TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggelar Pendidikan dan Pelatihan Komando Strategis Tani Merdeka Indonesia (Diklat KOSTAMI) Angkatan I.
Diklat ini bagian dari program kaderisasi untuk memperkuat organisasi sekaligus menyiapkan kader muda di sektor pertanian.
Sebanyak 100 peserta dan pengurus Tani Merdeka dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor mengikuti kegiatan tersebut.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan dengan organisasi, kepemimpinan, komunikasi publik, media sosial, wawasan kebangsaan, hingga ketahanan pangan.
Diklat KOSTAMI dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader agar mampu berperan aktif di tengah masyarakat, khususnya dalam mendampingi petani dan mendukung pembangunan sektor pertanian.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, hadir sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi mengenai sejarah perjuangan dan perkembangan Tani Merdeka Indonesia serta peran kader dalam memperkuat organisasi.
“Tani Merdeka Indonesia hadir untuk memperjuangkan kemajuan petani Indonesia. Karena itu, kader harus memiliki kapasitas, integritas, dan militansi yang kuat agar mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi petani,” kata Don Muzakir.
Menurut Don Muzakir, tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini semakin kompleks. Karena itu, organisasi membutuhkan kader yang memiliki kemampuan kepemimpinan, pemahaman terhadap persoalan petani, serta kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Sementara Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor, H. Cecep Gogom, mengatakan kaderisasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Melalui pelatihan tersebut, Tani Merdeka ingin menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pertanian di masa depan.
“Diklat KOSTAMI bukan sekadar pelatihan, tetapi proses pembentukan karakter, kepemimpinan, dan komitmen kader dalam mengawal kesejahteraan petani serta mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional,” ujar H. Cecep Gogom.
Selain menerima materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan pendukung. Mereka terlibat dalam diskusi kelompok, simulasi kepemimpinan, serta post test untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.
Suasana pelatihan berlangsung aktif. Peserta terlihat terlibat dalam berbagai sesi diskusi dan tanya jawab dengan para pemateri. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bertukar pengalaman antaranggota Tani Merdeka dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.
Panitia menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya minat kader muda untuk terlibat dalam penguatan sektor pertanian. Hal itu sekaligus menjadi modal penting dalam membangun organisasi yang lebih kuat di tingkat daerah.
Melalui Diklat KOSTAMI Angkatan I, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor berharap lahir kader-kader yang memahami visi dan misi organisasi serta mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing.
Kader yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat berkontribusi dalam mendorong kemajuan sektor pertanian, memperkuat pendampingan kepada petani, serta mendukung berbagai program ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Kegiatan ini awal program kaderisasi Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Bogor. Model pelatihan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan di berbagai daerah untuk memperkuat kapasitas kader organisasi.
Diklat KOSTAMI Angkatan I mengusung semangat mencetak kader tangguh yang mampu mengawal kepentingan petani dan berperan dalam mendukung terwujudnya kemandirian pangan Indonesia.[]
