Beranda blog Halaman 103

DPW Tani Merdeka Sumatera Selatan Gelar Silaturahmi dengan Dinas Pertanian

0

SUMATERA SELATAN – DPW Tani Merdeka Sumatera Selatan mengadakan pertemuan silaturahmi dengan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bambang Pranowo.

Pertemuan ini berlangsung di kantor Dinas Pertanian dihadiri oleh sejumlah pejabat dari dinas tersebut, termasuk Sekretaris Ahmad Wazri dan Kepala Bidang Tanaman Pangan, Tuti Murti.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif ini, membahas isu terkait pertanian. Agenda utama dari diskusi adalah program ketahanan pangan dari Hulu ke Hilir, yang merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Selatan.

Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat, serta meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumatera Selatan, Medi Ahmazon, bersama Sekretaris Fahri, hadir dalam pertemuan ini menjelaskan rencana mereka dan mendapatkan dukungan serta masukan dari pihak dinas.

Medi Ahmazon mengungkapkan komitmen mereka untuk bekerja sama dengan dinas dalam mengimplementasikan program ketahanan pangan dan memastikan Muswil berjalan lancar.

Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara DPW Tani Merdeka dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura serta meningkatkan sinergi dalam upaya pembangunan pertanian di Sumatera Selatan.

Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk melanjutkan kolaborasi dan perencanaan lebih lanjut terkait kedua agenda tersebut, yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi sektor pertanian di wilayah Sumatera Selatan.

Wamentan Sudaryono Optimistis dengan Kinerja Sektor Pertanian Indonesia

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian.
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian.

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menyatakan optimisme terhadap kinerja sektor pertanian Indonesia.

Menurutnya, sektor ini terus menunjukkan peningkatan produksi, yang mendorong Indonesia menuju swasembada pangan.

Sudaryono mengungkapkan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kenaikan signifikan dalam produksi beras. Pada bulan Agustus, produksi beras mencapai 2,84 juta ton, sementara pada September meningkat menjadi 2,87 juta ton. BPS juga memperkirakan produksi beras pada Oktober akan mencapai 2,59 juta ton.

“Peningkatan ini terlihat dari data BPS, terutama pada Juli hingga September, di mana produktivitas beras kita naik signifikan. Ini hasil dari program pompanisasi dan optimasi lahan rawa yang intensif dilakukan Kementerian Pertanian tahun ini,” kata Sudaryono.

Sudaryono menjelaskan bahwa pemerintah terus memperluas program pompanisasi untuk meningkatkan luas areal tanam (PAT) sebagai langkah mewujudkan swasembada dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Program Kementerian Pertanian tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas padi, dan diharapkan akan terus meningkat, sehingga kita bisa menekan impor dan mencapai swasembada,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa swasembada berarti Indonesia berhasil meningkatkan produksi dalam negeri dan hanya mengimpor 10 persen dari total kebutuhan konsumsi. “Kita ingin mencapai swasembada untuk menekan impor. Jika harus impor, kita pastikan jumlahnya sangat kecil,” tutupnya.[]

Dinas Pertanian Aceh Ajak Tani Merdeka Kerja Sama Dukung Ketahanan Pangan

0

BANDA ACEH – Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh mengajak Tani Merdeka Aceh dan berbagai lembaga terkait untuk bekerja sama dalam mendukung program ketahanan pangan di Aceh.

Langkah ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, saat menerima audiensi dengan Tani Merdeka Aceh, pada Selasa, 27 Agustus 2024.

Dalam pertemuan tersebut, Cut Huzaimah menguraikan beberapa tantangan yang saat ini dihadapi dalam sektor pertanian. Salah satu masalah utama adalah peralihan lahan pertanian dan kendala pengairan, yang menyebabkan banyak sawah di Aceh tidak dapat diairi dengan baik. Kondisi ini menghambat produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, Cut Huzaimah mengusulkan beberapa solusi, termasuk program pompanisasi untuk memaksimalkan distribusi air ke lahan pertanian serta pencetakan sawah baru.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional.

“Masalah pengairan ini sangat krusial. Insya Allah Aceh sudah mendapat bantuan dari Kementerian pompa sebanyak 1.400 unit yang serahkan oleh Pak Wamentan Sudaryono beberapa Waktu lalu, ini sangat membantu karena banyak sawah yang tidak bisa ditanami karena kekurangan air, terutama di musim kemarau,” kata Cut Huzaimah.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan komitmen organisasinya untuk berkolaborasi dalam mewujudkan ketahanan pangan di Aceh.

“Tani Merdeka siap bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga lainnya. Kita harus bersinergi untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan lancar dan efektif,” Cut Muhammad yang akrab disapa Mukim Amad.

Cut Muhammad juga menambahkan bahwa pihaknya akan aktif dalam memberikan dukungan teknis dan penyuluhan kepada para petani di Aceh.

“Kami akan terus mendorong para petani untuk memanfaatkan teknologi pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan, agar hasil panen bisa maksimal,” tambahnya.

“Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan program ketahanan pangan di Aceh dapat berjalan lebih optimal, mendukung keberhasilan swasembada pangan di wilayah Aceh,” pungkas Cut Muhammad.[]

Dinas Peternakan Aceh Ajak Tani Merdeka Kolaborasi Tingkat Swasembada Pangan

0
Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad (kiri) bersama Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalzufran.(kanan)
Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad (kiri) bersama Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalzufran.(kanan)

BANDA ACEH – Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalzufran, mengajak Tani Merdeka dan semua elemen terkait untuk bekerja sama dalam mencapai swasembada pangan di sektor peternakan pada tahun 2024.

Zalzufran menjelaskan bahwa Aceh perlu meningkatkan produksi pangan lokal, terutama di sektor peternakan, untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan di pasar lokal.

Ia mengusulkan beberapa langkah strategis untuk mewujudkan hal ini. Pertama, meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak melalui pelatihan dan penggunaan teknologi modern. Kedua, memperluas akses peternak terhadap modal dan fasilitas pendukung. Ketiga, memperkuat jaringan distribusi agar produk peternakan dapat tersebar lebih merata di seluruh Aceh.

“Saya mengajak Tani Merdeka, masyarakat dan semua pihak terkait untuk bersama-sama meningkatkan produksi peternakan lokal. Dengan kolaborasi yang baik, saya yakin Aceh bisa mencapai swasembada pangan di sektor peternakan pada tahun 2024,” kata Zalzufran saat menerima silaturahmi DPW Tani Merdeka Aceh Provinsi Aceh, Senin 26 Agustus 2024.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menyambut baik ajakan tersebut.

Ia menyatakan bahwa Tani Merdeka Aceh siap bekerja sama dengan pemerintah dan semua pihak terkait untuk mencapai tujuan swasembada pangan ini.

Menurutnya, petani dan peternak memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan ketahanan pangan di Aceh.

“Kami di Tani Merdeka sangat mendukung inisiatif ini. Kami siap berkolaborasi dalam program-program yang dapat membantu petani dan peternak meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak mereka. Melalui kerjasama ini, kami yakin Aceh bisa mencapai ketahanan pangan yang lebih kuat,” kata Cut Muhammad.

Ia juga menambahkan bahwa dengan dukungan yang tepat, petani dan peternak Aceh dapat meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan daerah.

“Petani dan peternak adalah pilar penting dalam upaya mencapai swasembada pangan. Dengan dukungan yang tepat, mereka bisa menghasilkan lebih banyak dan lebih baik,” tutupnya.

Kerja sama antara pemerintah, Tani Merdeka, dan semua elemen terkait ini diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan dalam sektor pangan dan mencapai swasembada di sektor peternakan pada tahun 2024.

“Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal tetapi juga memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Aceh,” pungkas Cut Muhammad.[]

Catatan Pinggir: Petani Sejahtera

0

Di tengah hiruk-pikuk politik yang terus berubah, satu isu tetap menjadi sorotan penting: kesejahteraan petani. Bagi banyak orang, ini bukan hanya tentang pertanian atau ekonomi semata, melainkan tentang kehidupan dan masa depan ribuan keluarga di pelosok negeri. Prabowo Subianto, yang kini memimpin arah kebijakan di sektor pertanian, menghadirkan harapan baru dengan visinya untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Prabowo Subianto, sebagai Presiden terpilih, membawa semangat dan komitmen kuat dalam memberdayakan petani. Program-program yang diusungnya tidak sekadar retorika politik, melainkan langkah konkret yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kehidupan petani. Salah satu langkah penting adalah pengembangan program bantuan langsung untuk petani yang bertujuan mengurangi beban mereka, serta meningkatkan produktivitas pertanian melalui teknologi modern dan pelatihan.

Melihat lebih jauh, program Bio Conversion yang diinisiasi oleh Tani Merdeka Indonesia adalah contoh nyata dari komitmen ini. Dengan dukungan Prabowo, program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian tetapi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan. Melalui inovasi ini, diharapkan petani bisa mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas tanpa merusak lingkungan.

Tentu saja, transformasi ini tidak tanpa tantangan. Keterbatasan infrastruktur, akses ke teknologi, dan masalah lain yang dihadapi petani perlu menjadi perhatian utama. Namun, semangat dan tekad Prabowo Subianto dalam mewujudkan kesejahteraan petani menjadi dorongan yang kuat untuk mengatasi rintangan-rintangan tersebut.

Dalam konteks ini, keberhasilan Prabowo Subianto tidak hanya diukur dari seberapa banyak bantuan yang diberikan, tetapi juga dari sejauh mana perubahan nyata dirasakan oleh petani.

Setiap langkah yang diambil adalah bagian dari perjalanan panjang menuju kesejahteraan yang lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, termasuk kita sebagai masyarakat, untuk terus mendukung dan memantau implementasi kebijakan ini agar cita-cita kesejahteraan petani benar-benar menjadi kenyataan.

Seiring waktu, semangat dan visi ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi perubahan positif yang lebih luas, menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan bangsa.

Penulis Sekjen DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh

Tani Merdeka Aceh Dukung Program Ketahanan Pangan, Begini Penjelasan Ketua Tani Merdeka Aceh

0
Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad
Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad

BANDA ACEH – Tani Merdeka Provinsi Aceh mendukung penuh program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad, mengatakan bahwa organisasi ini akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan di Aceh.

Menurut Cut Muhammad, tantangan di sektor pertanian di Aceh memerlukan solusi yang sesuai dengan kondisi lokal. Tani Merdeka akan fokus pada beberapa inisiatif, termasuk peningkatan teknologi pertanian dan pelatihan untuk petani.

“Teknologi seperti sistem pemantauan cuaca dan mesin pertanian terbaru akan membantu petani mengelola lahan dengan lebih efisien,” kata Cut Muhammad, yang juga dikenal sebagai Pak Mukim, Senin, 19 Agustus 2024.

Tani Merdeka juga akan membantu petani dengan pelatihan teknik pertanian terbaru, serta membangun dan memperbaiki sistem irigasi untuk mengatasi masalah pasokan air.

Selain itu, mereka akan memperkenalkan varietas tanaman unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit. Cut Muhammad menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mencapai ketahanan pangan di Aceh.

Dengan komitmen ini, Tani Merdeka berharap dapat berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan di Aceh dan mendukung program pemerintah untuk swasembada pangan.[]

Wamentan Sudaryono: Optimis Pertanian Indonesia Makin Kuat

0
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono

JAKARATA – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yakin bahwa sektor pertanian Indonesia akan semakin kuat. Ia menyatakan, ini penting untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, mencegah krisis pangan, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Sudaryono menjelaskan bahwa luas lahan tanam padi di Indonesia meningkat hingga 1 juta hektar dari target 1,7 juta hektar. Jika target ini tercapai, Indonesia diharapkan tidak perlu impor beras tahun depan.

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pertanian fokus pada peningkatan produksi padi dan jagung. Pemerintah berencana mengoptimalkan lahan rawa, melakukan pompanisasi, dan mencetak sawah baru. Teknologi pertanian modern juga akan diterapkan untuk membuat produksi lebih efisien dan hasil pertanian meningkat.

“Kami akan optimalkan lahan rawa, pompanisasi, cetak sawah, serta modernisasi alat pertanian. Penyuluh pertanian juga akan diperkuat,” kata Sudaryono.

Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya memperkuat lumbung pangan untuk masa depan bangsa. Pada tahun 2025, pemerintah berencana meningkatkan anggaran ketahanan pangan menjadi Rp124,4 triliun, lebih tinggi dari anggaran 2024 sebesar Rp108,8 triliun.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga ketersediaan dan harga pangan, memperbaiki distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan akses pembiayaan. Presiden berharap pembangunan infrastruktur pangan akan mendukung transformasi ekonomi dan menjaga perekonomian nasional

Tani Merdeka Jabar Teken Kerja Sama dengan Ikopin untuk Beasiswa Anak Petani

0

JAWA BARAT – Tani Merdeka organisasi yang fokus pada pengembangan dan pemberdayaan petani di Indonesia, terus berupaya membantu petani melalui berbagai program.

Kali ini, DPW Tani Merdeka Jawa Barat menjalin kerja sama dengan Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis, 15 Agustus 2024.

Kerja sama ini dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) yang meliputi program Bio Konversi Pupuk Organik dan beasiswa pendidikan bagi anak-anak petani desa.

Rektor Ikopin, Agus Pakpakhan, mengatakan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan sektor pertanian.

Ia menekankan bahwa kerja sama dengan Tani Merdeka adalah langkah strategis untuk mendukung dunia pertanian dan pendidikan bagi anak-anak petani.

“Salah satu yang harus kita sinergikan adalah Bio Konversi di sektor pertanian dan pendidikan untuk anak petani,” ujar Agus Pakpakhan.

Mantan Dirjen Perkebunan ini juga menyambut baik kerja sama dengan Tani Merdeka, khususnya dalam menghidupkan kembali Koperasi Unit Desa (KUD), yang merupakan wadah penting bagi usaha petani. Agus menilai bahwa Tani Merdeka memiliki visi kuat dalam menyinergikan dunia pertanian dengan koperasi.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, merasa tersanjung bisa bekerja sama dengan Ikopin.

“Ini adalah peluang terbaik bagi kami, para petani, untuk bersinergi dengan dunia kampus, terutama dalam hal bio konversi di bidang pertanian dan beasiswa untuk anak petani,” katanya.

Menurut Yudi, program ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak petani untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri atau swasta. Kerja sama ini merupakan bagian dari program kerja Tani Merdeka Provinsi Jawa Barat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor Ikopin, Trida Gunadi, dan jajaran pengurus DPW Tani Merdeka Jabar, termasuk Sekretaris DPW, Danu Hamidi, serta Bendahara dan Wakil Ketua Bidang Inovasi.[]

42 DPC dan Korcam Tani Merdeka Kabupaten Garut Dilantik

0

JAWA BARAT – Sebanyak 42 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Garut resmi dilantik oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Provinsi Jawa Barat.

Pelantikan ini berlangsung di aula Kantor DPD Tani Merdeka Kabupaten Garut, yang terletak di Kampung Sinar Terang, Desa Pasir Wangi, Kecamatan Pasir Wangi, pada Rabu, 14 Agustus 2024.

Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, serta jajaran pengurus DPW Tani Merdeka Jawa Barat.

Hadir pula Forkopimcam Pasir Wangi, perwakilan Dinas Pertanian Kabid Hortikultura, serta pengurus DPD Tani Merdeka Garut.

Dalam sambutannya, Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, mengatakan pentingnya peran Tani Merdeka sebagai solusi bagi permasalahan petani di Garut.

Yudi berkomitmen untuk mendorong Garut tetap menjadi sentral pertanian hortikultura dan penyuplai sayuran di Jawa Barat.

“Kami dari DPW Tani Merdeka Jawa Barat akan terus mendukung Kabupaten Garut sebagai sentral pertanian di Jawa Barat dan lumbung sayuran. Kami siap membantu petani mengusulkan keluhan mereka dan mendorong kebijakan anggaran pemerintah untuk kesejahteraan petani, melalui program seperti pompanisasi dan penyediaan alat tani. Selamat dan sukses kepada pengurus yang baru dilantik, segera bergerak untuk melindungi dan membantu petani,” ujar Yudi.

Sementara itu Sekda Kabupaten Garut, Nurdin Yana, juga menyampaikan dukungannya terhadap hadirnya Tani Merdeka di Garut.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut siap bersinergi dengan Tani Merdeka untuk memajukan dunia pertanian di Garut.

“Pemerintah Kabupaten Garut siap bekerja sama dengan Tani Merdeka Indonesia, terutama dalam akses ke pusat demi kemajuan pertanian di Garut. Kami bisa berkolaborasi dalam berbagai hal. Selamat kepada pengurus Tani Merdeka yang baru dilantik,” ucap Nurdin Yana.[]

Wamentan Sudaryono Serahkan 143 Pompa Air ke Petani Aceh Besar

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

ACEH BESAR – Petani di Aceh Besar mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan setelah lima tahun mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyerahkan 143 unit pompa air yang bernilai Rp 2,3 miliar untuk membantu meningkatkan produksi padi di daerah tersebut.

Dalam kunjungannya ke Desa Keureuweung Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, pada Selasa, 13 Agustus 2024, Sudaryono menjelaskan bahwa pompa air ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian.

“Sungai di sini selalu penuh air, meski musim kemarau. Pompa ini akan membantu mengalirkan air ke sawah, sehingga petani bisa menanam padi lebih dari sekali setahun,” ungkap Sudaryono.

Sudaryono juga menekankan pentingnya program ini untuk memastikan petani tidak lagi mengalami gagal panen.

“Pompa ini memungkinkan petani yang sebelumnya hanya bisa menanam sekali dalam setahun, sekarang bisa menanam dua kali. Ini kabar baik yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Marlina, seorang petani setempat, mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi selama lima tahun terakhir. “Sawah kami tidak teraliri air, sehingga sering gagal panen. Banyak warga yang terpaksa bekerja serabutan,” kata Marlina kepada Sudaryono.

Dengan bantuan pompa air ini, petani di Aceh Besar kini memiliki harapan baru untuk kembali menanam padi dengan hasil panen yang lebih baik.[]