TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dilantik pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Wakil Bupati Gunungkidul yang juga Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Gunungkidul Joko Parwoto, serta Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY Oscar Semandawai.
Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, anggota DPRD DIY, anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, tokoh masyarakat, dan tokoh adat juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Pada sambutannya Don Muzakir meminta pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Gunungkidul mengawal program pemerintah yang berkaitan langsung dengan kebutuhan petani.
Ia menyebutkan organisasi petani harus aktif menyampaikan persoalan di setiap desa kepada pemerintah.
“Tani Merdeka Indonesia berada di garda terdepan membela Presiden Prabowo dan mendukung program Presiden Prabowo. Program kerakyatan, terutama program untuk petani, harus kita kawal bersama karena manfaatnya harus benar-benar sampai kepada masyarakat,” kata Don Muzakir.
Menurut Don Muzakir, pengurus di daerah perlu memastikan bantuan pertanian, pupuk, benih, alat mesin pertanian, hingga program peningkatan produksi dapat diterima petani sesuai ketentuan.
Ia meminta kader Tani Merdeka Indonesia tidak menutup mata jika menemukan persoalan dalam pelaksanaan program di lapangan.
“Kita harus melawan semua mafia yang merusak program rakyat dan program petani. Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan dari bantuan pemerintah, sementara petani justru tidak menerima haknya,” ujar Don Muzakir.
Ia menilai penguatan organisasi hingga tingkat desa penting untuk mempercepat penyampaian aspirasi petani. Pengurus juga diminta membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pelaku usaha di sektor pangan.
Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY Oscar Semandawai mengatakan pengurus DPD Gunungkidul perlu menjadikan kebutuhan petani sebagai dasar kerja organisasi.
Ia menilai Gunungkidul memiliki potensi pertanian yang besar, tetapi masih membutuhkan perhatian pada persoalan air, pupuk, akses pasar, dan nilai jual hasil panen.
“Pengurus Tani Merdeka Indonesia di Gunungkidul harus hadir untuk mendengar persoalan petani. Organisasi ini tidak cukup hanya memiliki struktur. Pengurus harus turun ke lapangan, membangun komunikasi, dan membantu mencari jalan keluar bersama pemerintah daerah,” kata Oscar Semandawai.
Oscar mengatakan DPW Tani Merdeka Indonesia DIY akan mendukung kerja DPD Gunungkidul. Dukungan itu dilakukan melalui penguatan organisasi, pendampingan kader, serta koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Wakil Bupati Gunungkidul yang juga Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Gunungkidul Joko Parwoto mengatakan kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan komunikasi dengan petani di tingkat kecamatan dan desa.
“Kami ingin Tani Merdeka Indonesia Gunungkidul menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan persoalan mereka. Kami akan membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar kebutuhan petani, mulai dari air, pupuk, benih, sampai pemasaran hasil panen, dapat ditangani secara bertahap,” kata Joko Parwoto.
Joko mengatakan sektor pertanian masih menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga Gunungkidul. Karena itu, ia berharap organisasi petani dapat membantu memperkuat posisi petani dalam rantai produksi dan pemasaran.[]
