Pelantikan Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia di Hulu Sungai Utara, Don Muzakir: Pengurus Harus Turun ke Desa Dengarkan Keluhan Petani

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, meminta seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia tidak hanya aktif di dalam organisasi, tetapi juga rutin turun ke lapangan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi petani.

Menurut Don, keberadaan organisasi harus memberikan manfaat nyata. Pengurus diminta menjadi penghubung antara petani dan pemerintah agar berbagai persoalan di sektor pertanian dapat segera ditindaklanjuti.

“Tani Merdeka Indonesia harus menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo. Aspirasi petani harus kita dengarkan, kita perjuangkan, dan kita pastikan tersampaikan kepada pemerintah,” ujar Don Muzakir usai melantik pengurus tiga DPD Tani Merdeka Indonesia di Kalimantan Selatan, pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Don Muzakir menegaskan, organisasi tidak boleh hanya hadir saat ada kegiatan seremonial. Pengurus harus aktif mendampingi petani dan memastikan berbagai program pemerintah benar-benar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kita harus hadir di tengah petani. Dengarkan apa yang mereka butuhkan, cari solusinya, lalu sampaikan kepada pemerintah. Organisasi ini harus menjadi jembatan antara petani dengan pemerintah,” kata Don Muzakir.

Menurut dia, pemerintah saat ini terus menjalankan berbagai program untuk memperkuat sektor pertanian, seperti peningkatan produksi pangan, penyaluran pupuk bersubsidi, bantuan alat mesin pertanian, perbaikan irigasi, hingga penguatan swasembada pangan. Program tersebut memerlukan pengawalan agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Don Muzakir menilai penguatan kepengurusan hingga tingkat kabupaten, kecamatan, bahkan desa menjadi langkah penting agar komunikasi antara petani dan pemerintah semakin cepat.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, mengatakan pengurus yang baru terbentuk memiliki tugas besar untuk membangun organisasi yang dekat dengan petani.

“Kami ingin seluruh pengurus segera bekerja. Jangan menunggu. Turun ke lapangan, temui petani, dengarkan persoalan mereka, lalu bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah agar setiap masalah bisa diselesaikan bersama,” kata Alin Wijaya.

Menurut Alin, Kalimantan Selatan memiliki potensi pertanian yang besar. Potensi tersebut perlu didukung organisasi yang mampu memperkuat pendampingan kepada petani sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program pembangunan pertanian.

Ia berharap setiap DPD tidak hanya menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga aktif membantu petani meningkatkan produktivitas, memperluas akses terhadap program pemerintah, serta memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Hal itu disampaikan usai pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan yang berlangsung di Gedung Agung Amuntai.

Pelantikan itu dihadiri Ketua DPRD Hulu Sungai Utara, Asisten I Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kapolres, Dandim, sejumlah kepala dinas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta jajaran pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini