Beranda blog Halaman 100

Pengurus Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bekasi Resmi Dilantik

0

JAWA BARAT – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bekasi dan Koordinator Kecamatan (Korcam) resmi dilantik di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Minggu 17 November 2024.

Acara pelantikan dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat H Yudi Setia Kurniawan, dan tokoh tani setempat.

Ketua panitia, Ade Alamsyah, menyampaikan rasa syukur karena bisa bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh tani dalam momentum penting ini.

“Kami berharap pelantikan ini memberikan dampak positif bagi petani di Bekasi dan memperkuat perjuangan sektor pertanian,” ujarnya.

Ade menambahkan bahwa Tani Merdeka memiliki dukungan langsung dari Presiden terpilih H. Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Penasehat.

“Ini jadi peluang besar menjembatani aspirasi petani dengan program pemerintah, khususnya untuk petani di Kabupaten Bekasi,” tambahnya.

Sementara itu Ketua DPD TMI Kabupaten Bekasi, Irpan Haeroni, menjelaskan bahwa pelantikan kali ini melibatkan tujuh kecamatan dengan lahan pertanian yang luas.

“Kami fokus pada kecamatan dengan lahan pertanian besar, tapi nanti semua 23 kecamatan akan memiliki Korcam,” jelas Irpan.

Menurut Irpan, Tani Merdeka hadir untuk menyelaraskan program pertanian dari pusat hingga daerah dan menampung aspirasi petani.

“Pemerintah daerah belum fokus pada sektor pertanian, termasuk pembuatan Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B),” ungkapnya.

Tani Merdeka, lanjut Irpan, siap menjadi jembatan untuk memberikan edukasi dan memperjuangkan program pemerintah kepada para petani di Bekasi.

“Kami optimistis Tani Merdeka mampu meningkatkan sinergi program dari pusat hingga daerah demi kemajuan petani,” pungkasnya.[]

Tani Merdeka Indonesia Dukung Penyaluran Pupuk Langsung ke Petani, Don Muzakir: Kami Siap Bantu Pemerintah

0
Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir
Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir

JAKARTA – Tani Merdeka Indonesia menyatakan mendukung penuh terhadap kebijakan pemerintah yang akan menyalurkan pupuk, pestisida, dan benih langsung kepada petani dan kelompok tani mulai tahun 2025.

Kebijakan ini merupakan salah satu janji utama Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat, khususnya para petani, untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan bahwa kebijakan tersebut adalah langkah konkret yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat sektor pertanian Indonesia.

Menurutnya, distribusi langsung kepada petani akan memangkas rantai birokrasi dan distribusi yang selama ini menjadi kendala.

“Jika pupuk, pestisida, dan benih langsung disalurkan kepada petani, maka biaya produksi mereka akan berkurang, dan hasil panen dapat meningkat secara signifikan. Ini adalah langkah penting untuk mereformasi sektor pertanian kita,” kata Don Muzakir, pada Minggu, 17 November 2024.

Lebih lanjut Don Muzakir mengatakan kebijakan ini sebagai bagian penting dari visi besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Ia menjelaskan bahwa swasembada pangan adalah pondasi utama bagi ketahanan nasional dan membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, baik pemerintah, swasta, maupun organisasi masyarakat.

“Swasembada pangan tidak bisa dicapai tanpa adanya kolaborasi yang baik. Kami di Tani Merdeka siap menjadi mitra pemerintah untuk memastikan kebijakan ini berjalan lancar di lapangan. Selain itu, diperlukan pengawasan ketat agar distribusi pupuk, pestisida, dan benih benar-benar sampai ke petani yang membutuhkan,” kata Don Muzakir.

Sebagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan petani, Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Don Muzakir menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal kebijakan ini agar berjalan sesuai rencana.

“Kami akan menggerakkan jaringan kami di seluruh Indonesia untuk membantu pemerintah, mulai dari sosialisasi program hingga pengawasan distribusi di lapangan. Kami juga akan melibatkan kelompok tani dan komunitas lokal untuk memastikan bahwa setiap petani mendapatkan manfaat dari program ini,” ungkapnya.

Selain itu, Tani Merdeka Indonesia mendorong pelatihan bagi petani agar mereka mampu mengoptimalkan penggunaan pupuk, pestisida, dan benih yang diterima, ini penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung tujuan swasembada pangan.

Menurut Don Muzakir langkah ini tidak hanya akan membantu petani meningkatkan hasil panen tetapi juga mendorong Indonesia menjadi negara yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Ketahanan pangan adalah fondasi utama bagi kedaulatan bangsa. Petani adalah ujung tombak sektor ini, dan sudah sepatutnya mereka mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Kami percaya bahwa kebijakan ini akan membawa perubahan nyata bagi petani dan sektor pertanian Indonesia,” pungkas Don Muzakir.[]

Wamentan: Penyaluran Pupuk Subsidi Langsung ke Petani Wujudkan Janji Presiden Prabowo

0
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono,

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan penyaluran pupuk bersubsidi langsung ke petani adalah langkah konkret mewujudkan janji Presiden Prabowo.

Langkah ini, menurut Sudaryono, menunjukkan komitmen serius Presiden Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia melalui kebijakan yang efektif.

Selain itu, Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait penyaluran pupuk bersubsidi tersebut.

Perpres tersebut bertujuan untuk mempermudah distribusi langsung kepada petani, sehingga proses penyaluran pupuk bersubsidi lebih cepat dan efisien.

Lebih lanjut, Perpres ini akan menyederhanakan birokrasi distribusi pupuk subsidi yang selama ini sering kali menjadi hambatan bagi petani.

Dengan dasar hukum yang jelas, Kementerian Pertanian akan menjadi lembaga yang sepenuhnya mengelola alur distribusi pupuk subsidi di seluruh Indonesia.

“Ini merupakan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto untuk menyejahterakan petani melalui peningkatan ketahanan pangan dan distribusi pupuk yang lebih efisien,” jelas Sudaryono.

Ia juga menambahkan bahwa sistem distribusi ini akan memutus mata rantai distribusi yang kerap memperlambat penyaluran pupuk bersubsidi ke tangan petani.

Sudaryono menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian berkomitmen memastikan distribusi pupuk lebih transparan, dengan memanfaatkan sistem elektronik untuk pendaftaran dan verifikasi petani.

Dengan sistem ini, petani cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka untuk bisa menerima pupuk bersubsidi sesuai kebutuhan.

Langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada distributor yang sering memperlambat proses distribusi pupuk di lapangan.

“Melalui sistem elektronik ini, kami berharap harga pupuk tetap stabil, sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan petani,” kata Sudaryono

Sebelumnya, Menteri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan pemerintah akan memangkas jalur distribusi pupuk subsidi yang selama ini dianggap terlalu rumit.

Pemerintah kini menyederhanakan alur distribusi, dari yang sebelumnya membutuhkan banyak persyaratan daerah, menjadi hanya tiga level penyaluran.

Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia akan menyalurkan pupuk bersubsidi langsung kepada petani melalui kelompok tani (gapoktan).

“Ke depan, tidak perlu lagi ada keputusan dari bupati, gubernur, atau kementerian lain, cukup dari Kementerian Pertanian,” kata Zulkifli.

Dengan perubahan ini, pemerintah berharap penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih cepat, lebih efisien, dan tepat sasaran bagi petani.[]

Pengurus DPD Tani Merdeka OKU Timur Dilantik, Ini Harapanya

0
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan melantik dan mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka kabupaten OKU Timur
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan melantik dan mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka kabupaten OKU Timur

SUMSEL – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan melantik dan mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka kabupaten OKU Timur, pada Senin, 11 November 2024. Acara tersebut berlangsung di lapangan sepak bola Meluai Indah.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumsel, Medi Ahmazon, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.

Menurutnya, pelantikan ini menjadi langkah penting dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita tahu, seluruh program pertanian kini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Presiden Prabowo Subianto memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai lumbung padi terbesar di Asia melalui program swasembada pangan dan food estate,” ujar Medi.

Ia juga meminta DPD Tani Merdeka OKU Timur segera membentuk koordinator cabang (Korcab) dan koordinator desa (Kordes) di setiap kecamatan dan desa untuk menjalankan program pertanian yang ada.

“Ini tugas besar bagi Ketua DPD dan jajarannya. Kami memberikan waktu tiga bulan untuk merealisasikan program ini. Jika tidak berjalan, kami akan meninjau ulang dan mengganti kepengurusan,” tegasnya.

Medi berharap Tani Merdeka dapat berkolaborasi dengan dinas terkait untuk memodernisasi pertanian di OKU Timur. “Kami ingin hasil pertanian petani bisa meningkat dan sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres),” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka OKU Timur, Ida Bagus Alit Saputra, mengajak seluruh pengurus di tingkat DPD, kecamatan, dan desa untuk bersinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di OKU Timur.

“Kami berharap OKU Timur bisa menjadi lumbung pangan, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

Ia juga mengimbau agar semua pihak, termasuk Gapoktan dan kelompok tani, bersama-sama mendukung visi Prabowo Subianto dalam mensejahterakan negara.

“Tanpa bantuan dan dukungan moral dari semua pihak, perjuangan ini tidak akan berarti,” pungkas Ida Bagus.[]

Tani Merdeka Aceh Tenggara Siap Menangkan Mualem-Dek Fadh di Pilkada 2024

0
Tani Merdeka Aceh Tenggara Siap Menangkan Mualem-Dek Fadh
Tani Merdeka Aceh Tenggara Siap Menangkan Mualem-Dek Fadh

ACEH TENGGARA – DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh nomor urut 2, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh).

Deklarasi ini digelar di Kutacane, Aceh Tenggara, pada Sabtu, 9 November 2024, dan dihadiri oleh ratusan kader serta pengurus Tani Merdeka.

Deklarasi tersebut salah satu komitmen kuat Tani Merdeka untuk memenangkan pasangan Mualem-Dek Fadh dalam Pilgub Aceh yang akan digelar pada 27 November mendatang.

“Kami berkumpul di sini dengan satu tujuan, yaitu memenangkan pasangan Mualem-Dek Fadh sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh,” kata Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara, Jeri Alastra, SE.

Jeri menegaskan bahwa Tani Merdeka Aceh Tenggara akan turun langsung ke desa-desa untuk meraih dukungan masyarakat, terutama di kalangan petani. Mereka akan mensosialisasikan visi dan misi Mualem-Dek Fadh kepada warga setempat.

“Kami yakin dengan kerja keras dan kebersamaan, kemenangan akan berpihak kepada kita. Tani Merdeka akan menggerakkan seluruh anggotanya, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa,” lanjutnya.

Untuk memperkuat dukungan, Jeri mengatakan bahwa Tani Merdeka akan mendirikan posko relawan di 16 kecamatan di Aceh Tenggara.

“Kami percaya Mualem-Dek Fadh adalah pilihan terbaik untuk Aceh, terutama bagi kaum tani,” tambahnya.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad atau yang akrab disapa Mukim Amad, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas semangat dari Tani Merdeka Aceh Tenggara.

“Ini adalah wujud nyata solidaritas dan kekuatan Tani Merdeka. Kami bangga dengan semangat juang DPD Aceh Tenggara. Dengan semangat ini, saya yakin kemenangan Mualem-Dek Fadh bisa tercapai,” ujar Mukim Amad.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan Tani Merdeka kepada pasangan Mualem-Dek Fadh berdasarkan visi dan misi yang sejalan dengan perjuangan petani Aceh.

Menurutnya, pasangan ini memiliki komitmen kuat untuk memajukan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Aceh.

“Kami melihat bahwa Mualem dan Dek Fadh memiliki visi di bidang pertanian yang sangat mendukung kesejahteraan petani,” pungkas Mukim Amad.[]

Pengurus Tani Merdeka Tasikmalaya Dilantik, Siap Kawal Program Ketahanan Pangan

0
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat Yudi Setia Kurniawan melantik pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tasikmalaya beserta pengurus korcam.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat Yudi Setia Kurniawan melantik pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tasikmalaya beserta pengurus korcam.

JAWA BARAT – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat melantik pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Tasikmalaya serta pengurus Korcam di Hotel Dewi Asri, Jalan Singaparna, pada Sabtu, 9 November 2024.

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Yudi Setia Kurniawan, beserta Sekretaris, Bendahara, dan Kasatgas DPW.

Selain itu, turut hadir perwakilan Forkopimda Kabupaten Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya, Ketua DPC Partai Gerindra Haris Sanjaya, serta anggota Fraksi Gerindra DPRD.

Burhanudin Muslim dilantik sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Tasikmalaya, didampingi oleh Sekretaris Khelidana.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, menegaskan bahwa Tani Merdeka adalah organisasi petani yang dibentuk untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam program ketahanan pangan dan swasembada pangan.

“Tani Merdeka adalah mitra resmi pemerintah untuk mendukung program presiden, terutama dalam ketahanan pangan dan swasembada pangan di sektor pertanian,” ujar Yudi.

Ia juga menambahkan bahwa Tani Merdeka harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan cita-cita Prabowo.

Yudi mengungkapkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki nilai sejarah bagi Tani Merdeka Indonesia, karena organisasi ini awalnya didirikan di Kecamatan Sodong, dengan nama Petani Pejuang Indonesia Raya, yang kemudian berubah menjadi Tani Merdeka Indonesia.

Sementara itu, Burhanudin Muslim, Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Tasikmalaya, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung program pemerintah di bidang pertanian, terutama dalam ketahanan pangan dan swasembada pangan.

“Kami siap menjalankan visi misi organisasi sesuai dengan AD/ART serta Program Organisasi, yang bersinergi dengan program Pak Prabowo,” kata Burhanudin.

Selain itu, Burhanudin juga menyoroti program unggulan “Makan Bergizi Gratis” yang dinilai berdampak positif bagi para petani, karena dapat meningkatkan suplai hasil pertanian melalui optimalisasi lahan.

“Program ini memberikan keuntungan langsung kepada petani dengan meningkatkan produktivitas pertanian,” tutupnya.[]

Pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Pidie Dilantik, Siap Jadi Garda Terdepan Dukung Ketahanan Pangan

0
Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie resmi dilantik
Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie resmi dilantik

PIDIE – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, resmi melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie dalam acara yang berlangsung di Hotel Sarina, Pidie, pada Jumat, 8 November 2022.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kapolres, perwakilan dari Koramil, pejabat Kabupaten Pidie, serta tokoh masyarakat dan pemuda.

Pelantikan ini menjadi momen penting bagi DPD Tani Merdeka Kabupaten Pidie dalam menjalankan program-program organisasi, khususnya untuk mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

Pelantikan ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menegaskan bahwa organisasi Tani Merdeka harus bergerak aktif bersama petani dan tidak hanya menjadi organisasi formal tanpa tindakan nyata.

Pengurus yang baru dilantik, menurutnya, harus terus mendampingi petani di lapangan dan memastikan dukungan terhadap mereka, terutama dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kita harus bergerak bersama petani, jangan hanya menjadi organisasi internal saja. Organisasi ini harus berperan aktif dalam mendampingi para petani, memberikan solusi, dan memastikan keberhasilan program-program yang dijalankan,” kata pria yang akrab disapa Mukim Amad.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam mendukung program ketahanan pangan sesuai arahan Presiden Prabowo dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo dan Ketua Umum DPN Don Muzakir, kita harus bersinergi dengan pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan di Aceh. Ini adalah tugas bersama yang harus kita jalankan dengan penuh komitmen,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie yang baru dilantik, Sabirin, menyatakan siap untuk bekerja keras bersama pengurus lainnya.

Ia berjanji akan membawa organisasi lebih dekat dengan petani dan terus mendukung kesejahteraan mereka melalui berbagai program konkret.

“Kami siap bergerak dan bekerja untuk kesejahteraan petani di Kabupaten Pidie, dengan terus mendukung program-program yang dijalankan oleh pemerintah dan DPW Tani Merdeka Aceh,” ungkap Sabirin.

Sabirin juga menyampaikan perkembangan positif terkait pembentukan kelompok tani di Kabupaten Pidie. Saat ini, menurutnya, sudah terbentuk 23 kelompok tani, termasuk kelompok petani wanita, yang siap berkolaborasi dalam berbagai program peningkatan kesejahteraan petani.

“Sejauh ini sudah terbentuk 23 kelompok tani, termasuk kelompok petani wanita, yang siap terlibat aktif dalam setiap program. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memberdayakan petani secara luas, baik laki-laki maupun perempuan,” jelas Sabirin.

Ia menambahkan bahwa DPD Tani Merdeka Kabupaten Pidie akan fokus pada peningkatan kapasitas petani, mulai dari pelatihan teknologi pertanian hingga pendampingan dalam mengakses pasar untuk produk-produk pertanian lokal.

Sabirin juga berkomitmen untuk membantu petani dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk akses terhadap teknologi dan distribusi hasil tani.

“Kami akan terus bekerja keras memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses pasar bagi petani di Pidie, sehingga mereka bisa lebih sejahtera dan berdaya saing,” pungkas Sabirin.[]

Sudaryono Dorong Petani Kopi Bali Tingkatkan Kualitas dan Produktivitas

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono (tengah) saat mengunjungi Agro Techno Park di Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 7 November 2024. (Istimewa)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono (tengah) saat mengunjungi Agro Techno Park di Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 7 November 2024. (Istimewa)

BALI – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meminta petani kopi di Kabupaten Badung, Bali menjaga kualitas kopi agar bisa bersaing dengan produk luar negeri.

Ia juga mendorong para petani untuk meningkatkan produktivitas sehingga kebutuhan pasar dalam negeri dapat terpenuhi.

“Kita punya kopi, jangan sampai malah konsumsi produk luar negeri. Pemerintah siap mendukung dari sisi benih. Kita juga harus pintar menjaga pembeli, ini penting,” ujarnya saat mengunjungi Agro Techno Park di Badung, Bali, Kamis, 7 November 2024.

Sudaryono menekankan pentingnya modernisasi dalam pertanian kopi, mulai dari penggunaan benih unggul, alat mesin efisien, hingga pemanfaatan data untuk meningkatkan produksi.

Menurutnya, petani harus tahu data produksi per hektare agar dapat mengukur produktivitas dengan baik.

“Kebun kopi nasional harus modern, baik alat maupun pemasarannya. Kita harus tahu siapa petaninya dan berapa ton hasil per hektare. Data ini penting,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Mas Dar berharap kopi Indonesia bisa lebih dikenal dan mendominasi pasar global, mengingat kualitas kopi Indonesia sangat baik. Sudaryono juga ingin masyarakat lebih banyak mengonsumsi kopi lokal.

“Kami ingin kopi Indonesia mendominasi pasar dunia dan juga lebih banyak dikonsumsi di dalam negeri,” tegasnya.

Putu, seorang petani kopi di Bali, berterima kasih atas perhatian Wamentan. Ia berharap dukungan pemerintah dalam pemasaran kopi Bali bisa semakin luas, terutama di pasar internasional.

“Kami berharap kopi Bali bisa dikenal di seluruh dunia,” ujarnya.

Sudaryono berharap inovasi dan peningkatan kualitas produk kopi lokal terus berlanjut, sehingga dapat mendukung perkembangan industri kopi Indonesia secara keseluruhan.[]

Bertemu Tani Merdeka Aceh, Dinas Pangan Aceh Dorong Pembangunan Lumbung Pangan di Lima Kabupaten Penghasil Padi

0
Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra bersama Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh Cut Muhammad.
Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra bersama Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh Cut Muhammad.

BANDA ACEH – Dinas Pangan Provinsi Aceh mengusulkan pembangunan lumbung pangan di lima kabupaten yang menjadi daerah penghasil padi terbesar di wilayah tersebut.

Kelima kabupaten tersebut meliputi Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Langkah ini dianggap mendesak mengingat pentingnya penyimpanan hasil panen yang lebih baik untuk mendukung ketahanan pangan di Aceh.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Dinas Pangan Aceh dan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh yang berlangsung pada Kamis, 7 November 2024.

Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, menyatakan bahwa fasilitas lumbung pangan sangat diperlukan untuk membantu para petani menyimpan hasil panen mereka agar lebih aman.

“Selama ini para petani di lima kabupaten tersebut menjual hasil panen padi mereka langsung setelah panen karena tidak ada fasilitas penyimpanan yang memadai. Kami sangat membutuhkan bangunan lumbung pangan untuk membantu penyimpanan gabah di wilayah-wilayah ini,” ujar Surya Rayendra saat menerima audiensi dengan Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, di kantornya.

Surya menambahkan bahwa penyimpanan hasil panen selama ini dilakukan di gudang-gudang biasa yang tidak memenuhi standar. Hal ini menyebabkan para petani sering kali tidak memiliki kesempatan untuk mengelola atau menyimpan hasil panen mereka dalam jangka waktu yang lebih lama, yang pada akhirnya memengaruhi harga jual dan ketahanan pangan.

“Jika ada lumbung pangan, hasil panen dapat disimpan lebih lama dan dijual pada waktu yang lebih menguntungkan bagi para petani. Ini akan memberikan nilai tambah yang signifikan, baik untuk petani maupun perekonomian daerah,” tambah Surya.

Surya Rayendra juga mengatakan pentingnya sinergi antara pemerintah dan kelompok-kelompok tani seperti Tani Merdeka dalam menciptakan ketahanan pangan yang kuat di Aceh.

Ia mengapresiasi komitmen Tani Merdeka untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam berbagai program yang berfokus pada kesejahteraan petani dan kemandirian pangan di tingkat daerah.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Tani Merdeka. Kami berharap ini bisa menjadi langkah awal untuk kerja sama yang lebih baik ke depannya, demi meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan di Aceh,” ujar Surya.

Sementara itu, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, yang juga dikenal Mukim Amad, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam bidang ketahanan pangan.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Tani Merdeka Indonesia dan pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami dari Tani Merdeka diperintahkan oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) untuk terus menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendukung program-program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah. Ini juga sesuai dengan instruksi langsung dari Pak Prabowo,” kata Cut Muhammad dalam audiensi tersebut.

Cut Muhammad juga menyampaikan harapannya agar kerja sama antara DPW Tani Merdeka Aceh dan Dinas Pangan Aceh dapat terus berlanjut, sehingga berbagai program ketahanan pangan di Aceh bisa terlaksana dengan baik.

Cut Muhammad menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia siap menjadi mitra pemerintah dalam berbagai inisiatif yang berkaitan dengan ketahanan pangan, termasuk dalam upaya pembangunan lumbung pangan di lima kabupaten tersebut.

Dalam audiensi tersebut, turut hadir Zulkarnaini Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh dan Tarmizi, anggota Satgas Pangan Tani Merdeka.

 

Senator Komeng Kunjungi Tani Merdeka Tasikmalaya, Ini yang Dibahas

0
Anggota DPD RI Komite 2 Bidang Pertanian, Alfiansyah Bustami Komeng saat bertemu dengan petani Tasikmalaya.
Anggota DPD RI Komite 2 Bidang Pertanian, Alfiansyah Bustami Komeng saat bertemu dengan petani Tasikmalaya.

TASIKMALAYA – Anggota Komisi II DPD RI, Alfiansyah Bustami alias Komeng, berkunjung ke Sekretariat Tani Merdeka DPD Kota Tasikmalaya di Kawalu pada Rabu, 6 November 2024.

Komeng, yang dikenal sebagai pelawak, didampingi oleh Ketua Dewan Pembina DPD Tani Merdeka, Diky Chandra.

“Ini adalah reses pertama Bang Komeng sebagai senator di Kota Tasikmalaya. Meskipun beliau berasal dari Sentul, Bogor, alhamdulillah beliau bisa datang ke sini,” ujar Diky Chandra, calon wakil wali kota Tasikmalaya.

Kunjungan Komeng tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga berdialog dengan para petani yang tergabung dalam Tani Merdeka DPD Kota Tasikmalaya. Komeng kini menjabat sebagai anggota Komisi II DPD RI yang membidangi pertanian.

Komeng menyampaikan bahwa kedatangannya bertujuan untuk berdiskusi dengan petani mengenai berbagai masalah yang mereka hadapi, terutama di sektor pertanian di Kota Tasikmalaya.

“Saya ditemani Kang Diky Chandra, sahabat lama saya di dunia seni, dan diterima oleh Ketua Tani Merdeka Kota Tasik, Kang Nandang,” katanya.

Ketua Tani Merdeka DPD Kota Tasikmalaya, H Nandang, menambahkan bahwa meskipun Tasikmalaya berstatus kota, 70 persen wilayahnya adalah lahan pertanian.

Namun, menurutnya, Pemerintah Kota Tasikmalaya belum memberikan perhatian cukup kepada sektor pertanian.

“Banyak generasi muda, termasuk lulusan pertanian, yang enggan bertani karena tidak ada kepastian harga. Harga hasil panen diserahkan ke pasar tanpa jaminan,” jelas Nandang.

Nandang juga menyoroti program Prabowo-Gibran yang mendukung makan bergizi bagi anak-anak, di mana bahan bakunya diambil dari hasil petani.

Program ini diharapkan bisa memberikan kepastian kepada petani, karena setiap kecamatan akan melayani 3.000 porsi makanan yang melibatkan hasil pertanian lokal.

Pada kunjungan tersebut, Komeng juga mendengarkan aspirasi dari perwakilan 10 kecamatan di Tasikmalaya. Para petani menyampaikan masalah seperti ketersediaan air, kebutuhan laptop, pembentukan koperasi, hingga masalah lahan pertanian.[]