TANIMERDEKA – Perum Bulog Sulawesi Tengah menggandeng penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk mempercepat penyerapan beras petani lokal.
“Langkah ini juga bagian dari upaya antisipasi bila sewaktu-waktu harga ditingkat petani anjlok, sehingga koordinasi lapangan lebih cepat dan terukur,” kata Pimpinan Wilayah Bulog Sulteng, Jusri, di Palu, pada Rabum 25 Februari 2026.
Ia menjelaskan kolaborasi ini bersifat saling menguntungkan. Penyuluh berperan sebagai penghubung antara Bulog dan petani kecil yang sering kesulitan memasarkan hasil panen.
Tahun 2026, Bulog Sulteng ditargetkan menyerap beras 11.000 ton dan jagung 3.300 ton. Hingga Februari, realisasi penyerapan beras baru 304 ton, sementara jagung belum terealisasi.
“Informasi terkait harga pangan sangat penting, menggandeng penyuluh pertanian menurut kami sangat ideal mengakses informasi. Kalau harga di atas pembelian Bulog artinya baik, jika di bawah artinya perlu kami turun ke lapangan bertindak cepat,” ujarnya.
Bulog telah melakukan pertemuan dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah sebagai koordinator PPL. Status ASN penyuluh pertanian kini berada di bawah pemerintah pusat, sehingga laporan harga langsung tersampaikan ke Kementerian Pertanian.
“Langkah strategis ini kami lakukan untuk percepatan realisasi penyerapan komoditas pertanian yang ditugaskan pemerintah. Semakin cepat terserap hasil panen petani, maka semakin kuat ketahanan pangan nasional,” ucap Jusri.
Ia menambahkan sinergi dengan BRMP diharapkan mendukung pencapaian target penyerapan.
“Sebagai lembaga yang ditugaskan pemerintah dalam urusan logistik pangan, maka kami berkomitmen memperkuat penyerapan hasil pertanian. Selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 kami juga memastikan ketersediaan bahan pangan sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Kehadiran penyuluh di lapangan membuat koordinasi lebih cepat. Petani mendapat kepastian pasar, Bulog memperoleh akses informasi harga yang akurat.[]
