Beranda blog Halaman 24

Tani Merdeka Indonesia Dukung Soeharto dan Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia mendukung pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Keduanya dinilai memiliki jasa besar dalam pembangunan, stabilitas politik, dan penguatan sektor pertanian.

Pernyataan bersama disampaikan dalam rapat konsolidasi dan monitoring Gebyar Tani Merdeka 2025 di Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 8 November 2025. Rapat dihadiri Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah Wawan Pramono dan 35 Ketua DPD dari seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menyampaikan dukungan tersebut secara terbuka. Ia menyebutkan kontribusi Soeharto dan Gus Dur terhadap petani dan masyarakat desa tidak bisa diabaikan.

“Presiden Soeharto pekerja keras untuk rakyat. Di zamannya, Indonesia bisa swasembada pangan, ekonomi tumbuh, dan rakyat hidup tenang. Itu bukan hal kecil dan sudah sepantasnya beliau diberi gelar Pahlawan Nasional,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir menyebutkan swasembada beras tercapai pada era Soeharto melalui program intensifikasi pertanian. Pemerintah memperkenalkan Panca Usaha Tani, Bimas, Operasi Khusus, dan Intensifikasi Khusus. Produksi pangan meningkat tajam, terutama beras. Budi daya padi Indonesia saat itu disebut terbaik di Asia.

Pemerintah membangun pabrik pupuk di berbagai daerah, seperti Petro Kimia Gresik, Pupuk Sriwijaya Palembang, dan Asean Aceh Fertilizer. Subsidi pupuk, benih unggul, dan pestisida dikontrol ketat. Petani mendapat akses kredit bank dan jaminan harga dasar melalui pengadaan pangan oleh pemerintah.

“Jalan, sekolah, puskesmas, bendungan, sampai program Pertanian, itu semua hasil kerja Pak Harto saat itu. Beliau adalah penjaga Pancasila dan UUD 45, itu harus kita akui,” kata Don Muzakir.

Ia menambahkan stabilitas ekonomi saat itu memberi ruang bagi petani untuk berkembang. Inflasi terkendali, harga gabah dijaga, dan alat mesin pertanian mulai diperkenalkan ke desa-desa.

“Ekonomi Indonesia saat itu ditakuti, saat itu dikenal sebagai macan Asia. Jasa Pak Harto tidak bisa dinafikan. Dengan banyaknya pengusulan dari berbagai pihak, saya pikir beliau pantas mendapat gelar itu (Pahlawan Nasional),” ucapnya.

Don Muzakir juga menyebutkan peran Gus Dur dalam menjaga keutuhan bangsa pasca-reformasi. Menurutnya, Gus Dur memberi ruang bagi kelompok tani dan masyarakat adat untuk bersuara.

“Gus Dur kita kenal seorang yang visioner, punya pemikiran jauh ke depan, bagaimana bisa membangun dan menyatukan seluruh komponen masyarakat sehingga kesatuan negara Indonesia ini terjaga,” ujar Don Muzakir.

Ia menilai stabilitas politik pada masa Gus Dur menjadi fondasi pemulihan ekonomi dan reformasi kelembagaan, termasuk di sektor pertanian. Program otonomi daerah memberi peluang bagi petani di wilayah terpencil untuk mengakses bantuan langsung.

“Yang kemudian dilanjutkan oleh presiden-presiden berikutnya dan saya kira itu juga merupakan sebuah jasa besar dari seorang presiden pada saat itu,” pungkas Don Muzakir.

Tani Merdeka Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera menetapkan gelar Pahlawan Nasional bagi kedua tokoh tersebut.[]

 

Tani Merdeka Indonesia Jateng Siapkan Gebyar Tani Merdeka 2025, Hadirkan 10 Ribu Petani

0
Wawan Pramono Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah
Wawan Pramono Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyatakan siap menjadi tuan rumah Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025. Kegiatan dijadwalkan berlangsung akhir November 2025 dan akan menghadirkan 10 ribu petani dari berbagai daerah.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah Wawan Pramono, menyampaikan kesiapan tersebut dalam rapat konsolidasi dan monitoring Gebyar Tani Merdeka 2025 yang digelar di Semarang, Sabtu, 7 November 2024. Konsolidasi diikuti pengurus wilayah dan 35 Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Kami siap menyambut ribuan petani dari seluruh Jawa Tengah maupun luar Jawa. Konsolidasi ini penting untuk memastikan semua elemen Tani Merdeka Indonesia bergerak dalam satu arah,” kata Wawan.

Ia menegaskan Gebyar Tani Merdeka 2025 ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang kerja bersama untuk memperkuat posisi petani dalam pembangunan nasional.

“Petani harus dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan, bukan hanya sebagai penerima program,” ujar Wawan.

Gebyar Tani Merdeka akan berlangsung selama tiga hari. Panitia menyiapkan stan untuk memamerkan hasil pertanian dari tiap daerah. Selain pameran, akan digelar diskusi tematik, lokakarya teknologi, dan forum kebijakan pangan.

DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah telah menyiapkan lokasi kegiatan dan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Panitia juga membahas teknis pelaksanaan, termasuk logistik, keamanan, dan kurasi produk yang akan ditampilkan.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, mengatakan Gebyar Tani Merdeka menjadi agenda tahunan yang akan digelar bergilir di berbagai provinsi.

“Gebyar Tani Merdeka 2025 ini bakal menjadi agenda penting tahunan Tani Merdeka Indonesia, kali ini menghadirkan 10 ribu petani di Jawa Tengah,” ujar Don Muzakir.

Ia menambahkan kegiatan ini bertujuan mempertemukan petani dari berbagai latar belakang, membuka ruang ide kreatif, dan mendorong pengembangan teknologi pertanian yang sesuai kebutuhan lokal.

Don Muzakir menyatakan Tani Merdeka Indonesia berkomitmen mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah daerah dalam menyukseskan program strategis nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan hilirisasi produk pertanian.

Gebyar Tani Merdeka di Jawa Tengah menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menunjukkan kapasitas politik dan sosial petani. Melalui kegiatan ini, Tani Merdeka Indonesia menegaskan bahwa petani bukan hanya pelaku produksi, tetapi juga bagian dari kekuatan politik yang ikut menentukan arah pembangunan.[]

Hadirkan 10 Ribu Petani, Tani Merdeka Indonesia Jateng Gelar Konsolidasi dan Monitoring Gebyar Tani Merdeka 2025

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar konsolidasi dan monitoring menjelang pelaksanaan Gebyar Tani Merdeka Indonesia. Kegiatan berlangsung di Semarang, pada Sabtu, 8 November 2024, dan diikuti oleh jajaran pengurus wilayah serta perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Gebyar Tani Merdeka Indonesia dijadwalkan berlangsung akhir November 2025. Acara ini akan menghadirkan sekitar 10 ribu petani dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan provinsi lain di Indonesia. Kegiatan dirancang sebagai forum terbuka bagi petani untuk bertukar gagasan, memamerkan hasil pertanian, dan memperkuat jejaring antarwilayah.

Konsolidasi dihadiri Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Wawan Pramono Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah , serta 35 Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia dari seluruh kabupaten/kota se Jawa Tengah.

Don Muzakir menyampaikan Gebyar Tani Merdeka akan menjadi agenda tahunan yang digelar bergilir di berbagai provinsi di Indonesia.

“Gebyar Tani Merdeka ini bakal menjadi agenda penting tahunan Tani Merdeka Indonesia, kali ini menghadirkan 10 ribu petani di Jawa Tengah,” kata Don Muzakir.

Ia menjelaskan kegiatan akan berlangsung selama tiga hari. Panitia menyediakan stan untuk memamerkan hasil pertanian dari setiap daerah dan provinsi. Selain pameran, akan digelar diskusi tematik, lokakarya teknologi pertanian, dan forum kebijakan pangan.

Tujuan utama kegiatan ini mempertemukan petani dari berbagai latar belakang, membuka ruang ide kreatif, dan mendorong pengembangan teknologi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Gebyar ini juga diharapkan menjadi sarana konsolidasi untuk mendukung program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia

Lebih lanjut Don Muzakir menambahkan Tani Merdeka Indonesia berkomitmen membantu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah daerah dalam menyukseskan program strategis nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan hilirisasi produk pertanian.

Sementara itu Wawan Pramono menyatakan siap menyelenggarakan Gebyar Tani Merdeka ini. Ia menekankan pentingnya koordinasi antardaerah agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan memberi dampak nyata bagi petani.

“Kami siap menyambut ribuan petani dari seluruh Jawa Tengah maupun luar Jawa. Konsolidasi ini penting untuk memastikan semua elemen Tani Merdeka Indonesia bergerak dalam satu arah,” ujar pria yang akrab disapa Wawan.

Menurutnya Gebyar Tani Merdeka bukan sekadar seremoni, melainkan ruang kerja bersama untuk memperkuat posisi petani dalam pembangunan nasional. Menurutnya, petani harus dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan, bukan hanya sebagai penerima program.

Kegiatan konsolidasi juga membahas teknis pelaksanaan, termasuk logistik, keamanan, dan kurasi produk pertanian yang akan ditampilkan. Panitia menargetkan keterlibatan aktif dari kelompok tani, koperasi, dan pelaku usaha lokal.

Gebyar Tani Merdeka Indonesia di Jawa Tengah menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menunjukkan kapasitas politik dan sosial petani dalam mendukung agenda nasional. Melalui kegiatan ini, Tani Merdeka Indonesia ingin menegaskan bahwa petani bukan hanya pelaku produksi, tetapi juga bagian dari kekuatan politik yang berperan dalam menentukan arah pembangunan.[]

Wamentan Sudaryono: Modernisasi Pertanian Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan modernisasi pertanian menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional. Transformasi dari mekanisasi konvensional menuju pertanian cerdas 5.0 dinilai perlu berbasis teknologi dan inovasi berkelanjutan.

“Pertanian Indonesia kini harus bertransformasi dari mekanisasi konvensional menuju pertanian cerdas 5.0 yang menekankan efisiensi, presisi, dan inovasi di seluruh rantai produksi,” kata Sudaryono saat membuka Indogritech Expo (IGT) 2025 di Tangerang, di Jakarta pada Jumat, 7 November 2025.

Sudaryono menyebutkan transformasi ini merupakan kelanjutan dari proses panjang modernisasi pertanian.

“Ini kan kita sudah menjadi pertanian 4.0 atau mungkin 5.0 lah ya. Dari yang tadinya manual sekali, kemudian mekanisasi sedikit. Lama-lama ini bukan lagi mekanisasi, tapi betul-betul mekanisasi plus-plus,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, peneliti, dan asosiasi industri untuk memperkuat inovasi sektor pertanian.

Pria yang akrab disapa Mas Dar, menyatakan pemerintah hadir sebagai bagian dari solusi bagi pelaku industri pertanian.

“Pemerintah menjadi solusi. Kita tidak ingin menjadi bagian dari masalah. Semua pihak, pelaku usaha, peneliti, asosiasi, dan Kementerian Pertanian, harus bersama-sama menjadi part of the solution,” tuturnya.

Ia menilai perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) tidak menggantikan peran manusia, melainkan mempercepat peningkatan produktivitas pertanian.

“Artificial Intelligence tidak akan menggantikan manusia, tetapi membantu memperlancar dan mengambil sebagian pekerjaan manusia. Teknologi yang tidak membantu manusia pasti akan kita tinggalkan,” jelasnya.

Ia menambahkan arah kebijakan pembangunan pertanian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pertanian dan pangan sebagai prioritas utama. Salah satu program strategis yang disebut sebagai pasar baru adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah.

“Kebutuhan pangan dari program MBG ini sangat besar. Artinya ada peluang baru di sektor telur, ayam, susu, dan daging. Sekaranglah waktunya memperbesar kapasitas produksi nasional,” ujarnya.

Ia mengajak pelaku usaha di subsektor peternakan meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi agar kebutuhan nasional terpenuhi tanpa bergantung pada impor.

Ia juga menegaskan Kementerian Pertanian siap memfasilitasi inovasi dan investasi yang memberi manfaat nyata bagi petani, peternak, dan pelaku usaha pangan.

“Apapun inovasi yang membawa manfaat bagi banyak orang, pasti kita bantu dan fasilitasi. Pemerintah tugasnya membantu rakyat dan pengusaha agar sama-sama sejahtera,” tegasnya.

Lebih lanjut Sudaryono mengatakan efisiensi dan kolaborasi lintas sector sangat penting. Pemerintah telah mempercepat penyederhanaan mekanisme pupuk bersubsidi melalui Peraturan Presiden (Perpres) agar distribusi langsung ke petani lebih cepat dan tepat sasaran.

“Ternyata dulu, selain jumlah, mekanisme penyalurannya juga ribet. Ada 145 aturan, 12 kementerian yang terlibat, harus lewat Bupati, Wali Kota, Gubernur, semua harus tanda tangan dulu, baru beres. Kelamaan,” ujar Sudaryono.

Ia menjelaskan pemerintah mengambil langkah cepat dengan menerbitkan Perpres baru untuk memangkas birokrasi dan mempercepat distribusi.

“Solusinya apa? Bikin Perpres baru. Seminggu jadi. Sekarang dari Pupuk Indonesia langsung ke pengecer, langsung ke petani. Petaninya senang semua. Bahkan Presiden minta harga pupuk subsidi diturunkan, dan akhirnya turun 20 persen,” kata Sudaryono.[]

Tani Merdeka Indonesia Riau Luncurkan SPPG, Salurkan Makanan Bergizi ke Ribuan Siswa

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau melaksanakan launching operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Cipta Gizi Terpadu Riau. Program ini dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto.

Peresmian berlangsung di Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, pada Rabu, 5 November 2025. SPPG yang diluncurkan pada hari itu langsung mendistribusikan makanan bergizi kepada lebih dari 3.000 penerima manfaat.

Penerima manfaat berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Indonesia (YPPI) Tualang. Penyaluran dilakukan oleh tim dari Yayasan Cipta Gizi Terpadu Riau, yang merupakan lembaga binaan Tani Merdeka Indonesia.

Peluncuran SPPG dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat. Hadir mewakili Camat Tualang, Kasi Pemerintahan Rudi Vivi Hendri. Lurah Perawang Midawati SSos turut hadir bersama Kanit Lantas Polsek Tualang Iptu Chandra Herianto Sinaga dan Danramil 04/Perawang Kodim 0322/Siak.

Selain unsur pemerintahan dan aparat keamanan, hadir pula Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau Oksi Saputra Malay, Sekretaris DPW Nila D. Pane, dan Koordinator Wilayah Kabupaten Siak Lisa Wahari. Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tamu undangan lainnya juga mengikuti kegiatan tersebut.

Sekretaris DPW Tani Merdeka Riau, Nila D. Pane, menyampaikan peluncuran SPPG ini merupakan dalam mendukung program nasional MBG, ini program Presiden Prabowo yang harus dijalankan dengan sukses dan berdampak langsung kepada siswa di desa-desa.

“Hari ini kami melaksanakan launching SPPG untuk mendukung program Asta Cita dari Bapak Presiden, Makan Bergizi Gratis, dan alhamdulillah untuk launching awal ini kami laksanakan di 3 SPPG,” kata pria yang akrab disapa Pane.

Ia menambahkan pihaknya akan terus memperluas cakupan layanan SPPG. Targetnya, sebanyak 50 titik SPPG baru akan dibentuk dalam waktu dekat.

“Tentunya ini tidak berhenti sampai di sini dan tentunya ini akan terus kami kembangkan, nanti kurang lebih akan terus kami tambah, sampai dengan 50 dan kemudian selanjutnya akan kami tambahkan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Menurut Pane, kerja sama antara Tani Merdeka Indonesia dan Badan Gizi Nasional (BGN) berjalan baik. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus ditingkatkan agar distribusi makanan bergizi semakin merata dan berkelanjutan.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Oksi Saputra Malay, menyampaikan bahwa pihaknya siap menjalankan program MBG sebagai bagian dari hilirisasi sektor pertanian.

“Kita siap menjalani program bapak Presiden RI, Prabowo Subianto, petani di sini ada hilirisasi melalui makanan bergizi gratis (MBG), yang disandingkan dengan sandang pangannya,” kata Oksi.

Oksi menjelaskan pembangunan SPPG tidak hanya dilakukan di Perawang. Saat ini, pembangunan juga berlangsung di kawasan Bina Widya dan Rumbai, Kota Pekanbaru. Secara keseluruhan, terdapat 26 titik binaan SPPG di Provinsi Riau yang berada di bawah koordinasi Tani Merdeka Indonesia.

Peluncuran SPPG ini upaya konkret Tani Merdeka Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Program ini juga diharapkan dapat membuka jalur distribusi hasil pertanian lokal secara langsung ke konsumen akhir, sekaligus memperkuat peran petani dalam rantai pasok pangan nasional.[]

Mantap, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang Bentuk Koperasi Petani

0

TANIMERDEKADPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang membentuk Koperasi Tani Merdeka Indonesia (KTMI). Koperasi ini dibentuk untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan daya saing petani lokal.

Wakil Ketua Bidang Usaha DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang, Zoelfahmi, mengatakan koperasi menjadi bentuk nyata komitmen organisasi terhadap kesejahteraan petani.

Koperasi Tani memiliki fungsi utama untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Melalui koperasi, petani akan memperoleh akses yang lebih mudah dan terjangkau terhadap sarana produksi, mekanisme pemasaran hasil, hingga proses pengolahan produk pertanian,” kata Zoelfahmi, Jumat 7 November 2025.

Ia menjelaskan KTMI akan beroperasi berdasarkan sepuluh fungsi utama. Fungsi tersebut meliputi peningkatan kesejahteraan, penyediaan sarana produksi, dukungan pemasaran, pengolahan hasil, pemberdayaan sumber daya manusia, akses pembiayaan, partisipasi aktif, standarisasi produk, keamanan pangan, dan jejaring lintas sektor.

“Kami ingin koperasi ini menjadi rumah besar bagi petani Aceh Tamiang, tempat di mana semua kepentingan disatukan demi kesejahteraan bersama. Tujuannya adalah menjadikan petani lebih mandiri dan profesional dalam mengelola usahanya,” ujar Zoelfahmi.

Pembentukan KTMI diharapkan memberi kekuatan ganda bagi petani. Tidak hanya dalam produksi, tetapi juga dalam pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.

Struktur koperasi akan menjadi alat koordinasi ekonomi yang lebih terorganisasi, sekaligus membuka akses petani terhadap pasar dan pembiayaan yang selama ini sulit dijangkau.[]

Terbukti Berhasil, Ini Delapan Program Prioritas Prabowo dalam RAPBN 2026

0
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

TANIMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan delapan agenda prioritas saat membacakan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dan Nota Keuangan dalam Sidang Tahunan MPR, pada Kamis 15 Agustus 2025 lalu. Program mencakup ketahanan pangan, energi, pendidikan, hingga investasi global.

1. Ketahanan Pangan

Prabowo menargetkan swasembada beras dan jagung, harga stabil, petani makmur, nelayan sejahtera, dan konsumen aman. “Indonesia harus berdaulat dalam urusan pangan,” ujar Prabowo.

Pemerintah mengalokasikan Rp164,4 triliun untuk ketahanan pangan. Rinciannya: Rp53,3 triliun untuk lumbung dan cadangan, Rp46,9 triliun untuk subsidi pupuk sebanyak 9,62 juta ton, dan Rp22,7 triliun untuk Bulog.

2. Ketahanan Energi

Prabowo meminta produksi minyak dan gas ditingkatkan, harga dijaga, dan transisi energi bersih dipercepat.

Transisi menuju energi bersih kita percepat,” ucap Prabowo.

Targetnya, 100 persen pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) dalam 10 tahun. Alokasi anggaran sektor ini mencapai Rp402,4 triliun.

3. Makan Bergizi Gratis (MBG)

Program MBG ditujukan untuk menghapus stunting. Target penerima: 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan balita. Anggaran MBG sebesar Rp355 triliun. Pemerintah berharap program ini menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru.

4. Pendidikan Bermutu

Sektor pendidikan mendapat alokasi terbesar sepanjang sejarah, yaitu Rp757,8 triliun.

“Pendidikan adalah instrumen untuk memberantas kemiskinan,” kata Prabowo.

Dana digunakan untuk peningkatan kualitas guru, pendidikan vokasi, kurikulum kerja, fasilitas sekolah, dan beasiswa. Program Indonesia Pintar (PIP) menyasar 21,1 juta siswa, KIP Kuliah untuk 1,2 juta mahasiswa. LPDP ditargetkan memberi beasiswa kepada 4.000 mahasiswa.

“Kita harus mengejar ketertinggalan kita di bidang science, technology, engineering, dan matematika,” ujar Prabowo.

5. Kesehatan Berkualitas

Anggaran kesehatan sebesar Rp244 triliun. Pemerintah menanggung biaya asuransi bagi 96,8 juta jiwa miskin dan rentan. Program mencakup revitalisasi rumah sakit, penurunan TBC, dan cek kesehatan gratis.

“Masyarakat miskin dan rentan dijamin memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas,” kata Prabowo.

6. Koperasi Desa Merah Putih

Program ini bertujuan memperkuat ekonomi desa dan menghapus praktik rentenir. Lintah darat akan kita hilangkan dari bumi Indonesia,” kata Prabowo.

Koperasi desa akan menyediakan sembako, pupuk, logistik, dan layanan keuangan. Pemerintah mendorong pembangunan desa mandiri berbasis gotong royong.

7. Pertahanan Rakyat Semesta

Program ini mencakup pembentukan Kodam baru dan pembelian alutsista. Pemerintah menganggarkan Rp424,8 triliun untuk pertahanan, hukum, dan keamanan. Rinciannya: Rp185 triliun untuk pertahanan, Rp179,4 triliun untuk ketertiban dan keamanan, dan Rp60,4 triliun untuk hukum.

Ancaman bisa muncul tiba-tiba,” ujar Prabowo.

8. Percepatan Investasi dan Perdagangan Global

Prabowo menekankan pentingnya tata kelola transparan dan profesionalisme. Inilah momentum bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi global,” ujar Prabowo.

Proyek hilirisasi senilai USD 38 miliar akan dipercepat. Sektor yang disasar: pertambangan, batu bara, pertanian, perikanan, dan energi terbarukan.[]

Tani Merdeka Indonesia Deiyai Sosialisasi ke Distrik di Papua Tengah

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Deiyai menggelar sosialisasi perdana di Distrik Tigi Timur, Papua Tengah, pada Kamis 6 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan visi dan misi organisasi kepada masyarakat di tingkat distrik dan kampung.

Ketua DPD Tani Merdeka Deiyai, Markus Magai, menyampaikan kegiatan hari pertama berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari warga.

“Selamat malam pimpinan, tugas kami dari DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Deiyai hari ini sudah melaksanakan sosialisasi hari pertama di Distrik Tigi Timur. Besok kami lanjut ke Distrik Tigi sebagai kegiatan hari kedua,” ujar Markus Magai.

Ia menambahkan setelah sosialisasi selesai di seluruh distrik, pihaknya akan mengirim data pengurus dan kelompok tani, lengkap dengan dokumentasi, sebagai laporan resmi kepada DPN Tani Merdeka Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk melaksanakan tugas ini dengan tanggung jawab penuh, agar data yang kami kumpulkan dapat menjadi dasar penguatan jaringan Tani Merdeka di Kabupaten Deiyai,” tambahnya.

Sosialisasi ini langkah awal pembentukan kelompok tani di kampung-kampung. Struktur organisasi akan diperkuat mulai dari tingkat distrik hingga desa, agar koordinasi antara DPP, DPW, dan DPD berjalan lebih efektif.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan dukungan terhadap inisiatif pengurus Deiyai. Ia menekankan pentingnya membangun struktur organisasi yang aktif dan responsif terhadap kebutuhan petani.

“Kalau kita ingin petani berdaya, maka organisasi harus hadir di lapangan. Kita tidak bisa bantu petani dari jauh. Harus ada pengurus yang tahu kondisi kampung, tahu masalah petani, dan bisa laporkan langsung,” ujar Don Muzakir.

Ia juga menegaskan Tani Merdeka Indonesia bukan hanya wadah advokasi, tetapi juga memantau program pemerintah agar tepat sasaran.

“Petani di Papua punya potensi besar. Kita harus bantu mereka dengan struktur yang kuat dan data yang jelas. Jangan sampai program pemerintah tidak sampai karena kita tidak siap,” katanya.

DPD Tani Merdeka Indonesia Deiyai menargetkan pembentukan kelompok tani di seluruh distrik rampung dalam dua bulan. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk menyusun program kerja dan memperkuat akses petani terhadap bantuan pemerintah.[]

Silaturahmi dengan Tani Merdeka Indonesia Aceh Besar, Don Muzakir: Petani Harus Dapat Akses BBM Subsidi

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mendorong pemerintah segera menetapkan kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) khusus untuk petani dan nelayan.

Pernyataan itu disampaikan saat silaturahmi dengan ratusan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar dan 23 Koordinator Kecamatan, pada Kamis 6 November 2025.

Menurut Don Muzakir, banyak petani kesulitan mendapatkan BBM subsidi untuk mengoperasikan traktor, pompa air, dan mesin pertanian. Kondisi serupa juga dialami nelayan.

“Ini secepatnya kita dorong kepada pemerintah Presiden Prabowo untuk membuat suatu aturan yang benar-benar berpihak kepada petani mengenai masalah BBM subsidi, untuk para petani dan nelayan,” ujar Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir, perhatian terhadap petani sempat muncul pada masa pemerintahan Presiden Suharto, terutama melalui program ketahanan pangan. Namun, selama puluhan tahun setelahnya, sektor pertanian kurang mendapat prioritas.

“Ini lah saatnya revolusi petani. Revolusi petani dalam artian sudah puluhan tahun petani tidak menjadi perhatian dan prioritas pemerintah,” katanya.

Don Muzakir menilai bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mengakomodasi banyak program untuk petani. Ia menyebutkan periode ini sebagai awal kebangkitan petani.

“Hari ini saat Presiden Prabowo petani juga dimuliakan. Banyak program-program petani sekarang diakomodir oleh Presiden Prabowo Subianto. Jadi kita sebut dalam hal ini adalah revolusi petani,” ucapnya.

Lebih lanjut Don Muzakir menambahkan bahwa swasembada pangan, stabilitas harga, dan kesejahteraan petani serta nelayan telah tercapai pada periode pertama pemerintahan Presiden Prabowo.

“Presiden Prabowo pada periode pertama berhasil swasembada pangan terutama beras dan jagung, harga-harga stabil, petani makmur, nelayan sejahtera, dan konsumen aman. Indonesia harus berdaulat dalam urusan pangan,” tegas Don Muzakir.

Ia merinci bahwa ketahanan pangan mencakup swasembada, subsidi pupuk, modernisasi alat pertanian, dan pembelian gabah oleh pemerintah. RAPBN 2026 mengalokasikan Rp164,4 triliun untuk program ketahanan pangan, termasuk Rp46,9 triliun untuk subsidi pupuk dan Rp22,7 triliun untuk Bulog.

Don Muzakir mengajak petani seluruh Indonesia khususnya di Aceh Besar untuk lebih semangat menggarap lahan, terutama lahan kosong yang belum dimanfaatkan.

“Kita berharap kepada kawan-kawan para petani yang di mana pun berada, khususnya di Aceh Besar, harus lebih semangat menggarap lahan pertanian. Kita manfaatkan lahan-lahan kosong yang terbengkalai, kita garap dan tanam. Insya Allah, Presiden Prabowo Subianto senantiasa membantu rakyat, membantu petani yang hidup di desa-desa,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa petani kini telah mendapat tempat dalam kebijakan nasional. “Ini kita sebut dengan revolusi petani. Petani saat ini sudah mulai merdeka,” tutup Don Muzakir.[]

Tani Merdeka Aceh Tamiang Bentuk Korcam dan Kordes, Petani Diajak Bergabung

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang membuka rekrutmen anggota baru. Mekanisme dilakukan melalui pembentukan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes), ini bertujuan memperkuat struktur organisasi dan memperluas jaringan petani hingga tingkat desa.

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Tani Merdeka Aceh Tamiang, Rizki Ananda, mengatakan rekrutmen terbuka bagi seluruh petani, baik yang sudah tergabung dalam kelompok tani maupun yang belum memiliki wadah.

“Kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh petani, baik yang telah tergabung pada kelompok tani ataupun yang belum bergabung yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang untuk dapat bergabung bersama kami melalui mekanisme pembentukan kepengurusan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes),” ujar Rizki.

Rizki menjelaskan Korcam dan Kordes akan menjadi struktur penting dalam memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpetani. Ia menekankan keberadaan Tani Merdeka memberi manfaat nyata, terutama dalam mempermudah akses informasi, kebutuhan pertanian, dan jejaring strategis tingkat nasional.

“Kita bisa berjalan sama-sama untuk memajukan pertanian di Kabupaten Aceh Tamiang ini sebagai bentuk komitmen mendukung program nasional, termasuk agenda ketahanan pangan dalam program Asta Cita Presiden. Melalui wadah Tani Merdeka, petani dapat lebih mudah mengakses kebutuhan, informasi, dan solusi atas persoalan pertanian,” jelasnya.

Diskusi dalam pertemuan juga menyinggung tantangan petani di lapangan, seperti keterbatasan akses BBM untuk alat dan mesin pertanian (alsintan), serta perlunya pendampingan teknis. Rizki menyebutkan bahwa Tani Merdeka akan menjadi penghubung antara petani dan kebijakan pemerintah.

Ia juga mengatakan posisi strategis Tani Merdeka dalam sektor pertanian nasional. Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Sudaryono, saat ini menjabat Wakil Menteri Pertanian dan Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia. Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pupuk Pestisida Nasional (ASPEKNAS).

“Tentunya peluang ini dapat kita manfaatkan untuk mendapatkan akses informasi dan solusi atas permasalahan pertanian yang ada di Aceh Tamiang,” tambahnya.[]