Tani Merdeka Aceh Minta BNPB Percepat Pemulihan Irigasi, Sebagian Petani Belum Bisa Turun ke Sawah

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana banjir dan longsor. Desakan ini disampaikan karena banyak lahan sawah masih belum bisa digunakan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, mengatakan kondisi di lapangan belum sepenuhnya pulih. Sejumlah wilayah terdampak masih menghadapi masalah serius pada jaringan irigasi.

“Bendungan dan sungai belum berfungsi dengan baik, fakta di lapangan, banyak sawah belum bisa digarap karena saluran irigasi masih tersumbat,” kata Cut Muhammad, pada Minggu, 3 Mei 2026.

Saluran irigasi yang tersumbat membuat aliran air tidak berjalan normal. Material lumpur, kayu, dan sisa banjir masih menutup sejumlah titik. Kondisi ini menghambat petani untuk memulai musim tanam.

Situasi tersebut berdampak langsung pada aktivitas pertanian. Banyak petani memilih menunggu karena khawatir tanaman tidak mendapat pasokan air yang cukup. Sebagian lahan bahkan masih tergenang.

Cut Muhammad menilai penanganan pemerintah masih belum menyentuh kebutuhan utama petani. Fokus penanganan dinilai masih berada pada fase tanggap darurat, sementara pemulihan infrastruktur pertanian berjalan lambat.

Menurut dia, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Keterlambatan penanganan berisiko mengganggu siklus tanam dan menurunkan produksi pangan.

“Kalau irigasi tidak segera dibersihkan, petani tidak bisa turun ke sawah. Ini bukan hanya soal ekonomi petani, tapi juga ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan petani menjadi kelompok yang paling terdampak dalam situasi pascabencana. Kerusakan lahan dan tersumbatnya irigasi membuat mereka kehilangan sumber penghasilan dalam waktu yang tidak pasti.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh terus melakukan pemantauan di berbagai titik terdampak. Temuan di lapangan menunjukkan masih banyak saluran irigasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Organisasi ini juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk berkoordinasi lebih intensif. Upaya pemulihan dinilai perlu dilakukan secara terpadu agar hasilnya maksimal.

Cut Muhammad berharap BNPB segera mengambil langkah konkret. Percepatan pembersihan irigasi dan perbaikan jaringan air dinilai menjadi kunci agar petani bisa kembali beraktivitas.

Langkah cepat dianggap penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan di Aceh. Jika tidak segera ditangani, dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan di tingkat daerah.

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini