Beranda blog Halaman 76

DPD Tani Merdeka Samosir: Presiden Prabowo Berhasil Wujudkan Swasembada Pangan

0
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir (kiri) Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Samosir (kanan)
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir (kiri) Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Samosir (kanan)

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Samosir, Asnita Era Ariesta Sinaga, mengapresiasi program ketahanan pangan Presiden Prabowo yang fokus pada peningkatan produksi pangan dalam negeri dan pengurangan ketergantungan impor.

“Ini adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan kemandirian pangan dan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Ia mengajak masyarakat mendukung program tersebut. Menurutnya, dukungan bisa diwujudkan dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan, mengoptimalkan sumber daya alam, dan mengembangkan infrastruktur pertanian.

“Bersama-sama, kita dapat mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Asnita yakin di bawah kepemimpinan Prabowo, swasembada pangan akan menjadi salah satu pencapaian besar Indonesia.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, swasembada pangan akan menjadi salah satu pencapaian besar bagi Indonesia,” katanya, Sabtu 9 Agustus 2025.

Ia juga mendorong peran generasi muda Samosir dalam sektor pertanian.

“Petani muda milenial harus menjadi pelopor dalam mensukseskan swasembada pangan,” harapnya.

Asnita optimistis kemandirian pangan akan terwujud di Kabupaten Samosir dan Indonesia jika semua pihak terlibat aktif. Ia menilai hal itu akan membawa kemakmuran bagi masyarakat. Tak lupa, ia menyampaikan doa untuk Presiden Prabowo.

“Semoga Presiden Prabowo selalu diberikan kesehatan dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan sukses dan membawa kemakmuran bagi masyarakat Indonesia, khususnya petani,” ujar Asnita.[]

Begini Cerita Wamentan Sudaryono Terima Ribuan Pesan WA dari Petani

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengaku sering dihujani keluhan para petani, terutama soal pupuk. Semua bermula ketika ia memutuskan membagikan nomor ponselnya saat berkunjung ke daerah.

“Ketika saya datang berkunjung ke daerah, petani itu bertanya, keluhan soal pupuk dan lain-lain. Banyak yang tidak bisa saya respons, saya share nomor telepon saya,” ujar Sudaryono dalam sambutannya pada HUT ke-2 Garuda TV di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Jumat, 8 Agustus 2025 malam.

Keputusan itu langsung berdampak. Hanya dalam semalam, ponselnya dipenuhi ribuan pesan WhatsApp dari berbagai daerah.

“Immediately, dalam satu malam, besoknya saya terima ribuan WA, ini WA saya ribuan, banyak sekali,” katanya.

Alih-alih terganggu, Sudaryono menyebutkan banjir pesan itu sebagai “anugerah”. Baginya, pesan-pesan itu adalah pintu masuk untuk memahami langsung permasalahan di lapangan.

Ia kemudian menyaring setiap keluhan, merangkumnya, lalu menyampaikan temuan itu kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Dari ribuan pesan yang diterimanya, Sudaryono menemukan empat masalah utama yang berulang di hampir semua daerah diantaranya, ketersediaan bibit atau benih, kelangkaan pupuk, pasokan air, dan harga hasil pertanian.

“Dari situ saya merasa itu anugerah setelah kita cek dari ribuan itu. Rata-rata ya secara statistik, ada empat hal yang menjadi persoalan petani,” ucapnya.

Menurut Sudaryono, keempat masalah itu langsung dilaporkan kepada Presiden. Arahan Presiden, kata dia, tegas: semua persoalan harus diselesaikan secepat mungkin.

“Itu kami laporkan ke Presiden, semua empat-empatnya diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” katanya.[]

Lantik DPD Tani Merdeka Jambi, Don Muzakir Minta Jaga Nama Baik Organisasi

0
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Don Muzakir dan Pengurus DPW Tani merdeka Provinsi Jambi di acara pelantikan
Don Muzakir dan Pengurus DPW Tani merdeka Provinsi Jambi di acara pelantikan

JAMBI – Dewan Pimpinan Wilaya (DPW) Tani Merdeka Provinsi Jambi resmi dilantik di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Sabtu pagi (09/08/2025). Acara ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi petani yang berada di bawah naungan Tani Merdeka.

Pelantikan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka, Don Muzakir. Kehadirannya sekaligus menjadi ajang untuk memberikan arahan dan penegasan mengenai arah perjuangan organisasi, termasuk menjaga marwah dan integritas Tani Merdeka di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Don Muzakir menegaskan bahwa Tani Merdeka memiliki hubungan historis yang erat dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia menyampaikan, nama organisasi ini diberikan langsung oleh Presiden Prabowo, bukan oleh dirinya maupun pihak lain.

“Logo kita adalah Pak Prabowo Subianto. Nama yang diberikan Tani Merdeka ini bukan saya yang memberikan nama, bukan Pak Sudaryono. Tapi Tani Merdeka ini diberikan oleh Pak Prabowo Subianto,” ujarnya di hadapan para pengurus dan anggota yang hadir.

Don Muzakir kemudian menceritakan sejarah lahirnya nama Tani Merdeka. Ia menyebut, awalnya organisasi ini berdiri di Jawa Tengah dengan nama “Petani Pejuang”. Setelah dilaporkan kepada Prabowo Subianto, presiden yang kala itu masih menjadi calon kepala negara tersebut menegaskan bahwa jika dirinya diberi mandat rakyat untuk memimpin Indonesia, maka petani harus benar-benar merdeka.

“Waktu itu nama ini adalah lahir di Jawa Tengah, pertama adalah Petani Pejuang, kita laporkan ke Pak Prabowo. Saat itu Bapak Prabowo menyampaikan disaat beliau menjadi presiden, disaat beliau diberi mandat oleh rakyat Indonesia menjadi presiden maka petani wajib merdeka, makanya Pak Prabowo beri nama Tani Merdeka,” jelasnya.

Selain menyampaikan sejarah nama organisasi, Don Muzakir juga memberikan instruksi tegas terkait penyaluran bantuan pertanian yang berasal dari pemerintah pusat. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak memperjualbelikan bantuan tersebut.

“Jaga baik-baik organisasi ini, kalau ada bantuan-bantuan nanti dari pusat jangan dijual. Ini diingat, jangan dijual-belikan. Jangan sampai saat turun combine, bantuan-bantuan traktor, tahu-tahu petani disuruh tebus. Jangan sampai ada seperti itu, kita disuruh tangkap oknum semacam itu sama polisi,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi sorotan penting dalam pelantikan ini, mengingat selama ini sering muncul keluhan di kalangan petani terkait praktik jual beli bantuan, baik berupa alat maupun sarana produksi pertanian. Tani Merdeka, kata Don Muzakir, harus menjadi garda terdepan dalam memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan petani.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumsel: Swasembada Pangan Wujud Nyata Kerja Nyata Presiden Prabowo

0
Ahmad Parameswara Andalusia Ketua DPW Tani Merdeka Sumatera Selatan
Ahmad Parameswara Andalusia Ketua DPW Tani Merdeka Sumatera Selatan

TANIMERDEKA – Lonjakan surplus beras di Sumatera Selatan tahun ini mencapai titik tertinggi dalam empat tahun terakhir. Data produksi beras 2024 sebesar 1.635.610 ton, sementara konsumsi hanya 846.060 ton, surplusnya 789.550 ton.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumatera Selatan, Ahmad Parameswara Andalusia, mengaitkan capaian ini dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden ke-8 Prabowo Subianto menorehkan sejarah baru dalam dunia pertanian dengan menaikkan HPP Gabah Kering Panen menjadi Rp6.500. Sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi. Kenaikan ini menjadi dasar meningkatnya perekonomian pertanian dan disambut antusias oleh petani di seluruh Indonesia,” kata Ahmad Parameswara.

Menurutnya, kenaikan harga pembelian pemerintah itu mendorong petani meningkatkan produksi. Produktivitas nasional kini mencapai 3,8 juta ton setara beras.

Ahmad Parameswara menyebutkan ini hasil kerja Kementerian Pertanian yang menggabungkan program Luas Tambah Tanam (LTT), Optimasi Lahan Sawah, dan Cetak Sawah Rakyat. Program itu menambah areal tanam dan melahirkan generasi baru petani.

“Petani milenial atau Brigade Pangan adalah gerbang modernisasi pertanian. Ini membuktikan menjadi petani bisa sejahtera dan tidak terlantar,” ujarnya.

Di Sumsel, empat kabupaten menjadi penyangga utama beras diantaranya, Ogan Komering Ulu, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Selain beras, dua komoditas lain sudah swasembada, ikan dan telur ayam ras. Tahun lalu, produksi ikan mencapai 488.805 ton, dengan konsumsi 373.116,7 ton, surplus 115.688,3 ton. Produksi telur ayam ras tahun ini 145.359.158 kilogram, konsumsi 68.715.900 kilogram, surplus 76.643.258 kilogram.

Ahmad Parameswara mengatakan surplus pangan ini tak hanya mengamankan kebutuhan lokal.

“Kelebihan beras, ikan, dan telur ayam ras dikirim ke Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Bangka Belitung,” ujarnya.

Ia menyebutkan data tersebut sebagai bukti nyata bahwa program swasembada pangan yang dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran bukan sekadar slogan. “Ini program Indonesia Emas,” kata Ahmad Parameswara.[]

Ketua DPD Tani Merdeka Pidie: Presiden Prabowo Berhasil, Paham Keinginan Rakyat

0

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie, Sabirin, menilai Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kinerja nyata sejak awal masa jabatannya.

Menurutnya, program-program pemerintah berjalan efektif karena seluruh jajaran bekerja kolektif, dari menteri hingga perangkat di tingkat desa.

Pernyataan itu ia sampaikan usai menggelar pertemuan dengan pengurus DPD Tani Merdeka Pidie, Jumat, 6 Agustus 2025.

Pertemuan membahas perkembangan sektor pertanian dan evaluasi kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada petani.

“Presiden Prabowo memahami keinginan rakyat. Seluruh personel pemerintah, dari tingkat atas sampai akar rumput, dapat berkolaborasi untuk mencapai target,” kata Sabirin.

Ia menilai sektor pertanian menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo yang hasilnya sudah bisa dirasakan petani di lapangan.

Harga gabah kini stabil di Rp6.500 per kilogram. Bulog menyerap gabah secara langsung dari petani, sehingga harga terjaga dan pendapatan petani lebih pasti.

“Alat mesin pertanian mulai tersedia. Irigasi diperbaiki. Pupuk subsidi tersalur dengan baik. Sarapan gabah oleh Bulog sangat membantu petani,” ujar Sabirin.

Selain pertanian, Sabirin mengatakan berdirinya Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Program ini, menurutnya, membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak di daerah.

Ia menegaskan dukungan Tani Merdeka Indonesia terhadap kebijakan pemerintah tidak hanya bersifat seremonial. Organisasi ini aktif mengawal distribusi pupuk, memantau perbaikan irigasi, dan memastikan bantuan pertanian tepat sasaran.

Sabirin menambahkan, kerja kolektif yang dilakukan pemerintah saat ini menjadi modal penting untuk mewujudkan swasembada pangan. Ia berharap langkah ini terus diperkuat dengan hilirisasi produk pertanian di dalam negeri.

“Jika hasil pertanian kita diolah sendiri, nilai tambahnya akan kembali ke petani. Lapangan kerja bertambah, harga lebih terkendali, dan petani hidup lebih sejahtera,” katanya.

Menurut Sabirin, petani di Pidie menyambut baik kebijakan Presiden Prabowo karena manfaatnya sudah dirasakan langsung. Ia optimistis, dengan pola kerja seperti ini, kesejahteraan petani dapat tercapai lebih cepat.[]

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat: Petani Langsung Rasakan Program Presiden Prabowo

0
Yudi Kurniawan Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat
Yudi Kurniawan Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat

TANIMERDEKA – Perubahan di sektor pertanian Jawa Barat mulai terlihat sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Harga gabah naik, alat panen modern bertambah, pupuk terdistribusi lebih terkontrol, dan irigasi yang terbengkalai puluhan tahun mulai diperbaiki.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat, Yudi Kurniawan, mengatakan daerahnya menjadi salah satu penopang utama pangan nasional. Tiga wilayah: Karawang, Subang, dan Indramayu, menyumbang produksi padi terbesar di provinsi ini.

“Kita sangat serius untuk mencapai swasembada pangan dan ketahanan pangan. Program yang dicanangkan Pak Prabowo Subianto sudah dinikmati petani di Jawa Barat. Alasintan, pupuk, bibit semua tersalurkan dengan baik. Kehadiran pemerintah di petani sangat dirasakan,” kata pria yang akrab sapa Yudi, Jumat, 8 Agustus 2025.

Harga gabah menjadi indikator paling cepat terasa. Dari Rp4.500 per kilogram, kini di lapangan tembus Rp6.500 dan lebih. Menurut Yudi, tidak ada lagi harga gabah panen basah di bawah angka itu.

“Petani yang menikmati ini kenyataan, bukan hoaks. Silakan cek ke lapangan, ini benar-benar terjadi,” ujarnya.

Kelompok tani binaan Tani Merdeka Jawa Barat mengelola 14 unit alat panen modern, bantuan dari pemerintah. Mesin itu disebar ke kelompok tani untuk mempercepat panen raya dan menjaga kualitas gabah.

Distribusi pupuk juga berubah. Jalurnya dialihkan ke Koperasi Merah Putih untuk menghindari manipulasi harga yang kerap terjadi di toko-toko.

“Kalau lewat desa atau koperasi, mereka wajib ikut HET pemerintah,” kata Yudi.

Selain harga dan pupuk, pembangunan infrastruktur pertanian bergerak cepat. Yudi menyebutkan perbaikan irigasi mulai dilakukan di Kuningan, Garut, dan Ciamis. Saluran yang rusak selama puluhan tahun kini diperbaiki ulang.

“Kemarin saya cek bendungan di daerah, jaringan tersier yang rusak sudah mulai diperbaiki. Gerak Presiden Prabowo untuk ketahanan pangan terlihat kasat mata, bukan lagi isu atau teori, sudah nyata” ujarnya.

Bagi Yudi, gaya kerja Presiden Prabowo di sektor pertanian sederhana: tidak banyak bicara, langsung eksekusi.

“Kerja sekarang ada perubahan. Petani langsung menikmati apa yang dijanjikan. Ini bukan lagi wacana, ini eksekusi,” katanya.

Tani Merdeka Jawa Barat, kata Yudi, siap menjadi penghubung program pemerintah dengan petani hingga ke tingkat desa.

“Kita fokus menjadi bumper pemerintah dalam urusan swasembada pangan dan ketahanan pangan. Kita juga mengedukasi petani agar selaras dengan program pemerintah,” ujarnya.[]

Wamentan Sudaryono Dorong Bibit Unggul dan Hilirisasi Susu

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong penguatan bibit ternak unggul dan hilirisasi produksi susu nasional. Langkah ini untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita ingin memperkuat ekosistem pembibitan dari hulu ke hilir, termasuk menjamin ketersediaan pakan berkualitas yang menjadi fondasi utama produktivitas peternakan,” kata Sudaryono.

Menurut dia, pembibitan sapi dan kambing perah berkualitas tinggi menjadi kunci peningkatan produksi susu. Jika ternak dipelihara sesuai standar operasional, hasil susu meningkat dan keuntungan peternak ikut naik.

Sudaryono melihat peluang pasar susu nasional sangat besar. Program MBG akan menyasar anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Harapannya, kebutuhan susu MBG ini bisa disuplai oleh peternak lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan begitu, ekonomi masyarakat desa ikut tumbuh,” ujar Sudaryono yang juga Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia.

Sudaryono menyebutkan sudah bertemu Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Cilacap untuk menyerap produksi susu harian BBPTU-HPT Baturraden yang mencapai 7.000 liter. Produksi ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan program MBG.

Terkait harga, Sudaryono menilai efisiensi kemasan menjadi kunci.

“Kalau pakai botol itu mahal, mungkin bisa pakai bantal plastik. Yang penting anak-anak kita minum susu, itu yang paling utama,” tegasnya.

Untuk pemenuhan populasi sapi perah, ia menegaskan pengadaan tidak dilakukan pemerintah.

“Impor sapi perah bukan oleh pemerintah, tapi kita mendorong swasta mendatangkan sapi hidup ke Indonesia,” katanya.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan sudah masuk sekitar 27.000 ekor sapi perah dari target 100.000 ekor hingga akhir 2025. Sudaryono menekankan perlunya sinergi semua pihak untuk memperkuat populasi sapi, produksi susu, dan distribusinya secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan ke Jawa Tengah, Sudaryono menyaksikan penandatanganan kerja sama antara BBPTU-HPT dan pelaku usaha swasta di bidang perbibitan dan produksi susu. Sudaryono juga meninjau dua farm pengembangan peternakan di Banyumas, yaitu Farm Manggala di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, dan Farm Tegalsari di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden.

Sementara itu Kepala BBPTU-HPT Baturraden Dani Kusworo mengatakan pihaknya memproduksi 7.000 liter susu per hari. Sekitar 5.500 liter didistribusikan ke masyarakat melalui koperasi dan industri pengolahan, termasuk produsen besar.

“Alhamdulillah, kami sekarang juga sudah bekerja sama dengan tiga SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis. Setiap minggunya, kami melakukan dua kali pengiriman, masing-masing 3.500 botol,” ujar Dani.

Ia menyebutkan potensi produksi jauh lebih besar. Satu liter susu dapat diolah menjadi delapan botol. Dengan kapasitas saat ini, BBPTU-HPT mampu menghasilkan hingga 40.000 botol susu per hari.

“Itu berarti bisa memenuhi kebutuhan 12 hingga 15 SPPG setiap hari,” katanya.

BBPTU-HPT menargetkan peningkatan hasil susu yang kini rata-rata 12–15 liter per sapi per hari. Peningkatan ini dicapai berkat teknologi pakan hijauan seperti silase dan mineral blok produksi sendiri.

“Di awal tahun 2025, produksi kami baru 9–10 liter, dan sekarang sudah bisa mencapai 12–15 liter per ekor per hari,” ujarnya.

Target selanjutnya, produksi per ekor mencapai 20 liter per hari. Jika tercapai, 450 ekor sapi perah di BBPTU-HPT dapat menghasilkan 10.000–12.000 liter per hari pada 2026.

“Dengan produksi 10.000 sampai 12.000 liter per hari, insya Allah kita bisa mengcover 20 SPPG di Banyumas,” kata Dani.

Selain meningkatkan produksi, BBPTU-HPT akan menambah populasi sapi. Kerja sama dilakukan dengan PT Suri Nusantara untuk mengimpor 1.000 ekor sapi pada 2025–2029. Tahap awal, 250 ekor akan masuk pada 2025. Sisanya ditempatkan di kandang baru seluas 50 hektare yang akan dibangun perusahaan di Manggala.[]

Ketua Harian DPN Tani Merdeka Indonesia: Presiden Prabowo Bawa Perubahan Cepat di Sektor Pertanian

0
Dian Supardiyanto Ketua Harian DPN Tani Merdeka Indonesia. (Tengah)
Dian Supardiyanto Ketua Harian DPN Tani Merdeka Indonesia. (Tengah)

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia menilai Presiden Presiden Prabowo Subianto membawa perubahan cepat di sektor pertanian. Sejumlah kebijakan dinilai langsung dirasakan petani di lapangan, mulai dari stabilnya harga gabah, serapan Bulog yang lancar, hingga pencapaian swasembada untuk beberapa komoditas strategis.

Ketua Harian DPN Tani Merdeka Indonesia, Dian Supardiyanto, mengatakan kondisi ini menjadi momentum kebangkitan petani yang selama ini termarginalkan.

Menurut dia, peran Tani Merdeka Indonesia menjembatani suara petani hingga sampai ke Presiden dengan cukup baik.

“Peran Tani Merdeka Indonesia sangat luar biasa untuk mendukung swasembada pangan. Support dari pemerintah saat ini juga luar biasa untuk para petani,” kata pria yang akrab disapa Dian, Jumat, 8 Agustus 2025.

Dian menyebutkan harga gabah kini stabil di kisaran Rp6.500 per kilogram dan langsung diserap Bulog, ini belum pernah dilakukan oleh siapapun.

Menurutnya, ini menjadi salah satu indikator bahwa kebijakan pemerintah berjalan di jalur yang tepat. Jagung sudah mencapai swasembada, sementara pupuk subsidi terdistribusi lebih terkontrol. Program swasembada gula pun sedang disiapkan.

Ia menegaskan, keberhasilan ini bukan semata angka di atas kertas. Petani di lapangan mulai merasakan perubahan. Selama bertahun-tahun mereka menghadapi fluktuasi harga yang merugikan, biaya produksi yang tinggi, dan distribusi pupuk yang tidak merata.

“Kita sebagai kaum petani sangat berterima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto yang saat ini benar-benar membantu para petani. Artinya, selama ini Tani Merdeka selalu menyuarakan kepentingan petani, dan itu tersampaikan ke Presiden,” ujar Dian.

Sejak berdiri, Tani Merdeka Indonesia memiliki misi mengangkat derajat dan martabat petani. Dian menilai, misi itu hanya bisa tercapai jika pemerintah mampu menata hilirisasi produksi di dalam negeri.

“Hilirisasi produksi itu wajib. Selama ini komoditas yang tidak bisa kita olah di dalam negeri langsung diekspor. Lalu kembali lagi ke Indonesia dengan harga mahal. Kami berharap di pemerintahan Pak Prabowo, program hilirisasi berjalan baik dan petani makin sejahtera,” kata Dian.

Ia mencontohkan, jika pengolahan hasil pertanian seperti jagung, gula, dan beras dilakukan di dalam negeri, nilai tambah akan langsung dirasakan petani. Lapangan kerja akan terbuka lebih luas, rantai distribusi lebih pendek, dan harga lebih terkendali.

Dian juga menilai, komitmen Presiden Prabowo pada kedaulatan pangan terlihat dari langkah cepat mengamankan pasokan, mengatur harga dasar, dan memperbaiki distribusi pupuk.

Menurutnya, kebijakan ini harus dilanjutkan dengan program pendampingan teknologi pertanian yang lebih masif.

Menurut Dian era pemerintahan Prabowo menjadi kesempatan untuk mengubah wajah pertanian Indonesia. Tani Merdeka Indonesia berharap program pemerintah tidak hanya menyentuh komoditas besar, tapi juga memperhatikan komoditas lokal yang menopang ekonomi desa.

“Kami ingin seluruh petani, dari Aceh sampai Papua, merasakan manfaat yang sama. Petani harus berada di posisi yang terhormat. Itu tujuan berdirinya Tani Merdeka Indonesia,” ujar Dian.

Dian mengaku Tani Merdeka Indonesia optimistis, jika kebijakan berjalan konsisten, Indonesia tidak hanya mencapai swasembada pangan, tetapi juga menjadi salah satu kekuatan pertanian dunia.[]

Ketua DPD Tani Merdeka Humbang Hasundutan: Program Presiden Prabowo Nyata untuk Petani

0
Hotlan Nainggolan, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Humbang Hasundutan
Hotlan Nainggolan, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Humbang Hasundutan

TANIMERDEKA – Petani di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara mulai merasakan dampak positif dari program Presiden Prabowo Subianto. Harga gabah Rp6.500 per kilogram, bantuan alat mesin pertanian, dan pupuk bersubsidi menjadi bukti nyata.

Hotlan Nainggolan, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Humbang Hasundutan, menyampaikan apresiasi tinggi.

“Kami mengpresiasi yang setinggi-tingginya atas program Presiden Prabowo Subianto tentang kedaulatan pangan Indonesia. Rencana ketahanan pangan itu ditindaklanjuti hingga terlaksana hilirisasinya. Masyarakat Humbang Hasundutan sangat menyambut riang kiranya secepatnya terealisasi di tengah-tengah masyarakat petani demi kemakmuran petani,” kata Hotlan Nainggolan, pada Jumat 8 Agustus 2025.

Ia yakin swasembada pangan dapat terwujud cepat di bawah kepemimpinan Prabowo.

“Meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Pak Prabowo Subianto, swasembada pangan akan segera terealisasi secepatnya. Meyakini juga bahwa di bawah kepemimpinan Pak Presiden Prabowo Subianto, arah pembangunan nasional akan bergerak menuju swasembada dan kemandirian pangan yang nyata,” kata Hotlan.

Selain mengapresiasi kebijakan nasional, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Kabupaten Humbang Hasundutan, agar turut aktif berperan membangun sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Para pemuda juga jangan malu jadi petani. Sudah saatnya sekarang mengubah cara pandang tentang petani. Kiranya petani muda milenial juga harus ambil peranan dalam mensukseskan swasembada pangan tersebut,” tegasnya.[]

Segelas Susu dari Lereng Puncak, Peternak Cisarua Dukung Swasembada Pangan Presiden Prabowo

0
Joe Salim Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Tani Merdeka Indonesia Cisarua
Joe Salim Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Tani Merdeka Indonesia Cisarua

TANIMERDEKA – Gerakan Minum Susu Nasional resmi dimulai. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan gizi masyarakat. Bagi peternak sapi perah di Puncak, Kabupaten Bogor, langkah ini memberi harapan baru.

Salah satu titik utama gerakan ini berada di Peternakan Sapi Perah Eriffarm, Jalan Citeko Panjang, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua. Di udara sejuk pegunungan, ratusan sapi perah dirawat untuk menghasilkan susu segar berkualitas.

Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Tani Merdeka Indonesia Cisarua, Joe Salim, menyampaikan mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto.

“Bagi kami di Cisarua, gerakan ini adalah bentuk nyata gotong royong untuk bangsa. Susu segar lokal bukan hanya menyehatkan, tapi juga menghidupi ribuan keluarga peternak. Ketahanan pangan dimulai dari hal sederhana, dan segelas susu setiap hari adalah langkah pasti menuju generasi sehat dan mandiri,” tegasnya.

Eriffarm lahir dari kolaborasi beberapa Kelompok Tani Ternak Sapi Perah (KTTSP) yang membentuk Kandang Koloni. Sistem ini menyediakan kandang layak dan terstandar untuk peternak di wilayah Puncak Cisarua.

“Dengan Kandang Koloni, para petani ternak tidak lagi terbebani biaya besar untuk membangun kandang sendiri. Mereka bisa fokus merawat sapi, meningkatkan kualitas susu, dan menambah populasi ternak. Inilah wujud nyata kemandirian pangan berbasis gotong royong,” ujar Joe.

Gerakan ini juga melibatkan kelompok tani dari 9 desa dan 1 kelurahan di Cisarua.

“Kita ingin pergerakan ini bukan hanya milik satu desa, tapi menjadi kebanggaan seluruh Kecamatan Cisarua. Dengan jaringan Poktan yang kuat, suplai susu segar akan stabil, pemasaran lebih luas, dan kesejahteraan peternak merata,” tambahnya.

Kecamatan Cisarua dikenal sebagai sentra susu segar di Jawa Barat. Kehadiran Eriffarm dan peternakan rakyat diyakini dapat meningkatkan suplai susu lokal, apalagi jika masyarakat menjadikannya bagian dari kebiasaan harian.

Gerakan Minum Susu Nasional tahun ini akan diisi dengan kegiatan seperti minum susu serentak di sekolah, edukasi gizi lewat program Susu Goes to School, Festival Kampung Susu, dan kampanye media sosial dengan tagar #SegelasSusuSejutaKetahanan.

“Kalau bukan kita yang membantu mensukseskan, mau tunggu dan berharap sama siapa lagi? Kita yang harus bekerja sama dalam menciptakan ketahanan pangan yang mampu menjaga stabilitas dan kemakmuran negara demi mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045 – Indonesia swasembada, petani sejahtera,” ujarnya.

Segelas susu dari Cisarua kini menjadi simbol perjuangan menuju Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaulat di bidang pangan.[]