Beranda blog

Cadangan Beras Melimpah, Bulog Perkuat Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – Perum Bulog merayakan hari ulang tahun ke-59 dengan mengusung tema “Bulog Siap Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan” di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, pada Senin, 11 Mei 2026.

Perayaan digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia. Momentum ini menjadi penegasan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan pemerintah.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, jajaran direksi, serta para pegawai Bulog.

Suasana acara berlangsung sederhana dan hangat. Musik tradisional ikut mengiringi jalannya kegiatan. Nuansa kebersamaan terlihat kuat sepanjang perayaan berlangsung.

Dalam sambutannya, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Bulog yang kini memasuki usia ke-59 tahun.

Ia berharap Bulog terus berkembang menjadi perusahaan yang semakin profesional dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

“Kami mohon doa restu dari seluruh rakyat Indonesia agar di usia Bulog yang ke-59 ini, Bulog ke depan semakin profesional, modern, adaptif, dan selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk petani dan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Menurut Rizal, peringatan HUT kali ini menjadi semangat baru bagi seluruh insan Bulog untuk meningkatkan kontribusi kepada masyarakat dan negara.

Ia mengatakan Bulog tidak hanya berperan sebagai penyalur logistik pangan nasional. Ke depan, perusahaan juga diarahkan menjadi orkestrator logistik pangan nasional hingga internasional.

Bulog juga memaparkan capaian strategis perusahaan dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Setelah mencatat stok tertinggi sebesar 4,2 juta ton pada 2025, hingga 11 Mei 2026 Bulog telah mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 5,3 juta ton.

Jumlah itu diperkirakan terus bertambah dan ditargetkan menembus 6 juta ton pada akhir Mei 2026.

Capaian tersebut disebut sebagai hasil kerja sama berbagai pihak. Mulai dari petani, penggilingan padi, mitra kerja, pemerintah daerah, hingga dukungan TNI dan Polri.

Rangkaian HUT Bulog juga diisi dengan pembukaan Bulog Anniversary Festival 59. Kegiatan dibuka melalui seremoni pemotongan pita Gerakan Pasar Murah (GPM).

Melalui program itu, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau lewat bazar rakyat dan program tebus murah.

Bulog juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan hiburan. Mulai dari stand UMKM, donor darah, hingga demo memasak.

Sejumlah produk dijual dengan harga lebih rendah, sekitar 30 sampai 40 persen di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Bulog turut menyalurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat sebagai bagian dari kegiatan sosial perusahaan.

Bantuan diberikan kepada anak yatim, personel TNI dan Polri, petugas keamanan, sopir, petugas kebersihan, mekanik, hingga warga sekitar.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Direktur Utama Bulog bersama jajaran direksi dan tamu undangan.

Perayaan HUT ke-59 Bulog masih berlanjut pada malam hari melalui agenda Malam Penganugerahan dan Syukuran di Gedung Serba Guna Oryza Sativa.

Kegiatan itu meliputi pemotongan tumpeng, peluncuran buku “Bulog Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan”, pemberian penghargaan, hingga penyaluran beasiswa berprestasi.[]

Wamentan Sudaryono Silaturahmi ke Jokowi: Indonesia Tak Lagi Impor Beras

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melakukan silaturahmi dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (8/5/2026) malam.(Foto: Istimewa)
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melakukan silaturahmi dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (8/5/2026) malam.(Foto: Istimewa)

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melakukan silaturahmi dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat, 8 Mei 2026 malam. Pertemuan itu membahas perkembangan sektor pertanian nasional, ketahanan pangan, hingga keberlanjutan program pemerintah.

Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar mengatakan, dirinya juga melaporkan capaian swasembada pangan yang berhasil diraih pemerintah pada 2025.

Menurut dia, capaian tersebut merupakan bagian dari target yang pernah diberikan Jokowi saat dirinya dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian.

“Saya pernah dilantik sebagai wakil menteri di era Presiden Jokowi, waktu itu dengan tugas dan target yang jelas, bagaimana mencapai swasembada pangan secepat-cepatnya,” ujar Sudaryono dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (9/5/2026).

“Dan dalam kesempatan silaturahmi ini saya juga melaporkan ke Pak Jokowi bahwa swasembada telah kita raih di tahun 2025 dan akan kita teruskan,” tambahnya.

Sudaryono menjelaskan, keberhasilan swasembada pangan terlihat dari berhentinya impor beras dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi petani di sejumlah daerah juga disebut mulai membaik.

Pemerintah, kata dia, telah menaikkan harga gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram untuk memberi nilai jual yang lebih baik bagi petani.

“Alhamdulillah, sebagaimana juga Pak Jokowi ketahui sekarang ini kita tidak lagi impor beras, kemudian harga gabah juga kita naikkan menjadi Rp 6.500 dan petani happy,” ujar Sudaryono yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.

Selain harga gabah, pemerintah juga disebut menjaga ketersediaan pupuk bagi petani. Program subsidi dan diskon harga pupuk hingga 20 persen dinilai membantu menekan biaya produksi pertanian.

Dukungan pengairan dan penyerapan hasil panen juga disebut ikut meningkatkan semangat petani untuk terus menanam.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi disebut memberikan apresiasi terhadap perkembangan sektor pertanian nasional. Mantan presiden itu menilai kondisi petani saat ini lebih baik dibanding sebelumnya.

“Pak Presiden Jokowi juga mengapresiasi dan menyampaikan bahwa pengamatan beliau itu memang petani saat ini dalam kondisi yang baik, bahagia, karena hasil panennya didukung pemerintah, pupuknya cukup, pengairannya ada, dan harga panen raya juga dibeli dengan harga yang baik,” tutur Sudaryono.

Pertemuan itu tidak hanya membahas capaian pertanian. Sudaryono juga mengaku meminta arahan dan masukan dari Jokowi terkait pelaksanaan tugasnya di Kementerian Pertanian.

Menurut dia, pengalaman Jokowi selama memimpin Indonesia masih penting sebagai bahan masukan dalam menjalankan program pembangunan, terutama di sektor pangan dan pertanian.

“Saya merasa bangga dan bahagia pada hari ini bisa bersilaturahmi dengan Pak Jokowi dan bisa bertatap muka. Kami mendoakan semoga Pak Presiden Jokowi senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran segala urusannya,” ucap Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Sudaryono menegaskan, kesinambungan program pemerintah perlu dijaga agar pembangunan di sektor pangan bisa terus berjalan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Dan sinergi terus untuk bagaimana pemerintahan berjalan ini bisa terlaksana dengan baik, program-program bisa terlaksana dengan baik. Kami mohon arahan selalu,” ucapnya.

Sengketa Lahan Memanas, Tani Merdeka Sumsel Pasang Badan Bela Petani Banyuasin

0
Tim advokasi LBH Tani Nusantara mendampingi ratusan petani di Desa Girirang dan Desa Timbul Jaya, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, yang sedang sengketa lahan dengan PT Ciptamas Bumi Subur (CBS).
Tim advokasi LBH Tani Nusantara mendampingi ratusan petani di Desa Girirang dan Desa Timbul Jaya, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, yang sedang sengketa lahan dengan PT Ciptamas Bumi Subur (CBS).

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan mendampingi ratusan petani di Desa Girirang dan Desa Timbul Jaya, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, yang sedang sengketa lahan dengan PT Ciptamas Bumi Subur (CBS).

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan, Medi Ahmazon, mengatakan pihaknya turun langsung mengawal perjuangan petani yang mempertahankan lahan garapan mereka.

Menurut dia, persoalan agraria yang terjadi tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut sumber penghidupan masyarakat.

“Kami dari DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel hadir sebagai benteng terakhir bagi para petani. Tanah ini adalah nafas hidup mereka. Jangan sampai investasi yang masuk ke daerah justru mematikan penghidupan rakyat kecil yang sudah ada sejak turun-temurun,” ujar Medi Ahmazon, dikutip pada Senin, 11 Mei 2026.

Medi menegaskan Tani Merdeka Indonesia tidak akan tinggal diam jika hak-hak petani terabaikan.

Ia juga meminta penyelesaian konflik dilakukan secara adil dan terbuka, bukan sekadar melalui janji tanpa kepastian.

“Kami instruksikan seluruh jajaran Satgas dan Tim Advokasi untuk mengawal kasus ini sampai tuntas. Jika PT CBS tidak menunjukkan itikad baik untuk berdialog dan mengembalikan hak rakyat, kami akan membawa gerakan ini ke tingkat yang lebih tinggi, baik secara hukum maupun aksi massa yang lebih besar,” tegasnya.

Pendampingan hukum terhadap petani dilakukan melalui Tim Advokasi LBH Tani Nusantara yang melibatkan sejumlah praktisi hukum.

Kehadiran pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel di lokasi sengketa sebagai bentuk keseriusan organisasi dalam menangani persoalan konflik lahan di Muara Sugihan.

Dalam tuntutannya, DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel bersama warga menyampaikan tiga poin utama perjuangan.

Pertama, meminta restitusi lahan atau pengembalian hak atas tanah ulayat dan lahan garapan petani.

Kedua, meminta penghentian sementara aktivitas alat berat milik PT CBS di area sengketa hingga persoalan selesai.

Ketiga, mendesak pemerintah melakukan audit dan evaluasi terhadap izin lokasi perusahaan.

Mereka juga meminta Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan turun langsung melihat kondisi di lapangan.

Saat ini, ratusan petani masih bertahan di lokasi konflik lahan.

Pengawasan dilakukan bersama DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel untuk memastikan tidak ada aktivitas perusahaan yang dinilai merugikan masyarakat selama proses sengketa berlangsung.[]

Tingkatkan Produksi, Kementan Tanam Padi Serentak 50.000 Hektare di 25 Provinsi

0
Petani di Kabupaten Tangerang saat menanam padi serentak.
Petani di Kabupaten Tangerang saat menanam padi serentak.

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat gerakan tanam serentak seluas 50.000 hektare di 25 provinsi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga produksi pangan nasional sekaligus mengantisipasi ancaman musim kemarau 2026.

Program tersebut juga menyasar percepatan pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana di sejumlah daerah.

Gerakan tanam serentak digelar pada Kamis 30 April 2026 lalu. Kegiatan ini mencakup lahan optimalisasi (oplah), cetak sawah rakyat (CSR), dan lahan rehabilitasi pascabencana. Titik utama kegiatan berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan total lahan yang ditanami mencapai 50 ribu hektare.

Luasan tersebut terdiri dari oplah tahun 2024 seluas 20.000 hektare, oplah tahun 2025 seluas 23.000 hektare, CSR 2025 seluas 5.000 hektare, serta rehabilitasi lahan terdampak bencana seluas 2.026 hektare.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” katanya.

Kementan juga mendorong pemanfaatan alat dan mesin pertanian untuk mempercepat proses tanam di berbagai daerah.

“Penggunaan alsintan seperti rice transplanter, drone pertanian, dan dukungan teknologi lainnya akan mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi, serta membantu petani dalam menghadapi keterbatasan tenaga kerja,” tambahnya.

Sementara itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengikuti kegiatan secara daring menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, penyuluh, petani, hingga aparat di lapangan yang ikut mendukung gerakan tersebut.

“Terima kasih kepada gubernur, bupati, petani, penyuluh, hingga jajaran aparat. Ini adalah komitmen bersama untuk memperkuat swasembada pangan. Kita terus dorong tanam serempak di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Amran menegaskan pengembangan areal tanam baru akan terus dilakukan melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan.

Langkah itu menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim dan potensi kekeringan.

Selain itu Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, mengatakan percepatan tanam menjadi strategi utama menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncak pada Agustus 2026.

Kementan juga telah mengirim surat kepada seluruh kepala daerah untuk memperkuat langkah antisipasi kekeringan.

“Langkah-langkah mitigasi sudah kita siapkan. Mulai dari pemantauan data iklim, pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan tanam, pompanisasi, hingga penguatan infrastruktur air,” jelasnya.

Sejumlah langkah yang disiapkan pemerintah antara lain percepatan tanam di akhir musim hujan, pompanisasi secara masif, serta optimalisasi lahan rawa agar produksi tetap berjalan saat lahan tadah hujan mulai mengering.

Kementan juga mendorong penggunaan benih tahan kekeringan untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cuaca panas dan keterbatasan air.

Pembangunan embung, long storage, dan sumur bor turut diperkuat untuk menjaga cadangan air di sentra pertanian.

Program percepatan tanam tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pemerintah daerah. Salah satunya datang dari Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari.

Ia menyebutkan program oplah dan cetak sawah rakyat memberi dampak langsung terhadap peningkatan luas tanam dan produksi pertanian di daerahnya.

“Program ini menjadi berkah bagi kami. Dengan dukungan Kementan, kami optimistis meningkatkan produksi dan berkontribusi sebagai daerah penyangga pangan nasional,” ujarnya.[]

Sektor Kopi Digenjot, Kementan Siapkan Dana Rp 40 Miliar untuk Perkebunan Aceh-Sumatera

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar untuk program pembibitan kopi pasca bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor perkebunan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan anggaran tersebut sudah dialokasikan. Pemerintah ingin mempercepat pemulihan produksi kopi di daerah terdampak.

“Anggarannya sudah kami siapkan tadi kurang lebih Rp 30 sampai 40 miliar untuk kopi,” kata Amran dalam keterangan tertulis yang diterima detikmerdeka.com, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menyebutkan pemerintah akan menggandeng Universitas Syiah Kuala dalam pengembangan pembibitan. Kerja sama ini diharapkan memperkuat kualitas benih kopi yang akan ditanam kembali.

“Aku sudah ketemu tadi rektor. Datang pagi-pagi dengan Pak Dijon. Kita akan kembangkan kerja sama dengan rektor Unsyiah. Bangun pembibitan. Bersama-sama bangun kembali,” ungkap Amran.

Program pembibitan menjadi langkah awal pemulihan. Pemerintah menilai ketersediaan bibit unggul sangat menentukan keberhasilan produksi jangka panjang. Wilayah Aceh, terutama Gayo, dikenal sebagai salah satu sentra kopi nasional.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan program penanaman kembali atau replanting sudah berjalan sejak dua tahun terakhir. Program ini menyasar berbagai komoditas perkebunan.

“Kalau replanting kan kami jalan sudah dari tahun lalu, ya. Kopi, kemudian kakao kami sudah, peremajaan itu semua kan?” ujar Sudaryono, pada Rabu, 29 April 2026 lalu.

Ia menjelaskan program peremajaan juga difokuskan pada kopi di wilayah Gayo. Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk memperkuat sektor ini.

Total anggaran peremajaan sembilan komoditas perkebunan strategis mencapai Rp 9,95 triliun dalam tiga tahun. Program ini mencakup kopi, kakao, kelapa, pala, lada, mete, gambir, hingga tebu.

“Untuk bagaimana menempatkan semua sektor perkebunan kita yang tadinya juara itu kembali juara lagi. Kopi, kakao, kelapa, kemudian pala, lada, mete, kemudian gambir, termasuk tebu di situ, ya,” kata Sudaryono.

Program ini dijalankan karena banyak tanaman sudah berumur tua. Produktivitas menurun dalam beberapa tahun terakhir. Peremajaan dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan hasil panen.

Di sisi lain, harga kopi global dan domestik mengalami kenaikan. Kondisi ini memberi peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan.

Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia mencatat harga biji kopi arabika di pasar lokal naik cukup signifikan. Kenaikan mencapai 30 persen hingga 40 persen dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu Ketua Kompartemen Industri dan Specialty Coffee AEKI, Moelyono Soesilo, menyebutkan harga saat ini berada di level tinggi.

“Sempat mencapai level tertingginya pada bulan Januari 2026 di level 10 dollar AS (per kilogram) lebih,” kata Moelyono, Jumat 24 April 2026 lalu.

Ia menjelaskan harga biji arabika naik dari sekitar 6,5 dollar AS per kilogram menjadi 9,3 hingga 9,5 dollar AS per kilogram. Tren ini dipengaruhi kondisi pasar global dan pasokan.

Kementan melihat momentum ini sebagai peluang. Pemulihan produksi kopi diharapkan bisa berjalan seiring dengan tren kenaikan harga. Petani diharapkan mendapat manfaat langsung dari kondisi tersebut.

Program pembibitan dan replanting ini menargetkan produktivitas kopi nasional kembali meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Dukungan bibit unggul dan pendampingan teknis diharapkan mempercepat pemulihan sektor perkebunan.[]

Tani Merdeka Indonesia Siap Perjuangkan Nasib Petani di Semarang

0
Pengurus Tani Merdeka Indonesia Salatiga silaturahmi dengan petani
Pengurus Tani Merdeka Indonesia Salatiga silaturahmi dengan petani

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib petani, peternak, dan nelayan di wilayah Semarang. Hal itu disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama petani.

Koordinator Wilayah (Korwil) Keresidenan Semarang Tani Merdeka Indonesia, Beni Subagio, mengatakan Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai wadah perjuangan nyata bagi pelaku sektor pertanian. Peran itu tidak hanya sebatas kegiatan seremonial.

“Tani Merdeka bertekad membantu petani, peternak, dan nelayan dalam memperjuangkan kebutuhan pertanian serta menyelesaikan berbagai permasalahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai persoalan masih dihadapi petani di lapangan. Masalah pupuk menjadi keluhan utama. Petani sering kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Harga di tingkat kios juga kerap melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kondisi ini berdampak langsung pada biaya produksi. Petani harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk menjaga hasil panen tetap optimal. Situasi ini dinilai menekan keuntungan petani.

Selain pupuk, harga hasil panen juga menjadi perhatian. Beni menyebutkan harga yang diterima petani sering tidak sebanding dengan biaya produksi. Kondisi ini membuat kesejahteraan petani sulit meningkat.

Tani Merdeka Indonesia mendorong pemerintah menetapkan kebijakan harga yang lebih berpihak pada petani. Harga jual diharapkan mampu menutup biaya produksi sekaligus memberi keuntungan yang layak.

Masalah lain juga muncul di lapangan. Serangan hama tikus masih sering terjadi di sejumlah daerah. Kerusakan jaringan irigasi juga menghambat produktivitas pertanian.

Dua persoalan tersebut dinilai berisiko besar. Produksi bisa menurun bahkan berujung gagal panen jika tidak segera ditangani.

Tani Merdeka Indonesia menyatakan siap menjadi jembatan antara petani dan pemerintah. Organisasi ini membuka ruang laporan dari petani jika menemukan kelangkaan pupuk atau harga yang tidak wajar.

Laporan tersebut akan diteruskan ke pihak terkait. Tani Merdeka Indonesia juga siap mendorong penindakan jika ditemukan pelanggaran di lapangan.

Langkah ini diharapkan mempercepat penanganan masalah. Petani tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan solusi.

Organisasi ini juga menargetkan penguatan kelembagaan ke depan. Pengurus di daerah didorong lebih aktif menjangkau petani hingga tingkat desa.

Beni menegaskan Tani Merdeka Indonesia ingin berkembang menjadi organisasi yang modern dan profesional. Penguatan organisasi dinilai penting agar mampu memberi dampak nyata.

Tani Merdeka juga berupaya memperluas jaringan dengan berbagai pihak. Kolaborasi dianggap penting untuk mempercepat solusi di sektor pertanian.

Kehadiran organisasi ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian di daerah.[]

Tani Merdeka Aceh Minta BNPB Percepat Pemulihan Irigasi, Sebagian Petani Belum Bisa Turun ke Sawah

0
Cut Muhammad Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh
Cut Muhammad Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana banjir dan longsor. Desakan ini disampaikan karena banyak lahan sawah masih belum bisa digunakan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, mengatakan kondisi di lapangan belum sepenuhnya pulih. Sejumlah wilayah terdampak masih menghadapi masalah serius pada jaringan irigasi.

“Bendungan dan sungai belum berfungsi dengan baik, fakta di lapangan, banyak sawah belum bisa digarap karena saluran irigasi masih tersumbat,” kata Cut Muhammad, pada Minggu, 3 Mei 2026.

Saluran irigasi yang tersumbat membuat aliran air tidak berjalan normal. Material lumpur, kayu, dan sisa banjir masih menutup sejumlah titik. Kondisi ini menghambat petani untuk memulai musim tanam.

Situasi tersebut berdampak langsung pada aktivitas pertanian. Banyak petani memilih menunggu karena khawatir tanaman tidak mendapat pasokan air yang cukup. Sebagian lahan bahkan masih tergenang.

Cut Muhammad menilai penanganan pemerintah masih belum menyentuh kebutuhan utama petani. Fokus penanganan dinilai masih berada pada fase tanggap darurat, sementara pemulihan infrastruktur pertanian berjalan lambat.

Menurut dia, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Keterlambatan penanganan berisiko mengganggu siklus tanam dan menurunkan produksi pangan.

“Kalau irigasi tidak segera dibersihkan, petani tidak bisa turun ke sawah. Ini bukan hanya soal ekonomi petani, tapi juga ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan petani menjadi kelompok yang paling terdampak dalam situasi pascabencana. Kerusakan lahan dan tersumbatnya irigasi membuat mereka kehilangan sumber penghasilan dalam waktu yang tidak pasti.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh terus melakukan pemantauan di berbagai titik terdampak. Temuan di lapangan menunjukkan masih banyak saluran irigasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Organisasi ini juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk berkoordinasi lebih intensif. Upaya pemulihan dinilai perlu dilakukan secara terpadu agar hasilnya maksimal.

Cut Muhammad berharap BNPB segera mengambil langkah konkret. Percepatan pembersihan irigasi dan perbaikan jaringan air dinilai menjadi kunci agar petani bisa kembali beraktivitas.

Langkah cepat dianggap penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan di Aceh. Jika tidak segera ditangani, dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan di tingkat daerah.

Perkuat Swasembada Pangan, Tani Merdeka Indonesia Dorong Produksi Jagung dan Tebu

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menekankan pentingnya menjaga swasembada pangan pada 2026. Ia juga mendorong penguatan komoditas lain seperti tebu dan jagung.

Hal itu disampaikan dalam konsolidasi pengurus Tani Merdeka Solo Raya. Pertemuan ini diikuti pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia se Jawa Tengah.

Don Muzakir menilai Indonesia memiliki sejarah kuat di sektor gula. Ia ingin kejayaan itu kembali dibangun melalui peningkatan produksi tebu.

“Indonesia pernah mengalami kejayaan gula, kami Tani Merdeka siap mendukung pemerintah dengan swasembada tebu. Tidak hanya tebu juga ada jagung dan kami siap berkolaborasi dengan TNI Polri, siap mendukung program Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Don Muzakir.

Ia juga menginstruksikan pengurus daerah untuk aktif di lapangan. Pengurus diminta memantau kondisi petani, mencatat kendala, dan mendampingi kelompok tani.

Langkah ini sudah mulai dilakukan di beberapa daerah. Di Pemalang, pengurus berkoordinasi dengan petugas ulu-ulu untuk menjaga sistem irigasi dan lahan pertanian.

Konsolidasi di Solo Raya memanfaatkan momentum halal bihalal. Kegiatan ini mempertemukan pengurus dari Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, Klaten, Karanganyar, dan Sragen.

Pertemuan tersebut bertujuan menyelaraskan program pusat hingga tingkat daerah. Koordinasi ini dinilai penting agar program berjalan efektif di lapangan.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menyatakan dukungan terhadap target swasembada tebu.

“Saat ini, Jawa Tengah fokus mendukung swasembada tebu dengan target luas lahan mencapai 13.000 hektar. Hingga kini, luas lahan yang sudah terdata mencapai 8.400 hektar,” ungkapnya.

Wawan menilai target tersebut masih realistis. Ia optimistis luas lahan bisa terus bertambah dalam waktu dekat.

Ia juga menyinggung soal keberadaan pabrik gula baru menjadi peluang. Fasilitas pabrik lama juga bisa dimanfaatkan kembali untuk mendukung produksi.

Selain tebu, pengurus daerah mengembangkan demplot pertanian terintegrasi. Program ini menggabungkan sektor perikanan, perkebunan, dan pengolahan pupuk.

Demplot sudah berjalan di Ungaran dan Colomadu, Karanganyar. Lokasi ini menjadi percontohan bagi petani di sekitar wilayah tersebut.

Wawan berharap seluruh daerah di Jawa Tengah memiliki demplot. Target ini diharapkan tercapai dalam tahun ini.

“Selain infrastruktur dan komoditas, Tani Merdeka juga menaruh perhatian besar pada regenerasi petani. Wawan menekankan pentingnya mengubah pola pikir generasi muda agar beralih dari pola pertanian tradisional menuju modernisasi,” imbuhnya.

Tani Merdeka Indonesia juga menyiapkan program pelatihan. Kegiatan ini akan digelar di Bogor pada Mei mendatang.

Pelatihan berlangsung selama empat hari. Pesertanya berasal dari petani muda, perempuan tani, dan pengurus daerah.

“Diklat ini diharapkan mampu melahirkan penggerak pertanian modern yang lebih tangguh di daerah masing-masing,” pungkasnya.[]

Kontes Sapi APPSI Wonosobo Jadi Ajang Dorong Kualitas Ternak Jelang Idul Adha

0
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani (kanan) dan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono (kiri) hadir pada acara kontes sapi APPSI Wonosobo.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani (kanan) dan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono (kiri) hadir pada acara kontes sapi APPSI Wonosobo.

TANIMERDEKA – Kontes Sapi APPSI Wonosobo Piala Ketua MPR RI Tahun 2026 digelar menjelang Idul Adha. Lomba ini disebut sebagai momentum untuk mendorong semangat peternak sapi.

Kontes ini juga menjadi ruang pertemuan antarpeternak. Mereka saling bertukar pengalaman, membahas kualitas ternak, hingga membuka peluang pasar.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menilai kontes sapi memiliki peran penting. Ia menyebutkan ajang ini bisa memicu semangat peternak untuk terus berkembang.

“Kontes ini menjadi trigger. Gengsi antar peternak harus kita pelihara supaya gayeng (red: guyub),” kata Sudaryono saat membuka acara di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar juga mengingatkan soal populasi ternak. Ia meminta peternak tidak memotong sapi betina produktif saat Idul Adha.

“Supaya populasi kita tambah banyak, maka saya mengingatkan untuk Idul Adha tolong jangan dipotong sapi betina, yang dipotong sapi jantannya. Sapi betina please jangan dipotong,” ujar Sudaryono.

Sementara itu Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menilai kontes sapi bukan sekadar perlombaan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang strategis bagi pelaku usaha peternakan.

“Idul Adha adalah lebarannya peternak sapi. Karena itu kita mengadakan kontes karena ini arena mempertemukan peternak satu dan lain, saling bertukar cerita dan informasi bagaimana menaikkan bobot, mencegah penyakit termasuk PMK dan LSD,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertemuan antarpeternak penting untuk berbagi pengetahuan. Topik yang dibahas mulai dari peningkatan bobot ternak hingga pencegahan penyakit.

Menurut Muzani, peningkatan pendapatan peternak akan berdampak pada ekonomi daerah. Aktivitas jual beli ternak juga akan ikut meningkat.

Kementerian Pertanian memberikan dukungan dalam kegiatan ini. Dukungan diberikan melalui hadiah untuk para pemenang kontes.

“Sebagai cara agar semangat peternak, hari ini Kementerian Pertanian menghadiahkan 5 sapi di atas dengan bobot satu ton. Itu yang akan dihadiahkan kepada peternak kita,” kata Ahmad Muzani.

Ketua Panitia Kontes Sapi APPSI Wonosobo, Feri Atanta, mengatakan kegiatan ini bertujuan memotivasi peternak.

“Untuk memotivasi peternak teman-teman peternak yang ada di Indonesia. Kita akan mengikuti program pemerintah terkait ketahanan pangan di bidang peternakan,” katanya.

Ia menambahkan, kontes juga menjadi sarana menjaga kualitas genetik ternak lokal. Wonosobo selama ini dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat posisi daerah sebagai penghasil ternak unggulan. Peternak juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas usaha mereka.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peternak. Dukungan ini diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.[]

Sambut Hari Bumi Sedunia, Besok Tani Merdeka Indonesia dan Yayasan Cipta Resiliensi Tanam 3.000 Mangrove di Jakarta Utara

0

TANIMERDEKA – Yayasan Cipta Resiliensi Indonesia bersama Tani Merdeka Indonesia menanam 3.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Rumah Susun II Marunda, Jakarta Utara. Kegiatan ini menyambut Hari Bumi Sedunia yang digelar setiap tanggal 22 April.

Penanaman dilakukan di wilayah pesisir yang selama ini menghadapi ancaman abrasi dan penurunan kualitas lingkungan. Ratusan peserta terlibat langsung. Petani, pedagang, dan warga setempat bergotong royong menanam bibit mangrove di sepanjang garis pantai.

Kegiatan berlangsung dari pagi. Bibit mangrove ditanam secara berjarak agar pertumbuhannya optimal dan mampu membentuk sabuk hijau di pesisir.

Koordinator penanaman mangrove, Rahmatun Phounna, mengatakan kegiatan ini digelar guna membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Kita ingin mengajak petani, warga dan pedagang sadar untuk menjaga lingkungan,” kata Rahmatun, 21 April 2026.

Ia menegaskan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada seremoni tahunan. Penanaman mangrove dirancang sebagai langkah nyata dalam memperkuat ketahanan lingkungan di kawasan pesisir.

“Fokus pada lingkungan hidup menjadi prioritas kami. Penanaman 3000 bibit mangrove ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan mencegah abrasi di Marunda,” ujarnya.

Penanaman mangrove ini dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Ekosistem mangrove dapat menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis ikan, kepiting, dan biota laut lainnya yang menjadi sumber penghasilan warga.

Rahmatun Phounna berharap bibit yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya kawasan ini berpotensi menjadi ekosistem mangrove yang sehat jika dirawat secara konsisten.

Ia juga menyinggung potensi pengembangan kawasan berbasis ekowisata. Mangrove dapat menjadi daya tarik wisata edukasi lingkungan yang memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Selain penanaman, panitia juga menyiapkan kegiatan lanjutan berupa pelatihan lingkungan. Petani dan pedagang akan dibekali pengetahuan tentang pengelolaan sampah, konservasi pesisir, serta cara merawat tanaman mangrove agar tetap tumbuh optimal.

Kegiatan ini kolaborasi lintas sektor. Organisasi masyarakat, komunitas lokal, dan relawan terlibat aktif dalam pelaksanaan penanaman mangrove.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua Yayasan Cipta Resiliensi Indonesia Willfridus Yons Ebit, serta sejumlah kepala dinas juga dijadwalkan hadir. Tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat turut diundang untuk memperkuat dukungan di tingkat lokal.

Rahmatun Phounna berharap tidak berhenti pada penanaman semata. Perawatan dan pengawasan menjadi penting agar mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang.[]