TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menggelar rapat perdana di salah satu rumah makan Kota Kendari, pada Minggu, 11 Januari 2026.
Rapat membahas konsolidasi organisasi sekaligus persiapan pelantikan pengurus yang dijadwalkan berlangsung Rabu 28 Januari 2026 mendatang.
Dalam rapat disepakati pelantikan akan dirangkaikan dengan talkshow yang mengangkat isu strategis sektor pertanian.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog antara petani, pemerintah, dan para pemangku kepentingan di Sulawesi Tenggara,” kata Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari, Zulfiany Azis.
Talkshow direncanakan menghadirkan Anggota DPR RI Komisi IV dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara, perwakilan Kementerian Pertanian, serta Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.
“Pengajuan Surat Keputusan (SK) Dewan Pengurus Daerah Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari telah diterima oleh Dewan Pengurus Nasional melalui DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata Zulfiany.
SK ditandatangani Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, yang diharapkan sekaligus melantik langsung pengurus DPD TMI Kota Kendari.
Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari, Adi Yanto Saputra, menegaskan pelantikan bukan sekadar seremonial.
Ia mengatakan momentum ini penting untuk memperkuat konsolidasi petani serta membangun sinergi dengan pemerintah dan wakil rakyat.
“Pelantikan ini harus menjadi titik awal kerja bersama mendorong kemajuan sektor pertanian di Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara,” ujar Adi.
Persiapan dilakukan matang dengan dukungan berbagai pihak. DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari optimistis pelantikan dan talkshow akan berjalan sukses.
Agenda ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi penguatan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART Tani Merdeka Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi awal bagi pengurus baru. Diskusi yang digelar di sela pelantikan diharapkan menghasilkan gagasan konkret untuk menjawab tantangan petani di Kendari, mulai dari akses pupuk, distribusi hasil panen, hingga penguatan pasar lokal.[]
