Beranda blog

Rakerda Tani Merdeka Tegal, Don Muzakir Ajak Kawal Program Presiden Prabowo demi Ketahanan Pangan

0
DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), pada Selasa 2 Juni 2026.
DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), pada Selasa 2 Juni 2026.

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), pada Selasa 2 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus membahas program kerja yang berfokus pada penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan di daerah.

Rakerda dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah Wawan Pramono, sejumlah pejabat daerah, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tegal, serta hadir pengurus dari 18 Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia se-Kabupaten Tegal.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat. Pengurus dari berbagai tingkatan membahas sejumlah program yang akan dijalankan untuk mendukung petani serta memperkuat peran Tani Merdeka Indonesia di tingkat daerah.

Usai membuka Rakerda, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menegaskan pentingnya memperkuat organisasi hingga ke tingkat desa agar program yang berkaitan dengan pertanian dan ekonomi rakyat dapat berjalan lebih efektif.

“Tani Merdeka Indonesia harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi petani. Kita harus memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan pendampingan kepada petani, dan mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah,” ujar Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.

“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional. Kalau petani kuat, produksi pangan meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga akan ikut tumbuh. Karena itu, Tani Merdeka Indonesia harus terus berada di garis depan dalam memperjuangkan kepentingan petani,” katanya.

“Tani Merdeka Indonesia mendukung seluruh program Presiden Prabowo Subianto yang berkaitan dengan pertanian, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi rakyat. Program-program yang bertujuan meningkatkan produksi pangan, memperkuat kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi desa harus kita kawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambah Don Muzakir.

Lebih lanjut Don Muzakir mengatakan arah pembangunan yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas nasional perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi petani.

Menurut dia, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat.

“Tani Merdeka Indonesia juga siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan yang berkaitan dengan pertanian dan ekonomi masyarakat. Tani Merdeka Indonesia ingin menjadi mitra yang aktif dalam mendukung program pemerintah daerah demi meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi kerakyatan,” katanya.

Don Muzakir menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat menjadi faktor penting untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian. Melalui kerja sama tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari produksi, pemasaran, hingga akses permodalan, dapat ditangani secara lebih efektif.

“Kalau program pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjalan selaras, didukung petani dan masyarakat, maka ketahanan pangan akan semakin kuat dan ekonomi rakyat akan tumbuh lebih baik,” ujar Don Muzakir.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah Wawan Pramono mengatakan Rakerda menjadi momentum untuk menyamakan langkah dan memperkuat program kerja organisasi di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

“Rakerda ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga ruang untuk menyusun langkah nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh petani. Kami ingin seluruh pengurus bergerak aktif mendampingi petani dan memperkuat sektor pertanian di daerah masing-masing,” ujar Wawan Pramono.

Wawan menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar di sektor pertanian. Potensi tersebut perlu didukung dengan pendampingan yang baik, peningkatan kualitas sumber daya petani, serta akses yang lebih luas terhadap teknologi dan pasar.

Selain itu Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid menyambut baik pelaksanaan Rakerda Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Tegal. Menurut dia, organisasi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan Rakerda ini. Pemerintah daerah membutuhkan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Tani Merdeka Indonesia, untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Ahmad Kholid.

Ia berharap hasil Rakerda dapat melahirkan program-program yang konkret dan mampu menjawab kebutuhan petani di lapangan.

“Pertanian masih menjadi sektor penting di Kabupaten Tegal. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan Tani Merdeka Indonesia perlu terus diperkuat agar program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.[]

Tani Merdeka Indonesia Salurkan Hewan Kurban ke Ciamis

0

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis, KH Aos Abdul Azis, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang diberikan pengurus pusat Tani Merdeka Indonesia pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah.

Ucapan tersebut disampaikan KH Aos melalui video singkat yang diunggah di media sosial. Ia menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima dan menilai perhatian tersebut memberi manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Ciamis.

“Atas nama DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang diberikan kepada DPD Kabupaten Ciamis. Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa berkah bagi masyarakat,” ujar KH Aos Abdul Azis.

Bantuan hewan kurban tersebut disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai ketentuan syariat Islam. Penyaluran diprioritaskan bagi warga kurang mampu agar manfaat kurban dapat dirasakan secara langsung.

KH Aos juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono dan Presiden RI atas perhatian terhadap masyarakat serta kelompok tani di daerah.

Ia berharap sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa terus mendapat perhatian melalui berbagai program pembangunan.

“Kami juga berharap Presiden Prabowo Subianto selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa ini,” katanya.

KH Aos Abdul Azis dikenal tidak hanya sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis, tetapi juga pimpinan Pondok Pesantren Darul Mutaalimin Imbanagara Raya, Ciamis. Posisi tersebut membuatnya aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Menurut KH Aos, Iduladha bukan hanya momentum pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan.

Nilai keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial dalam ibadah kurban, kata dia, perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembagian daging kurban dinilai menjadi salah satu bentuk nyata semangat berbagi kepada sesama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

Momentum Idul Adha, lanjut KH Aos, juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat akidah, menjaga ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat.[]

Garap Lahan dan Tata Irigasi di Nabire Barat, Tani Merdeka Indonesia Lanjutkan Ketahanan Pangan Papua

0

TANIMERDEKA – Upaya pengembangan sektor pertanian di Papua Tengah terus dilakukan melalui keterlibatan masyarakat dan kelompok tani. Salah satu langkah yang berjalan saat ini adalah pembukaan lahan pertanian dan penataan irigasi di Distrik Kaladiri, Kabupaten Nabire Barat, Papua Tengah.

Program tersebut dijalankan Tani Merdeka Indonesia upaya penguatan ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor pertanian dan perikanan.

Pembukaan lahan dilakukan di sejumlah area yang dinilai memiliki potensi menjadi kawasan pertanian produktif. Penataan awal saluran irigasi juga mulai dikerjakan untuk mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian.

Ketersediaan irigasi dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil pertanian, terutama di wilayah yang masih berkembang dan membutuhkan dukungan infrastruktur dasar.

Pengurus koperasi DPW Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah ikut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Sejumlah tokoh yang hadir di lapangan antara lain Lamek Yogi dan Richardo Kadepa.

Kegiatan itu tidak hanya berfokus pada pembukaan lahan, tetapi juga mendorong keterlibatan warga dalam pengembangan sektor pangan yang memiliki potensi besar di Papua.

Wakil Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah Yustus Kadepa mengatakan pembangunan pertanian harus dilakukan bersama masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Menurut Yustus, Papua memiliki sumber daya alam yang besar untuk pengembangan pertanian dan perikanan apabila didukung pengelolaan yang serius dan infrastruktur memadai.

“Kami ingin berpartisipasi langsung untuk mengembangkan sektor pertanian dan perikanan di tanah kami, dengan usaha dan dukungan pemerintah saya yakin pertanian di Papua juga bisa berkembang,” ujar Yustus Kadepa.

Yustus menilai keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Pengembangan pertanian di Papua, kata dia, tidak hanya soal peningkatan produksi pangan. Sektor itu juga berpeluang membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat hingga tingkat kampung.

Pembukaan lahan dan pembangunan saluran irigasi di Distrik Kaladiri disebut sebagai tahap awal pengembangan kawasan pertanian terpadu di Nabire Barat.

Wilayah tersebut juga dinilai memiliki peluang besar untuk pengembangan sektor perikanan karena didukung sumber daya alam yang melimpah.

Program yang dijalankan Tani Merdeka Indonesia sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan produktif di berbagai daerah.

Papua selama ini dipandang memiliki potensi menjadi kawasan pertanian masa depan karena memiliki lahan luas dan sumber daya pendukung yang cukup besar. Namun, pengembangan sektor tersebut masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, akses distribusi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pembangunan irigasi di Kaladiri diharapkan dapat membantu petani menjaga ketersediaan air sepanjang musim sehingga produktivitas lahan menjadi lebih stabil.

Warga Distrik Kaladiri menyambut positif pembukaan lahan yang dilakukan secara bertahap. Masyarakat berharap pengembangan kawasan pertanian di wilayah mereka dapat meningkatkan pendapatan sekaligus membuka peluang usaha baru.[]

Tani Merdeka Indonesia dan APPSI Bagikan Daging Kurban untuk Warga dan Pengurus di Jakarta

0

TANIMERDEKA – DPN Tani Merdeka Indonesia bersama DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) membagikan daging kurban kepada pengurus, anggota, dan warga di wilayah DKI Jakarta pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah.

Pembagian daging kurban dipusatkan di kawasan kantor DPN Tani Merdeka Indonesia dan DPP APPSI di Jakarta Selatan. Kegiatan itu melibatkan pengurus kedua lembaga serta masyarakat sekitar pada Kamis 28 Mei 2026.

Penyaluran daging kurban tidak hanya ditujukan bagi pengurus dan anggota. Warga yang berdomisili di sekitar kantor juga ikut menerima pembagian sebagai bagian dari kegiatan sosial Idul Adha.

Momentum kurban dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara pengurus, anggota, dan masyarakat sekitar. Sejumlah warga tampak hadir sejak pagi untuk menerima daging kurban yang telah disiapkan panitia.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

“Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi. Karena itu, daging kurban ini tidak hanya kami bagikan kepada pengurus dan anggota, tetapi juga kepada warga sekitar agar manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir mengatakan kegiatan berbagi melalui kurban menjadi bagian dari nilai gotong royong yang selama ini dijaga Tani Merdeka Indonesia dan APPSI.

Menurut dia, hubungan antara organisasi dan masyarakat harus dibangun melalui kepedulian nyata, terutama pada momen keagamaan yang memiliki nilai sosial kuat.

“Semangat kurban bukan hanya soal ibadah, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Kebersamaan seperti ini penting agar hubungan sosial tetap terjaga,” katanya.

Don Muzakir menambahkan Tani Merdeka Indonesia dan APPSI selama ini tidak hanya bergerak pada isu pertanian dan ekonomi rakyat, tetapi juga berupaya hadir melalui kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat.

Pembagian daging kurban berlangsung tertib dengan melibatkan panitia dari unsur pengurus dan relawan. Warga sekitar menyambut kegiatan tersebut sebagai bagian dari tradisi berbagi saat Idul Adha.[]

DPD Tani Merdeka Lampung Barat Bagikan Daging Kurban untuk Warga dan Pengurus

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat membagikan daging kurban kepada pengurus dan warga kurang mampu pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Pembagian daging kurban dilakukan setelah penyembelihan satu ekor kambing bantuan dari Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir.

Kegiatan berlangsung di Sekretariat DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pengurus dan masyarakat sekitar ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Penyaluran daging kurban ini bagian dari kegiatan sosial Tani Merdeka Indonesia pada momentum Idul Adha. Kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara pengurus dan masyarakat di sekitar sekretariat.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat Haris Arifin Lubis menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada pengurus serta masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, serta seluruh jajaran yang mendukung kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Wamentan Sudaryono, Ketum DPN Don Muzakir, dan seluruh jajaran. Semoga kegiatan penyembelihan hewan qurban ini membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi masyarakat,” ujar Haris Arifin Lubis.

Menurut Haris, pembagian daging kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia mengatakan semangat berbagi dan gotong royong perlu terus dijaga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan bagi sebagian warga.

Daging kurban kemudian dibagikan kepada pengurus Tani Merdeka Indonesia serta masyarakat yang dinilai membutuhkan bantuan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat.

Semangat berbagi melalui kurban, menurut pengurus, diharapkan dapat terus tumbuh sebagai bagian dari kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.[]

Tani Merdeka Lampung Barat Tanam Jagung Bersama PPL dan Kelompok Tani di Way Tenong

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat melaksanakan penanaman jagung bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan kelompok tani binaan Korcam Tani Merdeka Indonesia Way Tenong di Pekon Sukananti, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, pada Minggu, 24 Mei 2026.

Kegiatan itu melibatkan pengurus Tani Merdeka Indonesia, petani binaan, serta para penyuluh pertanian yang mendampingi proses penanaman di lahan pertanian setempat.

Penanaman jagung dilakukan bagian dari dukungan terhadap penguatan sektor pertanian dan upaya menjaga ketahanan pangan di daerah. Komoditas jagung dipilih karena memiliki nilai strategis bagi kebutuhan pangan maupun pakan ternak.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat Haris Arifin Lubis mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk keterlibatan langsung Tani Merdeka Indonesia dalam mendukung sektor pertanian.

Menurut Haris, penguatan produksi pangan membutuhkan kerja sama antara petani, penyuluh, dan berbagai pihak yang terlibat dalam sektor pertanian.

“Penanaman jagung ini merupakan bentuk komitmen dan kontribusi DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat dalam mendukung dan menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya mewujudkan serta menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Haris Arifin Lubis.

Haris menilai petani memegang peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Karena itu, pendampingan dan penguatan kelompok tani perlu terus dilakukan agar hasil pertanian meningkat dan kesejahteraan petani ikut terjaga.

Ia mengatakan Tani Merdeka Indonesia di Lampung Barat akan terus membangun sinergi dengan penyuluh pertanian dan kelompok tani di tingkat kecamatan hingga desa.

“Petani tidak bisa berjalan sendiri. Pendampingan, semangat gotong royong, dan dukungan program pertanian harus terus diperkuat agar produksi pangan meningkat dan petani semakin mandiri,” katanya.

Kecamatan Way Tenong dikenal sebagai salah satu wilayah pertanian di Lampung Barat dengan potensi lahan yang cukup besar. Penanaman jagung bersama tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong produktivitas pertanian sekaligus memperkuat keterlibatan petani dalam program pangan.[]

Don Muzakir: Tani Merdeka Indonesia Harus Jaga Persatuan dan Kawal Program Prabowo

0
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir bersama pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Wonosobo.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir bersama pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Wonosobo.

TANIMERDEKA –  Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir meminta seluruh jajaran Tani Merdeka Indonesia di 38 provinsi tetap solid dan aktif mengawal program Presiden Prabowo Subianto.

Pesan itu disampaikan saat silaturahmi bersama pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Kamis, 21 Mei 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri pengurus daerah serta jajaran Tani Merdeka Indonesia mulai dari tingkat DPW, DPD, koordinator kecamatan (Korcam), hingga koordinator desa (Kordes).

Don Muzakir meminta seluruh kader Tani Merdeka Indonesia siap menghadapi berbagai informasi menyesatkan dan fitnah yang menurutnya banyak beredar di media sosial.

Ia menegaskan dukungan terhadap Presiden Prabowo tidak hanya dipahami sebagai dukungan politik, tetapi juga komitmen menjaga program yang dinilai menyentuh kepentingan masyarakat kecil.

Kelompok petani, nelayan, pedagang pasar, pelaku UMKM, dan masyarakat ekonomi rakyat, menurut Don Muzakir, menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan ekonomi nasional.

Don Muzakir menilai arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 33 yang menempatkan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Menurut dia, Presiden Prabowo hadir memperkuat ekonomi rakyat dan tidak membiarkan penguasaan ekonomi hanya dinikmati kelompok tertentu.

Program ketahanan pangan, dukungan terhadap sektor pertanian, penguatan koperasi, akses permodalan, dan keberpihakan terhadap produksi dalam negeri disebut menjadi bagian dari pembangunan ekonomi yang lebih berorientasi pada rakyat.

Don Muzakir juga mengingatkan pengurus dan kader Tani Merdeka Indonesia agar aktif menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memicu perpecahan.

Ia menilai kritik dalam demokrasi merupakan hal yang biasa, tetapi penyebaran informasi yang menyesatkan tidak boleh mengganggu upaya membangun bangsa.

“Tani Merdeka harus hadir menjaga persatuan dan mengawal program Presiden yang berpihak pada petani dan ekonomi rakyat,” tegas Don Muzakir.

Don Muzakir meminta seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia, mulai dari DPW, DPD, Korcam hingga Kordes, menjaga kekompakan dan terus bekerja di tengah masyarakat.

Konsolidasi Tani Merdeka Indonesia, menurut dia, penting agar Tani Merdeka Indonesia dapat menjalankan fungsi pendampingan dan penguatan terhadap masyarakat tani di daerah.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Wonosobo, Ugan Sugandi, menyatakan jajarannya siap menjalankan arahan Tani Merdeka Indonesia dan memperkuat kerja di tingkat daerah.

Ugan mengatakan keberadaan Tani Merdeka Indonesia di daerah harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama petani yang masih menghadapi berbagai persoalan produksi dan pemasaran hasil pertanian.

“Kami siap menjalankan arahan Tani Merdeka Indonesia dan tetap solid bersama Tani Merdeka Indonesia. Fokus kami di daerah adalah memperkuat petani, menjaga kekompakan, dan ikut mengawal program yang menyentuh kepentingan masyarakat,” ujar Ugan Sugandi.

Menurut Ugan, pengurus Tani Merdeka Indonesia Wonosobo akan memperkuat komunikasi hingga tingkat desa agar program Tani Merdeka Indonesia dan informasi yang berkembang dapat dipahami masyarakat secara utuh.[]

Momen Presiden Prabowo Sapa Massa Aksi Damai, Tani Merdeka dan APPSI Suarakan Dukungan Ekonomi Kerakyatan

0
Presiden Prabowo Subianto menyapa peserta aksi damai Tani Merdeka Indonesia dan APPSI usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. (Foto: Imam Arifin/detikmerdeka.com)
Presiden Prabowo Subianto menyapa peserta aksi damai Tani Merdeka Indonesia dan APPSI usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. (Foto: Imam Arifin/detikmerdeka.com)

TANIMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menyapa peserta aksi damai usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Momen tersebut menarik perhatian peserta aksi. Presiden Prabowo tampak melambaikan tangan kepada massa yang berdiri tertib di sekitar kawasan depan Gedung DPR RI. Sambutan itu disambut antusias para peserta aksi yang sejak pagi menyampaikan aspirasi secara damai.

Kehadiran Presiden Prabowo menyapa massa dinilai tidak biasa. Seusai mengikuti agenda kenegaraan di parlemen, Presiden Prabowo menyempatkan diri memberi salam kepada peserta aksi yang datang dari berbagai daerah.

Presiden Prabowo hadir dalam Rapat Paripurna DPR RI untuk menyampaikan secara langsung kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal pemerintah. Agenda tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang juga dimanfaatkan untuk memperkuat pandangan bersama dalam menjaga stabilitas dan arah pembangunan ekonomi nasional.

Aksi damai tersebut digelar Tani Merdeka Indonesia bersama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Sekitar 3.000 massa ikut dalam aksi damai itu.

Peserta aksi terdiri dari petani, pedagang pasar, pelaku UMKM, nelayan, mahasiswa, Ormas hingga berbagai elemen masyarakat dari sejumlah daerah. Massa membawa spanduk dan menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya sistem ekonomi yang memberi ruang lebih besar kepada masyarakat kecil untuk berkembang.

Suasana aksi berlangsung tertib dan kondusif. Massa menyuarakan dukungan terhadap penguatan ekonomi kerakyatan yang dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat bawah.

Wakil Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia, Aiman Adnan, mengatakan pembangunan ekonomi nasional harus menghadirkan keberpihakan yang nyata kepada rakyat kecil.

Menurut Aiman, petani, pedagang pasar, nelayan, dan pelaku usaha kecil merupakan bagian penting dalam perekonomian Indonesia. Kelompok tersebut membutuhkan perlindungan dan kesempatan yang sama agar mampu tumbuh di tengah persaingan ekonomi.

“Bagi kami, ekonomi Indonesia tidak boleh hanya menguntungkan kelompok besar atau segelintir orang. Petani, pedagang pasar, nelayan, UMKM, dan masyarakat kecil harus mendapat perhatian dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Aiman Adnan.

Aiman menilai arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo memiliki kesamaan dengan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan ekonomi sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dan keadilan sosial.

“Kami melihat arah ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, yaitu ekonomi yang dibangun dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan keadilan sosial,” katanya.

Aksi tersebut juga menjadi ruang penyampaian sikap Tani Merdeka dan APPSI terhadap sejumlah persoalan ekonomi yang dinilai masih dihadapi masyarakat kecil.

Massa menyatakan dukungan terhadap ekonomi kerakyatan yang dianggap harus memberi manfaat bagi masyarakat luas. Kehadiran negara dipandang penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan melindungi kelompok usaha kecil agar tidak tertinggal.

Tani Merdeka Indonesia dan APPSI juga mendukung langkah pemerintah melawan praktik ekonomi yang merugikan masyarakat, termasuk monopoli, kartel, dan permainan harga yang berdampak pada petani maupun pedagang pasar.

Aiman menegaskan praktik semacam itu tidak boleh dibiarkan karena dapat memperlemah ekonomi rakyat dan memperbesar kesenjangan.

Kelompok massa juga mendorong penguatan koperasi dan ekonomi desa. Koperasi dinilai dapat membuka akses modal, memperluas usaha, dan membantu petani serta pedagang memperoleh pasar yang lebih baik.

Perlindungan terhadap petani dan pedagang pasar turut menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Massa meminta pemerintah menjaga harga hasil pertanian, memperbaiki distribusi pangan, serta memperkuat keberadaan pasar rakyat agar kesejahteraan masyarakat meningkat.

Tani Merdeka Indonesia dan APPSI menilai pembangunan ekonomi nasional juga harus berjalan selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Aiman menyebutkan ekonomi kerakyatan mencerminkan pengamalan sila kedua, ketiga, dan kelima Pancasila yang menekankan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.

“Mendukung pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam ekonomi nasional. Kami memandang ekonomi kerakyatan mencerminkan pengamalan Pancasila, khususnya sila ke-2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sila ke-3, Persatuan Indonesia, dan sila ke-5, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Karena itu, pembangunan ekonomi harus dijalankan dengan semangat keadilan, persatuan, dan kesejahteraan bersama,” ujar Aiman.

Aiman mengatakan dukungan tersebut lahir dari harapan agar pembangunan ekonomi nasional semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah. Kebijakan ekonomi, menurut dia, harus mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.

“Kami percaya Indonesia bisa lebih kuat jika ekonomi dibangun dengan semangat kebersamaan dan keberpihakan kepada rakyat,” katanya.[]

Diklat Tani Merdeka, Sudaryono: Kita Harus Perkuat dan Sukseskan Program Presiden Prabowo

0
Sudaryono Ketua Dewan Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia yang juga Wakil Menteri Pertanian.
Sudaryono Ketua Dewan Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia yang juga Wakil Menteri Pertanian.

TANIMERDEKA – Lebih dari 250 ketua DPW dan pengurus Tani Merdeka Indonesia dari seluruh Indonesia mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) nasional di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Mei 2026. Diklat yang diikuti pengurus dari 38 provinsi itu untuk penguatan kapasitas organisasi, penyamaan persepsi, serta konsolidasi nasional Tani Merdeka Indonesia.

Agenda ini menjadi pertemuan besar jajaran organisasi dari berbagai daerah. Pengurus yang datang dari Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua berkumpul untuk menyatukan langkah organisasi dalam menghadapi tantangan sektor pertanian nasional.

Pelaksanaan diklat berlangsung di lingkungan BBPMKP Ciawi yang selama ini dikenal sebagai pusat pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian.

Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hingga malam hari, mulai dari sesi kelas, diskusi kelompok, hingga konsolidasi internal organisasi.

Materi yang diberikan tidak hanya membahas manajemen organisasi, tetapi juga menyentuh isu strategis pertanian nasional, penguatan kelembagaan petani, kepemimpinan, komunikasi publik, serta arah pembangunan pertanian yang sedang dijalankan pemerintah.

Kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi bagi pengurus daerah terkait berbagai persoalan pertanian yang dihadapi di wilayah masing-masing, mulai dari akses pupuk, produktivitas lahan, pemasaran hasil pertanian, hingga tantangan regenerasi petani.

Ketua Dewan Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia yang juga Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, hadir memberikan arahan kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa diklat nasional pertama ini memiliki tujuan utama untuk menyamakan cara pandang seluruh jajaran organisasi.

Menurut Sudaryono, organisasi yang besar membutuhkan kesamaan visi agar langkah di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Diklat ini untuk penyamaan persepsi,” ujar Sudaryono.

Sudaryono menjelaskan, Tani Merdeka Indonesia memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan petani di daerah. Karena itu, organisasi perlu memahami arah kebijakan pemerintah sekaligus mampu menerjemahkannya kepada masyarakat.

Ia menilai pembangunan pertanian nasional tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah pusat, melainkan memerlukan dukungan organisasi masyarakat dan kelompok tani yang bekerja langsung di lapangan.

“Tujuannya membantu memperkuat program Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Pria yang akrab disapa Mas Dar ini mengatakan, berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani perlu dikawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurut dia, keberhasilan program nasional sangat bergantung pada kemampuan penyampaian informasi hingga tingkat bawah.

“Program Presiden Prabowo harus sampai ke tingkat desa,” tegasnya.

Sudaryono menilai desa menjadi titik penting pembangunan pertanian Indonesia. Mayoritas aktivitas produksi pangan berada di desa sehingga informasi, pendampingan, dan dukungan terhadap petani harus diperkuat.

Karena itu, pengurus Tani Merdeka Indonesia diminta aktif menjelaskan berbagai program pemerintah sekaligus membantu menyerap aspirasi petani.

“Kita mendukung dan menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Sudaryono juga mengingatkan pentingnya peran organisasi dalam menjaga semangat petani di tengah perubahan sektor pertanian yang semakin dinamis.

Perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, serta perkembangan teknologi pertanian, menurut dia, membutuhkan organisasi yang mampu bergerak cepat dan adaptif.

Pengurus daerah diminta tidak hanya hadir saat kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi pendamping dan penggerak di lapangan.

Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia

Sementara itu, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan diklat nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi dari pusat hingga daerah.

Menurut Don Muzakir, Tani Merdeka Indonesia saat ini terus berkembang dan membutuhkan pengurus yang memiliki kapasitas, disiplin organisasi, serta pemahaman yang sama terhadap visi perjuangan organisasi.

“Diklat ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan kualitas organisasi agar Tani Merdeka Indonesia semakin solid,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir menjelaskan, tantangan pertanian ke depan tidak ringan. Persoalan lahan, produktivitas, distribusi hasil pertanian, hingga kesejahteraan petani masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Karena itu, organisasi perlu memperkuat kualitas sumber daya manusianya.

Menurut dia, pengurus daerah menjadi ujung tombak karena merekalah yang berinteraksi langsung dengan petani dan masyarakat desa.

“Tani Merdeka Indonesia harus hadir di tengah petani, memahami persoalan mereka, dan ikut mencarikan solusi bersama,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir menilai hasil diklat harus diterjemahkan dalam kerja nyata setelah peserta kembali ke daerah masing-masing.

Pengurus diminta membangun komunikasi aktif dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, kelompok tani, perguruan tinggi, serta pelaku usaha pertanian agar tercipta sinergi yang kuat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat pembangunan pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Don Muzakir juga menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.

Menurut dia, organisasi yang kuat dibangun melalui komunikasi yang baik, disiplin, dan kesamaan tujuan.

“Kita ingin seluruh pengurus memiliki semangat yang sama, bergerak bersama, dan menjadikan organisasi ini benar-benar bermanfaat bagi petani,” katanya.

Selama pelaksanaan diklat, para peserta tampak aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai kondisi pertanian di daerah masing-masing.

Sejumlah pengurus menyampaikan persoalan yang dihadapi petani di lapangan, mulai dari ketersediaan sarana produksi, tantangan pemasaran, hingga kebutuhan pendampingan teknologi pertanian.[]

Program MBG Dongkrak Pendapatan Petani Sayur di Bondowoso

0
Petani memanen brokoli yang ditanam dengan metode tumpang sari di Lencoh, Selo, Boyolali, Jawa Tengah.
Petani memanen brokoli yang ditanam dengan metode tumpang sari di Lencoh, Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

TANIMERDEKA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sudah memberi dampak terhadap perekonomian warga sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kondisi itu terlihat di SPPG Bondowoso Pujer Mangli. Program tersebut dinilai mampu membantu petani lokal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

Kehadiran MBG membuat perputaran ekonomi baru mulai tumbuh, terutama di sektor pertanian dan distribusi hasil panen.

Salah satu warga yang merasakan dampaknya adalah Aprilia Ningsih, distributor sayur asal Desa Randu Cangkring, Kecamatan Pujer. Saat ini, Aprilia rutin memasok kebutuhan sayur untuk dapur MBG di SPPG Mangli.

Jenis sayur yang dipasok cukup beragam, mulai dari sawi mie, sawi pakcoy, buncis, hingga edamame. Komoditas itu menjadi kebutuhan harian untuk menu MBG.

“Setelah ada MBG, penjualan meningkat dan sayur tidak sampai menumpuk seperti dulu,” ujar Aprilia dikutip dari kabarrakyat.id.

Menurut Aprilia, sebelum program MBG berjalan, permintaan pasar sering tidak menentu. Kondisi itu membuat hasil panen petani kerap terlambat terjual.

Situasi berubah setelah dapur MBG mulai beroperasi. Kebutuhan pasokan sayur kini berlangsung rutin setiap hari.

Kenaikan permintaan juga berdampak pada harga jual komoditas pertanian. Harga buncis yang sebelumnya sempat turun hingga Rp1.500 per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp10 ribu per kilogram.

Harga sawi pakcoy juga mengalami kenaikan. Sebelumnya, harga komoditas itu berada di kisaran Rp450 ribu per kuintal. Saat ini nilainya mencapai sekitar Rp900 ribu per kuintal.

“Kalau dihitung, peningkatan nilai ekonominya bisa sampai dua kali lipat. Dulu satu keresek hanya sekitar Rp20 ribu, sekarang bisa mencapai Rp100 ribu,” jelasnya.

Aprilia mengatakan pasokan sayur diperoleh langsung dari petani lokal di sekitar wilayah Cangkring. Ia juga membantu petani dengan menyediakan bibit tanaman.

“Saya kasih bibit ke petani, nanti saat panen hasilnya dijual ke saya. Jadi sama-sama saling membantu,” katanya.

Pola kerja sama itu membuat petani memiliki kepastian pasar. Distributor juga mendapat jaminan pasokan sayur untuk kebutuhan dapur MBG.

Selain memasok ke dapur MBG, Aprilia tetap mendistribusikan hasil panen ke pasar induk Bondowoso. Langkah itu dilakukan agar distribusi tetap berjalan dan pasar semakin luas.

Menurut Aprilia, dampak paling terasa dari program MBG adalah meningkatnya semangat petani untuk kembali menanam.

“Dulu sering sekali sayur tidak laku sampai dibuang. Sekarang hampir semua hasil panen bisa terserap. Harga juga lebih stabil dan cenderung naik,” ungkapnya.

Aprilia juga ikut membina petani agar kualitas sayur sesuai standar kebutuhan dapur MBG. Salah satunya melalui pengaturan pola tanam sawi mie agar ukuran tanaman lebih besar dan masuk kategori kualitas super.

Dari sisi distribusi, Aprilia mampu mengirim hingga dua kuintal sayur per hari. Jumlah itu terdiri dari sekitar satu kuintal buncis dan 90 kilogram labu siam.

Saat permintaan menurun, pasokan tetap berada di kisaran 60 kilogram per hari.

Dengan keuntungan sekitar Rp500 per kilogram, Aprilia memperkirakan pendapatan kotornya mencapai Rp100 ribu per hari. Dalam sepekan, penghasilannya bisa mencapai Rp500 ribu atau sekitar Rp2 juta per bulan sebelum dipotong biaya operasional.

Saat ini ada sekitar enam petani yang menjadi mitra tetap pemasok kebutuhan MBG. Mereka menanam edamame, sawi daging, sawi mie, hingga timun sesuai kebutuhan pasar.

Aprilia menilai program MBG memberi kepastian pasar bagi petani dan distributor di wilayahnya.

“Sekarang petani lebih semangat karena hasil panennya jelas ada yang menampung. Jadi semua sama-sama diuntungkan,” pungkasnya.[]