Beranda blog

Wamentan Dampingi Presiden Prabowo Sidak ke Gudang Bulog, Pastikan Stok Beras Aman

0
Wamentan Sudaryono saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Perum Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4). (Dok. Istimewa)
Wamentan Sudaryono saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Perum Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4). (Dok. Istimewa)

TANIMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak ke Kompleks Gudang Perum Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 18 April 2026. Kunjungan ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ikut mendampingi. Ia memeriksa langsung data stok dan mencocokkannya dengan kondisi di lapangan.

“Bapak Presiden tidak hanya menerima laporan di atas kertas, tetapi ingin melihat secara langsung stok beras yang tersimpan di gudang. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa cadangan pangan benar-benar tersedia, aman, dan siap disalurkan kepada masyarakat apabila dibutuhkan,” kata Sudaryono, pada Sabtu, 19 April 2026.

Sidak ini bertujuan memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman. Pemerintah juga ingin menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

“Jadi kunjungannya ini bersifat mendadak, jadi tidak ada pemberitahuan, langsung mampir, sehingga ingin mengetahui sebetulnya atau catatan sebetulnya seperti apa,” jelas Sudaryono.

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Kondisi global saat ini masih diwarnai krisis energi dan ketidakpastian di berbagai wilayah.

“Dalam kondisi tersebut, pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden ingin memastikan bahwa Indonesia tetap berada dalam posisi yang kuat, baik dari sisi pasokan maupun stabilitas harga pangan,” ungkap Sudaryono.

Rombongan kepresidenan melihat langsung kondisi gudang. Kapasitas gudang mencapai 7.000 ton dan saat ini terisi penuh. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan stok yang aman.

Sudaryono memastikan kondisi gudang tidak direkayasa. Kunjungan dilakukan secara mendadak untuk melihat situasi sebenarnya.

“Bahkan memang pimpinan Bulog sengaja tidak kita beritahu untuk kita pengen tahu sebenar-benarnya seperti apa dilapangan. Dan ternyata memang membanggakan, jadi stok cadangan beras pemerintah kita memang tinggi, gudang Bulog ini dimana-mana penuh,” tutur Sudaryono.

“Kemarin saya juga sudah sidak di gudang Bulog tempat lain, termasuk Pak Mentan (Menteri Pertanian) sidak di Makassar, di Bone, dan lain-lain itu penuh semua. Itu menjadi catatannya,” tambahnya.

Data produksi nasional juga menunjukkan tren positif. Produksi beras pada 2025 meningkat signifikan. Kenaikan ini didukung luas panen dan kebijakan penguatan sektor pertanian.

“Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga April 2026 mencapai sekitar 4,8 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, dan terus bergerak menuju 5 juta ton. Capaian ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri,” kata pria yang akrab disapa Mas Dar.

Ketersediaan beras tidak hanya berasal dari stok pemerintah. Pasokan di masyarakat dan potensi panen juga menjadi faktor penting.

“Beras yang beredar di masyarakat diperkirakan mencapai hampir 12 juta ton, serta potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton. Secara total, kekuatan stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton setara dengan ketahanan pangan hingga 11 bulan ke depan,” yakin dia.

Pemerintah terus memperkuat peran Bulog dalam menjaga keseimbangan harga. Langkah ini mencakup penguatan serapan gabah dari petani.

“Kami optimistis target serapan gabah setara beras pada tahun 2026 sebesar 4 juta ton dapat tercapai seiring meningkatnya produksi padi nasional. Target ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3 juta ton,” ungkap dia.

Bulog dinilai memiliki peran penting sebagai penyangga harga. Lembaga ini menyerap sekitar 10 hingga 15 persen produksi beras nasional.

“Penjamin harga itu Bulog. Ketika harga jatuh, negara hadir melalui Bulog dengan membeli gabah dari petani dengan harga yang baik sehingga kesejahteraan petani terjamin,” pungkas Sudaryono.[]

Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog di Magelang, Pastikan Stok Beras Aman

0
Wamentan Sudaryono saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Perum Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4). (Dok. Istimewa)
Wamentan Sudaryono saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Perum Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4). (Dok. Istimewa)

TANIMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak ke gudang Perum Bulog di Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu 18 April 2026.

Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi cadangan pangan nasional, terutama beras.

Kunjungan ini berlangsung setelah Presiden menghadiri pengarahan kepada pimpinan DPRD se-Indonesia. Agenda sidak tidak direncanakan sebelumnya.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden tiba-tiba ingin melihat kondisi gudang Bulog di wilayah tersebut.

“Bapak Presiden tadi mendadak menanyakan ingin melihat gudang bulog di Magelang atau di Yogyakarta sekembalinya dari acara pimpinan DPRD,” kata Seskab, pada Sabtu, 18 April 2026.

Presiden ingin melihat langsung kondisi stok di lapangan. Pemerintah memastikan cadangan pangan tetap aman dan siap disalurkan.

“Bapak Presiden ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Gudang Bulog Danurejo memiliki dua unit bangunan. Kapasitas total mencapai 7.000 ton. Kondisi gudang saat ini dilaporkan penuh.

Stok tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota dan Kabupaten Magelang. Ketersediaan ini juga menjadi penyangga jika terjadi lonjakan permintaan.

Presiden tidak hanya mengecek jumlah stok. Ia juga menyoroti kualitas beras dan sistem distribusi.

“Bapak Presiden juga menekankan bahwa selain ketersediaan, kualitas beras harus terus dijaga, serta distribusinya harus tepat waktu dan tepat sasaran agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Seskab.

Sidak ini bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan. Langkah ini dilakukan di tengah situasi global yang tidak menentu.

Sejumlah negara masih menghadapi tekanan akibat krisis energi dan pangan. Kondisi tersebut ikut memengaruhi rantai pasok dunia.

Pemerintah memastikan pasokan dan harga pangan di dalam negeri tetap stabil. Upaya ini dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Ini merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan negara selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat,” pungkas Seskab Teddy.[]

LBH Tani Nusantara Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya Soal Swasembada Pangan

0

TANIMERDEKA – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tani Nusantara melaporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya. Laporan ini terkait pernyataannya dalam sebuah diskusi tentang swasembada pangan.

Laporan disampaikan pada Jumat, 17 April 2026. Tim advokasi LBH Tani Nusantara datang langsung ke Polda Metro Jaya untuk menyerahkan berkas laporan.

Tim Advokasi LBH Tani Nusantara, Itho Simamora, mengatakan laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana.

“Hari ini kami LBH Tani Nusantara melaporkan Feri Amsari atas dugaan tindak pidana pasal penyebaran hoaks dan penghasutan,“ kata Itho Simamora di Polda Metro Jaya, Jumat.

Ia menjelaskan pernyataan Feri dinilai mengandung unsur penghasutan. Pernyataan tersebut juga disebut berpotensi memicu perpecahan di kalangan petani dan pedagang.

“Karena pernyataan swasembada pangan itu, pernyataan bahwa pemerintah menyatakan bohong dan itu memicu keresahan masyarakat,” ucapnya.

LBH Tani Nusantara turut menyerahkan sejumlah barang bukti. Bukti tersebut berupa data digital dari berbagai platform media sosial.

Itho menyebutkan bukti meliputi unggahan di TikTok, Instagram, YouTube, serta kanal media lainnya. Semua materi itu dinilai relevan dengan laporan yang disampaikan.

Ia menilai seorang akademisi seharusnya memberi edukasi kepada publik. Pernyataan yang disampaikan di ruang publik dinilai perlu berbasis data.

“Tentu penyebaran berita-berita hoaks, fitnah bahwa swasembada pangan itu tidak ada, berita-berita bohong bahwa swasembada beras itu tidak ada,” katanya.

Pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan tersebut. Proses awal penanganan laporan sedang berjalan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan setiap laporan masyarakat akan diproses sesuai prosedur.

“Polda Metro Jaya harus menerima semua laporan dari masyarakat, apabila itu sudah memenuhi pasal pidana ada saksi dan pidana, tidak sampai di situ nanti penyidik dan penyelidik akan mendalami saksi-saksi dan barang bukti, mohon waktu,” katanya.

Kasus ini masih dalam tahap awal penanganan. Polisi akan memeriksa saksi dan mendalami bukti yang telah diserahkan.

Sebelumnya Tani Merdeka Indonesia bersama Aliansi Masyarakat Petani menggelar aksi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat pagi, 17 April 2026. Massa menyampaikan tuntutan terkait pernyataan Feri Amsari soal swasembada pangan.

Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menilai pernyataan tersebut tidak berdasar. Mereka menyebut narasi itu menyesatkan dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Koordinator aksi, Aiman Adnan, menegaskan pernyataan tersebut tidak boleh dibiarkan. Ia menilai ucapan itu berpotensi menimbulkan keresahan dan merusak kepercayaan publik terhadap upaya menjaga ketahanan pangan.

“Pernyataan seperti ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga merendahkan kerja keras petani dan pedagang di seluruh Indonesia. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas,” ujar Aiman Adnan.

Ia menambahkan, tudingan yang tidak berbasis data dapat memecah belah masyarakat. Informasi yang tidak akurat, kata dia, bisa memengaruhi persepsi publik.

“Jangan sampai opini yang tidak berdasar justru memicu keresahan publik dan merusak persatuan bangsa. Kami meminta Kepolisian segera menangkap Feri Amsari dan pihak yang diduga menyebarkan hoaks tersebut,” tegasnya.

Aliansi juga mendesak aparat penegak hukum menindak dugaan penyebaran informasi yang dinilai merugikan publik. Mereka meminta kepolisian mengambil langkah hukum terhadap pihak yang dianggap menimbulkan keresahan.

Massa aksi menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk provokasi. Mereka khawatir narasi itu dapat memicu kegaduhan dan menurunkan kepercayaan terhadap sektor pangan.

Aksi di Polda Metro Jaya, Tani Merdeka Desak Polisi Tangkap Feri Amsari

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia bersama Aliansi Masyarakat Petani menggelar aksi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 17 April 2026. Massa menyampaikan tuntutan terkait pernyataan Feri Amsari soal swasembada pangan.

Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menilai pernyataan Feri Amsari tidak berdasar. Mereka menyebut narasi itu menyesatkan dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Koordinator aksi, Aiman Adnan, menegaskan pernyataan Feri Amasri tidak boleh dibiarkan. Ia menilai ucapan itu berpotensi menimbulkan keresahan dan merusak kepercayaan publik terhadap upaya menjaga ketahanan pangan.

“Pernyataan seperti ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga merendahkan kerja keras petani dan pedagang di seluruh Indonesia. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas,” ujar Aiman Adnan.

Ia menambahkan, tudingan yang tidak berbasis data dapat memecah belah masyarakat. Informasi yang tidak akurat, kata dia, bisa memengaruhi persepsi publik.

“Jangan sampai opini yang tidak berdasar justru memicu keresahan publik dan merusak persatuan bangsa. Kami meminta Kepolisian segera menangkap Feri Amsari dan pihak yang diduga menyebarkan hoaks tersebut,” tegasnya.

Tani Merdeka Indonesia bersama Aliansi Masyarakat Petani juga mendesak aparat penegak hukum menindak dugaan penyebaran informasi yang dinilai merugikan publik. Mereka meminta kepolisian mengambil langkah hukum terhadap pihak yang dianggap menimbulkan keresahan.

Massa aksi menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk provokasi. Mereka khawatir narasi itu dapat memicu kegaduhan dan menurunkan kepercayaan terhadap sektor pangan.

Dalam orasinya, massa juga menyampaikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan itu terkait upaya mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.

Aliansi memaparkan data dari Badan Pangan Nasional. Data tersebut menunjukkan produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,71 juta ton. Angka itu meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi tersebut menghasilkan surplus beras sekitar 3,52 juta ton. Kondisi ini membuat Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025.

Cadangan beras juga meningkat. Stok di Perum Bulog tercatat mencapai 3,24 juta ton pada akhir tahun. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah.

“Ini bukan sekadar klaim. Ini fakta di lapangan. Produksi meningkat, stok tersedia, dan masyarakat bisa mengakses pangan dengan baik,” kata Aiman.

Aiman meminta aparat penegak hukum tidak ragu mengambil tindakan. Ia menilai isu swasembada pangan merupakan hal strategis yang berdampak luas.

Ia juga mengajak petani dan pedagang tetap solid. Ia mengingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar.

Aiman menilai kerja keras petani dan peran pedagang harus dihargai. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pendapat.

“Petani akan terus berada di garis depan menjaga pangan negeri. Kami tidak akan diam ketika kerja keras kami direndahkan oleh informasi yang tidak benar,” pungkas Aiman.[]

Swasembada Pangan Nyata, Tani Merdeka Desak Polisi Tangkap Feri Amsari

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menyampaikan sikap tegas atas pernyataan Feri Amsari yang menyebut keberhasilan swasembada pangan sebagai “kebohongan publik”.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menilai pernyataan tersebut tidak berdasar, menyesatkan, serta berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Narasi tersebut juga dinilai melukai petani dan pedagang, sekaligus merusak kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Koordinator Aksi, Aiman Adnan, menegaskan pernyataan tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ia menilai, pernyataan Feri Amsari tidak berdasar, itu berpotensi menyesatkan publik, memicu keresahan, serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap upaya bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Pernyataan seperti ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga merendahkan kerja keras petani dan pedagang di seluruh Indonesia. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas,” ujar Aiman Adnan.

Ia menambahkan, tudingan yang tidak berbasis data berpotensi memecah belah bangsa dan menyesatkan informasi yang diterima oleh masyarakat.

“Jangan sampai opini yang tidak berdasar justru memicu keresahan publik dan merusak persatuan bangsa. Kami meminta Kepolisian segera menangkap Feri Amsari dan pihak yang diduga menyebarkan hoaks tersebut,” tegasnya.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas dugaan penyebaran informasi hoaks yang merugikan publik.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani juga meminta Kepolisian segera menangkap Feri Amsari dan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menilai pernyataan Feri Amsari sebagai bentuk provokasi yang berpotensi menciptakan kegaduhan publik. Aliansi juga menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan adalah nyata dan dirasakan langsung oleh petani serta pedagang di seluruh Indonesia.

Selain itu, Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. Masyarakat juga diajak untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta tetap menjaga persatuan.

Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani memaparkan data Badan Pangan Nasional yang menunjukkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025 dengan produksi mencapai 34,71 juta ton. Angka tersebut meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian itu menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025. Selain itu, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,24 juta ton pada akhir tahun, menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah cadangan beras nasional.

“Ini bukan sekadar klaim. Ini fakta di lapangan. Produksi meningkat, stok tersedia, dan masyarakat bisa mengakses pangan dengan baik,” kata Aiman.

Aiman menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk tidak ragu dalam mengambil tindakan terhadap penyebaran informasi yang tidak benar, khususnya terkait isu strategis seperti pangan.

Aiman juga mengajak seluruh petani dan pedagang di Indonesia untuk tetap solid dan tidak terprovokasi oleh narasi yang menyesatkan. Kerja keras petani dalam meningkatkan produksi serta peran pedagang dalam menjaga distribusi pangan harus dihargai dan dijaga bersama.

Selain itu, Aiman mengingatkan bahwa setiap pernyataan di ruang publik harus disampaikan secara bertanggung jawab dan berbasis data, agar tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Kepada pemerintah, Aiman menyatakan dukungan penuh untuk melanjutkan program-program strategis di sektor pangan demi menjaga kedaulatan pangan nasional dan kesejahteraan rakyat.

“Petani dan pedagang akan terus berada di garis depan menjaga pangan negeri. Kami tidak akan diam ketika kerja keras kami direndahkan oleh informasi yang tidak benar,” pungkas Aiman.[]

Tani Merdeka Kalsel dan Polda Bahas Kolaborasi Ketahanan Pangan, Bahas Produksi Jagung

0

TANIMERDEKA – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di Kalimantan Selatan.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menggelar audiensi dengan Polda Kalimantan Selatan untuk membahas kerja sama di sektor pertanian, pada Kamis, 17 April 2026.

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka. Fokus utama pembahasan adalah penguatan produksi dan distribusi pangan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, hadir langsung pada audiensi itu. Ia didampingi Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga N. Hutapea serta jajaran Satgas DPW.

Rombongan diterima Kapolda Kalimantan Selatan, Rosyanto Yudha Hermawan, bersama jajaran. Pertemuan membahas langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pembahasan menitikberatkan pada komoditas jagung. Komoditas ini menjadi salah satu unggulan yang didorong oleh Polda Kalimantan Selatan.

Pihak kepolisian menyampaikan sejumlah program yang sudah berjalan. Program tersebut antara lain penanaman jagung dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan. Program ini juga mendukung kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Polda Kalimantan Selatan tidak hanya fokus pada produksi. Upaya menjaga stabilitas harga juga menjadi perhatian.

Kebijakan pembelian hasil panen jagung dari petani dilakukan untuk menjaga harga tetap stabil. Langkah ini juga bertujuan melindungi petani dari tekanan tengkulak.

Wilayah Pelaihari disebut sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar. Daerah ini memiliki kontribusi penting dalam mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

Sejumlah kendala juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Distribusi pupuk menjadi salah satu masalah yang sering dikeluhkan petani.

Keterlambatan pupuk dinilai mengganggu masa tanam. Kondisi ini berdampak langsung pada produktivitas hasil panen.

Peserta audiensi menilai perlu ada solusi bersama. Koordinasi lintas sektor dianggap penting untuk mengatasi persoalan tersebut.[]

Wamentan Pastikan Stok Pupuk Aman di Tengah Gangguan Distribusi Global

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

DETIKMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk nasional tetap aman. Pernyataan itu disampaikan di tengah gangguan distribusi global akibat konflik yang memengaruhi rantai pasok pupuk dunia.

Pernyataan disampaikan usai menerima kunjungan Roderick Brazier di Jakarta, pada Rabu, 15 April 2026 malam. Pertemuan juga membahas kerja sama sektor pertanian.

“Jadi untuk kebutuhan pupuk kita, para petani kita, jutaan petani kita yang membutuhkan pupuk dan pupuk subsidi ini aman dalam negeri tanpa ada gangguan apa pun,” kata Sudaryono.

Ia menjelaskan gangguan distribusi global salah satunya terjadi di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi salah satu rute utama perdagangan pupuk dunia.

Gangguan di kawasan tersebut berdampak pada suplai pupuk internasional. Sebagian besar distribusi pupuk global melewati jalur itu.

Indonesia dinilai relatif stabil. Produksi urea dalam negeri berbasis gas alam masih mampu memenuhi kebutuhan petani.

Ketergantungan terhadap impor bahan baku utama disebut tidak signifikan. Kondisi ini membantu menjaga pasokan tetap terjaga.

Pemerintah tetap mengantisipasi kebutuhan komponen lain. Fosfat dan kalium dipenuhi melalui diversifikasi impor dari berbagai negara.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan pasokan. Stabilitas sektor pertanian menjadi perhatian utama pemerintah.

Total produksi pupuk nasional mencapai sekitar 14,5 juta ton. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“(Produksi) kita cukup. Total kebutuhan pupuk urea (secara nasional sekitar) 6,8 juta ton,” kata Sudaryono.

Ia menilai tingginya serapan pupuk oleh petani menjadi indikator positif. Kondisi ini menunjukkan aktivitas tanam meningkat.

Permintaan pupuk yang tinggi terkadang memicu jeda distribusi di lapangan. Kondisi ini bersifat sementara.

“Jadi kalau misalnya ada petani nyari pupuk di kios barangkali belum ada, tunggu 1-2 hari insya Allah nanti barang itu akan ada. Jadi bukan pupuknya nggak ada, pupuknya ada, tersedia dan cukup. Saya pastikan itu. Hanya ini karena distribusi ini jadi kejar-kejaran antara produksi dan kebutuhan pupuk,” jelasnya.

Pemerintah terus memantau kebutuhan pupuk secara rutin. Data dikumpulkan dari laporan penyuluh pertanian di berbagai daerah.

Pemantauan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan distribusi. Kebutuhan petani diharapkan tetap terpenuhi.

“Ini sinyal yang positif. Kenapa? Artinya petani kita menebus pupuk berarti banyak nanam. Jadi kalau banyak nebus pupuk itu artinya banyak nanam,” tambah Sudaryono.[]

Kementan Siapkan Aturan soal Nilai Ekonomi Karbon Sektor Pertanian

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat implementasi nilai ekonomi karbon (NEK) di sektor pertanian. Aturan di tingkat kementerian saat ini sedang dirumuskan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan regulasi tersebut akan melengkapi aturan yang sedang disusun pemerintah. Aturan itu berkaitan dengan tata kerja NEK dan pengendalian emisi gas rumah kaca.

“Di Kementan, juga sedang menyusun dalam proses Permentan tentang penyelenggaran instrumen NEK dan pengendalian efek gas rumah kaca pada sektor pertanian. Diharapkan dengan dua instrumen tersebut, perdagangan karbon di sektor pertanian segera dapat diimplementasikan dengan baik di Indonesia,” kata Sudaryono dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Selasa, 14 April 2026.

Kementan juga menyiapkan kerangka kerja untuk mempercepat implementasi program tersebut. Kerangka ini mencakup peta jalan nilai ekonomi karbon di sektor pertanian.

Selain itu, Kementan menyusun metodologi untuk menilai kesiapan Indonesia dalam beralih ke varietas padi rendah emisi. Langkah ini dinilai penting untuk menekan emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian.

Sejumlah peta jalan tengah disusun untuk mendukung implementasi NEK. Peta jalan tersebut meliputi Net Zero Emission (NZE) sektor pertanian, Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC), Second Nationally Determined Contribution (NDC), serta peta jalan khusus NEK.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menurunkan emisi karbon. Sektor pertanian dinilai memiliki peran penting dalam mencapai target tersebut.

Sudaryono menyebut Kementan sudah memiliki data terkait emisi karbon di sektor pertanian. Perhitungan ini dilakukan oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

“Di Kementan ada BRMP atau Litbang yang terletak di Pati yang memang tugasnya menghitung terkait emisi ini. Berapa emisi yang dilepas, berapa yang bisa ini, betul-betul kami bisa menghitung,” ujarnya.

Data tersebut menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan. Pemerintah berharap implementasi NEK bisa berjalan efektif dan memberi manfaat bagi sektor pertanian.[]

Zulfan Awenk Dilantik Jadi Ketua DPD Tani Merdeka Abdya

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, melantik Zulfan Awenk sebagai Ketua Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pada Sabtu, 11 April 2026.

Pelantikan pengurus berlangsung di aula kantor Bappeda Abdya. Kegiatan dihadiri unsur pemerintah daerah dan organisasi.

Safaruddin hadir langsung dalam acara tersebut. Wakil Bupati Zaman Akli serta sejumlah kepala dinas juga ikut menghadiri pelantikan.

Safaruddin meminta Dinas Pertanian memperkuat koordinasi dengan Tani Merdeka Indonesia.

Ia menilai organisasi ini menjadi mitra strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Dinas pertanian saya minta untuk mempermudah urusan dari Tani Merdeka Indonesia. Bangun komunikasi yang baik. Pemerintah Abdya mendukung penuh kehadiran TMI di Abdya,” kata Safaruddin.

Ia menegaskan sektor pertanian memiliki prospek yang baik. Kehadiran Tani Merdeka Indonesia dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap petani.

“Kami harapkan Tani Merdeka Indonesia kedepan terus mendorong sektor pertanian Abdya terus membaik, baik itu terkait ketersediaan Alsintan, bibit unggul, pupuk maupun irigasi sehingga dapat meningkatkan hasil panen para petani di Abdya,” sebutnya.

Safaruddin juga meminta pengurus aktif berkoordinasi dengan DPW hingga pusat. Langkah itu dinilai penting untuk mendapatkan dukungan program dan fasilitas pertanian.

“Bagun komunikasi yang baik. Kami yakin dibawah kepemimpinan Zulfan Awenk dan seluruh pengurus sektor pertanian Abdya kedepan akan lebih baik,” katanya.

Zulfan Awenk menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menilai dukungan dari berbagai pihak menjadi modal awal untuk menjalankan organisasi.

“Tani Merdeka Indonesia adalah harapan bagi kabupaten Abdya. Terimakasih atas amanah yang telah diberikan kepada saya,” kata Zulfan Awenk.

Ia mengingatkan pengurus agar bekerja secara profesional. Organisasi diminta tidak dijadikan tempat mencari keuntungan pribadi.

“Tani Merdeka Indonesia adalah mitra pemeintah, mengawal visi-misi Persiden Prabowo dan Pemkab Abdya di sektor pertanian,” ujarnya.

Zulfan menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah. Ia ingin program pertanian berjalan lebih terarah dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita bersinergi dengan pemerintah soal kemajuan pertanian Abdya kedepan. Buktikan bahwa, ada perubahan, ada pergerakan dari 2026-2030 ini,” tegasnya.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk mengakses program dari pemerintah pusat. Upaya ini dilakukan untuk mendorong peningkatan sektor pertanian di Abdya.

“Kita siap menjemput program-program pertanian di pusat untuk kemajuan sektor pertanian di Abdya kedepannya,” katanya.[]

Panen Raya Jagung 100 Hektare di Indrapuri, Cut Muhammad Apresiasi Kinerja Petani Binaan

0

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar menggelar panen raya jagung di lahan seluas 100 hektare. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Indrapuri, pada Rabu, 8 April 2026.

Panen raya ini melibatkan dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Agro Nusantara Maju dan Kelompok Tani Agro Sentosa Mandiri Tani. Keduanya berada di Gampong Cot Kareung.

Acara tersebut dihadiri Bupati Aceh Besar Syeh Muharram, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Cut Muhammad, unsur TNI-Polri, kepala dinas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka se-Aceh.

Kegiatan ini menjadi bukti hasil pembinaan yang dilakukan kepada petani. Produksi jagung dinilai meningkat dan lahan pertanian dimanfaatkan secara optimal.

Cut Muhammad menyampaikan apresiasi atas kerja keras petani dan pendamping di lapangan. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan program pembinaan berjalan efektif.

“DPW Tani Merdeka Indonsia Provinsi Aceh kata Cut Muhammad telah bekerja sama dengan Bulog Wilayah guna menyerap hasil panen padi, jagung milik petani di Aceh,” ujarnya.

Ia menjelaskan kerja sama dengan Bulog bertujuan menjaga stabilitas harga hasil panen. Langkah ini juga memberi kepastian pasar bagi petani.

Menurut Cut Muhammad, peningkatan produktivitas lahan harus diikuti dengan sistem penyerapan hasil panen yang baik. Petani membutuhkan jaminan agar hasil kerja mereka terserap dengan harga yang layak.

Panen raya ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Produksi jagung yang meningkat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan lokal sekaligus mendukung program nasional.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi antara petani, pemerintah daerah, dan organisasi Tani Merdeka Indonesia. Sinergi ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program pertanian di Aceh Besar.

Petani berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Dukungan dari pemerintah dan organisasi dinilai sangat membantu dalam meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan mereka.