Beranda blog

La storia affascinante dei casino un viaggio nel tempo e nella fortuna

0

La storia affascinante dei casino un viaggio nel tempo e nella fortuna

Le origini dei casino

I casino hanno radici antiche, risalenti a secoli fa, con le prime forme di gioco d’azzardo documentate nell’antica Cina e a Roma. Inizialmente, le scommesse si svolgevano in contesti informali, ma ben presto la crescente popolarità di queste attività portò alla creazione di strutture dedicate. In Europa, nel XVII secolo, si cominciarono a costruire i primi casino come luoghi di ritrovo eleganti, dove nobili e borghesi si riunivano per divertirsi e tentare la sorte. Tra le opzioni disponibili sul mercato attuale, ci sono anche i migliori siti slot, che offrono una varietà di giochi per ogni tipo di giocatore.

Il termine “casino” deriva dall’italiano e si riferisce a un luogo di svago e divertimento. Con il passare del tempo, questi spazi si sono evoluti, integrando giochi di carte, roulette e slot machine, diventando simboli di lusso e opulenza. I casino non sono solo luoghi di gioco, ma anche centri di socializzazione e cultura, dove si svolgono eventi e spettacoli.

L’evoluzione dei giochi di azzardo

Nel corso dei secoli, i giochi di azzardo hanno subito notevoli trasformazioni, adattandosi ai gusti e alle esigenze dei giocatori. Dalla semplice attività di scommessa su eventi sportivi o giochi di carte, i casino hanno ampliato la loro offerta includendo giochi come il baccarat, il blackjack e la roulette. Ogni gioco porta con sé una storia e una tradizione, rendendo l’esperienza ancora più affascinante. In questo contesto, la storia del gioco d’azzardo ha visto anche forme di innovazione come l’emergere di casino online legali.

Oggi, la tecnologia ha rivoluzionato il modo di giocare, introducendo il gioco online e le slot machine digitali. Tuttavia, l’attrazione per i casino fisici rimane forte, grazie all’atmosfera unica che questi luoghi offrono. La combinazione di suoni, luci e l’emozione del gioco dal vivo crea un’esperienza ineguagliabile per gli appassionati.

I casino nel mondo moderno

I casino moderni non sono più limitati a semplici giochi d’azzardo; offrono anche ristoranti, spettacoli e hotel di lusso. Le metropoli come Las Vegas e Macao sono diventate destinazioni iconiche per il gioco, attirando milioni di visitatori ogni anno. Questi luoghi non solo contribuiscono all’economia locale, ma sono anche diventati simboli di intrattenimento e svago a livello globale.

Inoltre, molti casino oggi adottano pratiche di gioco responsabile, promuovendo la consapevolezza e offrendo supporto ai giocatori che potrebbero avere problemi di dipendenza. Questo approccio ha reso il gioco più sicuro e accessibile, contribuendo a creare un ambiente più positivo per tutti.

Le storie di successo e di furto

Nel mondo dei casino, non mancano le storie affascinanti di successi e furti audaci. Alcuni giocatori sono diventati famosi per aver vinto somme enormi grazie a strategie vincenti, mentre altri sono entrati nella leggenda per aver perpetrato colpi spettacolari. Queste narrazioni di audacia e astuzia hanno catturato l’immaginazione del pubblico, aggiungendo un’aura di mistero attorno ai casino. Le storie di furti ingegnosi, spesso ricollegabili a eventi passati, hanno rivelato il lato più intrigante del settore.

La storia del gioco d’azzardo è costellata di eventi sorprendenti, dal famoso colpo al casino di Monte Carlo a truffe ingegnose in vari stabilimenti nel mondo. Ogni storia contribuisce a creare un’immagine intrigante di questi luoghi, evidenziando come la fortuna possa essere tanto generosa quanto ingannevole.

Scoprire il mondo dei casino online

Negli ultimi anni, i casino online hanno rivoluzionato il modo di giocare, permettendo a milioni di persone di accedere ai propri giochi preferiti comodamente da casa. Questi portali offrono una vasta gamma di opzioni, dalle slot machine ai giochi da tavolo, con vantaggi come bonus e promozioni esclusive. La legalità e la sicurezza sono aspetti fondamentali, e le piattaforme italiane rispettano le normative dell’ADM, garantendo un’esperienza di gioco sicura.

Inoltre, i casino online sono progettati per essere facilmente navigabili, consentendo agli utenti di trovare rapidamente le informazioni sui giochi, sui bonus e sulle modalità di pagamento. Questo rende il gioco non solo divertente, ma anche accessibile a tutti, indipendentemente dall’esperienza pregressa nel mondo del gioco d’azzardo.

Don Muzakir Ungkap Dampak MBG ke Petani: Hasil Panen Makin Punya Pasar

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membuka pasar baru bagi petani melalui kebutuhan bahan pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menilai pola tersebut dapat membuat hasil panen lebih mudah terserap sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Kebutuhan SPPG mencakup berbagai komoditas pangan, seperti beras, sayuran, telur, daging, ikan, buah, dan bahan pangan lainnya. Peluang tersebut dinilai semakin besar seiring perluasan pelaksanaan MBG di berbagai daerah.

“Program MBG ini bukan hanya soal makanan bergizi untuk anak-anak. Ada dampak ekonomi yang ikut dirasakan masyarakat. Hasil panen petani bisa masuk ke dapur MBG. Artinya, petani memiliki pasar yang lebih dekat dan kebutuhan pangan untuk program ini juga menjadi peluang bagi produksi pertanian di daerah,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir mengatakan dampak tersebut mulai dirasakan petani di sejumlah daerah. Ia menyebut Jawa Tengah, Kalimantan, Sumatera Utara, Banten, dan beberapa wilayah lain sebagai daerah yang mulai melihat permintaan dari dapur MBG terhadap komoditas yang diproduksi petani.

“Petani tidak lagi hanya berpikir bagaimana menghasilkan panen, tetapi juga bagaimana hasil panen itu bisa terserap. Ketika dapur MBG membeli produk petani lokal, uangnya berputar di daerah. Petani mendapatkan pendapatan, pedagang ikut bergerak, transportasi bergerak, tenaga kerja terserap. Perputaran ekonomi dimulai dari desa,” ujarnya.

Data pemerintah menunjukkan rantai pasok MBG memang melibatkan pelaku usaha dalam jumlah besar. Badan Gizi Nasional mencatat sekitar 61.857 pemasok telah terlibat dalam program hingga Januari 2026. Pemasok tersebut berasal dari koperasi, BUMDes, UMKM, perorangan, hingga Koperasi Desa Merah Putih.

Keterlibatan pemasok tersebut kata Don Muzakir kebutuhan dapur MBG tidak hanya dipenuhi oleh perusahaan besar. Pelaku usaha di tingkat daerah juga sudah masuk ke dalam rantai pasok program.

Don Muzakir menilai posisi petani perlu diperkuat dalam rantai tersebut. Menurut dia, keberadaan SPPG akan lebih terasa bagi masyarakat jika bahan pangan dibeli dari produsen yang berada di sekitar wilayah layanan.

“Kalau kebutuhan dapur MBG bisa dipenuhi dari petani di sekitar, manfaatnya akan jauh lebih besar. Petani punya pasar, masyarakat punya pekerjaan, UMKM mendapatkan pesanan, dan uang negara ikut berputar di tingkat lokal,” katanya.

Arah kebijakan pemerintah juga memberi ruang bagi pemasok lokal. BGN menyatakan SPPG tidak boleh menolak hasil pertanian, peternakan, perikanan, atau produk UMKM dari pelaku usaha kecil secara semena-mena. Produk lokal justru diarahkan menjadi bagian dari rantai pasok MBG sesuai ketentuan yang berlaku.

Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 juga menjadi salah satu landasan kebijakan tersebut. Aturan itu memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dan pelibatan usaha mikro, usaha kecil, koperasi, koperasi desa atau kelurahan Merah Putih, serta BUMDesa dalam penyelenggaraan MBG.

Model rantai pasok tersebut sudah terlihat di sejumlah daerah. BGN, misalnya, pernah melaporkan SPPG Dulomo Utara di Gorontalo yang menggunakan sayuran, telur, dan bahan pangan segar dari petani serta pelaku UMKM setempat. BGN menyebutkan pola pasokan langsung itu dapat memperpendek rantai distribusi dan menjaga kesinambungan suplai.

Don Muzakir mengatakan pola seperti itu perlu diperluas. Ia meminta dapur MBG tidak hanya menjadi tempat memasak, tetapi juga menjadi titik pertemuan antara kebutuhan pangan dengan produksi masyarakat sekitar.

“Jangan sampai dapurnya ada di desa, tetapi bahan bakunya didatangkan dari tempat yang jauh. Kalau di sekitar dapur ada petani yang menghasilkan beras, telur, sayur, ikan atau komoditas lainnya, mereka harus mendapatkan ruang untuk menjadi pemasok. Ini yang akan membuat ekonomi benar-benar tumbuh dari bawah,” katanya.

Kebutuhan pasar tersebut menjadi semakin besar seiring bertambahnya skala program. BGN mencatat realisasi anggaran MBG mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89 persen dari pagu Rp218,77 triliun hingga 16 September 2026. Pagu MBG tahun 2026 mencapai Rp218,77 triliun setelah dilakukan penajaman anggaran.

Jumlah penerima manfaat yang tercatat per 31 Agustus 2026 mencapai 56,99 juta orang. Angka tersebut setara dengan 76,45 persen dari target 74,56 juta penerima manfaat. BGN menyebut data penerima masih terus dimutakhirkan sejalan dengan pembenahan tata kelola program.

Skala kebutuhan tersebut membuat permintaan terhadap pangan menjadi salah satu bagian penting dari pelaksanaan MBG. Petani yang mampu memenuhi volume, kualitas, kontinuitas, serta standar keamanan pangan memiliki peluang masuk ke pasar tersebut.

Don Muzakir mengatakan peningkatan produksi harus berjalan bersama kesiapan petani memenuhi kebutuhan pasar. Petani tidak cukup hanya menghasilkan komoditas dalam jumlah besar. Kualitas dan kepastian pasokan juga menjadi bagian dari kebutuhan SPPG.

“Petani harus siap dengan pasar yang semakin besar. Kita dorong produktivitas, kualitas, kontinuitas pasokan, dan kerja sama antarkelompok tani. Jangan sampai peluang pasar sudah terbuka, tetapi petani tidak siap memasok,” katanya.

Pemerintah sebelumnya juga menyampaikan pandangan serupa mengenai hubungan MBG dan sektor pertanian. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono pada Mei 2026 menyebut kebutuhan MBG menciptakan permintaan besar terhadap susu, sayuran, telur, ayam, dan komoditas pangan lainnya. Ia menilai permintaan tersebut dapat ikut menggerakkan ekonomi pertanian di daerah.

Sementara itu Sudaryono juga mengatakan peningkatan produksi pangan dan pengurangan impor membuat perputaran ekonomi lebih banyak terjadi di dalam negeri. Pandangan tersebut disampaikan ketika ia masih menjabat Wakil Menteri Pertanian.

Dampak ekonomi MBG tidak hanya berasal dari pembelian bahan pangan. Operasional SPPG juga menciptakan lapangan kerja dan melibatkan berbagai pemasok.

BGN mencatat satu SPPG mampu menyerap sekitar 47 tenaga kerja langsung dan melibatkan sedikitnya 15 pemasok bahan pangan. Data BGN pada Desember 2025 juga mencatat sekitar 800.000 orang telah bekerja dalam operasional SPPG secara nasional.

Catatan lain BGN pada akhir 2025 menyebut jumlah pemasok dan tenaga kerja terus bertambah seiring ekspansi program. Pada Januari 2026, BGN mencatat 61.857 pemasok terlibat dalam rantai pasok MBG.

Don Muzakir melihat hubungan tersebut sebagai satu rantai ekonomi. Petani memasok bahan pangan, pekerja mengolahnya di dapur, pengemudi mengangkut bahan dan makanan, sedangkan pedagang dan UMKM ikut terlibat dalam penyediaan kebutuhan SPPG.

“Kalau satu dapur saja melibatkan puluhan pekerja dan pemasok, kemudian jumlah dapurnya terus bertambah, kita bisa melihat betapa besar efek ekonominya. Ada petani, peternak, nelayan, pedagang, pengemudi, pekerja dapur sampai UMKM yang ikut bergerak,” ujar Don Muzakir.

Peluang tersebut tetap memiliki syarat. BGN terus memperketat standar keamanan pangan dan kepatuhan operasional SPPG. Pada September 2026, BGN sempat menghentikan sementara 1.276 SPPG yang belum memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kebijakan itu menunjukkan pemasok lokal bukan hanya perlu tersedia, tetapi juga harus mampu memenuhi standar yang ditetapkan. Bahan pangan yang masuk ke dapur MBG harus memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan.

Don Muzakir mengatakan Tani Merdeka Indonesia akan mendorong petani menyesuaikan diri dengan kebutuhan tersebut. Penguatan kelompok tani, peningkatan produksi, kualitas hasil, serta kerja sama antarpelaku menjadi bagian yang menurut dia perlu disiapkan.

Rantai pasok yang lebih pendek juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemasok dari luar daerah. Ketika kebutuhan SPPG bisa dipenuhi dari sekitar wilayah layanan, transaksi dapat berlangsung lebih dekat dengan produsen.

Pola tersebut dapat menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas. Petani mendapatkan pasar, pekerja mendapatkan penghasilan, dan usaha kecil mendapatkan permintaan baru.

“Kalau petani sejahtera, desa bergerak. Kalau desa bergerak, ekonomi daerah ikut tumbuh. Jadi kita melihat MBG bukan hanya dari makanan yang sampai ke meja anak-anak, tetapi juga dari bagaimana program ini menciptakan permintaan terhadap hasil petani dan membuat uang berputar di desa,” kata Don Muzakir.

Skala MBG yang terus berkembang membuat hubungan antara program pangan dan sektor pertanian semakin penting. Bagi petani, peluang tersebut baru akan terasa maksimal jika tersedia akses pasar yang jelas, produksi yang konsisten, dan kemampuan memenuhi standar yang dibutuhkan dapur SPPG.

Perputaran ekonomi yang muncul juga tidak berhenti pada transaksi antara petani dan dapur. Rantai tersebut melibatkan pengangkutan, perdagangan, pengolahan bahan pangan, tenaga kerja dapur, hingga usaha pendukung lainnya.

Ruang itulah yang menjadi perhatian Don Muzakir ketika melihat MBG dari sisi ekonomi. Program pangan tersebut dinilai dapat menjadi pasar dengan permintaan rutin, sementara petani dan pelaku usaha desa menjadi salah satu pihak yang dapat mengisinya.[]

Regenerasi Petani Bergantung pada Generasi Muda, Ini Persoalannya

0

TANIMERDEKA – Minat generasi muda menjadi petani dinilai sulit tumbuh jika profesi tersebut belum mampu menjamin penghasilan dan kehidupan yang layak. Kondisi itu tidak hanya mengancam regenerasi petani, tetapi juga dapat memperbesar risiko berkurangnya lahan pertanian.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Warmadewa sekaligus pecinta pertanian I Made Gianyar mengatakan persoalan utama regenerasi bukan sekadar mengajak anak muda turun ke sawah. Petani juga harus memiliki penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan anak.

Ia menilai pandangan terhadap profesi petani perlu diubah. Petani harus memiliki nilai ekonomi dan sosial yang setara dengan profesi lain agar generasi muda tidak menganggap pertanian sebagai pilihan pekerjaan terakhir.

“Inilah perlu dirubah mindset-nya, bagaimana petani itu menjadi berharga sama seperti profesi-profesi lainnya. Kalau orang jadi petani tidak bisa sejahtera, tidak bisa nyekolahin anak, tidak bisa hidupnya enak, akhirnya alih fungsi itu tidak bisa terkecuali,” ujarnya.

Mantan Bupati Bangli dua periode itu mengatakan kesejahteraan petani berkaitan langsung dengan keberlanjutan lahan pertanian. Ketika bertani dianggap tidak menjanjikan, generasi muda akan lebih memilih sektor lain yang dinilai menawarkan penghasilan dan masa depan lebih baik.

Pilihan tersebut juga dapat memicu alih fungsi lahan. Petani yang tidak lagi melihat pertanian sebagai sumber penghidupan bisa meninggalkan usaha tani atau mengubah penggunaan lahannya.

Gianyar karena itu menilai kebijakan pertanian perlu memberi keuntungan ekonomi yang lebih jelas kepada petani. Dukungan tidak cukup hanya berupa bantuan produksi, tetapi juga harus menyentuh pengolahan hasil, pemasaran, akses pasar, dan pengembangan usaha.

Ia melihat sektor pertanian juga bisa terhubung dengan sektor pariwisata. Hubungan tersebut dapat membuka pasar baru sekaligus menambah sumber pendapatan petani.

“Sehingga orang tidak perlu berbunuh-bunuh, bersaing ke sana-sini. Ternyata jadi petani juga terhormat seperti jadi direktur, jadi manajer di pariwisata, sama juga bergengsinya dengan jadi ASN,” jelasnya.

Menurut Gianyar, perubahan citra profesi petani harus berjalan bersama peningkatan pendapatan. Anak muda akan lebih tertarik jika pertanian tidak hanya menawarkan pekerjaan, tetapi juga peluang untuk membangun usaha.

Perubahan itu bisa dimulai dari cara mengelola pertanian. Teknologi, pemasaran digital, pengolahan hasil, dan pengembangan agribisnis dapat membuka ruang baru bagi generasi muda.

Pertanian juga tidak harus selalu identik dengan pekerjaan fisik di lahan. Anak muda dapat terlibat sebagai pengelola usaha, pengolah hasil panen, pemasar produk, hingga pengembang teknologi pertanian.

Gianyar menilai peluang tersebut perlu diperkuat agar generasi muda melihat pertanian sebagai sektor yang bisa memberikan penghasilan. Pendekatan itu juga penting untuk menjaga hubungan antara petani, lahan, dan ekonomi desa.

Sektor pariwisata dapat menjadi salah satu jalur pengembangan. Produk pertanian lokal dapat masuk ke rantai pasok hotel, restoran, dan usaha wisata. Kawasan pertanian juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan wisata jika sesuai dengan kondisi daerah.

Model tersebut membuat petani memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh pendapatan. Hasil pertanian tidak harus dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah.

Persoalan regenerasi petani pada akhirnya berkaitan dengan ekonomi. Anak muda membutuhkan kepastian bahwa pekerjaan tersebut mampu mendukung kebutuhan hidup dan masa depan keluarga.

Jumlah anak muda yang bersedia meneruskan usaha tani akan sulit bertambah jika persoalan kesejahteraan tidak diselesaikan. Risiko kehilangan petani sekaligus lahan pertanian pun semakin besar ketika generasi berikutnya memilih meninggalkan sektor tersebut.

Gianyar menilai pemerintah perlu melihat regenerasi petani sebagai bagian dari pembangunan ekonomi. Petani tidak hanya membutuhkan akses terhadap lahan, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang layak dari usaha pertanian.

Regenerasi petani karena itu bukan sekadar mencari penerus. Persoalannya adalah membuat profesi petani cukup menarik secara ekonomi agar generasi muda bersedia menjadikannya pilihan hidup.[]

Usai Pelantikan Korcam Tani Merdeka Indonesia, Bupati Bireuen Minta Pendampingan Petani Diperkuat hingga Kecamatan

0
Mukhlis Bupati Kabupaten Bireuen
Mukhlis Bupati Kabupaten Bireuen

TANIMERDEKA – Pemerintah Kabupaten Bireuen ingin pendampingan petani diperkuat hingga tingkat kecamatan. Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Bupati Bireuen Mukhlis mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu penopang perekonomian daerah. Karena itu, peningkatan produksi perlu berjalan bersama dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Pernyataan tersebut disampaikan Mukhlis saat menghadiri kegiatan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen di Aula Hotel Bireuen Jaya, pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan itu bertepatan dengan Hari Tani Nasional.

“Kesejahteraan masyarakat kita sangat bergantung pada produktivitas dan hasil kerja para petani,” ujarnya.

Mukhlis menilai keberadaan Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia di 17 kecamatan dapat memperkuat komunikasi dengan petani. Pengurus di tingkat kecamatan juga diharapkan lebih cepat mengetahui persoalan yang muncul di lapangan.

Ia meminta pengurus Korcam tidak berhenti pada tugas organisasi. Mereka juga perlu menjadi penghubung antara petani, pengurus Tani Merdeka Indonesia di tingkat kabupaten dan provinsi, serta pemerintah.

“Jadilah jembatan komunikasi yang efektif antara petani, pengurus daerah, dan pemerintah. Dampingi petani kita agar mampu menghadapi tantangan pertanian modern, mulai dari ketersediaan sarana produksi hingga pemasaran hasil panen,” katanya.

Menurut Mukhlis, komunikasi yang berjalan baik di tingkat kecamatan akan memudahkan petani menyampaikan persoalan. Pemerintah juga dapat lebih cepat berkoordinasi untuk mencari solusi.

Persoalan pertanian saat ini, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan hasil produksi. Petani juga menghadapi persoalan sarana produksi, penerapan teknologi, pengelolaan usaha tani, hingga pemasaran hasil panen.

Kondisi tersebut membutuhkan pendampingan yang tidak hanya datang ketika masalah muncul. Petani membutuhkan akses informasi dan komunikasi yang terus berjalan selama proses produksi hingga hasil panen dipasarkan.

Pemkab Bireuen menyatakan siap bekerja sama dengan Tani Merdeka Indonesia untuk mendukung program yang berkaitan dengan pertanian.

“Pemkab Bireuen siap bersinergi dan mendukung langkah nyata Tani Merdeka Indonesia demi mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah Bireuen,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, mengatakan pengurus Korcam yang telah terbentuk perlu segera menjalankan tugasnya. Ia berharap mereka ikut mengawal program pemerintah di bidang pertanian, terutama yang berkaitan dengan swasembada dan ketahanan pangan.

“Saya mengimbau, para penyuluh dan Tani Merdeka agar dapat bersinergi demi meningkatkan produktivitas pangan di Bireuen sebagai salah satu lumbung pangan Aceh,” imbuh Cut Muhammad.

Sebanyak tiga pengurus dari masing-masing 17 kecamatan menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2026–2031. Mukhlis selaku Ketua Penasihat DPD Tani Merdeka Indonesia Bireuen menyerahkan SK dan pataka kepada perwakilan Korcam.

Kegiatan tersebut juga diisi penyerahan bantuan kepada sejumlah kelompok tani. Penerimanya antara lain Kelompok Tani Makmur Jaya, Gampong Blang Dalam, Kecamatan Makmur; Kelompok Tani Tgk Kayee Lhoen, Gampong Cot Saleut, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng; Kelompok Tani Udep Beusare, Gampong Bate Raya, Kecamatan Juli; Kelompok Tani Pulo Pisang, Gampong Cot Bate, Kecamatan Kuala; serta Kelompok Tani Rindang, Gampong Cot Tunong, Kecamatan Gandapura.

Pembentukan Korcam di 17 kecamatan memperluas jalur komunikasi organisasi dengan petani di tingkat lapangan. Struktur tersebut juga mempertemukan pengurus Tani Merdeka, penyuluh pertanian, dan pemerintah dalam satu jaringan koordinasi.

Kehadiran pengurus di tingkat kecamatan diharapkan memudahkan penyampaian kebutuhan petani. Persoalan seperti pupuk, alat pertanian, teknologi, produksi, dan pemasaran dapat disampaikan lebih cepat kepada pihak terkait.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Tenaga Ahli Menteri Bidang Teknologi, Inovasi Pengairan dan Irigasi Hendri Sosiawan, Kepala Pusat Peralatan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agus Susianto, para penyuluh pertanian, serta pengurus Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen dan Aceh.[]

Penyaluran SPHP Capai 99,98 Persen, Bapanas Perkuat KDKMP Jadi Saluran Beras

0

DETIKMERDEKA – Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2026 hampir mencapai target. Data per 23 September 2026 menunjukkan realisasi sudah mencapai 827 juta kilogram atau 99,98 persen dari target 828 juta kilogram.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) kini memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu saluran penyaluran beras SPHP.

Dari total realisasi tersebut, sebanyak 16.622.525 kilogram beras SPHP telah disalurkan melalui KDKMP.

Sekretaris Utama Bapanas Mayor Jenderal TNI (Purn.) Ito Hediarto mengatakan pemerintah tetap memastikan penyaluran beras berjalan sesuai kebijakan dan aturan yang berlaku.

“Kami menjaga dari sisi kebijakan dan regulasi. Kami menjaga berasnya,” ujar Ito dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Distribusi Barang Bersubsidi dan Komoditas Strategis Melalui KDKMP di Jakarta.

KDKMP menjadi salah satu dari sembilan saluran utama penyaluran SPHP beras. Saluran lainnya mencakup pengecer pasar rakyat, instansi pelaksana Gerakan Pangan Murah (GPM), outlet pangan pemerintah daerah, outlet atau koperasi BUMN/BUMD, outlet instansi pemerintah, Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog, ritel modern, serta distributor BUMN/BUMD.

Menurut Ito, penyaluran melalui KDKMP tetap memiliki dasar hukum. Salah satu acuannya adalah Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 15 Tahun 2022 tentang Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras, Jagung, dan Kedelai di Tingkat Konsumen. Regulasi tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan stabilisasi pangan di tingkat konsumen.

“Intinya adalah kegiatan KDMP ini bisa berjalan. Karena kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan sudah diatur di tahun 2022,” kata Ito.

KDKMP karena itu bukan saluran tambahan yang berdiri sendiri di luar skema SPHP. Koperasi tersebut menjadi salah satu jalur distribusi yang digunakan Bulog untuk menyalurkan beras kepada masyarakat.

“Jadi KDMP adalah salah satu dari saluran utama sembilan yang kita distribusikan oleh Bulog. Ada zona-zonanya,” ujar Ito.

Pembagian wilayah atau zonasi menjadi dasar penetapan harga beras SPHP. Pemerintah membagi harga berdasarkan lokasi distribusi agar harga di tingkat konsumen mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.

Zona I menetapkan harga beras SPHP di gudang Bulog sebesar Rp11.000 per kilogram. Harga di tingkat distributor ditetapkan Rp11.700 per kilogram, sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat konsumen sebesar Rp12.500 per kilogram.

Zona II memiliki harga gudang Bulog sebesar Rp11.300 per kilogram. Harga distributor ditetapkan Rp12.000 per kilogram dan HET di tingkat konsumen Rp13.100 per kilogram.

Zona III menetapkan harga gudang Bulog sebesar Rp11.600 per kilogram. Harga distributor sebesar Rp12.300 per kilogram, sedangkan HET mencapai Rp13.500 per kilogram.

“Jadi nanti memang harga disesuaikan dengan zonanya. Di mana harga distributor, harga HET-nya sudah kita tetapkan,” jelas Ito.

Ketentuan tersebut menjadi acuan bagi seluruh saluran distribusi, termasuk KDKMP. Pengelola koperasi harus menjual beras SPHP sesuai harga yang berlaku di wilayah masing-masing.

Penguatan KDKMP juga memperluas titik penyaluran beras pemerintah hingga tingkat desa dan kelurahan. Skema tersebut membuat koperasi desa ikut menjadi bagian dari rantai distribusi pangan yang sebelumnya banyak bertumpu pada saluran perdagangan dan outlet pangan yang sudah ada.

Bapanas menilai keberadaan KDKMP dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap beras SPHP. Peran koperasi tetap berjalan dalam kerangka distribusi yang telah ditetapkan pemerintah dan Bulog.

Capaian penyaluran yang sudah mencapai 99,98 persen menunjukkan sebagian besar target SPHP 2026 telah terealisasi. Sisa sekitar satu juta kilogram dari target 828 juta kilogram menjadi bagian yang masih harus disalurkan hingga target tahunan terpenuhi.

Penguatan saluran distribusi menjadi penting karena stabilisasi harga tidak hanya bergantung pada ketersediaan beras. Beras pemerintah juga harus tersedia pada titik penjualan yang mudah dijangkau masyarakat dengan harga sesuai ketentuan.

Bapanas sebelumnya menjelaskan SPHP merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di tingkat konsumen. Program tersebut juga digunakan untuk mencegah gejolak harga dan menjaga keterjangkauan pangan masyarakat.

KDKMP kini menjadi bagian dari upaya memperluas jalur tersebut. Pemerintah tetap menempatkan ketentuan harga, zonasi, serta pengawasan distribusi sebagai acuan agar beras SPHP sampai kepada masyarakat sesuai ketentuan.[]

17 Korcam Tani Merdeka Indonesia Bireun di Bireuen, Ini Pesan Bupati

0

TANIMERDEKA – Sebanyak 17 Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Bireuen resmi dilantik oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Aceh, Cut Muhamad, di Aula Hotel Bireuen Jaya, Kamis (24/9/2026). Setiap kecamatan diwakili tiga pengurus.

Pelantikan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional 2026. Bupati Bireuen Ir H Mukhlis ST yang juga menjabat Ketua Penasihat DPD Tani Merdeka Indonesia Bireuen menyerahkan Surat Keputusan (SK) dan bendera pataka kepada perwakilan Korcam.

Sejumlah pejabat dan unsur terkait hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain unsur Forkopimda, Tenaga Ahli Menteri Bidang Teknologi, Inovasi Pengairan dan Irigasi Ir Hendri Sosiawan CESA, serta Kepala Pusat Peralatan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Dr drh Agus Susianto MSi.

Para penyuluh pertanian serta pengurus Tani Merdeka Indonesia tingkat Bireuen dan Aceh juga menghadiri pelantikan tersebut.

Rangkaian kegiatan turut diisi penyerahan bantuan kepada sejumlah kelompok tani di Bireuen.

Bantuan diserahkan kepada Kelompok Tani Makmur Jaya, Gampong Blang Dalam, Kecamatan Makmur, yang diketuai Rusdi.

Bantuan berikutnya diberikan kepada Kelompok Tani Tgk Kayee Lhon, Gampong Cot Saleut, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, yang diketuai Ibrahim A Rahman.

Kelompok Tani Udep Beusare, Gampong Bate Raya, Kecamatan Juli, yang diketuai Usman, juga menerima bantuan.

Kelompok Tani Pulo Pisang, Gampong Cot Batee, Kecamatan Kuala, yang diketuai M Nur, turut menerima bantuan.

Bantuan juga diserahkan kepada Kelompok Tani Rindang, Gampong Cot Tunong, Kecamatan Gandapura.

Bupati Bireuen Ir H Mukhlis ST dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus Korcam Tani Merdeka Indonesia yang baru dilantik. Ia mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian Bireuen.

“Kesejahteraan masyarakat kita sangat bergantung pada produktivitas dan hasil kerja para petani. Oleh karena itu, kehadiran Tani Merdeka Indonesia di tingkat kecamatan memiliki peran yang sangat strategis. Saya berharap pengurus Korcam yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.

Mukhlis juga meminta pengurus Korcam menjadi penghubung antara petani, pengurus Tani Merdeka Indonesia di tingkat daerah, dan pemerintah.

Ia menilai pengurus di tingkat kecamatan memiliki posisi penting karena berhadapan langsung dengan persoalan yang dialami petani.

“Dampingi petani kita agar mampu menghadapi tantangan pertanian modern, mulai dari ketersediaan sarana produksi hingga pemasaran hasil panen. Pemkab Bireuen siap bersinergi dan mendukung langkah nyata Tani Merdeka Indonesia demi mewujudkan ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah Bireuen,” pungkasnya.

Mukhlis mengatakan komunikasi antara petani dan pemerintah perlu berjalan dua arah. Persoalan seperti kebutuhan sarana produksi, pendampingan, hingga pemasaran hasil panen perlu disampaikan melalui jalur yang jelas.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, juga meminta pengurus Korcam segera bekerja setelah pelantikan.

Ia berharap pengurus di setiap kecamatan ikut mengawal program pemerintah yang berkaitan dengan pertanian dan pangan.

“Saya mengimbau para penyuluh dan Tani Merdeka agar dapat bersinergi demi meningkatkan produktivitas pangan di Bireuen sebagai salah satu lumbung pangan Aceh,” ujarnya.

Menurut Cut Muhammad, kerja sama antara pengurus Tani Merdeka dan penyuluh pertanian diperlukan agar program di tingkat kecamatan dapat berjalan lebih terarah.

Pelantikan 17 Korcam tersebut memperluas struktur Tani Merdeka Indonesia hingga tingkat kecamatan di Bireuen. Para pengurus yang baru dilantik selanjutnya akan menjalankan tugas organisasi sekaligus menjadi penghubung dengan kelompok tani dan pemangku kepentingan di wilayah masing-masing.[]

Amran Sulaiman Tegaskan Tak Berhenti Berantas Mafia Pangan, 102 Tersangka Sudah Diproses

0
Andi Amran Sulaiman Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)
Andi Amran Sulaiman Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)

TANIMERDEKA – Pemerintah menyatakan tidak akan menghentikan penindakan terhadap praktik curang di sektor pangan. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan sudah ada 102 tersangka yang berkaitan dengan penindakan Satgas Pangan Polri sepanjang 2024 hingga 2026.

Amran juga menyinggung dugaan pelanggaran pada peredaran beras fortifikasi. Bapanas menemukan 25 merek beras fortifikasi milik 11 pelaku usaha yang diduga tidak memenuhi ketentuan administrasi, kandungan gizi, dan mutu. Temuan itu berasal dari pengawasan pada Juli hingga Agustus 2026 di 11 provinsi.

Amran mengatakan pemerintah telah menyiapkan stok pangan untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk kekeringan dan El Nino.

“Stok kita tertinggi selama Republik ini berdiri. Beras kita banyak, ada kekeringan, ada El Nino, enggak masalah,” ujar Amran.

Amran mengatakan persiapan stok dilakukan jauh sebelum ancaman kekeringan dan El Nino muncul. Ia juga menyebut sejumlah indikator sektor pertanian menunjukkan perkembangan, termasuk peningkatan ekspor dan penurunan impor pada komoditas tertentu.

“Dunia krisis, tapi kita tenang-tenang. Itulah (berkat) Presiden kita (Prabowo Subianto). (Beliau) perintahkan, selesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” katanya.

Perhatian Amran kemudian tertuju pada praktik mafia pangan. Ia menyebut penindakan terhadap pelaku usaha yang merugikan kepentingan pangan nasional masih terus berjalan.

“Banyak yang tidak senang. (Tapi) Mafia kita beresin. Ini ada mafia, ada 102 tersangka. Presiden perintahkan, kirim ke neraka, siap Bapak Presiden,” ujar Amran.

Amran mengatakan jumlah tersangka itu masih dapat bertambah. Ia menyebut kemungkinan ada 20 tersangka baru dalam tiga bulan mendatang.

“Mudah-mudahan 3 bulan ke depan, ada lagi menyusul 20 orang. Ini musuh negara,” katanya.

Amran juga meminta jajarannya tidak terpengaruh oleh tekanan atau kritik di media sosial selama bekerja sesuai ketentuan.

“Saya beritahu seluruh jajaran, enggak usah peduli. Kita tidak akan berhenti kerja,” tegasnya.

Salah satu pengawasan yang diperkuat Bapanas menyasar beras fortifikasi. Produk ini memiliki tambahan zat gizi tertentu dan dijual dengan klaim kandungan yang tercantum pada kemasan.

Bapanas mengambil 190 sampel yang mewakili 27 nama dagang dari peredaran di 11 provinsi. Hasil pengujian menunjukkan 25 merek yang diduga bermasalah tidak memenuhi ketentuan kandungan dan mutu sesuai SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan serta SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Dugaan pelanggaran tidak hanya berkaitan dengan kandungan gizi. Bapanas juga menemukan masalah administrasi, izin edar, dan informasi yang tercantum pada label.

Bapanas menyebut 25 merek tersebut berasal dari 11 pelaku usaha. Hingga pekan pertama September 2026, seluruh merek yang bermasalah terpantau sudah menghentikan produksi.

Sebanyak 12 merek telah menarik stok dari tempat peredaran. Merek lainnya masih menjalani proses penarikan.

Amran sebelumnya telah memerintahkan langkah penarikan produk, pencabutan izin, dan proses hukum terhadap pelaku yang terbukti melanggar.

“Yang pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses,” kata Amran dalam penjelasan sebelumnya terkait temuan tersebut.

Bapanas juga menyerahkan daftar produsen yang diduga melakukan pelanggaran beserta bukti pendukung hasil pengawasan dan pengujian kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

Temuan beras fortifikasi itu juga berkaitan dengan harga jual produk. Bapanas memperkirakan potensi kerugian konsumen mencapai Rp89 triliun berdasarkan kalkulasi pemerintah.

Perhitungan tersebut menggunakan rata-rata harga jual sekitar Rp23.385 per kilogram dan harga wajar sekitar Rp13.689 per kilogram. Selisih sekitar Rp9.695 per kilogram kemudian dikalikan dengan asumsi 30 persen dari kebutuhan konsumsi beras tahunan sebesar 9,2 juta ton. ([Perpustakaan Digital BAPANAS][2])

Bapanas menegaskan angka Rp89 triliun merupakan potensi kerugian berdasarkan kalkulasi pemerintah. Angka tersebut bukan berarti seluruh kerugian telah terbukti dalam proses hukum.

Dugaan pelanggaran masing-masing pelaku tetap harus dibuktikan melalui proses sesuai kewenangan dan ketentuan hukum.

Pemerintah juga menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut administrasi label. Konsumen membeli produk berdasarkan informasi yang tercantum pada kemasan. Ketidaksesuaian antara klaim dan isi produk karena itu menjadi persoalan perlindungan konsumen.

Bapanas memastikan pengawasan tidak berhenti pada penarikan produk. Pemerintah juga memperkuat pengawasan harga dan mutu beras di pasar.

Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan koordinasi bersama aparat penegak hukum. Pemerintah ingin memastikan produk yang beredar sesuai dengan mutu, kandungan, izin edar, dan informasi pada label.

Penindakan terhadap beras yang diduga bermasalah tidak disebut akan mengganggu ketersediaan beras nasional.

Per 24 September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sekitar 4,5 juta ton. Bapanas menyebut stok tersebut menjadi salah satu penyangga pemerintah untuk menjaga pasokan dan stabilitas pangan nasional.

Angka tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pemerintah menghadapi risiko produksi akibat perubahan cuaca. Amran sebelumnya mengatakan stok beras pemerintah berada pada posisi tinggi untuk menghadapi El Nino dan kekeringan.

Amran mengatakan penindakan terhadap pelaku usaha yang diduga melakukan praktik curang akan terus berjalan bersama upaya menjaga pasokan pangan.

Kebijakan tersebut menempatkan dua agenda sekaligus, yakni menjaga ketersediaan beras dan memperketat pengawasan terhadap produk yang beredar di pasar.

Amran meminta jajarannya tetap bekerja meski mendapat tekanan. Bagi pemerintah, pengawasan harga, mutu, dan keamanan pangan menjadi bagian dari upaya menjaga kepentingan konsumen sekaligus memastikan tata kelola sektor pangan berjalan sesuai aturan.

Temuan 25 merek beras fortifikasi kini masuk dalam proses penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan administrasi dan hasil laboratorium menjadi dasar pengawasan, sedangkan aspek pidana terhadap pelaku yang terbukti melanggar menjadi kewenangan aparat penegak hukum.[]

Don Muzakir: Pasar Rakyat Jadi Bagian Penting Ekonomi Desa

0

TANIMERDEKA – Aktivitas ekonomi warga menjadi kekuatan utama Pasar Bahulak di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Selama enam tahun, pasar yang mengandalkan produk lokal, kuliner tradisional, dan konsep pasar tempo dulu itu terus dikembangkan sebagai ruang usaha sekaligus destinasi wisata desa.

Pasar Bahulak dibangun di atas tanah kas desa seluas sekitar empat hektare. Warga mengelolanya dengan konsep pasar tradisional yang memadukan kegiatan jual beli dengan budaya lokal.

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir hadir dalam peringatan enam tahun Pasar Bahulak, pada Minggu, 27 September 2026.

Ia melihat pasar desa seperti Bahulak memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.

“Acara seperti ini membangkitkan ekonomi desa, sebagaimana yang menjadi fokus program Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi kerakyatan dari bawah,” ujar Don Muzakir.

Peringatan enam tahun Pasar Bahulak juga diisi kirab gunungan hasil bumi. Warga membawa hasil pertanian sebagai simbol syukur sekaligus bagian dari tradisi yang masih dipertahankan.

Pasar Bahulak mulai beroperasi pada September 2020. Pengelola mempertahankan suasana pasar tradisional dengan menghadirkan kuliner khas pedesaan, kesenian, serta sistem transaksi menggunakan koin.

Pasar tersebut dibuka setiap Minggu Legi dan Minggu Pahing mengikuti penanggalan Jawa. Pola itu membuat kegiatan ekonomi berlangsung bersamaan dengan aktivitas budaya masyarakat.

Don Muzakir menilai model tersebut dapat menjadi salah satu cara mengembangkan potensi desa tanpa menghilangkan karakter lokal. Menurut dia, pasar rakyat bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi warga menjual produk dan memperkenalkan potensi daerah.

Ia juga menyatakan Tani Merdeka Indonesia siap membantu memperluas jaringan Pasar Bahulak agar lebih dikenal di tingkat yang lebih luas. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang pasar bagi produk dan usaha masyarakat Desa Karungan.

Kepala Dinas Pariwisata Drs. I Yusep Wahyudi, M.Si., dan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Sriyanto Suryo Saputro turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pasar Bahulak sebelumnya mendapat perhatian karena konsep ekonominya menggabungkan aktivitas perdagangan dengan pelestarian budaya. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila juga pernah menetapkan Desa Karungan sebagai Desa Pancasila dan Pasar Bahulak sebagai Pasar Gotong Royong.

Enam tahun berjalan, Pasar Bahulak tetap mengandalkan partisipasi warga. Pedagang menjual makanan tradisional dan produk lokal, sementara pengunjung datang untuk menikmati suasana pasar yang dibuat berbeda dari pusat perdagangan modern.

Bagi masyarakat Desa Karungan, keberadaan pasar itu memberi ruang bagi usaha warga untuk terus berjalan. Perputaran transaksi juga terjadi di lingkungan desa setiap kali pasar dibuka.

Don Muzakir mengatakan pengembangan ekonomi desa membutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak. Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan warga agar aktivitas ekonomi dapat berjalan bersama kehidupan sosial masyarakat.

Perjalanan Pasar Bahulak menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa dapat tumbuh dari sumber daya yang sudah dimiliki masyarakat. Produk pertanian, makanan tradisional, budaya, dan ruang publik desa disatukan menjadi kegiatan yang memberi nilai ekonomi bagi warga.

Peringari 6 Tahun Pasar Bahulak, Don Muzakir Dorong Ekonomi Desa Diperluas

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menghadiri peringatan ulang tahun ke-6 Pasar Bahulak di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Minggu, 27 September 2026.

Peringatan tersebut diisi berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat. Salah satunya kirab gunungan hasil bumi.

Warga mengarak gunungan sebagai bentuk syukur atas hasil panen selama setahun terakhir. Tradisi itu juga menjadi bagian dari perayaan sekaligus menggambarkan semangat gotong royong masyarakat Desa Karungan.

Pasar Bahulak dibangun di atas tanah kas desa seluas sekitar empat hektare. Warga mengembangkan kawasan tersebut dengan konsep pasar tempo dulu. Pasar itu kemudian tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata berbasis masyarakat di Desa Karungan.

Pasar Bahulak mulai beroperasi pada September 2020. Pemerintah desa mempertahankan konsep pasar tradisional dengan menghadirkan kuliner, kesenian, permainan, serta suasana jual beli seperti masa lalu.

Salah satu ciri Pasar Bahulak adalah penggunaan koin sebagai alat transaksi. Pengunjung menukar uang dengan koin sebelum berbelanja di dalam area pasar. Sistem tersebut menjadi bagian dari konsep yang ingin menghidupkan kembali suasana pasar tempo dulu.

Jadwal pasar juga mengikuti penanggalan Jawa. Pasar Bahulak rutin dibuka pada Minggu Legi dan Minggu Pahing.

Kuliner tradisional menjadi salah satu daya tarik utama. Pengunjung dapat menemukan berbagai makanan dan minuman khas pedesaan yang jarang dijumpai di pasar modern.

Bagi masyarakat Karungan, Pasar Bahulak tidak hanya menjadi tempat berjualan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan warga sekaligus tempat mengenalkan tradisi dan produk lokal kepada pengunjung dari luar desa.

Don Muzakir mengapresiasi konsistensi masyarakat Karungan dalam mempertahankan Pasar Bahulak selama enam tahun. Ia menilai keberadaan pasar rakyat seperti itu berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Menurut Don Muzakir, Pasar Bahulak menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi tanpa meninggalkan tradisi masyarakat.

“Acara seperti ini membangkitkan ekonomi desa, sebagaimana yang menjadi fokus program Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi kerakyatan dari bawah,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir juga menyatakan Tani Merdeka Indonesia siap membantu memperluas jaringan Pasar Bahulak hingga tingkat pusat. Langkah tersebut, menurut dia, dapat membuka peluang agar produk dan potensi budaya Desa Karungan dikenal lebih luas.

Pasar Bahulak memiliki dua sisi yang berjalan bersamaan. Aktivitas perdagangan menggerakkan ekonomi warga, sedangkan konsep budaya membuat pasar tersebut menjadi bagian dari atraksi wisata desa.

Kepala Dinas Pariwisata Sragen Drs. I Yusep Wahyudi, M.Si., dan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Sriyanto Suryo Saputro turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran unsur pemerintah daerah dan anggota DPR RI menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun Pasar Bahulak. Acara juga menjadi ruang pertemuan antara pengelola pasar, masyarakat, dan sejumlah pejabat yang hadir.

Don Muzakir dalam kesempatan itu juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat desa. Ia mengaitkan hal tersebut dengan pembangunan ekonomi yang menurutnya perlu berjalan bersama kehidupan sosial yang harmonis.

Perjalanan Pasar Bahulak sendiri tidak lepas dari inisiatif warga Desa Karungan. BPIP pada 2021 menetapkan Desa Karungan sebagai Desa Pancasila dan Pasar Bahulak sebagai Pasar Gotong Royong. Penetapan itu diberikan karena masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi melalui semangat gotong royong.

Konsep tersebut terus dipertahankan sampai sekarang. Pasar Bahulak tetap mengandalkan produk lokal, kuliner tradisional, dan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari daya tariknya.

Peringatan enam tahun menjadi penanda perjalanan Pasar Bahulak sejak mulai beroperasi pada 2020. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pasar berbasis desa dapat menggabungkan perdagangan, wisata, dan pelestarian budaya dalam satu ruang.

Bagi Desa Karungan, keberadaan Pasar Bahulak memberi ruang bagi warga untuk menjual produk dan hasil usaha mereka. Aktivitas pasar juga ikut menghidupkan kawasan desa pada setiap hari pasaran.

Konsep seperti Pasar Bahulak menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi desa tidak selalu harus meninggalkan karakter lokal. Tradisi justru dapat menjadi bagian dari produk wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat ketika dikelola secara konsisten.[]

Ini 7 Pernyataan Sikap Tani Merdeka Indonesia di Hari Tani Nasional 2026

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesi sedang orasi kebangsaan hari tani nasional.
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesi sedang orasi kebangsaan hari tani nasional.

TANIMERDEKA – Lebih dari 2.000 petani menghadiri peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Alun-alun Lebak Timur, Banten, pada Kamis, 24 September 2026. Wakil Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia Aiman Adnan membacakan tujuh pernyataan sikap di hadapan para petani.

Pembacaan pernyataan tersebut disambut antusias. Sejumlah petani juga membawa spanduk bertuliskan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan sikap itu menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kesejahteraan petani, produksi pangan, akses pasar, reforma agraria, hingga pengawalan kebijakan pemerintah.

Badan Pusat Statistik mencatat pada Februari 2026 terdapat 42,49 juta orang yang bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Jumlah tersebut mencapai sekitar 28,78 persen dari seluruh penduduk yang bekerja.

Besarnya jumlah pekerja di sektor tersebut membuat persoalan pertanian berkaitan langsung dengan kehidupan jutaan keluarga dan ekonomi desa. Berikut tujuh pernyataan sikap Tani Merdeka Indonesia yang baca pada hari peringatan hari Tani Nasional;

1. Kesejahteraan Petani Harus Menjadi Ukuran Utama

Pembangunan pertanian dinilai tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi. Hasil produksi harus diikuti harga yang layak, biaya produksi yang terkendali, pupuk yang tersedia, akses air dan teknologi, kepastian lahan, serta kepastian pasar.

Pemerintah telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak 22 Oktober 2025. Kementerian Pertanian pada Agustus 2026 juga menegaskan penguatan data, distribusi, dan pengawasan agar manfaat pupuk bersubsidi tepat sasaran.

Kebijakan tersebut dinilai perlu dikawal agar manfaatnya benar-benar sampai kepada petani.

2. Hasil Produksi Petani Harus Mendapat Pasar melalui MBG

Kepastian pasar menjadi bagian penting setelah petani meningkatkan produksi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat menjadi salah satu pasar bagi hasil pertanian dan pangan lokal.

Data Badan Gizi Nasional menunjukkan bahwa sampai 31 Agustus 2026, MBG telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat. Kebutuhan puluhan juta porsi makanan setiap hari menciptakan permintaan terhadap beras, telur, ayam, ikan, sayuran, buah, dan bahan pangan lainnya.

Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan peluang pasar bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, BUMDes, dan UMKM lokal.

Petunjuk teknis BGN untuk 2026 juga mengarahkan SPPG memprioritaskan produk lokal sepanjang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.

3. KDMP Harus Menghubungkan Petani dengan SPPG

Besarnya kebutuhan pangan untuk MBG membutuhkan rantai pasok yang terorganisasi. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/KDMP) dinilai dapat memainkan peran tersebut.

Integrasi KDMP dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus dipercepat. Pemerintah melalui Kemenko Pangan telah mendorong kerja sama KDMP, BUMDes, UMKM, dan pemasok lokal dalam rantai pasok MBG.

Pemerintah pada September 2026 masih menyelesaikan penguatan tata kelola agar KDKMP benar-benar beroperasi sebagai pusat ekonomi desa, bukan hanya berdiri secara fisik.

4. Kepastian Lahan Harus Diikuti Produktivitas

Persoalan produksi dan pasar juga berkaitan dengan kepastian lahan. DPN Tani Merdeka Indonesia menyambut pengesahan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi undang-undang oleh DPR RI pada 22 September 2026.

Regulasi tersebut diarahkan untuk memperbaiki struktur penguasaan tanah, mendorong redistribusi, memperkuat kelembagaan, dan menyelesaikan konflik agraria.

Reforma agraria dinilai tidak boleh berhenti pada pembagian atau legalisasi tanah. Petani membutuhkan dukungan setelah memperoleh kepastian lahan.

Dukungan itu mencakup pupuk dan benih, irigasi, teknologi, pembiayaan, koperasi, serta pasar. Tanah yang diterima petani harus dapat dikelola secara produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

5. Reforma Agraria, Produksi, KDMP, dan MBG Harus Terhubung

Berbagai kebijakan tersebut dinilai tidak akan maksimal jika berjalan sendiri-sendiri.

Reforma agraria memberikan kepastian lahan. Kebijakan pertanian memperkuat produksi. KDMP mengorganisasi hasil produksi dan kebutuhan ekonomi desa. MBG menyediakan permintaan pangan dalam skala besar dan berkelanjutan.

Keterhubungan itu diharapkan membentuk rantai ekonomi dari lahan hingga pasar. Produksi meningkat, hasil pertanian terserap, dan perputaran ekonomi desa ikut bergerak.

6. Apresiasi untuk Pemerintah Presiden Prabowo Subianto

Rangkaian kebijakan tersebut menjadi alasan DPN Tani Merdeka Indonesia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan seluruh jajaran pemerintah atas perhatian terhadap sektor pertanian dan pangan.

Apresiasi itu mencakup penurunan HET pupuk bersubsidi, kebijakan Harga Pembelian Pemerintah Gabah Kering Panen yang pada 2026 tetap dipedomani sebesar Rp6.500 per kilogram, penguatan penyerapan hasil petani, pengembangan MBG, serta pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Apresiasi tersebut disertai pengawalan. Kebijakan pemerintah harus benar-benar terasa sampai ke sawah, kebun, kandang, tambak, dan rumah tangga petani.

Organisasi tersebut menyatakan akan terus menyampaikan persoalan di lapangan secara terbuka agar program pemerintah semakin efektif dan tepat sasaran.

7. Pengawalan Dimulai dari Tingkat Desa

Agenda terakhir diarahkan pada penguatan peran anggota Tani Merdeka Indonesia di tingkat desa. Seluruh anggota diminta memastikan berbagai program dan kebijakan pemerintah benar-benar berjalan di lapangan.

Pengawalan dilakukan dengan mendata petani, komoditas, kapasitas produksi, serta kebutuhan sarana produksi di setiap desa. Kelompok tani juga didorong masuk ke dalam ekosistem KDMP dan rantai pasok SPPG/MBG secara sehat dan transparan.

Petani juga diminta mengawal distribusi pupuk, harga hasil pertanian, irigasi, serta akses pembiayaan. Implementasi UU Reforma Agraria juga perlu dikawal agar kepastian lahan berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi petani.[]