Beranda blog Halaman 30

Setahun Pemerintah Presiden Prabowo, Sudaryono Ungkap Lompatan Besar di Sektor Pangan

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan sektor pertanian mencatat sejumlah capaian penting selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebutkan swasembada pangan bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan mulai terwujud.

“Per hari ini, Senin 20 Oktober 2025, satu tahun perjalanan pemerintahan di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, telah banyak yang kami raih. Bahkan, dalam waktu satu tahun ini, kami sudah bisa mewujudkan swasembada,” ujar Sudaryono.

Ia menyebutkan Indonesia tidak lagi mengimpor beras dan jagung. Pemerintah justru mulai mengekspor komoditas tersebut.

“Kita sudah bisa ekspor, tidak lagi impor gula dan garam konsumsi sebagaimana ditargetkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia. Insyaallah (swasembada pangan) bisa terwujud di tahun 2025 ini,” ucap Sudaryono.

Sudaryono juga mengatakan peningkatan kesejahteraan petani. Ia menyebutkan nilai tukar petani (NTP) tahun ini mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah.

“Tahun ini (2025), nilai NTP di sektor pertanian kami Insyaallah menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai 124. Belum pernah kami capai pada periode-periode sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan capaian tersebut tidak lepas dari kehadiran pemerintah saat panen raya. Pemerintah memastikan harga yang diterima petani tetap stabil dan menguntungkan.

Meski mencatat kemajuan, Sudaryono menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap evaluasi. Ia menyebutkan perbaikan kebijakan akan terus dilakukan.

“Tentu saja masih banyak PR yang harus kami selesaikan, dan ini menjadi tanggung jawab bersama untuk kami wujudkan dan perbaiki. Ada yang kurang, kami perbaiki. Yang baik kami pertahankan dan apresiasi, yang kurang kami kritisi dan sempurnakan,” katanya.

Sudaryono menyebutkan pemerintah berkomitmen memperbaiki jaringan irigasi di seluruh Indonesia. Ia menekankan aliran air langsung dari sumber menuju lahan menjadi sangat penting.

“Air harus mengalir dari sumbernya menuju tanaman, mengonversi volume air menjadi bulir-bulir padi, jagung, dan hasil panen apa pun,” jelasnya.

Ia menargetkan perbaikan irigasi bisa tuntas dalam satu tahun dan berlanjut selama lima tahun masa pemerintahan.

“Kami memastikan perbaikan jaringan irigasi di seluruh Indonesia bisa tuntas selama satu tahun dan juga selama lima tahun pemerintahan Pak Prabowo Subianto ini,” ujarnya.

Sudaryono menyebutkan perbaikan dilakukan secara berkelanjutan agar hasilnya optimal. Ia menekankan bahwa tujuan akhir dari semua program adalah peningkatan kesejahteraan rakyat dan pencerdasan kehidupan bangsa.

Selain sektor pertanian, ia menyebutkan sejumlah program lain juga menunjukkan dampak langsung. Program tersebut meliputi sekolah rakyat, UMKM, pemberdayaan masyarakat, bantuan sosial, sekolah unggulan, makan bergizi gratis, dan perbaikan fasilitas pendidikan.

“Tentu saja program yang sudah berjalan dan sudah baik akan terus dilanjutkan pada periode-periode berikutnya,” tegas Sudaryono.[]

Hadiri Rakerda Tani Merdeka, Bupati Brebes Diteriaki “I Love U Bu Mitha”

0

TANIMERDEKA – Teriakan “I love U Bu Mitha!” menggema di Pendopo Kabupaten Brebes saat Bupati Paramitha Widya Kusuma naik ke podium. Senin siang 19 Oktober 2024, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tani Merdeka Indonesia berubah dari forum serius jadi ajang penuh sorak dan tawa. Sekitar 700 petani dan pengurus Tani Merdeka Indonesia dari berbagai kecamatan dan desa hadir, lengkap dengan pakaian khas Tani Merdeka dan semangat yang tak kalah dari kampanye politik.

Paramitha, yang akrab disapa Bu Mitha, memang punya reputasi sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat. Ia tak hanya hadir, tapi juga bicara blak-blakan soal anggaran dan jalan tani.

“Anggaran perjalanan dinas kepala dinas dan camat kami pangkas. Kita utamakan untuk kepentingan rakyat. Tahun ini kami alokasikan Rp150 miliar untuk bangun jalan. Petani butuh akses,” ucapnya, disambut gumaman “mantap” dari barisan belakang.

Ia juga menyentil DPRD agar tidak perlu membuat manuver politik yang bisa mengganggu program prioritas.

“Saya minta DPRD jangan bikin manuver. Anggaran ini untuk petani,” tegas Paramitha, dengan nada yang tetap tenang.

Tak berhenti di situ, Bu Mitha langsung minta tolong ke Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, yang duduk di barisan depan.

“Pak Don, bantu perjuangkan jalan tani di Brebes, pupuk dan alsintan. Petani juga butuh jalan,” katanya, sambil tersenyum.

Sementara itu Don Muzakir mengapresiasi program Bupati Paramitha Widya Kusuma yang mementingkan untuk petani.

“Bupati Brebes ini berani. Potong anggaran yang nggak penting, langsung turun ke petani. Kami dukung penuh. Kalau semua kepala daerah seperti Bu Mitha, petani nggak perlu demo,” ucap Don Muzakir, disambut tepuk tangan.

Rakerda ini dihadiri 17 koordinator kecamatan dan 290 koordinator desa Tani Merdeka. Mereka datang bukan hanya untuk rapat, tapi juga untuk konsolidasi.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Beberapa peserta Rakerda masih sempat minta swafoto dengan Bu Mitha yang tetap tersenyum.[]

Pengurus DPD Tani Merdeka Gunungkidul Dilantik, DPW Minta Segera Bentuk Korcam dan Kordes

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Gunungkidul resmi dilantik pada Senin 20 Oktober 2025. Pelantikan digelar di Balai Padukuhan Tumpak, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua DPW Tani Merdeka DIY, Oskar Triyoga Semendaway, memimpin langsung prosesi pelantikan. Acara dihadiri jajaran Forkopimda, Forkopimkap, Ketua DPRD Gunungkidul, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Gunungkidul, Suwardiyanto, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh tamu undangan telah mendukung Tani Merdeka Indonesia di wilayahnya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemda, Pemkap, Pak Lurah Ngawu dan semua tamu undangan yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu,” kata Suwardiyanto.

Ia meminta dukungan agar pengurus baru dapat menjalankan tugas dengan baik dan bersinergi di berbagai sektor.

“Kami mohon doa restu dan dukungannya untuk mengemban tugas ini. Semoga ke depan kami bisa menjalankan tanggung jawab ini dan bisa bersinergi di semua lini untuk membangun petani yang lebih handal dan maju,” ujarnya.

Sementara itu Oskar Triyoga Semendaway Ketua DPW Tani Merdeka DIY menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa mereka kini menjadi bagian dari keluarga besar Tani Merdeka Indonesia.

“Hari ini setelah dilantik bapak ibu otomatis menjadi keluarga besar Tani Merdeka Indonesia,” kata Oskar.

Ia meminta agar kepengurusan segera diperluas tingkat kecamatan hingga ke tingkat desa.

“Jalankan tugas dengan baik. Kami harapkan segera dibentuk kepengurusan ini sampai tingkat desa,” pinta Oskar.

Setelah sesi paparan, acara dilanjutkan dengan penanaman pohon di lingkungan sekretariat DPD Tani Merdeka Gunungkidul.[]

16 Korcam Tani Merdeka di OKU Timur Terbentuk, M Daud: Petani Sudah Rasakan Program Prabowo

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, terus memperluas struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Hingga pertengahan Oktober 2025, sebanyak 16 Koordinator Kecamatan (Korcam) telah terbentuk dari total 20 kecamatan di wilayah tersebut.

Ketua DPD Tani Merdeka OKU Timur, M. Daud, mengatakan pembentukan Korcam bagian dari konsolidasi gerakan petani akar rumput.

Ia menegaskan organisasi tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten, melainkan harus aktif di desa-desa tempat petani menghadapi tantangan langsung.

“Kami terus bergerak. Targetnya terbentuk di seluruh kecamatan hingga desa. Sesuai arahan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir,” kata M. Daud, pada Minggu 19 Oktober 2025.

M Daud menyebutkan struktur yang aktif di lapangan menjadi kunci pendampingan petani. Ia menekankan pentingnya koordinasi antar pengurus untuk memastikan program kerja menyentuh kebutuhan riil petani.

“Kami mendukung Presiden Prabowo. Program beliau sudah dirasakan langsung oleh petani,” ujarnya.

Menurut M Daud, kebijakan pertanian pemerintah pusat telah memberi dampak nyata. Ia menyebutkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), penyaluran pupuk subsidi, dan penetapan harga komoditas sebagai bentuk keberpihakan terhadap petani kecil.

Korcam yang telah terbentuk meliputi Kecamatan Cempaka, Semendawai Barat, Madang Satu, Madang Dua, Madang Tiga, Buay Pemuka Bangsa Raja, Semendawai Suku Tiga, Semendawai Timur, Belitang Mulya, Belitang Dua, Belitang Tiga, Belitang, Martapura, Bunga Mayang, Jayapura, dan Belitang Jaya. Empat kecamatan lainnya ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

DPD Tani Merdeka OKU Timur juga tengah menyiapkan pelatihan kader desa dan konsolidasi program kerja berbasis kebutuhan lokal. Organisasi ini menekankan pentingnya advokasi kebijakan, pendampingan teknis, dan penguatan kelembagaan petani.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, disebut sebagai tokoh sentral dalam mendorong transformasi gerakan petani. Ia dikenal konsisten membangun struktur organisasi dari bawah dan menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pertanian.

Dalam berbagai kesempatan, Don Muzakir menyampaikan Tani Merdeka Indonesia bukan sekadar organisasi formal, melainkan gerakan sosial yang harus hidup di ladang, di sawah, dan di hati masyarakat desa. Ia menekankan petani harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek program.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono juga mendapat sorotan positif dari pengurus Tani Merdeka Indonesia di daerah. Ia dinilai aktif turun ke lapangan dan memahami tantangan petani secara langsung. Sudaryono mendorong modernisasi pertanian melalui mekanisasi, digitalisasi, dan penguatan kelembagaan petani.

Gerakan Tani Merdeka di OKU Timur menjadi bagian dari konsolidasi nasional yang digagas Don Muzakir. Organisasi ini menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal program pertanian Presiden Prabowo Subianto.

“Kami percaya bahwa petani yang kuat akan membangun bangsa yang mandiri. Tani Merdeka siap mengawal kebijakan Presiden Prabowo dan mendukung kerja Wakil Menteri Sudaryono di lapangan,” ujar M Daud.[]

Tani Merdeka Kendal Resmikan Kantor Baru, Siapkan Pelantikan Pengurus Kecamatan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, meresmikan sekretariat baru pada Minggu 19 Oktober 2025.

Peresmian digelar bersamaan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan persiapan pelantikan pengurus koordinator kecamatan (korcam) se-Kabupaten Kendal.

Ketua DPD Tani Merdeka Kendal, Roziqin, mengatakan kantor baru akan mempermudah koordinasi antarpengurus. Ia menilai lokasi sebelumnya menyulitkan komunikasi dan pergerakan organisasi.

“Saya tahu banyak teman-teman pengurus yang merasa kesulitan dalam koordinasi karena lokasi kantor sebelumnya tidak di pusat kota. Semoga dengan kantor baru ini, teman-teman lebih semangat dan mudah dalam berkoordinasi demi kemajuan Tani Merdeka di Kendal,” katanya.

Dalam Rakorda, Roziqin mendelegasikan tugas kepada Sekretaris DPD dan Ketua Pengembangan Organisasi. Ia meminta keduanya memastikan kesiapan pelantikan pengurus kecamatan.

“Untuk kesuksesan pelantikan pengurus kecamatan, saya minta Sekretaris dan Ketua Pengembangan Organisasi memastikan langsung kesiapan para koordinator kecamatan. Pastikan semua administrasi lengkap dan personilnya siap. Kita ingin pelantikan ini benar-benar nyata,” ujarnya.

Rakorda juga membahas penguatan struktur desa dan pengembangan program kerja berbasis kebutuhan petani. Tani Merdeka Kendal menargetkan peningkatan kapasitas kader, pendampingan teknis, dan advokasi kebijakan pertanian.

Selain itu Roziqin menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebutkan dukungan terhadap Presiden sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam mengawal kebijakan pertanian nasional.

“Kami, Tani Merdeka Kabupaten Kendal, mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.

DPD Tani Merdeka Kendal menyatakan siap mendukung program pemerintah, termasuk distribusi pupuk subsidi, mekanisasi pertanian, dan penetapan harga komoditas strategis. Organisasi ini menegaskan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah, dan organisasi akar rumput untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.[]

Rakerda Tani Merdeka Brebes, Bupati Paramitha: Hasil Petani Brebes Dorong Ekonomi Nasional dan Ekspor

0
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) perdana di Pendopo Kabupaten, pada Minggu 19 Oktober 2025. Acara dihadiri Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Wakil Bupati Wurja, perwakilan TNI dan Polri, serta 600 peserta dari unsur pengurus dan anggota Tani Merdeka se-Kabupaten Brebes.

Bupati Paramitha menyebutkan, Brebes sebagai daerah agraris dengan potensi besar di sektor pertanian. Ia juga menyebutkan banyak komoditas unggulan seperti bawang merah, padi, dan hortikultura sebagai penopang ekonomi lokal.

“Kita patut berbangga karena hasil kerja keras petani Brebes tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, bahkan hingga ekspor ke berbagai negara,” ujar Paramitha.

Ia mengingatkan masih banyak tantangan yang dihadapi petani, seperti fluktuasi harga, keterbatasan pupuk dan benih, serta dampak perubahan iklim. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih adil dan berkelanjutan.

“Kami terus dorong sinergi antara organisasi tani, sektor swasta, dan lembaga keuangan agar petani tidak berjalan sendiri,” katanya.

Paramitha berharap Rakerda menghasilkan program kerja yang konkret dan berdampak langsung. Ia menekankan penguatan kelembagaan, teknologi ramah lingkungan, serta akses pasar dan pembiayaan usaha tani menjadi penting.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan Tani Merdeka Indonesia bukan sekadar organisasi formal. Ia menegaskan gerakan ini harus mengakar hingga ke desa-desa.

“Hari ini Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Brebes membuktikan bahwa mereka telah mengakar sampai ke desa-desa,” kata Don Muzakir.

Ia mengapresiasi dukungan Bupati Brebes terhadap gerakan petani. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi tani menjadi kunci keberhasilan program nasional.

Don Muzakir juga menyinggung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberi dampak positif bagi petani. Ia menyebutkan tingkat kepuasan publik terhadap kebijakan pertanian meningkat.

“Kita lihat kebijakan Presiden Prabowo sudah menyentuh kebutuhan petani. Mulai dari alsintan, pupuk subsidi, hingga penetapan harga komoditas strategis. Itu yang kami kawal,” ujarnya.

Don menyebutkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai figur penting dalam mendorong transformasi pertanian. Ia menilai Sudaryono aktif turun ke lapangan dan memahami kebutuhan petani secara langsung.

“Kami percaya Sudaryono bisa menjembatani suara petani ke pusat. Beliau paham medan, paham desa, dan paham tantangan di lapangan,” kata Don Muzakir.[]

Buka Rakerda di Brebesa, Don Muzakir: Tani Merdeka Indonesia Kawal Program Prabowo, Petani Harus Bergerak

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Tani Merdeka Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (20/10/2025).

Acara digelar di Pendopo Kabupaten Brebes dan dihadiri Bupati Paramitha Widya Kusuma serta Wakil Bupati Wurja.
Sebanyak 17 koordinator kecamatan dan 290 koordinator desa Tani Merdeka hadir.

Sekitar 700 petani dari berbagai wilayah Brebes mengikuti kegiatan tersebut. Forum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen terhadap program pertanian nasional.

Don Muzakir menegaskan Tani Merdeka bukan sekadar organisasi formal. Ia menyebutkan gerakan ini harus hidup di tengah masyarakat, terutama di desa-desa yang menjadi tulang punggung produksi pangan nasional.

“Kita bukan hanya membentuk struktur, tapi membangun gerakan. Tani Merdeka harus hidup di ladang, di sawah, dan di hati anak muda,” tegas Don Muzakir.

Ia meminta seluruh pengurus dan kader Tani Merdeka Indonesia terus bergerak untuk kepentingan petani. Menurutnya, kerja organisasi harus menyentuh langsung kebutuhan di lapangan, bukan hanya berhenti di rapat dan dokumen.

“Petani tidak butuh janji. Petani butuh alat, pupuk, harga yang adil, dan pendampingan. Itu yang harus kita kawal,” ujarnya.

Don Muzakir menyampaikan Tani Merdeka Indonesia mendukung penuh program pertanian Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut kebijakan pemerintah telah memberi dampak nyata bagi petani, mulai dari distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan), penetapan harga komoditas strategis seperti padi, jagung, dan ubi, hingga penyaluran pupuk subsidi langsung ke petani.

“Presiden Prabowo sudah bantu petani. Alsintan turun ke kelompok tani, harga komoditas ditetapkan, pupuk subsidi langsung ke petani. Itu yang kita suarakan selama ini dan diterima oleh Pak Prabowo,” kata Don Muzakir.

Ia juga mengatakan pentingnya pengawasan distribusi pupuk subsidi. Menurutnya, jika ada agen yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), maka harus ditindak tegas dan dilaporkan.

“Kalau ada agen pupuk yang main harga, laporkan ke saya, kirim video dan foto. Kita kawal program Presiden. Jangan sampai petani dirugikan,” tegasnya.

Selain itu Don Muzakir mengatakan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mendorong modernisasi pertanian melalui mekanisasi, digitalisasi, dan penguatan kelembagaan petani. Di berbagai forum, ia menekankan pentingnya kedaulatan pangan sebagai bagian dari visi besar Presiden Prabowo.

Kementerian Pertanian mencatat bahwa sepanjang 2025, berbagai indikator pertanian menunjukkan tren positif. Harga komoditas strategis stabil, inflasi pangan terkendali, dan Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat. Pemerintah juga memperluas distribusi alsintan dan memperkuat cadangan pangan nasional.

Don Muzakir menyebutkan Tani Merdeka Indonesian siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal program pertanian. Ia menekankan bahwa gerakan petani harus terlibat aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kebijakan.

“Kita bukan penonton. Kita bagian dari perubahan. Kalau petani kuat, negara kuat. Kalau petani sejahtera, bangsa berdiri tegak,” kata Don Muzakir.

Sementara itu Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, menyampaikan apresiasi atas peran Tani Merdeka Indonesia dalam mendampingi petani. Ia menyebutkan Brebes sebagai daerah agraris yang memiliki potensi besar, terutama di sektor bawang merah, padi, dan hortikultura.

“Kita patut berbangga karena hasil kerja keras petani Brebes tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga ekspor ke berbagai negara,” kata Paramitha.[]

Kebijakan Pertanian Dinilai Stabil, Petani Merasa Lebih Tenang

0

TANIMERDEKA – Pengamat pertanian dari Universitas Andalas, Muhammad Maki, menilai kebijakan pertanian di era Presiden Prabowo Subianto semakin stabil. Ia menyebutkan kebijakan tersebut memberi ketenangan dan rasa percaya diri baru bagi petani.

“Arah kebijakan pertanian dari pemerintah saat ini telah memberikan ketenangan dan rasa percaya diri baru bagi petani,” kata Maki dalam diskusi publik bertajuk 1 Tahun Pemerintahan Prabowo, Apa Kabar Ketahanan Pangan?, pada Sabut 19 Oktober 2025.

Ia menilai stabilitas menjadi faktor penting dalam sektor pertanian. Risiko usaha tani dinilai tinggi, sehingga kepastian harga dan dukungan pemerintah sangat dibutuhkan.

“Kita melihat bahwa di pertanian itu yang paling dibutuhkan adalah kestabilan. Karena risiko pertanian ini kan agak tinggi. Lalu yang kedua, produktif. Saat ini dari aspek petani, saat kita panen, ada jaminan harga pembelian dari pemerintah yang cukup tinggi. Itu menenangkan dan memotivasi,” ujarnya.

Maki menyebutkan jaminan harga gabah sebagai bentuk perlindungan nyata. Petani tidak lagi khawatir saat panen karena harga tetap menguntungkan.

“Kebijakan pemerintah dalam memastikan harga gabah tetap tinggi membuat petani lebih bersemangat. Mereka merasa lebih tenang karena ada jaminan harga yang jelas,” tambahnya.

Penilaian serupa disampaikan Budiawan Sidik Arifianto dari Litbang Kompas. Ia menyebutkan kebijakan menaikkan harga Gabah Kering Panen (GKP) menjadi langkah yang paling diapresiasi publik selama satu tahun pemerintahan Prabowo.

“Sebagian besar responden yakin bahwa kebijakan menaikkan harga GKP dari Rp4.500 menjadi Rp6.500 di awal tahun ini mampu menyejahterakan petani. Sekitar 77 persen responden menyatakan yakin bahwa kebijakan tersebut akan menyelamatkan petani,” jelas Budiawan.

Ia menambahkan bahwa kebijakan harga gabah tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pangan nasional.[]

Tani Merdeka OKU Timur Kenalkan Hortikultura ke Anak Sekolah

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menggelar edukasi hortikultura untuk anak-anak sekolah yang tinggal di lingkungan PT Laju Perdana Indah (LPI).
Kegiatan berlangsung pada Jumat 18 Oktober 2025.

Anak-anak diajak mengenal cara menanam sayuran, buah, dan tanaman obat. Mereka juga belajar menyemai, menyiram, dan merawat tanaman secara mandiri.

Ketua DPD Tani Merdeka OKU Timur, M. Daud, mengatakan kegiatan ini sebagai bagian dari pendidikan lingkungan hidup.

“Anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga alam dan lingkungan hidup melalui kegiatan bercocok tanam yang ramah lingkungan,” kata M. Daud.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas berkebun melatih koordinasi tangan dan mata, serta kemampuan berpikir kritis.

“Merawat tanaman membutuhkan konsistensi dan perhatian. Anak belajar bahwa hasil yang baik memerlukan usaha dan ketekunan,” ujarnya.

Anak-anak juga diajak bereksperimen dengan berbagai media tanam dan teknik berkebun. Menurut Daud, proses ini merangsang rasa ingin tahu dan kreativitas.

“Melihat tanaman tumbuh dari benih hingga panen memberi anak rasa pencapaian dan kepercayaan diri atas hasil kerja mereka sendiri,” ucapnya.

Tani Merdeka OKU Timur berharap kegiatan ini dapat membentuk generasi yang peduli terhadap ketahanan pangan dan masa depan pertanian. Edukasi dini dinilai penting untuk membangun kesadaran ekologis sejak usia sekolah.[]

Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas di Kertanegara, Bahas Pertanian Hingga Pajak

0

TANIMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Kamis 16 Oktober 2025. Sejumlah menteri hadir untuk menyampaikan laporan dan membahas kendala teknis lintas sektor.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan rapat berlangsung dalam format koordinasi rutin.

“Hari ini Bapak Presiden mengadakan rapat koordinasi dengan beberapa menteri dan jajaran terkait, seperti biasa untuk mendengar update dan sekaligus membicarakan mengenai hal-hal apa saja yang menjadi kendala untuk kita cari jalan keluarnya,” kata Prasetyo.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewo termasuk yang hadir. Presiden meminta evaluasi menyeluruh terhadap regulasi keuangan.

“Sebagaimana yang tempo hari kami laporkan, bahwa Bapak Presiden menghendaki untuk kita terus-menerus melakukan review terhadap peraturan-peraturan yang berkenaan dengan masalah keuangan kita,” ucap Prasetyo.

Rapat juga membahas aturan devisa hasil ekspor dan target peningkatan pendapatan pajak.

“Untuk sekali lagi terus dilakukan penyempurnaan supaya apa yang diharapkan dari diberlakukannya aturan ini dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya.

“Sekaligus juga tadi dibahas mengenai progres peningkatan pajak yang kita harapkan di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan yang baru kita berharap terjadi peningkatan pendapatan pajak kita.”

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan laporan kondisi pangan nasional. Presiden meminta skema baru untuk menjamin ketersediaan pupuk.

“Di luar itu juga Bapak Presiden memerintahkan untuk Menteri Pertanian mencari skema dan mencari terobosan bagaimana untuk memastikan ketersediaan pupuk kita aman,” ucap Prasetyo.

“Bahkan jika memungkinkan melakukan revitalisasi-revitalisasi terhadap pabrik-pabrik pupuk yang kita miliki. Sehingga jauh lebih efisien dengan harapan akan dapat menurunkan harga pupuk yang ini harapannya tentu akan meringankan para petani kita.”

Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto juga hadir. Ia mendapat tugas khusus untuk penguatan SDM dan riset teknologi.

“Beliau diberi tugas untuk menyiapkan sumber daya manusia terutama di bidang STEM, science, technology, engineering, dan mathematics,” ungkap Prasetyo.

“Beliau juga memang mendapat tugas khusus untuk melakukan penelitian-penelitian terhadap teknologi-teknologi yang memungkinkan untuk kita mencapai swasembada energi maupun swasembada pangan di antaranya teknologi tentang bibit, kemudian teknologi di bidang mineral termasuk turunan-turunannya dari sumber daya alam-sumber daya alam mineral yang kita miliki.”

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin turut hadir sebagai Ketua Satgas Penertiban Kawasan Hutan. Ia melaporkan hasil penertiban lahan sawit ilegal.

“Beliau memberikan laporan kepada Bapak Presiden mengenai jumlah luasan sawit yang sudah berhasil dikembalikan kepada negara, oleh karena dalam prosesnya melakukan pelanggaran-pelanggaran,” kata Prasetyo.

Rapat terbatas di Kertanegara menjadi forum evaluasi lintas sektor. Presiden Prabowo meminta para menteri menyusun langkah konkret untuk mempercepat reformasi kebijakan di bidang keuangan, pangan, pendidikan, dan tata kelola sumber daya alam.