TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia menilai sebagian besar kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berdasar. Kritik disebut cenderung menyesatkan karena anggaran pendidikan tetap terjaga.
Wakil Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit, mengatakan anggaran pendidikan dalam APBN 2026 sebesar Rp769 triliun itu sesuai amanat konstitusi 20 persen.
Dari jumlah itu, pria yang akrab disapa Ebit menyebutkan, Rp223 triliun dialokasikan untuk Badan Gizi Nasional (BGN).
“Coba dibaca dengan utuh, tidak ada anggaran pendidikan dalam APBN 2026 yang dikurangi, justru anggaran pendidikan mengalami peningkatan signifikan,” ujarnya, pada Senin, 2 Maret 2026.
Ia menegaskan pos-pos strategis tetap berjalan. Dana transfer ke daerah, alokasi kementerian teknis pendidikan, tunjangan guru, hingga dukungan infrastruktur pendidikan tidak terganggu.
“Tahun 2024 total anggaran pendidikan melalui kementerian terkait hanya Rp91 triliun, pada tahun 2026 naik menjadi Rp119,5 triliun. Disini jelas terlihat bagaimana komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Ebit.
Ia menambahkan anggaran tunjangan guru ASN daerah naik dari Rp70 triliun menjadi Rp74,7 triliun. Anggaran revitalisasi sekolah juga bertambah dari Rp21,24 triliun pada 2024 menjadi Rp23,06 triliun di 2026.
Menurut Ebit, kebijakan pendidikan Presiden Prabowo memiliki cakupan luas. Kuota beasiswa LPDP ditambah. Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat dikembangkan agar menjangkau lebih banyak anak dari keluarga miskin dan rentan.
“Semua kebijakan ini menunjukan keberpihakan pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” katanya.
Ia menegaskan program MBG perlu dilihat sebagai upaya pemerataan keadilan sosial. Pemenuhan gizi peserta didik menjadi fondasi penting bagi kualitas generasi masa depan.
“Pemenuhan gizi adalah fondasi penting bagi kualitas generasi masa depan,” pungkasnya.[]
