Beranda blog Halaman 16

Don Muzakir Resmikan Kantor DPD Tani Merdeka Sragen, Ini Pesannya

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, meresmikan Kantor Sekretariat DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen dengan pemotongan pita, pada Selasa 13 Januari 2026. Peresmian berlangsung lancar dalam suasana cerah dan penuh keakraban.

Hadir Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provisi Jawa Tengah, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen, Setyo Widodo, bersama jajaran pengurus.

Suasana cair ketika Don Muzakir melontarkan candaan ringan. “Ada kopi nggak ini?” ucap Don Muzakir sambil tersenyum. Gelak tawa hadirin langsung pecah, mencerminkan kedekatan antara pimpinan dan anggota.

Pemotongan pita menjadi simbol dimulainya aktivitas resmi Sekretariat DPD Tani Merdeka Sragen. Kantor ini akan menjadi pusat koordinasi, konsolidasi, dan perjuangan rakyat tani di wilayah Sragen.

Usai peresmian, rombongan melanjutkan agenda ke Pendopo Sumo Negara, Rumah Dinas Bupati Sragen. Di sana digelar Kegiatan Rakyat Tani Merdeka Indonesia yang menampilkan hasil kerja petani sekaligus etalase produk pangan dan UMKM dari berbagai wilayah.

Acara tersebut menjadi ruang temu petani, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Harapannya mampu memperkuat kemandirian petani, memperluas akses pasar, serta mempererat sinergi lintas sektor.

Don Muzakir menegaskan kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Sragen sebagai komitmen memperjuangkan kepentingan petani kecil. Ia menyebut kantor sekretariat sebagai wadah perjuangan rakyat tani yang akan mendorong kedaulatan pangan nasional dari daerah.

Pemotongan pita menjadi simbol dimulainya aktivitas resmi Sekretariat DPD Tani Merdeka Sragen. Kantor ini akan menjadi pusat koordinasi, konsolidasi, dan perjuangan rakyat tani di wilayah Sragen.

Don Muzakir berharap kantor sekretariat benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan petani. “Semoga kantor ini bisa digunakan dengan baik, aktif, dan menjadi tempat perjuangan bersama,” kata Don Muzakir.

Usai peresmian, rombongan melanjutkan agenda ke Pendopo Sumo Negara, Rumah Dinas Bupati Sragen. Di sana digelar Kegiatan Rakyat Tani Merdeka Indonesia yang menampilkan hasil kerja petani sekaligus etalase produk pangan dan UMKM dari berbagai wilayah.

Acara tersebut menjadi ruang temu petani, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Harapannya mampu memperkuat kemandirian petani, memperluas akses pasar, serta mempererat sinergi lintas sektor.

Don Muzakir menegaskan kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Sragen sebagai komitmen memperjuangkan kepentingan petani kecil, kantor sekretariat sebagai wadah perjuangan rakyat tani yang akan mendorong kedaulatan pangan nasional dari daerah.

“Sekretariat ini bukan hanya kantor, tetapi rumah perjuangan petani. Dari sini kita bekerja bersama untuk memastikan petani kecil mendapat ruang, suara, dan dukungan nyata,” kata Don Muzakir.

Sementara itu Wakil Komandan Tempur, Wahyu Putranto, menyampaikan komitmennya menjaga soliditas pasukan.

“Disiplin, loyalitas, dan profesionalisme adalah kunci utama. Setiap prajurit harus siap menjalankan tugas negara kapan pun dibutuhkan, dengan tetap berpegang pada aturan dan etika,” ujar Wahyu Putranto.[]

 

Konsolidasi Tani Merdeka, Don Muzakir Tekankan Soliditas Struktur hingga Desa

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menerima silaturahmi sejumlah pengurus daerah di Kota Magelang, pada Senin 12 Januari 2026.

Pertemuan berlangsung dengan Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Semarang, Beny, Ketua Tani Merdeka Kota Magelang, Sri Sumirat, serta Ketua Tani Merdeka Indonesia Wilayah Adat Banokeling, Aris Munandar.

Silaturahmi ini bagian dari konsolidasi organisasi. Tujuannya memperkuat struktur kepengurusan di tingkat kabupaten/kota, kecamatan dan desa agar solid dan siap menjalankan program nasional, termasuk swasembada gula 2026.

Don Muzakir mengatakan konsistensi kerja organisasi dari pusat hingga desa menjadi penting.

“Struktur Tani Merdeka Indonesia harus kuat sampai tingkat desa. Program swasembada pangan dan gula tidak akan berhasil tanpa dukungan pengurus Tani Merdeka Indonesia di daerah dan petani,” kata Don Muzakir.

Dalam pertemuan para ketua DPD menyampaikan kondisi, tantangan, dan aspirasi dari daerah masing-masing. Isu yang muncul beragam, mulai dari akses pupuk, distribusi hasil panen, hingga kebutuhan pendampingan teknologi pertanian.

Don Muzakir menekankan perlunya keselarasan program kerja daerah dengan agenda nasional.

“Program daerah harus mendukung program nasional. Kita menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto dengan kerja nyata di lapangan,” ujarnya.

“Dengan struktur yang kuat, kita (Tani Merdeka Indonesia) dapat lebih cepat merespons persoalan petani sekaligus memastikan kebijakan swasembada pangan dan gula berjalan efektif,” tambah Don Muzakir.

Don Muzakir juga menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada bukan sekadar capaian angka produksi.

“Keberhasilan harus dirasakan petani. Kesejahteraan mereka adalah tujuan utama,” kata Don Muzakir.[]

Urban Farming, Jawaban Kota Hadapi Perubahan Iklim

0

TANIMERDEKA – Perubahan iklim bukan lagi ancaman abstrak yang hanya dibicarakan di forum internasional. Dampaknya sudah hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Di kawasan perkotaan, suhu udara semakin menyengat. Hujan ekstrem memicu banjir. Kualitas udara memburuk. Kerentanan terhadap krisis pangan meningkat. Kota dengan kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi menjadi ruang paling rentan. Ironisnya, kota pula yang menyumbang emisi karbon besar sekaligus menanggung dampak terberat.

Salah satu implikasi yang kerap luput dibahas adalah sistem pangan perkotaan. Kota pada dasarnya konsumen pangan. Sebagian besar bahan makanan warga kota didatangkan dari perdesaan, bahkan lintas provinsi dan pulau. Ketika perubahan iklim memicu kekeringan, gagal panen, atau gangguan distribusi, kota paling cepat merasakan dampaknya. Kelangkaan pasokan dan lonjakan harga pangan menjadi ancaman nyata.

Urban farming hadir sebagai jawaban. Ia bukan sekadar praktik bercocok tanam di tengah kota, melainkan strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Dengan memproduksi pangan lebih dekat ke konsumen, urban farming mengurangi ketergantungan pada distribusi panjang yang rentan guncangan iklim dan krisis energi.

United Nations Development Programme (UNDP) mendefinisikan urban farming sebagai aktivitas memproduksi, mengolah, dan memasarkan bahan pangan di kawasan perkotaan dengan memanfaatkan lahan serta perairan yang tersedia. Aktivitas dilakukan intensif, menggunakan sumber daya lokal, termasuk limbah perkotaan, untuk menghasilkan produk pertanian dan peternakan.

Luc Mougeot (2001) menyebut urban farming sebagai industri pertanian di dalam atau pinggiran kota dengan fokus memproduksi, memproses, dan mendistribusikan bahan makanan menggunakan sumber daya lokal.

Kawasan perkotaan semakin padat. Jumlah penduduk terus meningkat. Persoalan ketahanan pangan menjadi tantangan besar. Ketergantungan kota pada pasokan dari perdesaan membuat krisis pangan mudah terjadi ketika distribusi terganggu.

Urban farming menjadi solusi penting. Anggapan bahwa aktivitas ini membutuhkan lahan luas dan modal besar tidak benar. Urban farming bisa dilakukan siapa saja, termasuk rumah tangga. Di teras rumah, bahkan di atap, praktik ini dapat dijalankan.

Kontribusi urban farming terhadap mitigasi iklim terletak pada kemampuannya memangkas jarak tempuh pangan. Selama ini, makanan warga kota menempuh perjalanan puluhan hingga ratusan kilometer. Proses distribusi mengonsumsi bahan bakar fosil besar dan menghasilkan emisi gas rumah kaca. Dengan produksi pangan di dalam kota, kebutuhan transportasi berkurang drastis. Jejak karbon sistem pangan ikut menurun.

Urban farming juga berperan dalam adaptasi iklim. Vegetasi hijau di kota membantu menurunkan suhu udara, mengurangi efek pulau panas, serta meningkatkan daya serap air hujan. Dalam konteks kota-kota Indonesia yang defisit ruang terbuka hijau, urban farming menjadi solusi ekologis cepat dan terdistribusi.

Kontribusi lain adalah pemanfaatan limbah organik perkotaan sebagai kompos. Sampah dapur dan sisa makanan diolah menjadi pupuk. Beban tempat pembuangan akhir berkurang. Emisi metana dari pembusukan sampah ditekan. Praktik ini mendorong ekonomi sirkular sekaligus memperkuat ketahanan ekologis kota.

Urban farming tidak seharusnya dipandang sebagai hobi warga kota. Ia perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari kebijakan pertanian perkotaan, strategi mitigasi dan adaptasi iklim, serta perencanaan tata kota berkelanjutan.

Jika didorong masif dan berkesinambungan, urban farming membantu kota bertahan dari dampak perubahan iklim. Kota dapat bertransformasi menjadi ruang hidup yang lebih sehat, tangguh, dan berkeadilan ekologis.[]

Sumber: Antara

 

DPD Tani Merdeka Kendari Siapkan Pelantikan dan Talkshow Pertanian

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menggelar rapat perdana di salah satu rumah makan Kota Kendari, pada Minggu, 11 Januari 2026.

Rapat membahas konsolidasi organisasi sekaligus persiapan pelantikan pengurus yang dijadwalkan berlangsung Rabu 28 Januari 2026 mendatang.

Dalam rapat disepakati pelantikan akan dirangkaikan dengan talkshow yang mengangkat isu strategis sektor pertanian.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog antara petani, pemerintah, dan para pemangku kepentingan di Sulawesi Tenggara,” kata Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari, Zulfiany Azis.

Talkshow direncanakan menghadirkan Anggota DPR RI Komisi IV dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara, perwakilan Kementerian Pertanian, serta Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.

“Pengajuan Surat Keputusan (SK) Dewan Pengurus Daerah Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari telah diterima oleh Dewan Pengurus Nasional melalui DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata Zulfiany.

SK ditandatangani Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, yang diharapkan sekaligus melantik langsung pengurus DPD TMI Kota Kendari.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari, Adi Yanto Saputra, menegaskan pelantikan bukan sekadar seremonial.

Ia mengatakan momentum ini penting untuk memperkuat konsolidasi petani serta membangun sinergi dengan pemerintah dan wakil rakyat.

“Pelantikan ini harus menjadi titik awal kerja bersama mendorong kemajuan sektor pertanian di Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara,” ujar Adi.

Persiapan dilakukan matang dengan dukungan berbagai pihak. DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari optimistis pelantikan dan talkshow akan berjalan sukses.

Agenda ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi penguatan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART Tani Merdeka Indonesia.

Kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi awal bagi pengurus baru. Diskusi yang digelar di sela pelantikan diharapkan menghasilkan gagasan konkret untuk menjawab tantangan petani di Kendari, mulai dari akses pupuk, distribusi hasil panen, hingga penguatan pasar lokal.[]

Silaturahmi dengan DPD Tani Merdeka Kota Megelang, Don Muzakir: Swasembada Pangan Tercapai Petani Harus Kesejahtera

0

TANIMERDEKA – Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, silaturahmi dengan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang dan para santri Pesantren Selamat, pada Senin 12 Januari 2026. Pertemuan itu berlangsung di Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Pesantren Selamat dikenal sebagai sekolah alam dan kemanusiaan terpadu yang memberikan pendidikan gratis. Kehadiran Don berlangsung sederhana. Ia duduk bersila bersama pengurus organisasi dan santri tanpa protokoler khusus.

Beberapa hari sebelumnya, Don Muzakir menerima Tanda Jasa Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto. Penghargaan itu diberikan pada pengumuman swasembada pangan tercapai.

Namun di Magelang, Don Muzakir tidak menyinggung panjang soal penghargaan tersebut. Ia menekankan makna syukur dan tanggung jawab lanjutan atas capaian swasembada pangan.

“Kita wajib bersyukur. Tapi perjuangan belum selesai. Swasembada pangan harus berujung pada kesejahteraan petani,” kata Don Muzakir di hadapan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang dan para santri.

Usai pertemuan itu Don Muzakir menyumbang dana untuk santri.

Pesantren Selamat yang dipimpin Gus Muhammad T. Tanzilul Rahman atau Gus Tanzil menjalankan pendidikan berbasis kemanusiaan tanpa pungutan biaya. Operasional pesantren ditopang gotong royong dan dukungan masyarakat.

Dalam kunjungannya, Don MUzakir menyoroti keberadaan 18 kolam ikan di lingkungan pesantren yang belum dimanfaatkan optimal.

Ia menyatakan komitmennya untuk membantu pengelolaan kolam agar mendukung kemandirian pesantren.

“Kolam-kolam ini bisa dikelola bersama. Pesantren gratis seperti ini harus terus dijaga keberlangsungannya,” ujar Don Muzakir.

Ia juga menyampaikan penghormatan terhadap keteguhan pengasuh pesantren. “Saya hormat pada keteguhan Gus Tanzil,” pungkas Don Muzakir.[]

Target Swasembada Gula 2026, Don Muzakir: Petani Siap Dukung Program Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025, Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada gula pada 2026. Target ini untuk memenuhi kebutuhan gula nasional, baik konsumsi rumah tangga maupun industri, secara mandiri tanpa impor.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan Tani Merdeka Indonesia mendukung penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subiato untuk swasembada gula pada tahun 2026.

Hal itu pada Rakerda DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu 11 Januari 2026.

“Tani Merdeka Indonesia mendukung semua langkah Presiden Prabowo Subianto mewujudkan swasembada gula pada tahun 2026, sehingga petani kita semuanya bisa sejahtera,” kata Don Muzakir.

Lebih lanjut Don Muzakir menambahkan, dukungan ini diwujudkan melalui program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan petani tebu dan industri gula.

“Mendukung program seperti revitalisasi pabrik, perluasan lahan tebu, intensifikasi tanam, dan dukungan pembiayaan KUR khusus tebu untuk mengembalikan kejayaan Nusantara sebagai eksportir gula,” ujarnya.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan strategi melalui Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang percepatan swasembada gula nasional dan bioetanol.

Regulasi ini menjadi dasar koordinasi lintas kementerian dan daerah. Program yang dijalankan mencakup bongkar ratoon atau peremajaan tebu, penggunaan benih unggul, perbaikan irigasi, serta pupuk tepat sasaran. Perluasan areal tebu juga menjadi prioritas untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Indonesia pernah dikenal sebagai “raja gula” pada era 1930-an. Produksi gula saat itu mampu menembus pasar ekspor dunia.

“Harapan kita kejayaan itu dapat dikembalikan melalui program swasembada gula yang kini tengah digencarkan oleh Presiden Prabowo,” ujar Don Muzakir.

Selain itu kata Don Muzakir, target swasembada gula tidak hanya menjamin ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani tebu. Stabilitas harga dan kepastian serapan pabrik memberi ruang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas.

Don Muzakir menegaskan, Tani Merdeka Indonesia siap menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program swasembada gula. Konsolidasi organisasi di daerah diarahkan untuk mendukung petani tebu, memperkuat produksi, dan memastikan distribusi berjalan lancar.

Ia menekankan bahwa keberhasilan swasembada gula bergantung pada kerja terstruktur di lapangan, mulai dari kebun hingga pabrik, serta kepemimpinan yang konsisten dari pusat sampai desa.[]

Pengurus DPD Tani Merdeka Simeulue Gelar Silaturahmi, Pastikan Struktur Jelas Sebelum Pelantikan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Simeulue menggelar silaturahmi bersama jajaran pengurus setelah menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan. Langkah ini menjadi langkah awal konsolidasi organisasi sebelum pelantikan resmi.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Simeulue, Riswan Panter, menegaskan pentingnya memastikan struktur kepengurusan berjalan jelas dan solid.

“Sebelum pelantikan memastikan semua pengurus,” kata Riswan Panter.

Pelantikan pengurus DPD Simeulue akan digelar dalam waktu dekat. Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi besar organisasi Tani Merdeka di Aceh. Riswan menekankan, setiap pengurus harus hadir dan aktif agar program kerja bisa dijalankan dengan baik.

Silaturahmi pengurus menjadi wadah memperkuat komunikasi internal. Riswan menilai langkah ini penting agar tidak ada nama fiktif dalam struktur kepengurusan.

Ia menekankan pengurus harus benar-benar berasal dari kalangan petani dan siap bekerja di lapangan.

Kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Simeulue diharapkan mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Riswan menegaskan, pengurus di daerah harus mampu menjadi mitra pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.

DPD Simeulue menargetkan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan petani. Mulai dari pendampingan produksi, akses pupuk, hingga penguatan pasar hasil tani.

Riswan berharap struktur kepengurusan yang solid dapat memperkuat posisi Simeulue sebagai salah satu daerah penopang pangan di Aceh.[]

DPW Tani Merdeka Bali Verifikasi Calon Pengurus DPD, Siapkan Pelantikan Serentak

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali melakukan verifikasi calon pengurus DPD di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini ditempuh guna memastikan setiap nama yang diajukan benar-benar ada orangnya dan aktif di lapangan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali, Zulfikar, menegaskan proses verifikasi dilakukan menyeluruh.

“Verifikasi ini dilakukan untuk semua DPD kabupaten/kota di Provinsi Bali. Kali ini menverifikasi Kota Denpasar. Sebelum dilakukan pelantikan semua dicek nama-nama pengurus, tidak asal mencantumkan nama,” kata Zulfikar.

Rencananya pelantikan dilakukan serentak 9 kabupaten/kota se-Bali. Acara akan menghadirkan 1.000 petani pada pertengahan Februari 2026.

DPW menilai pelantikan serentak menjadi momentum penting memperkuat kelembagaan petani di Bali. Kehadiran ribuan petani di satu forum diharapkan memperkuat solidaritas, konsolidasi organisasi, serta mempertegas dukungan terhadap program nasional swasembada pangan.

Verifikasi pengurus dilakukan agar struktur organisasi Tani Merdeka Indonesia di Bali benar-benar solid. Nama-nama yang masuk daftar pengurus harus jelas, aktif, dan memiliki komitmen terhadap perjuangan petani.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengatakan, program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menuntut peran aktif organisasi petani di daerah. Sehingga struktur kepengurusan di tingkat kabupaten/kota harus pastikan solid.[]

Bulog Bersama Polri Targetkan Serapan Jagung 1 Juta Ton Tahun 2026

0
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah) memimpin Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah) memimpin Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026).

TANIMERDEKA – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan target penyerapan jagung nasional 1 juta ton pada 2026 akan ditempuh dengan bersinergi bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Target kami adalah pencapaian penyerapan jagung juga 1 juta ton (di 2026). Ini kami akan bersinergi dengan teman-teman Polri dalam hal ini untuk kaitan dengan jagung untuk penyerapannya,” kata Rizal di sela Rapat Kerja Nasional bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, pada Minggu 11 Januari 2026.

Rizal menegaskan rapat yang dihadiri seluruh pimpinan wilayah Bulog digelar untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. Arahan itu muncul setelah Indonesia dinyatakan swasembada beras dan jagung berkat kolaborasi lintas sektor.

Menurut Rizal, Bulog tidak bekerja sendiri. Dukungan kuat dari pemerintah pusat, daerah, aparat, dan petani lapangan menjadi kunci penyerapan jagung secara optimal.

Bulog menyiapkan perencanaan sejak dini, mengintensifkan koordinasi lapangan, serta mempercepat proses serapan hasil panen. Rizal menekankan sinergi dengan Polri sangat krusial.

“Kehadiran aparat di lapangan membantu pengawasan, pendampingan petani, serta kelancaran distribusi sehingga penyerapan jagung dapat berjalan efektif,” ujarnya.

Melalui Rakernas, Rizal berharap strategi terbaik segera diterapkan agar target 2026 tercapai. Ia menekankan swasembada pangan harus berlanjut dan kesejahteraan petani jagung meningkat signifikan.

Bapanas mencatat produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen di 2025 mencapai 16,11 juta ton. Angka itu naik 6,44 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 15,14 juta ton.

Dalam proyeksi Neraca Pangan Nasional, kebutuhan konsumsi jagung 2025 berada di angka 15,65 juta ton. Surplus tercatat 463,9 ribu ton, meningkat 23,2 persen dibandingkan surplus 2023 yang hanya 307,4 ribu ton.

Kontribusi Polri terhadap produksi jagung mencapai 3,5 juta ton atau 20 persen dari produksi nasional 2025. Arahan Presiden Prabowo menekankan Polri ikut menanam jagung sebagai bagian dari sistem pangan yang tangguh, efisien, dan berpihak pada petani.

Target penyerapan jagung 1 juta ton menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan. Setelah beras, jagung diproyeksikan menjadi komoditas strategis yang menopang ketahanan pangan nasional.[]

Rakerda Tani Merdeka Boyolali Bahas Konsolidasi, Dukungan Swasembada Pangan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai forum konsolidasi dan evaluasi program kerja organisasi di tingkat daerah. Agenda ini menjadi wadah menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat koordinasi, serta menyerap aspirasi petani dari bawah.

Acara berlangsung dengan dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono, Kepala Dinas Ketahanan Kabupaten Boyolali Joko Suhartono, Kepala Dinas Pertanian Boyolali Suyanta, forkopimda, TNI, Polri, serta tokoh masyarakat, pada Minggu 11 Januari 2026.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali, Oki Surya, menegaskan pentingnya arah kebijakan organisasi disesuaikan dengan kondisi daerah.

“Menyelaraskan arah kebijakan dan strategi organisasi dengan kebutuhan dan kondisi daerah. Mengevaluasi pelaksanaan program kerja sebelumnya serta mengidentifikasi tantangan dan capaian,” kata pria yang akrab disapa Oki.


“Selain itu menyusun dan menetapkan rencana kerja daerah yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi anggota dan masyarakat. Memperkuat koordinasi antar pengurus DPW dan DPD serta mendorong partisipasi aktif dalam pelaksanaan program. Menyerap aspirasi dari tingkat bawah sebagai dasar pengambilan keputusan organisasi ke depan,” ujar Oki.

Oki menambahkan, Boyolali sebagai salah satu sentra pangan di Jawa Tengah memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Ia menekankan perlunya dukungan infrastruktur irigasi, akses pupuk, serta penerapan teknologi pertanian modern agar produksi tetap stabil.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menekankan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat daerah.

“Rakerda ini menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan petani. Kita ingin memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan konsolidasi, koordinasi antarwilayah bisa lebih solid, sehingga program nasional dapat diterjemahkan secara efektif di daerah,” kata Wawan.

Wawan menegaskan, Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah siap mendukung kebijakan Presiden Prabowo dalam memperkuat swasembada pangan. Ia menilai keberhasilan swasembada beras harus diikuti dengan penguatan produksi jagung, kedelai, dan komoditas lain agar ketahanan pangan semakin kokoh.

Selain it Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung kebijakan pangan nasional. Tani Merdeka Indonesia siap garda terdepan mendukung kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk menwujudkan swasebada pangan.

“Kita ingin memastikan Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai mitra strategis pemerintah. Rakerda di Boyolali ini menjadi contoh bagaimana organisasi bekerja dari bawah, menyerap aspirasi, lalu menyusun langkah konkret. Petani harus menjadi subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir menambahkan, program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo sudah berhasil dan tahun 2025 swasembada pangan tercapai, maka ini membutuhkan dukungan penuh dari petani di seluruh daerah agar kedepan semua program Prabowo berhasil.

Ia menekankan solidaritas organisasi sangat penting, agar kebijakan nasional dapat berjalan efektif hingga ke tingkat desa.

Program swasembada pangan Presiden Prabowo ini butuh kerja sama yang erat antara pemerintah, organisasi petani, dan masyarakat.

Menurut Don Muzakir konsolidasi Tani Merdeka Indonesia di Boyolali ini menjadi bukti bahwa dukungan terhadap kebijakan nasional tidak berhenti di tingkat pusat, tetapi diterjemahkan langsung di daerah dengan langkah konkret.[]