TANIMERDEKA – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menargetkan ekspor beras ke negara-negara Asia Tenggara pada 2026. Langkah ini dilakukan setelah Indonesia mencapai swasembada beras.
Dalam Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, pada Sabtu 7 Februari 2026, Rizal menyebut Bulog mendapat penugasan mengekspor sekitar 1 juta ton beras tahun ini. Ekspor dilakukan untuk memperluas pasar pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di perdagangan regional.
“Nah, 1 juta ton beras itu (diekspor) ke mana saja? Yang pertama targetnya adalah negara-negara tetangga kita, Asia Tenggara, yaitu Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini. Insya Allah terwujud (ekspor beras),” kata Rizal.
Negara tujuan ekspor dinilai memiliki kedekatan geografis dan kebutuhan beras yang bisa dipenuhi lewat kerja sama perdagangan. Rizal menyampaikan Bulog sudah berkoordinasi dengan atase perdagangan dan atase militer di negara tujuan untuk memperlancar diplomasi serta distribusi.
“Bahkan, juga dibantu oleh atase-atase militer untuk mengkomunikasikan supaya ini bisa terwujud,” ujarnya.
Selain ekspor ke negara tetangga, Bulog juga mendapat penugasan menyiapkan pasokan beras bagi jamaah haji Indonesia tahun ini. Penugasan bertujuan memastikan kebutuhan konsumsi jamaah terpenuhi dengan beras lokal.
“Kami kemarin dapat perintah untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Kementerian Perdagangan untuk mengekspor beras 4.000 ton untuk kebutuhan jamaah haji di tahun 2026,” tutur Rizal.
Rencana pengiriman beras untuk jamaah haji dijadwalkan setelah rapat koordinasi terbatas. Target pengiriman dilakukan dalam waktu dekat agar logistik terpenuhi tepat waktu.
“Syukur alhamdulillah, besok Senin (9/2) kami akan melakukan rapat koordinasi terbatas (Rakortas), mudah-mudahan diputuskan dan dalam waktu dekat, sekitar Maret, sudah kami kirim ke Saudi Arabia,” kata Rizal.
Bulog optimistis seluruh target ekspor, baik ke Asia Tenggara maupun untuk kebutuhan jamaah haji, dapat terealisasi sesuai rencana. Dukungan lintas kementerian dan koordinasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini.[]
