TANIMERDEKA – Wilayah Simeulue dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Beragam komoditas tumbuh di daerah ini, mulai dari kelapa, pinang, cengkeh, kelapa sawit, karet, pala, hingga kakao. Pengembangan komoditas tersebut dinilai penting untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Cut Muhammad usai melantik pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Simeulue.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan potensi daerah secara terarah dan berkelanjutan.
“Wilayah Simeulue punya banyak potensi. Kelapa, pinang, cengkeh, hingga komoditas lain seperti kelapa sawit, karet, pala, dan kakao. Semua harus dikembangkan agar petani sejahtera. Kami ingin pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Simeulue aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah demi penguatan sektor pertanian,” ujar pria yang akrab disapa Mukim Amad.
Pemerintah Presiden Prabowo Subianto saat ini mendorong hilirisasi komoditas pertanian. Kebijakan tersebut menitikberatkan pada pengolahan hasil pertanian di dalam negeri agar memberi nilai tambah ekonomi.
Cut Muhammad mencontohkan komoditas kelapa asal Simeulue yang diolah menjadi minyak dan tepung sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.
Potensi komoditas lain juga menjadi perhatian. Pinang dinilai memiliki peluang pasar yang besar. Cengkeh tetap menjadi komoditas penting meski masih menghadapi tantangan produktivitas. Pengelolaan seluruh komoditas secara baik dan berkelanjutan dinilai penting agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan petani.
Cut Muhammad menegaskan Tani Merdeka Indonesia mendukung program swasembada pangan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.
Ia meminta pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Simeulue menyampaikan program tersebut secara jelas kepada masyarakat, khususnya para petani. Sosialisasi dinilai penting agar kebijakan pemerintah dapat dipahami sekaligus dijalankan di tingkat desa.[]
