Beranda blog

Gejolak di Selat Hormuz, Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Urea Aman

0

TANIMERDEKA – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk urea nasional tetap aman meski konflik di Selat Hormuz mengganggu jalur perdagangan global.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan jalur energi dan perdagangan pupuk dunia memang terdampak, namun Indonesia tidak terpengaruh.

“Insya Allah untuk Indonesia aman karena ureanya diproduksi dalam negeri. Bahkan hari ini Indonesia bisa menjadi stabilisator atau bahkan penyelamat ekosistem pangan dunia,” kata Rahmad dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, pada Kamis, 2 April 2026.

Ia menjelaskan sekitar 30 persen perdagangan pupuk dunia melewati Selat Hormuz dengan volume 4 juta ton per bulan. Dari jumlah itu, 1,5 juta ton berupa urea, 1,5 juta ton sulfur, dan 1 juta ton lainnya terdiri dari pupuk lain termasuk metanol.

Indonesia dinilai aman karena kapasitas produksi urea dalam negeri cukup tinggi. Pupuk Indonesia mencatat kapasitas operasional mencapai 8,8 juta ton dari total terpasang 9,4 juta ton, meski sebagian fasilitas produksi sudah berusia tua.

Rahmad mengatakan harga urea global melonjak tajam.

“Harga urea global tercatat mengalami kenaikan signifikan dari sebelumnya sekitar 400 dolar Amerika Serikat (AS) per ton menjadi 800 dolar AS per ton atau meningkat dua kali lipat akibat dinamika geopolitik global saat ini,” ujarnya.

Meski harga dunia naik, Indonesia tidak mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan pupuk urea karena produksi dilakukan di dalam negeri. Untuk pupuk lain seperti fosfat dan potas, potensi gangguan lebih pada pengiriman. Produsen global memastikan produksi tetap berjalan.

“Kembali lagi kami tegaskan khusus mengenai pupuk kita tidak terjadi gangguan khususnya kecukupan pupuk urea yang memang terganggu (di Selat) Hormuz,” kata Rahmad.

“Kemungkinan yang lain-lain paling kalaupun terpengaruh karena faktor freight, tetapi kami baru saja pulang dari konferensi pupuk (di Bali) dan hadir banyak sekali supplier-supplier fosfat dan potas, semuanya meyakinkan tidak terjadi gangguan produksi di daerah-daerahnya,” tambahnya.

Pupuk Indonesia juga memastikan kebutuhan pupuk urea, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap terpenuhi. Harga eceran tertinggi turun 20 persen dan tidak ada rencana kenaikan kembali.

Pasokan pupuk yang terjaga diharapkan mendukung musim tanam dan menjaga stabilitas produksi pangan nasional.[]

Alsintan Menumpuk di Rumah Dinas Bupati Sumba Barat, Petani Minta Segera Disalurkan

0

TANIMERDEKA – Video alat dan mesin pertanian (alsintan) menumpuk di halaman rumah dinas Bupati Sumba Barat viral di media sosial. Video itu diunggah Stepanus Ummbu Pati melalui akun Facebook dan memicu pertanyaan publik.

Dalam video, sejumlah awak media menanyakan langsung ke Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla. “Itu baru sampai, siapapun bisa dipakai, tapi ada mekanismenya,” kata Ratu Ngadu Bonu Wulla.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumba Barat Daya, Kristina Bili, menilai alsintan bantuan Kementerian Pertanian seharusnya diserahkan ke kelompok tani sesuai usulan.

“Alsintan bantuan kementerian pertanian itu berdasarkan usulan kelompok tani, harusnya itu diserahkan ke kelompok tani,” ujarnya.

Kristina menambahkan, lokasi penyimpanan juga tidak tepat.

“Selain itu alsintan diparkir di Gudang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Barat, bukan di rumah dinas bupati,” katanya.

Tercatat beberapa unit alsintan yang masih diparkir di halaman rumah dinas bupati.

Diantaranya traktor roda empat, rotary, combine ukuran besar, dan combine kecil.

Dalam video itu terlihat alsintan dengan beragam merek dan warna, itu bantuan Kementerian Pertanian tahun 2025-2026.

Kristina menegaskan agar distribusi dilakukan sesuai aturan dan transparan. “Ini harus disalurkan kepada kelompok tani yang mengusulkan ke kementerian pertanian. Jangan salah digunakan, dan sampaikan ini diperjualbelikan. Ini hak milik kelompok tani yang sudah mengusulkan ke kementerian pertanian melalui dinas pertanian dan ketahanan pangan setempat,” ucapnya.

Alsintan yang diparkir di rumah dinas bupati menjadi perhatian publik dan petani. Mereka berharap alat segera disalurkan agar bisa dipakai untuk mendukung musim tanam yang sedang berjalan.[]

Ketua DPW Tani Merdeka Kalsel Terima Kunjungan Para Kepala Desa, Ini yang Dibahas

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, menerima kunjungan sejumlah kepala desa dari Kabupaten Banjar, pada Rabu, 1 April 2026 sore.

Pertemuan berlangsung di Sekretariat DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Banjarbaru. Agenda ini membahas penguatan sektor pertanian dan perkebunan di tingkat desa.

Sejumlah kepala desa yang hadir berasal dari Desa Pingaran Ulu, Desa Baru, dan Desa Limamar. Pertemuan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi terkait pengembangan pertanian serta peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perkebunan.

“Kita hari ini mendapat kunjungan dari beberapa kepala desa di Kabupaten Banjar, selain untuk silaturahmi juga berdiskusi terkait pertanian dan perkebunan,” ujar Alin Wijaya.

Diskusi mengerucut pada potensi pengembangan perkebunan kelapa sawit di wilayah desa. Para kepala desa menilai pentingnya skema yang memberi ruang bagi masyarakat untuk memiliki dan mengelola kebun sawit secara mandiri. Skema ini dinilai penting agar warga tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

Selain itu, pembahasan juga menyentuh tantangan akses permodalan dan pendampingan teknis bagi petani.

Keterbatasan tersebut selama ini menjadi kendala dalam pengembangan usaha perkebunan di desa.

Menanggapi hal itu, Alin Wijaya menegaskan komitmen Tani Merdeka Indonesia dalam mendorong kemandirian petani melalui penguatan organisasi hingga ke tingkat bawah.

“Ke depan, kami ingin Tani Merdeka tidak hanya hadir di tingkat kabupaten/kota, tetapi juga memiliki kepengurusan hingga kecamatan dan desa. Dengan begitu, program-program yang menyentuh langsung masyarakat bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan kelembagaan petani menjadi kunci agar program pertanian dan perkebunan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Pingaran Ulu, Halimi, menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai kehadiran Tani Merdeka Indonesia hingga ke desa akan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat mendukung, apalagi Tani Merdeka bergerak membantu masyarakat di berbagai bidang, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan,” ungkap Halimi.[]

Kementan Ingatkan Petani Lindungi Hasil Panen Lewat AUTP

0
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian meminta petani memanfaatkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk melindungi produksi di tengah ancaman El Nino. Fenomena iklim tersebut diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan AUTP menjadi salah satu langkah antisipasi yang terus didorong pemerintah.

“Salah satu langkah (antisipasi menghadapi El Nino) yang terus didorong pemerintah adalah pemanfaatan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP),” kata Amran dalam keterangan di Jakarta, pada Rabu, 1 April 2026.

Program tersebut dirancang untuk melindungi petani dari berbagai risiko. Risiko yang dimaksud meliputi kekeringan, banjir, hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Kondisi tersebut kerap muncul saat cuaca ekstrem terjadi.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah lain. Langkah itu mencakup percepatan pembangunan infrastruktur pertanian dan penguatan sistem pengairan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional.

Program pompanisasi menjadi salah satu strategi utama. Puluhan ribu pompa telah dipasang di berbagai sentra produksi beras. Langkah ini bertujuan menjaga pasokan air saat musim kemarau.

Sistem irigasi berbasis pompa juga diperkuat. Sistem ini membantu distribusi air ke lahan pertanian yang sebelumnya bergantung pada curah hujan.

Amran menegaskan kesiapan di tingkat petani tetap menjadi faktor penentu. Pengelolaan air, kesiapan lahan, dan perlindungan usaha tani harus dilakukan sejak awal.

“El Nino itu diperkirakan sampai enam bulan (April-September), Insya Allah sektor pangan tetap aman,” ujar Mentan.

Sementara itu Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Andi Nur Alam Syah, menilai perlindungan usaha tani semakin penting di tengah ketidakpastian iklim.

“Risiko dalam usaha tani tidak bisa dihindari, apalagi saat terjadi El Nino. Melalui AUTP, risiko tersebut dapat dialihkan, sehingga ketika terjadi gagal panen, petani tetap memiliki kemampuan untuk melanjutkan usaha tani,” jelasnya.

Dukungan terhadap AUTP juga datang dari pemerintah daerah. Sejumlah daerah mulai mengalokasikan anggaran untuk program tersebut.

“Sejauh ini sudah ada 13 provinsi yang berkomitmen melalui APBD I dan APBD II untuk mengasuransikan lahan sawah dengan total luasan mencapai 92.986,67 hektare,” ujarnya.

Program AUTP merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Aturan tersebut mengamanatkan negara untuk melindungi petani dari risiko usaha.

Pemerintah terus mempermudah akses program ini. Proses pendaftaran kini dibuat lebih sederhana dan terintegrasi secara digital. Langkah ini diharapkan meningkatkan partisipasi petani.

“Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.

Pemerintah mengingatkan pentingnya perlindungan usaha tani sejak awal musim tanam. AUTP diharapkan menjadi bagian dari perencanaan usaha, bukan hanya digunakan saat terjadi kerugian. Dengan langkah tersebut, risiko gagal panen dapat ditekan dan produksi tetap terjaga.[]

BRIN dan FAO Perkuat Transformasi Peternakan Berbasis Sains

0

TANIMERDEKA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bersama Food and Agriculture Organization (FAO) mendorong transformasi industri peternakan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi global.

Isu tersebut menjadi pembahasan dalam International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation. Forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas negara dan sektor.

Pertemuan ini mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, serta pelaku industri. Diskusi difokuskan pada perumusan arah baru sistem peternakan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Sektor peternakan memiliki peran penting dalam sistem agripangan global. Sektor ini menyuplai sekitar sepertiga kebutuhan protein dunia. Sektor tersebut juga menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 1,3 miliar orang, terutama peternak kecil di wilayah pedesaan.

Kebutuhan pangan yang terus meningkat menghadirkan tantangan baru. Sektor peternakan dihadapkan pada isu keberlanjutan, perubahan iklim, serta efisiensi pemanfaatan sumber daya.

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan sektor peternakan Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan perbaikan gizi.

“Pertemuan strategis ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjawab tantangan global melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi. Dengan memperkuat kapasitas riset dan mengadopsi praktik berkelanjutan, kita tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan sektor peternakan terhadap perubahan iklim,” ujarnya.

Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, menyampaikan kolaborasi dalam forum ini akan memperkuat sistem peternakan nasional.

“Diskusi dan kemitraan yang lahir dari pertemuan ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem peternakan yang selaras dengan prioritas nasional dan tujuan global. FAO berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam transformasi ini melalui pendekatan berbasis sains dan kemitraan strategis,” jelasnya.

Forum ini menghadirkan berbagai sesi diskusi. Kegiatan meliputi pleno, panel pakar, serta forum ilmiah paralel yang membahas temuan terbaru di bidang peternakan berkelanjutan.

Kompetisi riset pemuda juga digelar dalam rangkaian acara. Kegiatan ini bertujuan mendorong inovasi dari generasi muda dalam sektor peternakan.

Salah satu agenda penting adalah peluncuran fase terbaru Global Livestock Environmental Assessment Model (GLEAM) dari FAO. Model ini menjadi kerangka analisis untuk mengukur dampak lingkungan dari sistem peternakan.

GLEAM juga memberikan rekomendasi strategi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Model ini diharapkan membantu pembuat kebijakan, peneliti, serta pelaku industri dalam menyusun kebijakan berbasis data.

Pemanfaatan model tersebut juga diarahkan untuk mengurangi dampak lingkungan. Upaya ini penting untuk menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

FAO sebelumnya telah menggelar pelatihan teknis bagi sekitar 100 pakar dan spesialis. Pelatihan tersebut membahas penggunaan model GLEAM serta pedoman teknis terbaru melalui kemitraan Livestock Environmental Assessment and Performance (LEAP).

Inisiatif tersebut membantu negara dalam menilai dan mengoptimalkan jasa ekosistem dalam sistem peternakan.

Asisten Direktur Jenderal FAO, Thanawat Tiensin, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif global.

“Dunia membutuhkan visi bersama, tanggung jawab kolektif, dan pendekatan One Health sebagai solusi menyeluruh untuk transformasi peternakan yang berkelanjutan. Sains dan inovasi menjadi kunci dalam memastikan ketahanan pangan, gizi, serta keberlanjutan mata pencaharian masyarakat,” tegasnya.

Forum ini upaya memperkuat sinergi global dalam sektor peternakan. Kolaborasi berbasis sains diharapkan mampu menjawab tantangan saat ini sekaligus menjadi fondasi pembangunan agripangan yang lebih tangguh di masa depan.[]

Percepat Hilirisasi Pertanian, Kementan Tancap Gas Kembangkan Biofuel dan Bioetanol

0

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian mempercepat langkah hilirisasi sektor pertanian. Fokus utama diarahkan pada pengembangan biofuel dan bioetanol, ini strategi menuju kemandirian energi nasional.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons dinamika geopolitik global.

Kondisi global yang tidak menentu dinilai mendorong pemerintah memperkuat energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menegaskan percepatan hilirisasi menjadi prioritas utama pemerintah. Pemerintah berupaya memaksimalkan potensi energi berbasis sektor pertanian.

“Pada saat kita rapat minggu lalu sebelum Presiden bertolak ke Jepang dan Korea Selatan, beliau sampaikan kita melakukan akselerasi hilirisasi. Yang pertama, untuk sektor pertanian hilirisasi biofuel di saat kondisi geopolitik yang memanas, kita butuh langkah cepat,” kata Mentan Amran usai rapat hilirisasi bersama BUMN Pangan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, pada Senin, 30 Maret 2026.

Pemerintah menilai sektor pangan nasional dalam kondisi relatif kuat. Fokus kebijakan kemudian mulai diarahkan pada kemandirian energi.

“Pangan selesai. Jadi alhamdulillah bulan suci Ramadan bukan harga beras yang menjadi penyumbang inflasi. Yang kedua adalah janji Bapak Presiden bahwa kita menyetop impor solar digantikan oleh biofuel sawit B50. Itu 5,3 juta ton,” ucapnya.

Kementerian Pertanian juga mendorong pengembangan bioetanol sebagai sumber energi baru. Program tersebut dikembangkan melalui skema E20.

“Yang ketiga, mimpi kita E20. Apa itu E20? Etanol dan campuran bensin. Dari mana? Jagung, ubi kayu, dan tebu. Semua bisa tumbuh di Indonesia,” jelasnya.

Potensi bahan baku bioetanol dinilai cukup besar. Sumber bahan baku tidak hanya berasal dari tanaman pangan, tetapi juga dari produk samping industri.

“Bahan baku kita yang kita ekspor itu ada 1 juta ton. Itu molase, tetes. Ini bisa dijadikan etanol,” ujarnya.

Amran menekankan pentingnya kerja bersama dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Artinya ke depan bagaimana kita mandiri energi, mandiri pangan. Ini kita lakukan bersama-sama, kita bergerak bersama-sama,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menambahkan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung transisi energi nasional. Peran tersebut semakin penting seiring berkembangnya bioenergi.

“Swasembada pangan sudah kita raih, dan insyaallah kita akan bergeser. Salah satunya adalah kemandirian energi, di mana pertanian menyumbang dari sisi bioenerginya,” ucap Sudaryono.

Upaya percepatan hilirisasi juga dilakukan melalui penguatan kolaborasi dengan BUMN pangan. Kerja sama ini diarahkan untuk mempercepat implementasi program di lapangan.

Wakil Ketua Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut.

”Kita sudah berkoordinasi rapat dengan Mentan terkait tindak lanjut arahan Presiden bahwa BUMN memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Kementerian Pertanian sebagai pembina sektor. Kita akan meng-unlock beberapa potensi-potensi yang ktia bisa lakukan di beberapa BUMN untuk memastikan kita menjadi lebih mandiri, lebih independen,” terangnya.

Penguatan hilirisasi pertanian dinilai dapat meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri. Program ini juga diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

Pemerintah menargetkan percepatan implementasi program berjalan secara terukur. Sinergi antara kementerian, BUMN, dan pemangku kepentingan lain terus diperkuat untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.[]

Tani Merdeka Kalsel dan Garuda TV Silaturahmi ke Kodim 1007 Banjarmasin

0

TANIMERDEKA – Upaya memperkuat sinergi lintas lembaga terus dilakukan di Kalimantan Selatan. DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan bersama Garuda TV melakukan kunjungan silaturahmi ke Kodim 1007/Banjarmasin di Banjarmasin.

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua DPW Tani Merdeka Kalimantan Selatan yang juga Kepala Biro Garuda TV Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, pada Rabu, 10 Maret 2026.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Agenda ini bertujuan mempererat hubungan antara organisasi masyarakat, media, dan institusi TNI.

Pembahasan dalam pertemuan tersebut juga membahas dukungan terhadap program Asta Cita. Program ini merupakan delapan misi utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Asta Cita menjadi kerangka strategis pemerintah dalam menjalankan pembangunan nasional. Program tersebut juga menjadi pijakan untuk mewujudkan visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.

Agenda Asta Cita mencakup berbagai bidang pembangunan. Program tersebut meliputi penguatan ideologi Pancasila, pertahanan negara, serta peningkatan kemandirian bangsa.

Pemerintah juga menempatkan sektor pangan, energi, dan air sebagai prioritas dalam agenda pembangunan. Penciptaan lapangan kerja yang berkualitas menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Asta Cita juga menekankan pengembangan sumber daya manusia serta penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hilirisasi industri didorong untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

Agenda pembangunan desa dan penguatan ekonomi dari tingkat akar rumput turut menjadi fokus program tersebut. Pemerintah juga menempatkan reformasi hukum serta pemberantasan korupsi sebagai bagian dari agenda utama.

Pembangunan yang selaras dengan kelestarian lingkungan dan pelestarian budaya bangsa juga menjadi bagian dari arah kebijakan dalam Asta Cita.

Alin Wijaya mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara organisasi masyarakat, media, dan TNI dalam mendukung berbagai program pemerintah.

“Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara TNI, organisasi masyarakat, dan media dalam mendukung program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Alin Wijaya.

Ia menilai kerja sama lintas lembaga penting agar program pembangunan dapat berjalan efektif. Dukungan berbagai pihak dinilai dapat mempercepat pelaksanaan program hingga ke tingkat masyarakat.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai peluang kerja sama di daerah. Kolaborasi dinilai dapat membuka berbagai kegiatan bersama yang mendukung pembangunan daerah.

Sinergi antara TNI, organisasi masyarakat, dan media diharapkan mampu memperkuat program ketahanan pangan di Kalimantan Selatan. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor.[]

14 Korcam Tani Merdeka Aceh Dilantik, Cut Muhammad Ajak Bela Presiden Prabowo

0
Cut Muhammad Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh.
Cut Muhammad Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh.

TANIMERDEKA – Sebanyak 14 pengurus Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia di Provinsi Aceh resmi dilantik.

Pelantikan tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan.

Merdeka dilantik oleh Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara, Abdul Muthalib, pada Selasa, 10 Maret 2026. Pelantikan berlangsung di MK Hotel Mulia, Lhoksukon.

Sejumlah tokoh dan pejabat daerah hadir pada pelantikan acara tersebut. Hadir di antaranya Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Cut Muhammad, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara Erwandi, unsur Forkopimda, TNI, Polri, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta tokoh adat.

Abdul Muthalib mengatakan pengurus korcam memiliki peran penting dalam memperkuat organisasi sekaligus mendampingi petani di tingkat kecamatan.

“Pengurus korcam harus mampu menata kebutuhan sektor pertanian di kecamatan masing-masing, terus mendampingi petani serta memperkuat struktur hingga tingkat desa,” ujar Abdul Muthalib.

Ia menilai keberadaan pengurus korcam dapat mempercepat koordinasi antara petani dengan organisasi. Struktur organisasi yang kuat dinilai penting untuk menampung aspirasi petani di lapangan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi, menyambut baik terbentuknya kepengurusan Tani Merdeka Indonesia di tingkat kecamatan. Menurut dia, keberadaan organisasi petani akan memudahkan koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran Tani Merdeka Indonesia di kecamatan se-Aceh Utara. Jika organisasi memiliki perangkat hingga tingkat kecamatan dan desa, koordinasi akan lebih mudah dan aspirasi petani bisa lebih cepat tersampaikan,” kata Erwandi.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menekankan pentingnya menjalankan struktur organisasi yang telah terbentuk.

Ia meminta para pengurus segera bergerak menjalankan program organisasi.

“Struktur yang sudah terbentuk ini harus segera dijalankan. Ini penting untuk memperkuat organisasi, menjalankan program Tani Merdeka Indonesia, mendukung semua program Presiden Prabowo, serta memerangi isu hoaks terkait program Presiden Prabowo,” ujar Cut Muhammad.

Pelantikan ini ditutup dengan buka puasa bersama dan silaturahmi antara pengurus Korcam yang baru dilantik dengan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Utara.

Pelantikan kali ini mencakup pengurus korcam dari 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Kecamatan tersebut meliputi Tanah Pasir, Lapang, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, Meurah Mulia, Nibong, Tanah Luas, Cot Girek, Paya Bakong, Baktiya Barat, Pirak Timu, Matangkuli, Lhoksukon, dan Nisam.

Kabupaten Aceh Utara memiliki 23 kecamatan. Pembentukan pengurus korcam dilakukan secara bertahap untuk memperkuat jaringan organisasi hingga ke tingkat desa dan kelompok tani. Struktur tersebut diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi serta memperkuat pendampingan terhadap petani di daerah.[]

Buka Puasa Bersama, Wamentan Sudaryono Ajak Bela Presiden Prabowo dari Fitnah

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengajak para pengurus organisasi petani dan pedagang untuk berani melawan berbagai fitnah yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto di media dan media sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Sudaryono saat acara buka puasa bersama pengurus Tani Merdeka Indonesia, Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian RI, pada Senin, 9 Maret 2026.

Sekitar 800 pengurus daerah dari tiga organisasi tersebut hadir dalam kegiatan itu.

Para peserta datang dari berbagai daerah untuk mengikuti agenda silaturahmi sekaligus diskusi singkat mengenai kondisi sektor pertanian dan ekonomi rakyat.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, turut hadir bersama sejumlah pengurus organisasi lainnya.

Sudaryono yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia menilai berbagai program pemerintah saat ini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama petani.

Karena itu, ia meminta para kader organisasi tidak tinggal diam jika muncul informasi yang menyesatkan di ruang publik.

“Pasukan Tani Merdeka Indonesia, Papera, dan APPSI harus berani menyampaikan kebenaran dan melawan isu fitnah yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui media apa pun. Program yang sedang dijalankan Presiden Prabowo sangat menyentuh rakyat, dan petani sudah mulai menerima manfaatnya,” ujar Sudaryono.

Menurut dia, media sosial sering menjadi ruang penyebaran informasi yang belum tentu benar. Organisasi masyarakat dinilai memiliki peran penting untuk meluruskan informasi tersebut kepada masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa jaringan organisasi petani dan pedagang memiliki basis anggota hingga ke tingkat daerah. Kondisi itu membuat organisasi mampu menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat.

Acara buka puasa bersama tersebut juga diisi dengan kegiatan santunan anak yatim. Kegiatan sosial itu menjadi bagian dari rangkaian agenda yang digelar panitia.

Suasana acara berlangsung meriah. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.

Bagian akhir acara diisi dengan pembacaan Selawat Badar. Sudaryono memimpin langsung selawat tersebut bersama para peserta yang hadir.

Suara selawat bergema di dalam ruangan auditorium. Cahaya lampu kilat dari telepon genggam peserta turut menerangi ruangan, menambah semarak suasana kebersamaan dalam kegiatan tersebut.[]

Wamentan Sudaryono Gelar Buka Puasa Bersama Tani Merdeka, Papera, dan APPSI

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menggelar acara buka puasa bersama pengurus Tani Merdeka Indonesia, Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Kegiatan berlangsung di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian Republik Indonesia, pada Senin, 9 Maret 2026. Sekitar 800 pengurus daerah dari tiga organisasi hadir dalam acara tersebut.

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Para peserta datang dari berbagai daerah untuk menghadiri agenda silaturahmi tersebut.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, juga hadir bersama sejumlah pengurus organisasi lainnya.

Panitia tidak hanya menggelar buka puasa bersama. Kegiatan juga diisi dengan santunan kepada anak yatim.

Sudaryono yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia mengajak seluruh pengurus untuk berani menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Sudaryono juga menyinggung berbagai isu yang menyerang Presiden Prabowo Subianto di ruang publik.

“Pasukan Tani Merdeka Indonesia, Papera, dan APPSI harus berani menyampaikan kebenaran dan melawan isu fitnah yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui media apa pun. Program yang sedang dijalankan Presiden Prabowo sangat menyentuh rakyat, dan petani sudah mulai menerima manfaatnya,” ujar Sudaryono.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Dar, organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Jaringan organisasi petani dan pedagang dinilai mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat daerah.

Suasana acara semakin semarak ketika para peserta menunjukkan semangat kebersamaan. Sorakan dukungan dari para pengurus membuat ruangan auditorium terasa hidup sepanjang kegiatan berlangsung.

Di akhir acara diisi dengan Selawat Badar. Sudaryono mengajak seluruh peserta untuk berselawat bersama.

Sudaryono memimpin langsung selawat tersebut dengan penuh semangat. Ratusan peserta mengikuti selawat secara serempak.

Suara selawat bergema di seluruh ruangan auditorium. Cahaya lampu kilat dari telepon genggam peserta turut menerangi ruangan. Suasana kebersamaan terasa kuat hingga acara berakhir.[]