Panen Perdana PM-AAS di Sidrap Tembus 11,2 Ton per Hektare, Hasil Lampaui Target

TANIMERDEKA – Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang dikembangkan Kementerian Pertanian kembali menunjukkan hasil yang sangat baik. Panen perdana di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menghasilkan 11,2 ton gabah per hektare. Angka itu melampaui target dan menjadi salah satu hasil panen tertinggi dalam penerapan program tersebut.

Hasil panen ini memperkuat optimisme bahwa penerapan teknologi pertanian mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong produksi pangan nasional.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, mengatakan capaian di Sidrap melanjutkan keberhasilan PM-AAS di sejumlah daerah.

“Penerapan pertanian PM-AAS kembali membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan produktivitas padi nasional,” kata Fadjry dalam keterangannya, pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Sebelumnya, program yang sama mencatat hasil ubinan 10,43 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kini, produktivitas di Sidrap bahkan lebih tinggi.

Panen perdana dilakukan di kawasan PM-AAS seluas 100 hektare. Hasil ubinan di lahan seluas satu hektare mencapai 7,7 kilogram atau setara 11,2 ton gabah per hektare.

Lahan tersebut ditanami varietas Inpari 48 pada 30 April 2026 dan dipanen setelah berumur 98 hari. Hasil itu menunjukkan penerapan teknologi budidaya yang dilakukan secara terpadu mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Menurut Fadjry, keberhasilan di Sidrap membuktikan PM-AAS bisa diterapkan di berbagai daerah dengan hasil yang konsisten.

“Capaian di dua wilayah tersebut menunjukkan bahwa pendekatan PM-AAS mampu diterapkan pada berbagai kondisi agroekosistem dengan hasil yang sama-sama tinggi,” katanya.

PM-AAS menggabungkan berbagai teknologi pertanian dalam satu sistem. Program ini memadukan penggunaan benih unggul sesuai kondisi daerah, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, pengelolaan air, hingga pendampingan budidaya secara intensif.

Pendekatan itu membuat proses budidaya lebih efisien dan hasil panen meningkat. Program ini juga diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

“Pilot project yang kami lakukan di berbagai daerah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Karena itu, tahun ini PM-AAS mulai diperluas di seluruh Indonesia dengan target penerapan mencapai satu juta hektare. Harapannya, produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak,” jelas Fadjry.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan PM-AAS menjadi salah satu strategi utama Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Program ini dikembangkan melalui riset dan uji lapangan selama hampir dua tahun sebelum diterapkan secara lebih luas.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan hasil panen tersebut menunjukkan petani mampu memanfaatkan teknologi pertanian dengan baik.

“Alhamdulillah hasilnya over target. Ini membuktikan petani Sidrap mampu menjawab kepercayaan pemerintah,” kata Syaharuddin.

Ia menjelaskan, sektor pertanian Sidrap tetap bertahan meski sempat menghadapi dampak El Nino. Dari sekitar 52 ribu hektare lahan pertanian, hanya sekitar seribu hektare yang terdampak. Saat ini sekitar 50 ribu hektare lahan sudah memasuki masa panen.

Keberhasilan itu juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sidrap. Pemkab menyiapkan hadiah umrah bagi petani dengan hasil panen tertinggi di kawasan PM-AAS seluas 100 hektare.

Pemerintah juga kembali memberikan dukungan pengembangan PM-AAS. Program lanjutan akan mencakup sekitar 10 ribu hektare lahan dengan bantuan benih unggul, pupuk urea, Phonska, silika, pupuk organik, dan dolomit untuk meningkatkan indeks pertanaman hingga tiga kali tanam dalam setahun.

“Kita tidak ingin mengecewakan Menteri Pertanian. Karena hasilnya melampaui target, Sidrap kembali dipercaya mendapatkan bantuan untuk seribu hektare berikutnya,” tegas Syaharuddin.

Keberhasilan di Sidrap menambah daftar daerah yang berhasil meningkatkan produktivitas melalui PM-AAS. Hasil tersebut menjadi gambaran bahwa penerapan teknologi dan pendampingan yang tepat dapat membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat produksi pangan nasional.

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini