TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menggelar acara buka puasa bersama pengurus Tani Merdeka Indonesia, Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).
Kegiatan berlangsung di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian Republik Indonesia, pada Senin, 9 Maret 2026. Sekitar 800 pengurus daerah dari tiga organisasi hadir dalam acara tersebut.
Suasana kegiatan berlangsung meriah. Para peserta datang dari berbagai daerah untuk menghadiri agenda silaturahmi tersebut.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, juga hadir bersama sejumlah pengurus organisasi lainnya.
Panitia tidak hanya menggelar buka puasa bersama. Kegiatan juga diisi dengan santunan kepada anak yatim.
Sudaryono yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia mengajak seluruh pengurus untuk berani menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Sudaryono juga menyinggung berbagai isu yang menyerang Presiden Prabowo Subianto di ruang publik.
“Pasukan Tani Merdeka Indonesia, Papera, dan APPSI harus berani menyampaikan kebenaran dan melawan isu fitnah yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui media apa pun. Program yang sedang dijalankan Presiden Prabowo sangat menyentuh rakyat, dan petani sudah mulai menerima manfaatnya,” ujar Sudaryono.
Menurut pria yang akrab disapa Mas Dar, organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Jaringan organisasi petani dan pedagang dinilai mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat daerah.

Suasana acara semakin semarak ketika para peserta menunjukkan semangat kebersamaan. Sorakan dukungan dari para pengurus membuat ruangan auditorium terasa hidup sepanjang kegiatan berlangsung.
Di akhir acara diisi dengan Selawat Badar. Sudaryono mengajak seluruh peserta untuk berselawat bersama.
Sudaryono memimpin langsung selawat tersebut dengan penuh semangat. Ratusan peserta mengikuti selawat secara serempak.
Suara selawat bergema di seluruh ruangan auditorium. Cahaya lampu kilat dari telepon genggam peserta turut menerangi ruangan. Suasana kebersamaan terasa kuat hingga acara berakhir.[]
