaryo Sujoko, perwakilan PT Wilmar Padi Indonesia, serta jajaran pengurus DPD. Kolaborasi ini menunjukkan kekuatan jaringan tani dalam memberikan bantuan secara tepat sasaran.

Ketua DPD Tani Merdeka Pasuruan Raya, Winaryo Sujoko, menjelaskan bantuan benih difokuskan kepada petani di Desa Balang Buntung, Kedung Boto, dan Kedungringin. Ketiga wilayah tersebut mengalami banjir cukup parah pada masa panen.

“Alhamdulillah, pada kesempatan ini kami turut didampingi Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Timur yang memberikan dukungan penuh. Para petani yang terdampak tetap harus memperoleh solusi yang cepat dan tepat, salah satunya melalui bantuan benih ini. Kami akan terus menindaklanjuti agar kebutuhan petani semakin terpenuhi,” ujar Winaryo dalam sambutannya.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia akan terus hadir sebagai pendamping sekaligus penyalur solusi bagi petani yang menghadapi kondisi sulit, baik akibat cuaca ekstrem maupun dinamika pertanian lainnya.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Timur, Riki Septiadi, menambahkan semangat petani harus tetap terjaga meskipun mereka baru saja menghadapi musibah banjir.

“Kami mengimbau seluruh petani untuk tetap melanjutkan aktivitas bertani dan tidak kehilangan semangat. DPW Tani Merdeka juga mendukung penuh program Sekolah Iklim yang akan diselenggarakan pemerintah sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan petani menghadapi variabilitas cuaca,” tegasnya.

Ia berharap kondisi lahan yang sebagian masih tergenang segera pulih sehingga petani bisa memulai musim tanam berikutnya tanpa penundaan berarti.

Perwakilan PT Wilmar Padi Indonesia, Faris, mengapresiasi kemitraan strategis yang telah terbangun dengan Tani Merdeka. Menurutnya, kerja sama ini berperan penting dalam memperkuat rantai produksi padi.

“Kerja sama ini sangat baik, mulai dari bantuan benih, pendampingan, hingga penyerapan panen. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut dan mampu menjangkau lebih banyak petani di berbagai wilayah,” ujar Faris.

Ia menilai kolaborasi antara sektor industri dan organisasi tani mampu memberikan dampak nyata bagi petani, terutama dalam situasi pascabencana.

Melalui kegiatan baksos ini, Tani Merdeka Indonesia dan PT Wilmar Padi Indonesia berharap pemulihan kondisi petani dapat berjalan lebih cepat. Produktivitas pertanian di Pasuruan Raya diharapkan kembali meningkat setelah banjir yang merusak lahan dan hasil panen.

Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi tani dan sektor industri dapat memberikan dampak signifikan bagi keberlanjutan pertanian. Kehadiran bantuan benih di tengah masa sulit menjadi harapan baru bagi petani untuk kembali menanam dan menjaga ketahanan pangan daerah.[]

Besok Pengurus DPW Tani Merdeka Maluku Utara Dilantik, Ini Pesan Don Muzakir

0

TANIMERDEKA – Pelantikan pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Maluku Utara dijadwalkan berlangsung Sabtu, 22 November 2025. Mislan Syarif ditunjuk sebagai ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Maluku Utara.

Selain itu juga 10 DPD Tani Merdeka Indonesia kabupaten/kota se-Maluku Utara dikukuhkan. Ratusan petani hadir pada pelantikan pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Maluku Utara.

Kehadiran organisasi petani ini di daerah diharapkan memperkuat program nasional Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas pangan dan memperluas pembinaan sektor produktif.

Tani Merdeka Indonesia tidak hanya bergerak di bidang pertanian. Organisasi ini juga mencakup sektor perikanan, perkebunan, peternakan, hingga pengawasan pertambangan. Mandat nasional yang diemban adalah memperkuat kelompok usaha rakyat sekaligus mengawasi pemanfaatan sumber daya alam agar tidak merugikan masyarakat.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan peran organisasi ini penting dalam mendukung program Presiden Prabowo.

“Tani Merdeka Indonesia harus menjadi mata, telinga, dan hidung Presiden Prabowo, melaporkan kebutuhan petani di setiap desa, laporkan bila pihak yang mencoba menggagalkan program Presiden Prabowo di setiap daerah dan desa,” kata Don Muzakir, Jumat, 20 November 2025.

Don Muzakir menekankan pelantikan DPW Tani Merdeka Indonesia Maluku Utara harus berjalan sukses. Menurutnya, pengurus yang baru dilantik harus segera bekerja, termasuk memantau persoalan irigasi dan mengawasi proyek pemerintah pusat di daerah.

Selain fungsi advokasi, Don Muzakir menekankan pentingnya pembinaan langsung kelompok tani yang ada di setiap desa.

“Kita menjembatani antara petani, nelayan, peternak, dan perkebun dengan pembeli. Jadi tidak hanya advokasi, tapi lebih pada pembinaan,” ujarnya.

Don Muzakir menilai Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan membutuhkan pendekatan menyeluruh. Banyak desa yang sulit dijangkau pelayanan pemerintah, sehingga kehadiran Tani Merdeka Indonesia diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat desa.

“Wilayah kepulauan ini banyak desa yang sulit dijangkau. Karena itu, pengurus Tani Merdeka Indonesia Maluku Utara tidak boleh hanya berbasis di Pulau Ternate, tetapi harus turun hingga ke pelosok,” katanya.

Berdasarkan data pemerintah, Maluku Utara memiliki meliki lebih dari 1000 pulau, dan jumlah desa sebanyak 1.198. Don Muzakir menilai angka tersebut menunjukkan betapa luasnya wilayah binaan yang harus digarap.

“Persoalan pertanian itu adanya di desa, bukan di kota. Banyak kelompok tani di desa yang tidak tersentuh karena imbas politik, dari kepala desa, tingkat kabupaten/kota, hingga gubernur. Maka tugas Tani Merdeka adalah memastikan program Presiden Prabowo benar-benar sampai ke masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Maluku Utara menjadi pintu bagi peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, peternak, dan pelaku perkebunan. Pendampingan, pembinaan, hingga akses pemasaran produk harus menjadi prioritas.

“Apa yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dan pemerintah pusat harus dirasakan rakyat. Setiap program harus sampai ke daerah, dan masyarakat harus bisa merasakan manfaatnya,” pungkas Don Muzakir[].