Sambut Hari Bumi Sedunia, Besok Tani Merdeka Indonesia dan Yayasan Cipta Resiliensi Tanam 3.000 Mangrove di Jakarta Utara

TANIMERDEKA – Yayasan Cipta Resiliensi Indonesia bersama Tani Merdeka Indonesia menanam 3.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Rumah Susun II Marunda, Jakarta Utara. Kegiatan ini menyambut Hari Bumi Sedunia yang digelar setiap tanggal 22 April.

Penanaman dilakukan di wilayah pesisir yang selama ini menghadapi ancaman abrasi dan penurunan kualitas lingkungan. Ratusan peserta terlibat langsung. Petani, pedagang, dan warga setempat bergotong royong menanam bibit mangrove di sepanjang garis pantai.

Kegiatan berlangsung dari pagi. Bibit mangrove ditanam secara berjarak agar pertumbuhannya optimal dan mampu membentuk sabuk hijau di pesisir.

Koordinator penanaman mangrove, Rahmatun Phounna, mengatakan kegiatan ini digelar guna membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Kita ingin mengajak petani, warga dan pedagang sadar untuk menjaga lingkungan,” kata Rahmatun, 21 April 2026.

Ia menegaskan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada seremoni tahunan. Penanaman mangrove dirancang sebagai langkah nyata dalam memperkuat ketahanan lingkungan di kawasan pesisir.

“Fokus pada lingkungan hidup menjadi prioritas kami. Penanaman 3000 bibit mangrove ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan mencegah abrasi di Marunda,” ujarnya.

Penanaman mangrove ini dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Ekosistem mangrove dapat menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis ikan, kepiting, dan biota laut lainnya yang menjadi sumber penghasilan warga.

Rahmatun Phounna berharap bibit yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya kawasan ini berpotensi menjadi ekosistem mangrove yang sehat jika dirawat secara konsisten.

Ia juga menyinggung potensi pengembangan kawasan berbasis ekowisata. Mangrove dapat menjadi daya tarik wisata edukasi lingkungan yang memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Selain penanaman, panitia juga menyiapkan kegiatan lanjutan berupa pelatihan lingkungan. Petani dan pedagang akan dibekali pengetahuan tentang pengelolaan sampah, konservasi pesisir, serta cara merawat tanaman mangrove agar tetap tumbuh optimal.

Kegiatan ini kolaborasi lintas sektor. Organisasi masyarakat, komunitas lokal, dan relawan terlibat aktif dalam pelaksanaan penanaman mangrove.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua Yayasan Cipta Resiliensi Indonesia Willfridus Yons Ebit, serta sejumlah kepala dinas juga dijadwalkan hadir. Tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat turut diundang untuk memperkuat dukungan di tingkat lokal.

Rahmatun Phounna berharap tidak berhenti pada penanaman semata. Perawatan dan pengawasan menjadi penting agar mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini